Sampai lobi, Nana melihat Jaksa Kim akan menuruni tangga dan Yun Sung jalan di lantai satu dan pasti akan terlihat oleh Jaksa Kim.
Nana langsung bertindak cepat, ia menarik lengan Yoon Sung ke dalam ruangan kosong. Yoon Sung reflek mengeluarkan belatinya dan menekan Nana ke dinding. Belati mengarah ke tenggorokan Nana. whoa..
(Btw, aku pingin t-shirtnya Yoon Sung di ep ini, kayanya dingin.)
Nana : Sejak kau menyelamatkanku di stasiun TV. Aku melihat matamu.
Yoon Sung : Kau sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu?
Nana mengaku, ia sengaja melakukannya karena tidak ingin Yoon Sung menghindarinya. Yoon Sung memperingatkan Nana untuk tidak ikut campur urusannya. Yoon Sung pergi.
Nana menyusul dan menarik lengan Yoon Sung, bagaimana aku bisa, orang yang kutembak justru menyelamatkanku sebanyak 2 kali?
Kembalilah ke saat dimana kau tidak mengenal dan tidak berjumpa denganku.
Yoon Sung pergi.
Dokter yang memeriksa darah tersinggung, apa kau meragukan kami? Aku memenuhi permintaanmu karena kukira kau mengesankan. Dokter itu pergi dengan kesal.
Yoon Sung berkata masalah itu, sudah ia tangani. Ia akan berhati-hati.
Jin Pyo kesal, apa orang yang hati-hati itu meninggalkan rumah dan tinggal bersama seorang wanita, Kim Nana? Bagaimana kalau ketahuan?
Yoon Sung : Tidak akan.
Jin Pyo : Seandainya mereka tahu, mereka harus mati.
Jin pyo berdiri dan memperingatkan, kalau mereka ke Korea untuk balas dendam, jangan sampai emosi mempengaruhi Yoon Sung.
Yoon Sung terlihat patah hati.
Manager IT, Song Young Duk lewat dan menegur Yoon Sung, kenapa tidak hadir waktu meeting, sehingga presentasi mereka jadi kacau.
Nana mencoba menutupi dengan berkata kalau Yoon Sung masih belum hafal jalan di Seoul.
Yoon Sung berkata akan bertanggung jawab atas masalah ini dan jalan meninggalkan meja. Tidak lama, Nana menerima panggilan sms untuk menemui Yoon Sung.
Yoon Sung : Apa peringatanku menurutmu adalah main-main?
Nana berkata ia tidak takut pada Yoon Sung. Meskipun tahu rahasia Yoon Sung, tidak mengubah siapa Lee Yoon Sung yang sebenarnya.
Yoon Sung minta Nana tidak mendekatinya lagi, aku bukan Lee Yoon Sung yang kau kenal. Kemasi barang-barangmu dan tinggalkan rumah!
Nana berkata kalau Yoon Sung menyelamatkannya, meskipun bahumu terluka, kau tetap menyelamatkanku.
Yoon Sung : Aku tetap akan menyelamatkan meskipun orang itu Eun Ah.
Yoon Sung berkata ia bosan dan ingin pindah. Song tanya mau ke perusahaan mana? Ia tidak terima, kalau perlu mereka akan menyelidiki laporan pajak perusahaan itu, untuk mencegah Yoon Sung pindah.
Yoon Sung tidak peduli dan membungkuk, saya pergi. Jaga diri anda.
Pil Jae juga mendapat berita kalau Yoon Sung memberikan darah untuk Kyung Hee, istri mantan Marinir yang menghilang dalam misi Okt 1983.
Kyung Hee membenarkan kalau suaminya menghilang setelah menerima tugas th 1983.
Jaksa Kim tanya apa jabatan Park sebelum meninggal. Kyung Hee berkata kalau Park adalah pengawal Kepresidenan. Ia selamat saat peristiwa pengeboman di Rangoon, tapi kemudian pergi lagi dan tidak pernah kembali.
Jaksa Kim menoleh dan curiga, tapi Jin Pyo sudah menghilang.
Jin pyo berkata kalau Park bertugas demi negara, tapi negara juga telah menghianati Park.
Selama ini Jin pyo sudah membohongi Kyung Hee kalau anaknya masih hidup dan sukses di Amerika. Jin Pyo berkata kalau pembunuh Mu Yeol juga membunuh anak Kyung Hee.
