Wednesday, February 24, 2010

Sinopsis IRIS Episode 5

Sa woo minta maaf untuk apa yang akan ia lakukan. Tiba2 ada ledakan dari belakang pintu yang membuat Hyun joon dan Sa Woo tiarap. Sa Woo balas menembak yang membuat Hyun joon bisa lolos lewat balkon. Laptop Hyun Joon yang sudah diatur dengan timer meledak, menghancurkan semua informasinya.

Chul Young dan Sun Hwa ada dalam apartemen Hyun Joon yang kosong. Chul Young berkata jika Sun Hwa bisa menangkap Hyun Joon, bunuh saja. Sun Hwa tidak mau membunuh Hyun joon dulu ia ingin menyelidiki lebih dalam, tapi Chul Young berkeras.

Hyun Joon lari lagi ke stasiun kereta dan masuk ke suatu ruangan, ia sembunyi dan membalut lukanya dan mencoba mengumpulkan kekuatannya. sementara itu, Sa woo lapor kepada Baek San bahwa misinya gagal, tapi karena polisi Hongaria dan Korea Utara mencari Hyun joon, maka Hyun Joon tidak akan bisa lolos. Baek San berkata agar Sa woo menemukan Hyun joon duluan dan menyelesaikan tugasnya.

Awalnya Sa Woo menolak melakukan tugas ini tapi Baek SAn berkata Sa woo tidak punya pilihan, ini sudah diputuskan sejak awal. Bahkan sebelum Hyun Joon diterima masuk NSS, bahwa Hyun Joon akan dipilih untuk melakukan misi ini dan akan dibunuh. Baek San memberikan pada Sa Woo dokumen berisi file masa lalu Hyun Joon, ia berkata : "Ini akan menjelaskan padamu mengapa Kim Hyun Joon dipilih dan mengapa NSS membuangnya."

Sa Woo menolak. Baek San kemudian minta agar Sa woo mengirim Seung Hee, ia akan melakukan tugas ini. Tentu saja Sa Woo tidak bisa membiarkan Seung hee melakukan tugas ini.

Presiden bertanya pada Baek San apakah benar Menteri Yoon dibunuh oleh musuh. Baek San bohong dan berkata insiden itu adalah konflik dalam negeri Korea Utara. Presiden lega dan berkata pada penasihatnya untuk mengatakan pada bagian keamanan mengenai situasinya dan menghadapinya dengan tepat.

Baek san menelepon lagi, kali ini ia memerintahkan agar semua yang berhubungan dengan Hyun joon dihancurkan. Hyun Joon dituduh dengan spionase dan setiap orang yang berhubungan dengan Hyun Joon dari dalam atau luar akan dituduh hal yang sama.

Petugas Koroner Oh Jyun Kyu juga kehilangan semua filenya tentang Hyun Joon dan berkata siapa yang sudah megatur hal ini, sang Hyun dengan bijak berkata Pasti Baek san. Hyun Kyu : "Jadi korban tidak bersalah akan dijadikan domba sembelihan."

Tampaknya sebelum Sang Hyun masuk NSS, dua orang agen tidak bersalah juga dituduh terlibat spionase dan mereka lenyap tanpa prosedur resmi. hyun Kyu berkata tidak seorang pun akan melihat Hyun Joon lagi.

Seung Hee menerima pesan di ponselnya bahwa Hyun Joon mencoba aksi spionase. Seung hee menelepon Tae Sung yang tidak tahu apa yang terjadi, dan tidak mau terlibat untuk membantu Seung hee. Seung hee menghubungi setiap temannya tapi semua tidak bisa menemukan sesuatu mengenai Hyun Joon, tampaknya Hyun Joon sudah dihapus.


Hyun joon dan Sa Woo keduanya dibebani oleh konfrontasi mereka. Tapi Sa Woo harus menghadapi Seung hee dulu. Seung hee tidak percaya Hyun Joon menjadi agen ganda, dan ia ingin menemui Hyun Joon sekarang. Sa woo berkata ada banyak orang yang mencarinya di Budapest sekarang. Seung hee terkejut dan menahan air matanya, membuat Sa Woo memeluknya.

