Anak buah Han menyamar menjadi pelayan di keluarga Suyang. Mereka tidak menyadari Seung Yoo yang menyusup dan menyamar jadi pelayan.
Seung Yoo belum pernah masuk kediaman Suyang, tapi karena setiap kediaman diatur berdasarkan ajaran Konfusianisme, Seung yoo tidak akan sulit menemukan kamar putri pertama dalam satu keluarga. Karena biasanya kamar2 mereka disusun berdasar urutan tertentu.
Se Ryung merasa ini ironis sekali, karena justru itu adalah nasihat Seung Yoo saat pertama kali mereka bertemu.
Se Ryung sendirian dan memandangi bayangannya di cermin, ia ingat kata2 Seung yoo di dekat air terjun, jika tanpa ragu kita bisa berjanji untuk bersama sampai maut memisahkan kita, maka itu cinta.
Se Ryung menoleh dan sadar ada orang dibelakangnya. Tapi terlambat.
Seung Yoo membungkam mulut Se Ryung dan mengikatnya kuat. Se Ryung berusaha melepaskan diri dan menendang meja rias. Seung Yoo melepaskan kantung kain dan memasukkan Se Ryung ke dalamnya.
Shin Myun dan para tamu sudah tampak gelisah karena Se Ryung tidak juga keluar. P. Suyang memberi tanda pada istrinya untuk melihat. Lady Yoon mengerti dan masuk ke dalam.
Lady Yoon datang dan marah pada Yeo ri, kalau Se Ryung tidak mau keluar kau seharusnya menyeret dia.
Lady Yoon membuka pintu kamar Se Ryung dan kaget. Karena Se Ryung tidak ada, kamar dalam kondisi berantakan.
Lady Yoon : Dia tidak pergi sendiri kan?
P. Suyang menanyakan sepatu Se Ryung dan Yeo Ri membenarkan kalau itu memang milik nonanya.
Shin Myun langsung tahu kalau ini penculikan.
Yeo Ri dan Se Jeong lari menolong Lady Yoon.
P. Suyang murka, siapa yang berani..siapa berani menyentuh putriku?!
Shin Myun bergegas pergi, ia akan mengejar penculik Se Ryung.
P. Geum Sung ada di belakang mereka. Ia mendengar apa yang terjadi.
Ja Beon mengerti dan segera berangkat.
Para tamu bingung, apa yang terjadi kenapa penundaan-nya lama sekali. P. Geum Sung segera memberi kode pada anak buahnya untuk pergi, misi dibatalkan.
Han Myung Hoe juga terlambat menahan mereka.
P. Suyang dan Lady Yoon keluar, ia minta maaf karena putrinya tiba-tiba muntah-muntah dan pusing. Putriku itu mungkin tahu kalau ayahnya belum rela membiarkannya pergi. Aku seharusnya tidak cemburu pada menantuku. Penyebab sakit putriku pasti akan segera kuselidiki. (Suyang mengatakan ini sambil melihat P. Geum Sung penuh arti)
Jadi aku minta maaf karena kalian semua sudah jauh-jauh datang dan justru menghadapi hal ini.
P. Suyang janji akan mengundang para tamunya lagi. Dan tolong jangan menolak hadir. P. Suyang juga minta semuanya menyantap hidangan pesta yang sudah mereka siapkan.
Ja Beon tanya ke penduduk sekitar apa ada yang melihat tandu atau kuda lewat sini, dan ia mendapat laporan kalau ada kuda yang membawa kantung kain besar menuju dermaga Mapo.
Shin Myun bergegas pergi.
Seung Yoo bersembunyi sebentar dari No Geol yang sedang cuci muka, lalu segera masuk ke dalam gudang yang paling belakang.
Mu Yeong jalan di belakang No Geol dan menepuk pantat No Geol, hahaha..setelah itu pergi.
Cho Hi kesal dan memukul belakang kepala No Geol, jangan sembarangan atau tidak usah makan!
Seok Ju juga memukul kepala No Geol. No Geol kesal, baiklah, aku tidak akan makan!
Seok Ju bingung, kertas...tinta?
No Geol menjelaskan, maksudnya kertas, kuas..aku benar kan? Soaeng segera menghambur mencari kertas, tinta dan kuas untuk Orrabeoninya.
