Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Wednesday, March 13, 2013

Nice Guy episode 13

Pagi hari yang damai di kediaman Ma Ru-Eun Gi-Choco-Jae Gil. Ma Ru mandi, ia tampak bahagia.
Eun Gi mencoba memasak di dapur. Ia melihat petunjuk dari tablet. Eun Gi harus mengenali bahan-bahan dan sekaligus memasak. Eun Gi memotong2 jamur dan memasukkan ham dalam panci.
Ma Ru sangat bahagia sampai ia menulis kata "kebahagiaan/ haeng bok" di kaca kamar mandi. Ma Ru tersenyum sendiri dan menghapus kata itu.

Eun Gi mengaduk sup tapi tidak bisa melupakan kata-kata Prof. Suk Min Hyuk. Kalau Eun Gi ingin ingatannya pulih, Eun Gi harus berani membuka ingatan paling menyakitkan dalam hidupnya. Ingatan menyakitkan itu yang menyebabkan Eun Gi menderita amnesia seperti ini.
Eun Gi mencoba mengingat, saat itu ia menyetir dalam keadaan sangat marah dan sedih, lalu ingin bunuh diri. Tapi Eun Gi tidak sanggup lagi meneruskan ingatannya.

Ma Ru muncul dan memegang bahu Eun Gi dari belakang. Ia mengaduk sup, kau bisa menghanguskan supnya.
Ma Ru tampak geli, apa kau bisa melakukan ini? kau sudah dewasa. Choco dimana?
Eun Gi : Choco keluar membeli air mineral bersama Jae Gil.

Ma Ru mengajak Eun Gi memberi salam pada para staf kalau mereka ke kantor lagi minggu depan (agar para staf tidak melupakan Eun Gi)

Eun Gi mengaku kalau ia takut. Ma Ru tanya apa yang ditakutkan Eun Gi.
Eun Gi : Kalau kau merasa lelah denganku, dan bosan denganku, lalu meninggalkan diriku.
Ma Ru menghiburnya, itu tidak akan terjadi.

Eun Gi : Kita tidak bisa mengerti hati manusia.
Ma Ru : Aku mengerti hatiku. Aku tidak akan merasa lelah..atau menjadi bosan dan sama sekali tidak akan melarikan diri darimu.
Eun Gi tersenyum, ia kelihatan lega dan tersentuh hatinya.

Tapi kedamaian itu tidak berlangsung lama. Sekelompok orang dari kantor Jaksa Seoul datang mencari Tuan Kang Ma Ru. Mereka menunjukkan surat perintah penggeledahan untuk kejahatan mata-mata perusahaan. Seperti pencuri dalam perusahaan, membocorkan informasi penting perusahaan. Anda dituntut oleh Grup Tae San. Kami harus menggeledah rumah anda.
Ma Ru hanya mendengus, ia tahu ini pasti dilakukan Jae Hee. 


Pengacara Ahn berkata ke Jae Hee kalau saat ini Jaksa telah pergi ke rumah Kang Ma ru dan Ma Ru tidak akan bisa lolos kali ini.

Eun Gi kelihatan takut saat melihat orang2 itu menggeledah rumah mereka. Ma Ru membaca surat penggeledahan dan menggenggam tangan Eun Gi erat2.

Seorang petugas menemukan flash disk yang bisa dijadikan bukti. Mereka minta Ma Ru ikut ke kantor.
Ma Ru : Saya akan pergi setelah saya makan.
Jaksa itu terkejut. Ma Ru berkata Eun Gi bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan sarapan untuk dirinya untuk pertama kalinya. Tunggu saya menghabiskan sarapan saya.

Eun Gi memasak sup krim jamur dengan roti dan selai. Ma Ru mulai memakannya. Eun Gi tanya sebenarnya ada masalah apa. Ma Ru berkata Tae San sedang mencoba menjebaknya.
Eun Gi tanya bagaimana Ma Ru bisa begitu santai. Ma Ru memuji sup krim buatan Eun Gi, ini enak sekali. Hanya saja lain kali kalau kau masak ini lagi, tolong tambahkan sedikit garam Seo Eun Gi-ssi. Ma Ru minta Eun Gi tidak cemas. Ia akan membereskan masalah ini.

Ma Ru menghabiskan supnya dan minta Eun Gi memasakkan untuknya lagi lain kali. Eun gi tanya bagaimana cara Ma Ru membersihkan namanya. Ma Ru telp Han Jae Hee.

Ma Ru keluar rumah, sudah rapi dan menolak ikut dengan para Jaksa itu. Anda tidak membawa surat penahanan. Saya merasa saya sedang dijebak.
Jaksa itu tidak peduli dan tetap minta Ma Ru mengikutinya. Ma Ru menolak, saya juga tidak tertangkap tangan, jika anda ingin menangkap saya, tolong tunjukkan surat penahanan.

Ma Ru jalan ke mobil dan tidak mempedulikan teriakan Jaksa. Tapi para Jaksa itu juga tidak bisa apa-apa karena Ma Ru memang benar.

