Se Ryung tanya apa benar ayahnya akan membuang Danjong dan setelah itu akan memaksanya minum racun.
Se Ryung mencoba berharap kalau ayahnya akan mengalah padanya kali ini saja. Se Ryung juga ingin memiliki kekuatan yang bisa menarik ayahnya dari jalan yang jahat.
Se Ryung meletakkan potongan rambut di depan ayahnya, lalu pergi.
Im Woon segera mengikuti Se Ryung. Suyang tampak terpukul dan memandang potongan rambut di depannya.
Se Ryung membenarkan. Se Ryung juga minta maaf karena masalah Danjong.
P. Kyung Hye berkata itu bukan salah Se Ryung. Ia juga akan mengikuti Jung Jong ke pengasingan.
P. Kyung Hye : Aku mengerti sekarang kalau air mata adalah kemewahan yang bisa dikeluarkan hanya jika pikiran tenang.
P. Kyung Hye tidak masalah hidup dalam penghinaan, tapi ia juga tidak akan menyerah begitu saja. P. Kyung Hye tanya apa rencana Se Ryung.
Se Ryung berkata akan tinggal sementara di Kuil Seung Bup. P. Kyung Hye mencemaskan Se Ryung.
Se Ryung : Waktu itu, Yang Mulia tanya apa saya bisa melawan ayah. Saya akhirnya mendapat jawabannya. Jika kejahatan ayah terus berlanjut, meskipun saya hanya punya sedikit kekuatan, saya akan melawannya.
Shin Myun : Kemana dia pergi?
Ja Beon : Dia pergi ke Kuil Budha, Seung Bup.
(Kuil Beopjusa, Gunung Songnisan)
P. Kyung Hye janji, selama ia masih hidup, mereka akan bertemu lagi. Keduanya perlahan melepaskan tangan dan Se Ryung memberi hormat pada Kyung Hye.
P. Kyung Hye berkata mereka pasti akan bertemu lagi. Sampai Kakak dan Kakak ipar datang membawa kabar baik untuk anda, anda harus tetap kuat.
Danjong mengerti, Abamama pasti akan melindungi kita. Benar kan?
P. Kyung Hye mengangguk menahan tangis, ia tahu Danjong hanya ingin membuatnya tenang.
Biksu cilik itu menghibur, Kakak yang cantik, jangan menangis.
Seung yoo muncul dan jalan bersama Jong. Jong bercanda, Hyungnim akan pergi sekarang, aku heran mengapa kau belum muncul.
Seung Yoo tersenyum, Hyungnim-mu datang untuk mengantarmu. Kau harus merasa senang.
Seung Yoo mengiyakan dan janji akan menemui Jong.
Sekarang ia ada di Kuil Seung Bup.
Se Ryung : Kenapa kau kesini?
Seung Yoo : Mengapa kau meninggalkan istana? Memutuskan hubungan darah dengan ayahmu...pasti sangat menyakitkan bagimu.
Se Ryung : Rasa sakit karena memutuskan hubungan dengan ayahku, bagaimana bisa dibandingkan dengan sakit yang kau derita karena kehilangan ayahmu?
Seung Yoo minta Se Ryung kembali ke istana. Se Ryung tidak mau, aku tidak akan kembali.
Seung Yoo : Kau memintaku menghentikan melakukan hal berbahaya. Tapi kenapa kau melakukan hal berbahaya?
Se Ryung sudah merasa senang karena Seung Yoo menemuinya.
Se Ryung terkejut dan segera minta Seung Yoo sembunyi. Seung Yoo merasa geram, ia kesal karena tidak berdaya dan membiarkan Se Ryung menghadapi bahaya sendiri.
Se Ryung mendesak, cepat pergi! Jika kau tertangkap, aku pasti tidak akan bisa hidup lagi. Kumohon. Cepat pergi.
Se Ryung marah, hentikan!
Shin Myun minta Ja Beon menarik pasukannya. Ja beon mengerti dan pergi.
Shin Myun berkata hanya ingin memeriksa jika ada orang yang berbahaya.
Se Ryung : Periksa saja sesukamu. Menggunakanku sebagai umpan untuk menangkap Guru, apa kau tidak merasa malu?
Shin Myun menarik Se Ryung. Seung Yoo marah melihatnya, ia menggenggam pedangnya erat2.
