Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Wednesday, March 7, 2012

City Hunter episode 19

Farewell..Public Prosecutor Kim Young Joo

Setelah kejar-kejaran mobil dengan Yoon Sung, Jaksa Kim berhasil membuka topengnya. Memang benar, City Hunter adalah Lee Yoon Sung.

Yoon Sung : Kim Young Joo ..apa kau puas sekarang?

Mobil polisi mendekat. Jaksa Kim menyuruh Yoon Sung pergi, pergi! Yoon Sung langsung menghilang.
Kapten Tim SWAT mendekati Young Joo, anda tidak apa-apa? Young Joo berkata ia baik2 saja. Kapten Tim SWAT memerintah anak buahnya mengejar City Hunter.


Tim SWAT mencari pria berjaket hitam. Yoon Sung jalan cepat dan segera melepas jaket serta maskernya. Semua dibuang di semak2. Yoon Sung jalan dengan tenang melewati Tim SWAT.

Chun Jae Man menunggu di sebuah ruangan di Kejaksaan. Masih dalam kondisi terikat. Seorang pria masuk dan melepaskan ikatan Chun. Sepertinya masih ada orang Chun di Kejaksaan.

Jaksa Kim marah besar, ia tidak percaya Chun Jae Man bisa melarikan diri. Jang Pil Jae terbata-bata menjelaskan kalau ia sudah memeriksa dan beberapa menit lalu Chun masih ada disini.
Jaksa Kim teriak marah pada Jang. Ia pergi mengejar.

Diluar kantor Kejaksaan, ada mobil yang mengalami kecelakaan. Itu mengalihkan perhatian orang. Jaksa Kim tidak menemukan tanda2 Chun Jae Man. Ia sadar ada orang di dalam Kejaksaan yang membantu Chun Jae Man.

Jaksa Kim minta Jang Pil Jae mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Chun Jae Man dan memeriksa rute pelarian, minta bantuan polisi untuk memeriksa lokasi persembunyiannya.

Shik Joon membacakan buku motivasi untuk Du Shik yang sukses tertidur mendengarnya. Shik Joon kesal dan membangunkan Du shik dengan tongkat. Ini lucu sekali. Du Shik melotot marah pada Shik Joon.
Yoon Sung pulang dan memanggil Shik Joon.

Yoon Sung berkata kalau Jaksa Kim melihat wajahnya. Shik Joon ketakutan, ia meminta Yoon Sung untuk tenang. Tapi sebenarnya yang panik justru Shik Joon.
Shik Joon mulai merancang pelarian, kita keluar negeri saja, lewat laut. Aku akan bawa ibumu, kita ketemu di Busan. Ponselku..dimana ponselku?

Yoon Sung menenangkan Shik Joon, Jaksa Kim tidak akan kesini. Shik Joon teriak, kenapa tidak? Saat ayahnya seperti itu, bukankah ia mencarimu kemana-mana?
Yoon Sung berkata kalau Jaksa Kim melepaskannya.

Shik Joon : Apa? Dia melepaskanmu? Dia melihat wajahmu dan membiarkanmu pergi? Benarkah? Benarkah? Benarkah?

Staf Blue House termasuk Nana melihat berita TV tentang City Hunter yang mengirim Chun Jae Man ke kantor Jaksa tapi sekarang Chun Jae Man menghilang.
Nana kelihatan gelisah.

Yoon Sung juga melihat beritanya, kalau polisi mengerahkan pasukan mencari Chun Jae Man disekitar Gangnam. Semua fans City Hunter yang ditangkap sudah dibebaskan kembali.

Nana ingin telp Yoon Sung, tapi tidak jadi. Yoon Sung ingin telp Nana, tapi membatalkannya.
Nana : Dia akan kembali, itu pasti.

Yoon Sung : Aku pasti akan kembali hidup-hidup.

Atasan Young Joo murka, ia masuk kantor sambil banting pintu. Ada apa sebenarnya denganmu? Kau tidak mengatakan apapun?
Jaksa Kim : Tidak ada yang bisa saya katakan.

Kepala Bagiannya kesal : Ini jelas akan mempermalukan reputasi Kantor Kejaksaan, dasar brengsek! Tidak cukup dengan City Hunter menangkapnya, tapi kau bahkan membiarkannya lepas.
Jaksa Kim minta maaf, ia pasti akan menangkap Chun Jae Man kembali.

Boss : Tentu saja kau harus melakukan itu! Karakterku terlalu buruk sehingga tidak bisa jadi Pengacara. Kau juga sama, lupakan, lupakan.
Kau harus tahu kalau ia bebas akan semakin sulit menangkapnya. Bagaimanapun, tangkap dia sebelum City Hunter.

Jaksa Kim mengerti dan akan pergi. Bossnya tanya sekali lagi, apa kau tidak melihat wajah City Hunter? Kalian berdiri sangat dekat.

Jaksa Kim berkata tidak melihatnya, ia mengambil pistolku.

