Showing posts with label Korea. Show all posts
Showing posts with label Korea. Show all posts

Sunday, February 12, 2012

10 ton koin dilemparkan ke Cheonggyecheon selama 6 tahun.

Cheonggyecheon stream itu seperti sungai buatan yang mengalir di tengah kota Seoul. Dulu wilayah ini adalah jalan aspal. Tapi sejak th 2003, mantan Walikota Seoul yang sekarang Presiden, Lee Myung Bak mengembalikan lokasi ini jadi sungai kecil lagi seperti sekarang.

Lee sangat jeli dan ternyata lokasi ini telah lama menjadi daya tarik wisata di kota Seoul. Kebersihan yang terjaga membuat Cheonggyecheon stream sering dijadikan lokasi piknik masyarakat atau sekedar jalan2 setelah sehari kerja.

Oktober 2005, pengelola membangun kolam harapan saat restorasi sungai. Dan sejak itu ada 1,07 juta koin telah dilemparkan ke dalam kolam. Koin yang dikumpulkan panjangnya mencapai 2,5 km dan beratnya 10 ton lebih, menurut Seoul Metropolitan Facilities Management Corp.

Quite romantic, isn't it?

Jadi selama 6th ini, mereka sudah mengumpulkan lebih dari 68,73 juta Won hanya dari koin2 itu.

Tahun lalu, mereka mengumpulkan 214 macam koin dari seluruh dunia. Total 32,04 juta Won. 3,4 kali lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Diantara koin2 itu, 5.612 koin (terbesar) berasal dari Yen Jepang, 5.041 dari Thailand, 3.934 dari China dan 2.444 dari Amerika Serikat. I wonder..ada yang dari Indonesia ngga ya?

Mereka akan menyumbangkan dana yang diperoleh dari kolam ini untuk sosial. Koin yang terkumpul tahun lalu sudah diserahkan pada Community Chest of Korea dan UNICEF.

Menurutku ini hebat, mereka bahkan sampai menghitung koin secara mendetil dan ada laporan diserahkan ke mana saja. Bahaya kalau Tuan Krab tahu, ia pasti buru-buru nyemplung ke kolam untuk kumpulin koin.

Source : Hancinema

Saturday, February 11, 2012

Kenapa banyak selebritis Korea yang menderita depresi?

Pengakuan beberapa selebritis terkenal Korea kalau mereka menderita panic-attacks atau serangan panik mendadak membuat syok para fans.

1. Lee Kyung Kyu (52th) Komedian senior
Mengaku telah menjalani pengobatan untuk mengatasi panic-attacks selama 4 bulan. "Aku selalu merasa tercekik dan takut akan kematian", kata Lee.

Pengakuan Lee yang selalu tampil ceria dan riang di TV sebagai entertainer yang berpengalaman membuat pemirsa tertawa sangat mengejutkan fansnya.
Karena dua tahun lalu ia pernah meraih Daesang (Dec 25, 2010) untuk acara KBS2TV‘s Qualifying Men yang sukses membuat penonton-nya ketawa terus.

2. Penyanyi Kim Jang Hoon, pingsan Oktober lalu saat ia akan tampil di panggung untuk acara konser di Seoul dan harus masuk RS.
Dia mengeluh kelelahan, insomnia dan detak jantung yang sangat cepat.

3. Cha Tae Hyeon, artis komedian terkenal.
Drama dan film-nya sudah banyak dikenal masyarakat. Ia mengaku kalau tahun lalu ia juga berjuang dengan panic disorder. "Aku mulai menderita penyakit ini saat seorang aktor top dikasting dalam drama TV rival setelah acaraku terus menunjukkan rating rendah."

Cha Tae Hyeon juga pernah pingsan dalam sebuah penerbangan dan minta masker oksigen. Dia juga harus memanggil ambulance 30 menit sebelum acara konser di Amerika Serikat.

4. Kim Ha Neul
Mengaku menderita hal yang sama saat berperan sebagai wanita tuna netra dalam film 'Blind' tahun lalu. "Kepanikanku juga membuatku menjadi claustrophobia dan aku merasa sangat kesulitan mengerjakan film lebih dari dua jam di dalam ruangan kecil."

5. Jun Jin, veteran boy band Shinhwa
Ia sering merasa resah berlebihan, takut jika panggungnya runtuh saat ia menyanyi.

6. Ha Yoo Mi, aktris
Ia merasa sulit bicara saat diatas panggung dan panic-attacknya membuat lidah dan wajahnya kaku.

7. Choi Jeong Won, penyanyi. Mantan grup duet UN
Ia harus meninggalkan karir bernyanyinya saat panic-attacknya semakin parah di th 2006. Penyakit ini membuat tangan dan kakinya gemetaran dan membuatnya sulit bernafas saat rekaman album.

Para ahli mengatakan kalau 2 dari 3 orang untuk setiap 100 orang menderita panic disorder di Korea. Sementara penyakit ini mempengaruhi 11% dari orang Amerika. Mereka berkata wanita kebanyakan menderita ini dibanding pria.

Psikiater Park Jin Saeng : Orang ambisius, perfeksionis dan yang sering demam panggung cenderung menderita panic disorders.

Park adalah psikiater mendiang Choi Jin Sil. Menurutnya, Entertainer dan politisi lebih besar kemungkinan-nya menderita kelainan ini dibanding orang lain.
Park berkata kalau selebriti mendapatkan kekuatan saat popularitas mereka naik, tapi saat mereka tidak lagi dalam sorotan, mereka merasa kehilangan dan menjadi gelisah, sering berakibat insomnia, depresi dan bergantung pada obat-obatan.

Tapi menurutku ini juga terjadi karena :
Tekanan berlebihan dari masy Korea/pemirsa Korea yang kadang sulit memisahkan entertainer dengan manusia biasa. Entertainer adalah manusia, tapi mereka sering menuntut entertainer hidup seperti dewa-dewi khayalan mereka. Selalu tampak cemerlang dan murni.
Tekanan dari industri hiburan, agensi dan persaingan yang super ketat.

Satu contoh, coba lihat bts TMTETS yang diambil saat hujan salju lebat 1 Feb 2012 lalu. Itu benar2 keterlaluan, mereka harus tetap syuting di saat salju turun deras sekali dan pasti suhunya gila2an dinginnya. Sampai harus memakai kantung2 pemanas dalam hanbok mereka.
Maksudku, memangnya syuting tidak bisa ditunda apa, kasihan sekali. Hebatnya lagi, mereka tetap menunjukkan profesionalisme. Tapi ya keterlaluan aja.

Source : Chosunilbo

Monday, January 23, 2012

Shin Jeong Ah scandal, the real story behind Miss Ripley

Shin Jeong Ah, lahir tgl 28 April 1972. Mantan Asisten Profesor Dongguk University dan kepala kurator Sungkok Art Museum.

Shin Jeong Ah mengaku memiliki gelar BFA (Bachelor of Fine Arts) th 1994 dan MBA th 1995 dari University of Kansas dan Ph. D dari Yale University th 2005. Ia melakukan ini agar diterima di Dongguk University.
Disertasi yang diakuinya, sebenarnya adalah milik Ekaterini Samaltanou-Tsiakma (University of Virginia th 1981).

Pendidikan asli Shin Jeong Ah adalah SMA.

Shin berhasil kerja di Universitas Dongguk atas pengaruh dari kekasihnya, Byeon Yang Kyoon. Byeon adalah anak buah mantan Presiden Roh Moo Hyun.
Karena skandal itu, Byeon dihukum 160 jam pelayanan umum. Keduanya dipenjara tgl 11 Oktober 2007. Shin dipenjara selama 18 bulan.

