Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Tuesday, September 3, 2013

Good Doctor episode 4

Tim Prof Kim Do Han berjuang menyelamatkan nyawa bayi prematur di ruang NICU. Kondisi bayi itu sangat lemah. Orang tua bayi hanya bisa berdoa dan berharap. Saat operasi hampir selesai, Shi On merasa ada yang salah di bagian bawah liver bayi itu.
Do Han memutuskan memeriksanya dan semua syok, ada kebocoran di saluran empedu, yang menjadi tumor empedu.

Yoon Seo ingin segera menyingkirkan tumor itu dengan prosedur cholangiojejunostomy. Shi On tidak setuju, itu akan menimbulkan infeksi, kau tidak bisa melakukan cholangiojejunostomy.
Yoon Seo berkata hanya itu pilihan satu-satunya.
Kim Do Han setuju dengan Park Shi On, dia benar. Saluran empedunya sangat tipis, dan panjang usus halusnya tidak cukup panjang untuk itu. Dan Do Han tidak memiliki alternatif lain. Shi On mengingatkan, mereka tidak boleh membiarkan bayi seperti ini terus, bayinya kelelahan.

Dr. Han Jin Wook tanya kenapa empedunya bisa tiba2 merembes keluar. Do Han menjelaskan, ada batu empedu kecil yang menghambat saluran dan tekanannya membuat empedunya keluar. Yoon Seo berkata mereka tidak bisa memberikan apapun untuk bayi ini karena kondisi perutnya masih sangat lemah. Itulah sebabnya terjadi batu empedu. Do Han berpikir keras.

Para direksi mulai resah. Chief Go dengan sinis berkata inilah sebabnya mereka tidak boleh membedah bayi prematur dengan kondisi yang separah ini.
Dr. Kim Jae Joon : Tidak banyak waktu lagi, kenapa mereka tidak melakukan apapun dan hanya diam saja?

Chief Go senang karena Do Han pasti akan dipermalukan. Tapi Kim Jae Joon menegurnya, apa yang anda katakan? Pasien itu bisa meninggal. Chief Go terdiam.
Kang Hyun Tae tanya apa ada alternatif lain. Kim Jae Joon menggeleng, tidak ada. Meskipun mereka mengangkat tumor empedunya dan menutupnya, itu tidak akan berhasil kalau mereka tidak mengatasi kebocorannya. Selain itu intestinal fistula (jalan keluar untuk feces) akan menyebabkan komplikasi besar.

Di dalam ruang NICU, kondisi vital bayi semakin menurun. Mereka kesulitan menahan selang intubasinya/selang untuk oksigen karena terlalu kecil. Suhu tubuhnya juga turun dibawah 36 derajat. Ini tidak baik.
Shi On mengamati bayi itu dengan tajam, ia bagaikan menembus perut bayi itu dan melihat sesuatu.

Shi On langsung berseru : D..drainage tube, penyerapan.

Yoon Seo tidak setuju, kalau mereka mengeringkan bagian itu, itu hanya akan mengeluarkan empedunya saja. Itu tidak akan berhasil!
Kim Do Han diluar dugaan setuju lagi dengan Shi On, ia akan melakukan drainase. Setelah jahitan pertama. Arahkan selang drainase di dekat saluran empedu dan kita akan menyelesaikan operasi ini. Do Han minta Il Kyu mengambil selang drainase yang paling kecil.

Yoon Seo masih mencoba berdebat, kalau kita melakukan ini, bisa menyebabkan infeksi. Do Han yakin, meskipun mereka tidak bisa menjahit kebocorannya, mereka masih bisa mengeringkannya dengan selang. Kita bisa mencegah peritonitis (peradangan pada peritoneum/jaringan tipis dalam bagian dalam perut).
Shi On melanjutkan, dan kita bisa menunggu penutupan kebocoran secara alamiah setelah operasi.
Do Han : Jahitan PDS 6-0 (jahitan dengan benang 6-0, benang yang sangat tipis. Semakin besar angka, semakin tipis benang)

Do Han menjelaskan, bagian yang kelihatannya seperti kesalahan dalam sonogram, adalah batu empedu kecil yang diakibatkan karena kebocoran pada saluran empedu. Itulah sebabnya ada sedikit kebocoran empedu disekitar daerah itu. Penilaian Park Shi On benar.
Yoon Seo : Saluran empedunya terlalu kecil, apa tidak akan menjadi semakin sempit setelah jahitan ini?
Do Han hanya akan membuat beberapa jahitan saja agar tidak mempersulit kesembuhan alamiah.

Il Kyu masuk membawa selang drainase paling kecil. Do Han segera menyelesaikan proses drainase dan operasi selesai.
Kang Hyun Tae melonggarkan dasinya karena tegang, fiuh..ini bukan operasi yang sederhana. Direktur, apa operasinya berhasil?

Direktur Choi : Ya, saya rasa berhasil.
Kim Jae Joon sepertinya tampak sedikit lega, tapi Chief Go justru kelihatan semakin kesal. Ini orang hanya memikirkan politik RS tanpa mempedulikan keselamatan pasien. Dokter seperti ini harusnya musnah dari dunia.

Kim Do Han keluar, ia berterima kasih pada Direktur Choi karena mengijinkannya melakukan operasi diluar ruang Operasi. Do Han membungkuk pada gurunya. Direktur Choi berterima kasih karena bisa melihat operasi yang luar biasa. Choi menepuk bahu Do Han. Kang Hyun Tae juga membungkuk pada Do Han. Sementara dua dokter menyebalkan itu hanya jalan pergi tanpa mengatakan apapun.
Do Han menoleh ke dalam NICU. Yoon Seo dan Shi On masih terus memonitor bayi prematur itu. Do Han menghela nafas.
Do Han dan Yoon Seo menemui orang tua bayi. Ibu bayi mengucapkan terima kasih meskipun belum tahu hasilnya, terima kasih dokter karena tidak menyerah sampai akhir.

Do Han berkata masih ada beberapa faktor yang menimbulkan resiko, jadi mereka tetap harus memantau kondisi bayi. Jika sang bayi tetap kuat maka semuanya akan bisa diselesaikan bersama waktu. Orang tua bayi menangis lega, terima kasih dokter, terima kasih banyak.

