Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, December 1, 2012

Bridal Mask episode 23


 Joo Won di Win-Win KBS2 bersama Gaksital di sampingnya. Love his smile:)

Gaksital menghadang truk polisi dan bertempur dengan Polisi Jepang.

Komrad Ahn Sub (Diperankan Kim Ji Min cowok. Akhirnya aku tahu namanya wkk) melompat dari jembatan dan melumpuhkan polisi yang menahan Reporter Song. Ahn Sub berhasil menyelamatkan Song. Keduanya lari meninggalkan Gaksital.

Kinpei Kato muncul dan bertarung dengan Gaksital. Gaksital bukan lawan Kinpei. Gaksital terluka parah dan melarikan diri. Gaksital jalan ke sebuah lorong sepi dan jatuh pingsan.

Kimura Shunji muncul, ia jalan mendekati Gaksital. Shunji berlutut dan perlahan membuka topeng Gaksital.

Shunji syok, itu memang wajah Lee Kang To. Teman dekatnya. Dalam hati ia berkata, seperti yang kuduga, memang kau. Lee Kang To, penjahat itu adalah kau.

Shunji teringat semua sandiwara Kang To di depannya. Semua itu sebenarnya adalah cara Kang To melindungi Mok Dan dan orang2 pejuang kemerdekaan.
Shunji terlihat marah sekali. Apalagi saat ia ingat Gaksital membunuh kakaknya, Kenji dan juga mengarahkan pedang ke leher ayahnya. Kimura Taro.

Shunji menangis karena emosi, ia merasa dikhianati. Tangannya yang memegang topeng gaksi itu gemetaran.

Kinpei datang mendekat, ia terkejut saat melihat wajah Gaksital. Kinpei mengangkat pedangnya, tolong minggir.
Kinpei ingin memenggal Kang To.

Shunji berdiri dan menghalangi Kinpei. Kinpei heran, tapi ia patuh dan mundur.

Mok Dan mondar mandir gelisah. Ia jalan ke pesawat telp, ingin telp lagi. Ketua Jo menahannya, bukankah tadi kau barusan telp? Mereka akan mengontakmu kalau mereka sudah aman.

Jo : Kalau kau seperti ini terus maka semua komrad kita akan jadi gelisah.

Mok Dan minta maaf, ia merasa benar2 tidak tenang. Mereka seharusnya sudah telp sekarang ini. Ketua Jo mengerti, ini memang berat, tapi Mok Dan harus bisa menunggu. Mok Dan mengerti dan jalan keluar kamar.

Mok Dan bertemu Ueno Rie di lorong hotel. Mok Dan terkejut. Tapi Rie tidak menampilkan wajah menakutkan kali ini. Wajahnya justru terlihat putus asa.

Keduanya duduk di kamar Mok Dan. Rie mengulurkan pasport, tiket kapal dan uang dalam jumlah besar.

Rie : Ini passport dan tiket kapal. Akan berbahaya pergi ke Cina karena ada perang disana. Pergilah ke Jepang dulu, lalu pergi ke AS atau Kanada..pergi ke satu tempat yang aman.
Mok Dan : Apa sebenarnya maksudmu?
Rie : Aku ingin kau meninggalkan Gyeong Seong bersama dengan Lee Kang To.


Mok Dan terkejut, apa maksudnya ini. Rie menghela nafas dan mengakui kalau ia akhirnya jatuh cinta pada Lee Kang To, orang Joseon rendahan itu. Organisasi tempatnya bernaung sudah memberinya perintah membunuh Kang To.
Rie : Selama 2 hari ini, aku hanya berpikir apa aku bisa membunuhnya. Dan ini kesimpulannya.

Mok Dan berpikir dalam hati, apa mungkin dia sudah tahu kalau Tuan Muda adalah Gaksital?
Rie mendesak Mok Dan untuk segera meninggalkan kota ini dengan Lee Kang To, kalau tidak, Rie harus membunuh Kang To.

Mok Dan menyangkal hubungannya dengan Kang To, jadi kenapa kau memintaku melakukan ini? Kau sepertinya salah paham, pergilah sekarang.

Rie tidak mengerti, apa kau benar2 tidak mau pergi bersamanya? Dengan tiket dan uang ini, kalian akan bisa hidup bahagia seumur hidup kalian!

Mok Dan berpikir : Tapi kemanapun dia melihat, ia melihat orang2 yang menderita, saat ini dia adalah orang yang tidak bisa melepas topeng itu lagi. Dan aku ..mendukung keinginan dan apa yang dipercaya orang itu karena aku mencintainya.

Rie menahan tangisnya, apa kau benar2 tidak akan menyesalinya?
Mok Dan menghela nafas : Aku mengerti maksudmu dan menghargai ketulusanmu.

Mok Dan jalan ke pintu dan meminta Rie pergi, selamat tinggal. Rie tidak percaya penolakan Mok Dan. Ia jalan keluar dan meninggalkan Hotel.

