Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Sunday, September 11, 2011

You Are My Destiny episode 172

Yeong Suk berkata kalau Mi Ok juga menderita Leukimia seperti ibu mertua Sae Byuk. Saat dia pingsan di bioskop itu ia langsung ke RS untuk merawat penyakitnya.
Kalau Mi Ok belum mendapatkan donor untuk sumsum tulang belakang.

Sae Byuk tidak percaya ini, ini tidak benar. Aku tidak bisa mempercayainya bu. Sae Byuk lari meninggalkan tas belanjaan-nya.

Yeong Suk masuk lagi ke dalam sambil membawa tas itu. Mi Ok jalan menemuinya. Yeong Suk berkata ia tidak mengerti masalah saham ataupun bisnis, Yeong Suk hanya minta Mi Ok mengutamakan kesehatan-nya.

Yeong Suk melihat tas, apa ini? Lalu melihat ada tulisan : Untuk Jeong Hwabaek. Yeong Suk memberikan ke Mi Ok, ini untukmu.

Mi Ok segera mengambil tas itu dan membuka kartunya, ada pesan dari Sae Byuk, Semoga cepat sehat. Mi Ok terharu, Soo Jinku..Kak coba lihat, diluar dia kelihatan dingin, tapi sebenarnya hatinya hangat.

Mi Ok mengambil mantel yang dibeli Sae Byuk, oh sebuah cardigan..cantik sekali warnanya. Mi Ok langsung mencobanya, ah ukurannya pas. Kak, bagaimana aku?
Yeong Suk tersenyum terharu dan geli, cantik sekali. Yeong Suk juga mendapat mantel yang sama.

Para pemegang saham masih marah-marah di kantor Presdir. Soo Bin minta mereka tenang dulu dan Ho Se minta waktu. Akhirnya mereka setuju memberikan waktu satu minggu.
Setelah mereka pergi, Presdir Kang terhuyung jatuh di kursinya. Soo Bin dan Ho Se mencemaskannya. Presdir minta Soo Bin keluar dulu.

Ho se menjelaskan, ada investor besar dari Amerika yang membeli saham Lohas dalam jumlah besar. Ho se berkata dia sepertinya memiliki hubungan dengan Jeong Mi Ok.

Mi Ok masuk kamarnya dan mengagumi cardigan barunya, cantik sekali...bagaimana ada warna secantik ini?
Lalu ia ingat kemarahan Sae Byuk. Mi Ok ingat kemarahan Sae Byuk tadi, lalu segera telp Ray.

Mi Ok terkejut saat mendengar Ray sengaja menciptakan rumor penggantian dewan direksi Lohas untuk menurunkan harga. Mi Ok berkata maksudnya bukan seperti itu. Tapi tidak apa-apa, kita bicara lagi nanti.
Mi Ok menutup telp dan berkata ada salah paham antara dia dan Sae Byuk. Ini masalahnya.

Ini kalung Jun Pyo-Jandi?

Sae Byuk pulang ke rumah dan memikirkan semua masalah tentang Mi Ok. Ia ingat saat Mi Ok pingsan dan tampak lemah.
Ho se masuk ke kamarnya dan mengatakan masalah Lohas. Ho Se ingin tahu apa Mi Ok melakukan ini. Sae Byuk mengerti, kemungkinan memang ibunya, tapi ia harus pergi ke satu tempat dulu.

Sae Byuk ke RS menemui Dokter Kim. Dokter Kim heran, ini bukan jadwalmu untuk operasi, kenapa kau sudah disini?

Sae Byuk tanya apa Dr. Kim punya pasien bernama Jeong Mi Ok. Dr. Kim berkata kalau Mi Ok adalah pasien yang ditransfer dari Amerika.
Sae Byuk ingin tahu apa penyakit Mi Ok adalah leukimia. Dr. Kim menolak mengatakan karena ini adalah rahasia.

Sae Byuk mendesaknya. Dr. Kim tetap tidak memberikan info, kami tidak bisa mengatakan apapun selain pada keluarga atau walinya.
Sae Byuk akhirnya mengaku kalau ia adalah putri kandung Jeong Mi Ok. Dr. Kim kaget, benarkah?

