Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Friday, November 22, 2013

Good Doctor episode 16

Previously on Good Doctor :
Seorang anak, bernama Yeong Seo menjadi saksi dan korban penusukan. Yeong Seo dirawat di RS Univ Seongwon dan dalam pengawasan tim Prof Kim Do Han.
Sekarang, pria pelaku penusukan itu berhasil masuk RS dan menyelinap ke dalam kamar Yeong Seo untuk membungkam anak itu selamanya.

Pria itu mengendap-endap di kamar Yeong Soo. Tiba-tiba Shi On masuk dan mengejutkan pria itu. Ibu Yeong Seo terbangun dan membangunkan putrinya. Shi On tidak bisa bereaksi.
Untung Kim Do Han datang, ia menendang pria itu dan berhasil menahannya. Do Han teriak minta Shi On membawa Yeong Seo keluar dari kamar.

Shi On lari keluar sambil menggendong Yeong Soo. Ia menyerahkan anak itu pada Perawat Jo dan lari kembali ke dalam kamar.

Di dalam, Do Han berusaha melumpuhkan pria itu. Shi On tiba dan berdiri mengawasi di dekat pintu.

Waktu Do Han hampir berhasil mencekik pria itu, orang itu mengeluarkan belati dari saku jaketnya dan menusuk pinggang Do Han!
Shi On syok. Kim Do Han jatuh tersungkur di lantai, pinggangnya berdarah.


Shi On marah, ia langsung memukul pria itu. Tapi Shi On bukan tandingan pria itu. Shi On didorong sampai terjatuh di atas tempat tidur. Pria itu melarikan diri.
Shi On langsung berdiri lagi dan segera mengecek kondisi Do Han. profesor!

Pria itu mencoba melarikan diri tapi bertemu Perawat Jo di lorong. Perawat Jo tersenyum dingin, jika kau berlutut sekarang, paling tidak aku akan membiarkanmu hidup. Pria itu tidak mau mendengar dan maju menyerang. Perawat Jo hanya menyeringai dan menyongsong serangan dengan tinjunya.  Waataa!

Para dokter panik melihat kondisi Profesor mereka dan bergegas menolong Do Han. Sadarlah Proefsor! Untungnya luka Prof Do Han tidak fatal dan kondisinya tampak stabil. Para dokter mengelilingi Do Han yang terbaring di tempat tidur.
Yoon Seo lari menemuinya. Apa anda baik-baik saja?

Do Han tersenyum, jangan ribut. Aku baik-baik saja. Yoon Seo tanya kondisi Do Han pada Jin Wook. Jin Wook menjelaskan kalau organ Do Han tidak ada yang terluka. Luka tikam ini hanya melukai dinding perut Profesor.

Yoon Seo : Ini sungguh melegakan. Bagaimana anda bisa begitu ceroboh?
Do Han : Dr. Park lebih ceroboh dariku. Kau hebat Park Shi On.

Shi On hanya menunduk. Do Han tersenyum dan benar2 berterima kasih pada Shi On. Yoon Seo tanya soal penjahatnya.
Semua menoleh ke tempat tidur samping, si penjahat tampak babak belur dihajar Perawat Jo wkk..

Polisi harus membawa Perawat Jo ke kantor polisi karena kekerasan ini. Chief Nam bergegas kembali ke RS dan protes, tidak..apa..apa yang terjadi?

Perawat Jo minta maaf pada Chief Nam. Polisi minta Chief Nam ikut dengannya. Chief Nam marah, bukankah dia menangkap penjahatnya, anda mau membawanya kemana dan memperlakukannya seperti kriminal? Perawat Jo menenangkan Chief Nam, tidak apa-apa, kita pergi saja.

Yoon Seo bicara berdua dengan Shi On, kau tidak terluka? Shi On menggeleng. Yoon Seo tanya apa Shi On masih gemetaran.
Shi On tampak bingung, ini pertama kalinya saya memukul seseorang.

Yoon Seo tanya bagaimana perasaan Shi On. Shi On mengaku tidak sehebat yang ia pikirkan. Ia melihat tokoh utama memukul penjahat di film dan kelihatannya hebat tapi setelah Shi On memukul penjahat, ia tidak merasa seperti itu.

Yoon Seo menjelaskan kalau itu adalah bela diri, itu kekerasan yang tidak bisa dihindari. Seperti situasi hari ini. Jika tidak ada seorang pun yang turun tangan, kita tidak akan bisa menangkap penjahat itu. Tapi kau tidak boleh menggunakan kekerasan tanpa alasan.
Shi On mengerti.

Yoon Seo berusaha memberi ilustrasi lagi, misalnya, bagaimana kalau aku jalan malam-malam dan dikelilingi preman? Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan diam saja? Sementara mereka akan melakukan sesuatu yang jahat padaku. "Apa yang kalian lakukan? Apa yang harus kulakukan?" Hanya kau yang ada disekitarku, apa yang akan kau lakukan?

Shi On tampak berpikir, lalu ia berkata dengan tegas : Ini yang akan saya lakukan. "Berapa gigi berlubang yang kalian miliki?"
Yoon Seo bingung, apa? Shi On melanjutkan : "Aku memiliki toko barang-barang loak. Aku juga menerima gigi emas palsu. Setelah mencabut gigi emas itu, aku akan menghabisi kalian!"

Yoon Seo akhirnya mengerti, itu kalimat dari film Ahjussi. Bagaimana kalau preman itu memakai gigi palsu? Shi On sepertinya tidak memikirkan itu. Wkk
Yoon Seo minta Shi On berhenti menonton film, itu waktunya kau harus berkelahi.

Shi On mengerti. Yoon Seo mengepalkan kedua tinjunya, ayo lebih kuat lagi. Shi On mengikuti dengan patuh.
Chae Kyung tampak panik dan bergegas masuk ke kamar Do Han. Do Han terkejut, bagaimana kau bisa tahu? Chae Kyung tahu dari Jin Wook.
Do Han menghela nafas, anak itu. Ini tidak perlu.
Chae Kyung kesal karena Do Han selalu membuatnya tahu belakangan. Do Han menjelaskan, ia hanya tidak ingin Chae Kyung merasa cemas.

