Yoon Sung lari menerobos pecahan kaca dan segera menarik Nana. Keduanya jatuh bergulingan.
Jin Pyo tiba dan menodongkan pistol ke arah Nana. Yoon Sung menghalangi ayahnya. Ia menjadikan dirinya sebagai tameng. Jin Pyo mengalah dan pergi.
Yoon Sung : Meskipun aku harus melawan ayahku, aku akan melakukannya dengan caraku. Untuk melindungi orang2 disekitarku, paman Shik Joon, ibuku, dan ..kau.
Nana justru menolak, ia minta Yoon Sung janji jika hal seperti itu terjadi lagi, jangan menyelamatkanku. Kita beruntung karena masih bisa hidup hari ini, tapi kita tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi lain kali.
Aku tidak mau kau ada dalam bahaya karena diriku. Kau tidak perlu terluka hanya untuk menyelamatkanku. Aku tidak ingin kau mendapatkan kesulitan.
Yoon Sung marah, berhenti bicara.
Nana juga meninggikan suaranya, Lee Yoon Sung!
Yoon Sung teriak : Sudah kubilang berhenti bicara.
Nana : Kau hampir mati karena aku!
Yoon Sung : Berhenti bicara!
Shik Joon menyambut keduanya, ia heran. Ada apa dengannya? Apa kalian bertengkar?
Shik Joon langsung tanya keadaan Nana, kau tidak apa2? Lalu ia menceritakan kalau Jin Pyo telah mengambil Yoon Sung saat masih bayi dari ibunya dan membesarkannya seperti itu.
Jin Pyo memainkan pistolnya, Aku perlu Yoon Sung menjadi orang seperti itu. Kim Sang Gook tampak tidak setuju.
Nana tahu Yoon Sung selalu berjuang melawan bahaya setiap hari, ia tidak ingin menambah beban Yoon Sung.
Wow...
Yoon Sung menghela nafas, Apa yang sudah kau makan sampai kau begitu berani?
Nana senyum lebar, kau tiba2 berpikir kalau aku ini benar2 keren. Benar kan? Itu kan yang kau pikirkan sekarang?
Yoon Sung : Apa?
Yoon Sung panik : Cukup. Apa kau sudah selesai bicara? Cepat pergi. Gadis macam apa yang masuk dan keluar kamar pria sembarangan seperti ini?
Dan awas, jika kau berani mengatakan itu lagi, aku tidak akan membiarkanmu.
Wartawan tanya kenapa menyimpan uang di rumahnya. Kim Jong Shik berkata, karena akhir2 ini lembaga keuangan telah sering kebobolan dan tidak bisa dipercaya (Takut ama Malinda Dee dia haha), jadi aku menyimpannya di tempat teraman yang bisa kupikirkan, yaitu di rumah.
Yoon Sung : Kalau kau ingin mengingatkan bahwa kau adalah petugas keamanan, kau bisa pergi.
Nana : Aku tidak sengaja. Pekerjaanku adalah mencari barang2 seperti ini, kau tahu kan. Dimana kau akan memasangnya?
Yoon Sung tidak mau mengatakannya. Nana jaga rumahnya saja. Yoon Sung pergi.
Nana ingin ikut, jaga rumah terlalu membosankan, ayo cepat kita sudah terlambat. ayo.
Yoon Sung hanya bisa geleng kepala dan menjalankan mobilnya.
Shik Joon menemui seorang kenalan Kyung Hee dan tanya apa ibu itu tahu no. telp Kyung Hee. Tapi Ibu itu tidak tahu, Kyung Hee itu pendiam dan jarang membicarakan banyak hal, semua ia pikirkan sendiri.
Petugas itu merasa lega. Hanya saja..telp itu dari Yoon Sung.
Bibi Nana heran saat mendengar Nana ijin karena sakit. Ia mengeluh pada Jaksa Kim, Nana sulit dihubungi. Rumahnya juga kosong dan yang lebih mengherankan, seorang paman Nana telp dan minta ijin untuk Nana.
Padahal satu2nya paman yang dimiliki Nana adalah keluarga jauh dan mereka belum kontak.