Sae Byuk keluar dari ruang Dokter dengan lunglai, ia terduduk di kursi dan ingat kata2 Dr. Kim kalau leukimia yang diderita Mi Ok sangat parah, sudah menyebar kemana-mana.

Mi Ok ada di depan rumah keluarga Kang. Ia mencoba telp Sae Byuk tapi tidak berhasil. Mi Ok mengenakan cardigan merahnya. Sae Byuk datang dengan taksi. Mi Ok ingin menjelaskan masalah Lohas.
Sae Byuk kesal, kau meninggalkanku untuk ke Amerika. Seharusnya kau bisa hidup dengan baik.

Mi Ok sadar kalau Sae Byuk tahu tentang penyakitnya dan menahan tangis, tidak apa-apa Soo Jin, aku tidak akan kalah dengan penyakitku.
Mi Ok berkata lain kali saja mereka membahas Lohas. Lalu ia akan pulang.
Sae Byuk kesal, kenapa mengenakan baju ini. Mi Ok berkata ia ingin menunjukkan baju ini ke Sae Byuk, Mi Ok sangat menyukainya. Lalu ia pulang.

Sae Byuk teriak, tunggu! Mi Ok berhenti dan Sae Byuk jalan sambil melepas jaketnya, pakai ini. Bukan berarti aku memperhatikanmu, tapi aku tidak ingin disalahkan kalau kau jadi sakit.
Mi Ok mengerti dan tampak senang. Sae Byuk lari masuk sambil menangis.

Yeong Suk sedang menyiapkan tteok, dan Nenek mendengar penjual bokjori. Ia minta Yeong Suk memanggilnya.
Paman penjual Bokjori masuk dan menunjukkan dagangannya. Nenek senang karena buatannya bagus dan rapi. Mereka juga ingin membeli untuk keluarga Dae Gu dan besan-besan mereka.

Lalu Mi Ok jalan masuk, ia berkata ingin membeli semuanya. Ia ingin menggantung Bokjori di setiap sudut untuk mendatangkan keberuntungan.
Nenek berkata, kau ini serakah sekali, keberuntungan harus dibagi untuk semua orang, apa bagusnya jika disimpan sendirian?
Mi Ok : Begitu ya? kalau begitu beli 10 saja.

Mi Ok membayar semuanya. Tae Pong diam-diam mengambil satu ikat Bokjori.

(Bokjori : Sekop keberuntungan, bentuknya seperti sekop kecil dari bahan bambu. Orang Korea biasa menggantung Bokjori di tiang yang menyangga rumah, disetiap sudut atau di dapur untuk menangkap keberuntungan. Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun. Biasanya penjual Bokjori mulai muncul saat menjelang Tahun Baru.)

Mi Ok masuk kamar sambil membawa Bokjori-nya. Ia melepas mantel Sae Byuk dan menciumnya, Soo Jin harum sekali..Lalu memeluk mantel itu.

Ny. Seo bermimpi. Ia ada dalam ruang isolasi dan melihat suami, anak dan dokter Kim diluar. Mereka bersiap meninggalkan Ny. Seo.
Ny. Seo teriak memanggil mereka tapi tidak ada yang mendengar. Hanya ada satu yang berhenti dan berbalik.

Orang itu Jang Sae Byuk, yang tersenyum ke Ny. seo.

Ny. Seo bangun dengan kaget, apa itu tadi? Yu Ri masuk membawakan samgyetang. Yu Ri juga memakaikan cardigan untuk ibunya, ia berkata membelinya.
Yu Ri harus membuang kulit ayam dulu, dan Ny. Seo melihat Yu Ri yang semakin kurus. Ia minta putrinya tetap makan meskipun Ny. seo sakit.

Yu Ri keceplosan bicara, kalau ia baik2 saja karena Sae Byuk mengurusnya dengan baik. Bahkan Sae Byuk juga mengurus ibunya.

Ny. Seo kaget, semua makanan yang kumakan selama ini, adalah buatan Sae Byuk? Yu Ri juga baru sadar. Lalu ia membujuk ibunya untuk menerima ketulusan Sae Byuk. Ny. Seo menolak. ia tidak mau makan sup itu dan membuang cardigannya.
Yu Ri akhirnya keluar dan Ny. Seo memandangi cardigan itu sambil memikirkan kata2 Yu Ri.

