Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Friday, October 15, 2010

Dong Yi episode 57

Sukjong : Demi Putera Mahkota Yun dan P. Yeoning, agar keduanya bisa naik takhta, jadi kau ingin menyelamatkan mereka berdua, Baik! itu benar idemu, secara alamiah istana akan menggunakan strategi untuk mengalahkan musuh atau kalau tidak kau yang akan ditekan, tapi memiliki perasaan seperti itu, hanya bisa dimiliki oleh orang seperti dirimu.
Dong yi : Cheon Na?

Sukjong kembali ke Daejeon dan ia minta Kasim Han pergi, ia ingin sendirian dan berpikir.

Dong Yi juga melakukan hal yang sama di kediaman-nya.

Sukjong : Tapi tidak mungkin bagi kedua Pangeran itu untuk naik takhta bersamaan, hukum negeri ini tidak mengijinkan-nya, hanya satu Pangeran yang akan melanjutkan takhta dan tidak pernah 2.

Pangeran Yeoning dan Putri Dalseong Seo mengunjungi Ratu Inwon untuk menyampaikan salam.
Ae Jung dan Bong Sang Gung merasa gelisah setiap kali pasangan itu mengunjungi Ratu untuk memberi salam, kalau seperti ini terus Bong Sang Gung berkata lebih baik tinggal di kediaman pribadi saja daripada tegang terus menerus.

Pangeran Yeoning dan istrinya memberi hormat pada Ratu Inwon. Keduanya tampak berseri-seri sementara Ratu Inwon tidak berekspresi menanggapi keduanya.

Jang Mu Yeol mengamati Yeoning dan istrinya dari jauh, setelah keduanya pergi, ia menemui Ratu Inwon. Jang Mu Yeol minta maaf karena gagal membuat Yeoning keluar dari istana, ini karena taktik Dong Yi. Ia tidak membayangkan Dong Yi menggunakan taktik seperti itu.

Ratu Inwon menanyakan taktik Dong Yi, memang benar Dong Yi menggunakan cerita legenda tentang elemen Hwang Gi sehingga menimbulkan sentimen publik.

Jang Mu Yeol minta Ratu tidak cemas, meskipun Dong Yi menggunakan segala macam cara untuk menggeser Putera Mahkota..

Ratu Inwon memotong dan ia tanya apa Jang Mu Yeol tidak curiga dengan gerak gerik Dong Yi. Maksudnya Yang Mulia? Jang Mu Yeol tanya.

Ratu Inwon pikir Dong Yi akan mengikat pernikahan dengan keluarga yang kuat dan memiliki reputasi, tapi sekarang Dong yi hanya mengikat pernikahan dengan keluarga seorang Jin Sa. Ini sesuatu yang tidak masuk akal.

Jang Mu Yeol berkata kalau Dong Yi ingin memanfaatkan legenda kediaman Seo Jung Je sebagai alasannya.

Ratu Inwon berpikir tidak perlu demikian, jika Dong yi hanya ingin memicu sentimen publik, ia cukup mengirim keluar Pangeran Yeoning saja ke kediaman itu agar publik percaya kalau Yeoning adalah calon Raja berikutnya.

Ratu : Dong Yi adalah orang dengan kepandaian tinggi, jika ia ingin menggeser posisi Putera Mahkota, mengapa ia menjadi ceroboh dan bodoh untuk mengadakan pernikahan.

Jang Mu Yeol berkata inilah alasan mengapa mereka harus lebih ekstra hati-hati karena mereka tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dong yi.

Seo Yong Gi mengawasi latihan demonstrasi militer. Anak buahnya Hwang Jung Gu dan Han Jang Bu lari mendatanginya dan lapor kalau Baginda mengeluarkan perintah untuk membatalkan melihat demonstrasi militer ini.

Seo Yong Gi heran dan ia membaca surat itu. Padahal mereka sudah menyiapkan latihan ini selama sebulan.

Partai Noron mendengar kalau Sukjong membatalkan rapat dewan jam Mi Si (1-3 sore) sampai pemberitahuan lebih lanjut. Bukan hanya itu, Noron mendengar kalau Baginda juga membatalkan melihat demonstrasi militer untuk beberapa hari.

Jung In Guk heran, apa alasan-nya, apa Baginda tidak sehat. Anggota partai berkata kalau Shim Yun Taek pergi ke RS Istana untuk mencari tahu.

Cha Cheon Soo bertemu Shim Yun Taek di RS Istana dan ia merasa cemas, kerena Baginda sudah menunda semua kegiatan-nya, apa kau di sini untuk mencari tahu apa Baginda sakit. Shim Yun Taek berkata jika Sukjong memilih untuk sakit saat ini maka kita akan mendapat masalah.

Cha Cheon Soo yakin Baginda baik2 saja. Shim Yun Taek heran, Baginda saat ini tidak ingin menemui atau kontak dengan anggota dewan, ia pasti punya alasan.
Shim Yun Taek tanya: Apa alasannya?

Shim Yun Taek menemui Dong Yi dan ia terperanjat ketika mendengar kalau Dong yi sudah mengatakan rencananya tentang P. Yeoning pada Sukjong.

Shim Yun Taek : Apa? Yang Mulia sudah mengatakan-nya pada Baginda?
Dong yi : Ya, aku sudah mengatakan-nya.

Shim Yun Taek : Tapi Yang Mulia, ini sangat beresiko, meskipun Baginda sangat pengertian dan terbuka. Tapi takutnya menimbulkan kesalah pahaman.

Dong Yi : Aku mengerti karena apapun yang kukatakan akan menimbulkan konsekuensi dan kesalah pahaman tapi keinginanku sudah bulat, meskipun aku tahu resikonya, aku tidak berani menyembunyikan masalah ini dari Cheon Na.