Chae Kyung : Kalau aku tahu belakangan, oppa tahu, bukannya merasa cemas tapi aku akan marah.


Do Han minta maaf, ini bukan masalah besar. Chae Kyung tanya balik, lalu apa yang dianggap masalah besar? Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, bagaimana perasaanku?
Aku berdoa, setelah Tuhan mengambil ayah dan ibuku begitu cepat, aku mohon agar Dia mengijinkan orang-orang yang masih ada untuk tetap bersamaku untuk waktu yang lama. Aku tidak memikirkan masa lalu, tapi kalau ada masalah serius seperti ini, pikirkan tentang diriku sedikit saja.

Chae Kyung meletakkan tangan Do Han ke pipinya dan Do Han membelai kepala Chae Kyung. Do Han mengerti, ia janji tidak akan melakukan ini lagi.


Chae Kyung masih kesal, aku tidak percaya kata-kata oppa. Do Han hanya tersenyum dan tetap membelai kepala gadis itu.

Yoon Seo berdiri di luar kamar Do Han, ia tersenyum melihat keduanya. It's time to move on Yoon Seo-ya.


Shi On menghibur Yeong Seo, sekarang sudah tidak apa-apa. Penjahatnya sudah dihukum berat oleh kami semua. Shi On meyakinkan bahwa Yeong Seo memiliki banyak orang yang menyayanginya di dekatnya.
Yeong Seo tanya apa Do Han baik-baik saja.
Shi On : Oh Profesor? Dia baik-baik saja.
Yeong Seo : Dokter itu seperti ayahku. Ayahku.

Shi On mengerti, kami semua bagaikan ayah dan pamanmu. Ia membelai kepala Yeong Seo.
Perawat Jo akhirnya dibebaskan dari kantor Polisi. Chief Nam kesal sekali, astaga..paling tidak mereka seharusnya mengatakan sesuatu yang masuk akal. Karena kau sudah menangkap penjahat itu untuk mereka. Apa itu, bela diri yang terlalu berlebihan?
Perawat Jo hanya senyum-senyum, tidak apa-apa. Sepertinya hatinya berbunga melihat Chief Nam membelanya :)

Perawat Jo : Sudah lama saya tidak diinterogasi seperti itu, sampai saya merasa perut saya keroncongan.
Chief Nam langsung tanya, apa..apa kau mau makan apa?
Perawat Jo : Daging?

Keduanya makan atau tepatnya, Perawat Jo yang makan dan Chief Nam melongo melihatnya :)
Chief Nam tanya bagaimana Perawat Jo bisa berkelahi dengan orang yang membawa pisau. Perawat Jo hanya berkata kalau dulu ia pernah berkelahi.

Chief Na juga tanya soal karakter Cina untuk nama Perawat Jo, aku melihat karakter Jeong Mi untuk namamu sama artinya dengan jeong mi yang artinya penggilingan beras.
Perawat Jo membenarkan, karakter Cina untuk namaku memang artinya penggilingan beras. Saat ibu saya hampir melahirkan, dia pergi ke penggilang beras untuk menggiling sedikit beras, akhirnya ibu melahirkan saya disana. Ibu tidak bisa pergi ke RS, jadi seorang nenek yang membantunya. Ayah akhirnya menamai saya Jeong Mi. Artinya penggilingan padi.

Chief Nam ketawa geli. Perawat Jo mengambil kesempatan itu untuk membujuk Chief Nam menarik tuduhan pelecehan seksual yang pernah dikatakannya.
Chief Nam melempar sesuatu ke wajah Perawat Jo, aku akan memikirkannya.
Perawat Jo jadi senang, sepertinya Chief Nam melunak kepadanya. Ayo silahkan makan, makanlah. Chief Nam tersenyum.

Paginya, Shi On jalan cepat ke meja perawat. Ia berdiri di depan perawat Jo dan memberinya tanda untuk mendekat.
Perawat Jo heran, ia mendekat ke arah Shi On. Shi On menjulurkan badannya dan mencium pipi Perawat Jo. ow..

Semua terkejut melihatnya. Perawat Jo bingung, kenapa kau melakukan itu? Shi On menjelaskan, ia merasa berterima kasih untuk peristiwa kemarin, dan selamat karena sudah keluar dari kantor polisi.
Perawat Jo tersenyum geli, tapi kenapa harus mencium pipiku?
Shi On : Anda juga mencium saya waktu mendengar saya resmi menjadi residen. Sepertinya anda menyukainya, itulah mengapa saya melakukannya juga.

Perawat Jo mengaku tidak menyukainya, rasanya aneh. Jin Wook yang kebetulan disitu tampak geli, Dr. Park, jangan melakukan itu padaku. Aku tidak menyukainya. Shi On mengerti.
Chief Nam komen dengan geli, ia berkata ke Jo : ciuman pertamamu ternyata dari seorang pria.
Perawat Jo cemberut, siapa bilang itu adalah ciuman pertamaku. Hehe..

Mereka semua melihat Kang Hyun Tae yang membawa rombongan investor. Kang membungkuk pada para dokter dan perawat. Shi On dkk juga membalasnya setengah hati. Shi On kelihatan heran.


Chief Go bicara dengan Kim Jae Joon. Kim minta Chief Go tidak khawatir berlebihan, ini sebenarnya lebih baik untuk kita. Jangan banyak berpikir dan diam saja. Apa kau sedih karena kesempatanmu menjadi Direktur Cabang pergi begitu saja?
Chief Go : Itu adalah masa lalu. Kenapa kau mengatakan itu?

Kim Jae Joon menasehati agar Chief Go ada di pihak yang tepat kali ini, karena West Emerson itu sangat ketat soal manajemen sumber dayanya.

Chief Go : Pihak apa. Seorang dokter bedah itu seharusnya cukup hanya dengan melakukan pekerjaan-nya dengan benar. Aku pergi dulu.
Kim Jae Joon tampak heran, ada apa dengannya?

