Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Sunday, October 28, 2012

Bridal Mask episode 19

Damsari akan dieksekusi. Mok Dan hanya bisa berdoa dan Kang To memutuskan pergi untuk menyelamatkan Damsari.
Gaksital muncul di lokasi eksekusi dan memotong tali gantungan Damsari. Shunji segera menembaknya dan langsung melukai kaki Gaksital.

Polisi Jepang mengepung Gaksital. Shunji menembak lagi dan kali ini kena dada Gaksital. Sepertinya memang tidak berusaha menghindar. Gaksital perlahan membuka jubahnya dan memperlihatkan bom yang dililitkan ke tubuhnya.

Gaksital memegang sumbu yang menyala. Shunji terkejut tapi terlambat, Gaksital sudah meledakkan bom bunuh diri. Terjadi ledakan keras, semua berteriak ketakutan sambil tiarap.

Beberapa saat kemudian, para polisi mulai sadar, banyak polisi yang meninggal dan lebih banyak lagi yang terluka.

Shunji luka parah tapi ia masih bisa berdiri meskipun terpincang-pincang. Shunji jalan mendekat ke arah mayat Gaksital. Shunji melepas topengnya.

Pria itu ternyata anggota Intel 36, Jang. Shunji terkejut, jadi dia adalah Gaksital?

Tiba-tiba terdengar teriakan, Gaksital! Kang To muncul dengan kostum Gaksital, ia juga melayang turun dari atas gedung dengan pedang dan merobek bendera Jepang.

Gaksital menyerang polisi di sekitar Damsari. Gaksital dihujani peluru, tapi ia berhasil menghindar. Gaksital melempar pisau terbang ke arah polisi. Gaksital meraih tiang bendera untuk menyerang polisi.

Shunji berusaha menembak Gaksital, tapi Gaksital yang ini dengan lincah menghindar.
Jeok Pa muncul, ia menembaki polisi lalu melepaskan Damsari. Dari jauh terlihat sebuah truk mendekat.
Ternyata Baek Gun. Ia teriak ke Damsari, Komrad Damsari, cepat naik!
Jeok Pa dan Damsari segera naik ke jok belakang truk. Gaksital masih berkelahi dan ia bahkan memukul lengan Shunji dengan bambu itu, Shunji kesakitan.

Gaksital melompat ke atas truk. Shunji menembaki mereka dan mengenai Jeok Pa. Jeok Pa terjatuh dari truk.

Jeok Pa langsung diamankan polisi Jepang. Ia hanya bisa memandang putus asa ke Damsari. Itu mungkin adalah pertemuan terakhir mereka.

Damsari berusaha meraih Jeok Pa tadi, tapi gagal. Ia tampak sangat menyesal. Kang To memegang lengan Damsari.
Ketua Jo berusaha mendekati Jeok Pa tapi justru kena pukul polisi. Jeok Pa ditahan.

Rakyat Joseon bersorak-sorai melihat Gaksital berhasil menyelamatkan Damsari.
Gaksital berdiri memandang ke arah Shunji dan polisi Jepang


Kimura Shunji stres dan teriak murka : Gaksitaaaallll....!!!
Persis Kang To waktu itu.



Kimura Taro pergi ke RS dan tampak syok melihat para polisi Jepang yang terluka. Taro mencari Shunji, awalnya tampak lega karena anaknya masih hidup. Tapi kemudian merasa marah karena Shunji gagal lagi menjalankan rencananya.
Taro : Bagaimana kau bisa mengacaukan apa yang kau janjikan pada Ketua?

Shunji minta maaf. Taro tetap marah, kau dengan penuh percaya diri berkata akan menghancurkan harapan rakyat Joseon. Bagaimana aku akan menghadap Ketua saat ini?

Shunji : Kita tidak menangkap Gaksital untuk menyenangkan Ketua. (Tujuan Shunji memang membalas kematian Kenji, bukan untuk Kishokai.)
Ayahnya marah, dasar brengsek!

Konno Koji datang, ia juga marah pada Shunji. Kapten Kimura, kau masih punya muka untuk mendapat perawatan di RS Gubernur Jendral. Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali, kalau ini bukan keputusan yang bijaksana.
Tapi kau tetap tidak mau mendengar. Damsari melarikan diri dan kau tidak berhasil menangkap Gaksital. Belum lagi, banyak polisi Jepang terbunuh. Kau sudah membangkitkan semangat pemberontakan rakyat Joseon. Mulai sekarang, kau dikeluarkan dari kasus ini.

Kau juga harus membayar kesalahanmu setelah kau mendapat perawatan.
Shunji berkata mereka berhasil menangkap wanita rekan Damsari. Shunji ingin diberi kesempatan menginterogasi wanita itu.