Sepulangnya dari Bo Gyeong Dang, Shim Yun Taek tanya pendapat Seo Yong Gi, apa ini tidak akan membuat orang salah paham dengan niat Dong yi, kalau ia ingin menggeser posisi Putera Mahkota.

Seo Yong Gi merasa kalau Sukjong sangat mengenal Dong yi, Baginda tidak akan berpikir sebaliknya. Lagipula Baginda juga tahu kalau satu2nya jalan untuk menjamin keselamatan P. Yeoning adalah dengan menjadi Raja.

Shim Yun Taek tanya lalu bagaimana Baginda akan mempertimbangkan ini. Seo Yong Gi berkata kalau pilihan keputusan ada di tangannya. Shim Yun Taek heran.

Cha Cheon Soo tanya apa benar Baginda menyebutnya sebagai keinginan serakah Dong Yi?

Dong yi : Ya, benar kalau Cheon Na mengatakan itu, ia berkata hanya aku yang bisa berpikir seperti itu, apa yang sebenarnya dimaksud Cheon Na dengan mengatakan ini, Orrabuni? Meskipun aku sudah begitu lama bersama Sukjong tapi aku sekarang tidak bisa menyerap atau menebak apa yang menjadi pikiran Sukjong.

Aku mengerti demi menjaga keselamatan Putera Mahkota Yun dan P. Yeoning dan semuanya, maka akan terlihat sebagai keinginan yang bodoh tapi sesulit apapun aku tidak akan menyerah dengan keinginan itu.

Cha Cheon Soo : Mama!
Dong Yi : Jadi inilah mengapa aku takut, apa yang akan dilakukan Cheon Na mengenai masalah ini, sekarang apa keputusan-nya dengan masalah ini.

Jang Mu Yeol menemui Im Sang Hyeon di kediaman-nya dan berkata Baginda sudah menunda semua urusan, sepertinya ia ingin memikirkan mengenai Putera Mahkota Yun dan P. Yeoning. Ini yang disebut keadaan tenang sebelum badai besar.

Im Sang Hyeon tanya apa maksudmu sekarang ini Baginda sedang membuat keputusan mengenai masalah ini? Jang Mu yeol membenarkan.

Di Daejeon. Kasim Han gelisah. Do Seong Ji tiba dan ia tanya Baginda tidak ingin menemui siapapun, apa yang harus kita lakukan?
Sukjong ada di dalam dan merenung.

Jang Mu Yeol menemui Min dan berkata kalau suasana istana tegang dan ia percaya akan segera ada badai di sini. Jang Mu yeol tanya, apa yang ia minta sudah siap? Min berkata ia sudah menyiapkannya. Jang Mu Yeol minta Min mempercepatnya untuk jaga-jaga menghadapi kondisi yang tidak terduga. Min mengerti dan pergi.

Cha Cheon Soo sedang jalan dan ada yang mengikutinya, tapi Cha Cheon Soo menyadarinya, ini Cha Cheon Soo man!

Bong Sang Gung lapor kalau Baginda tampaknya sudah mengambil keputusan. sekarang dewan istana sudah berkumpul, tapi Baginda tidak langsung ke sana melainkan ke kediaman Ratu dulu.

Dong Yi mengerti.

Sukjong menemui Inwon dan berkata kalau ia punya hal yang sangat penting yang harus dilakukan oleh Ratu Inwon.

Yoo Sang Gung heran aneh, mengapa Baginda ke kediaman Ratu dan bukannya Bo Gyeong Dang, apapun keputusan Baginda seharusnya Baginda menemui Dong Yi untuk diskusi.

Sukjong meninggalkan kediaman Ratu dan Kasim Han tanya apa ingin ke Bo Gyeong Dang? Tidak kata Sukjong, aku tidak akan pergi ke Bo Gyeong Dang. Sukjong minta kasim Han pergi, ada beberapa hal yang harus ia selesaikan.

Ratu Inwon terkejut dengan keputusan Sukjong. Mengapa Baginda membuat keputusan yang demikian mendadak, apa mungkin Baginda benar2 ingin melakukan ini pada Dong Yi?

Dewan istana sudah berkumpul dan mereka merenung ada apa ini. Sukjong tiba. Putera Mahkota Yun memberi salam di luar Injeongjeon. Sukjong minta Putera Mahkota Yun masuk ke dalam bersamanya. Yun terkejut, Ah Ba mama, anda ingin saya masuk ke Injeongjeon bersama anda?
Sukjong mengangguk, ya benar.

Ratu Inwon berangkat ke Bo Gyeong Dang bersama rombongannya.

Sukjong bersama Putera Mahkota Yun di Injeongjeon.

Sukjong : Hari ini, aku sudah meminta Putera Mahkota Yun dan dewan istana untuk berkumpul di sini dan mengatakan pada dewan apa keputusanku.
Sukjong melihat ke arah Yun, Jadi Putera Mahkota Yun, kau juga harus mengingat baik-baik apa yang akan kukatakan.
Putera Mahkota Yun : Ya, Cheon Na!

Sementara itu Ratu Inwon tiba di Bo Gyeong Dang dan Dong Yi keluar menyambutnya, Jung Jong Mama!
Ratu Inwon : ayo masuk...aku harus menyampaikan pesan dari Baginda.

Dong yi sedikit terperanjat. Ratu Inwon langsung jalan ke Bo Gyeong Dang. sementara Bong sang Gung gelisah. Dong yi menyusul ke dalam.