Kyung Hee syok, ia hanya bertahan selama ini demi anaknya. Jin Pyo minta Kyung Hee konsentrasi pada pengobatannya saja. Jin Pyo juga akan memindahkan Kyung Hee ke RS lain karena ia takut Kyung Hee dalam bahaya. Jin Pyo menepuk bahu Kyung Hee dan pergi.
Kyung Hee hanya menangis memeluk koran itu.
Jin Pyo : Yoon Sung dan aku hidup demi balas dendam ini, kita tidak boleh membuat perasaan pribadi membuai kita.
Yoon Sung tidak selera makan. Shik Joon prihatin melihatnya, karena Yoon Sung semakin kurus saja. Shik Joon memberikan pengakuan tertulis, kalau ia sudah berbohong saat memberikan kesaksian.
Shik Joon merasa tenang setelah membuat pengakuan ini.
Yoon Sung berkata ia sudah mengusir Nana keluar dari rumahnya, agar ayahnya tidak curiga dan demi keselamatan Nana. Shik Joon tidak bisa protes lagi.
Yoon Sung pergi dan akan menemui Kyung Hee.
Sang Gook panik mencari Kyung Hee. Tapi Kyung Hee berhasil lolos, bahkan ia juga selisih jalan dengan Yoon Sung.
Yoon Sung juga terkejut saat tahu kamar Kyung Hee kosong. Perawat berkata kalau Kyung Hee pergi setelah sebelumnya ia menerima tamu seorang pria dengan tongkat. Yoon Sung langsung lari pergi.
Jin Pyo berkata kalau Jaksa Kim sudah mulai mencurigai identitas Yoon Sung dan bahkan bisa menghubungkan Kyung Hee dengan Mu Yeol, jika Jaksa Kim mendapat sampel darah Yoon Sung untuk tes DNA, maka identitas Yoon Sung akan segera diketahui.
Jin Pyo : Jika mereka tahu identitasmu, apa kau pikir mereka akan melepaskan ibumu?
Yoon Sung : Dimana dia?
Jin Pyo berkata sudah dipindah ke tempat aman. Jika Yoon Sung menurut, Kyung Hee akan aman. Aku serahkan Kim Jong Shik di tanganmu. Pergi dan bunuh dia.
Jin Pyo : Jika tidak, maka ibumu akan mati.
Jin Pyo dapat laporan kalau Kyung Hee menghilang. Tapi Jin Pyo menutup telp dan berkata kalau Kyung Hee sudah tiba di tujuannya. Jin Pyo tidak mengatakan dimana lokasinya.
Jin Pyo berkata jika kakinya tidak cacat, ia akan melakukan semua ini sendiri, tidak akan memaksa Yoon Sung. Tapi jika Yoon Sung tidak menurutinya, maka ibu yang kau benci tapi ingin kau selamatkan...dan wanita yang membuatmu bersedia berkorban..
Yoon Sung kaget, Ayah!
Jin Pyo menghela nafas, ia lelah bertengkar terus dengan Yoon Sung, kau putuskan saja sendiri.
Setelah Yoon Sung pergi, Jin Pyo segera memerintah Sang Gook menemukan Kyung Hee dan memasang penyadap di rumah Yoon Sung.
Kim Jong Shik pergi sauna bersama Jaksa Kim. Kau pasti sibuk karena City Hunter itu kan?
Jaksa Kim dingin menanggapi, kenapa ayahnya langsung menemuinya setelah kembali ke Korea, padahal selama ini tidak pernah peduli dengan apa yang dikerjakan Young Jo.
Kim Jong Shik berkata ia kadang merindukan saat-saat mereka memancing bersama. Saat itu menyenangkan sekali, aku tidak tahu sejak kapan salah paham ini dimulai. Ada waktu dimana aku seperti dirimu, ingin berdiri membela keadilan.
Tapi tahu-tahu, aku sudah berada di poisis yang tinggi. Aku merasakan nikmatnya kekuasaan. Dan aku tidak ingin melepaskannya.
Ayahnya berkata tidak, rasanya sangat manis, aku tidak menyesalinya. Hanya saja kuharap kau..bisa berdiri di atas prinsipmu sendiri karena kau mirip aku.
Jaksa Kim : Tidak. Kita berbeda, sampai ke tulang-tulang kita. Aku pergi dulu.
Kim cemas jika dokumen ini dipublikasikan maka akan bisa ketahuan semua. Chun Jae Man ingin tahu apa Jaksa Kim mengetahui rencana basmi habis th 1983. Kim berkata kalau putranya belum tahu.