Konno ingin menyerahkan kasus ini pada Sato Hiroshi. Shunji berkata kalau Sato Hiroshi sudah absen selama 3 hari. Konno Koji terkejut.
Shunji : Saat ini, tidak ada orang yang cocok menginterogasi wanita itu selain saya.

Konno akhirnya setuju, tapi hanya untuk menginterogasi wanita itu, tapi kalau kau tidak menemukan apapun, kau harus bersiap. Shunji mengerti.

Konno Koji menyindir Taro, Kimura-san, kalau kau membutuhkan pekerjaan baru kau boleh menemuiku kapan saja. Sebagai teman lama, aku akan menulis surat rekomendasi. Koji ketawa dan jalan pergi.
Kimura Taro memandang Konno Koji dan tampak murka.
Shunji tampak merasa bersalah pada ayahnya.

Baek Gun menghentikan truk di dekat terowongan. Damsari langsung memeluk Kang To, terima kasih.
Kang To masih belum membuka topengnya, Anda sudah banyak menderita.

Damsari juga berterima kasih pada Baek Gun. Baek Gun menjawab, ia hanya melakukan yang seharusnya ia lakukan. Damsari merasa bersalah, demi dirinya, Komrad Jang harus gugur dan Komrad Jeok Pa tertangkap.

Kang To : Anda harus berhasil melarikan diri dengan selamat agar pengorbanan Jang tidak sia-sia. Aku pasti akan membantu Komrad Jeok Pa melarikan diri. Tolong jangan cemas.
Kang To minta Baek Gun segera mengantar Damsari. Ia berdiri dan melihat Damsari pergi dengan truk.

Mok Dan masih berdoa dan tiba-tiba banyak polisi muncul berjaga di sekeliling rumah Shun Hwa.
Mok Dan keluar dan tanya apa yang terjadi. Polisi itu tampak marah, kau tidak tahu? Gaksital menyelamatkan Damsari. Dia meledakkan bom bunuh diri, benar-benar kejam.

Mok Dan tidak tahu bagaimana harus bereaksi, di satu sisi, Ayahnya selamat, dilain pihak, rekan Jang harus gugur. Mok Dan hanya bisa berterima kasih dalam hati, Komrad Jang, Bibi..Tuan Muda, aku benar2 berterima kasih pada kalian semua.
Mok Dan ingin keluar rumah, tapi ia menahan diri. Oh Mok Dan, kau harus sabar, bersabarlah.

Lee Kang To kembali ke kantor Polisi Jong Ro. Ia datang naik taksi dengan setelan rapi. Kang to menghela nafas dan jalan masuk kantor.

Shunji luka lengan-nya dan harus diikat. Koiso masuk dan berkata wanita itu bernama Jeok Pa (artinya penghancur musuh), dia ingin sekali menghancurkan musuhnya.
Saat di Manchuria, dia adalah wanita pertama yang menjadi instruktur Pasukan Joseon. Tidak akan mudah membuatnya bicara.

Kang to masuk ke kantor Shunji. Ia membungkuk dan minta maaf pada Shunji. Apa lukamu serius?
Shunji kelihatan marah. Koiso mencibir, setelah keributan di Gyeong Seong kenapa dia baru muncul sekarang. Shunji minta Koiso keluar dulu.

Shunji marah, kau baru muncul setelah bolos 2 hari dan hanya berkata "aku minta maaf, apa lukamu serius?



Kang To tanya apa Shunji bisa melepaskannya kali ini saja?  Shunji marah, dan menarik baju Kang To. Kau brengsek! Apa kau bercanda denganku? Apa aku ini tampak mudah dipermainkan? Kau tidak muncul tanpa alasan dan minta aku melepaskannya.
Kang To : Aku merasa tersiksa sehingga aku pergi untuk istirahat.

Shunji tidak percaya dengan alasan Kang To. Tersiksa? Apa yang menyiksmu? Kita berhasil menangkap Gaksital atau tidak, kau hanya memikirkan masalah cinta sepanjang hari, jadi apa yang menyiksamu?


Kang To berkata ia juga kecewa dengan dirinya sendiri, tapi ia sudah melepaskan gadis itu. 
Shunji semakin marah dan memukul Kang To. Melepaskannya? kau baru saja berkata kalau kau mencintainya dan sekarang kau melepaskannya? Baik, aku peringatkan. Jangan pernah menyebut nama Mok Dan lagi.
Kalau kau berani menyebut nama gadis itu sekali lagi, kau akan mati di tanganku.

Shunji keluar. Kang to mengikutinya. Shunji pergi ke ruang penyiksaan dan memerintah agar tidak membiarkan seekor tikuspun masuk ke ruangan ini. Shunji menyindir Kang To.

Kang To ingin diberi kesempatan membantu. Shunji tidak menanggapinya, ia hanya berseru, mengerti?! Kedua polisi di depan ruang siksa langsung mengiyakan. Shunji masuk dan menutup pintu di depan muka Kang To.

