Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Tuesday, October 19, 2010

Dong Yi episode 59

Hyo Joo : Dong Yi sudah berakhir, tapi paling tidak aku mendapat haegeum, norigae, kupu-kupu Hee Bin, dan bahkan surat cinta Sukjong hahaha...oya, mainan-nya lucu kan...thank you everybody...

Dong yi dengan brillian membalikkan keadaan dan Jang Mu Yeol harus menerima kenyataan bahwa ia memang kalah "kelas" dengan Dong Yi. Inilah politik yang sesungguhnya, gaya berpolitik Choi Suk Bin.

Jang Mu Yeol : Apa kau mengatakan kalau Ratu Inwon sudah memerintahkan penahanan-ku..ini tidak mungkin ...tidak mungkin..
Itu bukan perintah dari Ratu Inwon itu tidak mungkin...Ratu Inwon tidak akan membuat perintah seperti itu..itu palsu...suatu kebohongan!

Ratu Inwon dan rombongan tiba di Bo Gyeong Dang, Bukan! Itu adalah perintahku dan aku sudah mengeluarkan perintah eksekutif!
Dong Yi segera memberi hormat, Yang Mulia!

Jang Mu Yeol teriak2 ia tidak mengerti dan minta penjelasan Ratu, Jung Jong Mama!!! bagaimana anda bisa melakukan ini pada saya?
Ratu Inwon : Byeon Co Cham Ban! terima saja perintahku dan penahanan-mu!
Jang Mu Yeol : Jung Jong Mama!!!
Ratu Inwon : Apa kau tidak mendengar apa yang kukatakan!!!

Im Sang Hyeon mendapat laporan kalau Ratu Inwon mengeluarkan perintah untuk menangkap Jang Mu Yeol, dan ia tidak percaya. Anggota partai Namin berkata akan mencari informasi mengenai itu dan merasa ini jelas taktik Choi Dong Yi.

Jang Mu Yeol dipaksa berlutut dan tidak percaya apa yang terjadi, Min masih protes. Jang Mu Yeol tidak mengerti apa yang terjadi. Dong yi mendekati Jang Mu Yeol.
Jang Mu Yeol : Pertunjukan apa yang anda mainkan disini? Apa sebenarnya taktikmu?

Dong Yi : Ini adalah taktikmu sendiri yang terbongkar, kau mungkin ingat apa yang sudah aku katakan sebelumnya. Tidak semua hal di dunia ini terjadi sesuai dengan persepsimu..melakukan apa saja tanpa memikirkan sebelumnya asal menguntungkan dipihakmu adalah prinsipmu mengenai kekuatan dan politik..

tapi tidak seperti itu, Yeong Gam, untuk melenyapkan tindakan dan perilaku yang seperti itu adalah politik yang sesungguhnya. Kau pernah berkata kalau politik bukan untuk pihak yang lemah, kau salah besar. Kau seharusnya tulus jika berurusan dengan politik jadi sekarang apa yang kau lihat di depanmu adalah kekuatan politik yang sebenarnya.

Jang Mu Yeol : Apa anda berpikir bisa menghentikan saya dengan menangkap saya? Apa anda punya bukti? Apa bukti anda bisa membuktikan kesalahan saya, pada akhirnya orang yang akan mati adalah Yang Mulia, apa anda mengerti, Yang Mulia-lah yang dicurigai mencelakai Putera Mahkota Yun
Dong yi menoleh ke arah Jang Mu Yeol : Apa kau tidak berpikir kalau aku tidak menyebutkan apa target penipuan-mu...apa kau pikir aku tidak...
Jang Mu Yeol terperanjat.

Ratu Inwon kembali ke kediaman-nya. Dong Yi menemui Ratu Inwon.
Ratu tanya perkembangan penahanan Jang Mu Yeol, Dong yi menjelaskan kalau Jang Mu Yeol sangat shock karena masalah ini tidak berakhir sesuai dengan harapan-nya dan ia panik saat ini.

Ratu Inwon membenarkan, Jang Mu Yeol pasti terperanjat, ini sama sekali tidak ia harapkan. Ratu berkata ketika Dong yi menemuinya untuk mengungkapkan rencana Baginda untuk turun takhta, Ratu tidak pernah membayangkan kalau ia akan membuat keputusan seperti ini, karena Ratu percaya pada Jang Mu Yeol sebelumnya, bahkan Ratu merasa mereka hampir saja tidak bisa terhindar dari bencana akibat kebodohannya.

Dong yi berkata sejujurnya sebelum ia menerima perintah eksekutif Ratu Inwon, ia benar2 panik setengah mati.

Flashback :
Yi sang gung lapor kalau Suk Bin ingin bertemu Ratu.
Dong yi masuk dan tanya : Apakah alasan Yang Mulia untuk mempercepat keberangkatan saya adalah karena Jang Mu Yeol sudah menyebutkan pada anda kalau saya berkonspirasi untuk mencelakai Putera Mahkota Yun sebagai alasan kuat sehingga anda mengeluarkan keputusan ini?
Ratu Inwon membenarkan.

Dong Yi : Yang Mulia, semalam apa anda ingat, saya belum menyelesaikan apa yang akan saya katakan pada anda, tentang hal yang sangat penting..
Ratu Inwon bersedia mendengar.
Dong yi : Yang Mulia, Cheon Na ingin meninggalkan takhtanya, ini untuk menjamin keselamatan Putera Mahkota Yun dan P. Yeoning, sehingga Cheon Na sudah membuat keputusan tegas ini.
Ratu Inwon shock, apa? turun takhta....

Dong yi : Byeon Cho (Jang Mu Yeol) sudah tahu keputusan ini sehingga ia mengambil langkah yang perlu untuk mengantisipasi ini. Yang paling ditakutkan bukan-lah insiden yang menuduh saya mencelakai Putera Mahkota Yun tapi dia takut kalau Pangeran Yeoning akan menjadi lawan politiknya di kemudian hari.

Ratu Inwon terperanjat, Suk Bin??
Dong yi : Jika Byeon Cho ingin saya segera meninggalkan istana maka pasti ada alasan tertentu, setelah saya keluar istana, siapa yang menjadi sasaran sebenarnya dari Byeon Cho, kita harus tahu alasannya, apa anda bisa mempercayai saya atas apa yang saya katakan sekarang?
Ratu Inwon menghela nafas dan berpikir.
Dong Yi : Saya mohon dengan tulus agar anda menyetujui, Yang Mulia..apa mungkin memberikan saya sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah ini, Yang Mulia? Selama waktu ini saya akan menemukan siapa sesungguhnya sasaran Byeon Cho.