Rie masuk ke dalam mobil dan menangis. Kalau saja dia yang ada di posisi Mok Dan, Rie pasti mati2an membujuk Kang To pergi bersamanya.
Jun melihat Rie menangis dari kaca spion.

Shunji dan Kinpei menghadap Ketua Ueno. Shunji berlutut dan menghormat ke arah Ueno hideki.
Ketua Ueno tanya bagaimana hasilnya.

Shunji lapor, seperti yang sudah ia duga, memang Lee Kang To adalah Gaksital.
Ueno : Lee Kang To?

Kinpei menjelaskan, benar dia adalah polisi Joseon yang menyelamatkan nyawa Nona 5 tahun lalu. Shunji tampak heran, jadi Rie dan Kang to pernah bertemu sebelumnya?

Ketua Ueno tampak marah, kalau Rara tahu bahwa penjahat itu adalah Gaksital dan tidak sanggup membunuhnya..jika dia sengaja menyembunyikan identitasnya..Rara..tetaplah orang Joseon.


Kinpei menyambung : Tolong berikan saya perintah.
Shunji terkejut, Ueno Rie adalah orang Joseon?
Kinpei menjelaskan, Dia adalah gisaeng yang melayani Ketua saat di Myeong Wol Jeong.

Shunji ingat saat minta ijin Ueno membunuh Rie, Shunji berpikir karena Rie adalah putri kandung Ueno Hideki, maka Ketua Ueno tidak akan membunuh putrinya sendiri.

Ueno tanya apa mereka sudah membunuh Gaksital. Kinpei berkata ia hampir mengakhiri hidup penjahat itu tapi Kapten Kimura menghentikannya.
 

Shunji berkata, saat ia melihat wajah penjahat itu, ia ingin menguliti orang itu sedikit demi sedikit, tapi jika ia dibunuh, kita tidak akan bisa menangkap Yang Baek dan Dong Jin, meskipun kita membunuh Gaksital selama Yang Baek dan Dong Jin masih hidup...

Shunji ingat saat Komrad Yoon menyamar menjadi Gaksital dan meledakkan dirinya. Juga saat Komrad Jeok Pa mengutuki Shunji dan berkata meskipun ia mati, ia tetap akan melindungi Gaksital selamanya.

Shunji melanjutkan : Semangat nasionalisme mereka akan bangkit. Kita harus menghancurkan sampai ke akarnya, agar rakyat Joseon tahu semua ini karena kemurahan Kaisar Jepang maka Joseon tidak menjadi koloni dari negara yang berkuasa.

Ketua Ueno tersenyum, ia suka dengan jawaban Shunji. Kinpei, kepercayaan ini adalah masa depan dari Kekaisaran Jepang Raya. Kimura Shunji, sembunyikan ini dari Rara, kalau aku tahu siapa Gaksital itu sebenarnya.
Shunji : Saya harap anda juga bisa berjanji pada saya satu hal.
Ueno : Janji?

Shunji : Tolong ijinkan saya mengambil nyawa Lee Kang To dengan tangan saya sendiri.
Ueno hanya tersenyum.

Mok Dan pergi ke klinik lokal. Ia memeriksa sekitar tapi tidak melihat Kimura Shunji mengawasinya dari jauh.

Shunji melihat semuanya dan tampak sangat marah. Dua orang yang membodohinya dan menganggapnya tidak tahu apa-apa.

Kang To terbaring tidak sadar. Komrad Ahn Sub duduk di dekatnya. Mok Dan lari masuk, apa yang terjadi?

Ahn Sub menjelaskan, ia harus menolong Reporter Song, jadi tidak bisa menolong Gaksital. Aku kembali beberapa saat kemudian dan menemukannya sudah pingsan. Tapi jangan cemas, ia akan segera sadar.

Mok Dan minta Ahn Sub pergi, ia yang akan menjaga Kang To. Ahn Sub mengerti, ia juga harus menemui Reporter Song, tolong jaga dia, Mok Dan-ssi.
Ahn Sub mengambil topinya dan jalan keluar.

Mok Dan duduk dan menggenggam tangan Kang To, ia menyentuh rambut dan wajah Kang To lalu menangis.
Kebayang Komrad Ahn menari moonwalker dg topi itu
 Ahn Sub keluar dari klinik dan Shunji melihatnya. Shunji segera mengikuti Ahn Sub.

Tapi Ahn Sub juga bukan orang sembarangan, ia langsung menyadari kehadiran Kimura Shunji. Ahn Sub langsung lari. Shunji kehilangan jejak Ahn.

No Sang Yub masuk ke ruang rahasia dibalik cermin dengan membawa baskom isi air.
Di dalam sudah ada, Tasha dan Ahn Sub yang merawat luka reporter Song.

Tasha keluar dari ruang rahasia itu dan melihat Kimura Shunji jalan masuk. Tasha segera memasang senyuman, ia merangkul lengan Shunji, Kapten Kimura, senang bertemu anda, apa yang anda lakukan disini saat ini?
Shunji : Bawakan aku anggur dan jangan ijinkan siapapun masuk kesini!