Jeok Pa disiksa habis-habisan oleh Koiso. Koiso menyiram air ke arahnya. Shunji mendekat dan tanya siapa Gaksital itu.

Jeok Pa tidak mau menjawab, bunuh saja aku. Shunji tanya apa sebenarnya alasan Jeok Pa bersedia mengorbankan diri untuk Gaksital. Apa kau pikir itu bisa membuat Joseon yang mati hidup kembali? Apa kau pikir hanya karena kau, maka Kekaisaran Jepang akan berakhir?

Jeok Pa : Meskipun Joseon sudah hancur, Korea masih belum mati. Selama masih ada hati untuk menyelamatkan negeri ini, Republik Korea akan tetap ada.
Shunji menyebut mereka teroris, kau, Damsari dan Gaksital hanyalah teroris.

Jeok Pa teriak : Tutup mulutmu! Jangan sembarangan menyebut kami, para pejuang yang bersedia mengorbankan nyawanya demi negaranya!

Shunji marah sekali. Ia mengambil plat besi membara dari pendiangan dan membakar Jeok Pa.
Jeok Pa menjerit kesakitan. Koiso dan Ishida juga tampak ngeri.

Shunji seperti kesetanan dan teriak2, siapa dia?! Katakan padaku!
Jeok Pa hanya teriak kesakitan.

Kang to mendengar teriakan dan jeritan Jeok Pa dari luar. Ia marah sekali, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Kang to hanya berdiri dan mengepalkan tangan menahan emosinya.



Shunji keluar bersama Koiso. Kang To mendekat dan minta ijin untuk mencoba mencari informasi. Bagaimanapun, wanita itu adalah satu-satunya kesempatan kita menangkap Damsari dan Gaksital.
Sekali saja, tolong berikan kesempatan padaku sekali ini. Aku pasti akan menemukan sesuatu. Shunji membiarkan Kang To masuk ke dalam ruang siksa.



Kondisi Jeok pa sangat menyedihkan. Kang To tidak tahan melihatnya. Kang to minta Ishida keluar dulu, tapi Ishida menolak. Dia diperintah untuk tidak beranjak dari ruangan ini.
Kang To teriak : Kau tidak mendengarku?!
Ishida akhirnya keluar.

Kang To mendekati Jeok Pa. Jeok Pa melihat ke arah Kang To. Ia ingat, saat itu Mok Dan berkata, apa kalian tahu siapa Lee Kang To itu? Dia adalah Gaksital.


Jeok Pa tanya tentang Damsari, bagaimana Ketua?
Kang to : Dia selamat.

Jeok Pa lega. Kang to janji akan berusaha menyelamatkan Jeok Pa. Tapi kau harus pura2 kerjasama dengan mereka.

Jeok Pa merasa ia pantas mati. Waktu itu aku memalingkan muka dan pergi padahal Pemimpin dipukuli oleh musuh. Hidupku seharusnya berakhir saat itu.

Kang To mendengar Shunji masuk. Shunji tanya kenapa Kang To mengusir Ishida.
Kang To berkata kalau Jeok Pa pasti tidak akan membuka mulut di depan orang yang menyiksanya. Shunji, Koiso merasa alasan Kang to masuk akal.


Shunji menarik rambut Jeok Pa, ia memaksa Jeok Pa mengatakan padanya siapa Gaksital itu.
Jeok Pa tetap tidak mau kerja sama. Shunji menggeleng dan berkata ini kesempatan terakhir Jeok Pa. Aku bisa membunuhmu.

Jeok Pa ingin minta tolong satu hal pada Shunji. Jeok Pa berkata akan tiba hari dimana Shunji bertemu dengan Gaksital, saat itu katakan padanya kalau Jeok Pa tidak akan pernah menghianatinya sampai akhir. Kalau Jeok Pa benar-benar sangat berterima kasih padanya.

Jeok Pa setengah melihat ke arah Kang To : Gaksital harus tetap hidup..Agar hari yang kunantikan..Hari dimana tanah airku merdeka, akhirnya tiba. Tolong katakan itu kepadanya.

Shunji tersinggung sekali dan akan memaksa Jeok Pa mengatakan banzai untuk Kaisar Jepang dengan mulutnya sendiri.
Jeok Pa : Kau tidak akan pernah tahu identitas Gaksital, meskipun aku mati, mataku akan terbuka lebar dan aku akan melindungi Gaksital.

Jeok Pa tiba-tiba nekad menggigit lidahnya sendiri sampai mati. Oh ini mengerikan, kita saja kalau tanpa sengaja menggigit lidah rasanya sudah sakit, tapi ini sengaja menggigitnya.
Shunji syok dan jalan mundur. Kang To tampak sangat terpukul. Koiso jalan mendekat dan memeriksa Jeok Pa. Ternyata benar, Jeok pa sudah meninggal.