Ma Ru menemui Jae Hee. Jae Hee sudah menyiapkan makanan mewah untuk Ma Ru. Aku tidak suka makan sendiri, kau datang tepat waktu. Menunya sesuai dengan selera Ketua Tim Kang, iya kan?
Ma Ru : Apa  yang sedang kau lakukan Han Jae Hee?
Jae Hee : Kenapa Kang Ma Ru yang agung begitu marah?

Jae Hee menerima telp tentang apa yang dituduhkan ke Ma Ru dan Jae Hee pura2 terkejut mendengar ini lalu janji akan bicara pada Jaksa Choi. Ma Ru mendengus, ia tahu Jae Hee hanya akting saja.
Jae Hee pura2 tanya, apa yang kau lakukan? Apa kau memberikan rahasia perusahaan kita pada pesaing kita? USB perusahaan kita dengan strategi bisnis dan investasi di temukan di laci mejamu. Apa itu benar?

Ma Ru : Apa mereka mengatakan itu padamu? Tapi bagaimana mereka tahu ada USB di laciku?
Meskipun aku tidak selesai kuliah, tapi dibanding dengan Han Jae Hee. IQ-ku lebih tinggi 30 poin. Hanya menganalisa sedikit dan akan mudah untuk mengerti.
Aku tidak yakin siapa yang bodoh diantara anak buahmu, karena aku tahu Han Jae Hee tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini, lalu apakah aku, seorang yang jenius akan melakukannya? Kenapa otaknya seperti itu? Siapa yang merencanakannya? Kalau kau akan menjebak orang, seharusnya tidak boleh ada kesalahan.


Jae Hee : Sepertinya kau punya banyak strategi, Kang Ma Ru. Aku mendengar sebelum kau datang ke Tae San, kau adalah broker rahasia, mata-mata perusahaan untuk beberapa waktu, sepertinya kau sudah bekerja keras.

Wajah Ma Ru berubah, kau bahkan menyelidiki itu? Jae Hee kelihatan menang, ia membenarkan, ia senang bisa menemukan bukti melawan tujuan Kang Ma Ru. Jae Hee minta Ma Ru lebih berhati-hati, aku jamin kali ini, akan sangat sulit untuk meloloskan diri.
Bukti-bukti menunjukkan kau sudah melakukan ini dimana-mana, tidak ada bukti yang mengatakan kau tidak melakukan yang sekarang ini. Jadi Ma Ru, aku akan menasihatimu untuk melepaskan semuanya dan pergi. Jika kau berjanji akan pergi diam-diam, aku akan membatalkan tuntutan hukumnya. Aku akan membujuk Jaksa yang kukenal untuk mencoba menghentikan tuntutan mereka. Aku sama sekali tidak punya niat untuk melepaskan dirimu, kalau kau mau masuk penjara lagi, tapi apa yang akan terjadi pada Eun Gi dan Choco yang sangat tergantung pada dirimu?

Jae Hee menyentuh pundak Ma Ru, ia merasa tersanjung kalau Ma Ru berusaha menjatuhkannya, sayang sekali semua usaha Ma Ru akan berakhir dengan mudah seperti ini. Jae Hee minta Ma Ru menggunakan otaknya untuk hal lain. Ma Ru hanya menatap tajam Jae Hee.

Eun Gi mengamati daftar nama di dinding. Ia mengamati foto Han Jae Hee dan Ahn Min Young.  Mata Eun Gi menatap tajam foto kedua orang itu, ia menyebut nama mereka satu persatu.

Jun Ha menerobos ke kantor Min Young. Apa yang sudah kau lakukan sekarang? Jangan bilang kau hanya memiliki cara kotor ini? memalsukan bukti, untuk meloloskan trik tidak masuk akal ini ke kantor Jaksa.
Pengacara Ahn berkata ia dengar Kang Ma Ru telah pindah dan telah mengundurkan diri dari perusahaan. Permainan sudah selesai.

Jun Ha mengancam Ahn, permainannya sudah selesai atau belum, kau masih harus menunggu dan melihat. Apa kau ingin melihatnya? kartu as terakhirku?

Ahn : Bukankah hatimu mengharapkan ini? Kang Ma Ru menghilang dari sisi Seo Eun Gi, bukankah ini lebih baik untukmu?

Jun Ha : Seonbaenim, bukankah kau membantu orang itu memalsukan dokumen? dari penilaianku, standarmu tidak bagus, tapi bodoh. Jika tidak, kau adalah pengecut.
Ahn berdiri dan berkata seharusnya Jun Ha tidak membantu Kang Ma Ru, kau harus menyingkirkan dirinya, kalau kau benar2 menginginkan Seo Eun Gi.
Jun Ha : Apa aku benar2 harus mendapatkannya?
Ahn : Apa?
Jun Ha : Kalau aku mencintainya, apa aku benar2 harus memilikinya? Aku tidak berpikir seperti itu.
Ahn : Kau ini seperti orang bodoh.