Jaksa Kim juga heran. Jang Pil Jae masuk dengan terburu-buru. Jang berkata kalau Kepala Kantor Jaksa sudah mengalihkan kasus City Hunter pada Jaksa Ha Dong Wu dan meminta semua informasi tentang City Hunter.
Ini semua karena Jaksa Kim ada hubungan keluarga dengan Kim Jong Shik. Sudah jadi aturan dasar kalau anggota keluarga tidak boleh menyelidiki kasus yang melibatkan keluarganya. Ayahmu, Seo Yong Hak, Lee Kyung Wan, City Hunter..kami memutuskan untuk menyerahkan kasus ke Jaksa Ha.
Jaksa Kim berkata ada saksi kunci dan atasannya minta untuk menyerahkan saksi itu pada Jaksa Ha juga. Jaksa Kim masih berkeras dan atasan-nya marah. Ia tidak ingin orang menganggap enteng kantor Jaksa hanya karena Jaksa Kim tidak bisa tegas menangani kasus ayahnya sendiri.
Jaksa Kepala : Kebanyakan lulusan Univ yang menerima beasiswa memiliki hutang karena tingginya biaya pendidikan! Jika penyelidikan tidak dilakukan dengan benar, Kantor Jaksa akan kehilangan kredibilitasnya. Ayah si Jaksa menolak menghadiri pemanggilan.
Jika kau punya nyali untuk bicara prinsip disini, lebih baik kau mengatakannya pada ayahmu. Jika ia berani meremehkan Kejaksaan, ia akan terluka parah. Matanya, hidung, mulut dan telinganya akan terluka!
Hanya karena ia punya sedikit kekuasaan, dia memperlakukan kantor ini seperti kotoran anjing!
Jaksa Kim tidak bisa membantah lagi. Ia langsung pergi.
Sekretaris mendapat telp, dari Jaksa Kim. Ia ingin bertemu ayahnya dan akan menunggu di kantor karena ayahnya pergi.
Yoon Sung dan Nana bekerja dibawah pengawasan sekretaris. Nana mengalihkan perhatian Sekretaris itu dan mengajaknya bicara.
Yoon Sung menukar buku di rak Kim Jong Shik dengan buku ber-perekam miliknya.
Yoon Sung masih di dalam kantor. Jaksa Kim menemui sekretaris dan akan menunggu di ruang tunggu. Yoon Sung tampak tegang karena kenal suara Jaksa Kim.
Yoon Sung tidak menjawab, ia tampak tegang. Tiba2 ponsel Jaksa Kim berdering. Dari Nana.
Nana : Kae mengejutkanku. Tapi kenapa Jaksa Kim Young Ju kesini?
Yoon sung : Aku bukan Jaksa Kim bagaimana bisa tahu?
Nana mengira Jaksa Kim datang untuk 200 Miliar itu. Dia pasti menyelidiki pencucian uang itu. Dia tetap tampan seperti sebelumnya.
Yoon sung cemburu dan kesal, tampan? Dia kerja karena digaji. Apa kau berharap ia main2 saja?
Yoon Sung semakin kesal karena Nana tidak mematikan ponselnya, Kim Jong Shik bisa melacakmu dengan mudah lewat nomormu. Jangan menerima telp yang tidak dikenal.
Kim Jong Shik tidak mau, ini sekolahku. Aku yang membangun-nya, aku sudah investasi di dalamnya. Ini uangku, jadi kenapa aku tidak boleh menghabiskannya sesukaku? Orang lain juga melakukan ini, kenapa aku satu2nya yang harus mematuhi hukum? Aku katakan sekali lagi. Aku tidak bersalah.
Jaksa Kim : Tidak bersalah? Apa tidak cukup berbohong pada orang lain? Sekarang kau mau membohongi diri sendiri?
Kim Jong Shik : Apa?
Jaksa Kim : Saat aku tahu kalau kau memeras saksi untuk mengubah korban menjadi penjahat, aku sangat terluka sampai rasanya akan gila. Tapi jika itu satu-satunya noda dalam hidupmu, meskipun aku anakmu, demi anggota keluarga korban, aku akan menanggung beban itu demi dirimu.
Kim Jong Shik : Periode waktu untuk menuntutku sudah berakhir, aku tidak bersalah.