Shin Myun akhirnya melepaskan tangan Se Ryung dan berkata akan memberikan waktu sehari lagi. Lalu akan kembali besok.
Se Ryung berkata meskipun datang ribuan atau jutaan kali, ia tidak akan pernah kembali bersama Shin Myun.
Shin Myun mengancam, ia tidak akan memperlakukan Putri dengan sopan lagi dan jika Se Ryung menolak kembali lagi ke istana, Shin Myun juga tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Shin Myun pergi.
Se Ryung : "Jangan pergi," Aku menyesal karena tidak memintanya untuk tinggal.
Se Ryung tidak tahu kalau selama ini Seung Yoo sudah berdiri di belakangnya. Ha! Se Ryung berbalik dan terperanjat.
Seung Yoo langsung menarik Se Ryung pergi saat itu juga. Meninggalkan Yeo ri yang kebingungan, Mama!
Tapi wajah So Aeng langsung cemberut saat Se Ryung muncul dari balik punggung Seung Yoo.
Seung Yoo minta Cho Hi mengijinkan Se Ryung tinggal beberapa hari disini. Cho Hi curiga karena Se Ryung seperti berasal dari keluarga bangsawan, bagaimana jika terjadi sesuatu?
Seok Ju membujuk Cho Hi untuk mengijinkan Se Ryung tinggal disitu. Mereka punya kamar banyak.
Cho Hi berkata Se Ryung tidak boleh tinggal disitu. So Aeng ingin Se Ryung tinggal sekamar dengannya, karena Se Ryung tidak boleh sekamar dengan Seung Yoo.
Se Ryung tersenyum melihat Ah Kang, Ah Kang, kau baik-baik saja? Se Ryung membelai wajah Ah Kang.
Seok Ju ingin tahu apa rencana Seung Yoo. Kau benar2 membawa Tuan Putri kesini.
Seok Ju mengeluh, aigoo, ini benar2 ..
Seung Yoo berkata akan segera pergi dari tempat ini. Seok Ju heran, apa kau memutuskan menghentikan pembalasan dendammu?
Seung Yoo akan mencari rekan lama ayahnya dan setelah itu ia akan membawa keluarganya meninggalkan kota ini. Juga Tuan Putri. Seung Yoo berterima kasih atas kebaikan Seok Ju. Aku tidak akan pernah melupakannya.
Seung Yoo : Meskipun tempat ini sederhana, kuharap kau akan merasa nyaman.
Yeo Ri memastikan kalau saat ia bangun, Tuan Putri sudah menghilang. Shin Myun mendesar Yeo Ri untuk mengatakan sebenarnya kalau tidak mau mati.
Yeo Ri tetap berkata tidak tahu apa-apa dan tidak ada yang datang.
Shin Myun kembali ke istana dan menghadap Lady Yoon. Ia lapor kalau Se Ryung menghilang dari kuil.
Lady Yoon mengeluh, hubungan Yang Mulia dan Se Ryung semakin memburuk, sekarang ia menghilang.
Lady Yoon minta Shin Myun tidak lapor masalah ini pada Yang Mulia dan diam2 segera temukan Se Ryung. Shin Myun mengerti dan pergi.
Shin Myun minta Ja Beon mengirim orang mencari Se Ryung ke lokasi pengasingan Jong. Se Ryung mungkin ada di sana.
Shin Suk Joo mengingatkan, banyak pembicaraan diluar tentang pengasingan mantan Raja dan sekarang Tuan Putri melawan Yang Mulia dan meninggalkan istana, sepertinya dia mempermalukan Keluarga Raja.
Han Myung Hoe : Karena Kim Seung Yoo, kita sudah mengalami banyak kesulitan dan sekarang Tuan Putri membuat masalah. Mereka seperti merencanakannya bersama.
Han yakin, mereka semua akan berusaha menaikkan P. No San ke takhta lagi.
Suyang memerintah untuk menambah jumlah penjaga dan melacak semua pergerakan mereka.
Seung Yoo hanya tersenyum dan membelai wajah Ah Kang. Seok Ju juga menghapus air di muka Ah kang dan berkata akan pergi sebentar.
Seung Yoo janji akan segera kembali dan Se Ryung minta Seung Yoo tidak mencemaskan dirinya. Seok Ju memalingkan muka haha..