Boss marah, bagaimana bisa ia mengambilnya? Jadi, dimana senjatamu?
Jaksa Kim : Disekitar situ, tapi tidak ada sidik jarinya.
Boss : Aku mengerti, kau boleh pergi.
Jaksa Kim keluar dan Boss teriak kesal.

Lee Yoon Sung sudah menunggu Jaksa Kim di luar kantor. Yoon Sung tanya kenapa Jaksa Kim melepaskan dirinya.

Jaksa Kim : Kenapa aku melepaskanmu? Jika aku sebagai anak Direktur Kim Jong Shik, Kim Young Joo maka ..Lee Yoon Sung kau akan diperlakukan sebagai tersangka utama dan akan segera ditahan.
Tapi aku sudah memikirkannya. Hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh hukum, City Hunter telah berhasil melakukannya. Aku tidak punya hak untuk menangkapmu. Karena kau, hukum menang.

Yoon Sung ketawa, Ya ini memang gaya Kim Young Joo. Taat peraturan dan membosankan. Kim Young Joo, jika kau menghadapi situasi yang sama lagi, jangan terlalu sentimentil. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan Jaksa.
Young Joo : Bagaimana denganmu, kenapa kau tidak membunuhku?
Yoon Sung : Alasannya sama dengan alasanmu. Kita harus kerja lembur lagi.

Jaksa Kim tanya apa Yoon Sung menemukan dokumen rahasia Chun Jae Man. Yoon Sung berkata itu bukan urusan Young Joo.

Young Joo ingin tahu apa yang terjadi th 1983. Yoon Sung memintanya mencari tahu sendiri, Chun Jae Man dan dokumen rahasianya. Kau pasti akan sibuk, Kim Young Joo.
Yoon Sung pergi.

Yoon Sung mondar mandir di dekat Du Shik. Ponsel Du Shik bunyi. Yoon Sung mengangkatnya, ia diam saja. Chun Jae Man telp dan menebak, City Hunter?
Yoon Sung memujinya, Presdir Chun, kau lumayan hebat. Sepertinya kau ada di tempat yang ramai.

Chun menawarkan dokumen rahasia sampai th 2030 itu pada Yoon Sung. Kalau City Hunter janji tidak akan menangkapnya, ia akan menyerahkan dokumen itu. Yoon Sung tidak tertarik, ia bisa menemukannya sendiri.
Chun kesal dan berkata Yoon Sung sudah menyia-nyiakan tawarannya. Ia menutup telpnya.

Yoon Sung bicara sendiri, jadi dokumen itu belum dihancurkan..

Du Shik berkata kalau Chun menyembunyikannya di tempat rahasia, ia tidak tahu lokasinya tapi pasti belum dihancurkan. (Sekarang Du Shik berubah haluan, mungkin karena di-doktrin Shik Joon.)

Yoon Sung ingin tahu dimana tempat persembunyian Chun Jae Man. Du Shik berkata kalau ia tahu Chun Jae Man pasti akan mencoba bangkit kembali, ia memperkirakan masih ada beberapa orang seperti dirinya yang mau bekerja untuk Chun Jae Man.
Chun Jae Man selalu menyuap orang dengan uang tunai.

Yoon Sung : Jadi, karena Chun Jae Man ingin bangkit kembali, dimana dan dengan siapa dia bertemu? Jika kau tahu, katakan padaku.
Du Shik akan mengatakannya dengan syarat Yoon Sung harus menyingkirkan Chun Jae Man. Yoon Sung janji. (meskipun konteks menyingkirkan antara dua orang ini mungkin berbeda.)

Du Shik ingin menemukan wanita yang dijadikan kartu as Chun Jae Man. Dia pasti akan mencari wanita itu, setelah bertemu Presiden ..kami diperintah untuk mencari wanita itu.

Yoon Sung : Siapa wanita itu?
Du Shik : Wanita yang membuka warung makanan kecil, karena dia meninggalkan negara ini, dia menghilang. Namanya adalah..Lee Kyung Hee.
Yoon Sung sangat terkejut, Lee..Kyung Hee?

Yoon Sung telp Sang Gook. Sang Gook berkata kalau Jin Pyo tidak ingin Yoon Sung melihat isi dokumen rahasia itu, dia berkata lebih baik hilang daripada menunjukkan dokumen itu padamu.

Jang Pil Jae membawa semua dokumen dan berkas2 dari rumah dan kantor Chun Jae Man. Kantor Jaksa Kim jadi seperti gudang.
Jaksa Kim tidak peduli, meskipun harus begadang sepanjang malam, ia harus menyelesaikan semua ini.

Jang Pil Jae menunjukkan satu dokumen, dia menemukan dokumen itu di villa Chun Jae Man di Jae Dong. Dokumen ini disimpan dengan sangat rapat, kukira isinya hal penting, tapi isinya cuma ini.
Jaksa Kim menerima dokumen itu, judulnya Sunflower.

Jaksa Kim membukanya dan menemukan lukisan tinta dengan stempel. Sunflower..sunflower ..nama lainnya adalah Helianthus. Lalu ia menemukan satu nama familiar..Lee Kyung Hee?

