Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Tuesday, February 14, 2012

City Hunter episode 11

Kita mundur sedikit, bagaimana Nana bisa menarik Yoon Sung. Pintu masuk NFS dipenuhi orang, Nana melihat dua ambulance itu. Nana pura2 jadi anggota keluarga korban dan ia menangis. Petugas yakin Nana anggota keluarga, jadi memberi ijin masuk.

Sampai lobi, Nana melihat Jaksa Kim akan menuruni tangga dan Yun Sung jalan di lantai satu dan pasti akan terlihat oleh Jaksa Kim.
Nana langsung bertindak cepat, ia menarik lengan Yoon Sung ke dalam ruangan kosong. Yoon Sung reflek mengeluarkan belatinya dan menekan Nana ke dinding. Belati mengarah ke tenggorokan Nana. whoa..

Yoon Sung terkejut, tapi tanpa banyak bicara ia mengajak Nana keluar dari NFS dengan bergandengan tangan. Keduanya menyelinap masuk ke dalam ambulance dan turun di dekat rel KA.
(Btw, aku pingin t-shirtnya Yoon Sung di ep ini, kayanya dingin.)

Yoon Sung menarik tangan Nana sampai di jembatan, ia mengangkat tangan Nana, Sejak kapan kau mengetahuinya?
Nana : Sejak kau menyelamatkanku di stasiun TV. Aku melihat matamu.
Yoon Sung : Kau sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu?

Nana mengaku, ia sengaja melakukannya karena tidak ingin Yoon Sung menghindarinya. Yoon Sung memperingatkan Nana untuk tidak ikut campur urusannya. Yoon Sung pergi.

Nana menyusul dan menarik lengan Yoon Sung, bagaimana aku bisa, orang yang kutembak justru menyelamatkanku sebanyak 2 kali?

Secepat kilat, Yoon Sung mendorong Nana ke tembok, apa kau punya banyak nyawa? Jauhi aku. Inilah aku yang sebenarnya. Membunuhmu adalah perkara mudah bagiku. Jika kau tidak mau mati, maka semua yang kau ketahui tentang aku, harus kau hapus.
Kembalilah ke saat dimana kau tidak mengenal dan tidak berjumpa denganku.
Yoon Sung pergi.

Jaksa Kim heran, saat tahu kalau sample darah Yoon Sung dan 'City Hunter' tidak sama. Ia merasa itu aneh.
Dokter yang memeriksa darah tersinggung, apa kau meragukan kami? Aku memenuhi permintaanmu karena kukira kau mengesankan. Dokter itu pergi dengan kesal.

Yoon Sung pulang dan Jin Pyo sudah menunggunya. Jin pyo menegur Yoon Sung karena Jaksa Kim sampai bisa mendapatkan sample darahnya.
Yoon Sung berkata masalah itu, sudah ia tangani. Ia akan berhati-hati.

Jin Pyo kesal, apa orang yang hati-hati itu meninggalkan rumah dan tinggal bersama seorang wanita, Kim Nana? Bagaimana kalau ketahuan?
Yoon Sung : Tidak akan.
Jin Pyo : Seandainya mereka tahu, mereka harus mati.
Jin pyo berdiri dan memperingatkan, kalau mereka ke Korea untuk balas dendam, jangan sampai emosi mempengaruhi Yoon Sung.

Nana cuci muka dan membayangkan bagaimana rasa sakit tertembak peluru.

Sementara Yoon Sung ingat peringatannya pada Nana, ia menatap cermin dan menghipnotis dirinya sendiri, hapus Kim Nana, demi Nana..
Yoon Sung terlihat patah hati.

Keesokannya, Eun Ah menarik Nana untuk bergabung makan di meja Ki Joon dan Yoon Sung. Nana dan Yoon Sung tampak kikuk.
Manager IT, Song Young Duk lewat dan menegur Yoon Sung, kenapa tidak hadir waktu meeting, sehingga presentasi mereka jadi kacau.

Nana mencoba menutupi dengan berkata kalau Yoon Sung masih belum hafal jalan di Seoul.
Yoon Sung berkata akan bertanggung jawab atas masalah ini dan jalan meninggalkan meja. Tidak lama, Nana menerima panggilan sms untuk menemui Yoon Sung.

Nana jalan ke bangku di tengah kolam teratai itu, dan duduk di samping Yoon Sung.
Yoon Sung : Apa peringatanku menurutmu adalah main-main?