Para dokter bedah anak membahas soal pengambil-alihan RS oleh pihak lain dan Kang Hyun Tae yang mewakili pihak itu. Mereka membahas soal perubahan status RS Seongwon menjadi RS Anak yang komersial.
Shi On juga tahu masalah itu. Tapi ada sisi negatifnya, pasien anak tidak akan bisa dirawat kalau tidak memiliki uang dan ini akan sangat memberatkan orang tua pasien. Meskipun sisi positifnya, pasien bisa dirawat dalam lingkungan yang lebih baik.

Yoon Seo berkata ini bukan sesuatu yang bisa mereka putuskan, kita tidak bisa hanya melihat dari sisi dokter, tapi juga harus mempertimbangkan sisi pasien.
Saat mereka sedang diskusi, Kim Do Han jalan masuk ke kantor. Semua dokter heran melihatnya, Profesor kenapa anda tidak pulang ke rumah?
Do Han berkata lukanya tidak parah. Yoon Seo tetap tidak mengijinkan Do Han melakukan operasi. Shi On setuju. Do Han berkata ia masih bisa menemui pasien, kalian jangan khawatir. Kalian ini cerewet sekali.
Do Han jalan ke kantornya dan hanya tersenyum menanggapi kekhawatiran anak buahnya.
Yoon Seo menyusul Do Han. Do Han menghela nafas, apa lagi?
Yoon Seo tanya soal pengambil alihan RS Seongwon. Do Han tidak tahu soal itu dengan baik. Yoon Seo tanya, bagaimana jika berita itu benar dan Direktur harus pergi?

Do Han berkata ia juga akan pergi. Yoon Seo memutuskan untuk mengikuti Do Han.
Do Han minta Yoon Seo tidak memikirkan soal itu dulu agar tidak membuat para junior gelisah. Yoon Seo mengerti.
Kang Hyun Tae menerima surat dari RS Anak Boston, mereka minta maaf karena tidak bisa mengatasi kasus putranya dan ada sebuah prosedur baru untuk putranya, hanya saja terlalu beresiko. Mereka minta Kang Hyun Tae menghubungi Dr. Cha Yoon Seo dari bagian bedah anak RS Seongwon.
Kang Hyun Tae tampak syok, Cha Yoon Seo.

Yoon Seo dan Shi On masih mempelajari kemungkinan untuk pasien hydrocephalus itu. Yoon Seo merasa ia harus mempelajari hal ini lebih lanjut sebelum mengirim jawabannya.
Shi On juga setuju. (Keduanya sempat main kata-kata). Yoon Seo merasa mereka harus mengontak Profesor dari RS Taeheung yang memeriksa anak ini sebelumnya. Yoon Seo akan telp Profesor itu dan minta Shi On pergi untuk mengambil berkas pasien itu darinya.

Shi On mengangguk, ia segera berangkat.

Saat keluar dari kantornya, Shi On bertemu Chae Kyung. Shi On langsung membungkuk, apa kabar. Chae Kyung tanya apa Shi On akan keluar. Shi On membenarkan, ia harus melakukan tugas dari Dr. Cha.

Chae Kyung menyinggung soal cuaca yang mulai dingin dan minta Shi On mengenakan baju hangat. Shi On lupa membawa baju hangat.
Chae Kyung tiba-tiba mengajak Shi On pergi sebentar bersamanya.

Chae Kyung membawa Shi On ke butik baju pria. Shi On sadar dan langsung berbalik keluar. Chae Kyung menahannya, kau mau kemana?
Shi On menolak keinginan Chae Kyung untuk membelikan baju untuknya. Chae Kyung membujuk Shi On, ia berkeras Shi On bersedia menerima hadiah darinya, anggap saja ini sebagai hadiah dari Noona-mu, ok? Ayolah.

Chae Kyung menarik Shi On dan mulai memilih baju hangat. Shi On masih mencoba memberikan alasan, kata Direktur ..saya tidak boleh berhutang budi pada orang asing.

Chae Kyung sedikit cemberut, apa aku ini orang asing? Lalu ia menemukan baju hangat yang pas dengan ukuran Shi On. Chae Kyung menempelkannya ke badan Shi on, oh..ini bagus. Ini keren kan?

Shi On akhirnya mengenakan baju itu dan Chae Kyung memujinya, ini cocok sekali untukmu. Shi On berterima kasih. Tapi Chae Kyung lebih merasa berterima kasih atas keberanian Shi On menyelamatkan Prof. Kim Do Han.

Yoon Seo menerima telp dari Kang Hyun Tae dan menemuinya. Kang Hyun Tae mengaku kalau ia adalah orang tua pasien hidrocephalus itu. Yoon Seo terkejut mendengarnya.

Kang Hyun Tae berkata prosedur yang ditawarkan Yoon Seo pada RSA Boston sudah ditolak karena terlalu besar resikonya, walaupun bukannya tidak mungkin. Kang Hyun Tae merasa ragu, RS di Amerika saja menolak mengoperasi anaknya, apa bisa dioperasi disini?

Yoon Seo  jadi sedikit tersinggung, anda sepertinya sangat merendahkan standar dokter bedah anak disini. Jelas ada perpedaan pendapat disini. Yoon Seo minta Kang Hyun Tae membahasnya dengan RS Amerika saja, ia pergi.

Yoon Seo langsung menemui Do Han dan mengatakan soal ini. Do Han terkejut mendengarnya. Do Han mengerti kenapa RS Anak di Boston itu menolak melakukan operasi, mungkin mereka menemukan sesuatu beresiko yang tidak kita lihat. Apalagi pasiennya bukan orang Amerika.
Yoon Seo tanya bagaimana jika RS lain juga menolak kasus ini seperti RS Boston. Do Han yakin, Kang Hyun Tae sudah tahu apa yang akan ia lakukan.


Yoon Seo jalan keluar dan bertemu Shi On. Shi On sudah menjalankan tugas dari Yoon Seo dan mendapatkan file kasus anak itu. Yoon Seo sadar, Shi On mengenakan baju baru. Tunggu dulu..ini baju yang belum pernah kulihat. Apa kau beli baju tadi?
Yoon Seo menemukan hang-tag harga di sweater baru Shi On, astaga..ini memalukan. Kau seharusnya melepaskan ini. Yoon Seo melihat harganya dan syok, 875 ribu Won! gasp! mahal banget 8 juta cing!

Shi On juga terkejut, apa? Yoon Seo sadar, kau tidak membelinya sendiri kan? Shi On tampak bingung menjelaskannya.
Yoon Seo bicara di tempat sepi bersama Shi On, ia kesal hanya karena Chae Kyung berkata akan membelikan baju untuk Shi On, maka Shi On bersedia menerima baju semahal ini.
Shi On membela diri, ia tidak tahu harganya sama dengan 972 kimbap segitiga.

Yoon Seo : Tapi kau tetap menerima dan mengenakannya. Aku benar atau salah? Kau seharusnya tahu bagaimana caranya menolak pemberian yang berlebihan. Dan kau, kalau kau membutuhkan baju, kau seharusnya mengatakannya padaku! Kenapa kau menemui General Manager?

Shi On mengaku, ia memang salah karena menerima pemberian baju yang sangat mahal. Tapi..kenapa dokter marah? Saya tidak mengerti alasannya. Wkk

Yoon Seo marah, hei! aku hanya cemas kalau kau mungkin mendengar kata-kata yang tidak enak dari orang asing..

Shi On menegaskan kalau General Manager Yoo bukan orang asing. Yoon Seo mengembalikan price-tag baju Shi On dan jalan pergi dengan wajah cemberut. Shi On bicara sendiri, dokter itu, dia marah sekali.
Yoon Seo juga tampak sedikit bingung dengan dirinya sendiri, kenapa ia jadi marah.

Prof Kim menemui seorang pria yang datang dari Gangwon-do. Pria itu sengaja membawa anaknya ke RS Seongwon karena ia mendengar hanya RS ini yang bisa menangani penyakit anaknya.
Anak pria itu menderita sacrococcygeal tumor (tumor langka yang posisinya ada di tulang ekor). Do Han tidak bisa melihat bagian tumor itu yang dekat usus besar. Dan operasinya juga sulit karena tumor itu menekan saraf dekat uretra dan kaki.

Do Han menjelaskan diagnosanya tergantung hasil biopsi tapi jika itu adalah tumor jinak maka ada kemungkinan untuk sembuh total. Pria itu memohon agar Do Han benar2 melakukan yang terbaik untuk anaknya. Do Han tersenyum dan berjanji.

Ayah Shi On mendengar berita tentang Shi On yang berjasa dalam menangkap penjahat yang akan menyerang Yeongseo di RS. Dia benar-benar terkejut melihat anaknya di TV.

Chief Go bertemu Il Kyu yang menyerahkan laporan data operasi selama 2 tahun terakhir ini. Ia mendengar soal ayah Shi On, ayah seperti apa dia itu? Il Kyu cerita saat ayah Shi On datang pertama kali ke RS, ia menimbulkan kekacauan. Chief Go kesal mendengar ini, kita juga harus mencemaskan ayah Park Shi On, ini membuatku jengkel.
Il Kyu heran kenapa Chief Go tiba-tiba tertarik dengan masalah Park Shi On.

Chief Go sedikit gelagapan. Apa maksudmu? Dia itu maknae di bagian kita!
Il Kyu juga menyinggung soal Chief Go yang menginap di apartemen Shi On. Chief Go berkata itu hanya kunjungan biasa dan berterima kasih untuk dokumen yang dibawa Il Kyu.

Il Kyu tiba-tiba ingin membahas satu masalah pribadi tapi ia ragu dan batal mengatakannya pada Chief Go.

Pria yang terakhir bertemu Do Han tadi menghibur putranya, Joo Nam, RS ini memiliki dokter2 paling sukses di Korsel, kau bisa dioperasi dan akan sembuh total.
Joo Nam tersenyum, ia mengerti. Pria itu tersenyum tapi wajahnya masih menyimpan kecemasan.

Ayah Shi On pergi ke bagian bedah anak dan menemui Kedua perawat senior. Ia ingin bertemu Shi On.
Perawat Jo meralat, maksud Tuan Dr. Park Shi On ya. Ayah Shi On mencibir, dokter apanya. Aku ini ayahnya! Aku ayah Park Shi On. Semua perawat jadi terkejut.

Ayah Joo Nam lewat untuk mengambil air minum. Ia melihat Shi On yang sedang bertemu orang tua Yoon Jeong, anak perempuan yang ayahnya tuna netra dan yang waktu itu kecelakaan bis. Mereka membujuk Shi On agar menerima hadiah dari mereka tapi Shi On menolak, kami tidak diijinkan menerima hadiah.
 

Tiba-tiba Ayah Joo Nam bersembunyi, ia seperti mengenali Shi On. Ayah Shi On juga kebetulan melihat Shi On.
Ayah Shi On menghadang anaknya, dasar brengsek. Setelah berani membantahku sekarang kau bahkan tidak mau menemuiku. Ayah Shi On menyeringai dan berkata Shi On ternyata mewarisi darahnya yang suka berkelahi.
Shi On langsung membantahnya dengan keras, itu berbeda dibanding saat ayah memukul saya. Saya hanya memukul orang jahat sementara ayah memukul Ibu dan saya. Ayah Shi On marah, dasar brengsek!

Tiba-tiba Chief Go datang, maaf, saya adalah Supervisor Departemen ini. Apa mungkin anda adalah ayah Dr. Park Shi On? cie...gayanya itu lo.
Chief Go minta Shi On bergegas ke NICU untuk mengecek bayi prematur. Shi On bengong tapi Chief Go mengedipkan matanya dan menyuruh Shi On segera pergi. Shi On akhirnya membungkuk dan berhasil melarikan diri dari ayahnya. Hore..!

Chief Go bahkan tampak sabar menanggapi ayah Shi On yang pemarah. wow..

Yoon Seo membawakan minuman untuk Do Han yang tampak kelelahan. Do Han nekad menjalankan operasi padahal kondisinya juga belum pulih.
Yoon Seo tahu Do Han sudah berbaikan kembali dengan Chae Kyung, syukurlah.

Do Han berterima kasih pada Yoon Seo, kau selalu ada saat aku membutuhkanmu, kau selalu menjagaku. Terima Kasih. Karena mengajariku apa artinya menghibur seseorang.
Yoon Seo memaksakan diri tersenyum.  Ini waktunya untuk mengakhiri perasaannya pada Do Han.