Disaat bersamaan, Presiden juga melukis dengan tinta dengan gaya lukisan yang sama seperti dalam dokumen Sunflower itu, bahkan Presiden juga memberikan stempelnya. (Lukisan ini mirip dengan lukisan Kim Yoon Shik di baju dalam Cho sun. Apa pertemuan Presiden dan Kyung Hee juga mirip mereka ya..)

Presiden mengagumi bunga anggrek yang tidak memiliki batang, tapi tetap bisa membuat daunnya bertahan, 100 kali lebih kuat dari manusia.

Presiden : Akhir2 ini, masyarakat tanpa uang, pendidikan dan koneksi akan sulit bertahan.
Nana : Tapi jika UU sekolah swasta dikeluarkan, mahasiswa yang mengandalkan diri sendiri akan sangat terbantu.

Nana mengaku ia memilih Presiden Choi 4 th lalu karena pandangannya tentang hukum sekolah swasta ini. Saya percaya pada anda dan saya memilih anda.
Nana : Semangat, Pak Presiden.

Presiden : Terima kasih. Aku harus mengambil foto lukisanku dan memasukkannya ke blog, setelah pensiun aku bisa memulai eksibisi seni atau sesuatu seperti itu.

Presiden mendapat telp dari Chun Jae Man. Ia minta Nana pergi dulu.

Chun Jae Man minta bantuan untuk keluar dari Korsel. Presiden tidak bisa membantunya.

Chun Jae Man mengancam Presiden dengan Lee Kyung Hee. Kau masih mengingatnya kan? Wanita yang melahirkan anak lelakimu 28 th lalu.

Presiden terkejut, apa katamu?

Chun melanjutkan, jika negeri ini mengetahui masa lalu Presiden. Memiliki anak dengan wanita penghibur, bagaimana tanggapan masyarakat?
Kau seharusnya takut, ya kan?
Chun hanya ingin satu hal, kirim aku keluar negeri.

Presiden termangu, ia mulai mengingat saat Kyung Hee berkata kalau Jin Pyo membawa lari bayinya, saat Jin Pyo berkata akan mengirim 'hadiah' untuknya.

Presiden minta Nana menghadap dan sekali lagi tanya soal sapu tangan itu. Nana masih ragu mengatakannya, Presiden berkata ia punya hutang besar pada wanita itu.
Presiden mengeluarkan sapu tangan yang sama dengan milik Nana, bahkan setelah melihat ini, apa kau tidak bisa mengatakannya?

Yoon Sung menemui ibunya, ia ingin tanya tapi justru membantu ibunya makan. Yoon Sung berkata jika tidak ada tanda2 kanker dalam 4 bulan, maka ibunya bisa keluar dari RS.
Kyung Hee mengerti. Yoon Sung ingin bicara, tapi Kyung Hee batuk-batuk.

Yoon Sung memberikan sapu tangannya. Kyung Hee senang Yoon Sung membawanya, ia memberikan ini hanya untuk orang2 yang ia sukai.
Yoon Sung : Apa ayah juga memilikinya?

Kyung Hee tersedak, ia mengiyakan. Kyung Hee merasa Yoon Sung ingin tanya sesuatu, tapi Yoon Sung menyangkal dan keluar untuk mengambil air lagi.
Kyung hee berkata, andai saja ayah Yoon Sung masih hidup, pasti sangat bagus.

Yoon Sung keluar dan merenung kenapa Chun Jae Man ingin mencari ibunya. Yoon sung minta no. telp bibi yang kenal dengan ibunya pada Shik Joon.

Yoon Sung menemui bibi itu dan membujuknya untuk cerita. Ia memberikan uang pada wanita itu.

Wanita itu akhirnya buka mulut, hidup Kyung Hee sangat berat. Ada yang bilang kalau dia sudah mengandung anak pria lain sebelum menikah. Mereka bilang kalau suaminya tahu semuanya dan tetap menerimanya.

Yoon Sung tertegun : Dia hamil anak pria lain?

Wanita itu membenarkan, tapi setelah dia menikah, suaminya menghilang dan anaknya juga hilang. Aku sudah bilang kan, hidup Kyung Hee itu sangat berat.

Yoon Sung jalan keluar dengan limbung, ia menutup mulutnya. Ponselnya bunyi, dari Gom Nana.

Nana mengatakan kalau Presiden juga memiliki sapu tangan bersulam yang mirip kepunyaan mereka. Aku tidak mengatakan apapun karena dilarang oleh Bibi. Tapi Presiden mencarinya, katanya dia berhutang besar pada Bibi. Kukira kau harus tahu ini. Kau mendengarku?

Yoon Sung : Ya, apa kau mengatakan padanya dimana ibuku?
Nana : Tidak, tentu saja aku berkata tidak tahu. Tapi hatiku merasa tidak tenang.
Yoon Sung membenarkannya, kau sudah benar, tolong jangan katakan padanya.

Nana heran, tidak ada yang terjadi kan? Suaramu terdengar aneh. Yoon Sung menghiburnya, tidak apa-apa, nanti kutelp lagi.