Nana berkata ia tidak takut pada Yoon Sung. Meskipun tahu rahasia Yoon Sung, tidak mengubah siapa Lee Yoon Sung yang sebenarnya.
Yoon Sung minta Nana tidak mendekatinya lagi, aku bukan Lee Yoon Sung yang kau kenal. Kemasi barang-barangmu dan tinggalkan rumah!

Nana berkata kalau Yoon Sung menyelamatkannya, meskipun bahumu terluka, kau tetap menyelamatkanku.
Yoon Sung : Aku tetap akan menyelamatkan meskipun orang itu Eun Ah.

Yoon Sung jalan pergi. Nana menghentikannya, jadi bukan kau yang membunuh Lee Kyung Wan, ya kan? Aku tahu kau adalah orang yang bisa kupercaya.

Yoon Sung menggertakkan gigi : Jangan sampai aku menyesal telah menyelamatkanmu! Ia pergi.

Yoon Sung menyerahkan surat pengunduran diri dari Blue House IT team. Song Young Duk terkejut, ini bukan karena teguranku kan?
Yoon Sung berkata ia bosan dan ingin pindah. Song tanya mau ke perusahaan mana? Ia tidak terima, kalau perlu mereka akan menyelidiki laporan pajak perusahaan itu, untuk mencegah Yoon Sung pindah.

Yoon Sung tidak peduli dan membungkuk, saya pergi. Jaga diri anda.

Supervisor IT Blue House dan Ki Joon kebingungan.

Jang Pil Jae minta maaf karena gagal melacak Yoon Sung. Karena tiba2 dihadang Kim Nana. Jaksa Kim tampak heran.
Pil Jae juga mendapat berita kalau Yoon Sung memberikan darah untuk Kyung Hee, istri mantan Marinir yang menghilang dalam misi Okt 1983.

Jaksa Kim dan Pil Jae langsung ke RS menemui Kyung Hee. Mereka bertemu Kyung Hee di lorong RS. Jaksa Kim menanyakan tentang mendiang Park Mu Yeol suami Kyung Hee.
Kyung Hee membenarkan kalau suaminya menghilang setelah menerima tugas th 1983.

Jaksa Kim tanya apa jabatan Park sebelum meninggal. Kyung Hee berkata kalau Park adalah pengawal Kepresidenan. Ia selamat saat peristiwa pengeboman di Rangoon, tapi kemudian pergi lagi dan tidak pernah kembali.

Jaksa Kim ingin tanya banyak hal, tapi Kyung Hee melihat Jin Pyo. Kyung Hee terkejut dan tiba2 berkata tidak ingin mengingat peristiwa 28 th lalu.

Jaksa Kim menoleh dan curiga, tapi Jin Pyo sudah menghilang.

Jin Pyo ada di kamar Kyung Hee. Kyung Hee ingin tahu sebenarnya kemana Park Mu Yeol pergi saat itu. Kyung Hee berkata ia bertahan selama ini demi bertemu putranya, ia juga minta Jin Pyo mempertemukan mereka.

Jin pyo berkata kalau Park bertugas demi negara, tapi negara juga telah menghianati Park.

Jin Pyo bahkan menunjukkan artikel tentang anak muda yang meninggal karena kecelakaan pesawat 5 th lalu. Ia berkata kalau anak itu adalah anak Kyung Hee.
Selama ini Jin pyo sudah membohongi Kyung Hee kalau anaknya masih hidup dan sukses di Amerika. Jin Pyo berkata kalau pembunuh Mu Yeol juga membunuh anak Kyung Hee.

Kyung Hee syok, ia hanya bertahan selama ini demi anaknya. Jin Pyo minta Kyung Hee konsentrasi pada pengobatannya saja. Jin Pyo juga akan memindahkan Kyung Hee ke RS lain karena ia takut Kyung Hee dalam bahaya. Jin Pyo menepuk bahu Kyung Hee dan pergi.
Kyung Hee hanya menangis memeluk koran itu.

Jin Pyo minta Sang Gook menjaga Kyung Hee. Sang Gook tampak tidak setuju kalau Jin Pyo membohongi Kyung Hee. Tapi bagi Jin Pyo, hanya ini cara paling efektif menjauhkan Kyung Hee dari Yoon Sung.
Jin Pyo : Yoon Sung dan aku hidup demi balas dendam ini, kita tidak boleh membuat perasaan pribadi membuai kita.