No Geol keceplosan bicara dan heran, pesona apa yang dimiliki Seung Yoo sampai bisa membawa wanita seperti dia kesini.
So Aeng : Apa maksudmu "wanita seperti dia?" Dia sama sekali tidak cantik.
Muyeong lari2 dan berseru, kudengar Tuan Putri meninggalkan istana. No geol terkejut dan Se Ryung berhenti sebentar. No Geol dan Se Ryung berpandangan sejenak.
Lalu No Geol pura2 kesal, Tuan Putri? Kenapa Tuan Putri harus meninggalkan istana? Muyeong heran, kenapa kau marah?
Seung Yoo : Jika ingin menggerakkan Chong Tong Wi, tidak mungkin tanpa bantuannya.
Seok Ju heran, kenapa harus Chong Tong Wi? Seung Yoo berkata karena Chong Tong Wi punya artileri.
Seok Ju : Kau mau meledakkan istana, ya kan? Orang kejam, kau benar2 keterlaluan kali ini! Tapi berusahalah dengan keras!
Lalu penjaga lain berkata : Ah si "Anjing Kampung" Heung Su? Pejabat apanya!
Mereka berkata jarang melihat Park Heung Su dan tidak tahu kemana ia pergi setelah minum2.
Seok Ju kembali pada Seung yoo dan berkata kalau sepertinya Seung Yoo salah cari orang. Tapi Seung Yoo berkata akan kembali lagi besok.
Cho Hi juga minta Se Ryung mencuci semua handuk dan lap yang dipakai di dapur dan ruang tamu.
Lady Ryu merasa ini keterlaluan. Tapi Se Ryung berkata tidak masalah. Ia pergi membawa banyak cucian.
Semua jadi curiga, apa maksud No Geol. No Geol sadar dan berkata kalau Se Ryung itu cantik bagai seorang Putri.
So Aeng tidak percaya karena waktu itu No Geol juga berkata kalau Se Ryung itu seorang Putri.
Gong Chil Gu melihat Se Ryung dan heran, bukankah dia gungnyeo yang waktu itu? Apa dia gisaeng baru di Bing Ok Gwan?
No Geol minta maaf karena tidak bisa mengendalikan mulutnya dan membuka rahasia identitas Se Ryung.
Seung Yoo merasa ini lebih baik.
Cho Hi marah, lebih baik? Apanya yang lebih baik? Cepat bawa dia pergi segera! Segera! Kau sudah membawa Yang Mulia Putri kesini!
Mu Yeong cemas, dia benar2 Tuan Putri? Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bersikap baik padanya. So Aeng kesal, Putri juga seorang wanita kan. Apa hebatnya?
Cho Hi tanya orang seperti apa Seung yoo itu sebenarnya, siapa kau sampai bisa membawa Putri sesukamu? Apa yang akan terjadi jika orang berpikir kita membawa Putri dengan paksa?
No Geol : Kita semua pasti ditangkap dan dimasukkan ke penjara Hanseong.
Seok Ju memukul kepala No Geol karena kesal.
Cho Hi minta Seung Yoo membawa semua anggota keluarganya pergi dari Bing Ok Gwan. Jika tidak mau mengusir Putri.
Seung Yoo memandang kakak iparnya dengan cemas.
Se Ryung berkata ia ingin memutuskan hubungan dengan ayahnya dan ia minta maaf karena tidak bisa mengatakan pada Lady Ryu lebih awal. Se Ryung ingin, tapi ia tidak bisa membuka mulutnya.
Lady Ryu : Tentu saja kau tidak bisa. Untuk mengaku bahwa kau adalah putri monster yang membunuh ayah mertua dan suamiku. Bagaimana kau bisa mengatakan itu dengan mudah?
Se Ryung tahu ia tidak bisa dimaafkan, jadi saya mohon jangan maafkan saya.
Lady Ryu menghela nafas, memaafkan atau tidak, apa itu begitu penting?
Lady Ryu justru merasa kasihan pada Se Ryung yang pasti merasa menderita. Takdir diantara kalian berdua benar2 terlalu kejam.
Se Ryung menangis.
Kasim lapor kalau ada masalah di istana Putra Mahkota. PM batuk darah.
Suyang datang dan ingin tahu penyakit anaknya. Tabib istana berkata kalau PM sudah lama menderita sakit.