Yoon Seo : Kami yang harus berterima kasih pada bayi itu karena dia tetap bertahan dengan kuatnya. Jangan cemas, saya rasa ibu bayi belum mendapat perawatan pasca kelahiran yang baik. Anda harus istirahat.

Chief Go mendekat dan berterima kasih untuk usaha Dr. Kim. Lalu mengingatkan Do Han untuk menghadap komite RS bersama Dr. Park Shi On.

Do Han dan Shi On jalan ke ruang meeting. Do Han minta Shi On pergi, ia yang akan menanggung semuanya. Shi On menolak, saya harus pergi dan menerima hukuman.
Do Han : Kubilang pergi. Cepat pergi.

Shi On jalan pergi. Tapi baru beberapa langkah, ia berbalik dan mengikuti Do Han lagi. Do Han berbalik, kubilang pergi! hehe
Shi On terpaksa pergi. Do Han hanya menghela nafas.

Kang Hyun Tae memutuskan untuk mengurangi hukuman Kim Do Han. Kim Jae Joon dan Chief Go terkejut. Kang Hyun Tae memiliki alasannya sendiri, kalau keberhasilan operasi ini diketahui publik, maka akan banyak sekali pasien yang datang untuk konsultasi dan jika Dr. Kim Do Han harus di-skors sebulan, itu adalah kerugian yang sangat besar.
Kim Jae Joon ngotot, meskipun demikian, yang harus dihukum tetap harus dihukum.

Kang Hyun Tae tidak setuju karena itu berhubungan langsung dengan keuntungan RS. Dan Park Shi On, sebaiknya kita biarkan saja.
Chief Go langsung melotot, bagaimana kita bisa melepasnya begitu saja, padahal dia yang membuat masalah ini? Kang Hyun Tae menekannya, Shi On hanya mengikuti perintah Prof. Kim Do Han.

Kim Do Han datang sendiri. Chief Go langsung tanya dimana Park Shi On. Do Han berkata dia yang akan bertanggung jawab untuk semuanya. Jika Shi On harus dihukum, Do Han yang akan menyampaikan pada Shi On. Silahkan lanjutkan, Direktur.

Direktur Choi yang sejak tadi hanya diam, akhirnya mengatakan hukuman Kim Do Han, meskipun pembedahannya sukses, tapi Prof Kim Do Han sudah melanggar aturan intern RS dan ini tidak bisa dibiarkan. Jadi Prof Kim Do Han, anda diskors satu minggu dan potong gaji sebulan. Skorsing akan dimulai setelah semua perawatan untuk para pasien minggu ini selesai. Skorsing akan dimulai Hari Senin, minggu depan.
Kim Do Han setuju tanpa membantah. Dan Dr. Park Shi On hanya akan diminta membuat laporan.

Dr. Hong menemui rekan2nya dan mengatakan hukuman yang diterima Prof Kim Do Han.
Semua merasa ini tidak adil. Ini bukan malpraktek melainkan justru operasi yang berhasil dengan sukses, kenapa Prof harus dihukum? Ini tidak adil.
Il Kyu tanya tentang Park Shi On. Dr. Hong berkata, Park Shi On tidak dihukum, hanya diharuskan membuat laporan, itu saja. Il Kyu tampak kesal.

Park Shi On masuk ke ruangan staf. Il Kyu tidak bisa menahan marah dan melempar Shi On ke lantai. Dasar brengsek. Bagaimana kau bisa muncul di depan kami?

Dr. Han Jin Wook marah, apa yang kau lakukan di depan para senior? Il Kyu membela diri, apa anda tidak kesal senior, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk semua ini?
Dr. Hong setuju, apa salah Profesor sampai harus mendapat hukuman itu? (wkkk..Abe berani melawan Lee Kang To)

Il Kyu kesal karena Shi On sama sekali tidak berkata "aku minta maaf" "Aku membuat kesalahan besar" atau semacamnya. Shi on berdiri. Il Kyu masih mengejeknya, kau tidak bisa mengatakan itu karena kemampuan kognitifmu hanya sekitar tingkat anak SD, benar kan?
(Dokter normal dengan IPK dan skill medis dibawah rata2, seharusnya malu dan belajar lebih keras lagi. Dia iri karena tidak mampu.)

Dr. Han : Il kyu, jaga lidahmu!
Il Kyu : Kalian juga tahu, kalau orang ini tidak akan mendengar kecuali kita berkata keras kepadanya.
Yoon Seo membentak mereka, diam semua! kalau Profesor datang, kalian harus bersikap normal. Jika kalian keterlaluan, mati kalian.

Yoon Seo menarik tangan Shi On keluar dari situ (so cute). Yoon Seo menjelaskan, selama tugas residensi, seorang dokter bisa saja tanpa sengaja membuat kesalahan. Aku juga melakukannya.
Masalahnya bukan kesalahan itu, melainkan sikap kita, itu yang penting. Kau benar-benar..tidak merasa bersalah?

Shi on menjawab tanpa melihat ke arah Yoon Seo : Sekarang bayinya bisa hidup. Ini sungguh melegakan..

Yoon Seo mulai marah, aku tidak membicarakan soal bayi tapi tentang dirimu dan tim kita! Nanti, kalau kau terus bersikap seperti ini..tidak peduli insiden apa yang kau buat, aku tidak akan bisa melindungimu lagi! Aku merasa percuma melindungi anggota staf yang tidak mengerti kerjasama dalam tim.
Shi On tidak bereaksi. Yoon Seo kesal dan pergi.

Yoon Seo menemui Kim Do Han. Do Han minta Yoon Seo tidak tanya apa dia baik2 saja. Yoon Seo mengerti, ia mengaku sudah beberapa kali salah melakukan penilaian medis. Operasi bayi prematur hari ini, kesalahannya melihat batu empedu dan mengira itu hanya kesalahan sonogram, lalu dalam kasus Seong Woo juga. Tapi Park Shi On akurat dalam semuanya.
Seperti yang anda katakan Profesor, soal keahlian medis Park Shi On memang 3 sampai 4 langkah di depan saya. Saya mengakuinya.