Kwon Ram : Apa mungkin Geum Sung Dae Gun?
P. Suyang berpikir mungkin P. Geum Sung sengaja membocorkan rencana palsu untuk melakukan ini diam-diam. Suyang minta maaf tidak mengatakan kalau P. Geum sung punya rencana membunuhnya.
Shin Suk Joo mengerti, P. Suyang merahasiakan ini karena tidak perlu mengatakannya. Tapi, apa maksudnya semua ini pekerjaan P. Geum Sung.
Han Myung Hoe berkata ini bukan perbuatan P. Geum Sung. Untuk apa ia mengungkapkan rencana pemberontakan dan menculik Nona Se Ryung, dia sama sekali tidak akan mendapat keuntungan apapun. Ini pekerjaan orang lain.
Suyang heran : Orang lain?
Semua heran, selain P. Geum Sung siapa yang melawan Pangeran? Musuh yang tidak kita ketahui..
Eun Geum menenangkan Putri, Yang Mulia, dia pasti kembali dengan selamat, tolong bersabar. (Eun Geum tahu kalau Putri mencemaskan Jung Jong haha..kalau dipikir, P. Kyung Hye dan Jung Jong ini seperti Full House-nya Joseon, bisa jadi drama sendiri nih..)
Putri kaget, bagaimana bisa. Jung Jong menjelaskan, ada orang lain yang menculik Se Ryung.
P. Geum Sung : Karena pengantin wanita tiba-tiba menghilang, pernikahan-nya ditunda dan rencana kita tidak bisa diteruskan.
Putri Kyung Hye : Siapa sebenarnya yang melakukan itu?
Jung Jong tiba-tiba ingat pelayan yang mirip Seung Yoo, tapi ia merasa tidak mungkin dan menggeleng. Putri tanya ada apa.
Jung Jong menjelaskan ia melihat pria mirip Seung Yoo di rumah Suyang. Tapi Putri langsung berkata tidak mungkin, ini mungkin karena kau sangat merindukan Seung Yoo. Jung Jong hanya mengangguk saja.
Kembali ke kediaman Suyang. Han Myung Hoe berkata mereka tidak bisa duduk menunggu saja. Han ingin segera menangkap P. Geum Sung, karena dalang penculikan Nona Se Ryung bisa saja P. Geum Sung.
Han : Tolong perintahkan petugas Hanseong untuk menahan P. Geum Sung.
Anak buah Shin Myun pergi ke kediaman P. Kyung Hye dan berkata kalau mereka mendapatkan perintah menahan P. Geum Sung. Perintah P. Suyang.
Jung Jong dan Kyung Hye tidak bisa berbuat apa-apa saat P. Geum Sung dibawa pergi.
Danjong terkejut, Paman Geum Sung dipenjara?
Jung Jong menjelaskan kalau itu perintah P. Suyang pada kantor Hanseong.
Danjong kesal, sekarang dia bahkan tidak membicarakan apapun denganku sebelum bertindak.
Jung Jong merasa bersalah, ia tukar pandang dengan P. Kyung Hye. Lalu menjelaskan kalau P. Geum Sung memang merencanakan pemberontakan melawan Suyang.
Danjong : Pemberontakan?
Jung Jong : Sebenarnya, rencana menyingkirkan P. Suyang akan dilakukan saat pernikahan, tapi pernikahan itu tiba-tiba dibatalkan dan akhirnya kami tidak bisa melakukannya dengan lancar.
Danjong : Jadi ini artinya, rencana Paman Geum Sung diketahui oleh Paman Suyang?
Keduanya membenarkan dengan wajah bersalah.
Jung Jong : Pelayan anda merasa takut.
Danjong memerintah untuk memindahkan P. Geum Sung ke Nae Geum Bu (Biro Penyelidik Kerajaan), jika ia tetap di Hanseong, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi padanya. Kita tidak bisa kehilangan P. Geum sung juga.
Seung Yoo menghela nafas.
No Geol : Aku?
Muyeong : Lalu, apa kau mau orang lemah seperti aku melakukannya?
No Geol tidak percaya, Lemah? Kita punya barang yang sama..hahaha (No Geol-Mu Yeong ini lucu banget)
Muyeong mengancam No Geol, kalau masih berani bicara ngawur, ini akan jadi pemakamanmu. No Geol akhirnya mengalah. Muyeong minta No geol membawa barang2 itu ke gudang belakang.