Yoon Sung mulai menyambung semuanya, satu-satu. Waktu Kyung hee komen, kau tidak suka kacang? Dia juga sama. (Dia yang dimaksud Kyung Hee, ternyata bukan Park Mu Yeol). Waktu Presiden, dia dan Da Hye makan siang, ketiganya sibuk menyingkirkan kacang dari nasi mereka, lalu perkataan Du shik, setelah bertemu Presiden, kami diperintah mencari wanita itu.

Yoon Sung tahu kemana harus bertanya. Ia menemui ibunya. Kyung Hee terkejut, Yoon Sung..apa yang terjadi?
Yoon Sung menggenggam tangan ibunya dan mengajaknya duduk.

Yoon Sung : Ibu, aku tidak akan menyalahkanmu. Tapi..aku merasa kasihan pada ibu. Aku minta maaf..aku sudah tahu.
Kyung Hee : Apa maksudmu?

Yoon Sung : Ayah kandungku ..adalah Presiden Choi Eung Chan, benar kan? (Keren juga..anak Presiden ternyata.)
Apakah orang itu..benar2 adalah ayah kandungku?

Kyung Hee gemetar, aku minta maaf. Aku tidak mengatakannya padamu sejak awal.

Yoon Sung ingin tahu apa Presiden membuang mereka. Kyung hee berkata Presiden tidak tahu soal kehamilan dan kelahiran Yoon Sung.

Saat aku hamil dirimu, dia sudah menikah. Presdir Chun Jae Man tahu aku mengandung anaknya, dia berkata kalau aku akan menghancurkan masa depan Choi. Chun mengancamku. Saat itu, orang yang menyelamatkan kita adalah Park Mu Yeol. (Untung Mu Yeol sempat menggendong bayi Yoon Sung sebentar, kasihan sekali Mu Yeol ini. Paling baik dan paling keren diantara tiga pria ini, tapi kenapa justru mati duluan.)

Kyung Hee menangis, karena ibumu wanita seperti ini, apa kau kecewa?
Yoon Sung menarik Kyung Hee dan memeluknya dengan lembut, kenapa aku harus kecewa? Aku tidak akan menyalahkan ibu ataupun kecewa pada ibu. Aku sudah bersyukur kalau ibu hidup.

Yoon Sung melepaskan pelukannya dan tanya, apa Ayah yang membesarkannya juga tahu masalah ini?
Kyung hee : Jin Pyo?
Kyung Hee mengangguk. Yoon Sung syok, dia tahu? Ini yang menjadi masalah untuk Yoon Sung, Jin Pyo sengaja melakukan ini padanya.

Yoon Sung menyetir ke arah rumah Jin Pyo. Ia ingat semua kata2 Jin Pyo saat menyuruhnya membalas dendam untuk kematian Ayahnya. Kebohongan Jin Pyo selama ini, yang berkata kalau Yoon Sung membawa darah Mu Yeol.

Yoon Sung mendatangi Jin Pyo, kenapa? Kenapa kau harus melakukan ini? Kenapa kau membesarkanku, berbohong dan berkata aku adalah anak orang lain? Jelas-jelas aku ini anak Choi Eung Chan.

Jin Pyo tampak terkejut, tapi ia diam saja. Yoon Sung meletakkan kalung peluru itu dimeja.

Yoon Sung : Aku akan memastikannya. Dan juga, kau menghancurkan hidupku. Aku akan membuatmu membayarnya.
Yoon Sung pergi. Yoon Sung tidak percaya, apa Jin Pyo pernah benar2 menyayanginya.
Jin Pyo hanya menghela nafas sambil menggenggam kalung peluru Mu Yeol.

Yoon Sung termenung dalam mobilnya di depan Blue House. Ia tidak segera masuk kantor. Ki Joon beli mobil baru yang persis sama dengan mobil Yoon Sung. Ia mengajak Eun Ah dan Nana menguji coba mobilnya.

Ki Joon menunjukkan mobilnya ke Yoon Sung, tapi Yoon Sung tidak tertarik, ia cuek dan jalan masuk ke Blue House. Ki Joon mengira Yoon Sung kesal karena ada yang memiliki mobil sama dengan dirinya.

Young Joo menemui Soo Hee. Soo Hee menyajikan kopi dan berkata mereka tidak bertemu sebentar saja, Young Joo sudah menanyakan pria lain.
Young Joo hanya ingin tahu yang sebenarnya, waktu itu saat Lee Yoon Sung tertembak, bukankah kau menolongnya?

Soo Hee : Aku tidak tahu. Aku benar2 tidak tahu, bagaimana kau bisa selalu mengejar orang yang tidak kau ketahui dan membiarkannya lepas?
Soo Hee mengalihkan pembicaraan dan berkata ia meninggalkan jaket di apartemen Young Joo.

