Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, December 7, 2013

Good Doctor episode 18

Kim Do Han dan tim Dr. Lee dari bagian bedah syaraf mulai mengoperasi putra Kang Hyun Tae, Joon Young. Do Han mulai merasakan kesakitan akibat luka lamanya dan Yoon Seo menyadarinya.
Dr. Lee selesai dan sekarang giliran Do Han. Saat Do Han minta scalpel, ia benar-benar tidak bisa menahan sakit dan menjatuhkan peralatan medis. Semua terkejut melihatnya. Apalagi Kang Hyun Tae.

Para dokter berusaha membantu Do Han. Yoon Seo langsung tahu kalau luka Do Han meradang. Ia minta Hong Gil Nam membawa Do Han keluar.
Do Han menolak, aku baik-baik saja. Do Han minta Hong Gil Nam menahannya dan menyuruh Yoon Seo memimpin operasi.
Do Han : Dr. Han, kau akan menjadi Asisten Pertama. Aku akan tetap berada di ruang operasi dan kalian semua akan menjadi tangan dan mataku. Apa kalian mengerti?
Semua mengiyakan.

Do Han minta Yoon Seo segera membedah Joon Young dan menemukan kantung empedunya. Operasi ini sulit dan Yoon Seo harus sangat berhati-hati.

Yoon Seo mengerti dan semua mulai bekerja. Do Han berdiri dibantu Hong Gil Nam. Yoon Seo menjalankan prosedur operasi dibantu Jin Wook dan Shi On.

Yoon Seo juga sengaja memasang selang kateter itu lebih panjang karena Joon Young pasti akan tumbuh dan mereka tidak bisa selalu membedah anak itu untuk mengganti selang kateter.
Yoon Seo harus sangat hati-hati agar empedunya tidak bocor keluar. Do Han minta Shi On memberi saran dan minta Yoon Seo menjalankan saran dari Shi On. Operasi selesai. Jin Wook membereskan semuanya.

Para dokter lega. Do Han bangga pada Yoon Seo dan rekan2nya. Dr. Cha kau sudah kerja keras, kalian melakukan dengan lebih baik daripada yang bisa dilakukan tanganku.  Do Han melihat ke arah Kang Hyun Tae.

Beberapa saat kemudian, Kang Hyun Tae menemui Do Han. Ia mengakui kalau operasinya berhasil, tapi tetap tidak terlalu puas karena tidak sempurna.
Do Han setuju, kalau hanya dilihat dari luar memang seperti itu, tapi saya yakin operasi ini akan berhasil.


Do Han menunjukkan bola baseball pemberian Joon Yeong. Ia mengoperasi Joon Yeong sambil mengantongi bola itu di sakunya.
Do Han : Saya hanya memikirkan ini dan karena ini, saya tidak bisa meninggalkan kamar operasi. Tim kami masuk ke kamar operasi demi kepentingan anak-anak 10 sampai 20 tahun mendatang. Kecuali kami menyerah dengan masa depan anak-anak, kami tidak akan pernah meninggalkan operasi untuk anak-anak.

Kang Hyun Tae terdiam. Setelah itu ia melihat putranya di ICU. Sepertinya ada pertarungan di dalam pikiran Kang Hyun Tae.
Yoon Seo mengobati luka Do Han. Ia tidak percaya, sebagai ahli bedah terbaik RS Seongwon, kenapa Kim Do Han sampai memalukan seperti ini. Lukanya sudah infeksi dan tidak dirawat.
Do Han meringis kesakitan, ia minta Yoon Seo tidak bicara apapun dan obati saja lukanya. Yoon Seo cemberut dan terus saja bicara, anda tertikam pisau gara-gara melindungi seorang pasien, lukanya semakin parah dan anda pingsan. Lalu anda melakukan operasi. Apa anda ini Ironman Profesor? Bahkan tubuh Ironman juga terdiri dari daging.

Do Han mengeluh, kau ini cerewet sekali. Yoon Seo membubuhkan obat sambil terus bicara, ia minta Do Han pulang dan istirahat kalau tidak mau dirawat. Apa anda mau jatuh pingsan lagi?

Yoon Seo bahkan sengaja menekan luka Do Han. Sampai Do Han teriak. Yoon Seo nyengir, tahan saja. Wkk dua orang ini lucu juga.

Shi On terlihat panik, ia bergegas pergi ke satu tempat. Ia sampai tidak sabar menunggu lift dan lari menggunakan tangga. Ternyata Shi On masuk ke kamar ayahnya. Di sana sudah ada Dr. Choi dan ibu Shi On.
Direktur Choi berkata kalau kondisi ayah Shi On semakin memburuk. Sebentar lagi, ayahmu tidak akan bisa bergerak. Kau harus sering mengunjunginya. Waktunya tidak banyak lagi. Shi On terdiam.

Setelah itu, ibu mengatakan niatnya untuk membawa ayah Shi On ke Tae Bak. Tidak ada gunanya ada di RS terus, mereka hanya akan menyulitkan Shi On dan Direktur Choi.
Shi On tidak setuju, ia takut ibu akan dipukuli ayahnya lagi. Ibu menenangkan Shi On, meskipun kami tinggal bersama, ayahmu tidak akan melakukannya karena ia sudah sulit bergerak sekarang.

Shi On tetap tidak mengijinkan mereka pergi. Ia langsung jalan meninggalkan ibunya. Ny. Oh hanya menghela nafas.

Yoon Seo menghibur Shi On, kau sudah benar. Jika kau ingin mengurangi rasa sakitnya, RS memang lebih baik. Kau juga sangat memikirkan ibumu.
Shi On : Keduanya sama-sama menyedihkan. Ayah menyedihkan karena harus hidup sendirian setelah ibu pergi dan ibu yang melarikan diri karena dipukuli ayah juga menyedihkan. Tapi karena saya merasa kasihan pada mereka berdua, saya merasa marah. Sangat  sangat marah.