Shunji masuk ke ruangan pribadi yang ada ruang rahasianya. No Sang Yub membungkuk, selamat datang! Shunji duduk dan mengusir Sang Yub.

Sementara itu, reporter Song dan Ahn Sub mendengar dari balik dinding dengan tegang.

Tasha dan Sang Yub menyiapkan anggur beserta buah untuk Shunji. Sang Yub kelihatan gugup. Tamao muncul dan melambai pada keduanya, selamat pagi.
Tasha dan pelayannya mengacuhkan Tamao lalu jalan ke ruangan Shunji. Kasihan juga Tamao ini.

Tasha dan Sang Yub menyajikan anggur untuk Shunji. Shunji langsung meraih gelas dan menuang anggur sendiri. Tamao jalan masuk, ia heran, wah lihat siapa ini?
Tamao langsung duduk di depan Shunji, aku hampir lupa seperti apa wajahmu, apa Kang To baik-baik saja? Kita bertiga dulu pernah terkenal sebagai pria modern di Gyeong Seong.

Shunji teriak marah, Madam..bukankah aku sudah bilang jangan mengijinkan siapapun masuk ke dalam?!

Tamao masih belum bisa melihat situasi. Ia terus saja bicara tentang masa lalu mereka, sekarang kau tidak tertarik lagi dengan kerajinan tangan Joseon kan? Dulu, benda kecil saja akan membuatmu benar2 gembira. Hei..hei apa kau masih ingat saat itu?

Demi mencari sepatu salju untukmu, kau Kang To, dan aku, kita bertiga pergi ke gunung salju..
Shunji membentaknya : Apa kau tidak akan keluar?!

Tamao masih bicara : Kita bertiga ingin main ski, jadi kita mengenakan sepatu salju dan bergulingan dan lari..


Shunji murka. Ia berdiri dan memukul Tamao. Tamao syok. Tapi memaksakan diri tersenyum. Sementara Tasha dan Sang Yub benar2 tegang.

Tidak cukup sampai disitu, Shunji meraih senjatanya dan menodongkan pistol ke kepala Tamao.

Shunji : Brengsek! Kau berani tertawa? Apa? Teman? Aku dan orang Joseon?
Shunji marah sekali. Untungnya Shunji memutuskan untuk pergi. Sang Yub keluar untuk mengantar Shunji.

Setelah Shunji pergi, Sang yub masuk dan memberi tanda pada Tasha. Tasha jalan ke arah cermin dan berkata :Kalian bisa keluar sekarang.

Pintu terbuka. Komrad Ahn dan Reporter Song jalan keluar. Keduanya terkejut melihat Tamao.
Tamao apalagi, ia syok sekali lagi melihat mereka. Tasha hanya memandang Tamao sekilas.

Tasha minta Ahn dan Song tidak mencemaskan Tamao. Keduanya mengerti dan pergi. Tasha mengikuti mereka.
Tamao terduduk sendiri dan berusaha mencerna apa yang terjadi. Ia benar2 syok.

Kang To akhirnya sadar. Mok Dan memanggilnya, Tuan Muda, apa kau sudah sadar? Kau bisa mengenaliku?
Kang To : Boon Yi..bagaimana aku bisa sampai kesini?Mok Dan berkata Komrad Ahn yang membawa Kang To ke RS.

Kang To duduk dibantu Mok Dan. Ia ingat pertarungannya dengan Kinpei Kato. Kang To heran kenapa orang itu bisa muncul di lokasi itu apa Rara benar2 ingin membunuhku? Atau Kishokai?

Mok Dan berkata Rara datang menemuinya. Kang To terkejut, Rara?

Mok Dan : Dia memintaku pergi denganmu dan bahkan memberiku passport dan uang. Aku menolaknya, tapi aku merasa tidak enak. Apa wanita itu tahu kalau kau adalah Gaksital?
Dia berkata dia harus membunuhmu.

Kang To terkejut tapi minta Mok Dan tidak cemas.
Mok Dan berkata Rara memang beberapa kali menipunya tapi kali ini ia bisa merasakan kalau Rara tulus. Dia benar2 mencemaskanmu dan menyukaimu.

Kang to cerita, ia pernah menyelamatkan seorang wanita Joseon yang dihina oleh orang Jepang dan wanita itu adalah Rara.
Mok Dan terkejut, Rara adalah orang Joseon? Jadi seperti itu, dia punya masa lalu seperti itu.

Kang To menarik tangan Mok Dan, terima kasih karena tetap bersamaku dan menolak tawarannya.

Mok Dan tersenyum : Tentu saja. Bukankah aku berkata akan mengikutimu dan selalu bersamamu?
Kang To membelai wajah Mok Dan.

Ueno Rie menghadap Ketua Ueno bersama Jun. Kinpei tampak siap memenggal Rie. Jun juga menyiapkan pedangnya.

Ketua Ueno berkata ia berpikir untuk menerima Sato Hiroshi sebagai anggota Kishokai. Ini karena kau merekomendasikan dirinya.
Rie : Tidak, jangan melakukannya.