Kemudian Jung Im menghadap Jeong Sang Gung dan menerima surat. Jung Im membawanya pada Dong Yi.
Sebelum Dong Yi berangkat ia pergi ke istana Ratu untuk memperlihatkan surat dari biro penyelidik internal.
Menurut penyelidikan biro internal, ternyata rute yang akan dilewati Putera Mahkota Yun untuk menghadiri perjamuan sudah diubah secara mendadak semalam.

Ratu Inwon terperanjat. Dong Yi berkata kalau rute PM Yun adalah rute yang sama yang akan dilewatinya menuju istana Ihyeongung, tapi anehnya keberangkatan saya tertunda karena petugas yang membawa tandu keracunan makanan.
Ratu Inwon membaca laporan biro internal secara teliti.

Dong yi : Ini jelas mengindikasikan ada yang aneh di rute kami, ini yang ingin disembunyikan Byeon Cho, saya mohon anda bisa memberikan kepercayaan pada saya untuk mengurus masalah ini.

Setelah pengalihan palsu yang dibuat Jang Mu Yeol pada PM Yun, ia menemui Ratu dan mendesak Ratu mengeluarkan perintah dengan kuasa Nae Ji Pyo Shi-nya untuk menangkap Choi Dong Yi, P. Yeoning dan semua yang terlibat mencoba mencelakai PM Yun, sebelum mereka lari.

Dong yi gelisah di Bo Gyeong Dang dan memohon agar Ratu Inwon membuat keputusan yang bijaksana.

Ratu Inwon memeriksa dan membaca semua bukti. Yi Sang Gung tanya apa keputusan Ratu. Do Seong ji menunggu dengan gelisah di luar. Ratu berpikir dan mengulas kembali kata2 Jang Mu Yeol dan Dong yi di kepalanya.

Do Seong ji mohon agar Ratu mempercepat keputusan-nya.

Ratu Inwon duduk dan mengetuk2 jarinya lalu ia membuat keputusan dan menulis perintah eksekutifnya.

Kembali ke masa kini,
Ratu berkata ia tidak tahu mengapa ia memilih memihak Dong Yi, mengapa bukannya menangkap Dong yi tapi justru menahan Jang Mu Yeol.
Ratu Inwon : Bukan karena aku dipengaruhi oleh siapapun, tapi karena ketulusan-mu yang ingin menjaga Putera Mahkota Yun adalah alasan utamanya. Meskipun sepertinya tidak bisa dipercaya tapi aku merasa kau mengatakan sesuatu yang jujur dan benar, tidak terlihat seperti kebohongan.

Dong Yi merasa berterima kasih karena Ratu Inwon memihaknya, sehingga ia bisa membuktikan pada Ratu apa yang benar dan apa yang merupakan kebohongan.
Dong yi : Saya akan melakukannya dan tidak akan menyalahi kepercayaan yang anda berikan pada saya.

Cha Cheon Soo dibebaskan dari Uigyeombu (dari kantornya sendiri hehe hebat juga peradilan Joseon, tidak pandang bulu, mau boss-nya sekalipun tetap ditahan). Hwang jung Gu menemuinya dan memberi salam, ia mencemaskan kesehatan Cha Cheon Soo, tapi Cheon Soo tidak apa-apa.
Hwang Jung Gu menyerahkan pedang Cha Cheon Soo dan berkata Dong yi sudah menunggu Cha Cheon Soo.

Shim Yun Taek dan Cha Cheon Soo tiba di Bo Gyeong dang, mereka membenarkan tindakan Jang Mu Yeol adalah untuk memancing mereka memakan umpannya dan bertindak ceroboh.
Shim Yun Taek berkata karena Suk bin dan Cha Cheon Soo sengaja mengikuti rencana Jang Mu Yeol, maka itu membuat Jang Mu Yeol lengah dan merasa kalau semua memang berjalan sesuai rencananya.

Dong yi berkata ia tidak pernah membayangkan kalau rencana Jang Mu Yeol adalah percobaan pembunuhan pada Putera Mahkota Yun.
Shim Yun Taek : Saya tahu kalau kegagalan rencana Jang Mu Yeol bisa diperkirakan, hanya dari mana kita bisa mendapatkan bukti yang penting untuk membuktikan kejahatannya, ini yang kita perlukan.
Dong yi : Jika yang kalian inginkan adalah bukti, kita sudah memiliki bukti itu sejak semula.
Shim Yun Taek heran, kita sudah memiliki bukti itu sejak semula?

Sukjong bersama Seo Yong Gi dan pasukan memacu kuda mereka dan bergegas kembali ke istana.

Shim Yun Taek terkejut : Baginda yang menemukan bukti yang peling penting itu?
Dong yi : Benar, Baginda yang menemukannya.
Shim Yun Taek tanya apa mungkin Baginda pergi untuk menemukan bukti itu sendiri? Dong Yi berkata ketika Jang Mu Yeol berinisiatif untuk mengambil alih komando militer di istana, Dong Yi dan Cha Cheon soo sudah curiga, ada yang aneh dalam pergerakan Jang Mu Yeol.

Flashback :
Jang Mu Yeol sibuk mengerahkan pasukan, sementara Dong Yi dan Cha Cheon Soo melihat dari kejauhan. Dong Yi berkata jelas ada yang aneh dengan rencana Jang Mu Yeol. Ia bukan orang yang terburu-buru dan ceroboh, tanpa lebih dulu membuat rencana untuk menyelamatkan dirinya. Jelas ia ingin mencoba mencelakai P. Yeoning dan aku.

Cha Cheon Soo berkata jika Jang Mu Yeol merencanakan itu maka di istana akan kacau. Dong Yi membenarkan, Nae Geum Bu tidak boleh kembali ke istana.
Cha Cheon Soo : Jika Nae Geum Bu kembali maka rencana kita akan ketahuan.
Dong Yi : Kirim pembawa pesan segera ke lokasi villa pribadi untuk melaporkan kondisi terakhir di istana.
Cha Cheon Soo mengerti.