Kim Jong shik tahu, ini sudah lebih dari 10 th dan meskipun itu kecelakaan fatal, itu bukan kasus tabrak lari.
Jaksa Kim : Apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun? Karena aksimu, istri korban meninggal, dan suaminya masih koma setelah 10 th!
Kim Jong Shik : Kita beruntung, satu mati dan satu koma.
Jaksa Kim terpana, ia syok. Apa ini benar ayahnya?
Kim Jong Shik melanjutkan, Lalu kenapa jika mereka yang dipersalahkan? Apa kau pikir semua manusia itu memiliki nilai yang sama? Aku berbeda dengan mereka. Aku mengabdikan seumur hidupku untuk pendidikan Korea Selatan. Jika bukan karena aku, sistem pendidikan Korea tidak akan menjadi seperti sekarang.
Rasa bersalah? Penyesalan? Menyerahkan diri? Lupakan itu! Bagiku, kecelakaan 10 th lalu..sudah lama kulupakan. Hari itu aku hanya sedang sial, itu cuma takdir.
Kim Jong Shik tampak terkejut, Young Joo..
Jaksa Kim ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi Oktober 1983? Kenapa City Hunter mengejarmu? Sepertinya aku tidak bisa melindungimu lagi, Ayah. Kau harus jaga dirimu sendiri.
Nana : Aku ingin melihat bagaimana Jaksa Kim berurusan dengan Kim Jong Shik. Dia pasti keren saat menjatuhkannya, ya kan?
Yoon Sung : Apa Jaksa itu pegulat? Menjatuhkan apa? Pergi sana, aku harus kerja.
Jaksa Kim masih tidak ingin mundur dari kasus City Hunter, ia minta Jang Pil Jae mencari dimana Lee Kyung Hee.
Jaksa Kim pergi ke kantin Kyung Hee dan bertanya pada tetanggnya. Tapi mereka juga tidak tahu kemana perginya Kyung Hee.
Kyung Hee itu bernasib malang, ia kehilangan bayi lelakinya yang berusia 1 bulan th 1983. Jaksa Kim terkejut, anak lelaki? di th 83?
Jaksa Kim memikirkan semua fakta, Lee Kyung Wan dan Seo Yong Hak semuanya diserang dengan rekaman video dan kemungkinan orang yang sama juga menanam video di kantor ayahnya.
Yoon Sung : Benar. Apa wanita bernama Lee Kyung Hee ada di sini?
Suster itu membenarkan dan minta Yoon Sung masuk dalam gereja. Yoon sung curiga, ia tanya, kaki pasien Lee Kyung Hee masih lemah. Apa dia sudah bisa mulai beradaptasi?
Yoon Sung tahu itu jebakan dan segera pergi.
Yoon Sung : Kulihat kau sangat ingin tahu tentang aku. Tapi jika kau ingin mengajukan pertanyaan, kau harus datang setelah punya bukti. Atau surat penggeledahan.
Jaksa Kim : Surat penggeledahan? Sepertinya kau telah melakukan kejahatan.
Yoon Sung mengelak. Jaksa Kim tahu, kita bisa buktikan dengan rekaman CCTV tapi mengingat betapa telitinya dirimu, rekaman itu pasti sudah dipindah, ya kan?
Sekali lagi, Jaksa Kim pulang dengan tangan hampa. Yoon Sung masuk ke dalam rumah. Jaksa Kim mengirim sms ke ayahnya, Ini adalah permintaan terakhirku. Serahkan dirimu. Jika tidak, masalahnya akan jadi semakin serius.
Wanita itu ragu, tapi Shik Joon berkata ia bukan orang jahat, hanya saja Kyung Hee tidak sehat. Tapi ia menghilang dari RS. Sementara anak lelaki Kyung Hee mencarinya.
Wanita itu berkata Lee Kyung Hee tidak punya anak.
Shik Joon membenarkan, itu yang dipikirkan semua orang, tapi itu tidak benar. Anaknya yang hilang sudah tumbuh dengan baik. Namanya Dr. Lee Yoon Sung dan kerja di Blue House. Anaknya sangat tampan dan ia ingin sekali mencari ibunya. Maaf sudah merepotkan anda, tapi tolong bantulah kami.