Yoon Sung tidak selera makan. Shik Joon prihatin melihatnya, karena Yoon Sung semakin kurus saja. Shik Joon memberikan pengakuan tertulis, kalau ia sudah berbohong saat memberikan kesaksian.
Shik Joon merasa tenang setelah membuat pengakuan ini.

Yoon Sung berkata ia sudah mengusir Nana keluar dari rumahnya, agar ayahnya tidak curiga dan demi keselamatan Nana. Shik Joon tidak bisa protes lagi.
Yoon Sung pergi dan akan menemui Kyung Hee.

Kyung Hee ingin jalan2 tapi Sang Gook melarangnya. Ia akhirnya minta diambilkan soda saja. Setelah Sang Gook pergi, Kyung Hee menyelinap keluar dari RS.
Sang Gook panik mencari Kyung Hee. Tapi Kyung Hee berhasil lolos, bahkan ia juga selisih jalan dengan Yoon Sung.

Yoon Sung juga terkejut saat tahu kamar Kyung Hee kosong. Perawat berkata kalau Kyung Hee pergi setelah sebelumnya ia menerima tamu seorang pria dengan tongkat. Yoon Sung langsung lari pergi.

Yoon Sung langsung menemui Jin Pyo, Apa yang kau lakukan padanya? Jin Pyo memperingatkan Yoon Sung, jangan melakukan segalanya semaunya sendiri, kau akhirnya takut.
Jin Pyo berkata kalau Jaksa Kim sudah mulai mencurigai identitas Yoon Sung dan bahkan bisa menghubungkan Kyung Hee dengan Mu Yeol, jika Jaksa Kim mendapat sampel darah Yoon Sung untuk tes DNA, maka identitas Yoon Sung akan segera diketahui.

Jin Pyo : Jika mereka tahu identitasmu, apa kau pikir mereka akan melepaskan ibumu?
Yoon Sung : Dimana dia?
Jin Pyo berkata sudah dipindah ke tempat aman. Jika Yoon Sung menurut, Kyung Hee akan aman. Aku serahkan Kim Jong Shik di tanganmu. Pergi dan bunuh dia.
Jin Pyo : Jika tidak, maka ibumu akan mati.

Jin Pyo dapat laporan kalau Kyung Hee menghilang. Tapi Jin Pyo menutup telp dan berkata kalau Kyung Hee sudah tiba di tujuannya. Jin Pyo tidak mengatakan dimana lokasinya.

Jin Pyo berkata jika kakinya tidak cacat, ia akan melakukan semua ini sendiri, tidak akan memaksa Yoon Sung. Tapi jika Yoon Sung tidak menurutinya, maka ibu yang kau benci tapi ingin kau selamatkan...dan wanita yang membuatmu bersedia berkorban..
Yoon Sung kaget, Ayah!
Jin Pyo menghela nafas, ia lelah bertengkar terus dengan Yoon Sung, kau putuskan saja sendiri.

Yoon Sung mengancam, kedua wanita itu tidak ada hubungan dengan dendam mereka, jangan sakiti mereka.

Setelah Yoon Sung pergi, Jin Pyo segera memerintah Sang Gook menemukan Kyung Hee dan memasang penyadap di rumah Yoon Sung.

Kyung Hee pergi ke suatu tempat dengan bis. Ia melihat siaran berita tentang Kim Jong Shik dan mendengar keluhan pria yang duduk di sebelahnya tentang tingginya biaya kuliah.

Kim Jong Shik terima telp dari Chun Jae Man, keduanya janji bertemu Presiden di Blue House. Kim Jong Shik telp Jaksa Kim, dan ingin bertemu.

Kim Jong Shik pergi sauna bersama Jaksa Kim. Kau pasti sibuk karena City Hunter itu kan?
Jaksa Kim dingin menanggapi, kenapa ayahnya langsung menemuinya setelah kembali ke Korea, padahal selama ini tidak pernah peduli dengan apa yang dikerjakan Young Jo.

Kim Jong Shik berkata ia kadang merindukan saat-saat mereka memancing bersama. Saat itu menyenangkan sekali, aku tidak tahu sejak kapan salah paham ini dimulai. Ada waktu dimana aku seperti dirimu, ingin berdiri membela keadilan.
Tapi tahu-tahu, aku sudah berada di poisis yang tinggi. Aku merasakan nikmatnya kekuasaan. Dan aku tidak ingin melepaskannya.

