P. Suyang datang dan minta Seung Yoo menembaknya saja lalu melepaskan putrinya. Suyang membentak, tembakkan panahnya, kenapa kau tidak menembak?
Seung Yoo menahan Se Ryung, ia tidak mengira Se Ryung akan melakukan ini. Tubuh Se Ryung merosot jatuh ke atas batu.
Tangan Se Ryung terulur ke arah wajah Seung Yoo, berusaha menyentuhnya.
Suyang lari menolong putrinya, ia ketakutan dan panik sekali. Suyang menangis sambil berusaha menyadarkan putrinya, Se Ryung..buka matamu. Se Ryung..
Suyang memerintah Shin Myun untuk mengejar pelakunya. Shin Myun mengerti dan segera pergi bersama pasukannya.
Yeo Ri menangis, Nona bangunlah.
Shin Myun : Sepertinya dia melindungi orang itu.
Shin Myun bertekad akan menangkap orang itu sendiri. Suyang setuju, ya tentu saja.
Suyang : Bukan saja dia menyelinap ke rumah kami dan menculik Se Ryung. Dia juga mengancam Se Ryung dan bahkan berusaha membunuhnya. Dia tidak boleh diremehkan. Bukan hanya demi Se Ryung, tapi juga aku. Kita harus mencari tahu siapa dia.
Ja Beon menghadap mereka dan berkata mereka menemukan gaun pengantin di dekat dermaga Mapo. Mereka memperlihatkannya pada Lady Yoon yang membenarkan kalau itu memang gaun pengantin Se Ryung.
Shin Myun : Tolong jangan mengatakan itu.
Lady Yoon : Aku seharusnya tidak menangis, tapi melihat gaun ini...menyakitkan hatiku.
Shin Myun : Apa anda yakin ini gaun pengantin Nona?
Lady Yoon : Dia terlihat cantik dalam gaun ini, tapi kau bahkan tidak punya kesempatan melihatnya..
Shin Myun segera keluar dan akan berangkat menuju Mapo. Ja Beon tanya kapan Nona akan bangun.
Shin Myun berkata kalau Se Ryung akan segera sadar. Ini melegakan. Kalau Nona sadar, kita bisa mendapatkan informasi tentang penculiknya. Ayo pergi ke pelabuhan Mapo.
Seok Ju ada di dekat situ dan mendengar kata-kata Shin Myun. Ia pergi mencari Seung Yoo.
Seung yoo tertegun.
Seok Ju menyambung sambil menghela nafas, dia masih hidup. Aku dengar dari petugas disana.
Seung Yoo jelas lega, tapi ia berbohong : Dia mati atau hidup, tidak ada hubungannya denganku.
Seok Ju tidak percaya, apa kau benar2 menculiknya untuk balas dendam? Atau...kau tidak ingin melihatnya menjadi istri orang lain? Pikirkan baik-baik! Kau bahkan tidak tahu apa yang kau inginkan, tapi kau masih saja bicara tentang balas dendam...
Seung Yoo diam saja.
Ja Beon : Ada lusinan gibang dan distrik gisaeng di dekat pelabuhan Mapo.
Shin Myun minta Ja Beon mencari ketua geng di daerah ini. Mencari orang akan lebih mudah lewat dia. Ja Beon mengerti.
Seorang petugas datang memanggil Shin Myun kembali. P. Suyang mengadakan pertemuan penting.
Tapi mereka tidak peduli, Kita temukan penjahat aslinya atau tidak itu tidak penting. Tidak masalah jika tidak ditemukan. Bahkan jika kau menemukan orang itu, kau bisa memaksanya mengatakan kalau P. Geum Sung yang ada di belakang semua ini.
Ini suatu kesempatan, ya kan? Yang Mulia sudah berusaha keras untuk menyelamatkan P. Geum Sung.
Suyang ingin tahu dimana Geum Sung. Shin Suk Joo berkata kalau Sekretariat Kerajaan sudah menahan perintah Raja untuk Nae Geum Bu. Agar P. Geum Sung tetap ditahan di Hanseong.
Semua geli, meskipun ia berjuang, dia tidak bisa lolos dari tangan P. Suyang.
Ayahnya memperingatkan Shin Myun dan Han berkata kalau Jung Jong juga kaki tangan P. Geum Sung yang akan melakukan pemberontakan untuk membunuh P. Suyang.
Shin Myun : Dia hanya datang sebagai hu haeng-ku..sebagai temanku.
Han : Kau bisa menanyakan-nya sendiri pada Pangeran Pendamping. Saat pernikahan, orang yang ia bawa sebagai Hu Haengmu adalah tentara yang dipimpin Geum Sung di Chong Tong wi.
