Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, August 9, 2014

Joseon Gunman episode 3 part 2

Lovely couple

Rombongan Yoon Kang, Soo In, Yeon Ha dan Jan Yi tiba di pinggir kota. Mereka jalan mendaki bebatuan. Yoon Kang jalan di depan dan mengulurkan tangan ke Soo In, pegang tanganku, jalannya terlalu curam.
Soo In meraih tangan Yoon Kang, tapi justru ia terjatuh dalam pelukan Yoon Kang. Keduanya langsung melepaskan diri karena malu. Yeah..

Jan Yi dan Yeon Ha tersenyum geli melihat keduanya. Tapi wajah Yeon Ha pura2 cemberut saat beradu mata dengan kakaknya. Yoon Kang tampak salah tingkah, ia mengulurkan tangan membantu Yeon Ha jalan mendaki bukit batu.

Beberapa waktu kemudian, para gadis berdoa di dalam kuil. Yoon Kang hanya menatap Soo In. Ia tersenyum sendiri.
Mereka tiba di sebuah mata air. Yeon Ha dan Jan Yi main di dalam air, sementara Yoon Kang-Soo In duduk di atas batu. Memandang ke arah kota.
Yoon Kang tampak takjub, kalau dilihat dari sini, kota Seoul tampak sebesar kepalan tangan. Soo In membenarkan, bahkan tanah Joseon juga sangat kecil.

Yoon Kang heran, apa Soo In pernah pergi ke luar Joseon. Soo In geli, ia tidak pernah meninggalkan Joseon. Ia tahu dari bola dunia.
Yoon Kang nyengir, begitu. Oya, apa yang kau doakan di kuil?


Soo In berdoa untuk harapannya. Aku memiliki impian yang ingin kuwujudkan.
Yoon Kang : Impian?

Soo In : Ya. Guruku menunjukkan bola dunia beberapa waktu lalu. Aku begitu terkejut saat pertama kali melihatnya. "Katak dalam sumur tidak mengenal laut." "serangga musim panas tidak mengenal es." Saat itulah aku benar-benar menyadari apa artinya itu.
Hari itu, aku menemukan harapanku. Aku bermimpi aku bisa pergi ke ujung laut itu.

Yoon Kang tampak heran dengan perkataan Soo In. Soo In melanjutkan, wanita di Joseon membutuhkan keberanian hanya untuk meninggalkan gerbang kota. Aku tidak menginginkan dunia yang seperti itu, tapi dunia yang membuat kita bisa pergi kemanapun dan melakukan apapun kalau kita menginginkannya. Hidup dalam dunia seperti itu adalah impianku.
Soo In menoleh dan tanya apa impian Yoon Kang.

Yoon Kang tersenyum, ia tidak pernah benar-benar memikirkan sesuatu seperti itu. Ia hanya hidup begitu saja.
Soo In minta Yoon Kang memikirkannya mulai sekarang. Yoon Kang berpikir sebentar, lalu menoleh ke arah Soo In sambil tersenyum malu.
Soo In : Apa kau sudah memikirkan sesuatu?

Yoon Kang mengiyakan. Soo In ingin tahu. Tapi sebelum Yoon Kang menjawab, Yeon Ha memercikkan air ke arah kakaknya dan menantang perang air.


Yoon Kang tertawa, anak ini.. Yoon Kang langsung turun ke air dan membalas adiknya, baik. Kau yang mulai ya.. Keduanya asyik perang air.

Yoon Kang menghentikan peperangan mereka. Tunggu..tunggu. Yoon Kang merangkul adiknya, dengar, kita jangan perang lagi. Sebagai keluarga kita harus menggabungkan kekuatan.
Yeon Ha bingung. Yoon Kang menoleh ke arah Soo In. Yeon Ha mengerti, kakaknya ingin mereka bergabung untuk menyerang Soo In. Yeon Ha nyengir, ia setuju.


Kedua kakak beradik Park itu langsung menyiram Soo In dengan air. Soo In terkejut tapi ia langsung turun ke dalam air dan berperang melawan mereka. Seru sekali.