Jaksa Kim : Apa kau menyesal?
Ayahnya berkata tidak, rasanya sangat manis, aku tidak menyesalinya. Hanya saja kuharap kau..bisa berdiri di atas prinsipmu sendiri karena kau mirip aku.

Jaksa Kim : Tidak. Kita berbeda, sampai ke tulang-tulang kita. Aku pergi dulu.

Shik Joon mengagumi koleksi perabotnya yang baru dengan headphone di kepalanya. (dengan kartu kredit Yoon Sung pastinya haha)

Shik Joon tidak menyadari kalau Kim Sang Gook menyelinap masuk dan memasang penyadap di lampu ruang tengah.

Kim Jong Shik, Chun Jae Man, dan Presiden bertemu. Kim memberikan dokumen yang ingin dipublikasikan Jaksa Kim, tapi belum jadi.
Kim cemas jika dokumen ini dipublikasikan maka akan bisa ketahuan semua. Chun Jae Man ingin tahu apa Jaksa Kim mengetahui rencana basmi habis th 1983. Kim berkata kalau putranya belum tahu.

Presiden berkata Jaksa Kim pasti akan tahu. Setelah apa yang terjadi pada Lee Kyung Wan, ini bukan masalah sederhana.

Chun Jae Man menuduh Presiden memang ingin mempublikasikan dokumen itu. Presiden balik tanya, bukankah memang itu yang seharusnya mereka lakukan?

Chun Jae Man menolak keras, aku tidak setuju. Untuk siapa, meskipun kau tidak jadi Presiden lagi, meskipun kau dipenjara, apa semuanya akan kembali seperti semula?
Biarkan masalah ini dikubur selamanya. Harus seperti itu.
Kim Jong Shik juga setuju, keduanya pergi meninggalkan Presiden Choi.

Yoon Sung mengemasi barang-barangnya, siap meninggalkan Blue House. Supervisor Song merengek-rengek, minta Yoon Sung membatalkan niatnya.
Song : Apa yang membuatmu seperti ini? Apa ada orang disini yang menyinggungmu? Hei! siapa yang membuat Yoon Sung tersinggung?
Yoon Sung berkata bukan masalah itu.

Ki Joon mendekat dan berkata ia juga tidak pernah membuat Yoon Sung kesal, ia bahkan mentraktir Yoon Sung makan samgyeopsal.
Yoon Sung melihat dompet pink yang seharusnya ia berikan untuk Nana, tapi batal.
Ki Joon mengenalinya, itu untuk gadis itu kan? Ah..apa kau patah hati jadi seperti ini?

Yoon Sung memberikan dompet itu pada Ki Joon, kau mau? Ambil saja. Ki Joon senang dan langsung telp Eun Ah. Yoon Sung mengucapkan selamat tinggal dan pergi.

Eun Ah menunjukkan dompet pinknya pada Nana dan heran kenapa bisa sama persis dengan milik Nana. Eun Ah juga berkata kalau Lee Yoon Sung mengundurkan diri hari ini.

Nana terkejut dan segera menyusul Yoon Sung. Ia menghentikan Yoon Sung, minta Yoon Sung membatalkan keputusan-nya.

Nana : Kalau kau keluar dari Blue Hoese hanya karena aku.
Yoon Sung tidak menggubris dan pergi. Nana berkata, aku bisa melupakan.

Yoon Sung tertegun mendengarnya. Nana berkata ia bisa kembali di saat ia belum bertemu Yoon Sung. Aku bisa menghilang dari kehidupan Lee Yoon Sung. Aku datang hanya untuk mengatakan itu.

Nana menerima kiriman paket. Nama pengirim adalah Bae Man Deok. Nana terkejut dan membukanya.

Isinya adalah surat pengakuan Shik Joon dan juga rekening tabungan Shik Joon. Ini bukti kalau Shik Joon telah menerima uang dari Kim Jong Shilk.

Nana segera telp bibinya dan berkata kalau saksi yang telah bohong itu mengirimkan pengakuan resminya. Ini hebat kan Bi?
Nana akan ke kantor Jaksa setelah pulang kerja.

Nana pergi ke kantor Jaksa Kim dan disambut bibinya. Jaksa Kim sedang keluar, ia minta Nana menunggu sebentar. Nana melihat-lihat meja Kim Young Jo dan melihat stiker dengan kalimat yang biasa ditulis oleh 'si Paman Kaki Panjang'.
Jangan takut dengan bayangan, itu berarti ada terang di dekat sana.