Presdir Lee dan Direktur Choi syok saat mendengar pengakuan Chae Kyung. Dia adalah orang dibalik penarikan dana untuk Yayasan dan ia sudah memberikan laporan keuangan mereka pada Presdir Jeong.
Presdir Lee tidak mengerti, seperti apapun bencinya kau kepadaku, bagaimana kau bisa melakukannya?

Direktur Choi tanya apa Chae Kyung, Presdir muda baru yang dikatakan oleh Presdir Jeong. Ibu tirinya tidak mengerti, Yayasan ini pasti akan diwariskan kepadamu, kenapa kau melakukan hal tidak berguna seperti ini?

Chae Kyung membela diri, kalau ia tahu bahwa Presdir Jeong adalah orang yang membuat ayahnya meninggal, ia tidak akan melakukan hal seperti ini.
Presdir Lee sudah terlanjur marah dan minta Chae Kyung keluar. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi.


Chae Kyung menunggu Direktur Choi di luar kantor ibu tirinya, ia minta maaf pada Direktur Choi. Direktur Choi berkata ini juga adalah kesalahan mereka, mereka yang membuat Chae Kyung seperti ini.
Chae Kyung janji pasti akan membereskan semuanya.

Direktur Choi menegaskan satu hal, kuharap kau mengerti ini. Yayasan dan RS tidak akan meninggalkan perasaan khusus meskipun kami kehilangan keduanya. Baik aku maupun Presdir Lee, kami menganggap ini hanya bagian kecil dari kami. Tapi jika kami kehilangan dirimu, ini bagaikan kehilangan segalanya. Ayahmu juga mungkin berpikir hal yang sama.
Direktur Choi menepuk bahu Chae Kyung dan pergi.

Shi On mencuri lihat ke arah Yoon Seo, ia tampak takut karena Yoon Seo masih marah kepadanya. Yoon Seo mematikan komputer dan berkata akan pulang lebih dulu. Shi On membungkuk, hati-hati di jalan.

Shi On memutuskan mengikuti Yoon Seo. Yoon Seo menoleh dan Shi On langsung tiarap, bersembunyi diantara semak-semak. Yoon Seo jelas tahu dan tersenyum geli.
Yoon Seo jalan lagi dan berhenti. Shi On sembunyi di balik tiang. Yoon Seo berbalik dan memanggilnya, Park Shi On!

Shi On muncul dari balik tiang. Yoon Seo melambaikan tangannya. Shi On memukul kepalanya sendiri wkk.

Yoon Seo geli tapi ia menahan senyumnya, Park Shi On apa kau ini penguntit? Kenapa kau mengikutiku seperti itu?

Shi On merasa Yoon Seo marah, jadi ia ingin membuat Yoon Seo tidak marah lagi. Yoon Seo menyangkal, untuk apa ia marah? Shi On menunjuk nada suara Yoon Seo yang masih tinggi, itu tandanya masih marah.
Yoon Seo akhirnya mengaku, ia memang masih kesal dan bagaimana Shi on akan meredakan amarahnya?

Shi On terlihat bingung. Lalu ia punya ide. Yoon Seo duduk di bangku sementara Shi On memainkan mainan per di taman, saat mainan itu bergerak, Shi On juga menggoyangkan badan mengikuti gerakan mereka. Yoon Seo susah payah menahan ketawanya.
Yoon Seo tidak tahan lagi dan akhirnya ketawa.

Shi On senang karena akhirnya bisa meredakan amarah Yoon Seo. Yoon Seo tanya apa Shi On tahu alasan kemarahannya?
Shi On : Saya mengeceknya di internet. Bahwa itu adalah pertanyaan paling sulit yang diutarakan seorang wanita pada kami (kaum pria) sejak dimulainya peradaban adalah "Apa kau tahu kenapa aku marah?" Begitu katanya.

Shi On minta Yoon Seo mengatakan alasannya. Yoon Seo tidak tahu. Shi On jadi bingung, jika dokter tidak tahu, lalu siapa yang tahu? (wkk itulah wanita. pokoknya aku sedang kesal dan ingin marah. Jangan tanya alasannya karena itu memalukan dan anggap saja tidak pernah terjadi ^^) Yoon Seo membenarkan Shi On.
Shi On tetap minta maaf, apapun masalahnya ini karena saya. Saya minta maaf karena membuat dokter marah. Yoon Seo sepertinya tidak marah lagi. Lalu ia mengingatkan Shi On untuk kembali ke RS.

Shi On bergegas kembali ke RS, tapi sebelum itu ia sempat menggoyangkan badan lagi di depan Yoon Seo :) Yoon Seo geli dan teriak, cepat pergi sana!
Shi On : Ya!
Do Han bertemu Chae Kyung di depan RS. Ia sudah mendengar dari Direktur Choi bahwa Chae Kyung mengaku pada ibu tirinya. Do Han menarik pergelangan tangan Chae Kyung, ayo pergi dan mati bersama.

Do Han membawa Chae Kyung ke bar milik paman Byung Soo. Paman heran, aigoo..baru kali ini aku melihat Nona mabuk. Chae Kyung tersenyum, kenapa paman? Apa aku tidak boleh mabuk?
Paman Byung Soo tidak melarangnya, apalagi ada Prof Kim disini, jadi silahkan saja. Paman pergi menemui pelanggan lain.


Chae Kyung sedikit mabuk dan mulai bicara, kukira aku ini pintar.
Do Han : Bukannya kau memang pintar? Kau lebih pintar dariku.

Chae Kyung mengeluh, apa gunanya itu? Aku benar2 bodoh. Aku kelihatan menyedihkan kan? Aku selalu membuat masalah dan berkata akan kuselesaikan sendiri, tapi aku tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar.
Do Han menghibur, kau memang membuat masalah, tapi kau lebih sering melakukan semuanya dengan benar.
Chae Kyung memukul Do Han: Kim Do Han!
Do Han : Apa?

Chae Kyung tidak mengerti kenapa Do Han tiba-tiba bersikap seperti seorang pacar. wkk sudah waktunya jeng.