Ketua Ueno tanya kenapa tidak. Apa karena kata-kata Kimura Taro bahwa ada kemungkinan orang itu adalah Gaksital?

Kinpei meletakkan tangan di atas pedangnya, ia bersiap menyerang Rie.
Jun juga bersiap dengan pedangnya. Keduanya saling mengawasi gerak-gerik masing2.

Rie membenarkan. Dengan fakta yang ditemukan Kimura Shunji, kemungkinan kalau orang itu adalah Gaksital menjadi besar. Jadi, saat ini kita harus mengawasinya dulu untuk sementara waktu.

Ueno memutuskan untuk memberi Rie kesempatan. Ia berkata pada Kinpei, belum saatnya.
Kinpei menurunkan tangannya. Jun juga perlahan menarik pedangnya kembali. fiuh...

Ketua Ueno memberi tanda pada Kinpei untuk keluar. Kinpei minta Jun ikut keluar dengannya. Jun mengangguk dan mereka meninggalkan Ketua Ueno dan Rie.

Reporter Song membawa Ahn Sub ke sebuah kuil terpencil. Ia masuk ke lorong rahasia dan membuka tingkap untuk masuk ke lorong bawah tanah. Ternyata itu persembunyian Guru Dong Jin.

Dong Jin senang sekali  melihat Song lagi, Reporter Song, Gaksital menyelamatkanmu. Dia memenuhi janjinya.

Ahn Sub memberi salam pada Dong Jin. Dong Jin memeluknya, lalu memarahi Ahn Sub karena berani membawa guru Yang Baek ke medan mengerikan ini.
Ahn : Bukankah anda juga ada dalam medan mengerikan ini? Anda berdua harus bertemu. Agar kami bisa tetap hidup.

Dong Jin setuju, tentu saja, kami memang harus bertemu.

Reporter Song mendengar berita dan ia membesarkan volume radio. Ketiganya mendengarkan berita dalam bhs Inggris.

Dong Jin : Perang Sino-Jepang berlangsung jauh lebih lama dari yang diperkirakan, kalau seperti ini maka Inggris dan AS akan bergabung dalam peperangan ini. Jika seperti itu, Jepang pasti akan kalah.
Itu artinya waktu untuk meraih kemerdekaan kita akan semakin dekat.

Ahn : Itulah mengapa Guru Yang ingin bertemu Anda.
Dong Jin : Dimana aku harus bertemu beliau?

Shunji mendapat makian dari Murayama saat melaporkan kejadiannya. Murayama tidak percaya, kau kehilangan anak buah Dong Jin dan itu karena Gaksital? Dan disaat krusial ini, saat kita harus menangkap Yang Baek dan Dong Jin?
Shunji hanya minta maaf.

Murayama semakin marah karena Shunji tidak akan mengatakan padanya apapun. Ini perintah, katakan padaku apa rencanamu.

Shunji minta maaf. Murayama murka, ia memukul Shunji dan mencengkeram bajunya.

Shunji justru mengancam atasannya, jangan melakukan sesuatu yang akan anda sesali nanti.
Murayama : Apa katamu?
Shunji : Yang Baek, Dong Jin dan juga Gaksital, saya akan menangkap mereka semua dan membawa mereka ke hadapan anda. Jika anda seperti ini, bagaimana nanti anda akan menghadapi saya?

Murayama tidak percaya, apa kau memang begitu percaya diri?

Shunji : Senjata kadang bisa membunuh orang, tapi juga bisa gagal. Tapi, sebuah rencana yang disiapkan dengan matang kadang bisa membunuh musuh yang tidak bisa dilihat.

Murayama : Orang yang tidak bisa bertanggung jawab atas perkataan mereka adalah sampah. Aku adalah orang yang akan menyingkirkan sampah setiap kali aku melihatnya.
Shunji : Saya akan mengingat itu.

Shunji keluar dari kantor Murayama dan mencari Kang To. Ia tanya Koiso, Lee Kang To belum datang? kenapa aku tidak melihatnya?

Koiso berkata Kang To akhir2 ini seperti itu, saya tidak melihatnya sejak kemarin. Kenapa kita tidak memecatnya saja?
Abe mendengar pembicaraan mereka dan kelihatan tegang.

Shunji : Jangan seperti itu, bukankah kita semua adalah keluarga?
Koiso benar2 bingung karena Shunji.

Kang To jalan ke arah kantor polisi. Ia menghela nafas di depan pintu gerbang lalu jalan masuk.

Shunji menunggu Kang To, ia berpikir Kang to pasti akan muncul, bagaimana aku harus menghancurkan orang ini?
Akhirnya Kang To jalan masuk ke kantor polisi. Shunji melihatnya dan segera duduk, ia menunggu Kang To.

Kang To masuk kantor Shunji, ia harus lapor. Kang To membungkuk dan minta maaf, saya mendapat kecelakaan kecil kemarin.
Shunji tampak cemas, kecelakaan? Kecelakaan apa?

Kang To berkata ia terluka, tapi tidak serius.
Shunji: Benarkah? kau seharusnya hati-hati. Duduklah.