Shunji langsung jalan keluar diikuti Koiso dan Ishida. Kang To menangis memandang mayat Jeok Pa. Kenapa Jeok Pa tidak pura2 saja dan memberinya kesempatan untuk menyelamatkan dirinya.

Kang To perlahan melepaskan mayat Jeok Pa dan membaringkannya di lantai. Ia menutup mata Jeok Pa. Kang to menangisi Jeok Pa. Beban semakin berat ada di pundak Gaksital. Harapan Jeok Pa untuk kemerdekaan Korea.


Shunji jalan dengan lesu. Koiso tidak percaya, mereka itu benar2 gila. Meledakkan diri, sekarang bunuh diri dengan menggigit lidah.
Shunji teringat lagi kata-kata Jeok Pa dan pandangannya jadi gelap. Shunji jatuh pingsan dan terguling ke dasar tangga. Koiso dan Ishida panik, Kapten!

Shun Hwa lari pulang menemui Mok Dan. Ia menangis dan mengabarkan kalau Bibi Oh sudah meninggal dalam kekacauan, ia ditembak oleh Guru Shunji.
Mok Dan syok. Ia minta Shun Hwa tetap di rumah bersama Jang Soo. Mok Dan ingin keluar tapi dicegah oleh polisi, jika mau pergi harus mendapat ijin dari Kapten Kimura.

Shunji dibawa ke RS lagi, kali ini dia benar2 pingsan.

Kang to menghadap Konno Koji dan melaporkan ini. Koji terkejut mendengar Jeok Pa menggigit lidahnya sendiri. Ia marah dan tidak tahu bagaimana Shunji bisa membuat satu2nya saksi bunuh diri. Cepat tahan dia!
Kang to berkata Shunji pingsan setelah interogasi selesai, sekarang dia di RS.

Konno Koji tidak peduli, mau di RS atau dimanapun. Begitu dia sadar, cepat tangkap dia!
Koji ingin Kang to menangkap Shunji dan mencari tahu dukungan apa yang dimiliki Shunji sampai dia bisa menentang perintahku. Kang To mengerti.

Kang To mengamati Shunji yang terbaring di RS. Pintu terbuka dan Mok dan masuk dikawal Kagawa.
Kang to minta Kagawa keluar.

Mok Dan jalan mendekat. Kang to memandang Mok Dan. Keduanya bicara dalam hati.
Mok Dan (dalam hati) : Apa kau baik-baik saja?
Kang To (dalam hati) : Jangan khawatir. Kau sudah dengar kan? Ayahmu selamat.

Kang To menggandeng tangan Mok Dan. Keduanya berpandangan.
Shunji mulai sadar, jadi Kang To segera melepas tangan Mok Dan. Keduanya bersikap biasa lagi. Shunji membuka mata, ia melihat Kang to lalu Mok Dan.

Kang To mendekat, Shunji..kau tidak apa-apa? Apa kau ingin kubantu duduk?

Kang To berkata akan keluar dulu. Kang To berbalik, melihat ke arah Mok Dan lalu keluar.

Shunji berterima kasih karena Mok Dan sudah datang kesini.
Mok Dan menahan marahnya. Aku datang untuk minta tolong. Bibi Oh Dong Nyeon dari sirkus kami meninggal dunia, aku harus pergi kesana.

Shunji mengijinkannya dan minta Kagawa mengantar Mok Dan ke sirkus.

Mok Dan jalan keluar, Kang to masuk lagi. Keduanya jalan tanpa saling melihat.

Kang To berkata ke Shunji, ia diperintah Chief Konno untuk menangkap Shunji. Karena kau sedang tidak sehat, jadi kita tidak perlu ke ruang interogasi.

Kang To : Chief Konno ingin tahu, kau melaksanakan eksekusi di depan publik padahal itu bertentangan dengan perintahnya. Ia merasa kau tidak memutuskan sendiri. Siapa yang memberimu kuasa untuk melakukan itu.
Shunji menyeringai : Kuasa? Memberiku kuasa? Apa aku terlihat begitu berkuasa?

Kang to : Seragam kendo itu kan? Seragam Kendo yang ada di foto itu. Foto Choi Myeong Sub dan Chief Kimura. Seragam Kendo itu yang memberimu kekuasaan, ya kan?
Shunji : Katakan pada Konno, dia tidak perlu mengetahuinya.

Kang To : Kurasa aku sudah menjelaskannya, Chief Konno memerintahku menangkapmu.
Shunji tersenyum : Menangkapku? Kalau begitu cobalah.

Kang To memborgol tangan Shunji dan meminta Abe membawa Shunji ke kantor polisi. Abe bingung tapi Shunji segera mencabut jarum infusnya dan jalan pergi.