Do Han geli, tentu saja karena aku ini pacarmu, apa aku ini hanya orang asing? Chae Kyung mengaku ia takut jika Do Han tiba-tiba seperti ini, aku takut kau akan menjadi dingin lagi setelah seperti ini.
Aku takut kau akan sendirian lagi. Dr. Park Shi On mengatakan itu, kalau kau selalu makan sendirian dan kau juga jarang tersenyum. Aku dulu juga seperti itu. Aku berharap semua kenangan indah akan segera kembali. Saat aku menyukai semua orang..

Do Han menghela nafas dan menarik Chae Kyung dalam pelukannya. Chae Kyung membiarkan kepalanya bersandar di bahu Do Han.

Paginya, Kang Hyun Tae menemui Do Han dan Yoon Seo. Kang Hyun Tae mengatakan pendapatnya soal kasus anaknya, saya mohon salah satu dari kalian berdua pergi ke Boston.

Do Han dan Yoon Seo tukar pandang. Do Han menjawab, ia mengerti maksud Kang Hyun Tae, tapi pihak RS Anak Boston tetap belum mau melakukan operasi. Yoon Seo menambahkan, mereka bukan anggota dokter disana. Kami hanya memiliki hak sebagai penasehat saja.
Do Han : Tolong bawa anak anda ke RS kami.
Yoon Seo : Kami tahu anda tidak mempercayai tim dokter bedah anak RS ini. Keputusan ada di tangan anda, Asisten Direktur.

Kang Hyun Tae bukannya tidak mempercayai mereka hanya saja, ia lebih mempercayai RS Anak di Amerika. Soal kemampuan tim bedah anak RS Seongwon, Kang Hyun Tae tahu benar, tapi ia masih belum mempercayai Do Han dan Yoon Seo, itulah mengapa ia ingin mengganti semua fasilitas dan sistem Rs ini agar menjadi jauh lebih baik.

Do Han : Apa anda pikir kepercayaan pasien bisa diperoleh hanya dengan investasi dan perubahan?
Yoon Seo : Apa bagusnya sistem dan fasilitas bagus jika kami tidak bisa melakukan operasi mereka yang berada dalam kondisi paling membutuhkan?

Shi On melihat ibunya tanpa sengaja menjatuhkan tumpukan gelas. Tanpa bicara Shi On mendekat dan membantu ibunya memunguti gelas-gelas itu. Shi On tetap tidak mengatakan apapun dan langsung pergi setelah membantu ibunya, tapi Ny. Oh sudah sangat senang. Ia tahu Shi On mulai memaafkannya.

Shi On juga diam-diam mengunjungi ayahnya saat Ayah Park tidur dan bahkan membetulkan letak selimut ayahnya, meskipun setelah itu Shi On cepat-cepat kabur.

Kang Hyun Tae jalan sambil merenungkan kata-kata Do Han, kami juga tidak berniat melakukan operasi tanpa kepercayaan wali pasien. Ini duluar kendali kami jadi kami hanya berharap yang terbaik untuk anda.
Shi On melihat Kang Hyun Tae, ia mengucapkan salam. Kang membalasnya. Shi On langsung bicara tanpa sungkan, Asisten Direktur, anda jahat. Saya dengar anda mencoba mengubah RS kami menjadi RS komersial. Saya juga tahu apa artinya, ini akan membuat hidup anak-anak dan orang tua mereka menjadi lebih sulit. Jika mereka tidak memiliki uang, mereka tidak bisa mendapatkan operasi yang baik.

Kang Hyun Tae mendekat, ia menjelaskan, ada dua sisi untuk segalanya, saya percaya masalah ini juga tidak berbeda, Dokter.

Shi On tidak setuju, meskipun kita memiliki peralatan dan fasilitas yang bagus, tapi jika pasiennya tidak bisa datang, itu tidak ada gunanya. Akan lebih menyedihkan kalau mereka meninggal karena mereka tidak bisa datang.
Saat kesempatan untuk hidup diambil, itu akan lebih menyedihkan. Shi On membungkuk dan pergi. Kang Hyun Tae tertegun, ia hanya memandangi punggung Shi On.

In Hae syok dan marah saat tahu kalau kakaknya adalah orang yang akan menjadi donor untuknya. Apa kau sudah gila, kak? Kakak sudah kerja banting tulang untukku dan sekarang kau akan memberikan usus kecilmu?
In Young berkata ia akan baik-baik saja tapi In Hae tidak mau mendengarnya, In Hae menolak dioperasi dan memilih lebih baik mati saja. In Hae lari keluar kamar. In Young mengejarnya.
Han Jin Wook dan Shi On melihat kejar-kejaran itu, keduanya tampak heran. Shi On menemukan In Hae duduk menyepi di sudut favoritnya dan In Hae terlalu marah sampai ia menolak ditemani Shi On. Sudah kubilang aku ingin sendirian! Shi On hanya menghela nafas.
Jin Wook juga terkejut saat tahu kalau In Young yang akan menjadi donor untuk adiknya. Jin Wook mencoba membujuk In Young untuk menunda operasinya dan mencari donor lain. Tapi In Young tidak ingin membahas soal ini dengan Jin Wook. Jin Wook menghela nafas dan jalan keluar. Tapi ia masih berdiri diluar kamar In Hae dengan wajah sedih.

Yoon Seo lari ke kantor Do Han, Profesor, katanya operasi In Hae sudah dijadwalkan. Do Han terkejut mendengarnya dan langsung menemui Prof Kim Jae Joon untuk konfirmasi.
Do Han ingin ikut serta dalam operasi In Hae, karena In Hae adalah pasiennya. Kim Jae Joon menolaknya karena Do Han tidak memiliki banyak pengalaman di bidang itu.

Do Han : Saya memang tidak memiliki banyak pengalaman, tapi saya juga tidak pernah gagal dalam operasi itu.
Kim Jae Joon tetap menolaknya, ia tidak ingin konsentrasinya terganggu oleh campur tangan tim Do Han.