Yoon Seo tanya kenapa Shi On marah.
Shi On : Kalau mereka membuang saya dan hidup tanpa saya selama 20 tahun, bukankah seharusnya mereka bahagia? Kalau mereka hidup tanpa anak yang terbelakang seperti saya, bukankah mereka seharusnya hidup dengan hati yang tenang? Keduanya seperti orang idiot yang sebenarnya. Ibu dan juga Ayah.

Yoon Seo tersenyum, ia justru merasa tenang sekarang karena Shi On bisa merasakan marah. Karena aku merasa kau sekarang memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi orang tuamu, aku benar2 merasa tenang.

Presdir Lee dan Chae Kyung bertemu seorang Presdir. Mereka ingin minta bantuan dari Presdir itu, tapi sayang Presdir itu berkata tidak memiliki cukup dana untuk membantu Grup Seongwon.
Presdir itu tahu ia seharusnya membayar hutang budinya pada mendiang ayah Chae Kyung tapi ia tidak sanggup menolong mereka saat ini. Pria itu minta maaf.

Setelah Presdir itu pergi, Chae Kyung terlihat kesal. Ia tahu persis Presdir tadi memiliki dana cukup. Sebagai perusahaan besar yang mendapatkan penjualan 100 Miliar Won lebih hanya dari LCD tidak memiliki cukup dana?
Presdir Lee : Sudahlah.

Chae Kyung masih kesal, apa itu masuk akal? Atas jasa siapa dia tidak bangkrut 20 th lalu? Presdir Lee berkata semua ini salahnya, ia minta Chae Kyung tidak menyalahkan siapapun. Ia sudah merasa senang karena Chae Kyung sekarang ada di sisinya saat ini.
Chae Kyung terdiam, ia merasa bersalah.

Yoon Seo menemui Chief Go dan memberikan video operasi fistula kepadanya (anak yang pintar nyanyi waktu itu.). Chief Go berusaha memuji operasi Yoon Seo waktu itu dan berkata kalau hidup itu cukup berat. Tapi ini adalah masa transisi untuk seorang dokter bedah.
Lalu entah kesambet apa, Chief Go memuji Yoon Seo lagi, Dr. Cha kita ini...sejak kapan kau secantik ini? gubrag.

Yoon Seo bengong. Chief Go tanya, sejak usia berapa kau jadi cantik? 3 th? 10 th? Atau sejak lahir? Yoon Seo susah payah menahan ketawa dan berkata, ia sudah seperti ini sejak lahir wkk

Chief Go bahkan berseru, fighting! untuk memberi semangat Dr. Cha.  Yoon Seo meninggalkan kantor supervisornya dengan wajah tidak percaya.

Shi On memeriksa In Hae. Ia lega karena kondisi In Hae sudah mulai normal. Shi On minta In Hae minum obat dengan teratur.
In Hae mengerti. Shi On tiba-tiba memandangi In Hae dalam-dalam, mungkin masih terpengaruh mimpinya. In Hae heran, kenapa dokter memandangku seperti itu?
(Shi On : Apakah di kehidupan yang lalu kita pernah bertemu In Hae-ya? wkk)

Shi On menggeleng, tidak apa-apa. In Hae tanya apa ia bisa menjadi wanita cantik seperti kakaknya. Shi On berkata In Hae sudah cantik.

In Hae menggoda Shi On, lalu...siapa yang lebih cantik, aku atau Dr. Cha?
Shi On dengan yakin menjawab : Dr. Cha.

In Hae cemberut, hul..cepat sekali. Shi On minta maaf, ia tidak bermaksud menjawab dengan begitu cepat. In Hae nyengir.

Shi On mondar-mandir dengan resah di depan Yoon Seo. Yoon Seo kesal sekali, kenapa? Kondisi In Hae seperti apa yang meresahkanmu?
Shi On tidak bisa menjelaskan, ini seperti meninggalkan rumah dengan kompor masih menyala, dan seperti meninggalkan warnet tanpa logout. Pokoknya ada sesuatu yang kurang.

Yoon Seo tidak bisa mengerti maksud Shi On. Shi On tidak ingin In Hae segera dioperasi. Shi On tanya apa mereka bisa mengoperasi In Hae dan bagian bedah pankreas mengoperasi In Young?
Yoon Seo juga ingin seperti itu. Tapi ia tidak berdaya. Shi On tiba-tiba minta bantuan Yoon Seo untuk melakukan sesuatu.

Keduanya menemui Kim Jae Joon. Yoon Seo berkata kalau Dr. Park ingin mengatakan sesuatu sebagai dokter jaga In Hae.
Kim Jae Joon dengan dingin menoleh, apa?

Shi On memberanikan diri bicara, sistem kekebalan tubuh In Hae sangat rendah dan tingkat infeksinya sangat tinggi. Dan Jika kita mempertimbangkan karakteristik transplantasi untuk anak maka..
Belum selesai bicara, Kim Jae Joon sudah memotong, dua orang bodoh ini..apa kalian tidak tahu, di saat pemimpin kalian tidak mengatakan apapun, beraninya kalian bicara padaku?

Yoon Seo berkata mereka hanya mohon Kim Jae Joon mempertimbangkan beberapa hal.
Kim menyindir Yoon seo, urus saja masalahmu sendiri. Daripada mendapatkan kematian lagi di meja operasimu.

Yoon Seo tertegun, tapi Shi On jadi marah, ia merasa Kim Jae Joon keterlaluan dan ingin dokter senior itu minta maaf pada Cha Yoon Seo. Tentu saja Kim Jae Joon meradang. Yoon Seo langsung menarik Shi On pergi sambil membungkuk minta maaf pada Prof Kim Jae Joon.

Diluar, Shi On masih ingin masuk ke dalam kantor Kim Jae Joon. Wkk..Shi On yang sedang marah kelihatan keren. Yoon Seo menahannya, hei..hei..kau mau kemana?
Shi On ingin menemui Kim Jae Joon lagi. Ia tidak terima kalau Yoon Seo dihina. Yoon Seo tampak geli. Ia memijat daerah sekitar mata Shi On, kendorkan otot matamu. Shi On jadi pusing wkk.