Sukjong tengah memeriksa tembok batas benteng ketika ia melihat seorang pembawa pesan berkuda menuju mereka. Orang itu langsung turun dan memberikan surat kepada Sukjong.
Sukjong : Ada apa?
Pembawa pesan itu berkata ini adalah surat dari istana. Sukjong heran lalu mengambil surat itu dan ia melihat kalau materai-nya adalah materai Dong Yi. Sukjong lalu membacanya dan ia terperanjat dengan isi surat itu.

Sukjong lalu menyerahkan surat itu pada Seo yong Gi, yang membacanya. Sukjong berkata surat itu dikirim oleh Dong yi. Sukjong tanya apa pendapat Seo yong gi.

Seo Yong Gi membenarkan, penilaian Dong yi mengenai masalah itu memang akurat. Jika saya adalah Jang Mu Yeol, saya tidak akan begitu terbuka untuk mencoba membunuh Suk Bin, jika itu terjadi, maka pasti akan timbul gesekan antara Baginda dan Dewan Istana, jika kita ingin mencegahnya, maka akan balik menyerang Dong Yi.

Sukjong berkata jadi Suk Bin dan P. Yeoning tidak terancam jiwanya, tapi aku ingin mengambil kesempatan ini untuk mengawasi perkembangan-nya dari luar istana. Mengawasi Jang Mu Yeol dan orang yang terlibat dengannya. Ia yakin pasti akan menemukan sesuatu.

Sukjong : Jika pasukan istana terlihat mengadakan penyelidikan, maka ini akan menimbulkan kecurigaan pada mereka sehingga mereka akan menyiapkan serangan balasannya. Tapi sekarang pasukan Nae Geum Bu ada di luar istana. Apa kau mengerti?

Seo yong Gi : Iya Cheon Na, Nae Geum Bu sebagai pelindung keluarga Raja akan menyelidiki masalah ini secara diam-diam.
Sukjong mengangguk. Lalu Baginda dan rombongan pergi.

Dong yi pergi ke biro penyelidik internal dan tanya perkembangan-nya. Jeong Sang Gung lapor mereka sudah menyelidiki sumber makanan para petugas pembawa tandu. Makanan mereka jelas terkontaminasi oleh semacam jamur beracun dan ini disengaja untuk membuat mereka sakit.
Jung Im membenarkan, ada kesengajaan membuat mereka sakit. Dong Yi mengangguk.

Para pelayan berbaris untuk identifikasi. Yoo Sang Gung minta petugas pembawa tandu menunjukkan siapa yang memberikan makanan beracun pada mereka. Petugas tandu itu mengenali orang itu. Dong yi datang untuk melihat proses identifikasi. Yoo Sang gung memberi hormat.

Seo Yong Gi mengirim anak buahnya ke istana secara diam-diam. Agar tidak ter-endus oleh anak buah Jang Mu Yeol.
Sementara itu Han Jang Bu mengawasi gerak gerik menteri Chua Sang yang pergi ke kediaman Im Sang Hyeon.

Im Sang Hyeon menerima Chua Sang dan tanya apa yang terjadi dengan Jang Mu Yeol. Chua Sang mengatakan kalau Jang Mu Yeol sudah ditangkap dan ia ditahan di Uigyeombu. Ia akan segera menerima hukuman.
Im Sang Hyeon shock. Anggota partai Namin mengatakan kalau Ratu Inwon yang mengeluarkan surat perintah penangkapan dengan menggunakan otoritas eksekutif Bae Ji Pyo Shi. Kita tidak bisa melakukan apapun mengenai ini.

Im Sang Hyeon berkata mereka tidak bisa duduk saja dan tidak berbuat apa-apa, Jika Jang Mu Yeol "bernyanyi" dan mengungkapkan kalau kita juga terkait dengan insiden ini, maka riwayat kita akan tamat.
Chua Sang merasa mereka harus menghancurkan semua bukti yang bisa membuat kita menjadi tersangka. Im Sang Hyeon setuju, kita harus secepatnya bergerak.

Beberapa orang pria membereskan barang2, dan pemimpin mereka memerintah agar menyelesaikan sebelum jam 9-11 pagi/Sa Si. Mereka mengerti, lalu satu orang lari mendatangi mereka dan berkata kalau Bangsawan yang menyuruh kita melakukan ini, datang lagi. Pemimpin mereka terkejut, dia datang lagi? Mengapa seorang Bangsawan pergi ke pegunungan seperti ini.
Bangsawan itu minta mereka segera meninggalkan pegunungan dan sembunyi, ia memberikan uang pada mereka. Orang2 itu terkejut dan tanya mengapa kami harus lari? Bangsawan itu berkata jika kalian tetap di sini, maka kalian akan habis. Orang2 itu terkejut, kita akan mati? tiba-tiba sebuah anak panah melesat dan mengenai dada pria itu.

Anak buah Seo Yong Gi tiba dan langsung menyerbu tempat persembunyian itu.
Pelayan Bangsawan itu mendesak tuannya untuk segera pergi. Pasukan Seo yong gi dan orang2 itu terlibat pertempuran sengit.

Seo Yong gi muncul dan melihat Bangsawan itu yang mencoba melarikan diri, ia memerintah untuk menangkap orang yang mengenakan topi ghat itu.

Seo Yong Gi mengejar pria itu dan memerintah untuk menghalangi orang itu yang mencoba lari dengan kuda. Seo Yong Gi menyebar anak buahnya.

Seo Yong Gi menembakkan panah ke kaki kuda yang membuat pria penunggangnya jatuh, Seo Yong Gi dan pasukannya bertempur dengan anak buah pria itu. Seo Yong Gi menahan pria itu dengan pedang tapi pria itu berhasil meraih pedang dari tanah dan menyerang Seo Yong gi.
Seo Yong Gi menghindari pedang tapi terkena sabetan di lengannya. Pria itu hampir mengalahkan Seo Yong Gi, untungnya Han Jang Bu dan anak buahnya langsung menembakkan anak panah, yang langsung merobohkan pria itu.

Han Jang Bu mendekat dan mengecek Seo Yong Gi, lalu menahan semua orang, Han Jang Bu lapor kalau pria itu adalah pelayan Im Sang Hyeon.