Shunji sempat berkata : Lihat baik-baik, bagaimana mereka, orang-orang yang memberiku kuasa, bergerak.
Kang To menatap tajam ke arah Shunji.

Kimura Taro menghadap Ueno Hideki. Ia berkata kalau Shunji ditangkap. Rie heran, kenapa kau terkejut. Bukankah seharusnya kau bisa menebaknya.
Taro menyalahkan Rie, sampai kapan kau akan membiarkan Konno Koji. Katanya kau akan segera menurunkannya.

Rie ; Kalau Kimura Shunji berhasil menangkap Gaksital, Konno Koji pasti akan segera turun.

Rie berkata ke ayahnya, Konno Koji sudah menjadi duri dalam daging di depan Wada. Jika Koji tetap disini, bagaimana kalau dia lapor pada Perdana Menteri.

Ueno hanya tersenyum. Gubernur Jendral ini hanya tipe orang yang akan memotong apel. Padahal dia punya pedang yang sangat bagus. Rie mengerti.
Ueno minta Kinpei, samurai yang menakutkan itu untuk menyelesaikan masalah ini. Kinpei mengerti.
Ueno minta Taro bersiap pergi ke kantor Konno Koji besok pagi. Rie terkejut mendengar ini dan Taro langsung mengiyakan.
Kang To mengantar Koji jalan ke mobilnya. Koji ngomel tentang keangkuhan Taro dan kelompknya. Bahkan Wada juga ada di tangan mereka. Mereka menipu diri sendiri kalau seluruh dunia ada dalam genggaman mereka. Tapi tunggu saja sampai aku menghubungi Perdana Menteri.
Aku akan menyapu bersih penjahat2 itu. Mereka semua!

Lalu Konno Koji berbalik dan tersenyum pada Kang To, aku akan mempromosikanmu Sato Hiroshi sebagai Kapten. Bukan..bukan, sebagai Kepala Polisi Jong Ro. Koji menepuk bahu Kang To.

Kang to membungkuk berterima kasih. Koji tertawa dan menepuk punggung Kang To berkali-kali lalu pergi. Kang To memandang punggung Koji lalu berbalik ke kantor.
Koji heran melihat sopirnya tidak membukakan pintu. Saat dilihat lebih jelas, ternyata sopirnya sudah dibunuh.
Koji terkejut dan ia melihat Kinpei. Kinpei langsung menyerang Koji.
Koji teriak memanggil Sato Hiroshi. Kang to mendengar teriakan Koji dan segera mengeluarkan pistolnya.

Ia melihat Kinpei membunuh Koji. Kang to terkejut dan ingat saat ia bertempur melawan Kinpei waktu menyelamatkan Rie 5 tahun lalu. Kang to memutuskan tidak ikut campur dan menyembunyikan diri. Ia tahu saat ini percuma melawan Kinpei.
Rie membawa Gubernur Wada menemui Ayah angkatnya. Ia mengenalkan Ueno Hideki sebagai Presiden Ueno Pemilik Hotel Asuka.
Ueno berterima kasih karena Wada bersedia menemuinya. Wada berkata ini karena Lala. Wada ingin tahu apa yang diinginkan Ueno.
Ueno meminta Kinpei memberikan hadiahnya. Kinpei maju dengan sebuah kotak dibungkus kain emas. Wada sudah celamitan, ia pikir isinya pasti uang. Ueno berkata itu bentuk penghargaannya pada Wada. Wada membuka kotak itu dan syok.
Isinya adalah seragam berlumuran darah, Nama pemilik seragam itu : Konno Koji.
Rie berkata sayang sekali, beberapa waktu lalu Chief Konno dibunuh oleh pemberontak Joseon.


Ueno Hideki : Jepang seharusnya sekarang menjadi negara dengan dominasi militer. Orang-orang di Utara menunggu tentara Jepang tiba. Joseon sebagai basis untuk dominasi Kekaisaran harus segera dimanfaatkan. Agar semua itu bisa terjadi, kita perlu segera mengendalikan hukum dan aturan di Joseon.
Jadi, bagaimana menurutmu kalau Kimura Taro menjadi Komandan baru di kantor Distrik Gubernur?

Wada marah, maksudmu Kimura Taro yang sudah dikeluarkan dari kantor polisi Jong Ro?
Ueno : Juga bagaimana kalau Murayama Yoshio menjadi Kepala Polisi Jong Ro?

Wada semakin murka : Murayama Yoshio, tentara gila itu yang terlibat dalam insiden pembunuhan Showa pada th ke-7 ..maksudmu dia??