Presdir Jeong bertemu dengan Lee Hyuk Pil, mantan Direktur Yayasan. Presdir Jeong ingin menjadikan Lee sebagai Presdir Yayasan Seongwon.
Presdir Jeong merasa tidak ada orang lain yang mengenal yayasan dan RS sebaik Lee Hyuk Pil. Kau juga sudah mengabdikan hidupmu untuk yayasan. Presdir Lee dan GM Yoo yang sudah menghianatimu seperti itu. Jeong yakin Lee Hyuk Pil sanggup menjadi pimpinan.

Presdir Jeong menelepon Kang Hyun Tae dan mengatakan rencananya, tapi ini hanya sementara. Mereka akan segera menendang Lee Hyuk Pil jika mereka sudah selesai melakukan restrukturisasi SDM Rumah Sakit.
Kang Hyun Tae terkejut, apa anda tidak menjamin pergantian personel? Presdir Jeong dengan santai berkata kondisinya selalu berubah dan minta Kang Hyun Tae telp jika ada masalah.

Setelah itu Kang Hyun Tae menoleh ke arah putranya. Ia merasa serba salah.


Yoon Seo menemui Do Han, ia tidak percaya melihat Do Han masih di kantor. Yoon Seo memaksa Do Han pulang untuk istirahat. wkkk

Chief Nam menegur Perawat Jo karena ia mendapat banyak laporan dari orang tua pasien karena Perawat Jo suka terlambat mengganti seprai. Tiba-tiba sekelompok pria yang mirip mafia muncul dan membungkuk ke arah perawat Jo. Hyungnim! (Astaga..perawat Jo ternyata mantan Mafia wkk)
Perawat Jo syok melihat mereka.

Mafia itu kelihatan seperti akan menangis, apa kakak tahu seperti apa saya mencari anda? Perawat Jo heran bagaimana mereka bisa menemukannya.
Mereka menunjukkan koran dengan foto Dr. Kim Do Han, Dr. Park dan Perawat Jo di antara keduanya. "Tiga Pahlawan yang menangkap penjahat." Perawat Jo mengeluh dalam hati. Tapi mafia itu justru terlihat kagum, tentu saja keahlian kakak belum berkurang.

Chief Nam tanya siapa orang2 itu pada Perawat Jo. Ia menggunakan kata senior yang mirip dengan kata pelayan wkk. Ini membuat mantan anak buah Perawat Jo nyaris melempar Chief Nam dengan koran wkk
Perawat Jo segera mengajak mereka bicara sendiri di tempat lain.


Perawat Jo minta mereka menganggapnya sudah mati di Incheon saat itu dan jangan datang ke RS ini lagi. Perawat Jo tidak akan hidup sebagai preman lagi dan ingin tinggal dengan nyaman disini bersama anak-anak.
Perawat Jo mengancam mereka, jika tetap kesini mencarinya, ia akan meremukkan mereka semua. Ia bicara pada juniornya, Hyeom...pergilah dan bersihkan dirimu. Hiduplah seperti manusia.

Para preman itu jadi sedih, Hyung-nim...!! Chief Nam mendengarkan pembicaraan mereka, ia syok, Omo..omo..!

Perawat Jo kembali ke mejanya dan berkata kalau orang-orang tadi hanya teman sekampungnya. Chief Nam tampak ketakutan dan tidak mempercayainya haha..

Yoon Seo menemui Joon Yeong. Ada Kang Hyun Tae juga. Ia berkata kalau operasinya berjalan lancar tapi ada sesuatu yang harus didengarnya. Joon Yeong tidak akan bisa bermain baseball lagi. Karena Joon Yeong tidak boleh bergerak terlalu banyak.

Joon Yeong sudah tahu itu. Yoon Seo heran, bagaimana kau bisa tahu?


Flashback, Do Han menemui Joon Yeong, ia tahu bahwa Joon Yeong merasa sedih karena tidak bisa meraih impiannya. Tapi apa kau tahu yang hebat dari sebuah mimpi? Kau bisa memiliki impian lain.
Seperti kau mimpi setiap malam, kau bisa memimpikan impian lain. Kau bukannya membuang impianmu, tapi memiliki impian lain.

Do Han mengeluarkan bola baseball Joon Yeong, lihat ini, ini bola yang pertama kau pukul, kau hanya perlu membuat hal "pertama" yang lain. Aku tidak tahu apa itu, tapi kau harus memberikan itu sebagai hadiah untukku. Kau mengerti?
Joon Yeong mengangguk.

Sekarang Joon Yeong berkata pada Yoon Seo dan ayahnya kalau ia akan belajar dengan keras dan akan menjadi reporter baseball.
Joon Yeong minta maaf pada ayahnya, kalau ayah tahu bahwa aku sudah tahu, ayah pasti merasa cemas. Jadi aku tidak mengatakannya pada ayah. Kang Hyun Tae tersenyum, tidak apa-apa. Ia menggenggam erat tangan putranya.
Yoon Seo menahan haru, Joon Yeong kita benar2 keren.

Shi On mendapatkan pasien baru, namanya Seung Yeon. Tidak ada masalah dengan anak itu, tapi ibu Seung Yeon terlihat heran dengan sikap Shi On. Seperti cara bicaranya dan yang lain.

Yoon Seo berusaha mencari alasan untuk menghindari kencan dengan Tuan Voldemort-nya wkk. Alasannya macam-macam, jadwal operasinya padat, tidak punya waktu dan tidak ada waktu mengecek sms wkk. Akhirnya Yoon Seo bisa lolos dari telp pria itu.

Yoon Seo berbalik dan melompat kaget karena Shi On sudah berdiri di belakangnya! Aku tidak melihat kau masuk!

Shi On tanya apa Yoon Seo sedang bicara dengan Jaksa Voldemort? Yoon Seo membenarkan, dia ingin bertemu denganku lagi. Shi On mengerti.
Shi On : Apa dokter akan bertemu dengannya lagi?
Yoon Seo : Tidak! Untuk apa aku bertemu dengannya?