Seo Yong Gi melihat ke langit dan ia berkata bintang jatuh yang ia lihat malam itu adalah tanda akan terjadi insiden ini.

Im Sang Hyeon jalan bolak-balik di kediaman-nya dan resah mengapa belum ada kabar dari pelayannya. Pelayan lain berkata ia akan pergi untuk cari tahu. Chua Sang gelisah, apa terjadi sesuatu dengan pelayan Im Sang Hyeon?
Im Sang Hyeon minta Chua Sang tidak terlalu cemas, dan pulang saja untuk bersiap ke istana untuk mengendalikan situasi sebelum Baginda pulang. Kita harus menemui Ratu Inwon dan mencoba meyakinkan Ratu.

Tiba-tiba Sukjong datang dan berkata : kalian tidak perlu terburu-buru karena aku belum kembali ke istana!
Im Sang Hyeon dan Chua Sang kaget setengah mati melihat Sukjong muncul di kediaman-nya. Sukjong jalan mendekati mereka.

Sukjong : Tidak perlu mengenakan seragam pejabat kalian, itu karena kalian semua akan langsung pergi ke Uigyeombu!

Im Sang Hyeon dan yang lain langsung berlutut dan tanya apa maksud Baginda mengatakan ini. Sukjong tidak sabar lagi dan minta Im Sang Hyeon tutup mulut.
Sukjong : Akan lebih baik jika kalian berhenti bermain sandiwara di depanku, jika kau tidak mengatakan apa-apa, mungkin kau masih bisa hidup sehari lagi.

Dong yi dan rombongan bergegas menyambut Sukjong yang kembali ke istana. Sukjong melihat Dong Yi, ia langsung memanggilnya, Dong yi!!
Dong Yi memberi hormat dengan membungkuk pada Sukjong yang mendekatinya, Cheon Na!

Tapi Sukjong langsung memeluk Dong Yi, membuat Dong Yi terkejut dengan reaksi Sukjong, Cheon Na!
Sukjong : Apa kau tidak apa-apa? Kau tidak terluka?
Dong Yi : Saya tidak apa-apa Cheon Na, saya tidak terluka, tidak apa-apa.
Sukjong : Aku minta maaf, aku sudah mengijinkan kau ditinggal sendiri di istana, Aku seharusnya sudah mengantisipasi sesuatu seperti ini mungkin saja terjadi.
Dong Yi : Tidak perlu Cheon Na, bukankah anda sudah menyelesaikan semuanya, Cheon Na?

Sukjong : Dong Yi? Aku tidak akan sama sekali tidak akan memberikan pengampunan pada penjahat yang sudah mencoba mencelakai dan mengancam hidup Pangeran Yeoning dan dirimu, juga pada Putera Mahkota Yun yang adalah keluarga Raja negeri ini. Aku tidak akan mengampuni nyawa mereka semua.

Jang Mu Yeol ditahan di ruang pemeriksaan. Cha Cheon soo masuk dan berkata kalau mereka akan melanjutkan pemeriksaan, sepertinya jalanmu sampai di jalan buntu. Bawa dia! Jang Mu Yeol dibawa ke ruang penyiksaan. Cha Cheon Soo mengawasi jalannya penyiksaan, yaitu dengan menekan pergelangan kaki mereka sampai teriak kesakitan.

Sukjong tiba dan dengan murka melihat penjahat2 itu, lalu duduk di kursi pengadilan.

Jang Mu Yeol : Cheon Na..saya tidak tahu apa-apa dan tidak melakukan kesalahan, semua adalah fitnah Cheon Na, saya tidak pernah berniat mencelakai Putera Mahkota Yun, semuanya adalah taktik Suk Bin Mama, Cheon Na...

Sukjong : Sepertinya kau masih tidak menerima alasan kau berada di sini, Byeon Cho Cham Ban, sekarang dengar baik-baik perkataanku, Byeon Cho Cham Ban..aku tidak kesini untuk mendengar ocehanmu dan tidak datang untuk mendengar pengakuanmu.
Jang Mu Yeol terperanjat, Cheon Na?
Sukjong : Demi keuntungan pribadi, berani sekali kau mencelakai anggota keluarga Raja dan pengejekan melawan Raja, apa kau tahu harga untuk membayar ke-kurang ajaran seperti itu? Kau tidak akan mendapatkan kematian yang mudah...Apa yang kalian tunggu? Lakukan penyiksaan segera!
Cha Cheon Soo : Baik Yang Mulia!

Terdengar jeritan dan teriakan kesakitan dari para tahanan.

Sementara di kediaman Ratu, Yi sang gung berkata Suk Bin Mama ingin menghadap Ratu. Ratu terlihat mulai ramah dengan Dong Yi dan ia meminta Dong yi duduk.
Ratu Inwon mengakui pada akhirnya Dong Yi membuktikan kalau semua pendapatnya benar, bagaimana kau bisa mengantisipasi dan memperkirakan hasilnya dan membuat serangan balik untuk menghentikan semuanya, bagaimana kau bisa melakuka semuanya dengan begitu efisien?

Dong Yi : Saya mampu melakukan itu karena Yang Mulia memberikan ijin dan kepercayaan. Jika Yang Mulia tidak percaya ketulusan saya, mungkin tidak akan seperti ini.
Ratu Inwon : Jangan merendah Suk Bin, Seharusnya aku yang harus bersyukur, aku hampir saja membuat kebodohan dan salah penilaian dan hampir saja menyebabkan keluarga Raja menderita dan dipermalukan. Kau bersedia mempercayai orang seperti aku, terlebih lagi, kau yang melakukan usaha paling besar untuk mencegah insiden ini menjadi bencana.

Sukjong di depan dewan istana : Aku tidak akan mendengarkan proposal apapun atau petisi apapun atau permintaan tulus seperti apapun untuk siapapun yang ingin mencelakai anggota Keluarga Raja, aku tidak akan memberikan pengampunan dan aku tidak akan membiarkan mereka hidup. Tidak seorangpun diijinkan untuk memberikan pembelaan untuk penjahat itu..apa kalian sudah jelas!!!

Dewan istana terdiam. Sukjong minta Do seong Ji untuk mengumumkan keputusan Raja pada dewan istana.
Do Seong ji membungkuk dan mengambil perintah Raja.