Sementara itu di balairung istana,

Sukjong : Sejak Pangeran Yeoning yang dulunya tinggal di luar istana kembali masuk ke istana..aku menyadari dan sangat jelas apa yang terjadi dalam istana, di sini sudah menyebar rumor yang salah, dan karena rumor salah ini, Dewan istana sudah menggunakannya untuk memicu konflik, jadi aku tidak akan memberikan toleransi lagi mengenai perdebatan partai tentang masalah penerus takhta.

Sesuai dengan hukum pergantian takhta, Pangeran Penerus saat ini akan menggantikanku naik takhta setelah aku mangkat yaitu Pangeran Penerus yang hanya adalah Putera Mahkota Yun yang sekarang ada di sampingku..apa kalian semua sudah jelas? Aku sudah membuat keputusan yang sejernih kristal mengenai masalah ini dan aku tidak akan mengubah pendirianku.

Aku..tidak peduli siapapun itu yang menggunakan taktik untuk menggeser posisi Pangeran Penerus, tidak akan kuampuni. Jadi sekarang aku menegaskan kalau Putera Mahkota Yun yang akan menggantikan aku naik takhta dan dia akan mulai melibatkan diri dalam masalah negara dan ia akan duduk di sini untuk mendengarkan sidang dewan istana. Semua petisi dari kementrian Ritual dan Pekerjaan akan diserahkan pada Putera Mahkota Yun untuk dipelajari dan diputuskan dan semua yang diputuskan Putera Mahkota Yun harus dipatuhi.

Jung In Guk protes, tapi Cheon Na, di saat ini...

Sukjong kesal, aku belum selesai bicara Hyeon Ban!! (Hyeon Ban = Menteri Keadilan)

Sukjong : Dan lagi, ada masalah yang akan aku umumkan disini pada semuanya, masalah mengenai Suk Bin Bo Gyeong Dang...

Sementara itu di Bo Gyeong Dang, Dong Yi terperanjat mendengar keputusan Sukjong yang disampaikan Ratu Inwon. benarkah...ini keputusan Cheon Na?

Ratu Inwon : Ya..benar. Cheon Na datang menemuiku dan minta pendapatku mengenai masalah ini, dan aku menjawab aku tidak menentang keputusan-nya dan melihat ini baik kalau kau akan segera meninggalkan istana dan tinggal di kediaman pribadi.

Di Balairung istana, Shim Yun Taek shock! Cheon Na...apa anda mengatakan kalau anda ingin Suk Bin Mama meninggalkan istana?
Sukjong : Ya, benar.
Shim Yun Taek : Tapi..Cheon Na, apa alasan dibalik keputusan anda ini?

Sukjong : Alasannya aku yakin Suk Bin jelas mengerti dan tahu itu. lagipula aku yakin kalian semua tahu alasannya. Ini adalah masalah yang ingin aku utarakan pada dewan istana. Suk Bin akan segera tinggal di kediaman pribadi di luar istana, yaitu di istana Ihyeongung, jadi kementrian Pekerjaan akan mengikuti perintah ini dan segera membuat renovasi untuk istana Ihyeon. Segera setelah proyek renovasi selesai, maka kementrian Ritual akan mengatur kepindahan Suk Bin dari istana ini ke kediaman di istana Ihyeon.

Bong Sang Gung menemui Dong Yi, Mama! ada apa, mengapa tiba-tiba ..mengapa mendadak anda harus meninggalkan istana dan tinggal di kediaman pribadi? Yang Mulia..mengapa ini?

Dong Yi terlihat pasrah. Ae Jung berkata pasti ada kesalah pahaman, bagaimana mungkin Baginda bisa mengambil keputusan itu? Bong Sang Gung merasa ini taktik Ratu Inwon. Tapi Dong Yi diam saja.

Partai Soron terlihat gembira dan tenang dengan keputusan Sukjong yang menyebut Putera Mahkota Yun sebagai penerusnya. Lalu Choi Dong Yi harus keluar dari istana, tapi Jang Mu Yeol tampak tidak yakin.

Sementara Jung In Guk dan partai Noron tidak percaya pada apa yang barusan terjadi di Injeongjeon.

Hwang Ju Shik marah2 ketika mendengar kalau Dong yi harus tinggal di istana Ihyeongung, siapa yang berani memaksa Dong yi tinggal diluar istana, apa Ratu Inwon?

Bukan, jawab Yeong Dal. Tapi Baginda sendiri yang sudah mengeluarkan perintahnya. Hwang Ju Shik shock. Mengapa Baginda melakukan itu? Kata Yeong Dal, sepertinya Baginda sudah gila.

Shim Yun Taek menemui Jeong Sang Gung yang baru saja menerima perintah kalau Dong Yi akan tinggal di istana Ihyeongung. Ada apa ini sebenarnya? Shim Yun Taek berkata biro internal sudah menerima perintah, berarti Baginda benar2 serius dengan keputusan-nya. Jung Im heran, keputusan ini adalah keputusan Baginda? Shim Yun Taek terpaksa mengiyakan.

Putera Mahkota Yun juga heran dan menanyakan keputusan Baginda. Ah Ba Mama, mengapa anda harus membuat keputusan seperti itu? apa karena rumor yang sekarang menyebar di istana?
Sukjong : Ya, Benar.
PM Yun : Tapi Ah Ba Mama, ini bukan perbuatan Suk Bin Mama, masalah ini, saya tahu benar dan yakin mengenai itu.

Sukjong terlihat heran. Yun melanjutkan : Ada saatnya saya menyalahkan Suk Bin Mama dan Pangeran Yeoning tapi ternyata saya salah mengenai itu dan kesalahan saya karena saya sudah mengasihani diri sendiri dan akhirnya saya merasa bersalah pada Suk Bin Mama dan Pangeran Yeoning yang tidak bersalah.