Suyang terpukul, bagaimana bisa seperti ini?
So Aeng kesal, Putri apanya, dia setelah ganti baju kelihatan seperti pengemis. Sebagai Putri bukankah Se Ryung bisa makan makanan enak, dan mengenakan baju mahal. Kenapa meninggalkan istana untuk menderita?
Se Ryung : Gisaeng ataupun Putri sama-sama manusia. Tolong perlakukan aku seperti yang lainnya.
Mereka tanya lalu apa harus memanggil Yang Mulia? Se Ryung minta dipanggil nama saja. Namaku Se Ryung.
Seung Yoo minta meskipun hanya untuk beberapa hari, tapi tolong jaga dia.
Muyeong teriak, bukannya kau yang tidak mempercayai siapapun? Yang tidur duduk dengan memeluk pedang? Se Ryung tampak terkejut.
Seung Yoo perlahan mengambil tangan Se Ryung dan memijat lengannya. Se Ryung memandang Seung Yoo dengan ingin tahu.
Se Ryung : Apa kau tidak bisa berbaring, jadi kau tidur sambil duduk?
Seung Yoo mengaku ada saatnya dia tidak bisa mempercayai siapapun, tidak peduli siapa orangnya.
Seung Yoo menatap Se Ryung dan tanya apa luka bekas panah itu masih terasa sakit. Se Ryung menggeleng, tidak lagi.
Seung Yoo : Saat aku tidur sambil memeluk pedang, aku selalu berpikir jika aku bisa bersandar pada seseorang, maka mungkin aku akan bisa tidur nyenyak.
Se Ryung tersenyum dan mengambil tangan Seung yoo, lalu menarik Seung Yoo agar bersandar di bahunya, Se Ryung minta Seung Yoo mencoba tidur. Tutup matamu dan lupakan semuanya.
Seung Yoo : Aneh sekali...kukira "tidur" hanyalah "kawan lama" yang tidak akan pernah kembali lagi padaku.
Seung Yoo mulai mengantuk dan Se Ryung berkata dengan perlahan, kuharap kau mendapat mimpi indah.
Ja Beon berkata ia diperintah untuk mencari kesini, siapa tahu Putri pergi ke sini.
Jung Jong berkata Se Ryung tidak disini. Ja Beon mengerti dan minta mereka mengirim kabar kalau Se Ryung pergi ke situ.
Jong memang merencanakan misi lagi dan menenangkan istrinya. Jong harus pergi sebentar. Jong akan menemui orang yang mengirim surat padanya.
P. Kyung Hye minta Jong hati-hati.
Jong tanya kenapa Lee mencarinya.
Jong terkejut tapi segera menerima tugas itu, Ini adalah tanggung jawab saya juga.
Tapi P. Kyung Hye merasa takut, kalau ia akan kecewa satu kali lagi. Aku takut apa kita hanya mengejar impian kosong.
Jong : Jika aku tidak bermimpi, apa bedanya antara orang mati dengan diriku. Seung Yoo akan bergerak di ibukota, kita pasti akan segera mendengar kabar baik.
P. Kyung Hye : Seperti sebelumnya, setiap kali aku mendengar derap kuda mendekat, aku menjadi sangat gugup. Apa itu pembawa pesan dengan perintah untuk minum racun.
Suyang marah, anak tidak tahu diri, adiknya sakit keras dan dia lari dengan pria itu. Ini semua karena Kim Seung Yoo masih hidup. Bawa Putri dan Kim Seung Yoo dihadapanku segera!
Shin Myun mengiyakan.
Shin Myun murka : Kita harus menangkap Kim Seung Yoo!
Suyang : Lalu bagaimana dengan sakit Putra Mahkota?
Lady Yoon yakin kalau Putra Mahkota pasti akan segera sembuh. Di saat seperti ini, Yang Mulia harus menunjukkan keteguhan sebagai Raja. Pasti ada banyak orang yang akan melawan Yang Mulia, tapi kita sudah memikirkan ini sebelumnya, ya kan?
(Hwang, atau P. Yi Hwang atau Haeyang Dae Gun, kelak akan menjadi Raja Yejong)
Lalu ia merapikan baju Seung Yoo.