Do Han geli, apa sebenarnya yang ingin kau katakan?
Yoon Seo : Bukan karena saya iri atau merasa minder, tapi saya sedikit bingung. Jika kita melihat keahliannya saja, kita harus mempertahankannya di bagian bedah anak, tapi masalah lain, saya tidak bisa memberi penilaian diluar itu.
Do Han menjawab dengan pertanyaan : Ada dua pilihan, pertama, dokter berbakat luar biasa tanpa nalar. Kedua, seorang dokter biasa dengan nalar. Mana yang akan kau pilih?

Yoon Seo terdiam. Do Han berkata, seorang jenius dengan kekurangan yang menjadi pahlawan hanya ada dalam cerita komik. Daripada pahlawan komik, aku lebih menginginkan partner yang bisa kuajak berkomunikasi. Jika itu demi kebaikan pasien.
Yoon Seo tanya apa keputusan mempertahankan Park Shi Oh hanya karena Direktur? Do Han tidak menjawab, ia minta Yoon Seo pergi kalau sudah selesai bicara.

Chae Kyung menemui Kang Hyun Tae dan mempertanyakan keputusan para atasan, akhirnya hanya seperti ini. Kang Hyun Tae minta maaf, akan selalu seperti ini dalam lingkungan organisasional. Ia berharap Chae Kyung mengerti.

Chae Kyung : Apa Park Shi On saja tidak cukup? Saya rasa hanya Direktur dan Park Shi on yang berdiri berlawanan.
Tapi, saya menyadari kalau Prof Kim Do Han juga terjepit di tengah-tengah.

Kang Hyun Tae : Sepertinya anda salah paham.
Chae Kyung menegaskan, ia tidak akan diam saja jika Prof Kim Do Han menjadi korban dalam pertempuran konyol ini.
Kang Hyun Tae menenangkan Chae Kyung, selama saya ada di posisi ini, saya tidak akan membiarkan siapapun menjadi korban.

Shi On jalan ke satu tempat membawa kotak kue dan minuman.

Dr. Han memeriksa In Hae. Ada kakak In Hae disitu. In Hae sadar kalau Jin Wook naksir kakaknya, jadi In Hae mengajak Perawat Jo keluar, ada yang harus kubahas dengan Perawat Jo.
Tinggallah Dr. Han dan Na In Young berdua saja, wkkk..Jin Wook tampak salah tingkah. Jin Wook komen, In Young tampak semakin kurus.

In Young berkata ini karena beban pekerjaannya. Jin Wook minta In Young menjaga kesehatan, kalau merasa tidak sehat, In Young bisa mengatakannya pada Jin Wook.
In Young tampak kikuk, tidak apa-apa. Keduanya diam lagi. Wkk

In Hae memukul perawat Jo, kau ini benar2 tidak sensitif. Perawat Jo baru sadar, oh Dr. Han..lalu ia nyengir, pantas saja, mata Dr. Han berubah saat melihat kakakmu.
In Hae merasa perawat Jo tidak mengerti soal itu, karena saat masih di kampus, pasti tidak ada yang menjodohkan perawat Jo dengan seseorang. Jo berkata ia ini sangat populer dulu. Aku sering kencan.

In Hae tidak percaya. Dr. Cha dan Chief Nam datang. Chief Nam tidak percaya, ya benar. Seorang pria yang sama sekali tidak pernah pulang meskipun hari libur dan terus berada di RS, bisa pergi kencan apa?
Yoon Seo tanya apa ada yang disukai Perawat Jo di RS ini.

Chief Nam : Kalau ia menyukai seseorang, lalu kenapa? Siapa yang menyukai monster?
Chief Nam masih marah dengan pemberontakan Perawat Jo. Jo kesal sekali, saat muda, aku ini dikenal dengan sebutan Jo-gak (patung, karena begitu tampan. wkk)

Seorang perawat memanggil Yoon Seo ke kamar Seo Joon. Yoon Seo bergegas kesana. Yoon Seo melihat Shi On di dalam kamar itu, ia kena marah ibu Seo Joon dan ada kue yang berantakan di lantai.
Yoon Seo mencoba tanya apa yang terjadi. Ibu Seo Joon marah, dokter ini membawa makanan seperti ini untuk Seo Joon, padahal anak ini tidak boleh makan makanan yang mengandung tepung terigu.

Shi On : Ini bukan tepung terigu, tapi tepung beras, coklat dan gula. Seo Joon tidak apa-apa makan gula..
Ibu Seo Joon masih marah, meskipun begitu, bagaimana kau bisa memberinya makanan seperti itu?  Bukankah kau sebagai dokter seharusnya memiliki nalar atau apa?

Shi On masih berkeras, Seo Joon tidak apa-apa memakan itu. Baginya, mengkonsumsi karbohidrat dan gula...
Yoon Seo tidak tahan dan minta Shi On diam. Cukup. Pergilah, Dr. Park. Shi On keluar. Yoon Seo minta maaf pada Ibu Seo Joon dan memastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.

Shi On menjelaskan secara teknis kondisi dan kebutuhan makanan Seo Joon. Jika Seo Joon tidak mengkonsumsi makanan dan cairan, aktivitas otaknya akan menjadi tidak stabil dan akan menimbulkan stres serta kesulitan tidur.

Yoon Seo menghela nafas, jadi karena kau merasa cemas dengan kondisi Seo Joon, itu sebabnya kau membawa makanan itu?

Shi On : Agar Seo Joon bisa beraktivitas dan tidur dengan nyenyak..
Yoon Seo memotongnya, aku mengerti. Aku akan menganggapnya sebagai hal yang baik, tapi aku juga ingin memperingatkanmu, jangan sembarangan mengubah diet pasien sesukamu sendiri.
Shi On mengangguk, ya. Yoon Seo pergi, wajahnya kelihatan kesal.

Lee Hyuk Pil marah2 karena mendengar tindakan Kang Hyun Tae. Ia minta Chief Go melakukan sesuatu, kalau direktur Choi dan Presdir Lee tidak ditendang keluar, bagaimana ia bisa jadi Presdir? Lee ingin Chief Go merencanakan sesuatu diluar sepengetahuan Asisten Direktur.
Chief Go terkejut, bagaimana saya bisa? Lee Hyuk Pil minta Chief Go menggunakan kepalanya, apa kepalamu itu cuma hiasan saja?