Mereka tidak menyadari kalau anak buah Choi Won Shin mengawasi mereka. Penembak itu memperhatikan Yeon Ha.
Ins. Park menemui Choi Won Shin. Ia bertanya soal Jong Tae. Choi Won Shin pura-pura mencoba mengingat orang itu, Jong Tae...Jong Tae..
Ins. Park : Benar, kudengar dia adalah pedagang di Yeojoo.
Choi Won Shin mengaku, ia memang sudah mendengar tentang orang itu, saya dengar dia dipukuli sampai mati dan mayatnya dibuang. Saya tidak mendengar apa-apa lagi setelah itu.

Ins. Park merasa pasti ada orang yang menyelamatkan nyawanya. Tapi Choi Won Shin menyangkal kemungkinan itu, Tuan harus tahu, kami memiliki aturan keras dalam grup pedagang.
Kalau ada orang yang menyelamatkan orang lain yang dipukuli sampai mati, orang itu juga tidak akan lolos dari kematian. Saya yakin tidak ada orang yang berani menyelamatkannya.

Tapi Ins. Park tetap pada asumsinya, jika ada yang menyelamatkan Jong Tae, dia pasti akan sangat setia pada penyelamatnya. Jong Tae pasti akan melayani orang itu sebagai tuannya dan patuh kepadanya.
Choi Won Shin : Ya...saya rasa itu mungkin saja. Tapi hal seperti itu tidak akan terjadi. Khususnya di kelompok pedagang Gyeonggi.

Soo In dibantu Yoon Kang mulai menyiapkan kembang api. Soo In ingin menyalakan api dengan korek. Yoon Kang belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya, jadi ia menurut saja waktu Soo In memintanya mendekat.

Yoon Kang langsung jatuh karena syok waktu Soo In berhasil menyalakan korek api.

Yeon Ha dan Jan Yi geli, mereka tidak begitu syok karena sudah pernah melihat sebelumnya. Yoon Kang menahan rasa malunya dan ingin melihat Soo In menyalakan korek lagi. 


Soo In juga berhasil menyalakan sumbu kembang api tapi sayangnya padam lagi.
Soo In mulai gelisah karena tidak bisa menyalakan sumbunya. Ia mencoba berulang kali sampai waktu gerhana bulan tiba.

Yeon Ha dan Jan Yi memanggil keduanya untuk melihat bulan, tapi Soo In hanya ingin menyalakan kembang api. Yoon Kang komen, bulannya hampir hilang. Soo In langsung membentaknya, jangan mendesakku! itu sebabnya kembang apinya tidak menyala!
Yoon Kang bingung, memangnya apa yang kulakukan?


Yeon Ha melihat kakak-nya dan Soo In lalu anak pintar ini mengerti kalau kakaknya butuh waktu berdua saja bersama Soo In. Ia mengajak Jan Yi pergi. Yeon Ha berkata kalau ia sedikit dingin dan bisa kena flu.
Jan Yi mengerti dan berseru akan kembali ke kuil bersama Yeon Ha. Yeon Ha melirik ke kakaknya sambil pura2 batuk. Yoon Kang nyengir, ia mengerti kalau Yeon Ha sengaja pergi untuk memberinya sedikit privasi. Yoon Kang tersenyum geli.

Setelah Yeon Ha dan Jan Yi pergi, Soo In terus berusaha menyalakan kembang api itu tapi belum berhasil.
Yoon Kang tiba2 tanya apa mungkin mesiunya basah karena embun malam. Mereka meletakkan bubuk mesiu diluar saat menunggu gerhana bulan. Yoon Kang membuka tabung mesiu dan memeriksa bubuknya, ternyata memang basah.

Soo In mengeluh, kau benar. Lalu bagaimana? Yoon Kang merasa bubuk yang di bagian dalam belum basah, jadi ia memutuskan membuang bubuk bagian atas dan mencoba menyalakannya kembali.
Soo In mencobanya sekali lagi dan kali ini berhasil. Berhasil! Kita berhasil! Keduanya bersorak gembira dan menikmati kembang api.

Soo In senang sekali dan berterima kasih pada Yoon Kang. Yoon Kang berkata ia tidak melakukan apa-apa. Keduanya beradu pandang. Soo In merasa malu dan menundukkan wajahnya.

