Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, July 12, 2014

Joseon Gunman episode 1 part 2


Penembak itu merasa sudah aman dan mencoba melarikan diri. Ia tidak sadar kalau Yoon Kang sudah tahu posisinya.
Yoon Kang menyeringai, akhirnya kita bertemu. Penembak itu berbalik dan melihat Yoon Kang siap menyerangnya dengan pedang.

Penembak itu langsung membidik Yoon Kang. Yoon Kang langsung bergerak gesit kesana-sini sehingga menyulitkan penembak itu. Yoon Kang lolos dari tembakan, ia lari diatas tembok rumah lalu melompat sambil menekuk kedua lututnya dan meluncur ke arah pria itu. Yoon Kang ingin menyerang bagian kaki.

Penembak itu berhasil menghindar dan bahkan sempat memasukkan peluru lagi. Yoon Kang langsung lari dan melompat ke balik dinding. Penembak itu mendekat. Yoon Kang melemparkan ayam ke arah penembak itu dan keduanya sempat bertarung sebentar. Tapi kecepatan pedang Yoon Kang sedikit kalah dari kecepatan penembak itu memasukkan peluru. Yoon Kang mulai terdesak dan bahkan harus beberapa kali menghindari tembakan.
Yoon Kang nekad melawan. Pedang lawan senapan. Yoon Kang berhasil menjatuhkan penembak itu, tapi ayahnya muncul dan membentaknya, berhenti! Minggir!

Penembak itu langsung lari. Ins. Park mengejarnya dengan kuda dan meninggalkan Yoon Kang.

Anak buah Ins. Park ikut mengejar. Penembak itu sempat menembak rombongan polisi dan lari ke arah kediaman Keluarga Choi.
Ins. Park dan anak buahnya awalnya kesulitan menemukan orang itu, tapi Ins. Park curiga melihat genting rumah yang pecah di tanah.

Ins. Park tahu orang itu masuk ke rumah keluarga Choi. Ia memerintah anak buahnya melakukan penggeledahan. Mereka mengerti dan segera bergerak.

Pelayan keluarga Choi terkejut melihat pasukan Istana, kenapa anda kesini Tuan?

Ins. Park tidak mempedulikan mereka dan terus jalan ke halaman  rumah bersama anak buahnya. Beberapa pengawal Keluarga Choi keluar untuk menghalangi mereka. Ins. Park membentak mereka, minggir! Kami adalah pengawal istana.

Tuan Choi keluar bersama putrinya, Hye Won dan seorang pengawalnya. Ada apa ini?
Ins. Park berkata mereka mengejar orang yang bersembunyi di rumah ini. Kami akan memeriksa rumah ini.

Tuan Choi tidak memberikan ijin, kediaman ini adalah milik wakil Ketua Pedagang yang berpusat di Gyeonggi. Ins. Park tetap jalan maju, singkirkan pedang kalian! Anak buah Tuan Choi tetap menghalangi mereka.
Choi Hye Won berseru menghentikan mereka dan tanya siapa yang dicari Ins. Park. Ins. Park berkata mereka mencari seorang penembak yang mengenakan topi dari jerami.
Hye Won : Kalau begitu..
Ins. Park : Apa kau akan bekerja sama?
 
Hye Won mengiyakan, kalau orang itu adalah si penembak, kami juga tidak akan menyambutnya. Hye Won memberikan perintah untuk membuka semua pintu di kediaman mereka dan juga semua kotak yang bisa dipakai untuk bersembunyi seseorang!
Tuan Choi terkejut dengan keputusan putrinya, tapi ia memberi kode pada anak buahnya untuk menuruti perintah Hye Won. Hye Won sendiri yang mengantar Ins. Park ke dalam untuk memeriksa. Tuan Choi meskipun sangar ternyata sangat menyayangi anaknya.

Ins. Park dan pasukannya segera memeriksa setiap sudut rumah besar itu, tapi ternyata mereka tidak menemukan si penembak. Ins. Park terpaksa minta maaf pada Tuan Choi karena sudah mengganggu kediaman mereka. Ia berterima kasih atas kerja sama mereka dan mohon diri.