(Pembunuhan PM Jepang Osachi Hamaguchi, terkenal dengan julukan Lion Prime Minister. Pelakunya bernama Tomeo Sagoya. Anggota organisasi rahasia Aikoku-sha. Hamaguchi ditembak di Stasiun Tokyo. Meskipun tidak langsung meninggal, tapi PM Hamaguchi meninggal setahun kemudian karena pengaruh tembakan itu.  Th berikutnya, PM Inukai Tsuyoshi juga dibunuh oleh Ketsumeidan, anggota organisasi fasis. Mungkin salah satu dari tragedi itu yang dimaksud disini.)

Ueno tersenyum dan menganggap Wada setuju. Wada marah, ia berdiri dan teriak, Gubernur Jendral ditunjuk oleh Yang Mulia Kaisar! Ini adalah posisi yang diberikan oleh Langit! Apa kau mencoba mengancam  Gubernur Jendral Joseon yang tidak saja memiliki hak legislatif, executif dan judikatif tapi juga memegang kekuasaan militer?
Wada teriak dan minta Lala tidak muncul di depannya lagi selamanya.

Ueno Rie dengan dingin mengingatkan, uang dalam jumlah besar yang sudah diterima Wada, kau pikir itu berasal darimana?
Wada marah sekali tapi tidak berdaya. Dia memang sudah menerima uang dari mereka.

Paginya, Gubernur Wada tidak punya pilihan lain. Ia terpaksa melantik Kimura Taro sebagai pengganti Konno Koji (Kaya Pangdam) dan Murayama Yoshio sebagai pengganti Kimura Taro di Kantor polisi Jong Ro (Kapolres).
Kang To jalan ke arah sel Shunji, ia merenung dan mengamati Shunji.
Shunji sit-up di dalam sel. Ia tampak tenang.
Kang To berpikir dalam hati, setelah membunuh Chief Konno, Taro sekarang dijadikan Chief baru. Shunji, kekuasaan seperti apa yang mendukungmu?

Kang to membuka gembok sel Shunji. Shunji berdiri dan jalan keluar.
Shunji berhenti sebentar dan tanya ke Kang To, Sekarang apa yang akan kau lakukan? Kau sudah kehilangan pendukungmu.

Kimura Taro mendapatkan kunjungan dari Bangsawan Lee dan istrinya, juga pasangan pemilik sekolah swasta. Mereka datang mengucapkan selamat untuk Taro.
Ny. Lee memuji-muji Kishokai yang berhasil menempatkan anggotanya di posisi kunci. Mereka ingin orang Joseon yang membunuh Konno Koji segera ditangkap.

Taro juga mengenalkan Murayama Yoshio pada mereka. Dia adalah Kepala Polisi Jong Ro yang baru.
Kalian semua ingat insiden pembunuhan pada Perdana Menteri kan? Dia adalah orang yang dicurigai dalam insiden itu tapi tidak terbukti bersalah.

Yoshi berdiri dan tanya apa Taro punya perintah untuknya. Taro pura2 marah atas kematian Konno Koji, mereka berani membunuh Chief dari Distrik Gubernur Jendral, kau harus segera menghabisi pemberontak Joseon itu dan lakukan yang terbaik untuk memelihara hukum publik dan aturan.
Yoshi mengiyakan dan pergi.

Kang To membaca berita soal kematian Konno Koji. Ia merasa marah karena mereka menyalahkan orang Joseon. Pembunuhan ini jelas ada hubungan-nya dengan Lala.

Shunji keluar dari kantornya. Semua menyatakan selamat atas diangkatnya Taro ke posisi Chief di Distrik Gubernur Jendral.
Shunji minta semuanya bekerja lebih keras lagi. Semua mengiyakan.

Kang to mendekat dan berkata kalau Chief Konno dibunuh di kantor Polisi Jong Ro. Ini tidak boleh terjadi, ijinkan saya menangkap penjahatnya sendiri.

Shunji : Oya? benar juga, kau punya hubungan dekat dengan Chief Konno. Aku mengerti, kau bisa mencobanya.
Kang To yakin ia pasti akan menangkap penjahatnya.

Yoshio datang. Semua Polisi keluar menyambutnya dan menghormat. Termasuk Kang To.
Yoshio : Aku ini prajurit yang masuk ke medan pertempuran. Mereka yang melawan kekaisaran adalah musuh kita! Musuh harus disapu bersih, mengerti?
Yoshio minta Shunji mengikutinya dan ia ingin mendapatkan informasi tentang Gaksital.

Kang to mencoba satu cara lain, yaitu Lala. Ia datang ke hotel menemui Lala dengan red-roses di tangan. Pilihan bunga Kang to memang lebih keren dari Shunji haha
Kang To menarik nafas dan mengetuk pintu kamar Lala.

Lala meminta Kang To masuk dan tampak geli, ia menerima bunga mawar dari Kang To : Matahari pasti terbit dari Barat, ada apa Sato-san?
Kang to : Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin ngobrol denganmu.