Jun Ha berkata, dirinya dan Ahn sama sekali tidak berbeda. Perbedaannya adalah orang yang bertemu senior adalah Han Jae Hee sementara aku bertemu dengan Seo Eun Gi. Dan karena inilah kita bermusuhan.
Menjadi orang asing yang tidak akan pernah bertemu kembali. Waktu berlalu dan saat kita menemukan hal yang benar2 kita inginkan, ternyata itu adalah hal yang sama sekali tidak kita inginkan, apa kita masih akan bisa bertemu di jalan yang sama lagi, Senior?

Jae Hee telp Jaksa Choi dan berkata akan membatalkan tuntutannya. Lalu Jae Hee tampak terkejut, apa kata anda?
Kang Ma Ru meminta diselidiki? Kenapa? Masalahnya sudah selesai, jadi kenapa?

Ma Ru menghadap Jaksa Penuntut. Jaksa senior itu heran, apa mungkin anda salah paham? Pihak Tae San sudah menarik tuntutan hukum satu jam lalu.
Ma Ru : Saya tahu, tapi itu masalahnya, reputasi saya sekarang ini ternoda. Saya harap Tuan Jaksa akan menyelidiki dengan adil dan membantu saya membersihkan reputasi saya. Tapi, tolong jangan mengadili saya karena catatan kriminal saya yang lalu.

Jaksa Choi berusaha menghentikan Ma Ru. Tapi Ma Ru justru mengakui semuanya, kalau ia memang punya catatan kriminal, aku sudah menjadi mata2 korporat dan bahkan pemalsu barang bermerk. Saya merasa hancur karena semua kejahatan yang saya lakukan sebelumnya.
Jaksa Choi : Apa kau tahu tempat apa ini? Apa kau bercanda di depan Jaksa yang sibuk?

Jaksa Senior minta Choi diam dulu, dan tanya apa Ma Ru tahu sudah membuat pernyataan tidak menyenangkan di depan seorang Jaksa? semua pelanggaran hukum yang kau sebutkan tadi, bisa membawamu ke penjara kalau aku mengadukannya ke pengadilan.

Ma Ru : Saya merasa saya bisa meninggal lebih cepat kalau melakukan itu. Saya tidak bisa bunuh diri dan meninggalkan adik saya. Saya pikir kalau saya hidup seperti itu, saya akan menderita hukuman dari Tuhan dan bisa mengakhiri hidup yang kotor ini dengan lebih cepat. Jadi saya melakukan semuanya itu waktu itu.

Jaksa : Lalu bagaimana sekarang?
Ma Ru : Saat ini...saya ingin hidup. (Karena saya telah menemukan alasan untuk hidup)

Eun Gi memilih baju dan pergi ke satu tempat. Eun Gi pergi ke rumahnya. Ia jalan dan menyentuh dinding, mencoba mengingat. Ini rumahku..tempat tinggalku sebelumnya, rumah tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Rumah tempat ayah dan ibuku tinggal sebelumnya. Rumahku.
Eun Gi ingin menekan bel, tapi ragu.

Eun Suk muncul bersama Bibi. Eun Suk memanggil Eun Gi. Eun Gi-nuna! Bibi juga tampak terharu melihat Eun Gi, siapa ini? bukankah ini Direktur?
Eun Gi mengingat wajah bibi dari daftar foto di dindingnya. Eun Gi memberi salam. Eun Suk langsung memeluk Eun Gi, aku merindukanmu, Nuna. Kenapa kau tidak pulang ke rumah kita? Apa kau tahu berapa lama Eun suk menunggumu?

Bibi : Itu benar, Eun Suk selalu mencari Direktur dan sangat merindukan anda. Anda belum makan kan? Cepat masuk, saya akan menyiapkan sesuatu.
Eun Gi awalnya menolak. Tapi Eun Suk menariknya, Nuna, ayo masuk ke rumah.

Eun Gi akhirnya masuk ke dalam rumah. Bibi berkata akan segera menyiapkan makan malam.
Eun Gi melihat sekitar dan menyentuh sofa.

Eun gi berkata, ruang tamu rumahku..sofa rumahku. Eun Suk mengikutinya, sofa rumahku.
Eun gi berbalik : Jangan meniruku.
Eun Suk : Jangan meniruku.

Eun Gi : Hei.
Eun Suk : Hei.
Eun Gi : Kenapa kau...
Eun Suk : Kenapa kau...

Eun Gi jadi geli. Eun Suk tanya, apa kau kepala batu?
Eun Gi : Apa artinya?
Eun Suk berkata Eun Gi biasa memanggilnya seperti itu. Eun Gi tersenyum geli. Eun Gi yang amnesia justru akrab dengan adiknya Eun Suk.

Ma Ru panik, ia lari ke dalam rumah memanggil Choco, dan tanya apa benar Eun Gi menghilang. Choco membenarkan. Ma Ru coba telp. Tapi Choco menunjukkan ponsel Eun gi, dia tidak membawa ponselnya.
Keduanya langsung berpencar dan mencari Eun Gi di sekitar lingkungan mereka.

Jae Hee pulang, tapi tidak segera masuk rumah. Ia duduk di mobil. Jae Hee pusing. 