No Geol dan Mu Yeong bengong, ada apa dengannya? Terima kasih hyung!
Mu Yeong : Dia tidak bereaksi pada api, dan biasanya sedingin es.
Seok Ju mendengar ini dan tampak curiga.
Seung Yoo memandangi Se Ryung dan menghela nafas. Ia tidak sadar kalau Se Ryung sudah siuman.
Tapi Seung Yoo sangat cepat, ia reflek berbalik dan menahan tangan Se Ryung.
Se Ryung bisa melihat dengan jelas wajah Seung Yoo, ia syok. Se Ryung hanya bisa diam saja sambil memandang Seung Yoo dengan mata lebar.
Seung Yoo diam saja, tidak melihat mata Se Ryung. Dengan wajah dingin terus saja bekerja menyelesaikan ikatannya.
Se Ryung : Aku pikir kau sudah meninggal saat kapal itu tenggelam. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?
Mata Seung Yoo tiba-tiba berkilat marah. Se Ryung tanya lagi, kau masih hidup tapi mengapa kau tidak...
Se Ryung menunduk, ia merasa bersalah.
Seung Yoo menyindir, benar2 pasangan serasi.
Se Ryung perlahan menatap mata Seung Yoo. Seung Yoo menyerang Se Ryung dengan kata-kata, bukankah kau memintaku untuk kembali hidup-hidup untuk membunuhmu?
Se Ryung : Guru.
Seung Yoo : Bukankah kau berkata kalau kau akan menunggu hari dimana kau akan mati di tanganku?
Seung Yoo menyeringai, apa itu hanya omong kosong? Hari yang kau tunggu akhirnya tiba. Tunggu saja, aku akan segera membunuhmu.
Seung Yoo murka, ia langsung mencekik Se Ryung, terus saja panggil aku seperti itu...jika kau mau mati saat ini. (Astaga..Seung Yoo bisa benar2 membunuh Se Ryung, ia sedang gelap mata.)
Seung Yoo mendorong Se Ryung kembali ke tanah lalu keluar dengan marah.
Se Ryung duduk dan teringat kata2 Seung Yoo, Se Ryung tampak putus asa.
Shin Myun : Kami kesini mencari pria misterius.
So Aeng menemui Shin Myun dan berkata kalau disini tidak ada pria misterius, hanya ada pria hidung belang. Orabeoni, kenapa anda tidak masuk dan mencicipi anggur Bing Ok Gwan sebelum pergi?
Shin Myun memerintah : Masuk ke dalam dan cari!
Ja Beon dll : Ya, Tuan.
Shin Myun masuk dan memerintah agar semua tidak bergerak.
No Geol pucat pasi dan mulai gugup. Seok Ju memegang tangan No Geol untuk menenangkannya.
Cho Hi langsung mendekat, apa ada yang bisa dibantu? Jika anda ingin minum, silahkan duduk. Jika ingin mencari gadis2 kami, maka mohon tunggu sebentar.
Cho Hi berkata tidak ada yang seperti itu. Tapi Shin Myun tidak peduli dan memerintah untuk mencari dengan menyeluruh.
Seung Yoo melihat Shin Myun dan pasukannya, ia menyelinap dan beberapa kali berhasil menghindari Shin Myun.
Tentara 2 menjawab entahlah, mungkin ia diseret kesini dengan paksa.
Seok Ju tiba-tiba menyadari sesuatu.
Se Ryung melihat Shin Myun dari celah pintu, tapi ia tidak berusaha memanggil bantuan. Se Ryung justru mundur dan mencari tempat sembunyi.
Shin Myun hampir menyelidiki gudang saat terdengar teriakan, Siapa itu? Tangkap dia! Shin myun mengejar orang yang lari itu. Orang itu No Geol yang mengalihkan perhatian.
Mereka ditahan Seok Ju. Se Ryung dan Seung Yoo kaget.
Seung Yoo diam saja.
Seok Ju kesal dan teriak, jawab aku!
Seung Yoo : Ya.
Menggunakan wanita yang tidak bersalah dan lemah sebagai umpan, cara pembalasan dendam kotormu ini benar2 tindakan rendah. Apa kau tidak merasa malu...pada ayahmu yang kau hormati dan membuatmu sangat berduka itu?