Yoon Kang mendekat dan mencium pipi Soo In. Soo In terkejut tapi ia tidak tampak marah.

Sebelum mereka bisa bicara, Jan Yi lari mendatangi mereka. Agashi! Yeon Ha Agashi.. Saya tidak bisa menemukannya.
Yoon Kang dan Soo In terkejut, apa maksudmu? Keduanya langsung berdiri. Jan Yi menjelaskan, Yeon Ha awalnya ingin pergi ke kuil, tapi ia tidak sampai disana. Dia jalan di depan saya, dia seharusnya tiba di kuil sebelum saya.

Yoon Kang panik dan langsung lari mencari Yeon Ha. Soo In dan Jan Yi juga ikut mencari. Yoon Kang menyusuri hutan. Ia teriak-teriak memanggil adiknya.
Yoon Kang menemukan ukiran burung hantu dari kayu yang ia buat untuk Yeon Ha tergantung di semak-semak. Yoon Kang semakin cemas akan keselamatan Yeon Ha.

Yeon Ha berusaha memanggil kakaknya, tapi si penembak sudah berhasil menangkapnya. Ia diikat dengan mulut tersumbat.

Yoon Kang bertemu lagi dengan Soo In dan Jan Yi. Mereka tidak menemukan Yeon Ha. Yoon Kang menunjukkan liontin burung hantu kayu milik Yeon Ha pada Soo In.
Yoon Kang minta Soo In pulang dulu, ia akan mencari Yeon Ha. Soo In menolak tapi Jan Yi mengerti dan membujuk Soo In, Agashi, tolong ikuti apa kata Tuan Muda. Kita akan memperlambatnya. Soo In akhirnya jalan pulang bersama Jan Yi.

Yeon Ha dibawa di satu tempat rahasia. Choi Won Shin tampak puas, Dia adalah putri Park Jin Han. Jaga dia. Dia harus tetap hidup sampai kita menangkap Park Jin Han.
Penembak itu mengerti. Choi Won Shin jalan pergi.


Soo In tidak langsung pulang ke rumah, ia menemui Choi Hye Won. Soo In ingin minta bantuan Hye Won.
Hye Won heran, siapa yang hilang? Soo In menjelaskan, namanya Yeon Ha dia gadis yang tinggal di rumahku. Hye Won-eonnie, kumohon. Tolong kirim beberapa orang ke gunung dekat kuil Heungin.

Hye Won tidak bisa menolong sekarang karena sudah terlalu malam. Orang-orang akan berputar ke sana-sini di tempat yang sama dan mereka akan kelelahan. Tenanglah dan pulang saja sekarang.
Hye Won berjanji akan membantu Soo In kalau hari sudah pagi. Hye Won yakin anak itu akan baik-baik saja, aku pasti akan mencarinya untukmu besok. Soo In terpaksa pulang.

Paginya, Yoon Kang masih lari di sekitar hutan untuk mencari Yeon Ha. Yoon Kang tampak panik, lelah dan putus asa. Yeon Ha! Yeon Ha!

Soo In juga gelisah. Ia mondar-mandir di halaman rumahnya. Yoon Kang pulang ke rumah Soo In, ia tampak lesu sekali. Soo In langsung menyambutnya, bagaimana?

Yoon Kang menggeleng dan duduk dengan wajah pucat. Soo In menyarankan untuk lapor pada Ins. Park. Aku merasa dia tidak tersesat. Soo In mendesak Yoon Kang untuk bergegas.

Ternyata Ins. Park sudah menerima pemberitahuan dari si penculik. Putrimu ada di tanganku. Siang hari ini, datanglah sendiri. Kalau tidak, putrimu akan mati.
Ins. Park syok, tapi ia tidak memiliki petunjuk siapa pelakunya karena surat itu dikirim oleh seorang pengemis. Pengemis itu mendapat uang dari seorang pria dengan topi jerami untuk mengantar surat ini.