Young Joo mengatakan masa lalu Yoon Sung, Lee Yoon Sung menggunakan nama Poo Chai saat masih di Segitiga Emas. Dia mendapatkan identitas baru dan datang ke Korea Selatan, hanya untuk kejadian yang terjadi th 1983. Sekarang ia menyelesaikan rencananya satu per satu.
Soo Hee menyesalkan peristiwa yang menimpa ayah Young Joo.

Tapi bagi Jaksa Kim bukan itu masalahnya, kebanggaanku sebagai Jaksa telah terluka. Semakin aku mengenalnya, aku mulai menyadari kalau caranya benar. Aku marah, sangat marah, tapi aku belum menyelesaikan apapun. Hukum sudah kalah..di mata orang itu.

Soo Hee tersenyum dan berkata ia suka dengan Kim Young Joo yang seperti sekarang, dulu saat aku meninggalkanmu, kau adalah pria yang terlalu sempurna tapi hari ini..aku benar2 ingin ada disisimu. Keadaan Lee Yoon Sung mirip denganmu, orang itu juga tampaknya sangat kesepian.
Bagaimana dia bisa bertahan dengan punggung penuh bekas luka seperti itu? Dia mencabut peluru di badannya sendiri, kelihatannya sangat menyedihkan. Seperti anjing kecil di pinggir jalan, kau pasti tahu kalau aku tidak akan bisa menolaknya. Young Joo..bukankah kau dan dia sama?

Soo hee menunjuk vas bunga matahari di mejanya, bunga matahari ini cantik sekali kan? Aku membelinya, bagaimana? Rasanya kita selalu melihat Namsan, ya kan?
Jaksa Kim justru teringat hal lain. Sunflower..

Jaksa Kim bergegas kembali ke kantor dan membuka blog Presiden. Ia melihat lukisan yang sama dengan lukisan yang ada dalam dokumen milik Chun Jae Man.
Jaksa Kim mulai mendapatkan relasinya.

Yoon Sung mendengarkan rekaman pembicaraannya dengan Chun Jae Man. Manager Hong melihatnya dan tersenyum, mengira Yoon Sung sibuk kerja. Ha!
Yoon Sung dapat sms dari Jaksa Kim.

Yoon Sung menemui Young Joo di cafe tempat Da hye kerja. Jaksa Kim ingin tanya satu hal.
Yoon Sung menyindirnya, sejak kapan kau minta ijin sebelum menembakkan pertanyaanmu?

Jaksa Kim : Itu salahmu. Semua yang kau lakukan bukankah hanya untuk balas dendam? Tapi tindakanmu justru mengoreksi semua ketidakadilan dalam masyarakat.
Jika semua ketidak-adilan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dendammu, Lee Yoon Sung, apa kau masih akan mengoreksinya?
Aku hanya ingin tahu, jika ini tidak untuk balas dendam, apa Lee Yoon Sung akan tetap menjadi City Hunter? Aku hanya ingin tahu, makanya aku tanya.

Yoon Sung : Inilah mengapa aku mempertaruhkan nyawaku. Meskipun balas dendam itu sangat penting, tapi saat aku mempertaruhkan nyawa, paling tidak aku harus punya alasan yang mendorongku melakukannya. Jika itu adalah kau dan kau melihat orang2 itu terluka dan menderita, apa kau akan duduk dan diam saja?

Jaksa Kim tersenyum : Kau benar2 pantas jadi Lee Yoon Sung.

Jaksa Kim menemui Jin Pyo. Jin Pyo komen, anda terlalu sering mengunjungiku di rumah. Jaksa Kim Young Joo.

Jaksa Kim langsung pada masalahnya, ada hal yang ingin kuketahui. Kata Lee Yoon Sung, ia tidak menyesal menjadi City Hunter. Dia tidak bisa melihat orang2 yang terluka dan menderita. Jawabannya membuatku puas.
Menculik bayi yang baru lahir, melatihnya menjadi seorang pembunuh, aku bisa memaafkan dendam Lee Yoon Sung. Tapi aku tidak bisa memaafkan balas dendam berdarahmu yang penuh nafsu membunuh.

Jin Pyo : Kenapa aku harus memohon pengampunanmu?

Jaksa Kim : Tidak mungkin kau tidak tahu kalau Park Mu Yeol bukanlah ayah kandung Lee Yoon Sung. Aku tidak tertarik bagaimana kau bisa bertahan dari laut Nampo. Tapi, kenapa kau harus mengambil Lee Yoon Sung dan membesarkannya?
Itu yang benar2 ingin kuketahui.

Jin Pyo marah, kalau kau ingin tahu tanya saja pada ayahmu! Apa yang dilakukannya sampai membuatku merasa seperti ini? Aku mengambil dan membesarkan Lee Yoon sung. Semua ada dalam dokumen rahasia yang kau cari itu.

Jaksa Kim berkata apapun kejahatan ayahnya, harus diajukan ke pengadilan.