Seok Ju geleng2 kepala, apa kau sebahagia itu? Seung Yoo nyengir dan Seok Ju geli, aigoo..orang ini ternyata tahu bagaimana cara tersenyum. Seung Yoo terus saja tersenyum lebar.
Mereka melihat pasukan Hanseong memeriksa setiap orang di Mapo dan Seung Yoo berbalik, kita harus mengubah jalur kita.
Chil Gu kaget, Tuan Putri? Yang biasa tinggal di istana? Tentara itu membenarkan dan minta Chil Gu lapor jika tahu sesuatu, ada hadiah besar.
Chil Gu segera menghubungkan semua yang ia lihat, Se Ryung yang mengenakan baju gungnyeo, Se Ryung yang dengan berani menamparnya, lalu Se Ryung yang tadi pagi mencuci bersama Ah kang.
Seok Ju kaget : Jumak?
Park Heung Su tampak marah dan waspada, siapa kau?
Park Heung Su marah, siapa kau beraninya mengatakan nama Jendral "Dae Ho"?
Seung Yoo : Anda mungkin tidak ingat, tapi saya adalah Kim Seung Yoo. Ayah saya bernama Kim Jong Seo.
Wajah Park berubah tapi ia tidak percaya, jangan omong kosong, semua keluarga Jendral Dae Ho sudah meninggal, pergi!
Seung Yoo mengingatkan Park satu kejadian, saat saya masih muda. Saya melihat anda sekali di Hamgil-do. Anda tertembak, dan sekarang anda tidak bisa jalan seperti orang normal. Saat itu Ayah sendiri merobek bajunya untuk meredakan sakit di kaki anda. Saya masih ingat dengan jelas peristiwa itu.
Seung yoo mengangguk.
Park menangis, Tuan Muda! Tuan Muda, anda benar2 masih hidup!
Seung Yoo memohon Tuan Park membantu mereka. Bukankah masih banyak anak buah ayah di Chong Tong Wi?
Park : Semua orang yang dulu setia dengan Jendral "Dae Ho" semua sudah dipindah dan semua hanya ingin bertahan hidup. Jadi mereka semua hidup dengan menyepi.
Seung Yoo tidak mendesak, ia tahu untuk melawan Suyang pasti akan jatuh banyak korban. Saya tidak memaksa anda, tapi tolong pertimbangkan.
Park minta waktu berpikir dan Seung yoo janji akan datang lagi.
No Geol : Siapa?
Chil Gu : Wajahnya cantik sekali dan aku melihatnya mengenakan baju pelayan tadi.
No Geol : Ah..Yang Mulia, Sang Putri. Jangan pusingkan dia, dia akan segera pergi.
Chil Gu langsung waspada, Putri? Apa wanita itu Sang Putri? No Geol sadar sudah salah bicara lagi, ia cepat2 meralat, ah wanita itu secantik putri. Tapi Chil Gu sudah dapat yang ia inginkan.
Shin Myun kesal : Keluar!
Chil Gu jalan keluar tapi sambil bicara sendiri, kemana tadi Sang Putri berada?
Ah Kang : Kau jangan mencucinya terlalu keras seperti itu. Nanti akan jadi bubur jika seperti itu. Itu kata ibuku.
Ah Kang tersenyum sambil mengangguk-angguk.
Se Ryung tersenyum dan mengangguk.
Shin Myun : Pria gila?
Chil Gu : Itu...yang tidak banyak bicara, punya keahlian pedang tinggi, berpakaian hitam-hitam, pria itu.
Shin Myun tahu persis siapa pria itu. Ja Beon lapor semua pasukan siap dan Shin Myun langsung berangkat.
Seok Ju komen, apa Tuan Putri suka barang2 murah seperti itu?
Seung Yoo : Dia bukan wanita yang suka hal-hal mewah.
Seok Ju menggoda : Benarkah?
Seung Yoo hanya tersenyum memandang garakjinya.
Se Ryung dan Cho Hi kaget. Tapi Cho Hi menyuruh Se Ryung sembunyi dulu, baru bicara nanti. Se Ryung membawa Ah Kang sembunyi bersama No Geol.
Se Ryung akan keluar, hanya jika aku keluar maka ini semua akan berhenti.
Se Ryung jalan pergi, No Geol mencegahnya jika kau keluar dan tertangkap, kau dan kakak akan berakhir juga.