Sukjong : Putera Mahkota Yun?
PM Yun : Tapi, Suk Bin Mama selalu baik pada saya meskipun Ibu kandung saya sudah mencoba mencelakai hidup mereka, tidak hanya itu, ia memilih untuk memperhatikan keperluan saya dan juga kesejahteraan saya. Di istana ini tidak ada orang yang bisa dibandingkan dengan Suk Bin Mama dalam hal mengasihi saya. Saya mohon batalkan-lah keputusan anda Ah Ba Mama. Jangan karena saya sebagai alasan membuat Suk Bin Mama yang tidak bersalah diusir keluar dari istana.

Sukjong : Aku sungguh terharu dan juga sangat berterima kasih kalau kau memilih untuk berpikir seperti itu Putera Mahkota Yun, terima kasih dan aku lega ...
PM Yun : Ah Ba Mama?
Sukjong : Tapi, meskipun aku tahu perasaanmu ini tidak akan mengubah keputusanku.
PM Yun : Ah Ba Mama?
Sukjong : Apa kau mengerti? keputusanku tidak bisa dibatalkan bagaimanapun juga.

Jeong Sang Gung dan Jung Im menghadap Dong Yi dan berkata kalau mereka tidak akan mematuhi keputusan ini, kami akan mempertaruhkan nyawa dan segalanya untuk menolak perintah ini.

Dong Yi : Tidak..kalian tidak boleh melakukan itu.

Jung Im : Mama?
Dong Yi : Kumohon pada kalian, bantu aku agar masalah ini tidak menjadi semakin besar dari yang sudah ada, aku mohon.
Jeong Sang Gung : Apa sebenarnya alasannya, Yang Mulia? mengapa tiba-tiba anda menerima dihukum karena ini?
Dong Yi : Ada hukuman disana. Jadi kalian hanya perlu mematuhi dan menjalankan perintah Raja dan isinya, kalian harus melakukan apa yang ditugaskan pada kalian.

Renovasi istana Ihyeongung mulai berjalan. Oh Ho Yang membawa kedua orang tuanya melihat, ia mengeluh dan tidak percaya, bagaimana bisa Sukjong memperlakukan Dong yi seperti itu, dulu ia tinggal di kediaman pribadi, lalu kembali ke istana dan sekarang harus tinggal di istana Ihyeongung. Kali ini Oh Ho Yang bersumpah akan membawa Dong Yi ke kediaman-nya sendiri.

Oh Tae Pung minta istrinya segera mencarikan istri untuk putra mereka, sebelum anaknya berakhir dengan mengganggu wanita milik Raja dan dihukum mati.

Shim Yun Taek pusing, petisi partai Noron untuk menolak kepergian Dong yi dari istana ditolak Raja dan bahkan ada rumor bahwa siapapun yang dekat dengan Dong yi juga terancam akan diusir keluar dan akan dipecat dari jabatan mereka. Sukjong benar2 sudah salah paham dengan Dong Yi.

Seo Yong Gi berkata itu tidak mungkin. Shim Yun Taek berkata situasi sudah seperti ini, apa Seo Yong Gi masih merasa kalau Sukjong masih percaya pada Dong Yi?

Sukjong memberikan perintah pada Do Seong Ji dan minta segera dilaksanakan. Do Seong Ji memberanikan diri tanya, apa alasan Baginda membuat keputusan ini. Sukjong hanya minta Do Seong Ji untuk mematuhinya dan menjaga kerahasiaan perintah itu. Do Seong Ji mengerti dan ia pergi.

Sukjong tanya pada Kasim Han apa yang dilakukan Dong Yi. Kasim Han berkata kalau Suk Bin Mama susah payah membujuk biro internal untuk mematuhi perintah. Ia sekarang menunggu dengan sabar di kediaman-nya.

Cha Cheon Soo marah dan ia menemui Dong yi, mengapa Yang Mulia tidak menemui Baginda untuk menjelaskan masalah ini, paling tidak Yang Mulia tahu apa alasan sebenarnya dibalik perintah ini.

Dong Yi : Cheon Na sudah memintaku untuk menunggu Orrabuni, apa kau tidak mengerti, Cheon Na memilih untuk menyampaikan pesan melalui Jung Jong Mama, itu adalah alasannya, yaitu memintaku untuk menunggunya jadi apa yang harus kulakukan sekarang adalah menunggu dengan patuh dan melakukan apa yang harus aku lakukan.

Jang Mu yeol mengamati Cha Cheon Soo dan berkata kalau Cha Cheon soo tidak mengerti maksud Sukjong sebenarnya. Petugas Min berkata ia tidak pernah membayangkan kalau Baginda akan menikam mereka dari belakang, apa Baginda begitu menyukai Dong Yi?

Jang Mu Yeol berkata itulah mengapa ia merasa kalau ada keganjian dalam masalah ini, jika tidak ada jawaban, maka ada kemungkinan ada sesuatu yang disembunyikan. Kepergian Dong Yi pasti hanya untuk mengalihkan perhatian untuk sesuatu yang lebih besar.

Cha Cheon soo memohon untuk menemui Sukjong tapi Sukjong sudah memerintahkan kalau dia tidak ingin menemui siapapun. Cha Cheon Soo teriak memanggil Baginda, seorang Kasim berkata kalau Cha Cheon Soo membuat keributan dan ia mengancam akan memanggil penjaga. Kasim itu ingin menyeret Cha Cheon Soo pergi,

tapi Sukjong datang dari belakang dan minta mereka mundur. Cha Cheon soo memberi hormat pada Baginda.
Dong Yi siap2 akan meninggalkan Bo Gyeong Dang. Bong Sang Gung mencegahnya.

Bong Sang Gung : Yang Mulia ini benar2 sangat mengesalkan, di saat seperti ini, anda masih ingin ke kediaman Putera Mahkota. Kami bahkan tidak tahu alasan mengapa anda harus keluar dari istana..Yang Mulia, bagaimana anda bisa tetap memperhatikan Putera Mahkota Yun?