Kau akan dengan mudah mengetahuinya.
Shin Myun tidak percaya, bagaimana mungkin?
Han : Apa kau masih menganggap Pangeran Pendamping sebagai temanmu?
P. Kyung Hye syok, panah?
P. Kyung Hye bertambah terperanjat saat dengar seruan dari luar, Penjahat Jung Jong ditahan!
Shin Myun : Karena menculik Putri P. Suyang dan untuk bekerja sama membunuh P. Suyang. Pangeran Pendamping harus ditahan ke Hanseong.
Jung Jong menenangkan istrinya, dan berkata dengan kalem : Aku akan pergi bersamamu. Beri aku waktu sebentar.
Jung Jong : Tolong dengarkan aku, Tuan Putri. Kau harus tetap disini.
P. Kyung Hye : Tidak. Aku tidak akan membiarkan mereka membawamu pergi.
Jung Jong : Dengarkan aku. Aku pasti akan kembali. Aku tidak mau kau melihatku dibawa pergi.
Jung Jong berseru memanggil Eun Geum, kau disana? Eun Geum mengiyakan dari luar kamar. Jung Jong minta Eun Geum menajga Putri. Kau tidak boleh meninggalkan Putri biarpun cuma sebentar.
Eun Geum mengerti.
Jung jong memaksakan tersenyum pada P. Kyung Hye. Lalu berbalik. Tiba-tiba P. Kyung Hye menahan lengan baju Jung Jong.
Jung Jong berbalik dan menahan perasaannya, ia menghapus air mata Kyung Hye. Lalu jalan pergi. Meninggalkan istrinya yang menangis terisak. Putri sepertinya mulai benar2 mencintai Jung Jong.
Shin Myun mengijinkannya dan mereka jalan bersama.
Shin Myun : Tidak seperti aku saat menjadi Hu Haengmu, kau tidak pergi ke pernikahanku dengan senang hati. Apa benar?
Jung Jong tidak percaya, Apa kau merasa dikhianati hanya karena masalah kecil itu? Dibandingkan Seung Yoo, yang mati setelah kehilangan keluarganya dengan tragis, penghianatan yang kau rasakan bukan apa-apa dibanding itu.
kalau aku lebih buruk dari binatang buas.
Jung Jong : Bukankah itu pilihanmu menjadi binatang buas?
Shin Myun : Lagipula, kau bukan lagi temanku.
Jung Jong : Kenapa kau menangkapku? aku tidak mungkin terlibat penculikan. Kau tahu itu dengan baik. Suyang hanya ingin membunuh P. Geum Sung dan aku. Kau sudah tahu kalau ia menimpakan kesalahan pada kami.
Orang yang mengaku temanku, sekarang menangkapku, ya kan? Jika kita saling membunuh, bagaimana kita bisa menyebut diri kita sebagai teman?
Shin Myun tidak bisa menjawab, ia hanya berseru, ayo jalan!
Geum Sung tahu kalau pihak Suyang sudah mengambil keputusan. Jung Jong minta P. Geum Sung menguatkan diri.
P. Geum Sung mencemaskan keponakan-nya, bagaimana Tuan Putri bisa menahan ini..mereka bahkan menyeretmu ke penjara.
P. Kyung Hye ada di kamar Jung Jong, meratap. Eun Geum menghiburnya, ia minta Putri istirahat saja.
P. Kyung Hye : Bagaimana aku bisa tidur dalam situasi ini?
Se Ryung menanyakan Seung Yoo, dia..dimana dia?
Yeo Ri bingung, Nona..
P. Suyang dan Lady Yoon sepakat untuk menunda pernikahan Se Ryung sampai lukanya sembuh. Yeo Ri menghadap dan lapor kalau Se Ryung sudah sadar.
Yeo ri mengiyakan, Nona mengatakan hal aneh saat sadar, tapi ia sepertinya sudah baik-baik saja sekarang.
Lady Yoon ingin menemui Se Ryung, tapi P. Suyang ingin menemuinya lebih dulu. Lady Yoon mengerti.
Se Ryung mengingat semua perkataan Seung Yoo tentang ayahnya. Se Ryung memikirkan semuanya.
Di otak Se Ryung masih terdengar kata-kata Seung Yoo. Ia tidak berekspresi saat ayahnya menunjukkan rasa cemasnya.
P. Suyang : Lukamu pasti sangat sakit. Penjahat itu menyeretmu kesana sini selama 2 hari. Pasti kau sangat ketakutan. Apa kau melihat wajah orang itu? Apa dia adalah orang yang kau kenal? Apa kau ingat sesuatu?