Foto-foto tanpa busana Shin saat dipenjara dicetak di halaman surat kabar Munhwa Ilbo. Tapi banyak ahli seni yang meragukan keaslian foto itu.
Salah satu rekan kerja Shin Jeong Ah berkata ia tidak melihat bekas luka di lengan Shin. Karena Shin adalah salah satu korban saat Sampoong Dept Store roboh th 1995 lalu.

Shin Jeong Ah dan pengacaranya menuntut Munhwa Ilbo. Koran itu akhirnya menulis permintaan maaf tgl 18 Okt 2007, tapi permintaan maaf itu tidak membuat Korea Sexual Violence Relief Center puas.

Shin Jeong Ah akhirnya menerima 150 juta Won sebagai kompensasi pada Des 2008.


Shin Jeong Ah - Book

Saat ini Shin Jeong Ah meluncurkan buku otobiografinya, dengan judul '4001' (No pengenalnya saat di penjara). Diluncurkan Maret 2011, di Lotte Hotel dan langsung terjual lebih dari 20 ribu kopi. Harga buku 14 ribu Won

Dalam bukunya, Shin mengungkapkan hubungannya dengan semua orang yang memiliki nama terkenal. Termasuk mantan Presiden Roh Moo Hyun. Mantan PM Chung Un Chan, mantan juru kampanye kepresidenan Byeong Yang Kyoon dan mantan Reporter Chosun Ilbo yang ia sebut dengan inisial "C".

Shin dan Roh Moo Hyun bertemu setelah nenek Shin yang kenal dengan Presiden sebelumnya meminta Roh untuk memperhatikan cucunya.

Shin : "Roh ingin tahu apa pekerjaanku dan mendengar pemikiran rakyat biasa tentang kebijakan-nya. Dia mengatakan padaku kalau aku menarik perhatian orang dan tanya apa aku ingin mendapat posisi lebih besar."

"Setelah itu, ia ingin mengetahui komentarku setiap ia memberikan pernyataan atau setelah melakukan pertemuan dengan media. Setelah mendengar komentar2ku beberapa kali, ia berkata kalau aku mungkin cocok untuk posisi PR atau juru bicara."

Shin berkata kalau Roh menunjukkan ketertarikan padanya tapi tidak memberikan pertolongan langsung padanya.

Shin dan Byeon
Mengenai Byeon Yang Kyoon yang disebut sebagai kekasih dan orang yang telah memberinya posisi Profesor : "Dia adalah ayahku, temanku, dan kekasihku. Hubungan kami rumit, diatas cinta atau perzinahan."

Shin juga menunjukkan e-mail2 yang dikirimkan Byeon padanya dan menggambarkan kencan mereka, ciuman pertama dan hubungan seksual mereka.

Shin belum bertemu dengan Byeon lagi setelah skandal itu. Aku merasa itu bukan hal pantas untuk dilakukan.

Saat ditanya kapan hubungan mereka jadi serius. Shin berkata tidak tahu. Dia jauh lebih tua daripada aku dan awalnya aku tidak pernah membayangkan kalau kami akan jadi kekasih.
Ini tidak dimulai dengan affair yang panas. Satu hari, dia ada di sana. Ini benar2 hubungan yang kacau sejak awalnya dan bukan hanya karena beda 23 th usia kami. Aku tidak pernah membayangkan menikahinya. Tapi meskipun aku ingin memutuskan hubungan dengannya, itu juga tidak mudah.

Yang paling memalukan bagi Shin adalah capnya sebagai seniman penipu yang menggunakan daya tarik seksual untuk mendapatkan perhatian. Ini adalah hal yang paling memalukan yang pernah terjadi padaku.
Itulah mengapa aku menulis semua fakta tentang hubunganku dengan Byeon. Dari pertama bertemu sampai kami berpisah.


Shin dan Chung Un Chan


Shin mengungkapkan kebrengsekan Chung. Chung berkata kalau ia menyukai Shin dan mengajaknya bertemu malam hari di hotel bar beberapa kali dengan alasan urusan bisnis.

Shin dan Reporter C, yang sekarang anggota Dewan Nasional.
Shin berkata kalau C melakukan pelecehan seksual padanya di karaoke bar sebuah hotel dan dalam taksi. "Setelah insiden itu, aku tidak lagi mengenakan rok."

Bukunya memang terjual laris, tapi figur terkenal yang disebut namanya juga mengajukan gugatan.

Chung Un Chan berkata kalau itu hanya tuduhan Shin Jeong Ah dan tidak berharga untuk dibahas.

Sementara reporter C berkata kalau Shin adalah pembohong besar dan ia akan menuntut Shin beserta penerbit buku itu.

Banyak orang yang tersinggung dengan isi buku Shin, mereka tidak suka kalau Shin mendapatkan ketenaran dan uang setelah apa yang dilakukannya. Apalagi karena banyak orang yang memilik gelar asli sulit meraih posisi di Universitas dan Shin Jeong Ah mendapatkan segalanya dengan gelar palsu.

(Menurutku, ceritanya lebih seru dari dramanya.)

Ketika ditanya apa Shin menyesal?
"Saat orang lain belajar keras, aku memilih jalan yang mudah dan mencoba mendapatkan gelarku dengan membayar orang lain untuk melakukannya. Aku mengambil jalan yang salah. Ada kalanya aku takut ketahuan, tapi sekarang saat semuanya sudah terungkap, aku merasa lebih baik."

Source : 1, 2, 3, 4, 5, 6
Related link MR 1+2

Thursday, November 10, 2011

Danjong Cultural Festival

Source : sunxez, King Danjong and Queen Jeongsun

Festival khusus untuk Raja Danjong (Raja ke 6 Joseon). Raja yang mungkin memiliki jalan hidup yang paling tragis sepanjang 500 th sejarah Dinasti Joseon.

Danjong diangkat jadi Raja menggantikan ayahnya saat berusia 12 th. Tapi ia segera diturunkan dari takhta oleh pamannya Suyang Daegun (Raja Sejo) dan dibuang ke Semenanjung Cheongnyeonpo di Yeongwol.
Atas perintah Raja Sejo, ia dipaksa minum racun di kediaman Gwanpungheon dan meninggal dunia dalam usia 17 th.

Raja Sejo ingin membuat kematian Danjong seperti kecelakaan, sehingga ia mengurung Danjong dan memanaskan ondol (pemanas lantai) yang menyebabkan kebakaran di pondok Danjong.

Untuk memperingati ini, Kediaman Yeongwol mengadakan Festival Budaya Danjong setiap tahun sejak th 1967 untuk menenangkan roh Raja Danjong dan anak buah setianya.
Festival ini diadakan di makam Raja Danjong - Jangneung Royal Tomb, Rumah Gwanpungheon dan tepi sungai Donggang.

Dari ke-27 Raja Dinasti Joseon. Raja Danjong adalah satu-satunya Raja yang tidak diberikan upacara khusus kerajaan saat pemakamannya.

Gukjang, atau upacara pemakaman kenegaraan diadakan pertama kali pada th 2007. Sekitar 550 th setelah kematiannya.

Upacara ini dimulai dari Rumah Gwangpungheon, iring-iringan pemakaman meninggalkan Deokpo-ri, melewati Jembatan Donggangdaegyo ke Jangneung Royal Tomb. Ritual di Kuil Changjeolsa dan upacara terakhir di Jangneung Royal Tomb.

Festival ini diadakan setiap : Akhir April s/d Awal Mei. Untuk th ini sudah selesai, tgl 29 April s/d 5 Mei 2011.