Do Seong Ji : Kriminal Byeon Cho Cham Ban, Jang Mu Yeol, kriminal Wu Jong, Im Sang Hyeon, kriminal Byeon Jo Cham Sa, Kang Mu Ju, Ban Ui Gyeom Bu Sa, Lee Seong Gun sudah terlibat melakukan pelanggaran dan penghinaan pada Keluarga Raja dan Dewan Istana karena itu aku akan menghukum kejahatan mereka sesuai dengan hukum negara ini dengan hukuman paling berat untuk kejahatan mereka.
Aku akan segera mengeksekusi Byeon Cho Cham Ban, Jang Mu Yeol dan mereka yang telah bekerja sama dengan dia dengan sesegera mungkin lalu akan mengumumkan kejahatan mereka pada publik, juga kriminal Wu Jong, Im Sang Hyeon dan Byeon Jo Cham Sa, Kang Mu Ju dan kriminal lain akan dipecat dari jabatan mereka dan akan dihukum mati dengan racun. Ini dilakukan untuk stabilitas negara ini dan integritas Monarki.

Jang Mu Yeol yang sudah luka parah dan setengah sadar diseret ke lokasi eksekusinya dan Seo Yong gi menemuinya, pada akhirnya, melihatmu menjadi seperti ini, sungguh hal yang menyedihkan. Akan lebih baik jika kau menggunakan kepandaianmu dan kemampuanmu untuk sesuatu yang mulia.

Jang Mu Yeol masih bisa menghina Seo Yong Gi, dasar munafik! Tidak memikirkan diri sendiri dan pura-pura baik, Yeong Gam, akan tiba saatnya bagi dirimu..Apakah Pangeran Yeoning akan menjadi Pangeran Penerus? Seorang yang memiliki garis darah Cheonmin dari Ibu yang adalah Selir Raja apakah akhirya akan naik takhta...

Jang Mu Yeol menertawakan kemungkinan itu, sadarlah Yeong gam. Apa kau pikir negeri ini akan mengijinkan itu terjadi...Suk Bin...Pangeran Yeoning dan kau dan kalian semua, jika Putera Mahkota Yun naik takhta, kau tidak akan bisa bertahan. Apa kau pikir Putera Mahkota Yun akan melepaskan mereka begitu saja, apa kau pikir partai Soron akan membiarkan ini tanpa melakukan apa-apa, kalian semua akan berakhir tragis. Tunggu dan lihatlah, kau akan berakhir lebih menyedihkan daripada aku.

Seo Yong Gi : Akan seperti apa akhir hidupku? Akan seperti apa dunia dan jaman berubah atau mulai, maka aku akan menunggunya sampai dunia dan jaman itu datang, maka aku akan bisa mengatakan padamu akan seperti apa itu, Bawa dia!
Jang Mu Yeol diseret menuju kematian-nya.

Dong yi jalan di Bo Gyeong Dang dan sedih dengan pertumpahan darah yang harus terjadi di istana. Cha Cheon soo datang untuk menghiburnya. Yang Mulia?
Dong yi : Di masa mendatang berapa banyak lagi pertumpahan darah yang akan terjadi dalam intrik politik. Akhirnya kita akan melihat kematian seperti Hee Bin Mama, juga Byeon Cho Cham Ban, mereka berakhir dengan tragis. Memikirkan ini, apa bedanya aku dengan mereka, Orrabuni?

Cha Cheon Soo : Tidak, tidak seperti itu, Yang Mulia tidak seperti mereka, mendiang Seo Jang Oran (Choi Hyo Won) sudah mengatakan ini sebelumnya, untuk meraih mimpi dunia, ia sudah mengambil dan menghunus pedangnya dan apa itu bisa dibenarkan, bagaimanapun jika tidak ada penderitaan dan penindasan, akankah kita mendapatkan mimpi itu, ini karena kita sudah menahan sakit karena termajinalkan dan inilah alasan mengapa Geumgae mengangkat pedang, yaitu untuk meraih mimpi mendasar seperti itu.

Dong Yi : Orrabuni!

Cha Cheon Soo : Yang Mulia, anda sudah memilih untuk tidak mengambil kesempatan untuk mendapatkan kekuasaan dengan mudah, tidak seperti mereka yang serakah dengan kekuasaan dan juga tidak seperti mereka yang ingin mendapatkan kekuatan politik, Yang Mulia sudah memilih menggunakan kekuasaan anda bukan untuk kepentingan anda sendiri. Apa yang anda lakukan tidak bisa dibandingkan dengan orang lain.
Anda harus mengingat ini, benar-benar menyesakkan tapi kemudian akan merasa bahagia katika aspirasi ini bisa diberikan pada semua orang, Yang Mulia, saya mohon jangan goyah dan tetap teguh dalam pertarungan anda.

Sukjong membaca perintahnya dan minta Kasim Han memanggil Do Seong Ji.

Putera Mahkota Yun mendapat laporan kalau Baginda berencana turun takhta, dia kaget, apalagi perintah itu akan segera diumumkan di depan dewan istana.

Di dalam sidang, Jung In Guk memohon agar Baginda membatalkan keputusan-nya, mereka tidak mungkin menerima rencana ini, semua memohon dengan sangat.
Sukjong berkata ia melakukan ini demi kebaikan Keluarga Raja dan Dewan Istana. Ia tidak ingin dewan istana mencampuri keputusan-nya. Jung In Guk tetap meminta Sukjong mempertimbangkan lagi.

Sukjong meninggalkan ruang sidang. Seo Yong Gi mencoba meyakinkan Sukjong untuk memikirkan kembali keputusannya.
Sukjong sudah bulat keputusannya dan memerintah Seo Yong Gi untuk mengikuti perintahnya dan membuat persiapan yang perlu untuk menyiapkan kediaman untuknya di istana Ihyeongung. Sukjong berlalu.

Jung In Guk kaget ketika tahu kalau Shim Yun Taek sudah tahu masalah ini sebelumnya. Shim Yun Taek membenarkan, itu karena Baginda sudah mengatakan rencananya pada Suk Bin. Jung In Guk tidak percaya ini, meskipun Baginda mencemaskan masa depan P. Yeoning, tapi turun dari takhta itu tidak seharusnya terjadi.