Jae Hee jalan masuk dan tampak syok karena melihat Eun Suk asyik main game bersama Eun gi nuna-nya.
Jae Hee memanggil Eun Gi, Seo Eun Gi, kapan kau pulang?

Eun Suk kelihatan sangat bahagia, Ibu! Eun Gi nuna menemaniku main game monster. Aku menang. Benar kan kak? Eun gi hanya mengangguk, wajahnya jadi kaku.

Ma Ru tidak menemukan Eun Gi di sekitar rumah mereka, ia akhirnya pulang. Ma Ru terduduk lunglai di sofa.
Ma Ru mendengar bunyi pintu dibuka. Ia langsung berdiri tapi kecewa lagi karena ternyata yang pulang adalah Jae Gil. Ia tanya ada apa. Ma Ru berkata Eun Gi menghilang.

Jae Gil : Eun Gi pulang ke rumahnya di Sambok-dong, apa dia tidak mengatakannya padamu? Aku sudah memintanya mengatakannya padamu.
Ma Ru terkejut sekali, apa?
Jae Gil berkata sudah mencoba menghentikan Eun Gi, karena berbahaya, bagaimana kalau topeng Eun Gi terbuka. Eun Gi berkata ini perintah dari dokternya. Untuk mendapatkan kembali ingatannya yang hilang lebih baik mengunjungi tempat2 yang pernah ia kunjungi.

Ma Ru marah, kenapa kau baru mengatakan ini padaku sekarang?
Jae Gil tidak mau disalahkan, kapan kau tanya aku?

Ma Ru langsung pergi. Jae Gil bicara sendiri, kalau dia tahu aku membiarkan Eun Gi ke Sambok-dong lagi, aku bisa mati.


Eun Gi makan malam bersama Jae Hee dan Eun Suk. Eun Suk mengikuti cara makan Eun Gi, keduanya menghabiskan taoge. Jae Hee minta bibi mengambilkan taoge lagi. Jae Hee heran, Eun Gi tidak suka taoge sebelumnya. Tapi sepertinya kau menyukainya sekarang.
Bibi juga heran kenapa Direktur menyukai taoge sekarang. Ia terkejut saat Eun Gi makan kerang. Direktur, anda tidak apa-apa? anda alergi kerang, coba lihat muncul bentol-bentol di tangan anda.


Eun gi terkejut dan berkata akan ke kamar mandi sebentar. Eun Suk mengikuti Eun Gi. Nuna, kita pergi bersama.
Jae Hee minta bibi membawakan obat alergi. Bibi komen, Direktur seperti berubah menjadi orang lain.

Jae Hee : Apa maksudmu?
Bibi hanya berkata Eun gi jelas Direktur, hanya tidak seperti Direktur seperti biasanya. Jae hee tanya makanan apa yang paling dibenci Eun Gi karena tidak tahan aromanya dan minta Bibi menyajikannya.
Bibi takut bagaimana kalau Direktur marah. Jae Hee tidak peduli dan minta bibi membawakannya.

Eun Gi ada di kamar mandi dan harus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia alergi kerang dan buah persik.
Ma Ru tiba di rumah Eun Gi. Ia diantar ke dalam dan berusaha kelihatan tenang. Ma Ru tanya dimana Eun Gi.
Jae Hee berkata Eun Gi ada di kamar mandi dan mengundang Ma Ru untuk makan bersama mereka.

Ma Ru : Tidak apa-apa, aku datang untuk menjemput Eun Gi.
Jae Hee : Eun Gi belum selesai makan, biarkan ia menyelesaikan makanannya sebelum pulang. Jangan bilang kau tidak mengijinkan ini.

Jae Hee minta bibi membawa Eun Suk kembali dan menyiapkan satu set mangkuk untuk Ma Ru.
Jae Hee berkata ia dengar Ma Ru dengan sukarela mendatangi kantor Jaksa. Padahal ia sudah menarik tuntutan hukumnya, Jae Hee ingin tahu kenapa.
Ma Ru berkata ia melakukannya untuk membersihkan namanya. Aku dibebaskan.

Jae Hee : Kau pikir namamu bisa dibersihkan?
Ma Ru : Meskipun tidak mudah, tapi juga tidak sulit.


Jae Hee kelihatan gelisah.
Ma Ru berkata, selama mereka bisa menemukan penjahat aslinya maka namanya bisa segera dibersihkan.

Eun gi muncul. Ma Ru berkata ia dengar Eun gi ada disini jadi ia datang menjemput Eun Gi.
Ma Ru melihat Eun Gi minum obat alergi. Eun Gi berkata ia tanpa sengaja memakan kerang. Jae Hee menawarkan makanan yang tidak disukai Eun Gi, cobalah ini. Ini adalah resep baru ajumma. Rasanya benar2 enak.

Bibi keluar memanggil Jae Hee karena Eun Suk muntah. Eun Suk makan terlalu banyak dan sekarang muntah. Jae Hee berkata akan melihat Eun Suk dulu dan minta Ma Ru dan Eun Gi melanjutkan makan.