Presiden berkata Jaksa Kim pasti akan tahu. Setelah apa yang terjadi pada Lee Kyung Wan, ini bukan masalah sederhana.
Chun Jae Man menuduh Presiden memang ingin mempublikasikan dokumen itu. Presiden balik tanya, bukankah memang itu yang seharusnya mereka lakukan?
Biarkan masalah ini dikubur selamanya. Harus seperti itu.
Kim Jong Shik juga setuju, keduanya pergi meninggalkan Presiden Choi.
Song : Apa yang membuatmu seperti ini? Apa ada orang disini yang menyinggungmu? Hei! siapa yang membuat Yoon Sung tersinggung?
Yoon Sung berkata bukan masalah itu.
Ki Joon mendekat dan berkata ia juga tidak pernah membuat Yoon Sung kesal, ia bahkan mentraktir Yoon Sung makan samgyeopsal.
Yoon Sung melihat dompet pink yang seharusnya ia berikan untuk Nana, tapi batal.
Ki Joon mengenalinya, itu untuk gadis itu kan? Ah..apa kau patah hati jadi seperti ini?
Yoon Sung memberikan dompet itu pada Ki Joon, kau mau? Ambil saja. Ki Joon senang dan langsung telp Eun Ah. Yoon Sung mengucapkan selamat tinggal dan pergi.
Eun Ah menunjukkan dompet pinknya pada Nana dan heran kenapa bisa sama persis dengan milik Nana. Eun Ah juga berkata kalau Lee Yoon Sung mengundurkan diri hari ini.
Nana : Kalau kau keluar dari Blue Hoese hanya karena aku.
Yoon Sung tidak menggubris dan pergi. Nana berkata, aku bisa melupakan.
Nana segera telp bibinya dan berkata kalau saksi yang telah bohong itu mengirimkan pengakuan resminya. Ini hebat kan Bi?
Nana akan ke kantor Jaksa setelah pulang kerja.
Jangan takut dengan bayangan, itu berarti ada terang di dekat sana.
Bibi Nana berkata, itu konyol kan? Jaksa Kim selalu mengatakan itu jika ia sedang ada kasus berat dan minta kami semua juga mengatakan kalimat itu.
Nana sekarang tahu siapa orang yang diam2 selalu mendukung dan membantunya.
Young Jo mengelak, ia berkata kalau ia juga suka kalimat itu. Nana terus bercerita tentang paman kaki panjang dan ia langsung berkata kalau Young Jo adalah paman kaki panjang itu.
Nana minta Young jo mengaku karena ia ingin sekali bertemu dan berterima kasih. Jaksa Kim akhirnya mengaku dan berkata ia tidak berniat menyembunyikannya.
Nana mengerti, ini aneh juga. Paman Kaki panjang adalah Jaksa Kim yang akan menyelidiki kembali kecelakaan orang tuanya. Nana juga memberikan bukti yang dikirim Bae Man Deok kepadanya.
Wajah Jaksa Kim sedikit berubah. Nana berkata kalau Bae Man Deok mengirim gambaran seutuhnya atas apa yang terjadi, juga kalau Bae sudah disuap oleh Kim Jong Shik untuk memberikan kesaksian palsu.
Nana menyerahkan salinan rekening bank milik Bae Man Deok. Jaksa Kim merasa resah, tapi ia tidak bisa mengaku pada Nana.
Jaksa Kim memaksakan senyum.
Nana berterima kasih, karena kau adalah Paman Kaki Panjang dan karena kau membantu ayahku. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu.
Shik Joon datang sambil membawa makanan. Ada apa? Yoon Sung menceritakan tentang uang yang hilang. Ia sudah memeriksa semua rek. Kim Jong Shik, tapi tidak bisa menemukan rek tersembunyi.
Shik Joon : Kau tahu, Kim Jong Shik menganggap uang Yayasan seperti miliknya sendiri. Aku minum dengan tukang kebunnya, katanya ia dapat gaji dari Universitas dan didaftarkan sebagai karyawan Universitas.
Yoon Sung : Dia tidak membayar dengan uangnya sendiri?
Yoon Sung kesal, para mahasiswa makan kimbab sederhana untuk menghemat biaya kuliah, tapi Kim Jong shik menggunakan uang seperti itu?