Woo Il Kyu dan Hong melihat Shi On belajar di perpustakaan. Il Kyu mengejeknya, apa kau benar2 bisa mengingat semuanya? Shi On mengiyakan dengan polos. Il Kyu memukul kepala Shi On dengan buku. Dr. Hong menahannya, jangan memukul kepalanya.
Il Kyu : Lepaskan aku, aku tidak akan memukulnya.
Il Kyu meminta Shi On ikut acara reality show atau apa, acara yang menunjukkan kalau kau hafal sesuatu, "Park Shi On, Raja mengingat" atau semacamnya. Itu cocok untukmu. Hong menarik Il Kyu pergi, sudahlah jangan mengganggunya.
Shi On sama sekali tidak terpengaruh dengan mereka dan terus menghafal.

Do Han makan malam bersama Chae Kyung. Chae Kyung ingin Do Han menganggap hukuman skorsingnya sebagai waktu istirahat dan mengajak Do Han wisata ke pulau Ahnmyeon. Tidak akan ada yang bisa protes kalau Chae Kyung berkata akan istirahat. Do Han tersenyum, ia setuju.
Chae Kyung minta Do Han keluar saja dari bagian anak dan kembali ke bedah pankreas. Do Han bisa menjadi Kepala bagian itu dan menendang Chief Kim dari sana. Chae Kyung akan mengurusnya, aku yakin Presdir Lee bisa melakukan itu untukmu. Chae Kyung mengaku, ia tidak ingin Do Han terjebak diantara Direktur Choi dan Park Shi On.
Kau tidak perlu berada dalam permainan politik ini.

Do Han berhenti makan sebentar lalu berkata ia bukan politisi tapi dokter bedah. Jangan mencemaskan hal-hal yang tidak perlu.

Chae Kyung : Oppa, kau adalah tunanganku, bagaimana aku bisa tidak mencemaskanmu?

Do Han minta Chae Kyung tidak mengatur soal pekerjaannya lagi, aku tidak berniat meninggalkan bagian bedah anak. Chae Kyung ingin tahu alasannya, apa karena Direktur?
Do Han : Tidak.
Chae Kyung : Lalu mengapa?
Do Han menghentikan percakapan mereka. Chae Kyung mendesaknya, karena Do Han tidak pernah mengatakan alasan kenapa selalu ingin berada di bagian bedah anak.

Do Han meletakkan peralatan makannya. Kalau kau sudah selesai makan, kita pergi saja. Aku sedikit lelah hari ini. (Pasangan ini, apa bisa bertahan?)

Shi On makan kimbap sambil menonton TV. Setelah itu ia mencoba tidur sambil menghitung capung/jamjari.
Do Han bicara di telp dengan ibunya. Ibu tanya apa Do Han pergi ke rumah abu Su Han? Ibu kesana dan melihat bunga disana. Do Han menyangkalnya, tidak.
Ibu mengira Do Han pergi mengunjungi Su Han. Baiklah, makan yang benar dan kalau ada waktu pulanglah ke rumah. Do Han mengiyakan.

Paginya, Yoon Seo berangkat ke RS dan bertemu Shi On di depan apartemen. Keduanya saling memberi salam dengan kaku. Keduanya berangkat dengan bis. Yoon Seo melihat Shi On melukis sesuatu.
Tapi saat Yoon Seo menoleh, Shi On bergeser, ia melihat Yoon Seo dengan sedikit takut.

Do Han dan Yoon Seo selesai melakukan pembedahan. Yoon Seo komen, sepertinya Do Han tidak begitu sehat, anda jangan pingsan, nanti siapa yang akan membedah para pasien?
Do Han : Apa kau ingin aku terus bekerja? Kau seharusnya mulai membedah mereka.

Yoon Seo langsung bersemangat, apa saya sudah boleh melakukannya? Do Han berkata, ia sudah mulai membedah di tahun pertamanya, sedangkan Yoon Seo sudah masuk tahun ke-2. Yoon Seo langsung minta tugas, pilihkan sebuah kasus dan perintahkan saya melakukannya.
Do Han : Kalau ada kasus esophageal atresia (gangguan sistem pencernaan karena esofagus anak tidak berkembang dengan baik.) Kau boleh mengambil alih pembedahan.
Yoon Seo senang sekali, baik. Saya mengerti. Wajahnya berbinar-binar. Do Han tersenyum geli.

Shi On melihat beberapa anak lari ke satu tempat. Shi On tampak ingin tahu.

Yoon Seo mengecek kondisi Seo Joon dan senang karena sudah semakin membaik. Tapi Seo Joon belum bisa pulang sampai sekitar 4 hari lagi. Seo Joon kecewa. Yoon Seo menggodanya, bukankah kau senang kalau bisa bertemu dokter cantik ini lebih lama lagi? Seo Joon cemberut, dokter selalu memuji diri sendiri.
Para ibu masuk ke kamar Seo Joon, mereka ingin bicara dengan Yoon Seo. Yoon Seo tampak sedikit cemas, ada apa lagi ini.

Shi On mengikuti anak-anak itu ke gudang RS. Mereka sedang membuka macam-macam snack. Apa yang kalian lakukan disini?
Anak2 terkejut, lalu minta Shi On merahasiakan ini dari ibu mereka. Sudah lama sekali mereka tidak makan snack. Shi On setuju, tapi ia minta diijinkan main bersama mereka. Anak2 mengajukan syarat untuk Shi On. (ini kecil2 kejam amat)

Shi On tertegun, ia ingat kata2 anak lelaki yang minta syarat diambilkan sekrup dalam tambang, yang akhirnya membuatnya serta kakaknya terkurung dalam tambang. Ingatan itu membuat Shi On pusing dan tanpa sadar ia menjatuhkan barang-barang di dalam gudang, padahal banyak bahan kimia, botol-botol ada di gudang itu. Anak2 mulai panik ketakutan.

Para ibu ingin pindah dokter, mereka ketakutan setelah kasus Seo Joon kemarin. Bagaimana kalau Dr. Park salah membuat resep atau memasang infus?
Yoon Seo menenangkan mereka, itu tidak akan terjadi.

Belum selesai bicara, terdengar suara tangis dari arah gudang. Yoon Seo dan para ibu terkejut, mereka segera lari kesana.

Apa yang dilihat Yoon Seo adalah kekacauan besar. Anak-anak menangis dengan kaki terluka dan berdarah karena pecahan kaca. Shi On berdiri dengan kaku di dekat rak. Ibu2 panik, Seng Jin! Ye Eun!