Shi On tidak mengerti, tapi tadi di telp..kenapa dokter tidak berkata kalau anda tidak akan bertemu dengannya?
Yoon Seo : Apa?

Shi On : Kalau anda tidak menyukainya, anda bisa langsung mengatakannya pada pria itu, benar kan?
Yoon Seo mengangguk, tapi ia protes, hei! kenapa kau mencuri dengar saat orang bicara di telp?

Shi On merasa tidak mencuri dengar, ia mendengar Yoon Seo dari jarak 3 meter dari pintu. Yoon seo kesal, seharusnya kau menyumbat telingamu! kkk

Lalu Yoon Seo cerita soal Do Han. Apa kau dengar kata-kata Profesor pada Joon Yeong?

Do Han istirahat di rumah dan akhirnya ia bisa menyelesaikan rubik 12 sisi-nya! (yg enam sisi aja aku belum selesai, kelihatan memang perbedaan IQ-nya wkk) Do Han tersenyum senang.
Terdengar bel bunyi. Do Han heran lalu membuka pintu.

Tarra...Park Shi On datang mengunjungi Prof Kim Do Han. Sambil membawa bubur abalone lengkap dengan kimchi dll. Keren. Shi On juga membuka dan menyajikan bubur itu di depan Do Han.
Shi On : Ini bubur abalone. Anda harus memakannya.
Do Han : Kenapa kau disini dan bukannya kerja?

Shi On merasa Profesor pasti sendirian (sok tahu dia, kalau tiba2 Chae Kyung muncul? wkk) Saya juga tinggal sendiri jadi saya tahu. Jika anda merasa malas, anda pasti tidak akan makan dengan baik.
Do Han kelihatan kesal, karena aku mulai lunak kepadamu, kau mulai lancang kan?
Shi On : Saya tidak lancang. Saya akan segera kembali ke RS. Oh ya, saya mendengar apa yang anda katakan pada Joon Yeong. Tentang mimpi. Sepertinya itu benar-benar..percakapan yang bagus.
Profesor, sebagai dokter anda benar-benar...

Shi On sudah bersiap mengeluarkan cap jempol andalannya saat Do Han menunjuk, jangan menunjukkan itu! wkk Shi On langsung menyembunyikan jempolnya :)

Shi On minta maaf. Do Han menyuruhnya segera kembali ke RS. Shi On mengerti, tapi ia menambahkan kalau Profesor Kim Do Han bagaikan hyung baginya. Saya merasa seperti itu saat anda menyelamatkan saya dari para preman itu. Hyung saya juga melakukan hal yang sama. Saya akan selalu berterima kasih untuk itu. Saya pergi sekarang, cepat, cepat.
Shi On segera lari pergi setelah membungkuk pada Do Han. Do Han tersenyum geli setelah Shi On pergi.

Jin Wook memeriksa In Hae dan berkata demam In Hae sudah turun, kami tidak akan mengganti tanggal dan akan melakukan operasinya. Apa kau masih tidak suka melakukan operasi?
In Hae mengaku ia tiba-tiba merasa takut mati. In Hae merasa ketakutan saat pingsan di rumah Dr. Cha. Aku tiba-tiba merasa semua di dunia ini meninggalkanku.

Jin Wook mencoba menghibur In Hae semampunya. In Hae tanya, apa dia dan kakaknya bisa hidup bahagia. Jin Wook membenarkan, tentu saja.

Jin Wook bertemu In Young di depan kamar. In Young cemas karena adiknya tiba-tiba jadi takut. Jin Wook menenangkan In Young, anak-anak yang akan dioperasi biasanya merasa sangat gelisah.
In Young mengerti tapi ia tetap resah karena adiknya berubah tiba-tiba. Jin Wook janji akan berusaha menenangkan In Hae semampunya. Sebelum Jin Wook pergi, In Young tanya apa Jin Wook bisa tidur. Jin Wook mengangguk, ya saya bisa tidur nyenyak.
In Young tampak lega. Jin Wook tersenyum dan pergi.

Yoon Seo merenung dan memikirkan kata-kata Shi On soal sikapnya pada "Mr. Voldemort." Lalu Shi On yang marah karena sikapnya ini. Yoon Seo menghela nafas, anak itu..kenapa tiba-tiba marah.

Shi On juga merenung sendirian. Dewi cinta In Hae menemuinya. Aku tiba-tiba MIA kan? (MIA = Missing In Action wkk)
Shi On terkejut dan minta In Hae kembali ke kamarnya. In Hae ingin olah raga sedikit. In Hae tahu Shi On memiliki masalah, aku bisa membacanya di dahi dokter "Aku sedang mengalami masa sulit."

Shi On berusaha menyangkal. Tapi In Hae tahu, jika cinta Shi On bertepuk sebelah tangan, maka Shi On pasti akan menderita. Shi On mengaku, kau benar. Ini memang berat. Benar-benar berat.

Il Kyu merenung di kamar tidur dokter. Ia ingat kata-kata Chief Go. Tiba-tiba Shi On masuk dan terkejut melihat Il Kyu ada di dalam.

Il Kyu tanya apa Shi On mau tidur. Shi On terlihat sedikit ketakutan, tidak. Saya meninggalkan buku, jadi saya mau mengambilnya.
Il Kyu : kau bahkan berani bohong pada seniormu.
Shi On : Tidak, saya tidak bohong.
Il Kyu nyengir sedikit, jangan bohong dan tidur saja. Jangan sampai mengantuk pagi nanti. Wkk..Il Kyu mulai melunak.

Paginya, semua dokter anak dan perawat Jo berkumpul. Kim Sun Joo akan menjadi sutradara untuk pertunjukan bagi anak-anak. Judulnya Peter Pan. Semua mengeluh kecuali Shi On. Shi On tampak senang sekali :)
Para dokter tidak suka jika diminta mengenakan kostum dan main ini itu. Perawat Jo berkata masih lebih baik daripada Cinderella seperti tahun lalu. Apalagi saat itu Dr. Cha terkilir pergelangan kakinya saat mengenakan sepatu kaca.