Kang Hyun Tae bergegas jalan ke satu tempat, ternyata istrinya sudah tiba di RS Seongwon bersama anak mereka. Kang sedikit marah, kenapa kau datang ke sini begitu saja?
Istri Kang minta maaf, kami tidak memiliki pilihan disana, dan Joon Yeong juga ingin ke Korea. Kang sebenarnya ingin istrinya telp saat ada di bandara dan bukannya saat mereka sudah disini.

Kang Hyun Tae menemui anaknya dan menggenggam tangan anak itu. Joon Yeong mendengar kalau dokter2 di RS ini bisa menyembuhkannya, kuharap itu akan segera terjadi, agar aku bisa main baseball lagi.
Kang Hyun Tae menghela nafas, ia janji akan mewujudkan impian anaknya. Do Han dan Yoon Seo menemui mereka.

Do Han bicara dengan suami istri Kang diluar. Kang Hyun Tae ingin membiarkan anaknya ada di RS ini untuk sementara sampai ia menemukan alternatif lain.
Do Han : Lakukan saja apa yang anda suka.

Kang berterima kasih untuk pengertian Do Han. Do Han heran, Kang jelas tahu semua kemampuan tim dokter bedah anak RS ini, bahkan anda berkata mempercayai kami. Tapi kenapa anda tidak mempercayai kami sekarang?
Kang Hyun Tae : Alasannya sederhana, karena saya adalah ayah anak itu. Tidak ada ayah di dunia ini yang bersedia membuat anaknya menghadapi resiko ketidak-pastian.
Istri Kang ingin bicara tapi Kang memintanya diam saja.

Yoon Seo duduk menemani Joon Yeong. Joon Yeong membaca nama Yoon Seo, apa anda Dr. Cha Yoon Seo?
Yoon Seo : Apa kau mengenalku?

Joon Yeong membenarkan, ia ikut membaca e-mail yang dikirim Yoon Seo pada ibunya. Cara melakukan operasi. Joon Yeong komen, Yoon Seo jauh lebih cantik dari yang ia bayangkan. (hadew..kecil-kecil pinter merayu wkk)
Yoon Seo tersenyum, terima kasih.


Joon Yeong ingin Yoon Seo mengoperasi dirinya, setelah membaca e-mail dari Yoon Seo, Joon Yeong mendesak ibunya untuk segera ke Korsel. Yoon Seo tersenyum dan membelai kepala Joon Yeong.

Do Han jalan ke kantornya dengan kesal, kenapa semua ingin menggunakan caranya sendiri? kalau ada metode yang lebih baik untuk anak itu, seharusnya mereka memakainya (kasus In Hae, kasus Joon Yeong semua membuat Do Han kesal). Yoon Seo minta Do Han tenang.
Do Han merasa jika terjadi sesuatu pada anak itu, semuanya akan mencoba melempar tanggung jawab dan menolak disalahkan.
Yoon Seo dan Do Han sama-sama menghela nafas, tidak ada yang bisa kita lakukan, semua berkeras bahwa pilihannya yang paling benar. Shi On masuk dan mendengar percakapan mereka.

Yoon Seo bicara sendiri dengan Shi On. Shi On berkata tidak peduli sebanyak apa ia mempelajari tentang dunia, tetap saja ia menemui banyak masalah. Yoon Seo membenarkan, ia juga menghadapi banyak masalah, aku tidak tahu kenapa orang-orang hanya percaya dengan pemikirannya sendiri dan tidak mau mendengar pendapat orang lain.

Shi On berkata penyakit tidak bisa melukai seseorang. Sesama manusialah yang melukai manusia lain. Tidak seorang dokter pun bisa menyembuhkan itu. Kalau virus, bisa disembuhkan dengan vaksin dan kalau tumor ada agen anti-tumor. Tapi jika orang saling melukai, maka tidak akan ada obatnya.
Yoon Seo membenarkan, luka seperti itu juga hanya bisa disembuhkan oleh manusia.
Shi On : Saya harap dokter bisa menyembuhkan penyakit dan juga luka hati orang-orang.

Yoon Seo berkata Shi On sudah melakukan itu. Semua pasien anak dengan penyakit fisik dan psikis itu semuanya sudah sembuh karena hati mereka telah sembuh. Bukan hanya disembuhkan dengan obat tapi karena kau mengurangi penyakit mereka dengan memberikan cinta pada anak-anak itu.

Shi On : Cinta...mengurangi..rasa sakit?
Yoon Seo membenarkan, itulah sebabnya kau adalah dokter yang baik. Yoon Seo mengacungkan jempol pada Shi On. Shi On masih belum tahu seperti apa dokter yang baik itu.


Yoon Seo : Dia adalah orang yang baik. Kurasa orang yang baik akan menjadi dokter yang baik.
Shi on : Oh, kalau begitu itu sebabnya anda adalah seorang dokter yang baik.
Yoon Seo menggeleng, ia masih dalam proses menjadi dokter yang baik..atau juga tidak.

Shi on yakin Yoon Seo memang dokter yang baik. Yoon Seo geli, apa kau ini Presiden fans-clubku? Shi On berkata ia fans berat Cha Yoon Seo. Yoon Seo geli, jangan lama2 di internet, bahasamu semakin aneh saja. Tapi Yoon Seo jelas kelihatan senang wkk
Shi On bahkan membukakan minuman untuk Yoon Seo. Wow..baik banget.

In Young panik, adiknya tiba-tiba menghilang. Jin Wook juga membantu mencari dan keduanya bertemu Shi On. Jin Wook tanya apa Shi On tahu kemana In Hae. Shi On tidak tahu. In Young yakin adiknya ganti baju dan menyelinap keluar RS. Jin Wook dan In Young langsung pergi mencari In Hae.
Shi On ikut panik dan segera mencari teman dekatnya itu.


Dr. Cha Yoon Seo yang menemukan In Hae lebih dulu, ia mengajak In Hae kembali ke RS tapi In Hae tidak mau, paling tidak untuk malam ini ia tidak mau kembali ke RS.
Yoon Seo menghela nafas lalu telp Shi On.

Shi On menerima telp Yoon Seo, baik. Saya mengerti. Shi On berkata ke Jin Wook dan In Young kalau In Hae saat ini bersama Dr. Cha dan besok akan diantar ke RS.
In Young dan Jin Wook lega. In Young berbalik dan jalan ke kamar adiknya. Jin Wook sedih melihat In Young dan Shi On mengamati seniornya.