Akhirnya biarawati berkata kalau Kyung Hee mengunjungi biara lain untuk belajar doa dan istirahat.
Shik Joon minta nomor ponsel Kyung Hee tapi percuma, di biara tidak ada listrik. Ponsel Shik Joon juga basah, jadi ia hanya bisa meninggalkan no. ponsel Lee Yoon Sung.
Shik Joon memohon, tolong minta ia segera telp begitu ia pulang.
Shik Joon jalan pulang, ia melihat teh hijau yang dijual para biarawati dan merasa teh ini bagus sebagai hadiah.
Young Joo, kuharap kau bisa menjadi penjaga keadilan Korea selatan. Jaksa yang seperti itu.
Yah..so ironic.
Young Joo berkata ini kebetulan, ia benar2 anggota klub ini. Yoon Sung membenarkan, sepertinya kau punya orang tua kaya. Ayahmu, bukankah Presdir Kim Jong Shik?
Yoon Sung : Kudengar dari Nana, kalau kau mengaku bahwa kau adalah Paman Kaki Panjang. Lalu kapan kau akan mengaku kalau kau adalah anak Kim Jong Shik?
Jaksa Kim tersinggung, itu bukan urusanmu.
Yoon SUng : Harus ada batasnya dalam mempermainkan orang.
Jaksa Kim ; Kau brengsek.
Yoon Sung : Bukankah keterlaluan memberikan permen setelah memukul seseorang? Berperan sebagai Paman Kaki Panjang dan menjadi orang yang bisa membuatnya bersandar. Setelah ia tahu kebenarannya dan sadar kalau kau adalah anak dari orang yang membunuh orang tuanya, apa yang akan Nana lakukan? Apa kau sudah memikirkan bagaimana perasaan-nya?
Jaksa Kim : Ini pertama kalinya aku bertemu orang yang mengerti Nana lebih dariku.
Yoon Sung : Kau seharusnya pergi dari hadapan Nana. Jika kau benar2 ingin tetap menjadi Paman Kaki Panjangnya.
Yoon Sung : Mengatakannya 3 kali membuatnya kehilangan maknanya.
Keduanya benar2 saling menyindir.
Eun Ah telp dan mengatakan tentang teh hijau. Yoon Sung heran, aku? teh hijau yang kukirim? Pamanku pergi ke Blue House?
Nana cemas, jika ke Blue House maka akan ada banyak mata2 Kim Jong Shik disana. Yoon Sung mengeluh, paman terlalu berani.
Yoon Sung segera pergi ke Blue House. Nana ikut.
Yoon Sung dan Nana bergegas lari mendekati Shik Joon yang luka parah. Yoon Sung melihat mobil itu dan sadar kalau itu mobil Kim Jong Shik dari platnya.
Yoon Sung marah : Kim Jong Shik.
Yoon Sung ketakutan, detak jantung Shik Joon berhenti. Dokter mencoba memacu jantung Shik Joon lagi.
Untungnya jantung Shik Joon berdetak lagi. Semua bisa lega untuk sementara. Yoon Sung mengepalkan tangannya.
Tapi Shik Joon harus dioperasi karena ada tanda pendarahan di dalam dan dokter ingin tahu penyebabnya.
Nana merasa tidak enak dengan sorot mata Yoon Sung kali ini.
Yoon Sung minta Nana menjaga Shik Joon, ia keluar dulu. Nana tampak cemas.
Jaksa Kim memeriksa daftar nama itu dan langsung mencoret nama pertama dalam daftar tamu, nama ayahnya.
Tapi kantor Jaksa tetap mengirim undangan untuk Kim Jong Shik, karena bagaimanapun dia ayah Jaksa Kim.
Nana juga mendengar kalau Jaksa Kim akan dimutasikan ke pulau Mara. Ia heran, kenapa Jaksa yang menerima penghargaan harus dimutasi.
Jaksa Kim langsung mencari Jang Pil Jae, ia tahu City Hunter pasti ada disini hari ini. Young Joo minta Jang Pil Jae mengawasi aula dan ruang komunikasi.
Jaksa Kim menemui Jaksa Kepala, Pak aku punya firasat kalau City Hunter akan muncul.