Bibi Nana berkata, itu konyol kan? Jaksa Kim selalu mengatakan itu jika ia sedang ada kasus berat dan minta kami semua juga mengatakan kalimat itu.

Nana sekarang tahu siapa orang yang diam2 selalu mendukung dan membantunya.

Jaksa Kim datang dan Nana mengajaknya minum kopi. Nana mengucapkan kalimat yang biasa ditulis Paman Kaki Panjangnya dan berkata kalau kalimat yang sama ia lihat di komputer Jaksa Kim.

Young Jo mengelak, ia berkata kalau ia juga suka kalimat itu. Nana terus bercerita tentang paman kaki panjang dan ia langsung berkata kalau Young Jo adalah paman kaki panjang itu.
Nana minta Young jo mengaku karena ia ingin sekali bertemu dan berterima kasih. Jaksa Kim akhirnya mengaku dan berkata ia tidak berniat menyembunyikannya.

Nana mengerti, ini aneh juga. Paman Kaki panjang adalah Jaksa Kim yang akan menyelidiki kembali kecelakaan orang tuanya. Nana juga memberikan bukti yang dikirim Bae Man Deok kepadanya.
Wajah Jaksa Kim sedikit berubah. Nana berkata kalau Bae Man Deok mengirim gambaran seutuhnya atas apa yang terjadi, juga kalau Bae sudah disuap oleh Kim Jong Shik untuk memberikan kesaksian palsu.

Nana menyerahkan salinan rekening bank milik Bae Man Deok. Jaksa Kim merasa resah, tapi ia tidak bisa mengaku pada Nana.

Jaksa Kim hanya bisa memberikan janji untuk melakukan yang terbaik.

Nana juga akan berusaha keras agar kasus ini dibuka kembali, menghukum orang seperti Kim Jong Shik adalah wewenang hukum, ya kan?
Jaksa Kim memaksakan senyum.

Nana berterima kasih, karena kau adalah Paman Kaki Panjang dan karena kau membantu ayahku. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu.

Yoon Sung sibuk berkutat dengan laporan keuangan Univ. Myung Mun. Ia bingung, kenapa ada uang 2 miliar won milik Univ. ini yang menghilang. Kemana perginya uang itu?

Shik Joon datang sambil membawa makanan. Ada apa? Yoon Sung menceritakan tentang uang yang hilang. Ia sudah memeriksa semua rek. Kim Jong Shik, tapi tidak bisa menemukan rek tersembunyi.

Shik Joon : Kau tahu, Kim Jong Shik menganggap uang Yayasan seperti miliknya sendiri. Aku minum dengan tukang kebunnya, katanya ia dapat gaji dari Universitas dan didaftarkan sebagai karyawan Universitas.
Yoon Sung : Dia tidak membayar dengan uangnya sendiri?

Yoon Sung kesal, para mahasiswa makan kimbab sederhana untuk menghemat biaya kuliah, tapi Kim Jong shik menggunakan uang seperti itu?

Shik Joon minta Yoon Sung mencicipi masakan ayam-nya. Yoon sung heran, kenapa tiba2 masak? Shik Joon berkata kalau besok adalah peringatan kematian ibunya, ia ingin masak makanan kesukaan ibunya.
Yoon sung tersenyum dan mencicipi ayamnya, enak paman. (Masakan Shik Joon mana mungkin ngga enak haha)

Yoon Sung minta Shik Joon membawa masakan ayam untuk ayahnya, tapi bukan untuk ramah-tamah. Yoon sung menyuruh Shik Joon memasang GPS di tongkat Jin Pyo.
Shik Joon ketakutan, tapi Yoon sung membujuknya. Ayah tidak mungkin keras kepadamu.

Shik Joon masih menolak. Yoon Sung akhirnya menyuruh Shik Joon mengirim kode emergency 'xyz' jika terjadi sesuatu.
XYZ adalah 3 abjad terakhir dalam alphabet, dimana kau menemui jalan buntu.

Nana mengemasi barang-barangnya dan berkata dalam hati pada ayah ibunya, kalau ia terpaksa pergi.
Nana merasa tidak bisa melindungi rumah ini, tapi Bae Man deok sudah muncul, jadi kalian bisa tenang.

Nana pergi ke klinik Jin Se Hui. Ia ingin menumpang di klinik Se Hui beberapa hari.
Se Hui justru mengajak Nana ke rumahnya, tapi Nana menolak. Aku tidur di sofa itu saja.