Yoon Seo membawa In Hae ke apartemennya, tada..! Yoon Seo menunjukkan kamar mandi, kau bisa membersihkan diri disana, ada sabun antiseptik di dalam.
In Hae mengerti, lalu ia melihat bunga mawar di dinding Yoon Seo, In Hae memandang mawar itu dengan sedih.
Shi On menemui In Young, permisi eonie-nim (wkk). In Young langsung berdiri, ya Dokter?
Shi On menenangkan In Young, In Hae pasti baik2 saja karena Dr. Cha pasti menjaganya dengan baik. In Young tersenyum, ia yakin itu. Shi On menjelaskan, saat ini In Hae pasti marah dan terluka tapi nanti ia akan mengerti hati In Young.

In Hae sepertinya lebih dewasa dari saya. Dia seorang anak dengan hati yang besar. Oya, eonie-nim..

In Young geli dan melarang Shi On memanggilnya seperti itu lagi, tolong panggil saya In Young-ssi saja. Shi On mengerti, baiklah.

Shi On langsung berterus terang, bahwa Dr. Han Jin Wook benar-benar menyukai In Young. Dr. Han sampai tidak bisa tidur dan bolak-balik terus di tempat tidurnya yang kebetulan ada di atas tempat tidur Shi On. Akibatnya Shi On juga tidak bisa tidur.
In Young tertegun, ia tidak tahu bagaimana harus menanggapi pengaduan seperti ini :)

Shi On melanjutkan, saya pikir saya adalah orang yang paling idiot di RS ini tapi Han-seonbae ternyata lebih bodoh dari saya. Hee..
Shi On mengutip kata-kata Jin Wook : Tidak ada syarat dalam mencintai seseorang, dan jika kau mencintai seseorang tanpa syarat, maka kau sudah memiliki kualifikasi yang penting untuk mencintai orang itu.

Shi On membujuk In Young untuk menerima perasaan seniornya.

Yoon Seo juga membujuk In Hae kalau kakaknya akan bahagia jika In Hae dioperasi. In Hae tidak percaya, kakaknya tidak bisa pacaran ataupun menikah.
Yoon Seo meyakinkan In Hae, tidak, kakakmu bisa melakukan apapun. Itu bukan operasi yang serius. Percayalah pada doktermu ini.

Yoon Seo membelai kepala In Hae, kau dan kakakmu itu memiliki hati yang sangat baik.
In Hae tanya sesuatu, bukankah Dr. Cha menolak pernyataan Dr. Park? kenapa bunga mawar itu masih digantung disana?
Yoon Seo terkejut. In Hae melanjutkan, karena mawar itu ada disana, jika Dokter tidak menerima perasaannya, maka dokter pasti sudah membuangnya. Ini aneh.

Yoon Seo : Bagaimana kau bisa tahu itu?
In Hae cerita, ia adalah konselor cinta Dr. Park, tapi Dr. Park tidak mau mengatakan siapa wanita yang ia sukai. Kemudian saya melihat mawar di ponsel dokter, itu adalah metode pengakuan yang saya anjurkan untuk Dr. Park.

Yoon Seo tampak geli dan malu, ini benar-benar.. In Hae tersenyum, kenapa anda begitu malu? Yoon Seo menyangkalnya. Tapi In Hae mengerti bahwa Yoon Seo bukannya menolak perasaan Dr. Park-nya.
Yoon Seo mencoba menjelaskan, karena Dr. Park mengakui perasaannya dengan begitu tulus, aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

In Hae mengangguk, jadi bukan karena anda menerimanya maka anda menggantung bunga itu disana, tapi anda menggantungnya karena anda tidak mengabaikan perasaannya?
Yoon Seo membenarkan. Aku mengakuinya sebagai orang dewasa.
In Hae : Saya rasa..Dr. Park adalah pria yang sangat baik.
Yoon Seo setuju. In Hae akan sedih jika seorang pria baik terluka hatinya.

Setelah In Hae tidur, Yoon Seo duduk memikirkan Shi On, ia tersenyum.

Shi On juga duduk di kamar dinasnya di RS, Ia memikirkan kata-kata Yoon Seo, bahwa cinta bisa menyembuhkan penderitaan seseorang. Shi On masih belum mengerti benar artinya. Tapi Shi On mengerti sepertinya tidak ada obat penahan sakit seampuh cinta.

Shi On tertidur. Ia sepertinya bermimpi dan melihat In Hae. Anehnya, In Hae seperti mengenakan baju putih dan tersenyum kepadanya. No! Shi On terbangun, hari sudah pagi.

Yoon Seo sudah siap berangkat ke RS, ia membangunkan In Hae. Ayo cepat bangun In Hae, kau harus ke RS untuk diinfus dan di sterilkan. In Hae bergelung dengan lengan menutupi wajahnya, tapi ia bisa menjawab, sebentar lagi. Suaranya terdengar aneh.
Yoon Seo tersenyum dan ingin mendekati In Hae, tapi mendengar suara bel.

Shi On datang pagi-pagi ke apartemen Yoon Seo. Ia ingin membawa In Hae ke RS. Yoon Seo geli, kau tidak perlu khawatir, aku juga akan segera mengantarnya ke RS.
In Hae sudah duduk tapi posisinya aneh, tangannya terkulai. In Hae memanggil mereka, dokter..
Shi On dan Yoon Seo menoleh ke arah In Hae.

In Hae menoleh, wajahnya pucat pasi dan darah mulai menetes dari sudut bibirnya.


Saya.. In Hae tidak bisa melanjutkan, ia jatuh pingsan di atas tempat tidur Yoon Seo.
Shi On dan Yoon Seo syok. Oh no!

Good Doctor [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15]

2 comments:

  1. huwaaaaaaaaaaaaa
    kenapa begituuuuuuuuuuu
    hiksssssssssssssssss
    lanjuttt

    ReplyDelete
  2. teh sosmed apa yang lagi di gandrungi ma teteh,,,

    boleh ikutan teh

    ReplyDelete