Yoon Seo mencoba melarang Perawat Jo bicara. Perawat Jo terus saja cerita, bahkan saat itu anda tidak dirawat di RS tapi pergi ke ahli akupuntur karena anda merasa malu.
Yoon Seo meradang, siapa yang mengatakan itu? Hong Gil Nam mengaku mereka mendengarnya dari Profesor. Yoon Seo kesal sekali, Profesor itu benar2 bermulut besar. Semua ketawa geli.


Sun Joo minta Shi On juga ikut serta dalam sandiwara ini. Shi On langsung mengiyakan dengan semangat, saya bisa melakukannya dengan baik. Ia bahkan pernah menjadi tokoh utama dalam pertunjukan Natal di panti asuhan.
Semua geli, wah Dr. Park kita cukup serakah dalam mendapatkan peran.  Sun Joo akan segera menentukan para pemerannya. Para dokter ingin Profesor juga ikut berperan dalam sandiwara ini.

Sun Joo belum sempat bicara, Do Han sudah muncul. Dengan merengut ia langsung menyatakan : Aku tidak akan ikut! Jangan mimpi!
Shi On melihat ke arah Do Han dan ia seperti punya ide.

Tidak lama, Shi On menyelinap ke kamar Joon Yeong. Joon Yeong-ah..aku ingin minta tolong.

Komite Kehormatan RS bertemu lagi dengan agenda memilih menjadi RS komersil atau tetap seperti ini. Pihak Kim Jae Joon ingin RS ini menjadi komersil untuk mencapai hal yang lebih besar.

Do Han tidak setuju, ia merasa lingkungan yang baik bukan segalanya dan ini menjadi RS Anak. Apa masuk akal memilih pasien berdasarkan tingkat pendapatan?

Kim Jae Joon marah, Profesor anda dokter atau perwakilan konsumen?
Direktur Choi menengahi keduanya dan minta para dokter menyatakan pendapatnya dan bukan hanya saling menyatakan ketidak-setujuan. Kim Jae Joon berkata, jika pendapat mereka saja berbeda bagaimana bisa menentukan sikap.

Do Han jalan meninggalkan rapat yang tidak mencapai kata sepakat. Chief Go melihatnya dan memanggil Do Han.
Chief Go tanya apa ada yang bisa ia lakukan untuk membantu Do Han. Ia juga ingin mengatakan sesuatu untuk mendukung Do Han.

Do Han berkata jika Chief Go setuju dengan pendapatnya, itu sudah cukup baginya.
Chief Go berkata Do Han adalah orang yang paling cocok untuk bersuara. Do Han tersenyum dan mengucapkan terima kasih untuk seniornya.

Chief Go tertawa lebar, tidak perlu. Lalu ia menunjuk ke seberang, astaga..siapa itu.

Do Han menoleh dan keduanya melihat Prof Kim Jae Joon sedang bicara serius dengan Kang Hyun Tae. Do Han hanya menghela nafas.
Kang Hyun Tae bertemu Shi On. Shi On membungkuk dan jalan terus. Kang Hyun Tae memanggilnya, ia tanya apa ia masih terlihat seperti orang jahat dimata Shi On.
Shi On dengan jujur berkata : Seperti setengah digoreng dan setengah dibumbui. 50/50 (Istilah biasa kalau memesan ayam di Korea)

Kang Hyun Tae heran, tapi ia mengerti. Kalau begitu bagian yang jahat adalah karena pekerjaan yang saya lakukan. Lalu apa kebaikannya?
Shi On : Karena sudah mempercayai Profesor dan kami. Di dunia ini, saya paling berterima kasih kepada orang yang percaya pada orang lain. Jika seseorang mempercayai anda, anda akan merasa lebih kuat. Anda akan merasa penuh (dalam hati).
Kang Hyun Tae : penuh?

Shi On membenarkan, kepercayaan itu seperti pompa yang mengisi roda sepeda dengan udara. Jika anda mengisinya sampai penuh, maka sepeda itu bisa berlari kencang seperti angin.
Shi On jalan pergi sambil menirukan suara sepeda yang dikayuh kencang, ssing..ssing.. Kang Hyun Tae tertegun. Kepercayaan.

Yoon Seo menemui Do Han, ia tanya apa Do Han tidak bisa mengatakan sesuatu pada Profesor Kim Jae Joon. Do Han mengingatkan Yoon Seo, ia pernah berdebat keras soal bayi Dong Soo belum lama ini kan?

Yoon Seo ingat itu. Bahkan Do Han harus menghadap komite kedisiplinan. Do Han menenangkan Yoon Seo, ia hanya menunggu sebuah justifikasi. Do Han dulu nekad mengoperasi Dong Soo karena mendengar rumor yang menyinggung harga dirinya dan juga justifikasi untuk bertanggung jawab atas pasien itu. Kali ini pun, ia sedang menunggu justifikasi itu.
Yoon Seo mengerti, jadi Do Han sudah merencanakan ini sejak awal. Bukti yang jelas untuk mengambil alih operasi In Hae. Do Han menunjukkan filenya, ia sudah siap dengan solusi untuk In Hae. Ini tidak akan lama.

Yoon Seo kagum, ia ingin mengacungkan jempol tapi Do Han menahannya. Kau jangan melakukannya juga. Kau bukan anak-anak..
Yoon Seo tetap saja mengacungkan jempol untuk Do Han. Mau tidak mau, Do Han tersenyum geli. Yoon Seo sudah kena virus Park Shi On.