Jaksa Kepala kesal : Jaksa Kim aku sudah melarangmu ikut campur kasus City Hunter, apa dia gila mau datang kesini dengan banyak jaksa seperti ini? Duduklah.
Jaksa Kim terpaksa duduk. Ia melihat ayahnya beramah tamah dengan beberapa Jaksa di sebelahnya. Jaksa Kim diam-diam memasukkan mp3 ke saku Kim Jong Shik.
Jaksa Kim : Saya, Jaksa Kim Young Joo, tidak pantas mendapatkan penghargaan ini. Saya pikir seorang Jaksa seharusnya..menjadi bambu yang berdiri tegak. Penjaga keadilan, kebenaran, hak asasi manusia, kejujuran, dan keterbukaan. Jika kita gagal, semua ini hanya akan dicatat dalam ensiklopedia, atau hanya kata-kata dalam kamus.
Young Joo mengulang kata-kata ayahnya, sementara Kim Jong Shik tetap pura-pura tidak ada masalah dan tampil dengan bangga.
Jang Pil Jae menemukan petugas ruang komunikasi dilumpuhkan dan diikat dengan lakban. Jaksa Kim merasa layar di belakangnya menyala, ia memejamkan mata, tahu apa yang akan terjadi.
Rekaman dalam kantor Kim Jong Shik diputar, saat Jaksa Kim memohon agar ayahnya menyerahkan diri, tapi Kim Jong Shik dengan sombong menolaknya.
Kim Jong Shik terkejut dan malu, ia jalan dengan limbung keluar dari aula. Jaksa Kim langsung mengejar ayahnya, ia takut City Hunter akan menyerang ayahnya.
Nana : Lupakan. Aku tidak akan menerima permintaan maafmu, Jaksa Kim young Joo bukanlah orang biasa kukenal sebagai Paman Kaki Panjang.
Jaksa Kim : Nana, aku benar2 minta maaf. Meskipun kau melemparkan batu kepadaku, aku tidak akan menghindar. Tapi sekarang, aku harus mencari ayahku. Maafkan aku Nana.
Kim Jong Shik ketakutan : Kau siapa?
Yoon Sung : Jangan melawan kalau kau tidak ingin mati di depan anakmu, pesta baru dimulai.
Kim Jong Shik menjalankan mobilnya. Yoon Sung mengancamnya, cepat atau lambat anakmu akan melepaskan jubah jaksanya.
Kim Jong Shik tanya apa ini dendam th 1983 itu? Yoon Sung menjawab, jadi kau masih ingat.
Yoon sung : Mereka mempertaruhkan nyawa demi negara, tapi kau membiarkan mereka tenggelam di dasar laut Nampo, sementara kau hidup nyaman, menggunakan uang mahasiswa untuk membeli baju dan makanan mewah.
Bahkan seorang pembunuh bisa tidak ketahuan. Aku akan membuatmu ditahan dan dibawa ke pengadilan oleh anakmu sendiri. Aku akan memberikan dokumen korupsimu hanya untuk Kim Young Joo. Jika Kim Young Joo menutupinya, maka ia akan dihancurkan.
Bahkan jika dia mengungkap ini, kalian berdua tetap akan dihancurkan. Ditangkap oleh anaknya sendiri, pasti akan sangat menarik.
Kim Jong Shik : Anakku. Anakku..lepaskan dia.
Yoon Sung mengejeknya, cinta seorang ayah benar2 menyentuh hati. Tapi sepanjang hidupku, aku tidak akan pernah bisa merasakannya. Jika kau benar2 seorang ayah untuk anakmu, apa yang bisa kau lakukan untuknya?
Sesuatu yang terhormat atau sesuatu yang memalukan?
Yoon Sung jalan mengikutinya dengan pisau di tangan.
Yoon Sung menjatuhkan pisau dan lari menuju Kim Jong Shik.
Jaksa Kim melihat ke atas jembatan dan melihat City Hunter. Ia teriak dan lari ke ayahnya, Aboji!
CH [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12]
ka tirza makasih atas sinopsisnyaa..., di tv terbang banyak yang dipotong...,tetap semangat yaa buat sinopsis2 drakor lainnya yg bagus pastinya...ka aq req drakor ojagkyo brothers dunk ka..
ReplyDelete