Shunji menanyakan kemajuan kasus Gaksital. Kang To berkata seperti perintah Shunji, ia menyelidiki orang2 di sekitar Presdir Park In Sam.

Shunji menghela nafas, Kang To, apa kau tidak tahu? kemarin Gaksital menyelamatkan anggota staf Dong Jin, Reporter Song.
Kang To : Benarkah?

Shunji berkata ini seperti yang sudah ia duga, Gaksital dan Dong Jin memang ada hubungannya. Sepertinya kau dan aku tidak bisa menyelidiki secara terpisah. Kita harus melakukannya bersama.
Wajah Kang To berubah. Shunji tanya, kenapa? Apa kau tidak mau?

Kang To tersenyum, bagaimana saya bisa tidak mau? Jika mereka terhubung maka kita harus bekerja sama. Dengan begitu, kita akan mendapat kesempatan lebih besar untuk menangkap mereka.
Shunji tersenyum pada Kang To. Abe muncul untuk memanggil mereka berkumpul.


Murayama marah2 di depan anak buahnya. Ada rumor palsu yang beredar seperti wabah penyakit diantara rakyat Joseon. Orang yang bicara omong kosong, orang yang tidak puas dengan pejabat dan orang yang menyebarkan rumor palsu semuanya akan ditangkap. Apa kalian mengerti?

Semua mengiyakan. Murayama menyinggung soal Gaksital yang berhasil menyelamatkan reporter Song, ini semua karena kalian tidak memiliki semangat Jepang/bushido.

Shunji membuka mulut : Masalahnya bukan di semangat, melainkan moral.
Murayama marah dan mendekat ke Shunji : Moral?

Shunji : Anda menurunkan atau mengangkat petugas tanpa alasan yang jelas, jadi siapa yang akan bekerja dengan baik? Harus ada aturan dalam Kepolisian Jepang. Penurunan pangkat Sato Hiroshi seharusnya dibatalkan.
Murayama tidak tahan lagi dan memukul Shunji sampai terpelanting. Kang To dan polisi lain terkejut melihatnya.

Murayama teriak2 : Kau benar2 berani membantahku, Murayama  Yoshio? Kapten Kimura, apa kau ingin diturunkan juga menjadi polisi biasa? Bubar!

Kang To mendekat dan membantu Shunji berdiri. Shunji tersenyum tipis pada Kang To.

Malamnya, Murayama Yoshio menemui Kimura Taro dan melaporkan tingkah laku Shunji. Taro tampak terkejut, Apa...Apa katamu? Shunjiku?
Murayama : Dia berkata penurunan Lee Kang To tidak beralasan dan bahkan menantang saya di depan semua polisi.

Taro tidak percaya, bagaimana bisa. Murayama tanya apa Taro menuduhnya bohong. Saya dengar dia menjadi Kapten karena koneksi..

Taro minta Murayama diam. Murayama berkata ia tidak akan bersikap lunak pada Shunji meskipun orang itu adalah putra Taro. Anda harus bisa memisahkan kehidupan pribadi dengan urusan pekerjaan.
Murayama berdiri dan menghormat lalu pergi.

Bibi masuk membawakan teh dan heran melihat tamunya sudah pergi. Ia tetap menyajikan teh dan memberanikan diri tanya, Tuan, tidak ada yang terjadi pada cucu saya Sun In kan?

Taro marah, sudah kubilang jangan menyinggung masalah itu lagi.

Bibi mengeluarkan selebaran yang ditulis Shun Hwa dan Mok Dan. Ia ingin memastikan bahwa cucunya tidak dikirim ke tempat yang disebutkan dalam selebaran itu. Tapi Taro marah dan membentaknya, apa kau mau dikirim ke penjara karena menyebarkan rumor palsu?
Bibi ketakutan, tidak, saya salah. Ia segera pergi.

Gubernur Wada mengadakan pertemuan, ia pusing karena perang Sino-Jepang berjalan lebih lama dari yang diperkirakan dan membuat beban pemerintah bertambah.
Bahkan partai Nasionalis dan Komunis di Cina bergabung untuk melawan pasukan Jepang kita. Ini membuatku sangat cemas.

Taro usul, kenapa harus cemas, bukankah kita memiliki Joseon? Ia ingin Gubernur Wada mengeluarkan perintah untuk mengijinkan pemuda Joseon membantu pasukan Jepang.

Murayama terkejut, Pak! Apa anda ingin memberikan senjata pada orang Joseon? Bagaimana kalau mereka menggunakan senjata untuk kemerdekaan Joseon?
Taro berkata senjata bisa segera diproduksi dalam waktu singkat. Tapi untuk melatih seorang tentara, paling tidak membutuhkan waktu 15 tahun. Sekarang semua pemuda Jepang kita telah dikirim ke Cina. Kecuali orang Joseon, apa ada pilihan lainnya?

Murayama : Kita bahkan tidak bisa menangkap Gaksital, kalau kita memberikan mereka senjata...Jika orang Joseon bersenjata, berubah menjadi Gaksital bersenjata, apa yang akan anda lakukan?