Dong yi : Minggir, jangan menghalangi jalan, Bong Sang Gung, kapan kau pernah menang dari kekeras-kepalaan-ku?

Bong Sang Gung : Yang Mulia!

Dong Yi dan rombongan tiba di kediaman PM Yun, ia membawa baki makanan. Dayang Putera Mahkota menyambut Dong Yi, apa PM Yun ada?

Dayang : Ya, Yang Mulia! lalu ia mengumumkan kedatangan Dong yi, ketika tiba2 Ratu Inwon juga tiba di situ.

Ratu Inwon : Suk Bin!
Dong Yi : Jung Jong Mama?

Ratu Inwon ingin tahu apa tujuan Dong yi mengunjungi Putera Mahkota dan mengapa Dong yi membawa baki?
Dong Yi menjelaskan ia ingin menyajikan bubur untuk Putera Mahkota, Ratu Inwon terkejut dan melihat bakinya, lalu ia marah, mengapa Dong yi ikut campur dalam makanan untuk Putera Mahkota? apa tujuanmu?

Ratu Inwon bahkan memarahi Dayang Putera Mahkota karena mengijinkan Dong Yi membawa makanan, bukankah kesehatan Putera Mahkota Yun adalah yang paling penting, mengapa sembarangan ikut campur, ia minta baki itu segera disingkirkan.

Tapi Yun muncul dan memanggil Ratu Inwon. Yun mendekat dan mohon agar Ratu Inwon tidak marah pada Suk Bin Mama.

PM Yun : Maafkan saya Jung Jong Mama, saya mohon jangan berbicara pada Suk Bin Mama dengan cara seperti itu, di istana ini, Suk Bin Mama...dia adalah orang yang paling saya percaya dan saya sangat bergantung padanya, Jung Jong Mama.
Dong yi sama sekali tidak menyangka PM Yun mengatakan ini, ia terkejut juga.
Ratu Inwon : Apa katamu ?

PM Yun : jadi, saya mohon Ratu memberikan sedikit kelonggaran dan pengertian untuk ketulusan Suk Bin Mama.
Ratu Inwon : Seja?

Dong Yi dan rombongan-nya pulang kembali, ternyata Sukjong sudah menantinya, Dong Yi segera memberi hormat pada Sukjong. (btw, tadi masih siang kok sekarang malam? oh..mungkin perjalanan dari istana PM Yun ke Bo Gyeong Dang sejauh Bdg-Jogja dengan KA kali ya...forget it, pura2 tidak sadar saja...)

Sukjong mengajak Dong Yi untuk keluar istana dan jalan-jalan. Sukjong tersenyum pada Dong Yi, Kita sudah lama tidak keluar bersama. Aku datang untuk mengajakmu menghirup udara segar.

Jang Mu Yeol menanyakan perkembangan pada petugas Min. Min lapor kalau sesuai dugaan jang Mu Yeol, Do Seong ji pergi ke Daejeon untuk menerima perintah. Tapi apa isi perintah itu masih rahasia.

Jang Mu Yeol minta Min untuk berusaha mencari tahu apa isinya, bagaimanapun caranya.

Sukjong dan Dong yi keluar dengan baju biasa, Sukjong membawa Dong yi ke lokasi renovasi istana Inhyeon.
Sukjong : Ini kediamannya..setelah kau keluar dari istana, ini adalah kediaman-mu, bagaimana, apa kau suka?
Sukjong melihat2 istana itu. Dong yi menjawab dia suka hanya saja istana ini terlalu besar untuknya, jika ia harus tinggal sendirian disini.

Sukjong : Sepertinya wajahmu yang tanpa ekspresi itu menunjukkan kau tidak terlalu terganggu dengan masalah ini dan kau juga tidak ada pendapat apapun, baik dalam hal aku akan mengirim-mu ke kediaman pribadi, dan kau dengan arogan dan berani, sama sekali tidak tergoncang dengan hal itu pada seseorang yang kejam seperti aku pada dirimu. Mengapa kau tidak tanya alasannya, Dong yi? Mengapa kau menunggu selama itu untuk bertanya padaku?

Dong yi : Ini karena saya ketakutan...takut karena saya tidak tahu apa yang akan dilakukan Cheon Na mengenai masalah itu, itu yang saya takutkan.
Sukjong : Dong Yi ?
Dong Yi : Apapun jawabannya, saya akan menunggu Cheon Na menjelaskannya pada saya, tapi setelah melihat Cheon Na di kediaman saya tadi, melihat ekspresi mata anda, saya bisa merasakan apa yang akan anda katakan pasti akan membuat saya merinding ketakutan, saya gemetar karena tidak bisa membayangkan apa kata-kata anda tapi saya tetap tidak bisa menebak apa yang anda rencanakan, itu yang saya takutkan, Cheon Na.

Sukjong : Apa kau ingat ...beberapa waktu lalu, saat aku mengirim-mu ke kediaman pribadi, waktu itu, aku berkata kepadamu untuk lari bersama, ya itu adalah perasaanku yang setulusnya, hanya bersama denganmu aku bahkan tidak peduli kalau harus hidup seperti orang biasa sepanjang hidupku, jika ini bisa terjadi, aku akan sangat senang, kekayaan dunia yang kumiliki sama sekali tidak aku pedulikan, juga perasaanku setelah sedemikian lama tidak pernah berubah. Bagiku, kau adalah kebahagianku yang terbesar dan orang paling realistis yang ada di hadapanku.

Dong yi merasa terharu, Sukjong melihat ke arah Dong yi, tapi kau harus tinggal di kediaman ini...tapi, kau tidak akan sendirian, Dong yi...