No Geol mengerti. Ah Kang mencoba menahan Se Ryung, Se Ryung tersenyum dan membelai wajah Ah Kang lalu pergi.
Cho Hi marah, hentikan, kau juga sebaiknya membunuh aku. Bunuh aku dulu! Mu Yeong menahan Cho Hi, jangan seperti ini kakak.
Se Ryung tiba2 muncul, hentikan!
Shin Myun : Akhirnya anda keluar.
Se Ryung : Aku masuk kesini sendiri dan akan keluar sendiri. Mereka tidak tahu siapa diriku, jangan melibatkan mereka. Jika kau janji, aku akan mengikuti Petugas Shin dan kembali ke istana diam-diam.
Shin Myun marah dan tetap memerintah untuk menghancurkan gibang itu. Se Ryung teriak, apa yang kau lakukan?
Shin Myun : Ini adalah tempat persembunyian Kim Seung Yoo. Hancurkan semuanya sampai ia keluar!
Shin teriak : Bawa Yang Mulia keluar dari sini!
Shin Myun tidak bersikap sopan lagi, ia memerintah anak buahnya menyeret Se Ryung keluar dari Bing ok Gwan.
Se Ryung marah, ia teriak, lepaskan aku! Lepaskan!
Se Ryung : Apa yang akan kau lakukan pada orang2 tidak bersalah ini? Hentikan segera! Segera!
Shin Myun murka : Hanya jika aku menangkap Kim Seung Yoo maka aku akan berhenti.
Se Ryung marah sampai gemetaran : Memperlakukan orang tidak bersalah dengan kejam, kau dan ayahku benar2 sama.
Setelah Se Ryung pergi, wajah Shin Myun tampak berubah. Tapi kata2 Se Ryung berhasil menghentikan penghancuran Bing Ok Gwan.
Suyang : hmm..
PM Sung : Tolong ampuni kakak.
Suyang minta PM tidak memikirkan masalah itu. PM berkata jika kakak juga meninggalkan ayah, Ayah pasti sangat kesepian.
Suyang berkata ia masih punya PM. PM hanya bisa minta maaf. Kasim lapor kalau Se Ryung sudah pulang.
Lady Yoon kesal : Se Ryung! Tolong, jangan menentang Ayahmu. Dia tidak akan mengampunimu lagi.
No Geol menjelaskan kalau Tuan Putri pergi secara sukarela demi menyelamatkan mereka. Seung Yoo ingin tahu kemana dan siapa yang membawa Se Ryung.
No geol : Kudengar Petugas Hanseongbu, yang sudah membawanya. Putri minta aku mengatakan padamu, kalau ia pasti akan kembali ke sisimu. Jangan terlalu sedih dan teruskan rencana yang besar.
Suyang : Dimana Kim Seung Yoo?
Se Ryung : Saya tidak akan menjawab ini.
Suyang marah : Jawab aku dengan jujur. Dimana Kim Seung yoo?
Se Ryung : Saya sudah berkata saya tidak akan menjawabnya.
Suyang : Apa kau harus melihat..orang-orang yang menyembunyikanmu dan Kim seung Yoo dipenggal, sebelum kau menjawab?
Se Ryung : Apa anda ingin menumpahkan darah orang tidak bersalah lagi? Kapan anda akan berhenti dengan kekejaman itu?
Jika itu terjadi pada anak Yang Mulia, apa Yang Mulia akan sadar?
Jika kau benar2 ingin memutuskan hubungan denganku..Baik! Sekarang sudah putus!
Suyang teriak memanggil Shin Myun. Shin Myun masuk.
Suyang : Tidak akan ada pernikahan antara kau dan Tuan Putri.
Shin Myun terperanjat. Se Ryung tampak heran.
WHAT?!
PM [1], [History], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17], [18], [19]
Dari dulu mo nanya mba tirza pinter bahasa korea y?pa prnah tinggal disna? Biz mba tirza klo bikin sinopsis detail bgt mpe sejarahY ma istilah koreaY :-) slm kenal jga ri saya :-) makasi sinopY jga
ReplyDeletewow !! ending yang benar2 membuat shock ><
ReplyDeleteendingnya knp ya?? sad ending t??
ReplyDeleteWAHH...KEREN....SINOPSISNYA KAK...
ReplyDelete