Taro : Kita tinggal mengubah orang Joseon itu menjadi Tentara Jepang.

Wada setuju, benar Chief Kimura, itu memang tepat. Segera buat rencana untuk mengubah orang Joseon itu menjadi warga negara Jepang.
Semua mengiyakan.

Taro bertemu dengan Bangsawan Lee dan Anggota Konggres Hyun juga Murayama. Taro mengatakan rencana Wada. Hyun setuju dan berkata mereka harus melarang pemakaian bahasa dan huruf Hangul. Juga mereka harus membangun banyak kuil Shinto di setiap kota di seluruh negri lalu memaksa semua orang sembahyang di kuil Shinto.

Mereka juga harus mengajarkan orang2 tentang sejarah Jepang, kita harus membuat mereka melupakan sejarahnya sendiri.


Ny. Lee menoleh ke Murayama, Chief apa anda tahu rumor yang tersebar?
Murayama : rumor?
Ny. Lee : Yang Baek telah datang ke Gyeong Seong. Itu tidak benar kan? itu pikir saya. Tapi sudah berapa tahun ini, tapi Polisi Jepang bahkan tidak bisa menangkap Gaksital?
Bangsawan Lee menyenggol istrinya, agar tidak banyak bicara.

Murayama marah : Menyebarkan rumor yang tidak berdasar..apa anda tidak tahu kalau anda bisa ditangkap karena mengatakan itu?

Murayama berdiri dan menghormat ke arah Taro, saya pergi dulu. Ny. Lee juga kelihatan marah.

Ketua Jo menemui Guru Yang dan lainnya. Jo berkata tentang berita kedatangan Yang Baek sudah tersebar. Ini sangat berbahaya.

Guru Yang berkata Joseon sudah menjadi tempat yang sulit bagi orang untuk bertahan hidup dan tidak lama lagi akan jadi neraka.
Bagi rekan setanah air kita yang kesulitan di tanah ini, tidak peduli sekeras apapun aku berteriak dari luar negri agar kita bersatu, sebagai satu2nya jalan untuk bertahan akan sia-sia jika aku tidak ada di dalam negri ini. Jika aku tidak disini, bagaimana aku bisa menggerakkan hati orang2 Joseon?

Guru Yang tahu perang antara Cina dan Jepang berlangsung lebih lama dan mereka tidak lama lagi akan menyeret pemuda Joseon kita ke medan perang sebagai tameng untuk menahan peluru, jadi mereka akan merekrut pemuda Joseon atas nama tentara pembantu (Heiho). Mereka akan menyeret orang dengan paksa.
Damsari : Bukankah para pelajar juga diseret?

Guru Yang berkata kedua pejuang kemerdekaan itu, Yoon Bong Gil dan Lee Bong Chang mendapatkan bom bunuh diri dariku, untuk membayar nyawa kedua anak muda itu, aku tidak akan membiarkan lagi pemuda Joseon mengorbankan nyawa sebagai tameng peluru untuk iblis Jepang hanya karena mereka miskin dan tanpa negara yang merdeka.

Shunji bertemu Kang To. Shunji berkata, melihat bagaimana Gaksital menyelamatkan anak buah Dong Jin, Guru Yang Baek kemungkinan sudah tiba di Gyeong Seong, karena Yang Baek ingin bertemu Dong Jin. Polisi sudah mengepung seluruh kota Gyeong Seong untuk mencarinya.
Masalahnya, kita masih belum tahu siapa Gaksital itu.

Shunji melihat diagramnya lagi, Yang Baek, Damsari, dan Gaksital yang kukenal dengan baik...Oh Mok Dan adalah satu2nya kunci untuk menangkap ketiganya.


Shunji menghela nafas, sepertinya aku harus menyelidiki Mok Dan lagi. Aku benar2 akan gila, aku ingin Mok Dan bicara, apapun yang terjadi. Kau lihat sendiri kan? Bagaimana dia tanpa takut jalan masuk ke kotak paku. Menyiksanya tidak akan berhasil. Cara apa yang harus kita gunakan untuk membuat Mok Dan bicara?

Kang To : Saya juga heran..apa ada cara untuk melakukan itu?

Shunji tersenyum : Kita harus mencari cara, Kita harus mencari cara untuk memaksa Oh Mok Dan berkata Banzai pada Kaisar. Aku akan ke Hotel Gyeong Seong sebentar.
Shunji jalan keluar, ia menepuk bahu Kang To dan pergi. Kang To memaksakan diri tersenyum, tapi saat Shunji keluar, Kang To tampak tegang.


Mok Dan menerima telp peringatan dari Kang To. Mok Dan tidak mau pergi menghindari Shunji. Jika ia menghindari Shunji, ia akan menjadi semakin curiga padamu dan Ayah.

Kang To : Tolong dengarkan aku, pergilah ke penjahit Jeong atau ke paman Baek Gun. Hindari saja Shunji saat ini.
Mok Dan : Kalau dia tidak menemukanku, ia akan menyiksa Ketua Sirkus Jo lagi, jangan cemaskan aku. Aku akan mengatasinya.

