Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Wednesday, April 16, 2014

The Prime Minister and I episode 14 part 2

Hye Joo datang pagi-pagi sekali ke kantor Jun Ki. Ia memang masih memihak Kwon Yul. Hye Joo membuka dan memeriksa dokumen Jun Ki satu per satu dengan cepat. Hye Joo menemukan laporan tentang kondisi lingkungan yang tercemar karena proyek Myung Shim.
 

Hye Joo terkejut, bagaimana dokumen untuk Perdana Menteri bisa ada di meja Jun Ki. Hye Joo yakin sekarang kalau In Ho memang mata-mata Jun Ki. Chief Kang..kenapa kau melakukan ini?

Hye Joo juga melihat ada profil Kang Soo Ho di meja Jun Ki. Hye Joo heran, Kang Soo Ho?
Hye Joo mendengar Jun Ki datang. Ia segera membereskan dokumen di meja Jun Ki. Hye Joo membungkuk pada Jun Ki, anda datang.

Jun Ki terkejut melihat Hye Joo, kau datang pagi sekali. Hye Joo berkata sudah menyiapkan jadwal hari ini dan bahan untuk pertemuan dengan para sekretaris senior.
Jun Ki mengerti dan tampak senang dengan kerja Hye Joo. Tapi setelah Hye Joo keluar, terlihat jelas kalau Jun Ki tampak curiga.


Hye Joo duduk di mejanya, Kang Soo Ho, orang itu adalah psikiater Na Young ..kenapa dia memiliki profilnya..
Hye Joo tiba-tiba sadar, Kang Soo Ho...Kang In Ho. Yeah smart girl. Dia menemukan kemiripan dalam dua nama itu. Hye Joo memutuskan memeriksa kembali resume In Ho saat melamar posisi Kepala Staf untuk PM Kwon.

Hye Joo menemukan hubungannya. Di kolom keluarga, In Ho mencantumkan nama anggota keluarga yang masih hidup. Kang Soo Ho dan hubungannya adalah kakak kandung/hyung.
Hye Joo ingat kata-kata Jun Ki tentang rumor bahwa Na Young memiliki pria lain. Hye Joo curiga, apa pria itu adalah kakak Chief Kang?

Kwon Yul dan Da Jung mengunjungi Ayah Da Jung. Kedatangan mereka membuat Ayah sangat bahagia. Aku yakin kalian pasti sangat sibuk, untuk apa kalian kesini?
Kwon Yul ingin main kartu dengan Ayah. Ayah langsung semangat dan ia jadi ingin minum soju dengan Kwon Yul. Da Jung langsung memperingatkan ayahnya.

Kwon Yul tersenyum dan mengambil orange juice, ia akan menuangkan jus sebagai ganti soju untuk Ayah.
Ayah gembira, ia langsung mengambil gelasnya. Ayah juga menuang jus untuk Menantu Kwon-nya. Da Jung tersenyum bahagia melihat mereka.


Ayah minum jusnya dan langsung merasa kalau jus ini rasanya enak sekali karena menantu Kwon yang menuangkannya.
Kwon Yul : Kalau begitu, saya akan terus melakukannya dan menuangkan jus untuk Ayah setiap hari.
Ayah : Apa kau akan datang kesini setiap hari? Astaga..Perdana Menteri kita sepertinya memiliki banyak waktu luang.

Tapi Kwon Yul serius, ia bukan ingin ke RS setiap hari, tapi ia ingin Ayah tinggal bersama mereka di kediaman resmi. Ayah dan Da Jung tampak terkejut.

Kwon Yul berkata ia seharusnya melakukan ini lebih cepat tapi karena banyak masalah yang ia hadapi, jadi ia tidak bisa membuat keputusan dengan cepat. Kwon Yul ingin mencari RS yang tepat dan akan segera memindahkan Ayah ke rumah mereka.
Kwon Yul sengaja datang hari ini untuk mengatakan itu pada Ayah.