Rie menawarkan teh tapi Kang To berkata akan lebih baik kalau itu anggur. Aku sedang tidak semangat, apa kau bisa menghiburku?
Rie tersinggung : Sato-san, apa kau pikir aku masih seorang gisaeng dari Myeong Wol Jeon?

Kang To : Aku pasti sudah salah paham. Kukira kau pasti akan mengerti posisiku. Maaf untuk salah paham ini, aku pergi.
Kang To pura-pura jalan pergi. Benar saja, Rie memanggilnya lagi, posisimu? Apa maksudmu dengan itu?



Rie jalan ke meja dan menuang anggur. Kang to mendekat dan menarik bahu Rie, sehingga Rie menghadap ke arahnya. Kang to berkata kenapa aku sangat ingin tahu tentang hidupmu, bagaimana seorang gisaeng dari Myeong Wol Jeon bisa menjadi Lala yang disukai Gubernur Jendral Joseon?
Apa pengalamanmu sama menyedihkannya seperti Lee Kang To menjadi Sato Hiroshi..?
Rie tersentuh dan memutuskan bicara dengan Kang To. Keduanya duduk berseberangan. Kang to tanya apa pria tua yang ada saat kau mengenakan baju berkabung itu, yang memintamu menuang anggur, adalah ayah angkatmu?
Rie : Bukan hanya itu, dia juga orang yang mengubahku menjadi penyanyi.

Kang to : Apa identitas aslimu benar2 hanya penyanyi?

Rie kelihatan tegang, apa maksudmu? Kang to berkata satu-satunya orang yang mendukungnya di Kantor Gubernur Jendral, Chief Konno sudah meninggal. Orang yang membunuh Chief adalah orang yang mencoba membunuhku 5 th lalu di Myeong Wol Jeon. Si penjahat itu.

Kang To heran, setelah membunuh pejabat tinggi, organisasi itu sama sekali tidak kelihatan takut. Jadi pasti memiliki kekuasaan diluar pemikiranku. Kang to tersenyum dan minta Rie tidak gugup. Aku tidak datang untuk menangkap penjahat yang membunuh Chief Konno. Aku minta Kimura Taro untuk mengijinkanku bergabung dalam organisasi itu,
tapi dia berkata aku tidak bisa karena aku adalah orang Joseon. Apa kau bisa membantuku? .

Kang to berdiri dan duduk di lengan kursi Rie.
Kang To : Aku adalah orang yang ingin menjadi Kepala Polisi, atau bahkan Gubernur Jendral
Rie : Itu benar-benar tulus atau tidak, aku menyukai ambisimu.
Kang To tiba-tiba mencium pipi Rie.  Rie tertegun. Kang To berkata, ia hanya perlu mempercayai Rie kan? Kang To pergi.
Hari itu Sirkus Timur Jauh mengadakan upacata kematian Oh Dong Nyeon. Tapi Koiso datang dan merusak altarnya. Ia melempari foto Dong Nyeon.
Koiso juga menyuruh rekan2nya melempar oli hitam ke arah para gadis sirkus yang mengenakan baju putih.

Mok Dan datang bersama ketua Jo. Mok Dan marah ia minta Koiso berhenti, meskipun kau ini orang Jepang bagaimana kau bisa melakukan ini saat ada orang yang meninggal?
Koiso minta Mok Dan tidak marah kepadanya, aku ini cuma menjalankan printah atasan.

Mok Dan : Perintah? Kimura Shunji?
Koiso : Apa kau tidak tahu kalau Kepala Polisi baru saat ini lebih mengerikan dari Kapten Kimura?

Shunji datang dan memarahi Koiso. Ia mengusir semua anak buahnya, mereka itu sedang berkabung!. Shunji minta maaf pada Jo dan Mok Dan. Shunji tanya apa ada yang luka.
Shin Nan da menangis, dasar binatang. Bagaimana bisa membunuh orang sebaik ini..bagaimana aku bisa hidup sekarang ini?
Mok Dan minta Shunji keluar dan bicara dengannya. Mok Dan jalan duluan.
Shunji memastikan kalau Ketua Jo tidak mengatakan masalah yang terjadi diantara mereka pada Mok Dan kan?

Ketua Jo menyindirnya : Kenapa? Apa kau ingin aku merahasiakannya? Sepertinya kau masih memiliki rasa malu sedikit.
Shunji keluar menemui Mok Dan. Mok Dan minta Shunji tidak menyiksa ketua Jo lagi. Shunji berkata ia melakukan itu karena Mok Dan menghilang. Aku tidak punya pilihan selain pergi dan mencari Ketua Sirkus.
Kalau kau disisiku, kenapa aku harus menyiksa Ketua Sirkus?

Mok Dan : Aku mengerti, aku akan disisimu seperti saat ini. Jadi mulai sekarang, jangan menyiksa Ketua Sirkus dan anggota sirkus lagi.
Shunji janji tidak akan melakukannya lagi. Mok Dan jalan pergi. Shunji tanya apa Damsari..tidak mengontak Mok Dan?



Mok Dan menoleh dengan marah, seperti yang kau katakan, bahkan pada saat hari eksekusi itu, aku tidak meninggalkan rumah Shun Hwa satu langkahpun.

Kau tahu apa yang kulakukan atau siapa  yang kutemui dalam 24 jam sehari! Kalau seperti itu, apa kau pikir aku masih bisa bertemu ayahku?
Meskipun aku tahu berita soal ayahku, aku tidak akan melakukan apapun. Tidak ada yang akan kau peroleh dariku.



Damsari, Kang to dan Baek Gun berkumpul bersama dalam pondok tengah hutan. Kang To berkata, Setelah menemukan mereka yang membunuh ayahku, kukira yang menghianati mendiang Raja hanya 6 orang itu..Kukira Kimura Taro adalah orang yang mendukung mereka.
Tapi agar bisa membunuh pejabat tingkat tinggi, aku tidak mengira mereka benar2 membentuk pasukan.

Damsari berkata saat ini Jepang sedang mengumpulkan kekuatan.
Kang to : Apa maksudnya?
Damsari : Saat ini koran Jepang seperti Asashi atau Mainichi, semuanya mendorong terjadinya perang. Harga perlengkapan militer saat ini naik dengan cepat. Bahkan diantara anak-anak dan semua orang dinegara itu sudah bersiap untuk perang.

Kang to : Shunji memiliki kekuasaan sebesar itu di belakangnya. Aku yakin bisa membalaskan dendam kematian ayahku, tapi bagaimana aku bisa menghentikan mereka dengan kekuatanku sendiri?

Damsari menggenggam tangan Kang To, kau tidak akan sendirian. Ada seorang Polisi Jepang yang memihak kami, kami jadi merasa memiliki seribu pasukan. Bagaimanapun kau harus bertahan. Bertahanlah dan tunggu aku.
Kang To : Aku mengerti. Kau pasti akan kembali, ya kan?
Damsari : Pasti. Aku pasti akan kembali.

Rie berkata pada Taro dan Yoshio bahwa Lee Kang To ingin bergabung dengan Kishokai. Taro terkejut mendengarnya.
Rie tanya apa ada alasan kenapa Kang To tidak boleh masuk Kishokai?

Taro : Lee Kang to adalah orang Joseon.
Rie tampak tersinggung : Bangsawan Lee Si Young dan Presdir Park In Sam mereka berdua juga orang Joseon.

Taro berkata keduanya hanya peluru untuk Kishokai. Jika perlu, kita bisa menembakkan mereka. Tapi Lee Kang To berbeda.
Rie : Berbeda seperti apa?
Taro : Dia orang Joseon yang sulit dikendalikan.

Rie marah, karena dia juga merasa sebagai orang Joseon. Bagaimanapun aku ingin menerima Lee Kang To sebagai anggota Kishokai, aku akan mengatakannya pada ayahku. Rie jalan pergi.

Setelah tinggal berdua saja, Yoshio tanya kenapa Taro membiarkan orang seperti itu berada di dekatnya. Yoshio merasa ini tidak masuk akal, kenapa orang Joseon bisa menjadi Polisi Kerajaan Jepang.
Taro : Sepertinya kau harus mengurus masalah ini.



Yoshio bersedia menyelesaikannya. Aku ada dalam perahu yang sama dengan orang Joseon yang bau bawang, apa itu masuk akal?

Yoshio mengumpulkan anak buahnya. Dia berkata, Aku tidak ingin melihat petugas polisi pemberontak dalam kesatuanku. Absen selama beberapa hari tanpa alasan, sikap malas dalam bekerja, dan ketidakmampuan menangkap Gaksital.
Dan lagi, fakta kalau dia seorang Joseon.

Yoshio langsung mendekati Kang To, mengambil pistolnya dan berkata : Sato hiroshi, kau dipecat. Keluar dari Kantor Polisi Jong Ro sekarang juga!
Kang To sepertinya tidak memperkirakan ini.

BM [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17], [18]

5 comments:

  1. Thx ya tirza utk sinopsis gaksitalnya
    di tunggu ep selanjutnya
    Semangat....

    ReplyDelete
  2. aq ko malah ngerasa si Murayama Yoshio itu dukung joseon ya? hehe...

    ReplyDelete
  3. keren!! makasih ya kak tirza!
    sampe ada sejarahnya juga...^^

    ReplyDelete
  4. kak tirza :) aku reader lama tpi bru komen skrg-_- kak lanjutin bridal mask smpe abis donggg hehehe...g sabar nih nunggunya :D gomawo^^

    ReplyDelete
  5. Ya kak, pliz lanjutin bridal masknya sampe habis dunk..
    Thanks

    ReplyDelete