Nana berkata kalau Paman kaki panjang itu sebenarnya Jaksa Kim. Katanya kau sudah berteman lama dengannya.
Se Hui tampak terkejut, apa? aku tidak tahu itu.

Nana juga berkata kalau Jaksa Kim bersedia membuka kembali kasusnya, aku memiliki Onnie dan Jaksa Kim,aku sungguh beruntung, ya kan?
Se Hui tersenyum, tapi tidak lama wajahnya berubah. Se Hui pasti juga sudah tahu.

Shik Joon menemui Jin Pyo sambil membawakan masakan ayam. Jin Pyo pasti sudah tahu rencana mereka, ia sudah memasang penyadap di rumah Yoon Sung.

Jin Pyo menatap tajam Shik Joon dan minta mereka jangan menghalanginya. Ingat, kalau aku membalas dendam pada sampah yang hanya tahu memikirkan kepentingan mereka sendiri, dengan taruhan nyawa 20 orang!
Shik joon mengiyakan. Shik Joon tiba2 mengambil tongkat Jin Pyo, ia gugup sekali. Jin Pyo dan Sang Gook tidak melepaskan pandangannya.

Akhirnya Shik Joon meletakkan tongkat Jin Pyo dan berkata ada debu, karena warnanya hitam jadi kelihatan. Jin Pyo mengancam, siapapun yang menghalanginya, akan dihabisi.
Jin Pyo mengambil sumpit dan mencicipi masakan Shik Joon. Sang gook tampak cemas.
Jin Pyo : Kenapa? Kau pikir mereka menaruh racun? Mereka tidak punya nyali melakukannya.

Shik Joon akhirnya pergi dan Jin Pyo ketawa geli, mereka berani mencoba memasang pelacak padaku.
Jin Pyo tanya apa Sang Gook sudah mengirim apa yang ia perintahkan pada Jaksa Kim? Sang Gook mengiyakan.

Jaksa Kim menerima surat, isinya : Target berikutnya adalah Kim Jong Shik - City Hunter.

Jaksa Kim menemui ayahnya dan menunjukkan surat itu. City Hunter tidak pernah melakukan ini sebelumnya, tapi katanya target berikutnya adalah ayah.
Apa ayah tahu sesuatu?

Kim Jong shik menyangkal. Jaksa Kim telah menerima Lee Kyung Wan dan Seo Yong Hak dari City Hunter dan keduanya memang melakukan kejahatan yang memalukan sehingga membuat rakyat marah.
Jaksa Kim ingin tahu apa kejahatan yang melibatkan ayahnya. Kim Jong Shik berkata ia tidak bersalah.

Kim Jong Shik : Aku sudah memberikan seluruh hidupku pada pendidikan negeri ini. Aku tidak bersalah. Apa kau lebih percaya City Hunter daripada aku?

Jaksa Kim : Kalau aku tidak tahu tentang kecelakaan 10 th lalu, aku mungkin akan lebih mempercayaimu.
Kim Jong Shik syok, ia baru tahu kalau ternyata Young Jo mengetahui kejahatannya.

Saat Kim Jong Shik bicara dengan Bae Man Deok dan menyuapnya, Jaksa Kim mendengarnya.
Kim Jong Shik minta Young Jo berhenti bicara, kau tahu itu, jadi itu alasan kau membenciku?

Jaksa Kim kecewa dengan ayahnya. Semakin menghormati, akan jadi semakin kecewa. Aku ingin ayah yang bisa kuhormati kembali.

Jaksa Kim mengatakan kalau anak korban membawa bukti kalau kasus ini dimanipulasi dan Bae Man Deok juga sudah mengirim surat pengakuan.
Kim Jong Shik berkata kalau batas waktu pengajuan perkara sudah berakhir dan ia bisa tetap berdiri tegak di depan hukum.

Jaksa Kim : Apa kau mampu menghapus kejahatanmu dengan waktu? Kecelakaan 10 th lalu...aku ingin melihat seorang ayah yang tidak menutupinya, tapi minta maaf untuk itu.
Jong Shik : Bagaimana jika aku tidak bisa melakukannya?

Jaksa Kim : Baik, tapi jika kau terbukti korupsi, apa kau bisa tetap berdiri di depan hukum seperti sekarang? Aku akan menunjukkan padamu, kekuatan hukum yang kulindungi!
Jaksa Kim jalan pergi. Wow..that's a kind of prosecutor we'd like to have, don't we?