Yu Ri pulang dengan hati berat. Tae Pong sudah menunggunya dengan Bokjori. Tae Pong berharap ini akan mendatangkan keberuntungan bagi Yu Ri.

Yu Ri berkata beruntung baginya adalah kalau ibunya pulang dengan sembuh dan bisa terus bersama Tae Pong.
Tae Pong berkata ia melakukan ini hanya sebagai saudara ipar. Yu ri tidak peduli, kalau begitu kita harus lebih dekat lagi.

Tae Pong pamit pulang, sudahlah. Aku pulang. Yu Ri teriak, Oppa! Ia lari memeluk Tae Pong.
Tae Pong kaget, hei bagaimana kalau ada yang lihat?

Yu ri tidak mau melepaskan pelukannya dan berkata kalau tadi hatinya terasa berat, tapi begitu melihat Tae Pong, ia merasa senang sekali.
Tae Pong akhirnya membalas pelukan Yu Ri sambil tersenyum.

Keluarga Kim duduk bersama untuk mendengar bunyi lonceng Boshingak. Nenek berharap semua harapan anak-anaknya akan terkabul.

Tae Young berharap anaknya tidak membuat ibunya sakit dan lahir dengan sehat tahun depan.
So Young berharap dalam hati, kalau Tae Young akan benar2 jadi Profesor di tahun yang baru.

Nenek komen melihat Yeong Suk dan Mi Ok yang mengenakan baju sama, kalian ini seperti pasangan kekasih saja. Pakai baju kembar. Yeong Suk dan Mi Ok ketawa geli.

Mi Ok berkata ia berharap bisa mendengar lonceng Boshingak lagi tahun depan.

Countdown dimulai : 3,2,1 Gong! lonceng Boshingak dibunyikan.
Semoga semua rakyat Korea sehat di tahun yang baru.

Mi Ok berharap dalam hati, aku ingin hidup. Aku ingin bahagia bersama putriku, kumohon biarkan aku hidup...

Ny. Seo juga mengharap hal yang sama, aku tidak akan kalah dan jatuh disini. Presdir Kang melihat cardigan di meja, ia pikir itu milik istrinya dan menyelimuti istrinya dengan cardigan itu. Herannya Ny. Seo tidak menyingkirkan cardigan dari Sae Byuk. Ia justru tertidur karena merasa hangat.

Sae Byuk menghabiskan malam tahun baru sendirian sambil berdoa.

Paginya, Yoon Hee mendapat kiriman paket. Dari Jo Sang Ki yang mengirimkan satu kotak ikan teri kering.

Ny. Lee berkata ia sama sekali tidak menyangka akan mendapat kiriman dari Jo Sang Ki. Ia geli dan Yoon Hee tampak bahagia.

Yeon Shil memakaikan hanbok ke Bok Dong. Bok Dong keren sekali (aku curiga, jangan2 anak ini memang anak pemeran Yeon Shil ya, haha). Ia mendapat telp dari panti asuhan kalau orang tua angkat Bok Dong akan segera tiba.

Yeon Shil ingin menunda lagi, tapi tidak bisa. Yeon Shil ingin menghindar dan mengajak Soo Bin serta Bok Dong ke rumah Nenek untuk makan kue beras.

Sae Byuk dan Ho Se bersiap ke rumah Keluarga Kim. Presdir Kang sekali lagi berterima kasih pada Sae Byuk. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah bisa membalas kebaikanmu pada kami, Sae Byuk.

Semua keluarga Kim berkumpul untuk menyantap sup kue beras. Dae Jin menjelaskan sejarah kue beras dan memberikan nasihat ke anak2nya. Mi Ok kagum, tidak ada yang tidak kau ketahui.

Sae Byuk mulai perhatian pada Mi Ok, ia melarang Mi Ok makan makanan yang tidak bagus untuknya. Mi Ok tampak senang.
Tae Young ikut senang, kalian sudah berbaikan? apapun alasannya, itu bagus sekali.
Yeong Suk berkata kalau Dae Gu tidak bisa datang karena acara di kantornya.