Setelah Jae Hee pergi, Ma Ru tanya apa Eun Gi akan tetap melakukan sesuatu diam-diam. Eun Gi minta maaf. Ia tidak bisa diam saja dan menunggu ingatannya kembali, aku berharap juga bisa melakukan sesuatu. Setelah pulih, Eun Gi juga ingin membantu Ma Ru. Eun Gi tidak ingin tergantung pada Ma Ru. Hanya saja Eun Gi tidak memikirkan soal alerginya.
Ma Ru melihat tangan Eun Gi yang kemerahan.  Ini jelas alergi berat.

Bibi datang menyajikan nasi dan sup untuk Ma Ru. Bibi berkata ke Eun Gi, ia heran karena Direktur seperti orang lain saja. Main bersama Eun Suk, makan semua makanan dan bahkan tidak marah saat ia menyajikan makanan yang dibenci Eun Gi. Tapi Bibi senang karena Eun gi sekarang menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Saya bahagia untuk anda, Direktur.
Ma Ru terkejut mendengar ini. Ia sadar Jae Hee ingin tahu kondisi Eun Gi.


Jae Hee mengurus Eun Suk. Eun Suk minta ibunya membiarkan Eun Gi nuna tinggal bersama mereka di rumah ini. Jae Hee mengiyakan.
Ma Ru dan Eun Gi sudah pergi saat Jae Hee ke ruang makan lagi. Bibi hanya berkata Direktur dan tunangannya baru saja pergi. Jae Hee marah, mereka pergi tanpa pamitan denganku? Bagaimanapun aku tetaplah nyonya rumah ini. Aku bahkan belum selesai makan. Aku tidak mengerti kenapa ada orang tidak sopan seperti itu.
Jae Hee menemukan selembar pesan di meja makan : Karena aku main sebentar dengan Eun Suk, aku tidak tahu kecurigaan apa yang timbul padamu. Seharusnya tidak perlu seperti ini. Untuk sikhae (sejenis fermentasi dari ikan/lebih sangar dari terasi) itu, itu sangat memalukan.

Ma Ru membawa Eun Gi pulang dan berkata ia akan menemani Eun Gi kemanapun Eun Gi pergi.

Eun Gi lebih tidak mengerti dirinya yang dulu. Aku benar2 keterlaluan, hanya karena makanan yang tidak kusukai, aku akan marah2. Ma Ru hanya berkata sudah kubilang tabiatmu memang jelek.

Eun Gi berkata ia tiba2 takut untuk mendapatkan ingatannya kembali. Eun Gi takut ia justru akan kecewa dengan karakter aslinya. Ma Ru menoleh, ia berkata kalau begitu tidak perlu mengingatnya. Eun Gi heran, kau serius? suaramu terdengar sangat serius.
Eun Gi menolak, ia tetap ingin mengingatnya. Ia sebenarnya tidak terlalu peduli ingatan lainnya, tapi Eun Gi ingin ingat saat-saat bersama Ma Ru. Bagaimana kita bertemu, bagaimana kita saling jatuh cinta, kita pergi kemana, apa yang kita bicarakan..apa impian apa yang kita miliki.. Aku ingin mengingat semuanya itu.
Ma Ru diam saja, ia justru ingin Eun Gi melupakan semua itu. Karena jika Eun Gi ingat maka hubungan mereka bisa berakhir.

Eun Gi menyalakan radio. Terdengar lagu San Francisco lagi. Eun Gi tiba-tiba ingat sesuatu. Eun Gi tanya apa Ma Ru ingat mereka pernah mendengar lagu ini. Ma Ru terkejut dan sadar Eun Gi sudah mulai ingat.
Ma Ru bertemu Jun Ha di kantor. Jun Ha ingin tahu apa tujuan Ma Ru mengaku pada Jaksa kalau dia adalah mata-mata korporat dsb. Apa kau sadar berapa tahun hukuman untuk semua itu?
Ma Ru tidak tahu masalah itu. Yang ia tahu, kalau Eun Gi mendapatkan ingatannya lagi, Jun Ha akan memberikan setengah dari Tae San kepadanya, maka Ma Ru akan melakukan yang terbaik.

Keduanya bertemu Jae Hee dan Pengacara Ahn di lorong. Jae Hee tanya apa Ma Ru dan Eun Gi pulang dengan selamat kemarin. Ma Ru membenarkan. Jae Hee berkata ia mengira tidak akan melihat Ma Ru di kantor dan ia merasa sedih, ternyata ia masih bisa melihat Ma Ru disini, Jae Hee merasa senang karenanya. Jae Hee mengulurkan tangan dan mengajak Ma Ru bersalaman. 
Ma Ru menerima uluran tangan Jae Hee tapi ia berkata : 
Benarkah? Jangan berbohong. Lewat CCTV, kami sekarang ini sedang menyelidiki orang mencurigakan yang masuk dan keluar dari rumah kami. Polisi Cyber juga sedang memeriksa USB dan komputer saya.
Pagi ini kami akan mengatakan hal ini pada media. Kalau publik tahu soal ini, saya bisa mengatakan soal dokumen itu dengan terbuka. Kalau begitu, jika ada informasi yang tidak seharusnya dilihat, mereka akan bisa melihatnya.