Kim Jong Shik merasa terancam, ia memerintah anak buahnya untuk membawa Bae Man Deok dan Kim Nana ke hadapannya.

Shik Joon sampai di rumah abu, ia telp Yoon sung dan berkata akan melihat ibunya dulu. Shik Joon minta maaf karena tidak bisa memasang GPS di tongkat Jin Pyo, aku ketakutan. Kukira Boss tahu, ia terus memelototi aku. Kau saja ya yang memasangnya. Sampai ketemu di Seoul.

Shik Joon berdoa dulu di depan foto ibunya, ia sempat curiga dengan dua pria disekitarnya, tapi Shik Joon berpikir kalau mereka juga peziarah.
Setelah Shik Joon selesai, kedua pria itu langsung membius Shik Joon dan menculiknya.

Yoon Sung terima sms dari Shik joon, XYZ. Ia terkejut dan langsung melacak Shik Joon. Untungnya sebelum pingsan Shik Joon sempat mengirim sms.

Nana jalan sendiri di jembatan, ia merasa ada yang menguntitnya. Ada seseorang mengulurkan tangan ke arah bahu Nana. Nana langsung membanting orang itu, siapa kau?
Tapi masih ada satu orang lagi yang langsung menutup hidung Nana dengan chloroform.

Nana sadar, ia diikat dalam gudang. Nana melihat seorang pria yang juga diikat di depannya, Bae Man Deok! Nana menendang perut Shik Joon, Bae Man Deok..hei, Bae Man Deok! Cepat bangun!
Shik Joon sadar, Kim..Nana? Kenapa kau disini?

Nana kesal, itu yang ingin kutanyakan. Kenapa kau tiba2 muncul setelah bertahun-tahun dan memberikan bukti2 itu padaku?
Shik Joon : Ceritanya panjang.
Nana marah, dasar brengsek.

Shik Joon menangis putus asa dan memanggil nama Huay Lan, istrinya.
Nana : Bae Man Deok, apa ini waktunya menangis?
Nana minta Shik Joon menggigit tali di tangannya, ayo cepatlah! Fokus! Bae Man Deok, jika aku mati disini, kecelakaan orang tuaku akan tidak terungkap selamanya.

Yoon Sung mengenali wilayah GPS itu berhenti, ini rumah Kim Jong shik. Apa dia menculik paman?

Yoon Sung sampai di kediaman Kim Jong Shik. Ia menyelinap diantara penjaga, memanjat pilar rumah dan menyadap kunci pengaman.

Yoon Sung berhasil masuk, ia jalan ke kantor Kim Jong Shik. Yoon Sung melihat ada kunci electrik dengan password.
Yoon Sung menyempotkan cairan utk memunculkan sidik jari (kayanya minta ke NFS haha) ke nomor2 itu, lalu mendapat 4 digit nomor yang sering ditekan, 5678.

Kombinasi dari 4 angka berarti ada 24 kemungkinan. Yoon Sung akan mencobanya satu per satu. (Rumus permutasi 4 angka, 4x3x2x1 = 24)

Nana juga tidak tinggal diam, ia pura2 ingin ke toilet dan memanggil penjaga. Penjaga masuk dan Nana mulai beraksi. Ia mengikat kaki penjaga dan membantingnya. Shik Joon membantu memukul penjaga 1.
Penjaga #2 masuk, Nana menggunakan tali mengikat tangan penjaga 2 dan menendangnya sampai pingsan. wow..keren..

Yoon Sung mendengar keributan, kalau kedua tahanan lepas. Yoon sung segera keluar, meskipun belum bisa menemukan kombinasi angka yang benar.

Nana dan Shik Joon lari keluar, ada satu orang menyergap mereka. Tapi Yoon Sung dengan cepat melumpuhkan orang itu.

Yoon Sung terkejut melihat Nana. Bagaimana kau bisa disini? Nana berkata ia diculik dengan cara dibius. Shik Joon heran bagaimana Yoon sung bisa tahu.
Yoon Sung : GPS itu.
Shik Joon kaget, ah ternyata GPS ini menyelamatkanku! Nana heran, kalian saling kenal?
Shik Joon minta mereka pergi dulu.

Sampai diluar, Yoon Sung minta Nana dan Shik Joon pergi duluan, ia minta GPS itu dan akan kembali ke dalam.
Yoon Sung : Kim Nana, lari secepat mungkin!