Jin Pyo : Membawa penjahat ke pengadilan, itu yang seharusnya dilakukan Jaksa. Tapi sebenarnya, 20 nyawa diambil oleh negara mereka sendiri. Dan negara menghapus semua jejaknya diam-diam.
Dendamku adalah melawan negara yang menyembunyikan kebenaran, apa kau pikir hanya pembalasan berdarah saja? Negara yang kupercayai dan kulindungi sampai mati, bagaimana bisa mengambil nyawa 20 orang dengan kejam, lalu menyembunyikan keberadaan mereka dan bahkan menyembunyikan kebenarannya? Aku ingin kebenaran.

Jin Pyo menyuruh Jaksa Kim pergi dan mencari tahu kejahatan apa saja yang melibatkan orang2 itu.

Jaksa Kim berjanji akan mencari tahu, juga kesalahan Jin Pyo, aku akan menuntutmu sesuai hukum. Jin Pyo siap, dia selalu ada di rumah.
Jin Pyo : Aku takut kau harus menuntut negara ini.

Jaksa Kim : Jika pemerintah juga melakukan kejahatan, maka negara harus menghadapi konsekuensinya. Tentu saja, ayahku juga. Kuharap kita akan segera bertemu, sebagai Jaksa dan tersangka. Sampai jumpa di pengadilan.
(What a Prosecutor, he's really believe in law, isn't he?)

Yoon Sung sedang mendengarkan percakapan telpnya dengan Chun Jae Man. Ia berusaha mendengar dimana lokasi Chun tapi belum juga berhasil.

Shik Joon masuk, ia mencemaskan Yoon sung yang tidak makan sepanjang hari. Shik Joon juga bingung apa yang harus ia lakukan dengan Du shik. Kalau mau dilepas, dia sudah melihat wajah Yoon sung.
Shik Joon tanya apa yang harus ia lakukan pada Du Shik.

Yoon Sung membentak Shik Joon, aku tidak bisa mendengarnya bicara! Aku tidak punya pilihan selain mengejar Chun Jae Man. Aku tidak tahu dimana dia bersembunyi. Ini membuatku gila! Aku harus menemukan dokumen rahasia itu! Aku harus menangkapnya dan mengetahui satu hal.

Yoon Sung sedang banyak pikiran, dan Shik Joon membuatnya pusing. Shik Joon ketakutan, ia seperti hampir menangis.
Shik Joon hanya mencemaskan Yoon Sung. Yoon Sung menghela nafas dan minta maaf, mungkin ia sedang stres. Shik Joon hanya minta Yoon Sung makan sesuatu sebelum kerja lagi.

Chun Jae Man sudah meminjam sebuah gudang pembuangan mobil. Ia menyuruh anak buahnya pergi ke rumah Kim Young Joo untuk mengambil dokumen.

Chun Jae Man : Aku, Chun Jae Man tidak akan mati sendirian. Mereka dengan keinginan kuat atau mereka yang memiliki kekuasaan yang akan bertahan? Kita bersaing.

Young Joo telp Soo Hee, kau sudah menemukan jaketmu? aku sengaja meletakkannya di sofa. Soo Hee ada di rumah Young Joo. Keduanya masih bicara, saat tiba2 ada bel. Soo Hee membukanya dan berkata ada paket untuk Jaksa Kim, aku akan menerima atas namamu.

Soo Hee membuka paketnya dan berkata kalau isinya sebuah buku, Dokumen Rahasia Berlaku sampai 2030.

Jaksa Kim yang masih di jalan terkejut. Ia berkata akan segera pulang. Tolong simpan dulu. Jaksa Kim segera memacu mobilnya.

Ada bel lagi, katanya dari petugas gas. Soo Hee membuka pintu dan terkejut. Ternyata anak buah Chun Jae Man. Mereka ingin mendapatkan dokumen itu.
Soo Hee jelas tidak akan menyerahkannya, mereka mengancam akan membunuh Soo Hee.

Soo Hee : Membunuh istri Jaksa, apa kalian pikir bisa hidup dengan tenang?
Tapi preman2 itu hanya mendengus dan memukul Soo Hee. Ia mengambil dokumen di tangan Soo hee dan memerintah anak buahnya untuk membunuh Soo hee.

Jaksa Kim tiba di rumah, ia berpapasan dengan preman2 itu. Tapi mereka diam saja. Jaksa Kim merasa tidak enak dan segera masuk rumah.
Jaksa Kim mencari Soo Hee, ia membuka setiap ruangan di apartemennya, tapi tidak menemukan Soo Hee.

Jaksa Kim panik, ia membuka gudang dan menemukan Soo Hee yang pingsan dalam kondisi terikat. Tapi untungnya masih hidup.
Jaksa Kim segera membuka ikatan Soo Hee, kau tidak apa-apa? Soo hee sadar dan berkata kalau dokumen itu dirampas oleh preman. Soo hee minta Young Joo mengejar mereka.

Tapi Young Joo justru memeluk Soo Hee, maafkan aku. Sudah membuatmu terseret dalam masalah ini. Soo Hee menangis.

Yoon Sung mendengarkan rekaman lagi dengan lebih teliti. Yoon Sung sadar, itu suara dari tempat pembuangan mobil. Yoon Sung segera keluar.