Setelah polisi pergi, Hye won minta ayahnya tidak terlalu marah. Tuan Choi menghela nafas, ia tidak akan marah demi Hye Won. Hye Won minta ayahnya masuk saja ke dalam. Tuan Choi benar-benar tidak berkutik kalau berhadapan dengan putrinya.

Petugas Moon yakin kalau penembak itu sengaja menyesatkan mereka. Ins. Park setuju, ia memerintah mereka untuk menyebar dan terus mencari si penembak serta menjaga setiap pintu kota.
Moon Il Do mohon agar Ins. Park tidak mengejar orang itu sendirian. Saya yakin...dia menargetkan anda.

Tuan Choi memang menyembunyikan si penembak itu di ruang rahasia. Tuan Choi marah, meskipun kau dikejar..kau tidak boleh masuk ke rumah ini. Jika kau membuat kesalahan yang sama sekali lagi.. aku tidak akan memaafkanmu.
Penembak itu minta maaf. Tuan Choi menyuruhnya pergi.

Ins. Park sadar kalau keluarganya ada dalam bahaya. Ia menyuruh Yeon Ha mengepak barang-barang seperlunya dan ingin membawa anak-anaknya pindah. Yoon Kang menolak, aku akan tetap disini. Aku tidak akan melarikan diri.
Ayahnya marah, nanti Yeon Ha akan tetap disini juga! Apa kau pikir dia akan baik-baik saja tanpa kakaknya?

Yoon Kang tidak bisa membantah lagi dan terpaksa ikut pindah meskipun tidak tahu mau pergi kemana.

Paginya, Ins. Park membawa keluarganya dan beberapa pelayan mengunjungi kediaman keluarga Jung. Tuan Jung menyambut rombongan keluarga Ins. Park dengan hangat.

Ins. Park minta anak2nya mengucapkan salam, dia adalah Myeok-Gwan /Penerjemah negara, Tuan Jung Hwe Ryung.

Yoon Kang dan Yeon Ha bergiliran mengucapkan salam. Yeon Ha minta maaf karena sudah merepotkan keluarga Jung. Ny. Kim langsung menyukai Yeon Ha dan menyambut mereka.

Tuan Jung menerima mereka di ruang tengah dan menjelaskan kalau ia dan Ins. Park adalah teman baik. Kami pergi ke Yuan bersama dan terperangkap dalam pertempuran. Ayahmu, yang pergi demi melindungi negara, menyelamatkan nyawaku. Aku hanya membalas hutangku sedikit, jadi anggaplah ini sebagai rumah sendiri.
Keluarga Park mengucapkan terima kasih.

Pelayan mengumumkan kehadiran putri keluarga Jung. Yoon Kang dan Yeon Ha berdiri untuk menyambut Nona Jung. Soo In masuk dan memberi hormat pada Ins. Park dan Yoon Kang.
Yoon Kang juga membungkuk dan tampak langsung menyukai Soo In. Soo In mengangkat wajah dan syok waktu melihat wajah Yoon Kang. Ia mengenali Yoon Kang.

Soo In reflek berbalik dan menutup mulutnya. Orang tua Soo In dan Yoon Kang heran. Yoon Kang juga tukar pandang dengan Yeon Ha, semuanya tampak bingung.

Soo In segera menguasai diri dan berkata kalau Yoon Kang mirip dengan orang yang ia kenal. Ibu Soo In langsung memotong, kau..bagaimana mungkin kau kenal seorang pria?
Tuan Jung ketawa dan berkata kalau mungkin putrinya terkejut melihat putra Ins. Park. Tuan Jung menyuruh Soo In mengantar Yoon Kang keliling rumah mereka.


Soo In menunjukkan kamar tamu untuk Yoon Kang sementara Yeon Ha akan tinggal bersama Soo In di rumah. Yoon Kang mengucapkan terima kasih dengan sopan. Soo In terlihat dingin dan sebal dengan Yoon Kang.
Sebelum Soo In pergi, Yoon Kang tanya apa mereka pernah bertemu. Soo In menegaskan kalau ini pertama kalinya ia bertemu Yoon Kang.

Yoon Kang masih penasaran, tadi kau bilang..aku mirip seseorang yang kau kenal. Mungkin kita pernah berpapasan.
Soo In mengiyakan, y..ya, bisa saja. Yoon Kang masih ingin tahu, aku ini mirip siapa? Aku jadi ingin tahu. Ah tidak..aku tanya hal yang tidak perlu.

Soo In kesal sekali dan memutuskan memberi pelajaran pada Yoon Kang. Aku bertemu seorang pria yang tidak masuk akal beberapa waktu lalu, dia rendahan dan kasar sekali. Aku tidak tahan membicarakannya! Memikirkannya saja membuatku ingin marah!
Yoon Kang bengong, maaf?
soo In : Tapi..dia sama sekali tidak ada hubungannya denganmu, Yoon Kang-doronim.


Soo In pergi dengan wajah puas. Sementara Yoon Kang bingung dan menyentuh wajahnya, masa membandingkan aku dengan pria seperti itu!

Soo In masuk ke kamar dengan kesal. Jan Yi merasa Soo In tertarik dengan Yoon Kang, wajah Nona merona. Jan Yi mengerti, Tuan Muda itu memang tampan sekali. Bibirnya yang tegas dan matanya yang indah...jika Nona merias diri dengan baik, saya rasa anda bisa membuatnya tertarik. Benar kan?
 

Soo In tidak percaya dan ngamuk. Jan Yi ketakutan dan lari keluar. Saya permisi Nona.. Soo In tidak terima dan mengejar Jan Yi keluar kamar.

Langkah Soo In terhenti karena melihat Ny. Kim! Eomoni..
Soo In kena marah ibunya karena bersikap seperti itu pada Tuan Muda Yoon Kang. Soo In membela diri, aku tidak membencinya. Aku tidak melakukan apapun!

Ibu tidak mau tahu, Soo In harus bersikap baik pada mereka. Ayahnya sudah menyelamatkan nyawa ayahmu, jangan membuatnya merasa tidak nyaman.


Soo In marah-marah sendiri di tamannya yang penuh barang-barang dari Barat (serius, tamannya seperti museum, ada globe, skema tata surya, teropong dll). Apa sebenarnya yang diinginkan ibu? Aku sudah menahannya sekuat tenaga! Apa aku ini gisaeng? apa aku harus menyanyi? Ah yang benar saja!
Soo In menyadari kalau ia tidak sendirian. Soo In ketakutan, si..siapa disana?

Yoon Kang muncul, ini aku. Soo In tidak percaya, kenapa kau sembunyi disana? Yoon Kang menolak dituduh sembunyi, ia hanya jalan-jalan di sekitar rumah dan..
Soo In marah karena taman ini adalah bagian terpisah dari rumah dan hanya wanita yang boleh jalan disekitar tempat ini! Yoon Kang bingung memberikan penjelasan, aku hanya..aku melihat banyak benda-benda menakjubkan disini!

Soo In : Kalau kau ingin melihat sesuatu yang menakjubkan, apa kau juga akan masuk ke kamarku?

Yoon Kang tahu ia tidak diinginkan disini, ia berkata akan pergi. Tapi sebelum pergi, ia sempat minta maaf karena Soo In kena marah oleh ibunya. Soo In semakin marah, apa kau sembunyi dan sekalian mencuri dengar?

Yoon Kang : Tidak, aku jalan-jalan ..ah sudahlah. Aku minta maaf. Aku juga tidak ingin mengganggu orang lain, tapi karena ayahku adalah petugas negara...
Soo In memotongnya, kalau kau sudah mengatakan semuanya, tolong pergi.


Yoon Kang mengerti dan pergi. Ia ngomel sendiri di jalan, ah tabiatnya benar-benar..
Soo In mendengarnya dan berseru, apa katamu? Yoon Kang menoleh dan nyengir, ah tidak..tidak apa-apa. Aku pergi.

Yoon Kang menemui adiknya. Yeon Ha menyajikan teh untuk kakaknya. Yeon Ha merasa takut dan cemas. Ayah tidak akan apa-apa kan?
Yoon Kang menenangkan Yeon Ha. Ayah adalah ahli pedang terbaik di Joseon, kau tenang saja. Tapi Yeon Ha tidak bisa tenang. Orang yang dikejar Ayah memiliki senjata! Kakak juga melihatnya sendiri!

Yoon Kang menjelaskan, Yeon Ha, pedang bukan satu-satunya senjata disana. Tahu bagaimana menang dari macam-macam pertempuran juga suatu keahlian. Ayah akan baik-baik saja. Kau percaya padaku, kan?

Yoon Kang berterima kasih untuk tehnya dan bersiap pergi. Yeon Ha menahan kakaknya, kakak mau kemana? Yoon Kang ingin bertemu Jung Hoon.
Yeon Ha minta kakaknya pulang cepat, kita ada di rumah orang lain, jangan membuat masalah dimalam hari. Yoon Kang mengerti dan membelai kepala Yeon Ha.

Soo In menyamar jadi pelajar lagi dan ingin menyelinap dari pintu belakang, ia hampir saja berpapasan dengan Yoon Kang. Soo In pergi ke toko buku untuk menanyakan soal Oh Kyung.
Penjaga toko berkata kalau ia mendapat informasi, ada yang melihat Oh Kyung di Banchon.
Soo In langsung meluncur ke Banchon. Ia melihat seseorang mirip Oh Kyung dan membuntutinya. Soo In kehilangan jejak Oh Kyung dan tiba-tiba seseorang menariknya. Kau! Siapa kau?
Oh Kyung menyergap Soo In, siapa kau berani mengikutiku?

Soo In terbata-bata menjelaskan, H..Hyeon Am...Profesor Hyeon Am..
Oh Kyung terkejut, apa katamu? Soo In berkata kalau ia adalah murid Prof Hyeon Am. Oh Kyung mengira Soo In bohong, ia tahu semua wajah murid Prof Hyeon Am.
Soo In : Itu benar, saya Soo In. Saya putri Bangsawan Jung Hwe Ryung! Apa anda tidak mengenali saya? Saya bertemu anda beberapa kali.

Oh Kyung bingung melihat penampilan Soo In, tapi Soo In minta Oh Kyung mengamatinya. Oh Kyung akhirnya mengenali Soo In.


Keduanya jalan bersama. Oh Kyung mengerti kalau Soo In berusaha keras untuk menemukannya.

Soo In membenarkan tapi ia tidak membawa buku dari Prof Hyeon Am karena tidak yakin bisa bertemu Oh Kyung hari ini. Soo In harus memberikan buku itu pada Oh Kyung sesuai pesan Prof Hyeon Am sebelum meninggal.
Oh Kyung tidak bisa ikut Soo In hari ini, tapi ia minta Soo In menemuinya di Paru besok. Oh Kyung minta Soo In menunggunya disana. Soo In mengerti dan janji akan datang.

Yoon Kang minum bersama Jung Hoon. Jung Hoon senang Yoon Kang dan adiknya baik-baik saja. Kau tidak apa-apa tinggal disana? Kudengar Bangsawan itu memiliki seorang putri tunggal.
Yoon Kang geleng kepala, dia benar-benar memiliki temperamen jelek.

Jung Hoon : Tapi dia cantik, kan?
Yoon Kang kesal sekali, ah ..aku tidak tahu!
Jung Hoon : Ayo cerita padaku.
Yoon Kang : Yah...dia lumayan cantik.

Jung Hoon penasaran, secantik apa?
Yoon Kang mengaku, cantik sekali. Tapi tabiatnya jelek! Jung Hoon menasehati, bagaimana kau bisa menilai orang dari karakternya padahal orang bisa berubah. Tapi kalau wajah? Wajah tidak akan berubah. Ha ha...mending galak tapi cantik gitu? dasar.
Jung Hoon ingin mengunjungi Yoon Kang kapan2 untuk melihat kecantikan Nona Jung itu.

Tuan Choi menemui Ketua Kim, ia minta maaf belum bisa menyingkirkan Park Jin Han. Ketua Kim minta Tuan Choi tidak perlu repot, kau harus menyingkirkan Oh Kyung dulu.

Ketua Kim juga mendengar kalau Hyeon Am telah menulis buku, dia mungkin sudah menyelesaikannya sebelum dia meninggal. Cari dan bawa buku itu padaku. Choi Won Sin mengerti.


Soo In memandangi buku peninggalan mendiang gurunya. Ia tampak sedih dan mengingat percakapan mereka yang terakhir.
Di hari kematiannya, Hyeon Am memberikan buku karyanya pada Soo In. Soo In gembira sekali, apa saya boleh menjadi orang pertama yang membaca buku ini?

Hyeon Am ketawa, tidak apa-apa. Setelah kau selesai membacanya, berikan buku ini pada Pelajar Oh Kyung. Kurasa lebih baik kalau buku ini disimpan Oh Kyung karena dia akan segera melayani Yang Mulia.

Soo In terkejut, Guru..apa artinya itu? Apa anda berencana untuk pergi melakukan orasi besok?

Hyeon Am tersenyum membenarkan. Soo In ketakutan dan berusaha mencegah gurunya, itu berbahaya. Anda sudah dua kali menjadi sasaran percobaan pembunuhan...
Hyeon Am minta Soo In tidak cemas, mereka tidak akan bisa dengan mudah menemukan lokasi orasi. Dan meskipun terjadi sesuatu..aku sudah meninggalkan buku itu, benar kan? Aku juga sudah mendapatkan murid seperti dirimu.

Yoon Kang dan Jung Hoon keluar dari tempat minum pagi-pagi sekali. Yoon Kang tidak percaya, bagaimana Jung Hoon bisa tidak dihukum karena badannya terus berbau alkohol. Jung Hoon nyengir, mereka bingung, bau itu datang dari mulutku atau tidak karena aku selalu berbau alkohol.
Yoon Kang : Kalau aku yang jadi Kepala Polisi, aku pasti akan memecatmu!
Keduanya bercanda di jalan sebelum berpisah.


Soo In juga bersiap untuk bertemu Oh Kyung. Ia menyamar menjadi pelajar pria lagi.

Yoon Kang tiba di rumah keluarga Jung, tapi harus jalan memutar karena pintunya masih digerendel dari dalam.
Di saat bersamaan, Soo In menyelinap keluar dari pintu samping. Beberapa detik kemudian, Yoon Kang tiba di situ dan jalan masuk. Ia menoleh dan sempat melihat Soo In yang menyamar jadi pria.

Yoon Kang baru mengingat siapa "pelajar pria" itu setelah beberapa saat. Yoon Kang terkejut dan buru-buru mengikuti Soo In.

Petugas Moon lapor pada Ins. Park kalau mereka telah menemukan Oh Kyung di Angol. Ada seorang petugas yang mengamati Oh Kyung.
Ins. Park marah, Ceroboh! Bagaimana bisa hanya satu orang yang mengawasi pelajar itu? Aku akan kesana. Bawa petugas lain dan ikuti aku! Moon mengiyakan dan langsung bergerak.


Oh Kyung ada di satu tempat. Ia bisa merasakan ada yang mengawasinya.
Seorang petugas mengawasi Oh Kyung. Tapi tiba-tiba ia disergap seseorang dari belakang. Si penembak itu!

Soo In jalan cepat untuk menemui Oh Kyung. Tiba-tiba Yoon Kang berdiri di depannya.
Si penembak memanjat atap rumah dan mengambil posisi untuk menembak.

Yoon Kang menatap tajam Soo In, aku mencarimu. Dimana dia sekarang?
Soo In : Apa yang kau bicarakan?

Yoon Kang salah sangka, ia mengira Soo In tahu dimana si penembak. Soo In berusaha menjelaskan, ia bukan si penembak.
Yoon Kang menghunus pedangnya dan mengarahkannya ke Soo In. Soo In juga mengeluarkan pistol peraknya dan mengarahkan ke Yoon Kang, biarkan aku pergi.

Yoon Kang : Buang senjatamu dan ikut aku ke kantor polisi. Maka aku akan membiarkanmu hidup.
Soo In : Bukan aku! Aku sama sekali tidak terlibat!
Yoon Kang mendesak Soo In mengikutinya kalau memang merasa tidak terlibat.
Soo In tidak bisa, ia harus pergi ke satu tempat.


 Si Penembak mulai membidik ke arah Oh Kyung.

Yoon Kang memperingatkan Soo In, ia menghitung sampai tiga.
Soo In : Minggir..! ini bahaya!
Yoon Kang : Dua..
Soo In tidak mau menembak Yoon Kang, jangan bodoh! Ini senjata api! Pedang seperti itu tidak akan bisa menghentikannya!

Yoon Kang tiba-tiba tersinggung, pedang seperti itu? Yoon Kang mengangkat pedang, siap untuk menyerang.
Soo In menutup mata dan menekan pelatuknya...DOR !