In Ho juga bertemu Na Young di RS. Na Young cerita, setelah kecelakaan itu..aku tidak ingat bagaimana aku hidup. Aku tidak tahu siapa diriku dan aku hanya jalan dengan kebingungan. Akhirnya aku sadar kembali...saat mendengar tangisan bayi. Bayiku..bayiku yang malang. Apa yang kulakukan padahal aku memiliki Man Se-ku?

In Ho tidak mengerti, saat itu kau bisa langsung kembali, tapi kenapa..

Na Young memotongnya, saat itulah ia tahu ..bahwa Soo Ho menjadi seperti ini. Aku benar-benar minta maaf dan malu untuk mengatakan ini, tapi..jika Soo Ho meninggal..Aku mungkin bisa kembali.
Aku pasti sudah kembali. Bahkan meskipun suamiku tidak bisa memaafkanku, meskipun aku tidak punya hak sebagai ibu karena sudah meninggalkan anak-anakku. Aku akan kembali pada anak-anakku apapun yang terjadi. Tapi, karena Soo Ho terbaring seperti itu..kalau aku melihat Soo Ho terbaring karena aku. Aku tidak bisa kembali.

In Ho : Kau juga sudah hidup seperti orang bodoh. Seperti aku.
Na Young : Aku tahu aku tidak punya hak untuk minta maaf. Tapi aku ingin minta maaf.

In Ho : Kalau kau benar-benar merasa bersalah padaku. Kalau kau benar-benar merasa bersalah pada kakakku. Kalau begitu tolong lakukan satu ini saja untukku.

Da Jung jalan di lorong dan melihat In Ho. Ia mendekat dan menyadari In Ho bicara dengan seseorang. Tapi Da Jung tidak bisa melihat orang itu karena seorang perawat memanggilnya untuk bertemu Dr. Oh.
In Ho masih bicara dengan Na Young, In Ho menegaskan, semua orang ...berpikir bahwa kau sudah meninggal. Termasuk Perdana Menteri dan anak-anakmu. Mereka sudah lupa tentang dirimu dan mereka sekarang hidup dengan bahagia. Jadi jangan pernah muncul lagi di depan mereka, jangan pernah sembunyi dan mengamati mereka.
Tolong jangan hancurkan..kebahagiaan itu.

Na Young menahan tangis, wanita yang dinikahinya..apa dia sangat mencintai wanita itu?
In Ho : Ya, dia sangat mencintai wanita itu.

Na Young : Orang seperti apa dia?
In Ho juga hampir menangis saat menjelaskan : Dia orang yang baik, dia hangat. Seorang yang sangat baik. Tapi jika kau muncul..orang itu mungkin akan menangis. Aku tahu kata-kata ini kejam, tapi..tolong jangan kembali sebagai Park Na Young.

Na Young mengerti, ia juga tidak pernah berencana untuk kembali. Ia sadar tidak memiliki hak lagi sebagai ibu pada anak-anaknya. Ia tidak bermimpi untuk bisa kembali lagi. Aku tidak akan muncul di depan mereka. Aku tidak akan bersembunyi dan mengamati anak-anakku lagi. Tapi..kumohon ijinkan aku untuk terus menjaga Soo Ho. In Ho, kumohon paling tidak ijinkan aku melakukan itu.
In Ho menghela nafas.

Kwon Yul dan Ayah asyik main kartu di kamar. Ayah kalah terus wkk..Giliran Kwon Yul yang melempar kartu dan ia menang lagi. Ayah mengeluh.
Ayah menghentikan Kwon Yul dan bicara serius, Menantu Kwon, aku sangat berterima kasih dengan perkataanmu tadi, tapi..aku merasa nyaman disini. Hanya melihat bagaimana kau dan Da Jung-ku hidup dengan baik, itu sudah lebih dari cukup bagiku. Jangan pedulikan orang tua sepertiku dan hidup saja bersama dengan baik. Ini sudah lebih dari cukup untukku.