Eun Gi bertemu Prof Min Hyuk dan ditanya apa ada lagi yang diingatnya. Eun Gi ingat saat menyetir di lorong dan ia ingat ekspresi wajahnya, penuh kesedihan dan kemarahan.
Prof : Kenapa seperti itu?
Eun Gi tidak tahu tapi sepertinya saat itu, ia sedang menyetir ke arah seseorang.


Prof : Siapa itu?
Eun Gi : Saya tidak tahu. Saya tidak melihat siapa orang itu.

Eun gi ingat saat itu ia tiba2 menyetir ke arah yang berlawanan lalu menyongsong mobil orang lain. Tapi ia tidak tahu alasannya.
Prof mengerti, kita akhiri sampai disini dulu dan tugasmu adalah mengingat kenapa kau pindah jalur, siapa yang kau lihat, dan kau menyetir ke arah siapa. Coba ingat itu dengan baik.

Pengacara Ahn menyuruh Sekretaris Jo untuk mendapatkan laporan kesehatan Eun Gi dari RS Universitas dimana EUn Gi pernah dioperasi setelah kecelakaan lalu lintas.
Ahn minta laporan CT Scan dan MRI untuk otak Eun Gi lalu menyuruh Jo menunjukkan itu pada Dr. Kim. Untuk konfirmasi apa benar itu milik Seo Eun Gi. Karena Pengacara Ahn curiga laporan kesehatan Eun Gi sudah dipalsukan. Aku juga akan memalsukan catatan kesehatanku kalau aku ada di kondisi Seo Eun Gi. Aku pasti akan melakukan itu.


Eun Gi ada di rumah dan mencoba mengingat kejadian di lorong itu. Jae Hee datang ingin bertemu Eun Gi.
Ma Ru telp Eun Gi, pekerjaanku sudah selesai, apa kita bisa pergi kencan?
Eun Gi : Tapi Han Jae Hee ada di depan rumah saat ini.
Ma Ru panik : Jangan membuka pintu! Sebelum aku pulang, jangan bukakan pintu. Aku akan segera pulang.

Jae Hee terus menekan bel, Eun Gi! Seo Eun Gi, apa kau tidak ada di rumah?
Akhirnya Eun Gi memutuskan untuk membuka pintu. Jae Hee masuk. Ia membawa makanan untu Eun Gi. Jae Hee minta maaf, waktu Eun Gi pulang malam itu ia merasa tidak enak karena sepertinya Eun Gi salah paham.
Aku benar2 tidak tahu kalau kau membenci makanan itu. Itu benar. Aku minta maaf. Aku akan mengingatnya nanti.
Eun Gi : Baiklah.
Jae Hee sudah memasak makanan kesukaan Eun Gi. Jae Hee tanya apa tidak ada orang di rumah. Dimana Choco dan Jae Gil?

Eun gi terkejut saat tahu Jae Hee mengenal keduanya. Jae Hee mengaku ia mengenal kedua orang itu, yang satu adalah adik Kang Ma Ru dan yang lainnya adalah teman baik Kang Ma Ru.

Eun Gi : Apa artinya itu?
Jae Hee juga heran : Apa artinya pertanyaanmu? Apa kau tanya saat aku bersama dengan mereka? aku memang menghabiskan waktuku bersama mereka untuk waktu yang sangat lama.

Jae Hee mengamati foto keluarga Ma Ru dan menyentuhnya dengan lembut.


Ayo kita pulang, Eun Gi. Tidak peduli seperti apa kau membenciku dan betapa aku tidak menyukaimu tapi kau juga tidak bisa seperti ini. Kang Ma Ru dan kau masih belum menikah secara resmi dan orang-orang akan mulai membicarakan kalian.

Eun Gi : Aku merasa nyaman disini. Aku akan ada disisi Ma Ru.

Ma Ru semakin mempercepat mobilnya, ia benar2 gelisah kalau Jae Hee ada di dekat Eun Gi.

Jae Hee kesal, kenapa Kang Ma Ru? Kenapa harus Ma Ru diantara banyak pria diluar sana? Hanya karena kau membenciku, hanya karena kau ingin menginjak ibu tirimu, apa kau juga ingin menghancurkan hidupmu?


Eun Gi terkejut, perkataan ini memicu ingatannya. Ia pernah mengalami percakapan ini sebelumnya.
Jae Hee tampak stres dan marah, hentikan Eun Gi. Apa kau tidak bisa menghentikannya? Dengan satu gerakan tangan dari Presdir, tidak ada yang tidak bisa ia lakukan di dunia ini. Membunuh Kang Ma Ru akan sangat mudah untuknya. Sebelum semuanya jadi lebih serius, kau harus menghentikannya. Kau bisa menghentikannya kan?