Seung Yoo marah, hati-hati dengan kata2mu.
Seung Yoo jalan pergi. Seok Ju melihatnya dengan pandangan cemas. No Geol masuk dan mengeluh, kakak, kukira aku sudah mati tadi saat pasukan menangkapku, kenapa kau memintaku melakukan hal berbahaya seperti itu?
Seok Ju diam saja dan tidak menanggapi No Geol, ia pusing dengan Seung Yoo.
"Itu adalah satu-satunya peninggalan yang kumiliki dari orang yang kucintai. Itu lebih penting dari nyawaku, kumohon kembalikan padaku."
Tapi Se Ryung diam saja, ia tidak mau berdiri. Se Ryung melepaskan tangannya, lepaskan aku! Se Ryung marah, meskipun ini sudah hancur berkeping-keping, bagiku ..ini mewakili orang yang memberikan seluruh hatinya yang tidak bercacat padaku.
Seung Yoo diam saja.
Se Ryung menahan tangis, dan mulai ganti baju. Seung Yoo tidak tahan lalu jalan keluar.
Se Ryung melihat Shin Myun dan Ja Beon. Mereka masih mencari di daerah sekitar. Lalu pergi karena tidak menemukan apa-apa.
Seung Yoo menarik Se Ryung turun dan mengikat tangannya. Semua dilakukan dalam diam dan dengan wajah cemberut.
Se Ryung juga tidak mengeluarkan keluhan sedikitpun. Gadis ini juga keras kepala haha...Ia berusaha berdiri sendiri dengan tangan masih terikat.
Seung Yoo melihatnya beberapa saat, lalu mendekat dan menarik Se Ryung berdiri dengan kasar. Seung Yoo melepaskan ikatan Se Ryung.
Mereka duduk dalam diam. Seung Yoo tanpa sadar melihat ke arah Se Ryung dan pandangannya terlihat sedikit cemas.
Seung Yoo (dengan gengsi) : Jangan berprasangka.
Se Ryung : Kapan kau akan membunuhku?
Seung Yoo : Aku adalah umpan yang membuat ayahku terbunuh. Kau juga akan menjadi umpan yang membunuh ayahmu. Kenapa? Meskipun ayahmu sangat keji, kau tetap tidak ingin ia mati?
Ayah yang tangannya berlumuran darah orang lain, apa kau benar2 menyayanginya?
Seung Yoo ngamuk, jangan melihatku dengan wajah seperti itu!
Seung Yoo : Bagaimana aku...bagaimana aku bisa membuatmu mengerti kata2ku ?
Oh dear...this scene makes me speechless...
Se Ryung melihat bayangan Seung Yoo di pintu dan mengulurkan tangan membelai bayangan itu.
Suyang berkata kalau sebenarnya ia adalah sasarannya. Kita harus menangkapnya dan aku akan membuatnya membayar karena meremehkan aku.
Pasukan Suyang segera mengejar orang itu yang bukan lain adalah Seung Yoo. Seung Yoo berhasil melarikan diri dari kejaran.
Shin Suk Joo memperingatkan anaknya, Myun.
Mereka juga masih ragu akan mengerahkan pasukan atau tidak, karena mungkin justru akan membuat situasi semakin buruk. Tapi mereka juga tidak bisa mengirim P. Suyang pergi sendiri ke tempat bahaya.
Shin Myun : Apa kita akan membiarkannya mati begitu saja?
Suyang menenangkan semua orang dan bertekad akan pergi, ia sudah memutuskannya.
Seung Yoo lari keluar dengan panik, ia mencari Se Ryung.
Seung Yoo menepis mangkuk itu dari tangan Se Ryung (huuu..sudah susah payah diambilkan air.) Ia mengeluarkan tali dan mengikat tangan Se Ryung.
(Baru kali ini ada korban yang mengambilkan air untuk penculiknya hahaha..)
Se Ryung : Kekejaman yang dilakukan ayahku memang tidak bisa dimaafkan.
Tapi orang yang mencegah guru dipenggal juga adalah ayah.
Seung Yoo : Sepertinya kau masih tidak mengetahui siapa sebenarnya ayahmu itu. Menggunakan pengasingan sebagai samaran, semua musuh ayahmu, termasuk aku, akan dibunuh, sekaligus.
Se Ryung terbelalak, ini pertama kalinya ia tahu cerita sebenarnya.
Sung ingin ikut tapi Suyang melarangnya. Suyang minta Sung dirumah dan menjadi kepala Keluarga saat ia tidak dirumah.
Sung : Pastikan kembali bersama kakak.
Suyang : Jangan khawatir.
Shin Myun : Kalau seperti ini, nyawa Nona ada dalam bahaya.
Shin Myun akhirnya mengiyakan.
Ja Beon heran bukankah tadi P. Suyang memerintah untuk menangkapnya hidup2?
Shin Myun marah : Aku ini atasanmu. Kau ikuti saja perintahku, mengerti!
Ja Beon minta maaf, ya saya mengerti.
Se Ryung : Mengapa kau tidak ingin hidup?
Seung Yoo : Selama aku bisa membunuh semua keluargamu dan membalas dendam keluargaku, aku tidak peduli meskipun aku mati.
Se Ryung : Keponakan kecilmu dan kakak iparmu, menunggu Guru dengan gelisah. Mereka bersembunyi di tempat aman. Pergi dan carilah mereka.
Se Ryung berusaha membuat Seung Yoo percaya, ini benar. Ini sungguh benar. Pergi dan temui mereka, lalu pergilah bersama Ah Kang dan kakak iparmu. Itu adalah jalan yang seharusnya guru ambil.
Seung Yoo marah, kau! Kau benar-benar..
Seung Yoo membawa Se Ryung ke lokasi yang ditentukan, diatas batu karang.
Se Ryung melihat sekeliling, ia mencemaskan Seung Yoo.
Se Ryung menggelengkan kepala, ia ingin Seung Yoo tidak melanjutkan rencananya. Tapi akhirnya Se Ryung menutup mata, pasrah.
Seung yoo dan Se Ryung kaget, mereka tidak menyangka Suyang benar2 datang.
Suyang : Pengecut yang menutup wajahnya di depan orang lain, masih berani menantangku?
Seung Yoo : Harga untuk menyelamatkan putrimu adalah...nyawamu.
Suyang : Ya, Aku tahu.
Cepat dan biarkan dia pergi. Ambil nyawaku. Panah itu seharusnya diarahkan padaku, ya kan?
Seung Yoo langsung mengalihkan sasarannya. Suyang berseru, kenapa kau ragu-ragu? tembakkan panahnya. Kenapa kau tidak menembak?
Benar saja, Shin Myun melepaskan anak panahnya ke arah Seung Yoo.
Se Ryung melihat sekeliling dan tanpa berpikir lagi, ia lari ke arah tubuh Seung Yoo sebelah kanan. Bagian yang terbuka untuk diserang.
Se Ryung membiarkan punggungnya sebagai tameng. Panah Shin Myun langsung menghujam punggung Se Ryung tanpa ampun.
Seung Yoo menahan tubuh Se Ryung yang merosot jatuh ke atas batu, ia tidak percaya dengan tindakan Se Ryung..
PM [1], [History], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13]
Hikss....
ReplyDeleteMakasih mbak tirza wlo dah nonton tpi te2p baca sinopsis mbak tirza...biar lebih apdooollll.. :D
Semangattttt!!!!!
se ryung aneh bgt yaaaa....
ReplyDeletemana ada orang yang di culik ikutan berkonspirasi sama penculiknya....
it's all because of love
Scene yang bikin ka` Tirza speechless, bikin aq bercucuran air mata (hihi lebay yaa)
ReplyDeleteScene terakhir juga, walopun tanpa dialog, tp mata mereka tuh... hadduuuu
top bgt emang akting mreka berdua...
Makin seruuu Ka`... smangat ya buat lanjutin bikin sinopsisnya ^_^
serrrruuuu bangetttt lanjut2 mbakkk
ReplyDeletebikin deg2an aj,kim seung yu jdi gak menentu tuh perasaannya
ReplyDeletetapi klo dilihat dr perwatakannya P.sun yang, dia termasuk orang yg sayang sama putrinya, keluarganya.....
ReplyDeletehanya kelemahannya, ambisinya yg terlalu besar utk menjadi seorang raja