Yoon Seo bingung melihat mereka, apa yang terjadi? kenapa kalian menangis? Kenapa bisa berdarah?

Ye Eun menunjuk Shi On, dokter itu yang melakukannya. Dia menjatuhkan barang2 dari rak. Ibunya tanya kenapa Shi On melakukan itu. Anak lain menjawab, karena kami tidak mau main dengannya.
Perawat Jo dan yang lain menggelengkan kepala, apa? Para ibu marah sekali, dokter! Apa yang kau lakukan?
Shi On bingung, tidak..tidak seperti itu. Para ibu histeris, aku tahu..aku tahu pasti akan terjadi hal seperti ini. Aku tahu dia pasti akan menimbulkan masalah!

Yoon Seo minta maaf lalu menyuruh para perawat memindahkan anak-anak ke ruang perawatan.
Yoon Seo pusing sekali. Yoon Seo melotot marah pada Shi On.

Yoon Seo membanting buku2 kedokteran di depan Shi On, apa gunanya kau bisa mengingat semuanya ini? Apa bagusnya keahlianmu itu? Kalau tidak ada seorangpun yang ingin kau menjadi dokternya!
Shi On : Tapi..tapi saya harus menjadi dokter.

Yoon Seo mendekat, apa yang kau inginkan sebagai dokter? Apa kau pikir semuanya akan baik-baik saja kalau kau menyelesaikan pembedahan dengan sukses? Aku merasa marah dan muak karena dikecewakan olehmu setiap hari, Park Shi On.
Yoon Seo teriak, Aku tahu aku tidak seharusnya marah, tapi aku tidak bisa!

Yoon Seo menyalurkan kekesalannya pada mesin minuman. Ia memukul mesin itu berkali-kali tapi minumannya tidak juga keluar. Sampai akhirnya ada seorang anak mengulurkan minuman untuk Yoon Seo, membuat kemarahannya sirna.

Chief Go jelas ingin memanfaatkan insiden ini untuk menendang Park Shi On dan Direktur Choi, tapi Kang Hyun Tae berkata kejadian itu murni kecelakaan. Chief Go tersinggung dan menemui para ibu.

Chief Go berkata tidak bisa melakukan apapun dengan insiden ini, tapi kalau mereka ingin membawa masalah ini ke Yayasan, mereka bisa mulai mengumpulkan tanda tangan.
Para ibu merasa itu ide yang bagus, kita bisa melakukannya.

Kang Hyun Tae juga mendengar soal gerakan Chief Go dari seseorang, ia mengerti dan minta orang itu mengontaknya jika ada masalah.

Na In Hae bicara dengan anak2 yang terluka, jadi Dr.Park sengaja melakukannya? Mereka menggeleng, sengaja? kurasa tidak. Dia menjatuhkan barang-barang tanpa sengaja. In Hae heran, lalu waktu itu kenapa kalian berkata kalau itu perbuatan Dr. Park?
Anak-anak mengaku takut kena marah ibu mereka kalau cerita yang sebenarnya. In Hae berkata bahwa Dr. Park hanya ingin dekat saja dengan mereka. Anak-anak tidak mau, mereka merasa Dr. Park itu aneh. In Hae kesal sekali.

Chief Go minta Do Han memindahkan semua pasien yang ditangani Dr. Park Shi On. Do Han tidak setuju, ini akan menambah beban dokter lain. Chief Go berkata ini bukan keinginannya tapi keinginan wali pasien, jika dia terus seperti itu, ia bisa membunuh pasien.

Yoon Seo merasa Chief Go berlebihan, ia juga melihat bahwa Dr. Park tidak sengaja melukai anak-anak itu. Chief Go berkeras, pada akhirnya, anak-anak itu tetap terluka. Si brengsek itu, sejak awal kita seharusnya tidak menerimanya.

Chief Go pergi. Yoon Seo kesal, orang itu keterlaluan. Do Han minta Yoon Seo melakukan saja perintah Chief Go, pindahkan semua pasien Park Shi On.

Pasien anak Ye eun merasa perutnya sakit. Ibu Ye eun bingung. Na In Hae berinisiatif menarik Park Shi On untuk memeriksa Ye Eun. Tapi Ibu Ye eun langsung menolaknya, jangan mendekat. Apa kau ingin melukai anakku lagi?
In Hae minta Ibu Ye Eun tidak seperti itu, tapi Ibu Ye Eun tidak mau tahu dan mengusir Shi On. Jangan mendekati anak-anak kami lagi.

Shi On membungkuk dan terpaksa jalan keluar dengan wajah sedih. In Hae juga terlihat sedih.

Do Han akan liburan (kena skors wkk) satu minggu dan minta semuanya kerja keras, segera panggil aku jika ada keadaan darurat. Yoon Seo berkata akan melakukan semuanya sendiri dan minta Do Han tidak cemas.
Do Han justru merasa cemas kalau mereka bekerja sendiri, kalian harus mendengar Dr. Cha. Semua mengerti. Do Han minta Yoon Seo menemui keluarga bayi prematur itu.

Do Han keluar dan bertemu Shi On. Do Han minta Shi On tidak melakukan apapun kecuali, makan, tidur dan bernafas selama ia tidak ada di RS ini. Ya, kau tidak ingin orang-orang menderita kan?
Shi On : Tidak. Saya tidak menyukainya, saya benar-benar tidak menyukainya.
Do Han : Kalau begitu pikirkan baik-baik, jika kau melakukan sesuatu sesukamu, maka kau akan membuat rekan-rekanmu terluka dan menderita.
Do Han pergi. Shi On diam saja. Kasihan sekali dia.

Shi On duduk di taman RS sambil melihat para dokter main basket. Bolanya terlempar ke dekat kaki Shi On. Seorang dokter mendekat, apa kau dari bagian anak? Shi On membenarkan. Dokter itu mengajak Shi On main basket, kami dari bagian NS=Neurosurgery/Bedah syaraf.

Shi On ikut main basket, tapi ia hanya berdiri saja dan lambat merespon bola. Tiba-tiba Shi On mendapatkan bola. Shi On melompat untuk melempar bola. Bolanya melambung tinggi...lalu jatuh. (Padahal kukira bakalan masuk hehe..soalnya keren gayanya.) Para dokter hanya menghela nafas.