Mok Dan mendengar pintu penginapan terbuka. Shunji jalan masuk Hotel. Mok Dan segera menutup telp dan jalan ke kamarnya. Ia membiarkan pintu terbuka.

Shunji jalan masuk ke kamar Mok Dan lalu menutup pintunya. Keduanya duduk berhadapan.

Shunji ingat saat ia tanya kenapa Gaksital selalu muncul di sekitar Mok Dan. Mok Dan berkata ia tidak tahu, kurasa saat itu Gaksital adalah Tuan Mudaku, tapi sepertinya aku salah orang dan aku tidak melihat wajahnya.

Shunji tersenyum dan tanya apa aku harus mencarinya.
Mok Dan heran, apa yang kau bicarakan?

Shunji : Tuan Muda yang ingin kau temui. Bagaimanapun aku ini Kapten Polisi Jong Ro.
Shunji yakin kalau ia berusaha sedikit, ia bisa menemukan orang yang dicari Mok Dan.

Mok Dan menolaknya. Aku tidak ingin berhutang budi padamu.
Shunji : Karena orang itu, kau tidak pernah membuka hatimu padaku.

Mok Dan tidak percaya, Kimura Shunji, apa kau pikir kau bisa mendapatkan hatiku?

Shunji jalan dan berbisik di dekat telinga Mok Dan, aku tidak akan melepaskanmu meskipun aku mati.
Aku tidak akan melepaskanmu untuk siapapun.

Shunji jalan pergi. Mok Dan menghela nafas lega.

Malamnya, Kang To naik trem dan Mok Dan jalan naik ke trem itu. Kang To tampak cemas, ia tanya apa yang dikatakan Shunji.
Mok Dan tidak ingin membuat Kang To cemas : ia hanya tanya apa Ayah sudah menghubungiku atau belum lalu pergi.

Kang To : Dia tidak menyakitimu?
Mok Dan : Meskipun ia menyakitiku, itu tidak akan berhasil padaku.

Kang To : mulai sekarang kau akan terus bersikap seperti ini kan?
Mok Dan tersenyum : Tentu saja, putri siapa dulu aku ini?

Kang To tersenyum : terima kasih.

Kang To menggenggam tangan Mok Dan. Lalu ia jalan turun dari trem. Ada polisi yang mengikuti Kang To.

Kang To menyadarinya dan lari dari polisi itu. Ia lari ke arah Angel Club.
Polisi itu kehilangan jejak Kang To dan memutuskan untuk memeriksa ke Angel Club.

Kang To melihat polisi itu dari balik tiang lampu dan mencari taksi untuk pergi ke toko penjahit Jeong.

Kang To masuk ke toko penjahit Jeong dan menunggu bersama yang lain. Tidak lama Dong Jin, Reporter Song, dan Ahn Sub datang.

Dong Jin langsung berlutut di depan Guru Yang Baek. Tolong terima hormat saya. Guru Yang membantu Dong Jin berdiri.

Yang Baek memeluk Dong Jin, keduanya gembira sekali.

Kishokai juga mengadakan pertemuan. Ketua Ueno berkata Jepang dalam kondisi krisis karena perang dengan Cina. Ia memerintah anggota Kishokai segera memilih tentara untuk pertempuran.

Kelompok itu juga harus bergerak untuk mengumpulkan suplai makanan. Kita juga harus memaksa penggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa nasional. Pria, wanita, muda dan tua, yang tidak memenuhi syarat sebagai tentara, kumpulkan semuanya di stasiun Jong Ro untuk siap berperang.

Kelompok Pejuang Kemerdekaan
Guru Yang berkata karena kita tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka dan kita pikir lebih baik mati saja.

Dong Jin menyinggung pemberontakan Manse th 1919, betapa semua rakyat Joseon menyerukan merdeka!
Song : Dari Gyeong Seong sampai Jeju bahkan sampai Manchuria selama ada rekan seperjuangan kita disana, kau tidak bisa menghentikan mereka teriak Manse!

Guru Yang berkata Jepang ketakutan, sampai mereka mencoba berbagai macam cara. Itulah mengapa ia datang ke Gyeong Seong. Yang Baek ingin mengadakan pemberontakan Manse yang ke-2.
Sekarang Guru Yang ingin menggerakkan ke-13 Propinsi sekaligus.

Dong Jin : Guru, kalau pasukan berani mati yang mengikuti saya dan pengikut Guru bersatu, maka hari kemerdekaan kita akan semakin dekat.
Yang Baek : Dong Jin, aku membutuhkan kekuatanmu.

Dong Jin memang sudah menyiapkan ini, ia merasa setelah pecah perang Sino-Jepang, ia diam-diam menyiapkan pasukan berani matinya untuk meraih kemerdekaan Korea.