Se Ryung : Saya tidak bisa melihat karena mata saya ditutp.
P. Suyang : Sebagai ayahmu, mungkin aku seharusnya tidak mendesakmu tentang ini, kita bisa membahasnya lagi lain kali.
Se Ryung : Apa yang terjadi dengan orang itu? Apa dia tertangkap?
Suyang sedikit heran, tapi ia berkata kalau teman orang itu muncul dan menyelamatkannya. Tapi Petugas Shin pasti akan menangkap orang itu. Jangan sampai ini membuatmu cemas.
Suyang membelai kepala Se Ryung, ayah pikir sudah kehilangan putri ayah. Jika aku benar2 kehilangan anakku, tidak akan ada artinya lagi meskipun aku mendapatkan seluruh dunia. Aku pergi dulu. Istirahatlah.
Se Ryung lega karena Seung Yoo selamat, tapi ia tetap diam sampai ayahnya keluar. Se Ryung juga tidak menunjukkan rasa tersentuh atas perhatian ayahnya.
Shin Myun : Tidak. Lebih penting melacak jejak orang itu. Kau sudah menemukan pimpinan geng disana?
Shin Myun ingin segera bertemu Gong Chil Gu. Ja Beon mengerti.
Soaeng : Orabeoni, tuliskan beberapa kata untukku, ya? Biar aku melihatnya.
Tapi Seung Yoo tidak bereaksi, dalam mimpinya ia melihat Se Ryung, Seung Yoo mimpi saat Se Ryung hampir menikamnya.
Seung Yoo menatap Soaeng dengan tajam. Lalu tiba-tiba Soaeng memeluk Seung Yoo. Dalam pikiran Seung Yoo, Se Ryung yang memeluknya : Setelah mengambil nyawaku, kumohon bangunlah dari mimpi buruk ini.
Soaeng meletakkan tangan Seung Yoo di dadanya! Astaga anak ini..
Chil Gu teriak memanggil Seok Ju, hyungnim! Kak seok Ju, keluarlah! Aku sudah bekerja keras untuk mengirim kakak ke dunia lain.
Chil Gu : Kau benar2 kembali hidup2. Bagaimana perasaanmu?
Seung yoo berdiri di depan mereka, mengukur kekuatan dan langsung menyerang. Seung Yoo dengan jurus aikido dan ninjitsu-nya melumpuhkan semua preman itu.
Cho Hi jelas mencemaskan Seok Ju, tapi hanya berkata kalau Seok Ju harus membayar untuk perbaikan gibang, kalau tidak pergi saja.
Chil Gu tanya lalu bagaimana, apa maksud Shin Myun.
Shin Myun janji akan memberikan semuanya, bukan hanya Mapo, tapi juga ibukota menjadi milik Chil Gu.
Chil Gu menyeringai.
Mu yeong juga heran, darimana Seung yoo mempelajari semua itu, apa dulu kau seorang Jenderal?
Seok Ju : Lalu siapa ayahmu?
No Geol : Kalian harus merahasiakannya, ayahku adalah..Harimau Besar, Tuan Kim Jong Seo.
Soaeng heran, siapa Kim Jong seo? Mu Yeong tidak kalah blanknya, bukankah tadi ia bilang itu ayahnya? Seok Ju dan Cho Hi hanya menggeleng.
Mu Yeong mengabarkan berita, apa kalian tidak mendengar berita? Ada yang menculik putri P. Suyang dan kalau pelakunya adalah Pangeran Pendamping.
P. Geum Sung : Apa hak Hanseong menyiksa seorang Pangeran?
Petugas berkata ini perintah P. Suyang.
P. Geum Sung marah, apa perintah P. Suyang lebih penting dari perintah Raja?
Eun Geum lapor kalau P. Geum Sung dan Jung Jong disiksa. P. Kyung Hye syok, dan hampir pingsan.
(Kenapa Kyung Hye tidak mengerahkan bantuan dari sisi ibunya/Permaisuri, biasanya mereka juga punya dukungan keluarga yang kuat. Aneh juga.)
Seung Yoo juga ada di depan kantor Hanseong dan mendengar semua. Seung Yoo kelihatan bersalah.
Suyang berkata kalau keduanya seharusnya dieksekusi dengan racun.
Danjong tidak mengerti, ia sudah memerintah untuk memindahkan P. Geum Sung ke Nae Geum Bu. Suyang membenarkan, tapi ia menghentikan pemindahan itu karena menurutnya, penjahat itu lebih baik bersama saja.
Danjong : Perdana Menteri, kau bilang mereka merencanakan pemberontakan. Aku tidak percaya kata2 itu.