Yoon Seo menemui orang tua bayi prematur dan tanya kondisi mereka. Ibu bayi berterima kasih pada Yoon Seo. Yoon Seo berkata bayi mereka masih lemah tapi dia tidak apa-apa.

Yoon Seo melihat lukisan diatas tempat tidur ibu bayi. Ia heran, siapa yang melukis itu, lukisannya bagus sekali. Ada lukisan ibu dan anak yang sangat bagus. Ayah bayi berkata, itu pemberian Dr. Park Shi On. Yoon Seo tertegun.

Lalu terdengar suara Shi On : Aku memberinya nama. Dong, artinya bergerak dan Soo yang berarti tangan. Agar ia bisa menggerakkan tangannya dengan baik. Dong Soo, akan tumbuh besar seperti kakakku. Dia akan pintar main basket, voli, dan baseball.  
Shi On membuat gambar itu saat di bis.
Orang tua bayi berkata akan menamakan putra mereka Dong Soo, Lee Dong Soo. Karena nama itu adalah pemberian dari penyelamatnya, anak itu pasti akan panjang umur. Yoon Seo tersenyum.

Yoon Seo menjenguk Dong Soo, ia terharu melihat bayi itu. Bayi prematur itu menggenggam jari Yoon Seo.
Yoon Seo menangis, bagus..jangan keras-keras, nanti kau akan kehabisan energi.

Seo Joon tidak mau makan dan susah tidur. Shi On pergi ke kamar Seo Joon. Para perawat merasa cemas, tapi Yoon Seo membiarkan Shi On pergi.

Seo Joon awalnya galak pada Shi On, tapi Shi On tidak peduli, ia langsung duduk dan tanya apa Seo Joon tidak bisa tidur.  Seo Joon membenarkan, padahal ia sudah menghitung domba.
Shi On tanya apa Seo Joon bisa bahasa Inggris. Seo Joon adalah yang terbaik di kelasnya. Shi On tanya apa bahasa Inggris untuk domba.
Seo Joon : Sheep.
Shi On menjelaskan, orang barat menggunakan kata domba agar cepat tidur karena kata domba dan tidur mirip dalam bahasa Inggris, sheep dan sleep. Sedangkan dalam bahasa Korea, domba adalah yang sementara tidur adalah jahm. Jadi kau harus mencari hewan dengan kata jahm.
Seo Joon berpikir. Lalu Shi On berkata, jamjari atau capung. Seo Joon mengerti, benar! jamjari. Akhirnya Seo Joon menghitung, jamjari sampai tertidur.

Yoon Seo mengamati keduanya dari luar, ia tersenyum.

Kang Hyun Tae menerima telp dari orang misterius yang ia panggil Presdir. Hyun Tae bergegas pergi menemui orang itu.

In Young datang mengurus baju-baju In Hae. In Hae tanya sebenarnya kakaknya kerja part-time dimana malam-malam seperti ini. In Young sedikit gugup dan berkata ia kerja di toko. In Young minta In Hae konsentrasi dengan pengobatannya saja. In Young pergi.
In Hae segera sms Dr. Han Jin Wook wkk

Jin Wook membaca pesan In Hae dan segera mencari In Young. Dr. Han memberanikan diri untuk mengajak In Young nonton pertunjukan musikal. Tapi In Young merasa kikuk sebagai wali pasien dan menolak tawaran Dr. Han. 

Perawat Jo dan In Hae hanya menghela nafas melihat kegagalan Dr. Han. Dia keren tapi bodoh. wkk
In Hae heran, apa semua dokter seperti itu? kenapa dia tidak punya keahlian? (khususnya soal mendapatkan cewek haha) In Hae geleng kepala, ia masih tidak bisa mendapatkannya padahal sudah dikasih kesempatan.

Kang Hyun Tae pergi ke lapangan baseball. Disana sudah ada seorang pria setengah baya yang asyik menonton latihan baseball. Kang Hyun Tae bersikap hormat tapi tetap santai, anda seharusnya istirahat, tapi kenapa anda meminta saya datang kesini?
Pria itu berkata ia merasa sehat kalau melihat orang-orang sehat, benar kan? Hyun Tae membenarkan. Pria itu tanya, berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan Hyun Tae.

Kang Hyun Tae mulai tampak serius dan janji akan menyelesaikannya dalam 3 bulan. Pria itu menyindir Hyun Tae, biasanya kau cepat sekali, kali ini pasti sedikit berbeda ya kan? Hyun Tae minta maaf tapi pria itu mengerti, pasti ada alasannya.
Hyun Tae : Tapi kenapa anda tiba-tiba datang ke Korea?

Pria itu (Pak Hong!- Coffee Prince) menoleh lalu tertawa, aku datang untuk melihat wajahmu! Pria itu berkata, bahkan seekor angsa yang bisa menghasilkan telur emas, tidak akan bertelur kalau tidak diberi makan. Pastikan saja mereka tidak mati kelaparan. Tapi juga jangan terlalu banyak memberi mereka makan.
Kang Hyun Tae mengerti. Saya akan mengingatnya. Pria itu mengamati latihan baseball sambil bersiul. (Siapa orang ini, kelihatannya sakit2an, tapi masih kemaruk ingin menguasai RS Seongwon sepertinya.)

Chae Kyung memenuhi undangan makan dari Direktur Choi dan ada ibu tirinya juga. Ia tersenyum ramah pada Direktur tapi tetap dingin pada Presdir Lee.
Direktur Choi komen, sekarang sulit sekali bertemu Chae Kyung meskipun sama-sama tinggal di Korea. Chae Kyung berkata bagiannya adalah bagian yang sibuk.

Direktur Choi : Sekarang kau jarang berkunjung ke kantorku.
Ibu tirinya komen, dulu Chae Kyung sering berkunjung ke kantor Direktur Choi untuk tanya ini itu. Chae Kyung memotongnya dengan dingin, itu saat Presdir Lee menjadi istri ayah saya. Presdir Lee terdiam, situasinya jadi kaku. Presdir minta mereka makan saja.

Chae Kyung tidak bisa makan, ia tidak tenang melihat mereka santai-santai saja. Do Han oppa kena skors karena Dr. Park Shi On sementara Asisten Direktur dan Managing Direktur Lee ingin sekali menurunkan kalian, tapi kalian berdua terlihat santai saja.