Ia memutar rekaman berita tentang hilangnya Chun Jae Man lagi. Saat itu di depan Kejaksaan ada mobil yang menabrak sesuatu karena menghindari orang.

Yoon Sung baru sadar, Chun Jae Man pasti masuk ke bagasi mobil. Dokumen rahasia itu dan Chun Jae Man pasti ada di pembuangan mobil.

Yoon Sung memperbesar nomor polisi mobil itu, Seoul 32머 5897. Yoon Sung langsung melacak nomornya, mobil itu didaftarkan di Seocho-gu, Seoul. Ada di pembuangan mobil Seoul.

Soo Hee diantar Young Joo ke RS. Soo hee menenangkan Young Joo, dia tidak apa-apa, hanya sedikit syok tapi tidak apa-apa. Kau bisa pergi.
Young Joo berkata sejak mereka masih menikah, Soo Hee selalu begitu. Berkata tidak apa-apa dan menyuruhku kerja.

Soo Hee : Apa kau pikir aku tidak mengerti dirimu? Saat melihat wajahmu, aku mengerti. Bagaimana aku bisa menahanmu dan tidak membiarkanmu pergi?
Itu pesonamu.

Young Joo minta maaf. Soo hee tanya jika ia memberi kesempatan sekali lagi pada Young Joo, apa kali ini Young Joo akan melakukan yang terbaik? Soo hee ingin sekali kembali bersama Young Joo lagi.
Denganmu yang menjagaku, aku merasa sangat bahagia. Aku juga ingin melihatmu mengenakan kemeja yang sudah diseterika saat pergi kerja.
Young Joo tertegun mendengarnya.

Chun Jae Man mendapat laporan kalau dokumen itu sudah ditemukan. Chun mengerti dan minta mereka kembali dulu.
Chun Jae Man kesal dan sms Lee Jin Pyo.

Jin Pyo mengamati kalung Mu Yeol dan kalung miliknya, Mu Yeol..tidak banyak lagi yang tersisa.
Jin Pyo mendapat sms, jika kau ingin dokumen rahasia itu, datanglah ke pembuangan mobil Seoul. Chun Jae Man.

Jin Pyo mendengus, ia justru mengirim sms itu ke Jaksa Kim Young Joo. Jaksa Kim menerimanya saat masih di RS.

Soo Hee ketawa, kau mau pergi kan? Aku bilang kau tidak bisa menampilkan wajah polos. Young Joo, pikiranmu tertulis di raut wajahmu.
Young Joo tampak bersalah, Soo Hee.

Soo hee menenangkannya, jangan cemas, ini RS. Sebelum kau kembali, aku akan mendapatkan perawatan infus dan akan tidur sebentar.

Young Joo menatap Soo Hee dengan mata penuh harap, kau bilang kau akan memberiku kesempatan? Young Joo menggenggam tangan Soo Hee, Aku akan menganggapnya sebagai janji.

Soo hee tersenyum, selama kau tidak melanggar perjanjian ini, Young Joo.
Young Joo juga tersenyum, kita bicara setelah aku kembali. Aku akan segera kembali.

Young Joo mengangguk dan jalan pergi. Ia berhenti sejenak dan tersenyum pada Soo Hee sekali lagi.

Soo Hee melambai sambil tersenyum. (Ini terakhir kalinya mereka bertemu..hiks.)

Nana menemui Kyung Hee. Kyung Hee tanya apa Nana bertemu Yoon Sung, bagaimana dia? Apa Yoon Sung tampak aneh?
Nana heran dan tanya sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Presiden juga memiliki sapu tangan seperti miliknya dan kenapa Presiden mencari Kyung Hee.

Nana : Ajumeonni, aku berpikir apa spekulasiku benar atau tidak. Apa kau bisa mengatakannya padaku?

Kyung Hee tertegun. setelah itu Nana jalan keluar dan tampak syok, ia sudah mendapat konfirmasi identitas Yoon Sung.

Jaksa Kim pergi ke tempat pembuangan mobil Seoul. Ia langsung masuk ke dalam. Jaksa Kim jalan diantara rak2 onderdil mobil.

Chun Jae Man muncul bersama anak buahnya, aku memanggil Steve Lee datang, tapi dia tidak datang. Kim Young Joo mengapa kau disini?
Apa kau mencari dokumen rahasia itu? Benar2 pria yang gigih.

Jaksa Kim : Dimana dokumen rahasia itu?

Chun : Apa yang harus kulakukan? Itu akan lenyap bersama dengan mobil bekas. Kau tidak bisa mendapatkannya. Aku membutuhkannya jadi aku mengambilnya kembali.

Jaksa Kim kesal dan ia jalan keluar, ingin mencari dokumen itu. Chun Jae Man memerintah anak buahnya menangkap Young Joo.

Young Joo harus berkelahi dengan preman2 itu. Sebentar saja Young Joo sudah terdesak, ia bukan tandingan mereka.

Yoon Sung tiba di lokasi pembuangan mobil. Ia jalan masuk dan langsung dihadang beberapa orang.