Meskipun Baginda sudah turun takhta, mungkin akan bermanfaat bagi dewan istana tapi ini tidak bisa mencegah terjadinya konflik partai politik. Biarpun Baginda punya hak untuk melakukannya tapi ini tidak mungkin terjadi.

Dong Yi menemui Sukjong di Daejeon dan ia mencoba membujuk Sukjong, Cheon Na seharusnya mengerti ini sama sekali tidak perlu dan akan menyebabkan kekacauan di istana, saya mohon batalkan keputusan anda.
Sukjong : aku tidak akan mundur, Dong Yi.
Dong Yi : Cheon Na?

Sukjong : Saat aku tidak ada di istana, kalian berdua menderita dan dalam bahaya, apa kau tidak ingat? Inilah wajah keras politik, tidak akan pernah reda atau berhenti dari konflik dan kekacauan dalam perebutan takhta. Jika hanya ini satu-satunya cara untuk mencegah itu terjadi, maka biarlah demikian, meskipun mereka pikir itu tidak perlu, aku tidak akan mundur.

PM Yun berlutut memohon di depan ruang sidang agar Sukjong membatalkan keputusannya. Yun merasa ia masih banyak kekurangan dan tidak bisa mengambil takhta saat ini dan mohon demi dinasti agar ayahnya membatalkan keputusan-nya itu.

Dong Yi melihat dari jauh dan ia sedih melihat Yun seperti itu. Dong Yi berkata akan menemui Ratu Inwon.

Ratu Inwon mendapat laporan dari Yi Sang gung kalau PM Yun memohon di depan Injeongjeon dan bahkan dewan istana ikut serta, sehingga menimbulkan kesedihan dan keributan di istana. Baginda sepertinya tidak bergeming sedikitpun.
Yi Sang Gung mengusulkan agar Ratu Inwon berbicara pada Baginda. Ratu Inwon berkata ia minta Yi Sang Gung siap-siap, ia ingin pergi ke satu tempat. Yi Sang Gung heran.

Kim Gu Seon sedang mengajar Yeoning tapi pangeran kecil sepertinya tidak konsentrasi. Kim Gu Seon memanggil Yeoning dan berkata akan mengakhiri pelajaran hari itu. Yeoning minta maaf karena tidak memperhatikan, ia bear2 tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran-nya hari ini.

Kim Gu Seon tanya apa Yeoning terganggu dengan kondisi istana. Yeoning membenarkan, ia memikirkan rencana Baginda untuk turun dari takhta dan tanya apa artinya ini, ini tidak benar kan Guru? Kim Gu seon bingung menjawabnya.

Tiba-tiba Ratu Inwon datang dan berkata tidak akan terjadi apa-apa, kau tidak perlu cemas. P. Yeoning dan Kim Gu Seon segera menghormat.

Ratu Inwon melihat ke arah Kim Gu Seon, apakah kau Guru Pangeran Yeoning? Kim Gu Seon membenarkan.
Yeoning tanya apa tujuan kedatangan Ratu. Ratu berkata ia datang karena ia ingin melihat P. Yeoning. Yeoning heran dan Ratu Inwon tanya pada Kim Gu seon apakah ia bisa mengganggu pelajaran mereka dan mengajak Yeoning jalan-jalan sebentar? Kim Gu Seon mengiyakan.

Dong yi sudah sampai di kediaman Ratu dan heran mendengar kalau Ratu mengunjungi P. Yeoning. Dong Yi bingung, Bong Sang Gung sedikit cemas, Yang Mulia, mengapa tiba-tiba, apa alasannya? Lalu Ratu Inwon pulang, dan ia memanggil Dong Yi. Suk Bin!
Dong yi memberi hormat. Ratu Inwon berkata ia baru saja ingin mengundang Dong Yi, tapi justru Dong Yi ada di sini, ini bagus.

Di dalam, Dong Yi tanya mengapa Ratu Inwon menemui P. Yeoning, apa P. Yeoning membuat kesalahan?
Ratu Inwon : Tidak, ini karena sebelum aku membuat keputusan, aku ingin memastikan sesuatu saja untuk diriku sendiri, aku ingin tahu mengenai perkembangan pelajaran P. Yeoning.

Dong Yi heran, apa? (untuk pertama kalinya Dong yi tidak bisa menebak hehe)
Ratu Inwon : alasan kau datang, apa kau ingin memintaku untuk membujuk Cheon Na agar tidak turun takhta?
Dong Yi mengangguk.

Ratu Inwon : Ya, Suk Bin, aku juga merasa keputusan ini tidak pantas dan tidak perlu terjadi, tapi jika kita ingin Cheon Na mengubah pemikirannya, sebelum itu, ada sesuatu yang harus aku putuskan.
Dong Yi : Keputusan apa, Yang Mulia?
Ratu Inwon tersenyum. Dong Yi heran.

Jeong Sang Gung minta Yoo Sang Gung menekan agar gosip tidak menyebar di kalangan Gungnyeo. Lalu Jung In lapor kalau kediaman Ratu membuat keputusan penting. Jeong Sang Gung terperanjat, perintah dari Ratu?

Dong Yi juga kaget mendengar kata-kata Ratu padanya. Yang Mulia Ratu, anda berkata anda ingin membuat Pangeran Yeoning sebagai "Yang Ja" anda?

Ratu Inwon membenarkan, benar sekali, bisa dikatakan ketika Putera Mahkota Yun naik takhta maka Pangeran Yeoning akan menjadi pewaris, maka Pangeran Yeoning akan menjadi Pangeran penerus dan ia memilik hak tanpa menimbulkan pertentangan. Bagaimana menurutmu ide ini, Suk Bin, apa kau bisa menyerahkan hak asuh Pangeran Yeoning padaku?
Dong Yi tidak mengira sama sekali, Yang Mulia!

(Yang Ja adalah anak angkat. Yeoning akan dianggap sebagai anak Ratu Inwon)

Ratu Inwon mengatakan keputusan-nya mengangkat Yeoning sebagai anak pada Sukjong. Ratu berkata ia sudah memikirkan secara menyeluruh dan akhirnya memutuskan ini. Dengan jaminan ini, maka Pangeran Yeoning akan aman. Putera Mahkota Yun dan P. Yeoning punya jaminan untuk bertahan dan posisi mereka masing2. Jadi Baginda tidak perlu mengajukan keputusan turun takhta sebagai solusinya. (Padahal Sukjong pasti pingin sekali pensiun hehehe)
Sukjong tanya bagaimana Ratu Inwon bisa membuat keputusan ini?