Presdir Lee minta Chae Kyung tidak perlu memikirkan itu, mereka yang akan mengurusnya. Tapi Chae Kyung tidak bisa, RS dan Yayasan ini adalah hasil jerih payah, keringat dan darah ayahnya. Presdir Lee tersinggung, apa kau harus mengatakan itu?
Chae Kyung : Ya, hanya dengan begitu anda akan lebih serius memikirkan masalah ini.

Direktur Choi berusaha mendinginkan situasi, benar..ini semua adalah kesalahanku. Aku akan memastikan kau tidak perlu mencemaskan itu. Ayo sekarang makan dulu. Chae Kyung mengerti, ia sudah mengatakan apa yang ingin ia katakan dan sekarang ia mau makan.

Do Han pergi ke bioskop untuk menonton film humor, tapi ia sama sekali tidak bisa ketawa.

Park Shi On membersihkan kukunya sebelum tidur, ia ingat kata2 kakaknya, bahwa kuku Shi On mirip bulan sabit. Shi On keluar melihat bulan, ia mengulurkan jempol sambil memicingkan mata untuk menyamakan bentuk bulan dengan kukunya.

Yoon Seo mengerjakan tesisnya lalu mengamati foto2 dan surat ucapan terima kasih dari pasien2nya. Ia tersenyum. Yoon Seo mengambil boneka rekaman, lalu menirukan gaya bicara Shi On : Kita harus segera melakukan operasi!
Yoon Seo menghela nafas, orang seperti apa sebenarnya kau ini, Park Shi On?

Yoon Seo tidak bisa tidur, akhirnya ia mencoba metode Shi On untuk menghitung jamjari. Satu jamjari, dua jamjari..Yoon Seo merasa geli sendiri, tapi lama-lama ia tertidur.

Ada sebuah kasus darurat, seorang anak perempuan sakit parah. Kedua orang tuanya tampak panik dan pergi dari satu RS ke RS lain, tapi mereka menolak merawat anak itu karena mereka tidak memiliki bagian anak karena ini adalah kasus intususepsi.

Do Han dan Chae Kyung pergi liburan bersama. Chae Kyung tentu saja semangat dan gembira tapi jelas kelihatan Do Han sama sekali tidak bisa melepaskan pikirannya dari RS. Meskipun keduanya sudah ada di villa, tetap saja Do Han sibuk mengecek ponselnya, siapa tahu ada panggilan darurat dari RS. Benar2 dokter berdedikasi tapi tidak akan membuat kekasihnya bahagia.
Chae Kyung tidak terlalu senang melihatnya, ia meminta ponsel Do Han. Do Han terpaksa menyerahkan ponselnya, tapi tanpa sepengetahuan Do Han, Chae Kyung mematikan ponsel itu.

Anak perempuan dengan kasus intususepsi itu dibawa ke RS Seongwon.
(Intususepsi = adalah gangguan yang serius di mana usus kecil ataupun usus besar terselip ke bagian lain dari usus. Kejadian ini seringkali membendung usus dan mencegah makanan atau cairan melewati usus. Intususepsi juga memotong suplai darah ke bagian usus yang terkena. Detik Health)

Dr. Cha Yoon Seo yang menangani anak itu, ia juga minta Shi On ikut dengannya.
Semua konsentrasi untuk segera menyelamatkan anak itu. Kondisi vitalnya tidak baik, suhu badan 39 derajat, tekanan darah 80/40, detak jantung 150 dan nafas tidak stabil.
Shi On langsung memberikan diagnosisnya kalau ini sejenis pnemonia.

Yoon Seo mengecek foto sinar-X anak itu dan membenarkan dugaan Shi On. Ini pnemonia aspirasi dan syok septik. (Pnemonia aspirasi = suatu kerusakan akut yang terjadi pada paru-paru sebagai akibat inhalasi bahan bahan material yang berasal dari lambung. ) Yoon Seo minta mereka menyiapkan antibiotik dalam jumlah triple dan segera menyiapkan operasi.
Para dokter kasak-kusuk, kurasa kondisinya setelah operasi akan memburuk. Dr. Hong juga setuju, ia takut terjadi serangan jantung setelah operasi.

Yoon Seo harus segera melakukan operasi dan ingin memanggil Do Han, tapi ia meralat dan minta Il Kyu memanggil Chief Go.

Tiba-tiba Min Hee, nama pasien itu, terkena serangan jantung. Shi On langsung memberi peringatan untuk mereka. Yoon Seo langsung memasang masker oksigen untuk Min Hee dan Jin Wook mulai melakukan CPR. Yoon Seo minta disiapkan infus dengan berbagai antibiotik serta peralatan intubasi.
Chief Go sibuk dengan kumpulan tanda tangan untuk menyingkirkan Park Shi On. Il Kyu telp, ada pasien Intususepsi dan Dr. Cha ingin minta persetujuan anda Chief. Chief Go mengerti dan menutup telp. Tapi segera sadar bahwa ini salah.


Chief Go teriak pada Yoon Seo, apa kau sudah gila? Ini sudah terlambat. Begitu kau membedah perutnya, anak itu akan kena serangan jantung.
Yoon Seo mengerti tapi mereka juga tidak bisa mengirim anak itu ke RS lain.
Chief Go berusaha menjelaskan, kalau terjadi kesalahan, mereka akan disalahkan dan bahkan RS bisa dituntut.
Yoon Seo : Jadi, apa kita harus menolak pasien karena takut dengan resiko itu?

Chief Go mengatakan ini demi bagian bedah anak dan demi RS ini. Apa kau tidak mengerti?
Tapi Yoon Seo berkeras ingin melakukan operasi. Chief Go kesal sekali, kenapa tidak satupun dari kalian mendengarkan aku?

Yoon Seo : Kami tidak mendengarkan anda, karena kata-kata anda tidak layak diucapkan seorang dokter. (well, kadang kata2 Chief Go masuk akal, tapi seringnya tidak, jadi siapa yang bisa menghormatinya?)
Chief Go ngamuk2 dan tersinggung. Yoon Seo tidak menggubris Chief Go dan berkata akan tetap melakukan operasi. Ia pergi tanpa mengindahkan teriakan atasannya.