Shik Joon minta Yoon Sung mencicipi masakan ayam-nya. Yoon sung heran, kenapa tiba2 masak? Shik Joon berkata kalau besok adalah peringatan kematian ibunya, ia ingin masak makanan kesukaan ibunya.
Yoon sung tersenyum dan mencicipi ayamnya, enak paman. (Masakan Shik Joon mana mungkin ngga enak haha)
Shik Joon ketakutan, tapi Yoon sung membujuknya. Ayah tidak mungkin keras kepadamu.
Shik Joon masih menolak. Yoon Sung akhirnya menyuruh Shik Joon mengirim kode emergency 'xyz' jika terjadi sesuatu.
XYZ adalah 3 abjad terakhir dalam alphabet, dimana kau menemui jalan buntu.
Nana merasa tidak bisa melindungi rumah ini, tapi Bae Man deok sudah muncul, jadi kalian bisa tenang.
Se Hui justru mengajak Nana ke rumahnya, tapi Nana menolak. Aku tidur di sofa itu saja.
Nana berkata kalau Paman kaki panjang itu sebenarnya Jaksa Kim. Katanya kau sudah berteman lama dengannya.
Se Hui tampak terkejut, apa? aku tidak tahu itu.
Se Hui tersenyum, tapi tidak lama wajahnya berubah. Se Hui pasti juga sudah tahu.
Jin Pyo menatap tajam Shik Joon dan minta mereka jangan menghalanginya. Ingat, kalau aku membalas dendam pada sampah yang hanya tahu memikirkan kepentingan mereka sendiri, dengan taruhan nyawa 20 orang!
Shik joon mengiyakan. Shik Joon tiba2 mengambil tongkat Jin Pyo, ia gugup sekali. Jin Pyo dan Sang Gook tidak melepaskan pandangannya.
Akhirnya Shik Joon meletakkan tongkat Jin Pyo dan berkata ada debu, karena warnanya hitam jadi kelihatan. Jin Pyo mengancam, siapapun yang menghalanginya, akan dihabisi.
Jin Pyo mengambil sumpit dan mencicipi masakan Shik Joon. Sang gook tampak cemas.
Jin Pyo : Kenapa? Kau pikir mereka menaruh racun? Mereka tidak punya nyali melakukannya.
Jin Pyo tanya apa Sang Gook sudah mengirim apa yang ia perintahkan pada Jaksa Kim? Sang Gook mengiyakan.
Apa ayah tahu sesuatu?
Kim Jong shik menyangkal. Jaksa Kim telah menerima Lee Kyung Wan dan Seo Yong Hak dari City Hunter dan keduanya memang melakukan kejahatan yang memalukan sehingga membuat rakyat marah.
Jaksa Kim ingin tahu apa kejahatan yang melibatkan ayahnya. Kim Jong Shik berkata ia tidak bersalah.
Kim Jong Shik : Aku sudah memberikan seluruh hidupku pada pendidikan negeri ini. Aku tidak bersalah. Apa kau lebih percaya City Hunter daripada aku?
Jaksa Kim : Kalau aku tidak tahu tentang kecelakaan 10 th lalu, aku mungkin akan lebih mempercayaimu.
Kim Jong Shik syok, ia baru tahu kalau ternyata Young Jo mengetahui kejahatannya.
Kim Jong Shik minta Young Jo berhenti bicara, kau tahu itu, jadi itu alasan kau membenciku?
Jaksa Kim kecewa dengan ayahnya. Semakin menghormati, akan jadi semakin kecewa. Aku ingin ayah yang bisa kuhormati kembali.
Jaksa Kim mengatakan kalau anak korban membawa bukti kalau kasus ini dimanipulasi dan Bae Man Deok juga sudah mengirim surat pengakuan.
Kim Jong Shik berkata kalau batas waktu pengajuan perkara sudah berakhir dan ia bisa tetap berdiri tegak di depan hukum.
Jaksa Kim : Apa kau mampu menghapus kejahatanmu dengan waktu? Kecelakaan 10 th lalu...aku ingin melihat seorang ayah yang tidak menutupinya, tapi minta maaf untuk itu.
Jong Shik : Bagaimana jika aku tidak bisa melakukannya?
Jaksa Kim : Baik, tapi jika kau terbukti korupsi, apa kau bisa tetap berdiri di depan hukum seperti sekarang? Aku akan menunjukkan padamu, kekuatan hukum yang kulindungi!
Jaksa Kim jalan pergi. Wow..that's a kind of prosecutor we'd like to have, don't we?