P. Suyang : Yang Mulia, apa anda benar2 tidak tahu? Geum Sung Dae Gun, Pangeran Pendamping dan bahkan P. Kyung Hye juga terlibat. Apa Yang Mulia tidak tahu sama sekali?
Danjong : Kau benar2 tidak berniat membebaskan P. Geum Sung dan kakak ipar?
P. Suyang : Pelayan anda, demi Yang Mulia sudah melepaskan Tuan Putri. Jika anda berkeras, saya hanya bisa bertindak sesuai prinsip saya.
Danjong : Kim Jong Seo, Paman Anpyeong, Paman Geum Sung dan Pangeran Pendamping. Setelah membunuh mereka semua, siapa berikutnya? Apa bukan giliranku?
Danjong berkata dengan memelas, Paman, mengapa kau tidak bisa menjaga dan melindungiku sebagai Raja? Meskipun aku muda, aku akan bisa melanjutkan warisan ayah dan kakekku. Aku yakin bisa melakukan yang terbaik untuk negeri ini. Mengapa kau menolak memberiku kesempatan untuk membuktikannya?
Suyang : Tentu saja, itu mungkin terjadi. Tapi kita tidak bisa mengandalkan hanya pengharapan saja. Memikul beban dari kekuasaan negeri ini sangatlah sulit.
Danjong tidak bisa membantahnya.
Se Ryung masih merenungkan perkataan Seung Yoo. Yeo Ri masuk ke kamar dan Se Ryung segera menanyakan ayahnya.
Yeo Ri melarannya pergi, masalah yang ingin anda katakan, bisa menunggu sampai nanti.
Se Ryung : Aku tanya, apa Ayah sudah pulang?
Se Ryung kaget, Tuan Putri?
Putri Kyung Hye tiba-tiba berlutut. Membuat Suyang terpana. Putri memohon agar Suyang menyelamatkan P. Geum Sung dan suaminya. Mereka tidak ada hubungannya dengan penculikan Se Ryung.
Suyang tidak tertarik, meskipun keinginanmu menyelamatkan suamimu sangat menyentuhku, tapi tanganku terikat oleh kerasnya hukum negeri kita. Tolong kembalilah.
P. Kyung Hye : Se Ryung-ah.
Se Ryung mengajak Putri ke kamarnya.
P. Suyang : Bukankah kau berkata tidak mengingatnya?
Se Ryung : Saya mengenal Paman Geum Sung dan Pangeran Pendamping, saya yakin bukan mereka.
Se Ryung : Pria itu...memiliki dendam pribadi yang besar pada Ayah.
P. Suyang : Apa?
Se Ryung : Demi menghukum kejahatan ayah, dia berkata kalau dia bukan hanya akan membunuh saya, tapi juga seluruh keluarga kita.
Se Ryung : Bagaimana mungkin dia satu-satunya orang yang memiliki dendam pada ayah? Roh-roh dari orang tidak bersalah yang dibunuh dengan tidak adil dan orang-orang yang menyimpan dendam mendalam...orang seperti itu tidak terhitung banyaknya.
P. Suyang marah : Tutup mulutmu!
Se Ryung tidak peduli, ia sudah memastikan diri menjadi lawan ayahnya : Kapal yang menuju P. Gang Hwa, kenapa sengaja ditenggelamkan?
Suyang kaget, apa katamu? Ia tidak mengira Se Ryung tahu masalah ini.
Se Ryung : Saya ditipu oleh Ayah, sekali lagi. Saya benar-benar membenci diri saya sendiri. Ayah janji akan mengampuni nyawanya.
Saya bodoh karena mempercayai Ayah.
Suyang : Sengaja ditenggelamkan? Dari mana kau mendengar pernyataan tidak jelas seperti itu?
Se Ryung : Ayah, kaulah yang telah membunuhnya. Dia mati karena Ayah. Saya tidak bisa lagi mempercayai Ayah. Saya pasti tidak akan mempercayai Ayah.
Suyang tertegun dengan kesungguhan Se Ryung.
Shin Myun curiga : Siapa sebenarnya pria yang telah menculik Nona? Karena kata-katamu menunjukkan seberapa banyak yang kau ketahui, kau seharusnya paling tidak memberikan petunjuk siapa dia sebenarnya.
Se Ryung : Aku hanya tahu kalau dia seorang pria yang memiliki kebencian dari orang banyak yang tidak terhitung.
Se Ryung menjawab dengan dingin, tidak peduli apapun yang kau lakukan, aku jelas tidak akan menikah denganmu.
Shin Myun hanya bisa memandang punggung Se Ryung dengan wajah terluka.