Yoon Kang tiba, ia ingin bertemu ayahnya. Ins. Park tampak marah. Ia menyimpan surat dari penculik itu sebelum membiarkan Yoon Kang masuk.
Yoon Kang menemui ayahnya dengan wajah panik. Ayah...Yeon Ha..

Sebelum Yoon Kang selesai bicara, Ins. Park sudah menamparnya dengan keras. Dimana kau? Saat Yeon Ha menghilang, kau dimana?
Yoon Kang syok, tapi ia malu mengaku apa yang ia lakukan pada ayahnya. Yoon Kang hanya berkata ia ada di dekat situ. Ins. Park semakin murka, tapi kau bahkan tidak tahu kalau adikmu menghilang? Apa yang kau lakukan? Katakan padaku!

Soo In yang mengantar Yoon Kang ke kantor polisi, ikut mendengar bentakan Ins. Park. "Dimana kau saat kau kehilangan perhatianmu sampai kau tidak tahu kalau adikmu menghilang?" Soo In hanya bisa menghela nafas.
Yoon Kang menunduk. Ayahnya terus bicara, kau harus berhati-hati! Aku takut ini mungkin terjadi, itulah mengapa aku sampai meminta kalian bersembunyi di rumah orang lain!
Yoon Kang sadar, maksud ayah, mereka..mereka yang menculik Yeon Ha? Ayah!

Ins. Park membenarkan. Yeon Ha diculik para penembak itu. Mereka minta aku datang untuk menyelamatkannya sendirian.
Yoon Kang ingin tahu lokasinya, ia juga ingin ikut. Ayahnya menolak mengatakannya, kau tidak perlu tahu! Aku akan mengurusnya sendiri!

Yoon Kang : Mengurusnya sendiri? Apa rencana Ayah? Apa Ayah..akan melakukannya lagi? Katakan padaku! Apa ayah akan melakukannya lagi seperti yang terjadi pada Ibu? Apa Ayah akan mengumpulkan pasukan dan berangkat kesana lagi?
Apa Ayah bersedia kehilangan Yeon Ha, seperti Ibu?

Ins. Park membentak anaknya. Yoon Kang berkeras ingin ikut. Aku ikut! Aku akan menyelamatkannya!
Ins. Park berseru, ada orang diluar? Setelah anak buahnya masuk, ia memerintah mereka membawa Yoon Kang pergi. Kurung dia dalam penjara sampai besok pagi.

Yoon Kang teriak, Ayah! Ins. Park juga teriak, sekarang!
Anak buahnya langsung mematuhinya, baik Tuan! Mereka menyeret Yoon Kang ke penjara.

Yoon Kang teriak2, lepaskan! Lepaskan! Ayah, ayah! Ayah..1 jangan Yeon Ha! Aku tidak bisa kehilangan dirinya seperti ibu! Ayah!

Soo In melihat Yoon Kang diseret pergi dan ia ingin mendekat, tapi seorang petugas menghalanginya. Nona, pulanglah. Soo In tidak bisa mendekat, ia hanya bisa melihat Yoon Kang dari jauh dan mendengarnya teriak berulang kali.


Yoon Kang dilempar ke dalam penjara. Ia berusaha menggedor pintu penjara, buka! buka! Ayah! Ayah! Yoon Kang menangis dan teringat kejadian mengerikan belasan tahun lalu.

13 tahun lalu, di sebuah kota dekat Sungai Aprok.
Ada pasukan perampok yang mengacau kota. Pemimpin mereka marah dan bertekad mencari rumah Park Jin Han untuk menangkap keluarganya.

Berita itu sampai di telinga Ny. Park. Ia memaksa Yoon Kang kecil untuk bersembunyi di bawah lantai rumah dan menyerahkan bayi Yeon Ha pada putranya.
Yoon Kang ketakutan, lalu bagaimana dengan Ibu?
Ny. Park : Kalau mereka tidak melihatku, mereka akan mencari ke seluruh rumah.


Terdengar suara para perampok. Ibu hanya pesan agar Yoon Kang memastikan Yeon Ha tidak menangis. Lalu bergegas pergi.