Shi On kelihatan sangat gelisah, sepertinya bisa merasakan kalau ini memang gawat. Yoon Seo kembali ke UGD. Jin Wook sudah menyiapkan ruang operasi, siapa yang akan membedahnya?
Yoon Seo tampak marah, Chief Go tidak berniat melakukannya. Jin Wook tanya apa Yoon Seo yang akan melakukannya?

Shi On : Kita bisa menyelamatkannya. Kita harus menyelamatkannya.
Yoon Seo sepertinya jadi percaya diri karena Shi On, ia memerintah rekannya untuk memindahkan Min Hee ke ruang operasi.

Do Han akhirnya bisa mengambil ponselnya, ia terkejut saat melihat puluhan panggilan darurat dari Yoon Seo.
Do Han segera telp balik. Yoon Seo sedang bersiap untuk melakukan operasi sendiri. Do Han melarangnya, jangan aku yang akan melakukannya.
Do Han minta Yoon Seo memasang rekaman video secara langsung agar Do Han bisa membedah anak itu dari jarak jauh lewat ponselnya. (Jadi bukan software saja yang bisa dikendalikan dari jauh wkk. Benar2 dokter keren.)

Yoon Seo : Saya bisa melakukannya.
Do Han membentaknya, dengarkan aku! operasi pertamamu akan diputuskan olehku! Do Han memberi petunjuk pada Yoon Seo. Lalu berkata akan segera kesana secepat mungkin.

Do Han berkata akan ke RS sebentar dan minta Chae Kyung menunggunya. Tapi kemungkinan besar Do Han tidak akan kembali ke villa itu. Do Han bergegas kembali ke RS, ia tegang sekali.
Do Han masih menerima telp dari Jin Wook tapi sayang ponsel Do Han mati sehingga tidak bisa mendengarkan kata2 Jin Wook. Do Han kesal sekali dan membanting ponselnya


Yoon Seo dan tim sudah siap di meja operasi. Jin Wook kembali dan berkata tidak bisa menghubungi Prof Kim lagi. Chief Go berseru dari interkom, Apa kalian tidak mau berhenti? ini peringatan terakhirku. Hentikan operasi ini!
Yoon Seo menatap tajam Chief Go : Dokter bedah Cha Yoon Seo akan mulai melakukan operasi sekarang. Yoon Seo kesal dengan seruan Chief Go, ia minta Shi On mematikan speakernya. Shi On menurut. Chief Go marah karena Yoon Seo benar2 menentangnya.

Yoon Seo menarik nafas dan minta scalpel, ia mulai melakukan irisan pertamanya. Do Han sudah tiba di Seoul dan memacu mobilnya ke RS.

Tim Yoon Seo mulai mempelajari kondisi Min Hee, usus kecilnya masuk terlalu jauh ke dalam usus besar, apa kita harus membuang usus besarnya?
Yoon Seo tidak bisa membuang usus besarnya, ia harus mengembalikan posisi usus kecil secara manual. Yoon Seo memulainya.

Shi On kelihatan gelisah, hati-hati..hati-hati..hati-hati..hati-hati..
Il Kyu merasa kesal : Tutup mulutmu!

Yoon Seo melanjutkan operasi. Do Han tiba di depan RS, ia segera lari ke dalam.

Shi On mengamati Min Hee lalu ia merasa gelisah dan tidak tenang. Jin Wook heran, Dr. Park kau tidak apa-apa?
Shi On : A-anak ini..tidak bergerak sebagaimana mestinya.
Il Kyu : Karena dia dibius..tentu saja ia tidak bergerak!

Shi On : Bu-bukan itu maksud saya.
Yoon Seo minta semuanya fokus pada operasi. Mereka hampir menyelesaikannya. Lalu mimpi buruk terjadi, Min Hee terkena serangan jantung. Oh no! please hang-on little one!

Semua panik. Yoon Seo minta antibiotik dan Defibrillator. Yoon Seo mencoba melakukan CPR. Min Hee bisa kembali meskipun lemah. Lalu alat pacu jantung tiba. Yoon Seo memacu jantung Min Hee. Tidak terjadi reaksi.

Yoon Seo menaikkan energinya. Tidak ada reaksi. No!

Yoon Seo mulai putus asa dan melakukan CPR lagi, saat itulah Kim Do Han masuk ke ruang operasi. Beberapa dokter menoleh, Profesor..

Yoon Seo terus mencoba mengembalikan Min Hee, Yoon Seo setengah menangis, kumohon...tapi yang terdengar adalah bunyi garis datar yang mengerikan itu.

Good Doctor [1], [2], [3]

Notes:
Sepertinya Yoon Seo terlalu emosional saat melakukan operasi untuk Min Hee, atau ia terlalu percaya diri setelah kasus bayi prematur itu. Bayi separah itu saja bisa selamat, kenapa Min Hee tidak. Semoga Yoon Seo tidak terlalu mengandalkan penilaian Shi On dan bisa mengambil keputusannya sendiri. Karena Shi On pasti selalu optimis. Shi On sepertinya tidak memiliki rasa takut atau khawatir kalau tidak bisa menyelamatkan pasien. Memang orang seperti Kim Do Han sangat dibutuhkan untuk menghadapi dokter seperti Park Shi On. Do Han memiliki leadership dan penilaian yang akurat untuk setiap kasus, ini yang harus dipelajari oleh Yoon Seo.
Park Shi On ini sensitif sekali, ia langsung bisa mendeteksi kalau ada yang salah atau jika pasien mulai terancam nyawanya. Seperti orang yang memiliki bakat meramal gempa bumi. (Well, dulu ada yang pernah mengaku bisa meramal gempa bumi padaku, namanya M.Morgan dari Melbourne, sekitar 4 sampai 48 jam sebelum kejadian, tapi ngga tahu sekarang.)

5 comments:

  1. merinding bacanya deh...andai semua dedikasi dokter sm ya...? sbg orang awam kadang kita hanya menduga2.. ah semangat ya sinopsnya tirza. makasih

    ReplyDelete
  2. kak apdate terus sinopsis nya ,, aku penasaran

    ReplyDelete
  3. kak Tirza.. Ini drama dilanjutin trus kan sinop nya? Di tunggu ya update terbaru. Suka sinop buatan kak Tirza.. Gomawo-yo~

    ReplyDelete
  4. Hi all, ya pasti dilanjutkan tenang aja.

    ReplyDelete