It's action time! Yoon Sung melumpuhkan mereka satu persatu.

Chun Jae Man melihat Young Joo yang sudah mulai kewalahan, ia menghela nafas, berapa nyawa yang kau miliki?
Lalu mereka mendengar keributan. Chun sadar, itu City Hunter.

Jaksa Kim juga mendengarnya.

Yoon Sung masuk lebih dalam lagi ke pembuangan mobil itu dan melumpuhkan dua orang preman.

Chun Jae Man menyuruh anak buahnya keluar menyongsong City Hunter. Jaksa Kim lari mendahului mereka dan mengunci pintunya. Ia sempat kirim sms ke Yoon Sung : dokumen rahasia itu ada di tempat mobil dihancurkan. (herannya lagi, preman2 itu menunggu Jaksa Kim selesai kirim sms.)

Yoon Sung menerima sms Young Joo, ia segera mencari lokasi penghancuran mobil.

Kim Young Joo sudah bertekad menghalangi mereka keluar dari ruangan itu. Untuk memberikan waktu pada Yoon sung mencari dokumen rahasia itu.

Young Joo : Jangan berpikir untuk melangkahkan kaki keluar dari sini. Siapa yang ingin mati duluan, ayo maju!
Mereka langsung mengeroyok Young Joo.

Yoon Sung tiba di lokasi penghancuran mobil, ia menemukan mobil dengan nomor polisi 5897 itu sedang dalam proses dihancurkan. Yoon Sung menekan tombol off tapi tidak berhasil.

Yoon sung nekad masuk ke dalam mobil mencari dokumennya.

Yoon Sung memeriksa seluruh mobil, ia menemukan dokumen itu di jok belakang. Yoon Sung segera mengambilnya dan mobil itu dihancurkan.

Jaksa Kim sudah luka2 dan kehabisan tenaga. Ia melihat Chun Jae Man pergi. Tapi Young Joo tidak ingin kehilangan Chun Jae Man lagi. Young Joo menahan kaki Chun.

Chun Jae Man kesal, dasar brengsek. Akan lebih baik kalau kau seperti ayahmu. Young Joo berusaha berdiri, aku tidak akan membiarkanmu lari.

Chun berkata ia akan lari lewat laut, dan kapalnya sudah menunggu. Apa kau masih bisa menangkapku dalam kondisi seperti ini?

Jaksa Kim : Chun Jae Man, tuduhanmu...melalaikan kewajiban, penipuan, penggelapan pajak, dan bersekongkol melakukan pembunuhan.
Aku..Penuntut Umum Seoul Kim Young Joo dengan ini menahanmu, ...Chun Jae Man.
Maksimum hukumannya 22 tahun dan 6 bulan

Chun Jae Man hanya melihat Young Joo dengan dingin, ia memberi kode pada anak buahnya. Preman botak itu memukul kepala Young Joo dengan besi dari belakang. Pukulan yang fatal untuk Kim Young Joo. Ia mengalami pendarahan hebat dan perlahan tangannya terlepas dari baju Chun Jae Man.
Young Joo terjatuh ke lantai.

Chun Jae Man mengibaskan bajunya. Ia hanya melirik dingin pada Kim Young Joo yang sekarat. Chun jalan keluar.

Chun Jae Man turun dan melihat Yoon Sung, ia memerintah anak buahnya melindunginya.

Yoon Sung jalan dan meraih pipa besi, ia melawan mereka satu per satu.

Chun Jae Man lari, anak buahnya mengikutinya. Yoon sung tidak mengejar dan lari ke atas mencari Young Joo.
Yoon Sung masuk ruang onderdil, ia terkejut melihat Young Joo terbaring sekarat.

Yoon Sung lari mendekat dan mengangkat kepala Young Joo. Kim Young Joo..Kim Young Joo. Kau tidak apa-apa? bertahanlah! Yoon Sung panik sekali.

Young Joo sadar dan yang pertama ditanyakan adalah dokumen itu, kau sudah menemukannya?
Yoon Sung : Ya, aku menemukannya.

Young Joo : Kau harus menggunakan dokumen rahasia itu untuk mengungkapkan semuanya pada masyarakat.

Yoon Sung : Jangan bicara apapun, kau masih dalam bahaya.
Young Joo menggunakan nafas2 terakhirnya, Chun Jae Man sedang menuju pelabuhan Hwa Cheon. Cepat dan tangkap dia. Aku...tidak bisa pergi sekarang.
Yoon Sung : Kim Young Joo.
Young Joo : Kau harus menangkapnya.

Young Joo mengulurkan tangannya, Yoon Sung segera menangkapnya. City Hunter..Lee Yoon Sung..tolong maafkan ayahku. Aku minta maaf.

Tangan Young Joo perlahan terlepas dari tangan Yoon Sung.
Kim Young Joo menghembuskan nafas terakhirnya.

Yoon Sung syok, Kim Young Joo. Kim Young Joo!

CH [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16],
[17], [18]

Kim Young Joo tribute


No comments:

Post a Comment