Yoon Kang melihat ibunya menghadapi para perampok. Ny. Park membentak mereka, berhenti! Ini bukan tempat yang bisa dimasuki para perampok!
Pemimpin perampok itu hanya menyeringai dan memukul Ny. Park sampai pingsan. Lalu membawa ibu Yoon Kang.

Yoon Kang hanya bisa menangis melihat ibunya dibawa pergi para perampok. Eomoni..

Park Jin Han sedang mengatur strategi waktu menerima laporan dari anak buahnya. Tuan! Istri anda menghadapi masalah. Tuan Park segera pulang bersama pasukannya.

Yoon Kang menemui ayahnya sambil menyerahkan surat dari para perampok.

Yoon Kang : Perampok yang melarikan diri menculiknya. Mereka ingin Ayah berhenti mengejarnya, maka mereka akan membiarkan Ibu hidup. Mereka akan membebaskan Ibu.

Yoon Kang memohon sambil menangis, ayah..kumohon lakukan permintaan mereka. Kalau tidak, ibu akan mati. Park Jin Han hanya minta Yoon Kang tinggal di rumah saja. Ia pergi.
Yoon Kang berusaha menyusul ayahnya tapi ditahan oleh Moon Il Do. Yoon Kang menangis, ayah! tidak! Jangan mengejar mereka ayah!


Kembali ke masa kini. Park Jin Han menunjukkan lokasi gunung tempat pertemuan yang dijanjikan penculik dan mengatur strategi. Kalau kita gagal kali ini, kita tidak akan memiliki kesempatan lagi. Kita akan menangkap penembak itu hari ini.

Yoon Kang duduk di penjara dan mendengar suara para prajurit bersiap. Yoon Kang ketakutan, Ayah..lalu ia menangis. Ia teringat kenangan paling menyedihkan dalam hidupnya.

13 tahun lalu, Ayahnya tidak mengikuti keinginan para penculik dan akhirnya hanya bisa membawa pulang jasad ibunya. Tangan Yoon Kang kecil gemetaran saat membuka kain penutup tubuh ibunya.
Yoon Kang langsung menangis waktu melihat wajah ibunya, aku sudah bilang jangan mengikuti mereka! Ibu meninggal karena ayah! Kau membunuhnya, Ayah! Kau yang melakukannya!

Park Jin Han diam saja, ia hanya menangis tanpa suara.

Yoon Kang mendengar suara Moon Il Do. Yoon Kang langsung memohon, tolong bebaskan aku! Kumohon, bebaskan aku!
Moon Il Do hanya menoleh sekilas lalu mulai jalan pergi. Yoon Kang teriak, apa kau ingin melihatnya lagi? Kau ingin melihatku kehilangan adikku juga?

Moon Il Do terdiam. Yoon Kang menangis, kumohon jangan membuatku menyalahkan ayahku lagi. Aku tidak ingin seperti itu. Aku sudah tidak tahan lagi.


Choi Won Shin masuk ke ruang rahasianya dan menyiapkan senapan.

Moon Il Do juga tidak tahan. Ia membebaskan Yoon Kang, aku sudah menyiapkan kuda diluar. Kuil Bungyeon di sebelah Timur Gunung Hwagye. Waktu pertemuannya siang hari.
Yoon Kang berterima kasih dan minta Moon Il Do tidak mengatakan ini pada ayahnya.  Tapi ternyata, ayahnya sudah berangkat duluan.

Moon Il Do : Pasukan dan aku akan berangkat sejam lagi. Ayahmu berkata takdirnya akan ditentukan kemudian. Jadi, dia memintaku untuk mengepung pegunungan dan menangkap penembak itu tanpa ragu-ragu.

Yoon Kang baru tahu kalau ayahnya pergi sendiri. Moon Il Do membenarkan, persis seperti keinginan mereka. Dia bahkan tidak mengijinkan seorang petugas pun mengikutinya demi keselamatan Yeon Ha. Itulah mengapa aku membebaskanmu. Jadi bergegaslah dan tolong ayahmu. Agar dia tetap selamat sampai kami tiba. Yoon Kang mengerti dan bergegas lari.