Lee Hyuk Pil bertemu Chief Go. Ia kesal pada adik iparnya. Dasar brengsek, kenapa kau sama sekali tidak pernah menunjukkan batang hidungmu?
Chief Go menjawab, katanya tidak boleh ke rumahmu. Lee Hyuk Pil tidak percaya, jadi kau benar2 tidak datang? Apa kau tahu aku kena marah kakak perempuanmu?
Lee Hyuk Pil memberi ultimatum pada Chief Go, kali ini kesempatan terakhirmu. Kau harus menyingkirkan orang-orang yang menentang kita. Lakukan saja perintahku dan kau akan menjadi Direktur disini.
Chief Go terkejut mendengar ini.

Shi On mengunjungi ayahnya. Ia menatap ayahnya dengan sedih.
Shi On berkata dalam hati : Aku tidak butuh apa-apa. Tidak apa-apa meskipun kau tidak berkata kalau kau menyesal. Jangan memukuli ibu, maka aku akan berterima kasih padamu, Ayah.


Shi On menemui ibunya. Ia tanya apa ibu sudah makan siang. Ibu belum makan, ia akan makan setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Shi On berkata ia juga belum makan. Ibu langsung ingin menarik Shi On dan memberinya makan. Tapi Shi On menolak, tidak disini. Aku ingin keluar dan makan bersama.

Shi On mengajak ibunya makan. Ibu heran kenapa tiba-tiba ingin makan diluar. Shi On berkata ia gajian hari ini.
Ibu jadi tidak enak, bagaimana kau bisa menghabiskan uangmu seperti ini? Shi on hanya minta ibu makan. Ibu mengerti dan mulai menyuap nasi. Shi On memberikan daging sapi untuk ibunya. Ia juga makan.

Shi On minta ibu tidak perlu masak sup bola-bola kentang lagi dan mulai sekarang, kalau ibu ingin makan makanan enak, ibu tinggal bilang ke Shi On.

Shi On hanya ingin tahu satu hal, setelah ibu pergi, kenapa ibu tidak mencoba kembali dan mencariku? Aku ingin tahu alasan sebenarnya.
Ibu tertegun.

Shi On kembali ke RS dan merenung di ruang loker dokter. Ia ingat alasan ibunya, aku ingin segera mencarimu, tapi kudengar ayahmu mengejarku. Jika aku muncul di depanmu atau Direktur, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku tahu, ibu tidak pantas melakukannya tapi janji Direktur untuk membesarkanmu dengan baik, membuat ibu tidak punya pilihan selain mempercayainya. Ibu minta maaf, Shi On.

Ibu Seung Yeon, pasien baru Shi On ingin mengganti dokter jaga. Ia tidak percaya dengan Shi On karena Shi On berbeda dengan yang lain. Yoon Seo dan yang lain berkata kalau Dr. Park adalah dokter residen yang luar biasa dan tidak perlu merasa cemas. Tapi ibu itu tetap berkeras.
Ia tidak peduli meskipun orang tua anak lain juga ikut membela Shi On.

Tiba-tiba Shi On muncul dan bersedia diganti. Dokter jaganya bisa diganti atas permintaan wali pasien. Dr. Cha, tolong penuhi keinginan ibu ini. Yoon Seo tertegun, tapi ia melakukan permintaan Shi On.


Yoon Seo bicara berdua dengan Shi On, ia tanya apa Shi On benar-benar tidak apa-apa.
Shi On tidak apa-apa, ia tahu orang-orang yang sudah dekat dengannya bisa mempercayainya tapi orang yang baru pertama bertemu dengannya tidak bisa seperti itu. Ia benar2 mengerti soal itu.
 

Shi On sudah tidak merasa sakit hati lagi dengan kenyataan kalau ia memang berbeda dengan yang lainnya. Jika Shi On kerja keras, ia yakin orang akan percaya kepadanya.
Yoon Seo tampak senang, itu maksudku.

Shi On : Tapi, ada satu hal yang melukai hati saya karena saya berbeda.
Yoon Seo ingin tahu, tapi Shi On tidak bisa menjelaskannya. Bukan apa-apa. Sama sekali bukan apa-apa. Shi On jalan pergi.

Yoon Seo merasa resah dan menemui Do Han, ia berkata Shi On tampak baik-baik saja, tapi ia cemas kalau Shi On akan terluka karena kejadian ini.
Do Han lebih santai menanggapinya dan berkata Shi On pasti baik-baik saja. Park Shi On sekarang lebih percaya diri, ia juga bisa mendapatkan pujian dan penerimaan dari orang lain. Dan lebih penting dari itu, kemampuan jenius Park Shi On yang luar biasa sudah tidak penting lagi.

Yoon Seo heran, tidak penting? Do Han membenarkan, ia sengaja melatih Shi On seperti itu. Hanya itu cara Park Shi On untuk bertahan. Dulu, Park Shi On hanyalah seorang jenius tapi sekarang ia lebih dari itu. Itulah mengapa, meskipun kemampuan jeniusnya tidak ada, ia masih bisa menjadi dokter biasa yang cukup bagus meskipun ia memiliki sedikit kekurangan.


Yoon Seo ingat, ini adalah pilihan kedua, yaitu dokter normal yang memiliki akal sehat. Do Han tertawa.

Shi On masuk ke kamar tidur dokter dan bertemu Il Kyu lagi. Shi On ingin mengambil buku, saya..saya benar2 tidak akan tidur.
Il Kyu geli, sudahlah. Kenapa aku tiba-tiba ingin makan makanan pedas? Hei, kau pulang dan ambilkan aku yukgaejang-mu (sup sapi pedas) itu.

Shi On : Sekarang?
Il Kyu : Ya. Sup itu..enak. Wkk
Shi On mengerti, ia bergegas pulang untuk mengambil yukgaejang untuk senior Woo Il Kyu.


Shi On pulang untuk mengambil sup. Lalu ia melihat tempat tidurnya dan tiba-tiba teringat saat Yoon Seo tidur disana di hari pertama ia pindah ke apartemen ini. Shi On ingat wajah Yoon Seo yang sedang tidur.

Yoon Seo pulang dan memikirkan Shi On. Ia jalan ke balkon dan tiba-tiba mendengar suara Shi On.

Shi On duduk di balkon, ia bicara sendiri sambil melihat bulan.