Kwon Yul : Saya tahu Ayah akan berkata seperti itu. Tapi, ini bukan untuk Ayah, ini untuk saya juga kalau saya ingin Ayah tinggal bersama kami. Nam Da Jung-ssi, bukan...saya tidak ingin melihat istri saya menangis dan mencemaskan anda. (hee..)
Ayah terharu, menantu Kwon..

Kwon Yul senyum, anda tahu pepatah "tidak ada orang tua yang bisa menang dari anaknya", benar kan? Kwon Yul membuka kartu lagi, astaga..saya mendapatkan Chungdam, Ayah! sepertinya saya akan memenangkan semuanya!
 

Ayah menghela nafas, kita main lagi. Ia mengeluh kenapa Da Jung pergi lama sekali. Kwon Yul berkata kalau Da Jung mungkin bertemu Chief Kang disini.

Da Jung selesai bertemu Dr. Oh dan jalan kembali. Tapi ia melihat seseorang di lorong, ia mengenalinya. Itu Na Young!
Da Jung bergegas mengejarnya.

Da Jung masih melihat wanita itu sekilas di pintu keluar, tapi saat Da Jung keluar, ia tidak bisa menemukan jejak Na Young.
In Ho juga mendapat info kalau Da Jung ke RS dari perawat. In Ho bergegas mencari Da Jung. Ia keluar dan melihat Da Jung, Da Jung-ssi apa yang kau lakukan disini?

Kwon Yul keluar dari kamar Ayah. Ia berniat tanya kamar kakak In Ho. Kwon Yul ingin menjenguk kakak In Ho sekalian.

Da Jung berkata ke In Ho, ia yakin sekali ia melihat wanita itu. Ia bagus dalam mengingat wajah orang. Dia mirip sekali dengan mendiang istri Jong Ri-nim.
In Ho memaksakan diri tersenyum, bagaimana bisa? dia sudah meninggal.

Da Jung tahu itu. In Ho menegaskan, Da Jung pasti salah lihat. In Ho kaget sekali waktu Da Jung berkata kalau ia dan Kwon Yul datang bersama kali ini.
In Ho panik : Perdana Menteri? Dimana Perdana Menteri sekarang? Apa mungkin, dia pergi ke kamar kakakku..

Tiba-tiba Kwon Yul keluar, Nam Da Jung-ssi! Sudah kuduga, kau pasti bertemu Chief Kang. Aku mencarimu kemana-mana.
In Ho terlihat pucat, tapi ia membungkuk ke arah Kwon Yul. Anda datang?
Kwon Yul : Ya, bagaimana kondisimu? Apa kau sudah merasa lebih baik?
In Ho membenarkan dan minta maaf karena membuat Kwon Yul cemas.

Da Jung tiba-tiba mengusulkan untuk sekalian menjenguk kakak In Ho karena Kwon Yul belum pernah bertemu dengannya. In Ho langsung merasa tegang.

Kwon Yul tampak serba salah, bagaimana ya? Kukira aku harus segera kembali sekarang. Kwon Yul menoleh ke In Ho dan janji akan menemui kakak In Ho lain waktu. Ia mengajak Da Jung berpamitan pada Ayah dan segera kembali.

In Ho jalan ke kamar kakaknya dan duduk dengan lemas di kursi. Ia berkata kalau Kwon Yul..dan Da Jung datang. In Ho lega karena Kwon Yul tidak melihat kakaknya dan juga Na Young.
In Ho : Soo Ho...apa kau sudah tahu? Kalau Park Na Young-ssi masih hidup? Itukah mengapa..kau bertahan selama ini?

Malamnya, Kwon Yul duduk sendiri di mejanya. Ia merenung. Apa benar Kwon Yul tidak bertemu Kang Soo Ho?

Ternyata Kwon Yul sudah bertemu Kang Soo Ho. Awalnya Kwon Yul melihat Soo Ho yang tertidur dari jendela dan tidak berniat masuk ke dalam, tapi Kwon Yul jalan masuk juga dan mendekat ke arah Soo Ho.