Kim Jong Shik merasa terancam, ia memerintah anak buahnya untuk membawa Bae Man Deok dan Kim Nana ke hadapannya.
Shik Joon berdoa dulu di depan foto ibunya, ia sempat curiga dengan dua pria disekitarnya, tapi Shik Joon berpikir kalau mereka juga peziarah.
Setelah Shik Joon selesai, kedua pria itu langsung membius Shik Joon dan menculiknya.
Tapi masih ada satu orang lagi yang langsung menutup hidung Nana dengan chloroform.
Shik Joon sadar, Kim..Nana? Kenapa kau disini?
Shik Joon : Ceritanya panjang.
Nana marah, dasar brengsek.
Shik Joon menangis putus asa dan memanggil nama Huay Lan, istrinya.
Nana : Bae Man Deok, apa ini waktunya menangis?
Nana minta Shik Joon menggigit tali di tangannya, ayo cepatlah! Fokus! Bae Man Deok, jika aku mati disini, kecelakaan orang tuaku akan tidak terungkap selamanya.
Yoon Sung menyempotkan cairan utk memunculkan sidik jari (kayanya minta ke NFS haha) ke nomor2 itu, lalu mendapat 4 digit nomor yang sering ditekan, 5678.
Penjaga #2 masuk, Nana menggunakan tali mengikat tangan penjaga 2 dan menendangnya sampai pingsan. wow..keren..
Yoon Sung mendengar keributan, kalau kedua tahanan lepas. Yoon sung segera keluar, meskipun belum bisa menemukan kombinasi angka yang benar.
Yoon Sung terkejut melihat Nana. Bagaimana kau bisa disini? Nana berkata ia diculik dengan cara dibius. Shik Joon heran bagaimana Yoon sung bisa tahu.
Yoon Sung : GPS itu.
Shik Joon kaget, ah ternyata GPS ini menyelamatkanku! Nana heran, kalian saling kenal?
Shik Joon minta mereka pergi dulu.
Yoon Sung : Kim Nana, lari secepat mungkin!
Sebuah pintu di samping meja kerja terbuka. Yoon Sung masuk ke dalam ruangan rahasia itu.
Dibulatkan, 16 cm, lebar 7cm
Berarti sekitar 2 miliar Won per lapis. (20x20x5juta Won)
Tinggi tumpukan sekitar 1,2 m jadi....total 200 Miliar Won, ada disini! (2Miliar x 100lapis)
Bener kata Da Hye, kalau tiba2 jadi suka belajar di dekat Lee Yoon sung hehehe..
Nana dan Shik Joon kaget, keduanya langsung lari ke mobil mengejar Yoon Sung.
Nana dan Shik Joon tiba, Nana langsung mendobrak pintu dan beraksi. Ia menjatuhkan lawan satu per satu.
Yoon Sung masih belum begitu pulih, ia tidak banyak membantu.
Tanpa pikir panjang, Nana langsung menerjang dan menerima peluru untuk Yoon Sung!
Yoon Sung langsung melepas Nana dan menyerang penembaknya. Ia menerjang orang itu, dan memukulinya dengan kalap. Sampai orang itu sekarat.
Nana : Kau menyelamatkanku..dua kali, apa kau..juga kesakitan seperti ini?
Nana : Apa kau membenciku? Aku senang jika kau berkata tidak. Aku ingin..mengucapkan terima kasih.
Yoon Sung teriak, kenapa kau lari dan kena tembak? Kenapa kau lari dan kena tembak?
Nana : Untung bukan kau yang terkena.
Yoon Sung : Kim Nana..
CH [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10]
liat tumpukan uang di gudang kim jong shik jadi kepikiran, apa para koruptor di indonesia juga punya gudang uang di rumahnya ya, hehehe
ReplyDelete@erna, wah aku ngga tahu tuh Na :) Mungkin aja ya..
DeleteGemes ya lihat mereka itu, mana ada anak2 yang mau sekolah aja harus taruhan nyawa nyebrang jembatan yang hampir putus. Kaya Indiana Jones kata koran Inggris. Sementara mereka enak2an saja makan uang negara.
City Hunter ini mirip sekali dengan yang terjadi di Ind, sayangnya di Ind ngga ada yg berani jadi City Hunter hahaha...
Thank's udah mampir, have a great day!
Episode brp yg nana mabuk terus digendong lee min ho?
ReplyDelete