Ratu Inwon : Mungkin alasannya karena Suk Bin.

Dong Yi mengantar Yeoning tidur dan ia mengingat percakapan-nya dengan Ratu Inwon.
Dong Yi : Tapi Yang Mulia, apa yang membuat anda memutuskan ini, mengapa anda bisa memikirkan hal ini demi Pangeran Yeoning?

Ratu Inwon : Sepertinya, karena aku tidak ingin kehilangan dirimu, ketulusan-mu membuka hatiku. Saat kau memilih untuk tidak mengambil posisi Ratu demi menjaga Putera Mahkota Yun, ketulusan itu benar2 membuatku iri padamu, sehingga membuatku mengambil keputusan ini. aku sendiri juga tidak pernah membayangkan akan memutuskan ini.

Dong Yi : Yang Mulia?
Ratu Inwon : Kau sudah memilih untuk tidak mengambil posisi Ratu demi Putera Mahkota Yun maka mulai sekarang sampai seterusnya, aku yang sudah menggantikan posisimu akan membantumu menjaga Pangeran Yeoning, Suk Bin, kau berkata ini bukan pengorbanan tapi adalah mimpimu, prinsip ini juga mulai kumengerti, setelah membuat keputusan ini rasanya sungguh menyenangkan dan pantas dihargai, Ini pelajaran yang aku pelajari dari teladanmu, aku sungguh berterima kasih karena pelajaran kehidupan ini.

Dong yi terharu dengan kata-kata Ratu. Yang Mulia, bagaimana saya dapat membalas kebaikan anda, anda memilih mengambil P. Yeoning sebagai Putra anda. Bagaimana saya bisa membalas kebaikan anda.

Dong yi membelai Yeoning.

Sementara itu Sukjong memikirkan keputusan Ratu Inwon. Kasim Han berkata akhirnya ketulusan hati Suk Bin mendapat balasan setimpal. karena ketulusan hatinya, Dong yi mendapatkan hati Sukjong juga kepercayaan Ratu Inwon. Kasim Han berkata karena Ratu Inwon sudah menjamin keamanan Pangeran Yeoning, maka Baginda bisa menarik kembali keputusan untuk turun takhta, kedua pangeran sudah aman, maka Baginda seharusnya melakukan yang terbaik demi bangsa dan dinasti.

Hwang Ju Shik dan Yeong Dal gembira dan memuji kebijaksanaan Ratu Inwon menyelesaikan masalah Jang Mu yeol dan P. Yeoning sudah pasti menjadi Pangeran Penerus. Lalu Oh Ho Yang datang dan tanya mengapa DOng yi tidak segera menempati istana Ihyeongung.
Hwang Ju Shik sebal dan berkata itu tidak akan terjadi, Dong Yi akan tetap tinggal di istana. Oh Ho Yang langsung duduk dan ngamuk.

Oh Ho Yang pulang dan marah2 pada ayah ibunya karena Dong Yi tidak jadi pindah ke istana Ihyeongung. Oh Tae Pung minta anaknya menghentikan obsesinya pada Dong Yi, dia itu wanita milik Raja! Ny. Park berkata ia akan mencari wanita yang wajahnya mirip Dong Yi untuk dijadika istri Oh Ho Yang. Oh Tae Pung berkata kita akan mencari di 8 propinsi Joseon, wanita yang persis seperti Choi Dong Yi.

Dong Yi jalan2 di kediaman-nya dan Sukjong datang. Keduanya jalan untuk membahas Yeoning.

Sukjong : Meskipun ini jalan yang harus diambil Pangeran Yeoning, tapi membuat Yeoning menjadi anak angkat Ratu, apa kau tidak merasa kecewa dengan masalah itu?

Dong Yi : Tidak Cheon Na, saya adalah ibu kandungnya, ibu yang melahirkannya, itu tidak bisa dibantah. P. Yeoning sekarang memiliki 2 orang ibu, dan Yang Mulia Ratu sudah memperlihatkan kebaikan-nya dan menjadi Ibu angkat P. Yeoning, saya benar2 sangat berterima kasih dan tidak tahu bagaimana membalas kebaikan ini.

Sukjong : Malam sudah semakin dingin, sebaiknya kau istirahat di dalam.

Sukjong akan berdiri tapi Dong Yi menahannya, Apa anda bersedia tinggal sebentar lagi, Cheon Na, sebentar saja menemani saya duduk disini. Apa anda bersedia?
Sukjong : Apa?
Dong Yi : Tempat ini penuh dengan kenangan kita dari hatimu, inilah cara kita mengukir kisah kita ketika kita disini dan bercakap-cakap, perjalanan kita yang ingin saya ingat dalam hati.

Sukjong : Apa katamu Dong yi, kau berharap bisa menyimpan semua ini dalam hatimu, kau selalu bisa datang ke sini kapanpun kau mau, tapi kau berkata sepertinya kau tidak akan kesini lagi.

Air muka Dong yi berubah. Sukjong bisa membacanya, Dong Yi?

Dong yi : Cheon Na..seperti perintah anda sebelumnya, saya akan mengikutinya dan mematuhinya, saya akan meninggalkan istana.
Sukjong terperanjat, apa??
Dong Yi : Seperti yang sudah anda perintahkan sebelumnya, saya akan segera berangkat dan pindah ke istana Ihyeongung.
Sukjong : Dong Yi!!!

Yeoning mendengar keputusan Dong Yi dari Ae Jung dan ia terlihat sedih dengan berita ini.

Sukjong melarangnya, tidak, kau tidak bisa, aku tidak akan mengijinkannya. Dong yi membujuk Sukjong.
Sukjong : Aku berencana mengirim kau keluar dengan tujuan untuk tinggal bersamamu, bagaimanakau bisa bersikeras meninggalkan istana untuk hidup sendiri di istana Ihyeongung!