P. Kyung Hye mengerti, bahkan meskipun ini kau, tidak mungkin melawan ayahmu sendiri.
P. Kyung HYe : Ayahmu jelas akan kena hukuman langit. Kuharap kau tidak akan terlibat jika itu terjadi.
P. Kyung Hye tidak terlalu yakin, meskipun itu berarti kau harus melawan ayahmu sendiri? Aku sudah merasa berterima kasih kalau kau memiliki pikiran seperti itu.
P. Kyung Hye tidak mau diantar, ia ingin pulang sendiri.
Danjong : Aku sangat merindukan Aba Mama hari ini.
Suyang dengan kemunafikannya pura-pura tidak mengerti, apa maksud Raja dengan ini?
Danjong : Aku percaya pada Paman. Tolong lindungi istana Raja dan negeri ini dengan baik.
Danjong hanya mengepalkan tangan menahan marahnya.
P. Geum Sung syok, apa maksudnya ini? Turun takhta apa? Yang Mulia. Yang Mulia. Tidak bisa ..anda tidak bisa melakukannya Yang Mulia.
Eun Geum dan pelayan lain menenangkan Putri. Yang Mulia, kami mohon tenangkan diri anda.
Putri : Sampai aku mati, ini tidak bisa..tidak..
Putri Kyung Hye pingsan.
Juga Suyang Dae gun, ia berlutut dan menunjukkan kemunafikan tingkat wahid. Suyang teriak agar Baginda membatalkan keputusannya.
Kwon Ran merasa cemas, kalau kita melakukan itu, bagaimana jika Yang Mulia benar2 membatalkan perintahnya?
Shin Suk Joo : Selama nyawa P. Geum Sung dan Pangeran Pendamping ada di tangan kita, kita tidak perlu terburu-buru.
Kita harus menunggu sampai seolah Yang Mulia memohon P. Suyang untuk mengambil takhta.
Suyang dan yang lain ketawa gembira.
Putri tidak tahan lagi dan tangisnya pecah.
Tiba-tiba terdengar suara yang familiar, Jong-ah.
Jung Jong syok, siapa itu?
Seung Yoo : Jong ini aku, Seung Yoo.
Seung Yoo dengan suara gemetar berkata kalau ia sudah kembali.
Musuh yang tidak kelihatan adalah yang paling menakutkan. Rasa sakit dan penderitaan yang dialami orang tidak bersalah yang sudah mereka bunuh, pantas dirasakan mereka juga.
Seung Yoo memandang Jong dan seperti mendapat ide.
P. Onyeong : Bagaimana kita bisa tidak minum dihari seperti ini?
Tapi semua berkata kalau situasi ini sama baiknya seperti menerima pernyataan menyerah.
Ayo minum, minum. P. Onyeong bahkan bercanda, mohon anugerahi saya dengan anggur kerajaan.
Suyang : Anggur kerajaan?
P. Onyeong : Anggur yang diberikan P. Suyang jika bukan Anggur kerajaan lalu apa?
Semua setuju, Pernyataan ini benar juga. Lalu pesta pora bersama para gisaeng.
Seung yoo menyiapkan pedangnya. Ia ingat kata2 ayahnya, kau tidak boleh berlutut di depan orang dengan mudahnya. Kelak, kau yang akan menggantikanku melawan P. Suyang dalam pertempuran diantara partai.
Sampai ke kamar, P. Onyeong mulai ganti baju.
Ada seseorang di dalam kamar, orang itu membawa pedang yang berkilat terkena sinar bulan.
Pria itu mengarahkan pedang ke leher Onyeong. Aku datang untuk kepalamu, P. Onyeong.
P. Onyeong ketakutan : Siapa kau?
Seung Yoo membuka topengnya, sinar bulan menerangi wajahnya.
yeah...you'll be a dead man Sire.
PM [1], [History], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14]
Moment Jung Jong ketemu Seung Yoo sbenernya mengharukan... tapi waktu liat scene itu aku malah ngakak.. hehehe, ekspresi nggak percayanya Jung Jong lucu
ReplyDeleteMereka..tentu saja of course absolutely definitely kalah dan lari.
ReplyDeleteHaha...love this. Tirza memang paling bisa bikin kata - kata yang tepat tapi tetep bikin kita langsung senyum lebar :D
semangat ya mbak nulis sinop nya,,, ,
ReplyDeleteSOTW nya jangan lupa di lanjutin jga ya mbakkk....
ayOOO... mbak tirza BIsa..
padahal cuman baca aja tapi feel nya dapeettt...KERENN sinopsisnya :)
ReplyDelete