Eun gi gemetaran, ia ingat saat Jae Hee memintanya putus dengan Ma Ru. Eun Gi memegang meja.
Kembali ke saat ini, Jae Hee mendekat dan memegang tangannya. Aku tidak menyukaimu, tapi aku juga tidak membencimu. Kalau kau memperlakukanku dengan sedikit hormat dan menyayangi Eun Suk seperti sekarang ini, kita tidak perlu harus sejauh ini.


Lalu ingatan lain lagi, saat keduanya selesai olah raga dan Jae Hee memperingatkan Eun Gi kalau Ma Ru itu tidak baik untuknya dan Eun Gi pasti akan terluka. 
Eun Gi seperti kehabisan nafas, atau oksigen tidak bisa mengalir ke otaknya, ia kelihatan sangat syok. Jae Hee masih memegang tangan Eun Gi, ia berkata Eun Suk selalu menanyakan Eun Gi. Ayo kita pulang bersama Eun Gi.

Eun Gi : Kenapa kau begitu membenci Kang Ma Ru?
Jae Hee melihat wajah Eun Gi yang pucat, ia tampak cemas, kau kenapa? Apa kau merasa tidak sehat? Jae Hee mengulurkan tangan ingin membelai kepala Eun Gi. Eun Gi menahan tangan Jae Hee.
Kenapa kau tidak menyukai Kang Ma Ru? Padahal aku sangat menyukainya dan aku ingin hidup bersamanya. Kenapa kau sangat menentang kebersamaan kami?

Ma Ru mulai menyalip semua mobil di depannya agar bisa pulang lebih cepat.

Jae Hee : Apa kau tidak tahu alasannya? apa kau benar2 tidak tahu alasannya?
Eun Gi : Tidak, aku tidak tahu.
Jae Hee : Kau tahu kenapa Kang Ma Ru mendekatimu, ya kan? Bagaimana kau bisa melakukan ini padahal kau tahu alasannya?

Eun Gi pucat pasi. Jae Hee kelihatan panik, Eun Gi kau kenapa? Ia ingin menyentuh dahi Eun Gi lagi, tapi Eun Gi menahan tangan Jae Hee lagi, aku tidak tahu. Aku tidak tahu kenapa ia mendekatiku. Tolong katakan kenapa ia mendekatiku..

Tiba-tiba Eun Gi ingat saat Jun Ha mengatakan kenapa Ma Ru mendekatinya. Dia punya hubungan khusus dengan Nyonya. Dia mendekatimu untuk kembali pada Nyonya Han.


Eun Gi syok, mentalnya tidak kuat menerima kenyataan ini. Jae Hee ketakutan, Eun Gi! ayo ke RS! Eun Gi! apa kau baik2 saja? Seo Eun Gi!
Eun Gi memegang erat kepalanya, ia bergulingan di lantai menahan sakit.

Ma Ru pulang, ia melihat Jae Hee berusaha menyadarkan Eun Gi. Sementara Eun Gi jatuh pingsan karena pukulan ini.
Ma Ru segera mendekati Eun Gi. Ia menyingkirkan Jae Hee menjauh dari Eun Gi. Ma Ru berusaha menyadarkan Eun Gi.
Jae Hee memanggil Ma Ru. Ma Ru menoleh, pergilah! aku bilang pergi dari sini! Ma ru segera menggendong Eun Gi dan membawanya ke RS.


Di jalan, Ma Ru terus menggenggam erat tangan Eun Gi. Eun Gi pingsan. Ma Ru kelihatan sangat ketakutan.
Jae Hee masih terduduk di lantai rumah Ma Ru. Jae Hee kelihatan terpukul, karena ia mulai sadar kalau Kang Ma Ru sepertinya benar2 mulai menyukai Eun Gi.


Ma Ru membawa Eun Gi ke RS. Ia terus menjaga EUn Gi dan mengeringkan keringat dinginnya. Ma Ru menggenggam tangan Eun Gi.
Sekretaris Hyun marah-marah pada Jae Gil dan Choco.  Ia jalan mondar mandir dan bicara terus
Hyun : Aku mendapat mimpi buruk semalam, bukankah aku sudah bilang untuk terus menjaganya, ya kan?
Choco : Saya sedang membuat foto profil untuk audisi saya. Maafkan saya.
Jae Gil dan Choco membungkuk pada Hyun.

Hyun mendelik ke Jae Gil, lalu kau? Kau pengangguran kan? seharusnya kau tidak sering pergi ke luar rumah.
Jae Gil : Pengangguran itu justru mempunyai lebih banyak pekerjaan, karena dia harus pergi ke berbagai tempat untuk mencari informasi tentang pekerjaan, dan bertemu banyak orang.

Sekretaris Hyun pusing, siapa yang harus kupercaya untuk menjaganya sekarang? Jae Gil berkata Hyun tetap bisa mempercayai mereka. Ia janji tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi.

Choco berbisik ke Jae Gil, onnie ini berubah karakternya kalau marah, ia seperti orang lain. Jae Gil berbisik, dia sepertinya punya kepribadian ganda.
Hyun membentak mereka : Kalian bisik-bisik apa?!

Ma Ru masih menjaga Eun Gi sampai malam. Eun Gi bermimpi tentang kejadian di terowongan itu.