Sukjong : Aku akan tinggal disini bersama denganmu, bersama di kediaman ini

Dong Yi mundur karena kaget, Cheon Na? Apa maksud anda mengatakan ini..Cheon Na ingin tinggal di kediaman ini bersama?

Seo Yong Gi juga mendapat laporan dari Cha Cheon Soo atas niat Sukjong sesungguhnya, Ia kaget sekali. Cha Cheon Soo hanya bisa menghela nafas.

Dong Yi juga, ia berkeras ingin tahu apa maksud Sukjong.
Sukjong : Aku sudah mengatakan-nya padamu sebelumnya, mengijinkan Putera Mahkota Yun dan Pangeran Yeoning agar keduanya naik takhta. Dengan cara demikian, mereka akan bertahan hidup di dunia ini, Apa kau tahu, ini adalah pertama kalinya kau mengatakan keinginan serakahmu, juga apa yang disembunyikan oleh hatiku...

Sukjong tidak melanjutkan kata2nya dan jalan2 di sekitar istana, sementara Dong Yi mengikutinya, Cheon Na?

Sukjong : Jika itu P. Yeoning, tentu saja jika anak itu bisa bertahan, dia pasti akan menjadi Raja yang hebat jadi jika anak itu juga bisa meneruskan takhta Putera Mahkota Yun yang tidak bisa mendapatkan, jika itu bisa, bukankah itu hebat, ini yang sering aku pikirkan tapi ..sebagai penguasa kau hanya bisa punya satu Pangeran penerus, dengan demikian, kau bisa mendapatkan kedaulatan dan pemerintahan, apa kau mengerti...

Sukjong memandang Dong Yi: Selama aku Rajanya, aku tidak akan mengijinkan kedua Pangeran naik takhta
Dong Yi terperanjat, Cheon Na? mungkin yang anda maksudkan sekarang adalah anda akan...

Sukjong : Ya, benar, jadi aku akan turun takhta untuk Putera Mahkota Yun
Dong yi shock!
Sukjong : Jika aku turun takhta, Putera Mahkota Yun akan naik takhta menjadi Raja berikutnya dan saat itu, P. Yeoning akan menjadi pantas sebagai pewaris Saudara Putera Mahkota dan secara bertahan akan menjadi Raja jika waktunya tiba.
Dong Yi : Tapi Cheon Na, turun takhta..bagaimana anda bisa mengatakan ini begitu saja, bagaimana anda bisa mengatakan ini Cheon Na?
Sukjong tersenyum saja

Seo Yong Gi duduk terpuruk di kursinya saat mendengar rencana Sukjong yang akan turun takhta untuk Putera Mahkota Yun. Seo Yong gi tidak percaya.

Cha Cheon Soo berkata, ia tidak bisa menerima keputusan Sukjong, bagaimana Baginda bisa mengajukan usul penurunan takhta. Sukjong setuju ketika keputusan itu dibacakan maka akan ada banyak orang yang bereaksi sama, Sukjong melihat reaksi Cha Cheon Soo, ia akan menganggap reaksi Cha Cheon Soo ini sebagai latihan saja.

Sukjong berkata ia melakukan ini dengan tujuan menjamin kelangsungan hidup keluarga Raja dan negara, dan juga sebagai ayah dari anak-anaknya dan yang paling penting sebagai pria yang ingin melindungi wanita yang ia cintai. Sukjong tidak akan mundur.

Sukjong melihat demonstrasi pasukan militer Nae Geum Bu dan setelah selesai, ia memuji Seo Yong Gi atas usahanya.

Sukjong pergi dan ia merasa sedikit pusing, lalu hampir jatuh pingsan.

Do Seong ji teriak memanggil tabib istana, Kasim Han panik, semua bergegas mengawal Sukjong kembali ke kediaman-nya. Sukjong berkata ia tidak apa-apa, ia hanya perlu istirahat sebentar. Seo Yong Gi minta tabib istana memeriksa Baginda tapi Sukjong berkata ia baik2 saja.

Seorang Kasim melapor pada Sukjong kalau Utusan Joseon untuk Cina menunggunya. Sukjong mengerti dan akan menemuinya. Jang Mu Yeol mendengar percakapan mereka.

Sukjong mendapat laporan dari dutanya kalau utusan Qing sudah tiba di Wonyang. Sukjong berkata masalah ini lebih cepat dari yang ia perkirakan. Sukjong minta Kasim Han memanggil tabib istana lalu besok pagi umumkan kalau Baginda sakit dan harus pergi untuk menyembuhkan sakitnya. Kasim Han mengerti.

Seo Yong Gi tanya pada Shim Yun Taek, bagaimana perkembangannya. Shim Yun Taek berbisik di telinganya. Seo Yong Gi pergi. Mereka ternyata diamati oleh anak buah Petugas Min, yang lapor kalau Seo Yong Gi tampak mencurigakan.

Jang Mu Yeol menemui anggota partai Soron, ia berkata ia dengar Sukjong akan pergi untuk penyembuhan sakitnya.

Chua Sang mengatakan kita semua melihat Sukjong hampir pingsan ketika demonstrasi militer. Tapi Im Sang Hyeon merasa kalau sakit seperti itu saja tidak perlu pergi untuk penyembuhan, Baginda jelas punya agenda lain. Ia tanya apa Jang Mu Yeol tahu alasan Sukjong.

Semua pejabat mengatakan kalau Baginda ingin mengusir semua orang yang ada hubungan dengan Dong Yi dari istana. Jang Mu yeol merasa tidak demikian, tapi Im Sang Hyeon merasa pasti demikian, Sukjong akan menghabisi Dong Yi, P. Yeoning dan semua yang berhubungan dengan mereka.