Shi On : Tadi, aku minta maaf karena tidak bisa mengatakannya padamu. Alasan mengapa aku merasa terluka karena berbeda dari orang lain.
Itu karena Dokter. Kondisiku yang berbeda dari orang lain, sekarang benar-benar tidak apa-apa. Hatiku tidak terluka karena itu, tapi kapanpun aku melihat dokter, aku merasa sedih. Kalau saja aku pria yang mengesankan, aku bisa membuatmu lebih bahagia. Aku bisa melakukan lebih banyak untukmu. Aku bisa menyanyikan banyak lagu indah untukmu.
Sekarang, meskipun aku merasa malu, aku akan menyanyikan lagu untukmu.

Shi On benar-benar menyanyi. Ia membayangkan kencan dengan Yoon Seo seperti pasangan kekasih biasa. Jalan-jalan, main basket sambil bercanda, piknik, merebahkan kepala di pangkuan Yoon Seo, berebut ice cream dan mencium Yoon Seo.

Jika aku adalah langit
Aku ingin memberi warna dalam wajahmu
Malam yang dipenuhi langit berwarna merah
Seperti matahari terbenam
Aku ingin mewarnai pipimu
Di dunia ini, tidak peduli apapun itu
Aku ingin menjadi apapun yang aku bisa untukmu
Seperti hari ini
Karena kita bersama
Kau tidak tahu betapa bahagianya aku
Apa kau tahu, kau, adalah orang yang kucintai
Hatiku merasa seperti itu.

Yoon Seo menangis terharu mendengarn
ya.
 

Shi On sepertinya lupa dengan sup sapi untuk Il Kyu dan Il Kyu juga pasti sudah ketiduran lagi wkkk.

Paginya, pengumuman tentang pertunjukan untuk anak-anak di RS Seongwon ditempel dan semua semangat membacanya. Hore..Peter Pan!

Kim Sun Joo mengumpulkan para dokter dan membacakan peran mereka. Yoon Seo tampak puas dengan perannya. Hong Gil Nam mengeluh karena jadi bajak laut no. 2
Sun Jo minta semua tidak mengeluh karena masalah kasting adalah haknya sebagai sutradara. Ia memberikan tokoh utama untuk Park Shi On.

Shi On yakin bisa melakukannya dengan baik. Saya akan tampil dengan sepenuh hati. Cie..
Mereka heran, lalu siapa pemeran Kapten Hook? (What? memangnya Johny Depp tidak ada? there is no pirate like him)

Sun Joo minta mereka menunggu, ia melirik ke Shi On, benar kan senior? Shi On mengangguk. Kapten Hook adalah kartu rahasia mereka.

Do Han menemui Joon Yeong dan tentu saja, Joon Yeong ingin melihat Do Han dalam sandiwara Peter Pan itu kkk. Kalau tidak, lebih baik Joon Yeong tidak akan melihatnya, ia memilih minum obat dan tidur saja. Boring sekali kan.
Do Han menghela nafas, ia tidak bisa menolak keinginan Joon Yeong. Tujuan penampilan ini untuk menghibur anak-anak. Anak sakit jika hati senang akan cepat sembuh kan. Do Han pasrah.


Kim Do Han akhirnya ikut berperan dalam drama Peter Pan. Ia berlutut di atas kursi dorong dan ditarik Gil Nam masuk ke medan "pertempuran." Wajah Do Han sama sekali tidak berekspresi saat berdialog dengan Peter Pan dan yang lainnya. Ini menggelikan.
Do Han mengatakan dialognya, Peter Pan, dasar brengsek..kurung buka, hunus pedang, .. Do Han membaca semuanya termasuk tanda bacanya.
Semua mengeluh, oh..ayolah, yang benar saja. Profesor! Anda benar2 tidak tahu apa-apa Profesor.

Do Han ngamuk, hei..aku tahu. Aku mencoba melakukannya dengan persis karena ini adalah latihan! Semua mengeluh, mereka merasa Do Han adalah kelemahan dalam drama ini.
Do Han kesal sekali, hei..apa kalian sudah berakting bagus sejak awal? Do Han protes, skripnya jelek. Semua merasa skenarionya bagus dan rapi.

Mereka memutuskan latihan sekali lagi. Lalu ada adegan dimana Shi On harus menarik tangan Yoon Seo. Shi On menggenggam erat tangan Yoon Seo dan menariknya sampai dekat sekali.
Yoon Seo jadi terkejut dan tiba-tiba ia tidak bisa konsentrasi. Blank semua. (Pasti seperti ini kalau para artis terkena cin-lok hehe..)

Setelah itu Yoon Seo menenangkan diri sambil menepuk dadanya, ada apa denganku?
Yoon Seo bertemu In Hae dan duduk dengannya. In Hae berkata kalau Dr. Park sangat terluka hatinya. Dia menderita lebih daripada anak-anak yang sakit di RS.

Flashback, Shi On mengaku pada In Hae kalau ia tidak pintar mengungkapkan perasaannya. Tapi akhir-akhir ini, ia merasa itu adalah hal yang baik. Karena ia tidak tahu bagaimana menunjukkannya pada Dokter (Yoon Seo)
Tapi sesekali, aku ingin menunjukkan perasaanku. Tapi saat aku mencobanya, aku tidak bisa melakukannya dengan baik. Kau tahu, aku berharap ada layar elektronik di hatiku.

In Hae : Sehingga layar itu bisa menunjukkan sinar terang, katanya.
Yoon Seo tertegun. Dasar bodoh.

Yoon Seo jalan sambil memikirkan kata-kata Shi on pada In Hae.  Ia masuk kantor dan bertemu Shi On.

Yoon Seo tanya apa Shi On tidak akan mengantarnya pulang. Shi On mengerti, ah saya bisa mengantar anda sampai pintu depan.
Yoon Seo : Tidak, antar aku sampai ke rumah.