Hyun Joon ditemukan keesokan paginya oleh petugas clening service yang segera memanggil ambulance dan mengatakan posisi Hyun joon.

Sa woo dan Seung Hee dan Agen Korea Utara menuju ke lokasi Hyun joon. satu demi satu Hyun Joon melumpuhkan para agen. Hyun Joon menembaki para agen sebelum Yong Chul dan sun Hwa menembaknya.

Hyun joon dan Yong Chul akhirnya berhadapan, mereka saling menembak sampai pelurunya habis. Mereka berkelahi sampai ke arah gudang, Hyun Joon jatuh dari lantai dua dan lari dari Yong Chul dan juga Sun Hwa. Agen lain menembaknya tapi tertembak oleh Seung hee. Sa woo menarik Seung Hee dan menahannya. (Tindakan Seung Hee bisa membuat situasi menjadi semakin ruwet, pihak Korut bisa memikir Hyun Joon punya dukungan.)

Hyun joon bisa bersembunyi dalam gerbong kereta, ia istirahat sejenak sampai ia melihat helikopter siap menembakkan misil ke arahnya. Misil itu menghantam tempat yang salah dan ledakan membuat Hyun Joon lemah. Para agen Korea Utara berpikir mereka sudah mendapatkan Hyun Joon, tapi ia sudah lenyap.

Sa woo dan Seung hee menyimpulkan bahwa Hyun joon lari ke arah barat dan Yong Chul juga berpikiran sama, maka mereka menuju ke sana.

Hyun joon bangkit dan masuk ke sebuah truk dan diikuti oleh helikopter yang menembakinya. Hyun Joon membawa mobil dan melewati Seung hee yang tidak melihatnya dengan jelas, tapi mungkin Seung hee tahu. Mobil itu berhenti dan Yong chul membuka pintunya.

Tidak ada seorang pun di dalamnya. Hyun joon bisa mengikat tali kulit disekeliling setir agar truk bisa terus jalan.

Seung hee tidak tahan untuk menunggu Hyun Joon, ia kemudian mencoba melacak jejak Hyun Joon sendiri, tapi file Hyun Joon sudah di hapus dari database NSS. sa Woo masuk ruangannya dan berkata pada Seung hee terlalu berbahaya tinggal di hotel lebih lama lagi. Meskipun Hyun Joon belum tertangkap, susah baginya untuk lari.


Hyun Joon menghubungi Bae san lagi, ia marah, mengapa ia dibuang? Baek San berkaat itu diluar kendalinya, takdir Hyun Joon sudah ditentukan bahkan sebelum ia masuk NSS.

Hyun Joon : "Aku akan kembali apapun yang terjadi. Dan jika aku melakukannya, kau akan membayar karena bermain2 dengan takdirku."

Baek san berkata bahwa seung hee ada di Budapest, "Mungkin takdirnya sama dengan dirimu."

Sa Woo dan seung hee berjalan di area parkir dan mereka merasa ada yang jalan di belakang mereka, ternyata Hyun Joon. Ia babak belur. Hyun Joon mengarahkan senjatanya pada Sa woo. Hyun joon menembak Sa Woo di dekat jantung dan Sa Woo jatuh. Hyun joon menembak dua kali lagi di belakang. Hyun joon mendekati sa woo dan sa Woo langsung membalas dengan beberapa tembakan, Hyun Joon jatuh dan mati. Seung hee berdiri dan shock....

....ternyata itu mimpi,

Seung hee merasa ada seseorang di samping tempat tidurnya, dan meraih pistolnya dibawah bantal dan mengarahkan pada bayangan gelap yang duduk dlm ruangannya. Orang itu menyalakan lampu, ternyata Hyun Joon.


Seung hee kaget dan langsung memeluk Hyun Joon dengan lega. seung hee berkata bahwa pembunuhan Menteri yoon adalah berkaitan dengan masalah internal Korea Utara, seperti dinyatakan oleh Presiden. Hyun joon berkeras ia menerima perintah dari NSS.