Jang Mu Yeol tahu ada yang lain, ia menyuruh petugas Min untuk pergi ke kantor Do Seong Ji dan mencari surat perintah itu, lalu curi surat perintah itu. Min ketakutan, jika harus mencuri surat perintah Raja, ia takut dengan akibatnya. Jang Mu Yeol tidak peduli, ia harus tahu isi surat perintah itu apa sebenarnya keinginan Sukjong dengan masalah ini.

Dong yi dan rombongan menuju Daejeon ia ingin bertemu Sukjong. Kasim berkata kalau Baginda keluar. Dong yi berkata bukankah Baginda keluar jam Sa Si (jam 9-11 pagi/Ular). Bukan kata kasim itu, Baginda pergi sekitar jam Jin Si (jam 7-9 pagi/Naga)

Kasim itu berkata ada pesan dari Baginda, kalau Suk Bin tiba di Daejeon, ia diminta menyerahkan surat ini untuk Suk Bin. Dong yi menerima surat itu.

Sementara Sukjong pergi dengan Seo Yong gi dan pasukan Nae Geum Bu.

Dong Yi membaca surat cinta Sukjong (kaya surat cinta Seondeok aja hehehe):
"Perjalanan ini akan memakan waktu beberapa saat, tapi ketika aku kembali ke istana, kau akan sudah meninggalkan istana, jangan pernah lupakan dan ingatlah kalau aku mengirim-mu pergi bukan untuk membuangmu atau membiarkanmu sendirian. Kumohon ingatlah apa yang sudah aku katakan padamu, demi Putera Mahkota Yun, Pangeran Yeoning, dan aku, kau melepaskan hakmu untuk menjadi Ratu dan sekarang sebaliknya, biarkan ini menjadi giliranku untuk mengembalikan kebaikan itu padamu. Ini tidak boleh dilihat sebagai tanda melepaskan mimpi tapi harus dilihat sebagai perjalanan kita mencapai mimpi kita, perjalanan menuju mimpi kita yang akan kita jalani berdua, terjalin dan memulai bersama dalam hidup kita. Jadi kumohon percayalah padaku dan tunggulah aku. Dong yi-ah, aku tidak akan membiarkan ada orang yang menghalangi hal yang ingin kau lindungi, biarkan aku yang melakukan ini untukmu untuk mewujudkan keinginanmu."


Dong Yi menghela nafas setelah membaca surat Sukjong.

Sukjong bertemu dengan utusan Qing itu di villa pribadi.

Petugas Min dan anak buahnya mencuri surat perintah itu dan membunuh penjaga.

Utusan Qing terkejut mendengar niat Sukjong untuk turun takhta dan minta Utusan Qing itu mengatakan-nya pada Kaisar Qing itulah mengapa ia ingin bertemu dengannya.

Min memberikan surat perintah itu pada Jang Mu yeol yang membacanya dan ternyata ada catatan saat Raja Taejo dan Taejong turun takhta.

Jang Mu Yeol heran mengapa Sukjong mengutip catatan itu dan ia segera menyadari kalau Sukjong berniat turun takhta seperti kedua Raja sebelumnya. Jang Mu Yeol minta segera menyiapkan kuda, ia akan menemui Im Sang Hyeon.

Jang Mu Yeol menemui Im Sang Hyeon dan berkata kalau Sukjong ingin turun takhta. Im Sang Hyeon berkata itu tidak mungkin. Jang Mu yeol membenarkan, Sukjong ingin turun takhta dan memberikannya pada PM Yun lalu membuat Pangeran Yeoning sebagai Pangeran Penerusnya, inilah mengapa ia pergi, Jang Mu Yeol minta Im Sang Hyeon mencegah ini terjadi. Bagaimanapun kita tidak boleh membiarkan Pangeran Yeoning menjadi Pewaris. Im Sang Hyeon juga ketakutan, Jang Mu yeol berkeras mereka harus menghentikannya.

Seo Yong Gi minta anak buahnya untuk memperketat penjagaan di villa ini malam ini. Seo Yong Gi melihat ke langit dan ia melihat bintang jatuh di langit. (mirip seondeok 61)

Jang Mu Yeol berkata pada Min kalau P. Yeoning menjadi pewaris maka Dong Yi akan dibenarkan mendapatkan kekuatan politik dan hal pertama yang dilakukan Dong Yi adalah membunuhnya. Jang Mu Yeol bersumpah ia tidak akan mati dan sekarang di depannya ada resiko juga kesempatan.

Min tanya apa yang harus kita lakukan, Jang Mu Yeol berkata saat ini Sukjong tidak ada di istana dan kesehatan Sukjong mengharuskannya untuk pergi beberapa lama.

Sekarang yang berkuasa di istana adalah Ratu Inwon dan dia ada di pihak-ku. Jadi Jang Mu Yeol akan membuat Ratu Inwon untuk menyerang mereka sekaligus sehingga bukan hanya Dong Yi dan P. Yeoning, tapi juga semua orang yang ada di pihak mereka akan lenyap dalam satu serangan.

Seo Jung Je shock ketika mendengar dari Kim Gu seon kalau Sukjong berniat untuk turun takhta dan memberikan-nya untuk PM Yun. Seo Jung Je berkata itu tidak mungkin. Kim Gu seon berkata Seo Jung Je tidak bisa melakukan apa-apa mengenai masalah itu ia minta Seo Jung Je bersiap untuk "serangan" yang akan terjadi.

Seo Jung Je kaget. Kim Gu Seon berkata di masa lalu, Raja Taejong turun takhta dan memberikannya pada Sejong, jadi masalah itu bukan tidak mungkin. Seo Jung Je merasa bingung bagaimana ia harus bersikap. Kim Gu seon tahu kalau Seo Jung je tidak punya ambisi dalam politik.