Kwon Yul tampak mengenali wajah Soo Ho dan ia syok saat sadar bahwa pria itu adalah kekasih gelap Na Young. Kwon Yul segera membaca nama pasien, namanya memang Kang Soo Ho. Kwon Yul ingat semua percakapannya dengan In Ho soal kecelakaan kakaknya dan kata-kata Hye Joo, berhati-hatilah dengan Chief Kang.


Da Jung mengetuk pintu dan mengajak Kwon Yul minum teh. Kwon Yul minum tehnya dan tampak resah. Da Jung tanya apa yang dipikirkan Kwon Yul. Kwon Yul tanya sejauh apa seseorang bisa mempercayai orang lain? Bagaimana jika orang itu bukan orang yang seperti kau pikirkan?
Da Jung tanya siapa orang yang dimaksud Kwon Yul, apa Chief Seo? Kwon Yul menggeleng, bukan..hanya pikiranku saja. Aku tidak tahu apa ini karena istriku, tapi..terluka karena orang yang kupercaya adalah hal yang paling menakutkan di dunia.

Da Jung : Tapi anda ingin mempercayai orang itu kan?
Kwon Yul membenarkan.

Da Jung dengan pikiran simpelnya berkata, kalau begitu..percaya saja pada orang itu. Tanpa alasan dan syarat. Percaya saja. Kalau anda ingin mempercayai orang, bukankah anda harus lebih dahulu mempercayai mereka? Dan, jika orang itu menghianati anda nanti...itu bukan salah anda karena mempercayai orang itu.
Kwon Yul tertawa geli. Da Jung cemberut, kenapa anda tertawa, apa anda menertawai saya karena anda pikir saya berpikiran sederhana lagi, benar kan?

Kwon Yul : Tidak. Ini karena aku berterima kasih. Nam Da Jung-ssi, mulai sekarang aku akan menganggapmu sebagai pemecah masalah untuk semua masalahku, kau bisa melakukannya?
Da Jung tersenyum : Ya!

Da Jung juga berterima kasih karena Kwon Yul minta ayahnya untuk tinggal bersama mereka.
 

Kwon Yul merasa Da Jung tidak perlu mengatakan itu, hal itu memang harus mereka lakukan. Kita..akan menjadi keluarga yang sesungguhnya sekarang. Aku ingin ..kau menjadi istriku yang sesungguhnya. Aku ingin ..kita menikah sungguhan. Awww..

Kwon Yul jalan ke arah piano Na Young. Ia meletakkan tangannya diatas piano dan bicara dalam hati, Na Young, aku akan melepasmu sekarang. Apa aku boleh ..berbahagia sekarang? Apa aku boleh ...melupakanmu seperti ini?
(Aku heran, apa Kwon Yul tidak bisa menyimpulkan kalau orang yang dipikir In Ho meninggal dan ternyata masih hidup itu Na Young ya.)


Paginya, Kwon Yul keluar rumah dinas dan disambut In Ho di depan. Keduanya berangkat ke kantor bersama. Kwon Yul tanya apa In Ho tahu kenapa ia memilih In Ho sebagai kepala Stafnya.

Kwon Yul : Itu karena sorot matamu, karena matamu sangat bening. Aku ingin tahu, saat aku seusiamu, apa aku juga memiliki sorot mata seperti itu. Aku merasa iri. Itu sebabnya aku memilihmu.
In Ho heran dan tanya kenapa Yul menyinggung masalah ini.

Kwon Yul menjelaskan, seseorang dengan mata yang bening..tidak bisa menyembunyikan lukanya. Semuanya terlihat dari mata. Kwon Yul tidak tahu luka seperti apa yang dimiliki In Ho dalam hidupnya, tapi ia berharap In Ho bisa tersenyum mulai sekarang. Ia berharap In Ho bisa berbahagia. Ada seseorang yang mengatakan ini padaku, tidak apa-apa untuk tersenyum sekarang. Tidak apa-apa untuk berbahagia. Saat aku mendengar kata-kata itu, hatiku merasa tenang.
Itulah sebabnya aku juga ingin berkata kepadamu, aku mempercayaimu. Agar kau bisa berbahagia.