Alamat : Gangwon-do Yeongwol-gun Yeongwol-eup.
Info : +82-33-370-2226~7


Source : sunxez Festival Danjong ke-44




Source : sunxez

Source : DCF
Related link : PM

Friday, September 30, 2011

Korea - Indonesia Week Schedule

K-Pop Singer Concert tgl 2-3 Oktober 2011 Gandaria City
Jam 18:30 Exhibition Hall lt. 3
Artis yang tampil : Andy-Shinhwa, Lee Jun Ki, Lee Dong Gun, Park Hyo Shin, Yoo Seung Chan, Jung Jae Il dan Choi Jin dari Epik High grup.

K-Pop Contest tgl. 28-29 Sept 2011 (Qualifying), tgl. 2 Oktober 2011 (Final)
Lokasi : Gandaria City

Korean Food Festival tgl. 1-2 Oktober 2011 Gandaria City

Korean Film Festival tgl. 28 Sept - 4 Oktober 2011 Gandaria City Cinema XXI
Film yang diputar :
1. Finding Mr. Destiny
2. Harmony
3. 71 Into the Fire
4. Detective K
5. A Barefoot Dream
6. The Sword with No Name
7. The Good The Bad The Weird

Korean Ambassador Cup, National Junior Taekwondo Championship tgl. 27-29 Sept 2011
Tennis Indoor Senayan
Kategori : 600 kyorugi dan 130 poomsae

Korean Traditional Painting Exhibition tgl. 29 Sept s/d 13 oktober 2011
Lokasi : Korean Cultural Center Jakarta.
Akan menampilkan karya 26 artis modern

Untuk informasi, telp Korean Cultural Center Indonesia : +62 21 2903 5650

Note : Hyun Bin tidak akan tampil dalam acara ini. Dia akan datang sebagai utusan pemerintah. Bukan dalam rangka keartisan-nya.

Saturday, May 28, 2011

Chae Dong Ha bunuh diri

Chae Dong Ha, mantan leader dan juga vokalis utama grup K-Pop SG Wannabe bunuh diri di apartemen-nya di Bulkwang-dong, Seoul.

Chae Dong Ha ditemukan menggantung dirinya oleh managernya, sekitar pk. 10:55 pagi di rumahnya kemarin tgl 27 Mei 2011. Chae Dong Ha bunuh diri setelah mengalami depresi.

Polisi secara resmi mengumumkan kematian Chae Dong Ha pukul 3:20 Sore, kalau penyanyi ini bunuh diri dengan menggunakan dasi di lemarinya. Dalam penyelidikan, dokter Chae Dong Ha bersaksi kalau penyanyi ini menderita depresi dan insomnia. Dokter sudah memberikan obat depresi untuk Chae Dong Ha dan manager barunya menyatakan kalau dia baru mengetahui tentang penyakit Chae Dong Ha 6 bulan lalu.

Ibu Chae Dong Ha sama sekali tidak tahu tentang depresi dan insomnia ini.

Ibu Chae : Dia sangat sibuk pergi-pulang dari Jepang untuk aktifitasnya. Aku tidak tahu kalau dia sudah kembali ke Korea. Dia sangat sibuk dalam pekerjaan-nya 3 th terakhir, dan aku selalu berpikir kalau dia hanya tenggelam dalam kesibukannya. Aku sama sekali tidak berpikir kalau dia sedang mengalami sesuatu yang sangat berat. Dia tampak baik-baik saja.

Bersama dua rekannya di SG Wannabe, Kim Yong Joon dan Kim Jin Ho

Chae Dong Ha melakukan debut di th 2002 sebagai solo artis dengan "Na Ture" lalu bergabung dengan SG Wannabe th 2004.
Dia tetap di grup ini sampai th 2008, lalu memutuskan untuk bersolo karir. Sebelum kematiannya, dia sedang sibuk menyiapkan konser ulang tahun-nya yang ke-31 tgl 18 Juni 2011 mendatang.


Berita tambahan :

Mantan manager Chae Dong Ha ternyata juga bunuh diri dua tahun lalu setelah mengalami depresi. Dia menghisap gas di kamar hotel. Insiden ini membuat Chae Dong Ha sangat sedih sehingga tidak tidur dan makan selama 3 hari.

Actually, what's going on in Korean Celebrities live? Sigh......



source : soompi

Friday, February 11, 2011

Sutradara muda meninggal karena kelaparan

"Ini memalukan tapi aku belum makan apapun selama beberapa hari. Tolong ketuk pintu jika kau punya nasi matang dan kimchi untuk dibagi".

Itu adalah pesan yang tergantung di pintu kamar apartemen Sutradara Film pendek dan juga penulis skenario Choi Ko Eun, yang ditemukan meninggal dunia oleh tetangganya.

Choi Ko Eun, 32 th (my God, hanya 3 tahun lebih muda dari aku sigh..) meninggal dunia setelah menderita sakit kronis dan kesulitan keuangan. Di tengah kehidupan selebriti Korea yang glamor ada juga cerita seperti ini ya.

Choi Ko Eun, Sutradara "Passionate Sonata" (2006) ditemukan sudah meninggal dunia oleh tetangganya 29 Jan 2011. Di rumahnya di Anyang, Propinsi Gyeonggi. Mayatnya sudah dikremasi tgl. 1 Feb 2011.

Kematiannya menarik simpati dan membuat kegoncangan di internet (khususnya Korea), ratusan netizen mengucapkan bela sungkawa atas kematiannya.

Menurut Kepolisian Anyang, Choi sudah menderita hyperthyroid dan sakit pankreas tapi tidak mendapat perawatan yang memadai (karena kesulitan keuangan). Polisi juga menduga dia sudah tidak makan selama beberapa hari sebelum meninggal, yang memicu kematiannya.

"Ketika kami masuk ke rumahnya, dia sangat kurus. Kami menduga dia kelaparan sampai mati, khususnya menderita penyakit kronis. Tapi penyebab kematian yang lebih akurat akan dikonfirmasikan setelah hasil otopsi keluar dalam 3 minggu", kata seorang polisi.

Atas berita tragis ini, industri film resmi dan pengguna internet menulis pesan duka cita dalam blog mereka. Mereka berkata kematian Choi mengungkapkan kondisi kerja yang menyedihkan dalam industri film.

Aktris Kim Yeo Jin menulis dalam Twitternya : "Ia lebih muda dariku. Dia kelaparan sampai mati dalam ruangan yang dingin. Aku tidak bisa melakukan apapun kecuali menangis. Bagaimana ini bisa terjadi?"

Choi Ko Eun membuat debutnya dengan "Passionate Sonata" tahun 2006, yang membuat namanya mulai dikenal dalam Short Award (Festival Film Pendek Asiana ke-4 ). Setelah lulus dari Universitas Nasional Korea jurusan Seni th 2007, dia bekerja juga sebagai penulis skenario.

Notes :

Ini benar2 tragis. Dia lulusan Universitas dan meninggal karena kelaparan. Intinya, kita harus mulai berbagi, mulai buka mata lebar-lebar, terutama orang di sekitar kita, our neighborhood dulu. Siapa yang perlu bantuan kita.

Akhir Jan di Korea, pasti dingin sekali, herannya kenapa tidak ada tetangga yang menemukannya sebelum meninggal. Ketidakpedulian, mungkin itu sebabnya.

Sharing itu tidak sulit, dan tidak perlu habis pesta baru bagi-bagi, beras sekilo atau roti 1, 2 biji itu sangat berarti buat orang yang benar2 membutuhkan. Ada anak-anak yang main di depan rumah kita, bagiin kue atau biskuit untuk mereka juga tidak masalah kan? contoh aja.

Jadi, let's start sharing, agar tidak perlu ada kejadian seperti ini disekitar kita. Tidak perlu tanya ia butuh atau tidak, kita pakai penilaian kita sendiri saja, siapa orang disekitar kita yang paling membutuhkan bantuan kita, and let's start with it.

Source : hancinema

Wednesday, January 19, 2011

Diskriminasi di Korea


Ada artikel menarik di Korea Times, sepertinya beberapa orang Asia Tenggara merasa di-diskriminasi ketika tinggal di Korea Selatan. Terutama kalau mencari rumah sewaan.

Ini artikelnya :

Michel Catuira (Filipina) tinggal di Korea tapi ia mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal. Banyak pemilik rumah kontrakan di Korea yang tidak ingin menyewakan rumah padanya, mereka berkata hanya ingin menyewakan rumah untuk orang Korea atau Kaukasia (Eropa, Amerika, Australia, dll)

"Aku pergi untuk menyewa studio kecil dan murah bersama temanku di Seodaemun-gu, Seoul. Pemiliknya menunjukkan pada kami ruangan dan tanya untuk siapa ini," kata Catuira. "Ketika aku berkata untuk aku, dia menolak menyewakan kamar itu. Jika itu untuk teman Korea-Amerika-ku, dia akan menyewakannya dengan mudah."

Catuira, President Migrant Trade Union, berkata kalau diskriminasi terhadap orang Asia Tenggara di Korea ada di mana-mana, dari naik taksi sampai menyewa rumah dan mencari pekerjaan.

Ini adalah bagian dari diskriminasi yang biasa dialami di Korea oleh banyak orang dari Asia Tenggara. Dilaporkan oleh Seoul Development Institute, banyak laporan orang telah di tunjuk wajahnya (mungkin ketika jalan, dituding-tuding), diabaikan, dan dihina.

Menurut penilitian, 25.9 persen dari penduduk Seoul yang berasal dari Asia Tenggara pernah mengalami diskriminasi dari orang Korea dan orang asing dari negara lain.

Jumlah ini lebih besar dari laporan penduduk anggota OECD seperti US, Jepang, Eropa, yaitu sekitar 8.2 persen saja yang lapor diskriminasi. Sedangkan dari Asia Timur lain seperti Taiwan dan Cina ada laporan sekitar 20 persen.

Penilitian ini diambil dari 333 penduduk asing di Seoul, July 2010 dan mereka biasanya berkata diperlakukan tidak adil dalam mencari pekerjaan dan dalam aktivitas ekonomi.

Diskriminasi juga dalam mencari tempat tinggal,

"Tuan rumah lebih suka orang Kaukasia tapi tidak untuk orang kulit hitam atau Asia Tenggara, mereka terlalu berisik dan bau. Itu adalah kecurigaan yang tipikal, seperti orang asing (di USA, dll) yang mendiskriminasi orang Korea dengan berkata mereka bau kimchi dan bawang," kata peneliti Hong Suk-ki

Mereka yang dari Asia Timur Laut berkata kalau ada diskriminasi dalam jasa kesehatan, tapi menurut peneliti, diskriminasi hanya karena kebanyakan RS hanya menggunakan bahasa Korea atau Inggris untuk melayani konsumen dan tidak siap dengan bahasa Cina atau Jepang, kata Hong.

Kalau penduduk dari negara OECD, hanya mengalami diskriminasi dalam masalah keuangan, misalnya bank2 di Korea yang hanya memberikan pelayanan terbatas.

Ketika ditanya apa mereka punya rasa memiliki sebagai penduduk Seoul, 21.9 persen berkata "tidak juga" dan 13.8 persen berkata, "sama sekali tidak." Banyak yang berkata kebudayaan dari negara asal mereka tidak dihormati di ibukota Korea.

"Di Itaewon dimana banyak orang kulit hitam berkumpul, masalah timbul antara mereka dan penduduk Korea, karena penduduk asli curiga dengan orang kulit berwarna dan tidak mengerti kebudayaan mereka. Orang Korea juga merendahkan orang Asia Tenggara sebagian karena orang Asia Tenggara relatif lebih pendek dan sebagian karena negara asal di Asia Tenggara relatif lebih buruk status finansialnya. Menghakimi orang karena asal dan pandangan yang tidak jelas seperti itu menyakiti mereka." kata Hong.

"Aku pikir ini bukan karena orang Korea itu jelek tapi karena mereka tidak terbiasa dengan kebudayaan asing. Orang Korea harus membuka pikiran mereka lebih luas lagi dan menjadi lebih bijaksana," kata Hong.


Notes :

Ini hanya sebuah eye-opener akan apa yang terjadi di Korea. Tidak bermaksud apa-apa, karena diskriminasi itu terjadi di mana saja.

Jangankan dengan orang asing, dengan sesama Korea saja mereka juga suka diskriminasi kan, seperti antara kaya-miskin dll. Bagi yang ingin kerja atau sekolah di Korea juga jangan kecil hati, yang penting kita bisa membawa diri dan selalu berpikir positif.

Lagipula, rakyat Korea adalah rakyat yang homogen, sama semua. Beda dengan Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dll negara Asia Tenggara yang terdiri dari banyak suku bangsa, dan terbiasa dengan banyak budaya, bahasa, kepercayaan, dan tradisi. Menurutku, orang Asia Tenggara lebih terbuka pikiran-nya dari orang Korea hehehe.

Tuesday, November 16, 2010

Han Jung Nok - The Memoirs of Lady Hyegyong - an Overview

Note :
Mungkin terharu karena Jeongjo harus membakar Geum Deung Ji Sa dan tidak bisa memenuhi wasiat ayahnya. Raja sebaik itu harus berkorban karena tekanan politik, mungkin juga kagum dengan visi dan mimpi Jeongjo, sehingga aku cari dokumen tentang Memoirs of Lady Hyegyong (Ibu Jeongjo) dan mempelajarinya.

Mungkin juga karena ingin tahu orang seperti apa Sado Seja itu, apa benar dia "gila"? Postingan ini sebenarnya adalah catatan pribadiku. Jadi sorry kalau isinya banyak :)

The Memoirs of Lady Hyegyong
The Autobiographical Writings of a Crown Princess of Eighteenth-Century Korea
(JaHyun Kim Habous)

329 hlm, April 1996
USD 26.95

Hanjung nok, yang sering diterjemahkan sebagai "Catatan yang dibuat dalam penderitaan", terdiri dari serangkaian otobiografi yang ditulis oleh Lady Hong, janda Putera Mahkota Sado, yang dihukum mati tahun 1762, oleh ayahnya sendiri, Raja Yeongjo. Dengan cara dikubur hidup-hidup dalam penyimpanan beras selama 9 hari.

Memoir ini diawali dengan masa kecil bahagia Lady Hong, sayangnya masa bahagia itu sangat singkat. Pada usia 9 tahun, tiba-tiba dan tanpa diduga, masa kecilnya berakhir ketika dia dipilih sebagai pendamping Putera Mahkota.

Bagi orang tuanya dan anggota keluarganya, pemilihan ini adalah kehormatan yang sangat besar, tapi bagi seorang anak usia 9 tahun ini bukan lain dari sebuah malapetaka, yang membuatnya terperanjat dan berduka cita. Dia terlalu muda untuk benar2 menghargai apa arti pemilihan ini baginya dan bagi keluarganya, dia putus asa dengan apa yang tiba-tiba terjadi dan menimpanya.

Kebingungan dan kepedihan-nya sangat jelas terasakan meskipun sudah setengah abad berlalu, ketika dia mengingat kembali setelah pemilihan yang menentukan itu :

Ketika aku tiba di rumah, tanduku dibawa masuk melewati ruang tamu, dan ayahku datang untuk membantuku keluar, mengenakan busana resmi. Ayah dan Ibu terlihat sangat bingung, dan juga sangat berbeda, sehingga aku menangis dan memeluk mereka berdua.
Ibu juga mengenakan busana resmi untuk upacara, dan menutupi meja dengan kain merah. Ibu bertindak sangat teratur, membungkuk empat kali saat menerima surat dari Ratu, dan dua kali saat menerima surat Lady Sonhui (Ibu Putera Mahkota).

Setelah itu, orang tuaku memanggilku dengan panggilan berbeda, menggunakan bahasa resmi untuk bercakap-cakap denganku. Para tetua di keluarga juga memperlakukanku dengan penuh hormat, membuatku malu. Ayahku, gelisah dan ketakutan, terus saja memperingatkan dan memberikan instruksi padaku mengenai banyak hal, seperti aku sudah melakukan suatu kejahatan, dan aku berharap aku bisa menyembunyikan diriku. Hatiku hancur karena aku mungkin harus meninggalkan orang tuaku dan tidak tertarik dengan apapun.

"Ketika hari pernikahan semakin mendekat, aku menangis terus karena aku akan meninggalkan orang tuaku," tulis Lady Hong, setengah abad lebih kemudian (kalau tidak salah setelah 60 tahun)

Hidup yang stabil dan bahagia

Sepuluh tahun pertama kehidupan-nya di istana relatif stabil dan bahagia. Sangat disayang oleh Raja Yeongjo, Ayah Mertua Raja-nya, dan Ladu Sonhui, Ibu Putera Mahkota.

Lady Hong mulai bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan istana dengan cepat dan sukses. Dan ketika ia melahirkan seorang anak lelaki (Jeongjo) calon penerus takhta, maka kesuksesan-nya sebagai pendamping Putera Mahkota tampak meyakinkan.

Di saat bersamaan, keluarganya juga makmur. Ayahnya, setelah lulus Ujian Sipil Tingkat Lanjut, langsung ditunjuk untuk menduduki posisi penting di pemerintahan. Tahun-tahun pertama ini sepertinya adalah saat2 paling membahagiakan baginya, kemudian datanglah tahun2 penuh penderitaan yang panjang di istana. Karena hidupnya akan segera dihadapkan dengan tragedi yang mengambil nyawa suaminya, Putera Mahkota.


Sado Seja

Lady Hong mencatat kalau awal mula Putera Mahkota mulai memiliki masalah dengan ayahnya adalah begitu dia lahir. Lady Hong menelusuri kembali, itu dimulai saat Raja Yeongjo memutuskan untuk menempatkan bayi mereka di istana tersendiri yang cukup jauh dari istana Raja. Menurut Lady Hong, jarak yang jauh akan membuat hubungan emosional juga semakin menjauh. Ini membuat hubungan ayah dan anak tidak baik :

"Penampilan fisik (Putra mahkota kecil, Sado) luar biasa, karakternya juga berbakti, ramah dan cerdas. Jadi, dia bisa menjadi orang yang paling berbudi luhur, jika orang tuanya bisa berdekatan dengannya dan mengajarnya, mencintainya, dan membimbingnya di saat bersamaan. Tapi justru, orang tuanya tinggal jauh darinya, sehingga kesalahan kecil itu jadi besar dan dengan berjalan-nya waktu, akhirnya terjadi pertentangan."

Putera Mahkota tumbuh dengan sedikit sekali bimbingan atau perhatian dari orang tua. Dikelilingi oleh banyak pelayan wanita yang mengijinkannya melakukan apapun keinginan-nya, membuat Putera Mahkota tidak disiplin, yang semakin tidak menyenangkan Raja. Lady Hong menjelaskan :

"...meskipun sulit menunjuk siapa sumber dari semakin bertentangan-nya antara Raja dan Putera Mahkota, tapi Putera Mahkota mulai merasa takut dengan ayahnya, sementara ayahnya mulai mencurigai kalau puteranya tidak tumbuh sesuai dengan harapan-nya dan ekspektasinya. Lebih lagi, karakter antara ayah dan anak benar-benar berbeda. Raja Yeongjo cerdas dan penuh kebaikan, sangat menguasai banyak hal, dan sigap bertindak, sementara Putera Mahkota segan dalam berbicara dan ragu-ragu dalam bertindak. Meskipun ia memiliki pemikiran yang mulia dan berbudi, dia tidak pernah bisa menjawab pertanyaan paling biasa. Dia selalu lambat menjawab, dan kalau itu Raja yang bertanya padanya, dia semakin tidak bisa menjawab, meskipun dia sebenarnya memiliki pendapatnya sendiri mengenai masalah itu. Dia selalu bertanya-tanya bagaimana menjawabnya, yang membuat kecewa Raja."

Tidak Ada Perhatian Untuk Anaknya

Tidak adanya perhatian antara ayah dan anak semakin membuat buruk keadaan. Sang ayah, kurang mengerti dan memperhatikan anaknya, menjadi tidak bahagia dengan anaknya.
Sang anak, semakin ketakutan dan semakin sakit hati dengan kekerasan ayahnya pada dirinya. Ini semakin memburuk sehingga setiap kali mereka bertemu, kemarahan Raja pada anaknya mendominasi kasih sayang Raja untuk Putera Mahkota.

Putera Mahkota, selalu ketakutan melihat Raja dan bertindak sangat hati-hati, seolah-olah anggota dewan adalah cobaan berat yang harus ia hadapi. Ini semua menjadi penghalang besar antara keduanya. Lady hong mengingat mulailah "kesakitan" Putera Mahkota muncul karena ketakutan-nya akan Ah Ba Mama dan kegagalan Putera Mahkota untuk mendapatkan kasih sayang Raja. Lady Hong menulis :

"Putera Mahkota selalu berbakti pada orang tuanya, tapi tidak pernah bisa mengungkapkan perasaan-nya secara terbuka. Raja tidak pernah mengerti anaknya dan selalu memperlihatkan ketidak-sukaan dalam kata-kata dan tindakan-nya, dan tidak bisa memaafkan anaknya. Ini membuat Putera Mahkota menjadi semakin ketakutan pada ayahnya, sampai akhirnya dia jatuh sakit. Di saat-saat ini, dia akan menyalurkan emosinya pada para kasim dan juga dayang-dayang, atau bahkan, seringkali, pada diriku."

(Note : Kalau istilah kejiwaan sekarang mungkin anak itu tergolong introvert, tapi berkembang jadi abusive)

Sepertinya penyakit ini - sejenis kegilaan yang menguasai Putera Mahkota dalam waktu tertentu - yang membuatnya menjadi "phobia pakaian" (Note : kalau tidak salah Sado lebih suka mengenakan pakaian berkabung) dan juga melakukan pembunuhan dan pemerkosaan pada dayang dan pelayan bersamaan dengan kebrutalan-nya melawan keluarganya sendiri dan dirinya sendiri.


King Yeongjo (Left) and King Jeongjo (Right)

Kerenggangan Ayah dan Anak

Sekitar bagian tengah memoir ada ilustrasi yang menunjukkan perkembangan tragedi antara Ah Ba Mama dan puteranya. Raja Yeongjo, yang marah dengan pembunuhan yang dilakukan Putera Mahkota, mengunjunginya tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan untuk melihat masalah ini sendiri. Yeongjo tanya apa laporan kejahatan-nya itu benar. Tanpa ingin berusaha menyembunyikan-nya, Putera Mahkota dengan bebas mengakui kesalahan-nya, dan mencoba menjelaskan kelakuan-nya dengan berkata :

"Ini mengurangi kemarahan terpendam saya, Yang Mulia, membunuh orang atau binatang di saat saya merasa menderita atau dalam tekanan."
"Raja bertanya, mengapa demikian?"
"Karena saya terluka, jawab Putera Mahkota"
"Mengapa kau terluka? Tanya Raja"
"Saya terluka karena Anda tidak mencintai saya dan juga, saya ketakutan pada anda karena anda terus saja memarahi saya, Yang Mulia."
...Raja tampaknya mulai merasakan perasaan belas kasihan untuk anaknya. Raja menenangkan diri dan berkata, aku akan mengubahnya di masa mendatang."


"I am hurt because you do not love me and also, alas, I am terrified of you because you constantly rebuke me, Sire."


Satu insiden paling tidak terlupakan dalam memoir itu, yang juga menunjukkan kecerdasan luar biasa Lady Hong, terjadi sesaat setelah kematian tragis Putera Mahkota.

Meskipun kemarahan Raja Yeongjo pada anaknya terus berlanjut bahkan setelah kematian anaknya yang penuh siksaan, perhatian dan rasa cemasnya pada cucunya (yang sekarang jadi pewarisnya - calon Raja Jeongjo) menjadi meningkat karena tragedi ini.

Lady Hong, tahu benar akan posisi anaknya, melakukan apapun yang bisa ia lakukan untuk memastikan Raja tetap menyayangi puteranya. Lady Hong minta Raja membawa anaknya dan bertanggung jawab akan pendidikannya sebagai pewaris takhta, meskipun ini berarti dia harus berpisah dengan puteranya yang masih berusia 10 tahun.

Saat kritis terjadi sekitar setengah tahun setelah kematian Putera Mahkota, ketika Lady Hong menghadap Raja dan cucunya. Ketika Lady Hong akan pergi meninggalkan mereka, anaknya menangis tidak terkendali, tidak bisa menahan kesedihannya dipisahkan dari ibunya.
Melihat kesedihan cucunya, Raja Yeongjo mungkin sedikit kesal atau juga cemburu, berkata kalau sebaiknya cucunya tetap tinggal bersamanya. Lady Hong segera merasakan potensi ketidak sukaan Raja dan akan mengancam posisi puteranya, maka Lady Hong bisa melakukan hal yang terbaik, meskipun ini menghancurkan hatinya. Mengingat kejadian itu, dia menulis :

"Memikirkan kalau Raja mungkin akan merasa tersinggung, karena dengan semua kasih sayangnya pada cucunya, anak itu menolak semuanya karena merindukan ibunya, aku berkata, Jika dia harus pergi dengan saya, dia akan merindukan Yang Mulia, jika dia pergi dengan Yang Mulia, dia akan merindukan saya. Jadi tolong ambil saja dia, karena dia juga akan merasakan hal yang seperti ini kalau jauh dari Yang Mulia."

Kesedihan Ibu


Yang membuatnya sedih bukan karena penderitaan-nya sendiri tapi anaknya yang berusia 10 tahun tidak bahagia karena dipisahkan darinya, khususnya karena dia melihat anaknya "menangis sedih karena ibunya tidak menyayanginya dan memaksanya untuk pergi." Dia benar2 kuat. Menekan perasaan-nya sendiri, dia berhasil mempertahankan ego Raja dan memastikan posisi putranya. Raja, senang dengan jawaban Lady Hong dan pergi membawa putranya.

Meskipun fokus utama Han Jung Nok adalah tragedi Putera Mahkota Sado dan Lady Hong, tapi dalam memoir itu juga mencatat tragedi yang lebih besar lagi.

Di bagian kedua memoirnya, dia mencatat tragedi yang menghancurkan dirinya dan keluarganya setelah kematian Putera Mahkota Sado, seperti ayahnya yang dicabut jabatan-nya dan juga eksekusi tidak adil atas paman dan kakak-nya oleh anak dan cucu-nya sendiri (Raja Jeongjo dan Sunjo).

Tentu saja, ini lebih menyakitkan daripada apapun, karena dia menyalahkan dirinya atas kematian mereka. Selama itu, dia berusaha membersihkan nama ayahnya yang dituduh berkonspirasi membunuh Putera Mahkota Sado dan bahkan dituduh menyediakan tempat penyimpanan beras dimana Putera Mahkota dikubur hidup-hidup sampai meninggal dunia.

Dalam catatan-nya, dia menegaskan kalau ayahnya, sebaliknya sudah melakukan segala cara untuk melindungi Putera Mahkota, dirinya sendiri, dan cucunya. Ayahnya bahkan mempertaruhkan diri dan selalu bermuka manis di depan Raja setelah kematian Putera Mahkota Sado, dan kemudian ini digunakan sebagai bukti oleh musuhnya kalau ayahnya sudah bekerja sama dengan Raja untuk mengeksekusi Putera Mahkota.

Menangis kepada Surga

Di bagian akhir memoir-nya tertulis ketika dia dalam usia 60-an dan 70-an tahun, Lady Hong menangis terus menerus pada surga, mempertanyakan mengapa dia dan keluarganya harus menderita begitu banyak dan juga sangat tidak adil.

Di tahun 1805, di usia 70 tahun, dia kembali ke ingatan-nya satu kali lagi, untuk memberikan catatan-nya sendiri pada kejadian tahun 1762 agar Raja Sunjo, cucunya, ketika dewasa nanti, bisa melakukan keadilan untuk keluarganya dari pihak nenek.

Dia menulis kalau hidupnya sudah menjadi "satu serial bencana yang panjang, dan seperti benang katun yang dipintal dengan indah" dan setiap kata dari memoir itu benar-benar direndam dalam darah dan air matanya.

Hanjung nok is a work of unforgettable vividness, drama, and insight, making it perhaps one of the greatest memoirs composed in han'gul.

a review by Prof. Kichung Kim, English Dept, of San jose State University.



Another Review - by Ed Park



A page from Hanjung nok by Princess Hyegyong
(Seoul, Posungmunhwa, 1978).

Penyimpanan beras, bukan tempat yang bagus untuk mati, 4 kaki kubik, diikat dengan tambang dan ditutup dengan rumput/jerami. Tanpa makanan dan udara. Dan jika itu suamimu yang diletakkan di dalamnya, bisa dimengerti kalau 4 dekade kemudian kau mengatakan penyimpanan itu sebagai "benda itu."

Tahun 1762, Raja Yeongjo memerintah anaknya sendiri Putera Mahkota Sado memanjat masuk ke penyimpanan beras dan masa kegelapan ini dicatat oleh Lady Hyegyong, janda Sado.

Bertahun-tahun, Sado memperlihatkan tingkah laku yang aneh, mungkin yang paling aneh adalah kesulitan-nya dalam berpakaian, suatu masalah yang kadang kala berakhir dengan pembunuhan pelayan yang melayaninya. Dia menghias kediaman-nya seperti ruang pemakaman, dan baju yang ia kenakan setelah berusaha keras, adalah kain katun tanpa warna dengan ikat pinggang, mirip dengan jubah berkabung Korea.

Penyakit Sado (menurut Lady Hyegyong) telah "menyebar dalam dirinya seperti air membasahi kertas," sampai diketahui oleh ayahnya. Yang menimbulkan kemarahan bukan hanya dalam negara tapi juga melanggar ajaran Konfusius tentang berbakti, yang membuatnya menghadapi penyimpanan beras. (Sesuai tradisi, anggota keluarga Raja tidak bisa dieksekusi dengan menumpahkan darah, seperti ditikam atau dipenggal.) Delapan hari kemudian, mungkin selama hujan badai petir (Sado sangat takut petir, phobia kronis), Sado meninggal dunia.

Bagian yang membuat memoir ini sangat mencekam adalah ancaman penghapusan, yang hadir sejak awal. Seperti nama asli/lahir Lady Hyegyong sama sekali tidak diketahui, dihapus oleh tradisi dari catatan keluarga karena dia dipilih sebagai istri Sado.

Ayahnya adalah pelajar yang diangkat menjadi pejabat tinggi begitu dia pindah ke istana. Ayahnya memberi nasihat untuk menyimpan surat2 resmi tentang kelahirannya di rumah. Meskipun ini sangat menyakitkan hati ayahnya. Di usia 60 tahun, atas permintaan seorang keponakan, dia memberanikan diri dan memulai kisah ini, kata pembukanya adalah : "Lalu keluargaku mengumpulkan semua surat-suratku dan sedikit demi sedikit, menghapus semua yang tertulis."

Lady Hyegyong menulis apa yang ia lakukan sepertinya bagaikan mujizat kecil. Dia menulis terus dan bukannya tanpa penyesalan, sebenarnya sebagai istri yang setia, seharusnya dia mengikuti kematian suaminya dengan bunuh diri. Tapi dia memilih untuk tetap hidup demi putranya, Jeongjo. "Pertahankan dirimu." kata ayahnya. "Amankan Pewaris Takhta." Rasa keibuan dan juga tanggung jawab membuatnya setuju, dengan konsekuensi publik yang harus ia hadapi.

Menurut Lady Hyegyong, akar yang membuat insiden imo (1762) adalah keputusan Raja Yeongjo kalau putranya akan "diadopsi" oleh kakak Sado yang sudah lama meninggal. Keputusan menjauhkan pewaris dari rasa bersalah ayahnya, tapi memicu lebih banyak lagi penderitaan.

Ketika Jeongjo jadi Raja th 1776, dia merasa menyesal tidak bisa (atas perintah Yeongjo) memberikan penghargaan penuh pada ayah kandungnya.

Menurut Lady Hyegyong, Jeongjo berniat memperbaiki ini tahun 1804, setelah memberikan takhtanya pada anaknya (Raja Sunjo), tapi sayangnya Jeongjo meninggal dunia tahun 1801.

Lady Hyegyong membawa dimensi kemanusiaan atas kematian sensasionalnya. "Orang melihat kalau karakter aslinya adalah baik," dia menulis, menceritakan kisah di istana atas masa kecil Sado dan saat-saat yang jelas di tengah penyakitnya dimana rasa baktinya masih tetap ada. Misalnya, air mata Sado yang tidak terbendung saat kematian Ratu (yang bukan ibu kandungnya). Tapi ketika ayahnya ada, dan terlihat, Sado diliputi ketakutan dan air matanya berhenti, membuat Yeongjo merasa muak karena menganggap Sado tidak menghormati Ratu.

Lady Hyegyong menyalahkan roh jahat, pelayan-pelayan yang buruk, ketertarikan pada permainan bela diri dan okultisme atas kekacauan mental Sado.

Lady Hyegyong merasa akar dari penyakit ini adalah pemindahan Sado dari kediaman orang tuanya ke kediaman Raja sebelumnya, dimana para pelayan-nya masih setia dengan ingatan akan Raja sebelumnya.
Alasan pemindahan ini adalah karena Yeongjo (putra Raja dan selir) naik takhta setelah pemerintahan singkat kakak-nya yang lebih berhak, Raja Gyeongjong dan menghadapi tuduhan kalau ia berkonspirasi yang menghantui Yeongjo. Memindahkan Sado ke kediaman Gyeongjong yang lama mungkin adalah cara Yeongjo untuk memperlihatkan bhaktinya dan ketidak-bersalahan-nya.

Terlalu cepat dan menyedihkan, hubungan antara Sado dan Yeongjo menjadi tegang, sampai mereka "seperti berperilaku satu sama lain hampir selalu tidak sesuai dengan keinginan-nya," ketika Yeongjo memberikan gelar resmi padanya (di usia 14 th), tekanan dari tugas administratif semakin membebani kondisi mentalnya. Yeongjo orang yang sangat kompeten, Raja yang hebat luar biasa, dia membuat pendekatan yang berani untuk menyelesaikan masalah partai di dewan. Tapi dia juga sangat percaya takhyul.

Lady Hyegyong mencatat kalau Yeongjo menyalahkan anaknya sendiri atas cuaca buruk, dan seringkali membersihkan telinganya sendiri setelah bicara dengan Sado, untuk mengusir sial. Tidak mengherankan, dengan mulai aktifnya Sado di pemerintahan, Yeongjo hanya memberikan "urusan suram dan tidak menguntungkan" padanya, seperti kasus-kasus kriminal.

Dia menceritakan hari saat Sado sekarat dengan ketepatan seorang novelis cerita detektif, sebagian untuk mengatur agar catatan apa adanya (begitu liarnya rumor di seputar insiden imo sampai, Lady Hyegyong mengatakan, "dalam beberapa tahun tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan apa sebenarnya kejahatan-nya").

"Dalam saat-saat keruntuhanku," dia menulis, "Aku ingat hanya satu kata dari sepuluh ribu." Ini adalah kesedihan dari perintah luar biasa yang menyuruh.

Tapi mungkin akhirnya, ada keadilan juga, sampai sekarang kita masih bisa membaca kata-kata-nya yang mencatat semua penderitaan-nya.


The Palace


Geum Deung Ji Sa/ Jin Teng Zhi Ci

review by Song Won seop

GDJS adalah dokumen rahasia yang disimpan di sebuah kotak, dengan tujuan dibacakan isinya pada saatnya.

Dalam novel "The Eternal Empire" karya Lee In Hwa, GDJS adalah surat yang ditulis oleh Raja Yeongjo. Raja Yeongjo menyesal karena membiarkan anaknya, Putera Mahkota Sado dibunuh.


Dalam buku, Raja Jeongjo, anak Sado-seja, mencoba menghukum pihak konservatif garis keras, Noron byeokpa, yang menyebabkan kematian ayahnya, dengan mencoba menemukan dokumen rahasia yang lenyap bertahun-tahun, tapi akhirnya tidak berhasil menghukum mereka. Tapi sebagai hasilnya, rencana besarnya untuk melakukan serangkaian perombakan politik menemui kegagalan.

Dalam sejarah aslinya, GDJS bukanlah "dokumen rahasia."

28 Mei 1793, tahun ke-17 pemerintahan Jeongjo. Perdana Menteri Che Jegong, yang berasal dari partai lain, mendukung Raja untuk membuka kembali penyelidikan tentang insiden yang mendorong Sado-seja pada kematiannya.

Permintaan yang berlawanan dengan pemerintahan Raja Yeongjo. "Setiap orang yang mempertanyakan kematian Sado-seja akan dianggap sebagai penghianat," kata Yeongjo.

Dewan istana gempar. Jeongjo memanggil para anggota dewan dan memberikan penjelasan resmi pada mereka.

Intinya, Jeongjo berkata kalau Che Jegong menerima pernyataan tertulis dari mendiang Raja Yeongjo dan menyimpannya diam-diam. Dalam surat itu, Raja Yeongjo mengungkapkan penyesalan-nya atas kematian Sado-seja dan dengan spesifik menulis nama-nama mereka yang bertanggung jawab atas kematian Putera Mahkota.

Tidak seperti di novelnya, Raja Jeongjo tidak memicu kebencian karena dokumen rahasia itu. Melainkan, dia menggunakan-nya untuk membujuk partai oposisi "untuk bekerjasama dalam urusan negara karena dia tidak punya niat untuk mengungkit kembali masa lalu."

Lalu Raja menggunakan kerja sama mereka untuk mengimplementasikan perubahan besar2an dalam pajak dan kemiliteran untuk meningkatkan kehidupan rakyat.

Bukan kebetulan kalau Raja Jeongjo dihargai sebagai satu dari penguasa terbesar sepanjang Dinasti Joseon.

Sources and related links

Political leadership...Korea-google books

Saturday, November 6, 2010

10 Tempat Makan Enak di Seoul

courtesy : seouleats.com

1. Myeongdong Gyoja
Tempat makan mie paling terkenal di Seoul. Mereka punya kimchi rasa jahe yang spicy dan pedas, tapi katanya bikin orang balik lagi.
Ada Gyoja (pangsit), Calguksu (Mie), Konguksu (sup mie susu kedelai), dll.

Arah : Keluar di pintu no.5 Myeongdong Subway. Belok kiri di perempatan pertama (Woori Bank) dan belok kanan (Who A U Clothing Store)

Site : www.mdkj.co.kr

2. Jang-o-rang

Menunya : Belut BBQ
Biasanya sangat populer saat musim panas. Disajikan dengan macam2 saus, seperti soy BBQ sauce, chilli sauce, atau cuma dengan garam saja.
Jang-o-rang katanya adalah tempat terbaik untuk menikmati belut dan mereka juga punya keripik belut. Hmmm enakan mana ama keripik belut-nya Purwokerto ya hehehe
Mereka punya bokbunja, anggur raspberry manis.

Arah : Sama, keluar dari pintu no. 5 Myeongdong, belok kiri dan kemudian perempatan kedua, belok kanan. Jalan sepanjang jalan utama dan belok kiri lagi. Jalan ke perempatan besar dimana kita bisa melihat jalan masuk ke Universitas Hongdae (atau arah Univ. Hongdae aja) lalu ke kiri lagi dan jalan sampai ke gedung Samjin dan Jang-o-rang tepat di sebelah kanan jalan. (Orang Korea hobby jalan bener, kalo di Bdg dah cari angkot hehehe)

Jang-o-rang
1&2F, Samuk Building, 6-137, Changjeon-dong, Mapo-gu, Seoul
Phone : 02-333-1455
www.jangarang.com

3. Dukbokki/Tteokbokki di Mok Schwei Don Na

Ini rajanya Dukbokki di Samcheongdong. Nama restauran-nya artinya Makan, Santai, Bayar dan Pergi.

Di restoran ini selalu banyak orang antri, karena dukbokki-nya terkenal sausnya enak dan puedesss.

Ada 10 macam bahan seperti pangsit, mie, daging, seafood, keju, dll untuk membuat campuran dukbokki kita sendiri.

Arah : Anguk Station, pintu keluar no.1. Jalan lurus dan belok kanan di gedung Korean Travel Biro, lalu jalan sepanjang dinding batu. Ada di gang setelah Cafe Vangja.


4. Noryangjin Fish Market
Ini adalah pasar seafood terbesar di Seoul. Mau cari apa saja, selama itu masih bisa dikategorikan sebagai seafood, ada di sini.
Ada lelang ikan segar setiap pagi sekitar jam 5 pagi.

Arah : Naik subway line 1 atau 9 ke Noryangjin Station atau naik taksi dan bilang : Noryangjin su-san shi-jang (itu kata Daniel Gray lo...)


Tipikal pork yang dijual di Korea

5. Kwangjang Shijang - Jongno

Pasar macam-macam, mulai dari kosmetik, baju, sepatu, selimut, tanaman dan sebagainya.
Ada surga untuk wisata kuliner juga. Dari mie, ikan mentah/hwae, tumis kaki babi/jokbal, jeon, dll.

Arah : Subway Line 1 Jongno 5 (oh)-ga-station atau katakan Kwangjang shijang pada sopir taksi.


6. Hakatabunkko Ramen di Hongdae
Turun dari Far East Broadcasting Co dekat stasiun Sangsu, pasti akan menemukan antrian orang di depan kedai dengan tirai putih dengan tulisan Jepang.

Ada ramen enak. Bukan ramen gaya Jepang, tapi bisa dikatakan ramen Korea yang sempurna (kata mereka yang sudah makan hehe).
Keistimewaan-nya ada di kaldunya yang kaya. Kaldunya yang disebut kontotsu terbuat dari tulang babi yang di masak dengan api kecil selama berjam-jam.

Mie-nya lembut dan fresh. Dengan tauge, fatty roasted pork atau babi panggang, dan daun bawang.
Ramen ini disajikan dengan tambahan bawang putih kalau mau tambahan bawang. Biasanya pengunjung memasukkan bawang putih tumbuk dengan wijen untuk menambah cita rasa ramen.

Arah : Keluar dari Sangsu Station pintu 2 dan belok dekat Gedung Far East Broadcast dan masuk ke antrian pembeli. (Yah siapa tahu sembari antri ramen, ada artis lewat, kan dekat perusahaan Broadcasting)


7. Iga Panggang di Hongdae
Iga panggang-nya manis dan disajikan dengan macam2 saus. Ada yang dengan garam saja, spicy, dan lada hitam.

Arah : Keluar dari Hongdae station pintu 5, belok kiri. Jalan terus dan belok kanan lalu belok kiri. Jalan sekitar satu blok dan belok kiri ke jalan yang agak kecil. Akan terlihat tanda RIB's dengan huruf2 besar.
Telp : 02-325 3579

8. Hongik Sootbul Kalbi, dekat Universitas Hongik
Memang sudah dari sononya kalau di dekat kampus pasti ada makanan enak dan pastinya lebih murah :)

Sekitar pintu no.4 Hongdae ada satu restoran kalbi yang super sibuk karena mereka punya kalbi terbaik. Banyak orang antri untuk makan kalbi. Biasanya kalau sudah keluar dari resto ini, kita akan berbau seperti daging panggang.

Arah : Keluar dari pintu 5 Hongdae Station dan belok kanan. Lalu menyeberang dan belok kiri, resto ini ada di sudut jalan.
Telp 02-322-4487


9. Tosokchon-sekitar Gyeongbokgung Palace

Tempat ini menjual samgyetang paling terkenal di Seoul.
Ayamnya lembut, ginsengnya enak, dan kaldunya segar. Di dalam rongga ayam, ada angcao, kacang pinus, kacang ginko, bawang putih, dan nasi.

Arah : Berhenti di stasiun Gyeongbokgung di Subway line 3 dan keluar di pintu no. 2. Jalan lurus sekitar 5 menit.
Telp : 02-737-7444


10. Korean style buffet restaurant
Ada beberapa Korean buffet, biasanya disini ada banyak sekali masakan Korea. Yang terbaik ada di W-Hotel, Hyatt Hotel dan Marriot (iya jelas-lah kalo hotel2 ini hehe)
Ada juga buffet yang terkenal : Bono-bono di Samseongdong, C-food kitchen, Crazy Ocean, Muscus, dan Well-being Buffet

Tips untuk teman2 Muslim :
1. Biasanya makanan Korea banyak menggunakan pork atau daging babi, jadi hati-hati kalau mencari makan di Korea. Karena bisa saja menggunakan kaldu dari tulang babi (rasanya memang lebih gurih dan rich) atau minyak-nya.

2. Sebelum pesan, lebih baik tanya dulu apa bahannya, mengandung pork atau tidak. Atau pelajari dulu nama-nama makanan Korea dan bahannya, bisa dilihat disini.

3. Oya, di Korea jarang ada Musholla di tempat2 umum, jadi harus diantisipasi juga.

Well, siapa tahu ada yang akan tugas atau sekolah di Korea next year haha..so I hope it helps ^_^