Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Thursday, April 24, 2014

The Prime Minister and I episode 15 part 2

Kwon Yul masih memikirkan kata-kata Presiden Kim. Na Ra muncul, ia mengajak ayahnya makan di luar karena Da Jung tidak di rumah dan Na Ra sedang bosan. Kwon Yul awalnya berkata ia sibuk tapi berubah pikiran dan tanya Na Ra ingin makan apa.
 

Kwon Yul pergi ke kamar Man Se untuk mengajaknya keluar tapi anak itu tidak di kamar, Man Se-ya..dimana anak itu?

Kwon Yul memutuskan merapikan barang-barang Man Se dan dia menemukan buku harian Da Jung. Kwon Yul heran dan ingin membukanya.
Tiba-tiba Man Se lari masuk ke kamarnya, Ayah! Kau sedang apa?

Kwon Yul meletakkan kembali buku itu, ah tidak ada. Semuanya sudah rapi sekarang. Kwon Man Se, kau mau pergi keluar dan makan sesuatu yang enak?

In Ho mengantar Da Jung ke sebuah taman, Park Na Young akan menunggumu disana. Da Jung mengerti, ia bisa datang sendiri tapi tetap berterima kasih pada In Ho karena menemaninya.
In Ho tanya sekali lagi, apa Da Jung memang harus melakukan ini.

Da Jung : Kurasa aku harus bertemu dengannya. Aku akan kembali.

Da Jung jalan ke arah taman dan melihat Na Young. Keduanya saling memandang. Na Young mengangguk perlahan kearah Da Jung.


Kedua wanita itu duduk di bangku taman tanpa suara. Na Young lebih dulu bicara, saat ia mendengar Da Jung ingin bertemu dengannya, ia memikirkan alasan Da Jung ingin bertemu dengannya. Apa yang ingin dikatakan Da Jung padanya.
Na Young memastikan, Da Jung tidak perlu takut kalau ia akan muncul di depan anak-anak dan Perdana Menteri. Na Young tidak pernah berpikir untuk kembali.

Da Jung : Bukan, alasanku bertemu bukan itu.

Da Jung mengaku sebenarnya ia juga ingin merasa bahwa ia salah lihat dan semua itu tidak terjadi, karena..Da Jung tidak ingin meninggalkan Perdana Menteri. Tapi setelah ia memikirkannya, ia sadar itu tidak benar. Na Young masih hidup...bagaimana ia bisa pura-pura tidak tahu. Lagipula, anda adalah ibu kandung anak-anak.

Da Jung : Nyonya..tolong kembali ke tempat anda sekarang.

Na Young memotongnya, tidak. Jika kau hanya akan bicara soal itu, aku akan pergi. Tapi aku berterima kasih padamu, Da Jung-ssi. Tapi..aku akan pura-pura tidak pernah mendengar ini.

Na Young ingin pergi tapi Da Jung menghentikannya, anak-anak! Mereka benar-benar merindukan ibu mereka. Woo Ri-Na Ra dan Man Se mereka semua merindukan ibu mereka, anda harus kembali ke posisi anda karena alasan itu, Nyonya.
Da Jung pergi lebih dulu. Na Young tidak jadi pergi dan hanya duduk di bangku taman.

Da Jung menemui In Ho lagi. In Ho tanya hasil pembicaraan mereka. Da Jung awalnya pura-pura santai dan tersenyum, tentu saja semuanya beres. Sekarang aku merasa lebih baik dst..dst
Tapi saat In Ho tanya sekali lagi, apa kau tidak apa-apa?
Da Jung mengiyakan, tapi ia tidak tahan dan menangis terisak-isak. In Ho apa kau bisa pura-pura tidak melihat apapun? Da Jung menangis. In Ho hanya menghela nafas,

In Ho dan Da Jung jalan ke arah mobil. In Ho tanya apa rencana Da Jung. Da Jung tidak tahu, ia tidak bisa memikirkan apapun. In Ho minta maaf karena bertanya.
Da Jung : Chief Kang, sampai berapa lama aku harus merahasiakan soal Nyonya pada Perdana Menteri?

In Ho tahu, Sebagai manusia ia setuju kalau Perdana Menteri dan anak-anak adalah pihak yang paling berhak tahu soal ini, tapi sebagai Kepala Staf PM Kwon, In Ho ingin Da Jung mengatakannya setelah masa jabatan PM Kwon berakhir.


In Ho ingin mengantar Da Jung pulang tapi Da Jung menolak, ia ingin sendirian dulu. Terima kasih Chief Kang. Da Jung jalan pergi. In Ho hanya bisa memandanginya dengan sedih.

Da Jung jalan sendirian dengan wajah sedih.

Na Young pulang ke panti sosial tempatnya tinggal selama ini. Tapi di saat bersamaan, mobil Jun Ki juga tiba di sana bersama Hye Joo. Mobil itu berhenti di depan Na Young.
Jun Ki keluar dari mobil dan memastikan sendiri kalau Na Young memang masih hidup. Ia menarik Na Young, Na Young! Na Young..kau Na Young, kan?