Guru Yang Baek mencemaskan Jepang yang berusaha menarik pemuda Joseon dengan paksa untuk masuk tentara mereka. Kita tidak boleh membiarkan pemuda Joseon kita dipaksa berperang untuk kepentingan Jepang. Kita tidak boleh membiarkan mereka diseret atau ditembak.
Kita harus mulai bertarung sekatang. Kita harus mulai membujuk mereka untuk menolak dipaksa masuk tentara Jepang. Ketua Jo tanya bagaimana cara memulainya.

Kang to : Kita harus menghapus catatan kartu keluarga mereka.
Ahn Sub : Kartu keluarga?

Dong Jin membenarkan, mereka harus membakar semua catatan tentang silsilah keluarga di kantor catatan sipil di seluruh negri.
Mereka akan melakukan serentak untuk 13 Propinsi. Damsari langsung bersedia membantu dan Guru Yang Baek tersenyum, terima kasih.

Kang To usul lagi : Saya punya ide, bagaimana kalau kita membuat mereka bingung kali ini?
Semua memandang Kang To dengan ingin tahu. Kang To tersenyum.

Pagi hari di kantor polisi Jong Ro.
Shunji marah2 dengan polisi yang mengikuti Kang To karena kehilangan jejak Kang To di dekat Angel Club. Shunji memukul polisi itu.

Tiba2 Koiso masuk dan lapor : Kapten, Gaksital saat ini membakar kantor catatan sipil di Gyeong Seong.
Shunji terkejut, apa Gaksital? benarkah? ayo!

Shunji keluar, ia tampak mencari Kang To dan Shunji syok saat melihat...Kang To jalan dengan pel dan ember di tangan.

Kang To kelihatan bingung. Shunji tampak tidak mengerti.

Abe menerima telp dan berseru : Kapten! Gaksital sekarang membakar kantor catatan sipil di Yeongdeungpo.
Lalu polisi lain lapor : Kapten, Gaksital membakar kantor pencatatan sipil di distrik Timur juga!

Kang To terlihat panik, ia tukar pandang dengan Shunji, wajahnya serius. Shunji benar2 bingung.

Shunji akhirnya tanya, cabang kantor mana yang belum terbakar. Anak buahnya menjawab, cabang Yongsan.Shunji mengerahkan semua orang untuk pergi ke kantor catatan sipil cabang Yongsan. Semua bergegas pergi.

Shunji mendekati Kang To, Kang To, ikut aku. Kang To mengiyakan dan segera meletakkan embernya lalu pergi.

Komrad Ahn Sub menyamar sebagai Gaksital dan membakar kantor catatan sipil Yongsan. Staf kantor berlarian keluar menyelamatkan diri.

Shunji dan pasukannya datang. Koiso langsung menembaki Ahn. Ahn berlari dengan lincah.
Shunji melihat ke arah Ahn lalu menoleh ke arah Kang To.

Kang To mengamati Gaksital itu dengan tajam. Shunji meminta Kang To segera menangkap Gaksital.
Kang To mengerti dan lari untuk bertarung dengan Ahn.

Shunji mendekat dan mengamati keduanya bertarung. Kang To bertarung serius, tapi ia selalu meleset saat memukul Ahn.
Ahn memiliki ilmu bela diri yang seimbang dengan Kang To, jadi dengan mudah ia menghindari Kang To.

Tiba-tiba pasukan berani mati Dong Jin muncul dan mulai melempari pisau ke arah polisi. Ada beberapa polisi yang terkena pisau dan meninggal di tempat.
Shunji terkejut, ia juga hampir terkena lemparan pisau.

Shunji menembaki mereka. Ia mengejar seorang anggota pasukan Dong Jin.

Shunji berhasil melumpuhkan orang itu. Ternyata itu Kim Deuk Soo. Haiyah anak ini ketangkap.
Shunji menyeret Deuk Soo jalan ke arah Kang To.

Kang To masih bertempur dengan Komrad Ahn. Ahn berhasil melumpuhkan Kang To. Kang To jatuh pingsan. Ahn Sub langsung melarikan diri. Shunji terkejut dan menembaki Ahn Sub tapi meleset.

Shunji jalan dan mengamati Kang To yang pingsan. Shunji kelihatan tidak mengerti. Tapi Shunji pasti tidak akan tertipu. Bagaimanapun dia Kimura Shunji yang sayangnya...pintar. Sigh.

BM [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17], [18], [19], [20], [21], [22]

5 comments:

  1. ternyata cintanya Rie ke Kangto tulus juga ya, dia rela melepaskan Kangto bersama wanita lain. Kalo Shunji ambisi banget buat dapetin Mok Dan

    ReplyDelete
  2. tetap semangat mbak tirza !!!
    lanjutkan sinopsisnya......^^

    ReplyDelete
  3. mbaaa tirza.. ayooo semangaat lanjutkan sinopnyaa..
    aku lebih suka baca aja klo Gaksital (Bridal Mask)
    Nonton di KBS bikin kesel sendiri. Sebel liat Shunji :|

    ReplyDelete
  4. btw, comment'y jgn pake security question mbak.. T.T
    ribet.. hehehehehehe

    ReplyDelete
  5. Rie ini muka nya klasik yaa.... jd setting kostum thn 40-an really fit with her

    ReplyDelete