Dong Yi : Ini satu-satunya cara agar P. Yeoning bisa berbakti sebagai anak kepada Ratu Inwon di istana.
P. Yeoning harus memberikan baktinya sepenuh hati sebagai anak pada Jung Jong Mama, agar P. Yeoning bisa melakukan itu, dan agar Jung Jong Mama bisa mengambil alih peran ibu dan tanggung jawab sebagai Ibu P. Yeoning, maka saya harus meninggalkan istana.

Sukjong : Tidak! Tidak bisa, aku menolaknya, lalu bagaimana denganmu, apa yang akan kau lakukan, apa kau akan melepaskan semuanya, mimpimu, putramu, segalanya, dan apa yang sudah kulakukan untukmu, apa yang akan kau dapatkan. Apa tidak ada yang bisa membuatmu tetap di istana dan tetap berada di sisiku?

Dong Yi : Cheon Na, karena saya memiliki masa lalu kelam maka sejak awal anda sudah menghibur dan menyayangi saya, bagaimana anda bisa berkata belum melakukan apapun untuk saya?
Sukjong : Dong Yi??

Dong yi menggenggam tangan Sukjong (wee, ini pertama kalinya) : Saya sudah memiliki hati anda, itu adalah segalanya bagi saya, dengan itu, sudah cukup dan dengan itu saya bisa meninggalkan istana dengan perasaan seperti itu, demi Cheon Na dan Pangeran Yeoning bisa melakukan kebaikan untuk masyarakat atas nama anda.

Apapun yang anda berikan pada saya, akan saya kembalikan untuk masyarakat, saya mohon ijinkan saya melakukannya.

Sukjong terlihat galau.
Dong yi kembali ke Bo Gyeong dang. Cha Cheon soo menunggunya, ia tahu Sukjong pasti tidak akan mengijinkan Dong Yi pergi.

Dong Yi tahu itu, tapi ini adalah keputusannya.
Cha Cheon Soo : Apa Yang Mulia benar2 ingin melakukan ini.

Dong Yi : Di istana ini, Ibu Pangeran Yeoning adalah Ratu Inwon, aku percaya Ratu akan memberikan kasih sayang pada P. Yeoning, aku sangat ingin Yeoning ada di sisiku, memeluknya dan menyayanginya tapi Pangeran Yeoning harus menjalani jalan menjadi Raja.

Aku berjanji untuk melakukan apapun untuk menjaga P. Yeoning, dan aku sadar darah Cheonminku akan menjadi halangan untuknya menuju takhta, tapi aku sudah mengajar Yeoning kalau tidak perlu malu dengan darah Cheonmin yang ia miliki dan ia tidak boleh melupakan darah Cheonmin yang mengalir dalam tubuhnya, dan minta Yeoning memenuhi tanggung jawab sebagai Raja yang hebat.

that's my aspiration.......

13 comments:

  1. kak tirza dalam sejarah sukjong ma dong yi hidup bersamakah setelah PM yun naik takhta?
    trz dong yi meninggal duluan dr sukjong kah?

    ReplyDelete
  2. ka tirza ada info ga habis drama ini han hyo joo mau main drama apa lagi?soalnya aku perhatiin peran sm drama yg dya mainin bagus bagus.

    ReplyDelete
  3. @mici, di sejarah, Sukjong meninggal th 1720 baru PM Yun naik takhta. Jadi mereka tetap di istana sampai meninggal.
    Choi Suk Bin meninggal th 1718. Dua tahun sebelum Sukjong.

    @Voyage of Live, belum dapat info lagi ttg HHJ :)

    ReplyDelete
  4. sukjong mungkin lebih suka kalo bisa tinggal di luar istana bersama dong yi...

    ReplyDelete
  5. mba tirza aqu masi ga ngerti darah Cheonmin itu apa? trus klo drah Cheonmin itu ga boleh jadi raja atau klas tinggi gtu ? mba tolong jalaskan (maaf maksa nanyanya?)

    ReplyDelete
  6. cheonmin itu kelas masyarakat terbawah di dinasty joseon waktu itu. sedangkan yanban adalah kelas atas atau bangsawan. seperti pembagian kelas/kasta pada umumnya, kelas atas selalu enggak mau mengakui orang-orang kelas bawah gitu. padahal kan gimana mereka mau diatas kalau gak ada yang dibawah.

    ReplyDelete
  7. kak tirza aku binggung kenapa aku baca di wikipedia profil dong yi beda dengan yang di film ini ya.. mana yang benar

    Suk-bin dari klan Choi (1670-1718)

    Tidak ada catatan tentang kehidupannya sebelum ia menjadi selir Sukjong. Ia adalah seorang pelayan air di dalam istana, dibawah Ratu Inhyeon. Di suatu malam, ia berdoa di dalam kamarnya untuk kesehatan Inhyeon, ketika Sukjong yang lewat di depannya setelah bepergian dari luar istana mendengarnya dan tersentuh akan ketukusan hatinya (Sukjong yang sedang menyesal pada ssat itu), menjadikannya sebagai selirnya. Ia menjadi suk-ui setelah melahirkan seorang putra di tahun 1694. Selain anak ini, ia memiliki 2 orang putra lainnya (keduanya diragukan). Setelah Pangeran Yeoning (Yeongjo) lahir di tahun 1694, ia dipromosikan menjadi "suk bin" Ia diberikan gelar anumerta "Lady Hwagyeong, Selir Suk dari klan Choi" (화경숙빈최씨 和瓊淑嬪崔氏).

    ReplyDelete
  8. @dya, betul. Namanya juga drama jeng haha..jadi dipoles sana sini. Seondeok juga beda blas ama sejarahnya. Mana ada Seondeok suka ama Bidam hahaha, usianya juga kalo ngga salah terpaut belasan tahun, tuaan Bidam banget. Dan Bidam itu dieksekusi setelah Seondeok meninggal oleh Ratu Jindeok. sekitar 1 minggu setelah Seondeok meninggal.

    ReplyDelete
  9. huaaaaaaaah aku terharu,hiks hiks aku udah tamat onton Dong Yi

    ReplyDelete
  10. ceritanya bikin terharu dan menyenangkan :)

    ReplyDelete
  11. ratu inwon pada akhirnya memang memihak dong yi ............ ah udah tau ceritanya jadi ogah nonton entar di indosiar

    ReplyDelete
  12. kak dong yi meninggal nya kenapa? lalu sukjong kenapa meninggal? apa karna dong yi meninggal?

    ReplyDelete