Na Young syok melihat kakaknya. O..Oppa..
Jun Ki benar-benar tidak percaya, ia mengguncang Na Young beberapa kali, menangis dan berteriak sekaligus. Na Young...kau! Bagaimana kau bisa melakukan ini? Kalau kau memang masih hidup..kalau kau masih sehat dan hidup..bagaimana kau bisa..
Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?!!

Na Young hanya bisa menangis dan minta maaf berkali-kali pada kakaknya. Aku minta maaf..aku benar-benar minta maaf! Aku..aku bersalah.


Jun Ki akhirnya memeluk adiknya sambil menangis. Hye Joo juga menangis melihat mereka.

Kwon Yul tiba-tiba pergi ke toko bunga. Membuat pemiliknya terkejut tapi senang, ia menyambut Kwon Yul dan tanya apa bunga yang dicari PM Kwon hari ini. Kwon Yul tidak yakin.

Floris itu tanya apa Yul akan membeli bunga untuk istrinya, lalu ia menjelaskan macam-macam bunga yang disukai wanita. Mawar artinya cinta yang membara, bunga lili artinya cinta yang suci.
Tulip artinya pengakuan cinta. Semua bunga itu berhubungan dengan cinta dan wanita akan sangat bahagia kalau menerimanya.

Sementara Da Jung pergi ke toko jam dan membeli jam untuk Yul. Ia memikirkan kata-kata Kwon Yul waktu itu, untuk menghentikan waktu.

Malamnya, Kwon Yul memberikan bunga untuk Da Jung. Baby breath? atau Gypsophila dan biasa dibuat filler dalam rangkaian bunga.
Da Jung heran mendapatkan bunga dari Kwon Yul. Kwon Yul berkata ia beli bunga ini karena Da Jung mengeluh tidak pernah menerima bunga darinya.

Da Jung langsung tersenyum senang, terima kasih Jong Ri-nim, saya suka baby's breath. Kwon Yul senang karena Da jung menyukainya, ia sengaja memilih bunga ini karena suka artinya. Artinya hati yang murni/tulus. Dan ini mengingatkannya pada Da Jung.
Kwon Yul akan mulai melakukan apapun yang diinginkan Da Jung, sekarang mulai dengan bunga, nanti mereka bisa nonton film dan pergi belanja bersana, apapun yang kau inginkan...satu per satu akan kita lakukan semuanya.

Da Jung menggoda Kwon Yul, anda lumayan pintar mengatakan kalimat-kalimat rayuan.
Kwon Yul tertawa malu dan berkata kalau begitu ia kabur saja.

Sebelum Kwon Yul menghilang, Da Jung memberikan hadiah untuknya. Sebuah jam tangan. Da Jung tidak ingin Kwon Yul menghentikan waktunya. Ia ingin waktu Kwon Yul tetap berjalan..selamanya.

Kwon Yul sedikit heran, Nam Da Jung..kenapa kau bicara seolah kita tidak akan pernah bertemu lagi? Kenapa kau seperti itu?
Da Jung : Ah saya hanya bicara saja!

Da Jung memakaikan jam itu untuk Kwon Yul, memang cocok untuk Jong Ri-nim!

Da Jung mengatur bunga itu di dalam vas dan berpikir, mereka berkata kalau arti baby breath adalah hati yang murni. Tapi ini juga berarti kesedihan abadi...

Da Jung duduk sambil mengamati Kwon Yul bekerja, ia merasa Kwon Yul tidak tahu arti lain dari bunga baby's breath itu.

Kwon Yul komen, kalau kau terus melihatku seperti itu, aku tidak bisa konsentrasi. Da Jung sadar dan berkata akan keluar ruangan kalau mengganggu.
Tapi Kwon Yul langsung memerintah, kau bisa tetap disana. Tidak! Kau tidak boleh bergerak, kau harus tetap disana! ha ha..

Da Jung geli. Lalu ia tanya dengan gaya santai, apa mengetahui kebenaran adalah segalanya?
Kwon Yul : Aku tidak yakin. Tapi, kenapa kau bertanya hal itu?

Da Jung : Hanya ingin tahu. Ada kalanya jika kita tahu kebenaran, kebenaran itu tidak akan membawa kebahagiaan, apa yang akan anda lakukan?

Kwon Yul : Aku akan lebih memilih untuk mengetahui kebenaran. Meskipun mengetahuinya akan membuatnya lebih sulit dan tertekan. Meskipun kau bisa memilih untuk tidak peduli, tapi bukankah itu menipu diri sendiri dan orang-orang yang dekat denganmu? Tapi, kenapa kau tiba-tiba membicarakan ini?
Da Jung hanya ingin tahu tanggapan Yul. Lalu ia tanya apa Yul tahu legenda di balik bunga baby's breath?

Suara Da Jung menjadi latar belakang, Suatu hari ada seorang wanita, yang kekasihnya terbunuh dalam pertempuran perang. Waktu berlalu dan wanita itu bertemu pria lain.
Satu hari, kekasihnya yang ia pikir sudah meninggal, kembali pada wanita itu hidup-hidup, jadi arti lain dari baby's breath adalah kesedihan abadi.

Da Jung pergi ke satu tempat dan tidak lama, Kwon Yul juga berhenti dan keluar dari mobil.
Da Jung jalan di halaman kampus dan memikirkan Yul. Lalu ia melihat Kwon Yul jalan ke arahnya. Sayangnya itu semua adalah imajinasi Da Jung saja. Da Jung hanya sendirian di halaman itu.

Kwon Yul jalan ke arah auditorium musik dan heran kenapa Da Jung ingin bertemu dirinya disini.

Kwon Yul masuk ke ruang auditorium musik yang gelap, lalu melihat seorang wanita duduk di salah satu bangku. Ia tersenyum karena mengira itu Da Jung.

Wanita itu menoleh dan terlihat wajahnya, it's Na Young!
Kwon Yul syok melihatnya, Na Young juga syok. Keduanya seperti melihat hantu.


Diluar, Da Jung berdiri di depan auditorium, ia memuji dirinya sendiri. Kau melakukan hal yang benar, Da Jung.
Kwon Yul masih terdiam, syok. Tidak percaya apa yang dilihatnya. Lalu Na Young dengan terbata mengatakan sesuatu. Aku..aku tidak datang untuk bertemu denganmu. Ini karena..karena wanita itu ingin bertemu denganku sekali lagi..itu sebabnya..
Na Young tidak bisa melanjutkan perkataannya, ia bergegas lari keluar auditorium.

Kwon Yul tersadar dan segera mengejar Na Young. Tapi Na Young bagaikan lenyap di telan bumi. Na Young memang pintar melarikan diri. Kwon Yul tidak bisa menemukan Na Young.

Jun Ki masih merenung soal Na Young saat sekretaris Bae masuk dengan dokumen berisi petisi untuk menurunkan Perdana Menteri.
Jun Ki melarangnya, ia ingin membatalkan proposal itu. Sekretaris Bae heran tapi Jun Ki bersikeras menghentikan semuanya.

Da Jung masuk ke kamar kerja Yul dan meletakkan cincin itu di mejanya. Ia mengucapkan selamat tinggal pada Perdana Menteri. Lalu jalan keluar.
Tapi Da Jung berhenti di pintu dan berbalik ke meja. Apa dia akan mengambil kembali cincinnya?


Da Jung mengemasi barangnya dan mengumpulkan anak-anak. Ia berkata akan menjaga kakek untuk sementara waktu dan minta anak-anak menjaga diri baik-baik.

Man Se tampak sedih, kau tidak akan tinggal disana lama-lama kan? seperti waktu itu?

Da Jung berusaha tersenyum dan membelai kepala Man Se, tentu..Man Se-ya. Da Jung minta Woo Ri menjaga adik-adiknya.

Woo Ri : Sampaikan salam kami pada kakek. Hati-hati dan sampai ketemu lagi.
Da Jung tersenyum, baiklah.

Setelah Da Jung keluar, Woo Ri dan semua merasa Da Jung sedikit aneh. Da Jung jalan keluar kediaman PM Kwon sambil menarik kopernya. Ia berusaha keras menahan air matanya.


Kwon Yul masih duduk di auditorium itu, ia syok dan masih berusaha mencerna apa yang terjadi. Ponselnya berdering, dari Woo Ri.

Woo Ri : Ayah, aku telp karena ada yang aneh dengan Ahjumma.
Kwon Yul : Apa maksudnya ada yang aneh? Ada apa?

Woo Ri berkata kalau Da Jung pergi untuk merawat kakek, tapi ia merasa aneh. Apa Ayah tahu kalau dia akan pergi?
Kwon Yul tidak menjawab, ia langsung menutup telp dan lari keluar seperti kesetanan.

Kwon Yul lari ke mobilnya, ia masuk mobil dan menyetir sendiri, tidak mempedulikan pengawalnya.
Para pengawal panik dan bergegas mengejar Kwon Yul.


Kwon Yul menyetir sambil mengingat semua kata-kata Da Jung soal perpisahan, saat Da Jung mengajaknya lari saja. Dan saat Da Jung memberikan jam, agar waktu tetap berputar untuk Kwon Yul.
Da Jung tiba di depan RS tempat ayahnya dirawat. Ia bingung juga, ia tidak bisa tinggal di RS itu. Da Jung berbalik dan jalan pergi.

Ia berpapasan dengan mobil Kwon Yul tapi sepertinya Kwon Yul tidak melihat Da Jung.
Tapi mobil Yul berbalik dan berhenti di depan Da Jung. Da Jung terkejut, Jong Ri-nim.

Kwon Yul keluar mobil, apa yang kau lakukan disini? Ayo pulang.
Da Jung : Saya... tidak akan kembali ke kediaman resmi.


Kwon Yul tidak mau berargumen lagi, ia langsung menarik tangan Da Jung dan jalan ke arah mobil.

PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12-1], [12-2], [13], [14-1], [14-2], [15-1]

"Deep condolences for Sewol ferry tragedy."