Kim Gu Seon berkata ia pikir Sukjong membuat keputusan yang benar, untuk menjamin kelangsungan dinasti Yi sehingga Sukjong sudah membuat keputusan seperti itu. Negara akan tetap tenang dan aman itu prioritas utamanya, jadi setelah Putera Mahkota Yun naik takhta maka Pangeran Yeoning akan menjadi pewaris. Apa kau mengerti, ini adalah keinginan Choi Dong Yi demi kebaikan semua orang dan Sukjong akan membantu mewujudkannya.

Han Jang Bu tanya apa Seo Yong Gi melihat bintang jatuh. Seo Yong Gi berkata kalau bintang jatuh bisa menandakan ada insiden yang akan terjadi. Han Jang Bu heran mengapa Seo yong gi pesimis, Seo Yong Gi berkata bukan apa-apa, yang ia cemaskan adalah pasukan Nae Geum Bu yang ada di istana jumlahnya tinggal sedikit, ia takut terjadi sesuatu.

Seo Yong Gi berkata saat ini Sukjong tidak di istana, akan terjadi sesuatu di istana. Han Jang Bu meyakinkan kalau Cha Cheon Soo akan bisa menjaga keamanan istana, Seo Yong Gi jangan cemas.

Cha Cheon Soo patroli dan ia tanya mengapa penjaganya sedikit sekali, cari mereka. Cha Cheon Soo merasa cemas dan ia melihat noda darah di lantai, ia memeriksa dan ternyata noda darahnya masih segar.

Chua Sang mendapat laporan dari Jang Mu yeol kalau penurunan takhta itu adalah taktik Choi Dong Yi. Jang Mu Yeol memberikan surat, Chua Sang membacanya dan ia shock. Jang Mu Yeol berkata ia belum menemukan bukti nyata tapi ia yakin kalau gerakan Dong Yi akhir2 ini mencurigakan. Partai Namin tanya apa yang harus mereka lakukan.

Dong Yi merenung dan menyentuh cincin garakjinya.

Cha Cheon Soo berkata ada yang aneh di istana dan ia mengerahkan anak buahnya untuk menjaga Bo Gyeong Dang tapi penjaga ragu. Cha Cheon Soo tanya mengapa kalian diam, apa yang kalian tunggu?

Prajurit berkata kalau mereka menerima perintah dari Jang Mu Yeol yang memerintahkan kalau perintah mengerahkan pasukan hanya akan datang darinya. Cha Cheon Soo menyadari kalau Jang Mu yeol sudah mengambil alih komando pengerahan pasukan di istana.

Cha Cheon Soo tanya, siapa yang memberikan perintah pada Jang Mu Yeol untuk mengambil alih komando ? Lalu Menteri Militer datang dan berkata : Aku yang memerintahkannya! Apa ada yang salah? Cha Cheon Soo terperanjat.

Pasukan mulai dikerahkan. Hwang Jung Gu lapor pada Cha Cheon Soo kalau mereka tidak bisa mengerahkan pasukan karena Menteri Militer menguasainya dan memberikan otoritas penuh pada Jang Mu Yeol.

Hwang Jung Gu berkata pasukan Nae geum bu tidak ada di istana sehingga kita kekurangan pasukan dari militer dan Uigyeombu.

Cha Cheon Soo : Sekarang otoritas militer ada di tangan Jang Mu Yeol?

Jang Mu Yeol berkata pada petugas Min, sekarang tinggal meyakinkan Ratu Inwon memihak mereka, dengan penuh percaya diri Jang Mu Yeol menuju kediaman Ratu Inwon.

Dong yi masih merenung dan memegang cincinnya ketika Bong Sang gung datang masuk berlari, Yang Mulia!

Dong Yi heran, ada apa? Bong Sang Gung berkata setengah panik, mohon keluar dan lihatlah, Jung Jong Mama tiba di sini.
Dong yi : Apa? Yang Mulia disini?
Bong Sang Gung : Ya, Mama!
Dong Yi : Ini sudah malam, apa tujuan Ratu kesini...

Dong Yi baru saja akan keluar untuk menemui Ratu ketika Ratu Inwon masuk ke dalam, Suk Bin! Aku datang untuk minta penjelasan padamu.

Dong yi memberi hormat, Jung Jong Mama?

Ratu Inwon mendekati Dong Yi yang terkejut dengan kedatangannya, keduanya berhadapan.

8 comments:

  1. Emang Dong Yi brapa episode mbak?

    kok ndak selesai2

    ReplyDelete
  2. 60 episode, bentar lagi berakhir kok tinggal 3 lagi.
    semangat kak tirza hehe

    ReplyDelete
  3. mirip ma QSD ya endingnya. sukjong suruh dong yi tunggu. klo QSD deokman suruh tunggu bidam, cuman bidamnya ga nuggu malah ikut kena hasut dan berakghir tragis deh! :( bner deh mba QSD itu ga bisa dilupain....... sakit hati dehh iatmya hikz tpi seru bngt. (koq jadi bhas QSD *baru sadar*)

    ReplyDelete
  4. bener2 si bidam melekat di hati hehehe

    ReplyDelete
  5. taktik dong yi bener2 briliant hehehee

    ReplyDelete
  6. baru buka blog Mb Tirza, eh udah byk postingan. Asiiiikk!!

    ReplyDelete
  7. mAntap bNgeeT bkin Penasaran aja membacanyA...
    I love u Dong yie

    ReplyDelete
  8. moga ratu inwon sadar sama jasa dong yie yang membuatnya bisa jadi ratu dan lekas berpihak padanya !! wkwkwk

    ReplyDelete