Seung Hee berkata bahwa Sa Woo sebenarnya mencoba menyelamatkan Hyun Joon. Mereka bertiga bisa bekerja sama. Ini membuat Hyun Joon menangis, tapi ia mampu mengendalikan emosinya dan berkata pada Seung Hee,

Hyun Joon : "untuk membuktikan bahwa pihak kita tidak ada hubungan dengan pembunuhan itu, Aku harus mati. Selama kau bersamaku, Sa Woo dan kau akan berada dalam bahaya."

Seung Hee menolak meninggalkan Hyun Joon. Dia berkata bahwa ia lebih baik mati bersama Hyun joon daripada pulang sendirian.


Seung hee mengantar Hyun Joon keluar hotel, keduanya mengenakan topi untuk menyembunyikan wajah mereka. Sa Woo melihat mereka meninggalkan hotel bersama, ia melihat GPS di ponselnya dan ia melihat agen Korea Utara juga bergerak.

Yong Chul tahu mereka sudah mendapatkan Hyun Joon dan langsung bergerak. seung Hee dan hyun joon menuju stasiun kereta apai, Hyun joon pergi beli tiket untuk mereka berdua. Tapi antriannya panjang sekali.


Agen Korut memasuki stasiun, Yong Chul melihat sekeliling apa ada sesuatu yang mencurigakan. Ia tidak melihat Seung hee duduk dalam satu mobil. Hyun Joon akhirnya memperoleh tiket dan ia melihat agen Korut yang dipimpin oleh Sun Hwa mencarinya.

Sun Hwa kehilangan Hyun Joon lagi. hyun Joon mengambil baju seragam kurir dalam ruangan karyawan. meskipun Sun Hwa bertemu beberapa kali dengannya, ia tidak mengenali Hyun joon. Yong chul juga sama saja, ia masuk dan melewati Hyun Joon tanpa sadar.

Tapi, Yong chul menyadarinya dan mengarahkan pistolnya ke arah Hyun Joon. Hyun Joon meraih seorang penjaga dan membuatnya sebagai tameng. Yong Chul, sun hwa dan dua agen lainnya menghadapi Hyun Joon dan agen yang jadi tameng itu.

Polisi lokal datang dan memerintahkan agar kedua belah pihak meletakkan senjatanya. Hyun joon berhasil lari yang membuat frustrasi Yong Chul.


Hyun Joon kembali ke parkir area, tapi saat ia mendekati mobil Seung hee, mobil itu meledak di depan matanya.

Hyun Joon shock, kekasihnya mati di depan matanya (is it true?) semua kenangan mereka melintas di depan matanya, ia tidak bisa berhenti memikirkan Seung hee. Sun Hwa menembakkan peluru ke arah hyun joon dan mengenai lengannya. Hyun Joon sembunyi tapi ia tidak lari menjauh, juga tidak membalas.

Penembakan ini membuatnya sadar dan ia merampas mobil, melewati Sa Woo yang ada dalam mobilnya. sun Hwa dan yong Chul juga mengikuti dengan mobil rampasan. Mereka berkejaran di jalanan sempit di Budapest dan berakhir di daerah pedesaan. (Bourne's supremacy banget ..)

Pengejaran berakhir di dekat bangunan tua. Yong Chul terus mendesak mobil Hyun Joon untuk menghentikannya. Yong Chul dan Sun hwa mulai menembak dengan kesetanan melalui jendela depan, tapi Hyun Joon memacu mobilnya lebih kencang lagi. Mobil Yong Chul selip.

Hyun Joon berhasil lolos dan masuk ke bandara pribadi. Hyun joon mengambil pesawat pribadi yang kecil dan menjalankannya


Sa woo mengikuti dengan mobil. Sa Woo menghadang pesawat itu dan kemudian mengarahkan senapan sniper ke arah Hyun joon. Sa Woo merasa sedih, ia benar2 tidak ingin melakukan ini. Hyun Joon juga terluka, ia berharap segalanya akan berbeda untuk mereka berdua.

Hyun Joon mampu menyeimbangkan pesawat dan mulai terbang.

Note : I miss Vic...where is he?

IRIS 4
IRIS 3
IRIS 2
IRIS 1
IRIS

2 comments:

  1. Tirza...lanjutannya mana?
    penasaran nich....

    thank you uda merecaps eps 1-5

    ReplyDelete