Yoon Kang lari keluar, tapi sebelum naik ke atas kuda, Soo In memanggilnya, Doronim! Yoon Kang berbalik, Soo In! Ia langsung lari menemui Soo In. Kau ada disini sejak tadi?
Soo In mengiyakan, ia tidak mungkin pergi setelah melihat Yoon Kang dikurung. Apa yang terjadi? Tuan Park barusan pergi dengan kuda tadi. Dia pergi kemana sendirian?

Yoon Kang : Ke gunung Hwagye. Yeon Ha ada disana. Aku akan pergi bersamanya.

Soo In : Apa?
Yoon Kang : Aku akan menyelamatkan Yeon Ha bersama Ayah.

Soo In heran, lalu bagaimana dengan pasukan? Yoon Kang menjelaskan, mereka akan mengikuti kita. Setelah pertempuran kami berakhir. Jangan khawatir. Aku pergi.

Yoon Kang jalan pergi, tapi Soo In menahan tangannya. Tuan muda.. Yoon Kang tertegun, ia menggenggam tangan Soo In dan janji akan kembali dengan selamat bersama Ayah dan adiknya. Yoon Kang bergegas pergi dan memacu kudanya.

Ins. Park tiba di lokasi yang diinginkan penculik dan mulai jalan. Tiba-tiba seorang pria desa mendekatinya, maaf...apa anda Tuan Park Jin Han dari kantor Pengawal Istana? Ins. Park membenarkan.
Pria itu berkata kalau lokasi pertemuannya diubah. Anda harus pergi ke bagian selatan gunung Baek. Pria itu berlutut, tolong bergegas Tuan! Kalau anda tidak segera muncul, mereka berkata akan membunuh saya dan keluarga saya.

Ins. Park segera pergi. Ia justru melihat Yoon Kang datang menyusulnya. Ins. Park marah, bagaimana kau bisa kesini? Ada yang melanggar perintahku!
Yoon Kang tidak mempedulikan itu, ia tanya bagaimana dengan Yeon Ha. Ayahnya tidak mau menjawab dan hanya mengusir Yoon Kang.

Yoon Kang menolak, aku sudah tiba disini. Aku tidak akan kembali.
Ins. Park : Kembali! mereka mengubah lokasi pertemuan. Kita tidak akan mendapat dukungan dari pasukan!
Yoon Kang : Itulah mengapa aku harus pergi bersama Ayah!

Ins. Park marah dan menghunus pedangnya. Kembali! Ia mengarahkan pedang pada Yoon Kang.

Yoon Kang menahan tangis, Ya, tebas saja.
Ins. Park marah, Park Yoon Kang!

Yoon Kang : Kalau aku harus bersembunyi lagi kali ini, aku akan menebas diriku sendiri! Aku melihat ibu diseret pergi sementara aku bersembunyi di bawah lantai. Aku ketakutan, jadi aku hanya melihatnya saja! Aku takut tertangkap...jadi aku menangis tanpa suara. Saat itu sudah sangat menyakitkan. Jika aku ditinggalkan lagi kali ini...aku tidak akan sanggup menahannya lagi.

Ins. Park juga menahan tangis, Yoon Kang..
Yoon Kang bertekad, aku ikut. Ayah memberikan pedang padaku agar aku bisa melindungi Yeon Ha! Apa Ayah lupa? Ayah memberiku pedang agar aku bisa memastikan keselamatan Yeon Ha.

Ins. Park mengalah, baiklah. Kita pergi. Yoon Kang mengangguk dan keduanya langsung memacu kuda mereka.

Yeon Ha diikat di dekat pohon. Mulutnya tersumbat dan matanya ditutp kain. Si penembak membuka tutup mata Yeon Ha, ia menyeringai, lihat baik-baik...bagaimana ayahmu akan mati. Kau adalah umpannya.
Choi won Shin bersiap diatas sebuah pohon. Penembak itu berkata, ayahmu akan ditembak dengan senapan lain saat ia lari mengejarku.

Ins. Park dan Yoon Kang memacu kuda mereka untuk menyelamatkan Yeon Ha.

Preview ep 4
Goodbye Yoon Kang-doronim
Hello...Hanjo-san

JG [1-1], [1-2], [2], [3-1]