Eun Gi gelisah dalam tidurnya. Ia berusaha keras melihat pengemudi mobil itu tapi tetap saja tidak bisa. Eun Gi membuka mata.
Ma Ru : Eun Gi, kau baik-baik saja? Apa kau mengenaliku? Aku minta maaf, aku terlambat datang.
Eun Gi tertidur lagi. Ma Ru menghela nafas dan membelai rambut Eun Gi. Sepertinya Eun Gi sudah melewati masa krisisnya.

Jun Ha datang dan melihat mereka. Ia tidak jadi mendekati Eun Gi dan keluar dari RS. Jun Ha menghela nafas di luar RS.
Jae Hee minum anggur sendiri di kantornya. Pengacara Ahn datang. Jae Hee mengajak Ahn minum anggur menemaninya. Ahn menolak.
Ahn mencegah Jae Hee minum lagi, jangan minum di kantor. Jae Hee memberi alasan ia sedang merasa resah.

Pengacara Ahn berkata tidak peduli seberapa buruk perasaan Jae Hee, Jae Hee tetap tidak boleh minum di kantor. Jae Hee protes karena menurutnya Ahn sudah keterlaluan dalam mengendalikannya.
Ahn : Karena kau terlihat sangat lemah dan menyedihkan.

Ahn melarang Jae Hee minum di depannya. Ahn memberikan buku catatan milik Eun Gi dan laporan CT Scan dan MRI otak Eun Gi. Ahn sudah membawanya ke Dr. Kim. Menurut Dr. Kim, CT Scan dan MRI itu bukan milik Eun Gi.
Jae Hee terkejut, apa maksudnya?
Ahn menjelaskan, sepertinya Pengacara Park tahu betapa seriusnya luka Seo Eun Gi, jadi ia memalsukan laporannya. Jae Hee tanya kenapa Park Jun Ha harus melakukan itu.

Lalu Jae Hee sadar, ia memeriksa catatan itu dan surat dari Dr. Kim. Pengacara Ahn berkata, kemungkinan Direktur Seo menderita kerusakan otak parah.
Pertama, ia kehilangan ingatannya dan kemampuan mengenali. Dia hanya pura-pura dengan bantuan orang lain.
Jae Hee : Tidak mungkin.
Ahn : Dia menunjuk Kang Ma Ru sebagai wakilnya dan ia selalu ditemani oleh Kang Ma Ru. Dia melakukan itu agar tidak dicurigai.

Jae Hee ingat beberapa peristiwa saat Eun Gi melupakan sesuatu. Seperti letak kamar ayahnya dan saat Ma Ru mengambil alih percakapan mereka waktu itu. Lalu saat Eun Gi main dengan EUn Suk, padahal biasanya Eun Gi sangat membenci Eun Suk.
Saat Eun Gi makan kerang, padahal ia alergi. Dan kata2 Bibi, dia seperti bukan Direktur.

Ahn berkata ia hanya menebaknya saja sampai saat ini, tapi ia akan mencoba mencari buktinya. Kalau ia mendapatkan bukti itu, Ahn akan membuat agar Eun Gi dinyatakan tidak kompeten lagi. Dengan demikian, Jae Hee sebagai wali resmi Eun Gi berhak mengatur semua saham dan kekayaan Eun Gi.
Jae Hee akan diberikan hak legal untuk itu semua.

Eun Gi terbangun. Ia menoleh dan melihat Ma Ru tertidur di dekatnya.

Beberapa saat kemudian, Ma Ru terbangun. Ia terkejut karena Eun Gi sudah menghilang. Eun Gi..Eun Gi!
Ma Ru lari dan mencari Eun Gi ke seluruh RS. Ma Ru tanya perawat apa melihat gadis yang pingsan tadi, tapi perawat tidak melihatnya. Ma Ru lari keluar RS. Ia akhirnya menemukan Eun Gi.

Eun Gi tertidur di bangku di luar RS. Ma Ru langsung membangunkannya sambil menyelimuti Eun Gi dengan jaketnya. Eun Gi bangun! Eun Gi bangunlah.

Eun Gi bangun dan Ma Ru langsung ngomel, apa kau tahu betapa cemasnya aku? Eun Gi memandang Ma Ru dengan aneh.
Ma Ru meninggikan suaranya : Apa kau tidak mendengar perkataanku? Kalau kau seperti ini..

Ekspresi Eun Gi berubah, ia seperti kesal melihat Ma Ru. Ma Ru menghela nafas dan minta maaf. Ayo kita masuk ke dalam, kau bisa kena flu.
Ma Ru membantu Eun Gi berdiri.

Eun Gi menolak bantuan Ma Ru dan mendorongnya. Eun Gi membuang jaket Ma Ru. Siapa kau?  (what?)
Ma Ru terkejut, Eun Gi, ada apa?
Eun Gi menolak bantuan Ma Ru : Aku tanya, siapa kau?
Ma Ru bingung : Seo Eun Gi.
Eun Gi : Aku tanya siapa kau!
Ma Ru syok.


Nice Guy [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12]

3 comments: