Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Monday, March 8, 2010

Personal Taste - the novel - Bagian 1




Novel Personal Taste terdiri dari 14 bab dan satu epilog. Novel ini belum diterjemahkan, baru ada dalam bahasa Korea dan terima kasih banyak untuk Javabeans yang mau terjemahin dari Korean ke English :)

Ada beberapa perbedaan dengan drama, seperti tentang usia, kalau di novel usia pemeran utama 29 dan 31, kalau di drama 28 dan 22. Perbedaan lain adalah munculnya karakter baru dalam drama dan penghilangan karakter yang lain.


Karakter :

Park Woo Min (Yang di drama : Park Kae In, diperankan Sohn Ye Jin), berusia 29 tahun. Dia mendisain boneka dan mainan untuk program TV anak-anak dan itulah sebabnya ia baunya seperti lem. Woo Min sebenarnya cukup manis, tapi kau tidak akan bisa melihat kecantikannya pada pandangan pertama (atau kedua) karena ia jarang berpenampilan manis, ia juga biasa memakai kacamata besar dan jarang memakai make up.

Ayahnya adalah arsitek terkenal yang mendisain rumah yang ia tinggali, tapi karena orang tuanya tinggal di luar negeri, ia hidup sendiri di Korea. Woo Min berbicara dengan ceplas-ceplos, sedikit naif, kepribadian baik dan positif. Tidak seperti 4-D, tapi hampir.

Jeon Jin Ho (Lee Min Ho) adalah arsitek berusia 31 tahun. Tinggi, tampan, dan pintar. Dia sangat pemilih dalam apapun, seperti setelan yang ia kenakan (fashionable), kopi yang ia minum (hanya Blue Mountain!), dan wanita yang ia kencani (itulah mengapa ia tetap single).

JIn Ho mempunyai cara bicara yang kasar dan tanpa ekspresi wajah, ia sangat pandai bicara omong kosong. Dia mempunyai posisi manager di perusahaan arsitektur dimana ia bekerja dengan sahabatnya Sang Joon.


Han Sang Joon (Jung Sung Hwa) adalah teman baik Jin Ho dan juga teman kerjanya. Ia mengenal Jin Ho selama 1 dekade. Sang Joon adalah teman yang hangat dan ramah, ia gampang sekali akrab dengan siapapun. Dia kenal baik Jin Ho dan mungkin adalah satu2nya orang yang akan lolos jika menggoda Jin Ho. (dalam drama ia sunbae tapi dalam novel mereka seumuran)

Seo In Hee (Wang Ji Hye) adalah stylish fashion disainer teman Woo Min. Semua teman kerja mereka berpikir bahwa Woo Min adalah orang yang sembrono, tapi In Hee tahu potensi Woo Min dan ia meminta Woo Min menjadi modelnya saat mendisain busana baru. Tapi saat pria yang tepat hadir, In Hee tidak masalah menyingkirkan teman dan mengejar pria itu.

Na Hye Mi (Choi Eun Soo) berusia 27 tahun, tapi bertingkah laku jauh lebih muda karena ia adalah putri yang manja. Dia bukannya jahat, tapi biasa mendapat apa yang ia inginkan dan ia menginginkan Jin Ho!

Orang tuanya dan orang tua Jin Ho adalah teman baik, dan sudah diputuskan bahwa mereka akhirnya akan menikah. Jin Ho tidak pernah setuju kencan dengan Hye Mi yang ia anggap sebagai adik saja. Maka Hye Mi juga sering kencan dengan pria lain. Tapi biasanya saat hubungannya dengan pria2 itu berakhir ia kembali pada Jin Ho. Ia tinggal di Canada, tapi pulang tiba2 ke Korea dan mendesak kedua orang tua mereka agar Jin Ho melamar dan meresmikan pernikahan mereka.


Tae Hoon (Im Seul Ong), adalah teman Hye Mi dari SMU, mencintai Hye Mi dan menjaganya dengan perhatian dan pengertian. Dia menghormati Jin Ho dan memanggilnya kakak tapi ia tidak berpikir Jin Ho mencintai Hye Mi , dan ia mendesak agar Jin Ho mengakhiri hubungan mereka.

Karakter yang diperankan Kim Ji Suk (Han Chang Ryul) tidak ada dalam buku.

Karakter Jo Eun Ji juga tidak ada dalam buku.

Ahn Seok Hwan memerankan ayah mantan pacar Woo Min yang playboy.

Ryu Seung Ryong memerankan direktur perencanaan dari proyek museum yang ingin didapatkan oleh Jin Ho. Namanya beda dengan di buku.

Ok, now the novel.....

Bab 1 : "Gagal dalam urusan cinta"

Terlihat cantik seperti biasanya, Woo Min datang ke pesta pernikahan. Woo Min bergabung dengan teman2nya untuk minum2 dan perasaannya langsung sebal, salah seorang temannya yang baru bertunangan membanggakan tunangan barunya dan memamerkan dia. Hanya, Woo Min mengenalinya sebagai mantan pacarnya, Jae Wook.

Ini tidak bisa diterima karena beberapa alasan, Woo Min sadar bahwa ini berarti Jae Wook sudah mengkhianatinya! Kalau Woo Min tidak tidur dengannya, maka ia meninggalkan Woo Min. Woo Min berpikir, "Ya tentu saja. Siapa akan berkencan denganku? Aneh jika seorang pria yang terlihat normal seperti dirinya jatuh cinta padaku pada pandangan pertama!" Woo Min mendengus, "Yah, selamat...dan semoga bahagia...dan keduanya akan saling mengkhianati dan terkena AIDS dan mati! Aku tidak ingin pergi ke pernikahanmu tapi aku pasti akan datang ke upacara kematianmu!"

Setelah pesta usai, Woo Min baru sadar kalau ia ditemani teman lamanya Won Ho. Mereka terus saja minum dan Won Ho berkata ia mencintai Woo Min. Ini mengagetkannya. Tapi waktu berlalu dan mereka minum banyak, Woo Min terbangun dan menemukan dirinya ada dalam posisi aneh. Won Ho sudah membawanya ke hotel dan akan tidur dengannya! Woo Min terperanjat, tapi ia sepertinya bersedia karena merasa kasihan bukankah tadi Won Ho dengan sangat tulus menyatakan perasaannya padanya. Tapi Woo Min mulai melihat sekelilingnya, dia menyadari dia ada di atas tempat tidur, tas tangannya masih tergantung di pundaknya, sepatunya masih ada. Woo Min mulai merasa tersinggung, dan lebih buruknya lagi ia merasa dimanfaatkan saja.

Pria itu bahkan tidak ambil pusing untuk melepaskan tas tangannya dan hanya melepas baju dalamnya? Ini bukan tindakan pria yang mencintai seorang wanita bertahun-tahun, ini adalah tindakan bajingan kurang ajar yang akan mengatakan apa saja untuk tidur dengan seorang wanita, yang bahkan tidak ambil pusing bahwa ini adalah kali pertama untuk wanita itu.

Ini menyentakkan Woo Min, bahwa semua pria hanya ingin satu hal darinya yaitu : sex. Mereka mengeluarkan kata2 cinta tapi jika mereka tidak mendapat yang mereka inginkan, maka mereka hanya menyingkirkan wanita itu. Woo Min mendorong Won Ho kesamping dan memintanya berhenti. Won Ho tidak menggubrisnya, ia berkeras mau melanjutkan, maka akhirnya Woo min meraih tasnya dan mengeluarkan gunting, mengancam akan mengebiri Won Ho. Jangan khawatir, kata Woo min, ia juga punya lem. Dengan bijak, pria itu kabur. (Bwa hahaha...)



Bab 2 : "Aku siap untuk pacar gay"

Woo Min benar2 merasa pahit. Ini juga membuatnya berpikir betapa rendahnya semua pria itu. Mereka mungkin akan bersumpah mengenai cinta dan kata2 manis omong kosong lainnya, tapi bagaimana kau bisa percaya mereka jika mereka hanya mengatakan itu untuk masuk ke dalam celana seorang wanita? (sori, aku hanya menerjemahkan hehe..) Woo Min berkata pada In Hee, ia berharap ia punya pacar gay. Ini akan ideal, kau bisa berbicara dengannya dan merasa aman karena ada pria di rumah, tapi juga tidak perlu cemas karena akan dimanfaatkan secara sexual.

Harapan Woo Min tidak sepenuhnya bodoh, ia hanya berharap ia punya hubungan pertemanan dan kepercayaan tanpa dibebani oleh sex.

Jeon Jin Ho merasa kaget, teman lama keluarga mereka Hye Mi ada di kota ini tanpa pemberitahuan dan langsung ke apartemennya. Ia berkata orang tua Jin Ho yang mengaturnya, mereka berkata agar ia datang ke Korea dan tidak kembali ke Canada sampai ia mendapatkan lamaran untuk menikah dari Jin Ho.

Keduanya tumbuh besar bersama dan meskipun mereka sering kencan dengan orang lain, pada akhirnya mereka akan menikah. Jin Ho melihat Hye Mi sebagai adiknya dan sedikit menyukainya tapi bukan perasaan romantis. Jin Ho tidak pernah berpikir Hye Mi mencintainya paling tidak, tidak sebesar perkiraan Hye Mi yang suka dengan ide kebersamaan mereka.

Untuk mencapai tujuannya, Hye Mi mengambil tempat tinggal di apartemen Jin Ho. Karena Jin Ho tidak mau jatuh dalam jebakan Hye Mi, maka ia berpikir jika ia jarang bertemu dengan Hye mI, maka ia akan sadar bahwa Jin Ho serius dan akan menyerah. Makanya Jin Ho mulai mencari tempat tinggal untuk satu atau dua bulan.

Agen Real estate memperingatkan dirinya pada pembukaan tempat tinggal baru, dan Jin Ho heran, ia mengenali rumah di atas bukit itu. Rumah itu pernah ditampilkan dalam majalah arsitektur, dan pria yang mendisain-nya Park Chul Han sangat terkenal. Park sangat protektif dengan rumah itu khususnya. Gabungan sempurna dari tradisional dan modern dengan penghargaan pada alam. Yang adalah karya terbaiknya, dan ia tidak mengijinkan pengunjung yang ingin tahu untuk melihatnya. Jin Ho langsung setuju untuk mengambil kamar itu.

Sayangnya, sebuah suara yang mengganggu percakapan mereka. Seorang wanita yang berpenampilan berantakan, mengenakan celana yang kebesaran, sweater tua, dan kaca mata merah tebal- pulang ke rumah, dan mengoreksi agen real estate itu. Dia sudah mengatakan bahwa kamar itu hanya tersedia untuk wanita.

Jin Ho merasa sedikit tersinggung. Secara logika, ia mengerti bahwa seorang wanita single akan merasa tidak nyaman jika berbagi kamar dengan seorang pria. Tapi Jin Ho juga punya "gengsi yang harus diselamatkan", karena ia seorang pria yang akan menjaga dirinya sendiri dan ia juga suka berpenampilan bagus, dan gengsinya merasa terhina karena wanita yang berantakan ini berpikir bahwa ia dalam bahaya karena perhatian JIn Ho. Memangnya Jin Ho tertarik dengannya.

Jin Ho ingin membalas, "Kau bisa tenang, karena aku tidak menganggapmu sebagai wanita SAMA SEKALi!" tapi tentu saja dia tidak bisa melakukan itu. Malah, dia mendengar dirinya sendiri menjawab, "Kau liha, aku ini gay, jadi itu tidak masalah, iya kan?"



Bab 3 : "Teman sekamar paling buruk"

Dengan segera, Jin Ho menyesali kata2nya yang terburu-buru. Ia sebenarnya ingin berkata, "Jika aku bersamamu, aku merasa sedikit ketertarika padamu seperti seorang gay, jadi kau bisa tenang." Apa yang membuatnya mengatakan perkataan gila ini?

Sementara itu, Woo Min berkata pada In Hee bahwa ia sudah menemukan pacar gay/ teman sekamar gay-nya. In Hee tidak percaya, bagaimana mungkin Woo min minta hal yang konyol ini dan satu orang langsung jatuh ke pangkuannya? Dia pasti salah. Tapi tidak, Woo Min meyakinkan In Hee bahwa Jin Ho sendiri yang mengenalkan dirinya sebagai gay. In Hee ingin melihatnya, maka mereka berencana untuk kerja di rumah Woo Min sore itu karena Jin Ho rencananya akan pindah. In Hee membawa baju2 dan mencobakan baju2 itu pada Woo Min yang menjadi modelnya.

Sang Joon juga ingin tahu dan ingin melihat lingkungan baru Jin Ho. Jin Ho menggambarkan pemilik rumah sebagai bibi yang cerewet. Sang Joon mengira ia akan bertemu dengan wanita paruh baya yang gemuk. Ketika kedua pria itu tiba, Sang Joon yang ramah langsung menyapa kedua wanita itu dan ia kaget karena keduanya cantik. Woo Min terlihat sangat menarik hari ini, ia mengenakan baju2 yang modis dan memperlihatkan bentuk tubuhnya daripada baju sehari-harinya. Sang Joon menggoda Jin Ho, pasti sudah bohong dan ingin menyembunyikan si cantik itu untuk dirinya sendiri.

Jin Ho berkata bahwa Woo Min waktu itu tidak terlihat seperti ini, tapi ia berkeras bahwa Woo Min adalah bibi yang aneh itu dan tidak menarik baginya.

Tentu saja, kedua wanita itu berpikir bahwa Sang Joon adalah pacar gay Jin Ho. Woo Min suka dengan sopan santun Sang Joon (dan Sang Joon lebih mendekati fantasinya daripada Jin Ho), tapi ia memutuskan untuk mengatakan peraturan. Biarpun mereka (ke2 pria itu ) berkencan, tapi tidak nyaman bagi Woo Min jika Sang Joon menjadi nyaman dan akan sering menginap. Ia berniat untuk bertanya pada Jin Ho mengenai hal ini dan ia mengetuk pintu kamar Jin Ho dan masuk dengan ragu-ragu. Dan melihat Jin Ho yang telanjang! Tapi ia tidak mengenakan kacamatanya jadi pandangannya kabur, dan ia meyakinkan Jin Ho bahwa ia tidak melihat apapun.

Woo min mengajukan permintaannya mengenai Sang Joon, dan Jin Ho tidak mau temannya dipermalukan (Sang Joon tidak tahu bahwa Jin Ho menyamar sebagai gay), Jin ho menjawab bahwa itu tidak akan menjadi masalah.

Untuk membuat Jin Ho semakin buruk, ia mendengar Woo Min berbicara diluar dengan In Hee dengan nada berbisik. In Hee tanya apa Woo Min melihat sesuatu, dan meskipun Jin Ho tidak bisa melihat jawaban Woo Min, jelas baginya apa yang dimaksud Woo Min saat ia menjawab, "Kira2 sepanjang ini" Lebih buruk lagi, ia merasa terhina dengan jawaban In Hee, yang terdengar kecewa, "Hanya segitu?" (bwa hahaha)

Jin Ho harus menenangkan dirinya dan menahan diri untuk menarik Woo Min masuk lagi ke dalam dan berkeras agar Woo Min melihatnya dengan seksama dengan menggunakan kacamatanya!

Arrgh, Jin Ho mendengus, ini adalah teman sekamar paling buruk yang pernah ada.


Related posts :

Foto2 Personal Taste 2
Sohn Ye Jin dalam Personal Taste
Lee Min Ho dalam Personal Taste


source : javabeans

6 comments:

  1. trusin ya tirza isi novelnya/////
    semangatttt

    ReplyDelete
  2. iya............

    lumanyan
    walau ga mudeng

    ReplyDelete
  3. iya....
    terusin ya sampai bab akhir....
    thanks karena sudah mau merecap drama ini sekaligus novelnya.....
    saya sangat berharap sekali agar kamu mau merecap cerita ini sampai habis.......
    soalnya penasaran banget.....

    ReplyDelete
  4. novel terjemahannya beli dmn ea??

    jd pengeeeeenn...

    ReplyDelete
  5. hehehehhehe..
    novelna keren sangadhhh....
    klu dah ada terjemahanna entah dalam bahasa Inggris diinfoin yah sistt...
    bravo

    ReplyDelete