In Ho tertegun. Ia jalan keluar dengan wajah blank.

Da Jung mengenakan mantel putih dan sepertinya akan keluar. Ia berpikir, jika ia menikah sungguhan itu artinya ia akan menjadi ibu sesungguhnya bagi anak-anak itu. Da Jung tampak cemas, apa aku akan bisa menjadi ibu yang baik?
Tiba-tiba Na Ra dan Woo Ri pulang. Na Ra menangis meraung-raung. Da Jung bingung, Na Ra, kenapa kau menangis? Woo Ri-ya, kenapa Na Ra seperti itu?

Woo Ri nyengir, ia menjelaskan kalau Tae Woong, cowok keren yang menjadi idola di gereja masuk sekolah Seminari. Da Jung terkejut, sekolah Seminari? Kalau begitu dia akan jadi Pastor? Woo Ri membenarkan dan itu sudah membuat semua gadis di Gereja mereka menangis patah hati wkkk
Da Jung kasihan pada Na Ra.

Woo Ri mengatakan satu hal lagi, ia merasa ada seseorang yang mengikuti mereka sepulang dari Gereja. Woo Ri merasa itu mungkin hanya perasaannya saja dan bisa juga hanya imajinasinya saja.
Da Jung merasa tidak seperti itu, ia masih cemas karena insiden penyerangan Perdana Menteri. Kita harus hati-hati. Woo Ri-ya kau tetap di rumah bersama Na Ra, aku akan keluar dan menjemput Man Se. 

Hye Joo bertemu In Ho. In Ho sebenarnya ingin mengucapkan selamat tinggal pada Hye Joo karena katanya Hye Joo akan keluar negeri. Tapi In Ho heran mendengar Hye Joo kerja untuk Chief Park.
Hye Joo menjawab dengan tajam, ia melakukannya karena In Ho. Kang Soo Ho, psikiater Na Young, dia adalah kakakmu, benar kan?

In Ho terkejut. Hye Joo terus mencecarnya, apa kau pikir dia jadi seperti itu karena Perdana Menteri? Itukah sebabnya kau mengamatinya dengan menjadi ketua fans clubnya dan kau mengajukan diri menjadi Kepala Stafnya, apa kau juga menjadi mata-mata untuk Menteri Park? Berapa lama lagi kau akan menyembunyikannya?


Na Young berdiri di halaman TK dan mengamati Man Se. Hei..kenapa dia bisa masuk ke TK? Man Se sedang main bola bersama teman-temannya.
Bola Man Se menggelinding ke arah Na Young. Na Young membungkuk dan memberikannya pada Man Se.

Man Se dengan sopan mengucapkan terima kasih. Ahjumma, kau datang lagi. Na Young tersenyum, apa kau mengenaliku? Man Se mengangguk, kau sering datang kesini. Aku melihatmu berdiri disini dan melihat. Ahjumma, kau ibunya siapa?
 

Na Young hampir menangis, aku..adalah orang yang tidak kau kenal, Man Se-ya.
Man Se terkejut, kau tahu namaku juga? Na Young membenarkan, tentu saja. Aku tahu benar. Kau adalah Kwon Man Se.

Kwon Yul jalan masuk ke Gereja dan menatap altar. Sekali lagi dia akan mengatakan janjinya disini dan kali ini adalah janji yang sesungguhnya.

Na Young menangis saat memandang Man se. Man Se bingung, Ahjumma, kenapa kau menangis? Apa kau lapar? Na Young menghapus air matanya dan mengangguk, benar, aku lapar.

Man se : Ahjumma kami berkata untuk memeluk orang itu dan mereka tidak akan merasa lapar lagi.
Na Young : Dia pasti seorang yang baik karena bisa mengatakan itu padamu.

Man Se membenarkan, dia juga sangat cantik. Aku benar-benar menyukainya.
Da Jung tiba di sekolah Man Se, ia memanggil Man Se. Man Se-ya! Man Se-ya!

Man Se langsung lari ke arah Da Jung dan memeluknya. Na Young berdiri dan mengamati Da Jung.
Da Jung menyadari kehadiran Na Young dan ia terkejut karena mengenali wajah Na Young.


Na Young sadar dan melarikan diri. Da Jung minta Man Se tetap di tempat, ia lari mengejar Na Young. Na Young bersembunyi di sebuah sudut dan mengamati Da Jung.

Da Jung lari melewatinya dan terus ke arah jalan raya. Da Jung kehilangan jejak Na Young lagi. Tapi ia yakin itu adalah mendiang istri Kwon Yul, aku yakin itu pasti dia.

Kwon Yul duduk di gereja dan menunggu Da Jung. Ia melihat cincin yang sudah ia siapkan dan menyimpannya kembali.

Hye Joo masih bicara dengan In Ho, ia tidak akan mengatakan ini pada Perdana Menteri. Tapi ia juga tidak akan diam saja. In Ho janji akan mengatasi semuanya sendiri, ia minta Hye Joo memberinya waktu sedikit lagi.
Saat itulah In Ho mendapat telp dari Da Jung. Suara Da Jung terdengar syok, Chief Kang..aku ..melihat mendiang istri Jong Ri-nim.

In Ho syok, apa katamu? Da Jung mengulang kata-katanya, aku bilang, aku melihat mendiang istri Jong Ri-nim. Orang itu..benar-benar masih hidup.
In Ho : Da Jung-ssi, bagaimana kau ..bisa melihat Park Na Young? Tidak, kau pasti salah lihat. Tidak mungkin.

Da Jung yakin kalau ia melihat Na Young. Aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri. In Ho tanya dimana Da Jung dan akan segera menemuinya.
Da Jung : Aku jelas melihatnya. Dia mendiang istri Jong Ri-nim.
In Ho hanya minta Da Jung tetap ditempat, ia akan menemui Da Jung.


Tapi Hye Joo langsung menahan In Ho, apa maksudnya...tadi? Apa maksudmu ..Nam Da Jung-ssi melihat Na Young? Katakan padaku!
In Ho terdiam, ia akhirnya mengaku, Park Na Young-ssi...masih hidup.
Hye Joo syok.

Kwon Yul masih duduk di bangku gereja, ia memegang salah satu cincin. Kwon Yul mengecek jamnya, dia benar-benar terlambat. Kwon Yul mendengar pintu terbuka dan ia langsung tersenyum. Karena dia tahu Da Jung sudah datang.

Kwon Yul berdiri dan menyambut Da Jung dengan wajah bahagia. Tapi keceriaan Kwon Yul perlahan menghilang saat melihat wajah Da Jung yang muram.
Da Jung menatap Kwon Yul dalam-dalam dengan pandangan sedih. Jong Ri-nim.. Kwon Yul tampak heran.

Da Jung jalan perlahan dan langsung menjatuhkan diri dalam pelukan Kwon Yul. Ia menangis sedih.
Kwon Yul tanpa sengaja menjatuhkan cincin itu agar bisa memeluk Da Jung. Da Jung tampak putus asa. Sementara Kwon Yul terlihat bingung.


PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12-1], [12-2], [13], [14-1]

Preview ep 15
Kwon Yul memberikan bunga untuk Da Jung dan ingin mengajaknya nonton film serta belanja.
Jun Ki ingin mengajukan mosi untuk memecat Perdana Menteri. Hye Joo menghentikan Jun Ki, kau tidak bisa melakukan ini. Na Young masih hidup!
Da Jung ingin bertemu Na Young dan minta In Ho membantunya.
Da Jung menarik kopernya dan pergi meninggalkan kediaman Perdana Menteri. Man Se menangis mengejar Da Jung, Ahjumma..! Jangan pergi! Ahjumma!  


Kwon Yul masuk ke auditorium, sepertinya ingin bertemu Da Jung. Tapi ia justru bertemu Na Young. Keduanya syok.