Yeon Shil datang bersama Bok Dong dan Soo Bin. Semua gembira melihat Bok Dong. Yeon Shil mengenalkan Bok Dong

dan anak manis itu memberi hormat pada Nenek dan semuanya. Bok Dong dapat angpao haha..Bok dong senang sekali dan langsung memeluk Yeon Shil.
Tae Pong juga senang dengannya, hei Bok Dong, kita main diluar yuk! Tae Pong langsung menggendong Bok Dong.

Yeon Shil berkata ke Yeong Suk kalau ia sangat mencintai Bok Dong.
Dae Gu datang, ia harus membawa Bok Dong ke orang tua angkatnya. Yeon Shil tidak bisa melepaskan Bok Dong.

Bok Dong harus pergi bersama orang tua angkatnya. Dae Gu dan Yeon Shil patah hati. Bok Dong juga tampak sedih berpisah dengan mereka.

Ho Se dan Sae Byuk mendengar penjelasan Mi Ok tentang Lohas. Mi Ok minta mereka tidak perlu mencemaskan rumor tentang Lohas. Ini karena suami Mi Ok salah menangkap maksudnya.
Ho Se heran kenapa wajah Mi Ok terlihat sangat pucat.

Sae Byuk minta Mi Ok menjaga kesehatan-nya dengan baik agar mereka bisa bertengkar lagi.
Mi Ok terharu.

Sae Byuk mulai berkemas untuk pergi ke RS. Ia ingat kata2 Yeong Suk kalau Mi Ok awalnya sudah mendapatkan donor, tapi donor itu akhirnya membatalkan janjinya.
Sae Byuk : Itu tidak mungkin aku.

Mi Ok semakin ingin hidup, melihat hati Sae Byuk mulai terbuka untuknya. Ia memutuskan menemui Dr. Kim.

Presdir Kang, Ho Se, Yu Ri semua berterima kasih ke Sae Byuk. Sae Byuk memikirkan Mi Ok dan ia berkata kalau harus menemui seseorang dulu sebentar.

Mi Ok menemui Dr. Kim dan memohon untuk mengatakan padanya siapa donor itu karena ia harus hidup. Mi Ok sampai berlutut dan memegang tangan Dr. Kim.

Sae Byuk melihat ini. Dokter Kim berkata kalau donor itu juga punya keluarga yang harus diselamatkan dan ia memutuskan untuk memberikan sumsum tulangnya ke keluarganya.

Ny. Seo ada di kamarnya dan berkata akan sembuh besok, ia janji akan mendapatkan Lohas kembali dan akan memberikan pelajaran ke Mi Ok.

Mi Ok masih memohon ke Dr. Kim. Dokter Kim melihat Sae Byuk.
Mi Ok juga melihatnya, ia segera berdiri, Soo Jin-ah!

YMD [140], [141], [142], [143], [144], [145], [146], [147], [148], [149], [150], [151-152], [153-154], [155], [156], [157], [158], [159], [160], [161], [162], [163], [164], [165], [166], [167], [168], [169], [170], [171]

4 comments:

  1. ide tentang ibu mertua dan ibu kandung punya sakit yang sama, dan menantu/anak yang bisa menjadi donornya adalah ide yang bagus.

    ada sinetron indonesia [kalau tidak salah di rcti] yang ambil tema sakit yang sama, tapi pesan yang disampaikan sangat jauh berbeda dengan sinetron korea ini.

    kapan sinetron indonesia memberikan banyak pesan baik walau cuma lewat satu sinetron?

    ReplyDelete
  2. Ibu Jung jangan meninggal ,ny.seo aja ,sutradaranya ngeFans bgt ma Ny.Seo ,dia mulu yg dpet kebaikan ..gak adil gak adil !!! #KorbanDrama

    ReplyDelete
  3. Ibu kandung maupun ibu mertua di perlakukan sama, jgn hanya menyayangi ibu kandung tetapi mengabaikan ibu mertua. Ingat... klo gk ada ibu mertua berari gk ada suami. Utk kasus Kdrama di atas, mungkin di utamakan skala priotitas dlm artian siapa bepenyakin terparah tentunya. (mungkin ini pesan yg ingin di sampaikan di Kdrama ini. )

    Klo keinginan penonton pastinya ny.Seo yg mati jgn ny.Jung. hahaha....

    ReplyDelete