Shi On mengantar Yoon Seo pulang, ia tampak gelisah dan tanya apa ada masalah. Yoon Seo membenarkan. Shi On ingin tahu masalah apa.
Yoon Seo menjawab, ada orang bodoh yang membuatku frustrasi. Shi On terkejut, ia ingin tahu siapa orangnya. Itu tidak benar, Yoon Seo harus selalu merasa nyaman (secara emosional).
Yoon Seo : Tapi aku tidak merasa seperti itu.

Yoon Seo berhenti dan tanya kenapa Shi On selalu pura-pura kalau ia tidak merasa sakit lalu menderita sendirian.
Shi On baru sadar, apa orang yang membuat dokter frustrasi itu, adalah saya?
Yoon Seo : Memangnya siapa lagi?

Shi On tampak bersalah, ia berusaha menjelaskan kalau ia mencoba tidak membuat Yoon Seo merasa tidak enak.

Yoon Seo menghela nafas, ia menunjuk dada Shi On. Jangan coba-coba memasang layar elektronik di hatimu dan langsung saja mengatakan apa yang ada di pikiranmu.

Shi On : Lalu, saya tidak akan bisa lagi...dengan anda..lagi..
Yoon Seo : Tidak bisa lagi apa? Tidak bisa bertemu denganku lagi? Itu tidak benar. Kau bisa menemuiku. Karena aku ingin bertemu denganmu...sama seperti yang kau inginkan.

Shi On tampak bengong. Yoon Seo kelihatan kesal, aku yakin kau tidak tahu siapa yang membuatku tertawa dan menangis akhir-akhir ini, ya kan? Kau tidak tahu siapa yang membuat hatiku sakit, ya kan?
Tentu saja kau tidak tahu.

Shi On tampak bersalah : Saya rasa itu karena saya. Sejak pertama datang disini, saya memiliki banyak kekurangan tapi dokter menganggap saya seperti adik sendiri. Saya rasa saya membuat dokter terlalu mencemaskan saya.

Yoon Seo : Ini bukan karena kau seperti adikku.
Shi On : Lalu kenapa?

Yoon Seo memegang tangan Shi On : Akhir-akhir ini, aku jadi..aneh. Maksudku...bukannya aku jadi aneh, tapi ..yah pokoknya..sedikit seperti itu. Jadi, aku tidak suka kalau kau dekat dengan wanita lain, atau kalau kau memintaku mengatur kencan buta untukmu. Itu membuatku tidak senang.

Yoon Seo mendekat, sekarang..aku..aku.. Yoon Seo tidak tahu mau bicara apa lagi, perlahan Yoon Seo memeluk Shi On.

Good Doctor [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17]

Notes :
Wuih..sori lama tidak update. Anakku UAS jadi emaknya juga ikutan UAS wkkk..susah banget cari kesempatan nonton drama. Kalau chit-chat di Bubblews tetap bisa jalan karena cuma sedikit nulisnya. Kalo drama kan buanyak :)

Membahas soal komersialisasi dokter dan RS memang tidak ada habisnya. Konflik RS ini melelahkan sekali. Tapi bagus juga ya RS Seongwon, mereka mau menolong pasien anak dengan harga miring. Karena didukung dana dari Yayasan dan ditutup oleh pendapatan dari bagian RS umum (terima pasien dewasa). Kalau dijadikan RS Anak dan komersil, maka biayanya jadi tinggi dan pasien yang kurang mampu tidak akan bisa ditolong. Heran juga, apa memang benar di Korsel cuma sedikit dokter bedah anaknya?


Tuo xie, Om Lo ^^
Aku jadi ingat Dokterku waktu masih kecil, kebetulan beliau masuk berita (keren wkk). Dr. Lo Siauw Ging. Aku kaget abis lihat Om Lo (gitu caraku memanggilnya sejak kecil. Gak pernah panggil dokter. Rumahnya dekat rumah Omaku) masuk TV dan tabloid online. Keren..masih sehat lagi. (http://news.detik.com/read/2013/11/30/054007/2428342/10/kisah-dokter-lo-dokter-gratis-dari-solo)

Dulu waktu masih kecil, kalau berobat ke Om Lo, mamiku selalu tanya, berapa Dok? Om Lo cuma jawab, berapa aja So (Enso, panggilan utk ajumma encim2 gitu wkkk) Ya wis..mamiku ngasih uang seadanya dia dan ajaibnya, aku sembuh lo. Obatnya juga ngga mahal. Keren emang Dokter satu ini.
Pantesan kalau pulang, mamiku selalu minta aku salaman ama Om Lo. Makasih Om Lo ^^ Soalnya biaya dan obatnya murah, ces-pleng lagi.

3 comments:

  1. Dokter bedahnya kurang, banyak dokter bedah plastik, sampe2 ada yang di bawa ke Goryeo diculik ma Choi Young... Oennie, i miss your writing. hiiikkkssss..

    ReplyDelete
  2. pa kabar mbak tirza? lama juga nih ga mampir ke blog mbak. maklum sekarang tempat kerja yg baru akses internetnya kurang hehehe....
    ternyata mbak tirza masih lanjut juga dengan Good Doctor sama Heirs. ada rencana buat sinopsis Empress Ki ga? yg main Ha Ji Won sama pemeran raja di film A Frozen Flower.

    @amellia amellia; wkwkwk.... bisa aja.

    ReplyDelete
  3. @ayuwiratni, iya nih aku gak maju2 dengan drakorku wkk..
    Aku rada bosen sebenarnya. Aku juga dah lihat Empress Ki, tapi gak niat buat recapnya. Panjang say.
    Kalau Heirs, aku memang janji mau menyelesaikannya, tapi ceritanya boring sekali menurutku dan aku susah payah nonton-nya hehe..mungkin dah ngga jamannya lagi kali ya untukku. Coba ya..Lee Min Ho main drama seri yang seperti MacGyver ..wkk kayanya seru.
    Kalau Good Doctor, aku memang suka dari hati ^^ jadi asyik nontonnya. Aku harus menumbuhkan lagi rasa tertarikku dengan drakor, sigh.

    ReplyDelete