Yoon Sung kembali ke kantor Kim Jong Shik. Ia menemukan kombinasi angka yang tepat.
Sebuah pintu di samping meja kerja terbuka. Yoon Sung masuk ke dalam ruangan rahasia itu.

Isinya...uang..uang bo! Ini benar2 namanya uang segudang.

Yoon Sung langsung menghitung, pecahan 50 ribu won ukurannya : 15,4 cm x 6,8 cm. Tebal 1,2 cm (100 lb, berarti 1 bundel= 5juta Won)
Dibulatkan, 16 cm, lebar 7cm

Panjang tumpukan uang, 3,2 meter dan lebar 1,4 meter. Berarti Ada 20 baris dan 20 kolom. (320:16 dan 140:7)
Berarti sekitar 2 miliar Won per lapis. (20x20x5juta Won)
Tinggi tumpukan sekitar 1,2 m jadi....total 200 Miliar Won, ada disini! (2Miliar x 100lapis)
Bener kata Da Hye, kalau tiba2 jadi suka belajar di dekat Lee Yoon sung hehehe..

Yoon Sung meletakkan GPS di dalam tumpukan uang, lalu ia keluar. Seorang pengawal menembak Yoon Sung dengan jarum bius saat keluar dari situ. Yoon Sung pingsan.

Nana menolak kembali ke mobil, ia ingin menunggu Yoon sung. Shik Joon mendesak. Tapi untung Nana tidak mau pergi, karena tidak lama mereka melihat Yoon Sung digotong masuk ke dalam mobil.
Nana dan Shik Joon kaget, keduanya langsung lari ke mobil mengejar Yoon Sung.

Yoon Sung dibawa ke gudang lainnya, perlahan Yoon Sung mulai sadar dan langsung diinterogasi. Yoon Sung tentu saja cuek, ia lebih memikirkan rambutnya yang akan rusak daripada memusingkan preman2 itu.

Mereka menyerang Yoon Sung, karena masih dalam pengaruh obat bius, Yoon Sung kalah.

Nana dan Shik Joon tiba, Nana langsung mendobrak pintu dan beraksi. Ia menjatuhkan lawan satu per satu.
Yoon Sung masih belum begitu pulih, ia tidak banyak membantu.

Nana melihat seorang preman mengarahkan pistol untuk menembak Yoon Sung.
Tanpa pikir panjang, Nana langsung menerjang dan menerima peluru untuk Yoon Sung!

Darah Nana memercik ke wajah Yoon Sung. Yoon Sung syok, yang benar saja..
Yoon Sung langsung melepas Nana dan menyerang penembaknya. Ia menerjang orang itu, dan memukulinya dengan kalap. Sampai orang itu sekarat.

Yoon Sung jalan mendekati Nana, Nana masih bernafas. Yoon Sung mengangkat kepala Nana, kenapa? Kenapa?

Nana : Kau menyelamatkanku..dua kali, apa kau..juga kesakitan seperti ini?

Yoon Sung tidak tahan, ia stres, panik, bingung : Jangan bicara. Jangan bicara lagi.

Nana : Apa kau membenciku? Aku senang jika kau berkata tidak. Aku ingin..mengucapkan terima kasih.

Yoon Sung teriak, kenapa kau lari dan kena tembak? Kenapa kau lari dan kena tembak?
Nana : Untung bukan kau yang terkena.
Yoon Sung : Kim Nana..

Tangan Nana terkulai jatuh, ia pingsan. Yoon sung memeluknya dan menangis, Kim Nana, Kim Nana..Kim Nana!



CH [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10]

3 comments:

  1. liat tumpukan uang di gudang kim jong shik jadi kepikiran, apa para koruptor di indonesia juga punya gudang uang di rumahnya ya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @erna, wah aku ngga tahu tuh Na :) Mungkin aja ya..
      Gemes ya lihat mereka itu, mana ada anak2 yang mau sekolah aja harus taruhan nyawa nyebrang jembatan yang hampir putus. Kaya Indiana Jones kata koran Inggris. Sementara mereka enak2an saja makan uang negara.

      City Hunter ini mirip sekali dengan yang terjadi di Ind, sayangnya di Ind ngga ada yg berani jadi City Hunter hahaha...
      Thank's udah mampir, have a great day!

      Delete
  2. Episode brp yg nana mabuk terus digendong lee min ho?

    ReplyDelete