Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Friday, November 23, 2012

Nice Guy episode 5

Beberapa saat sebelum Ma Ru ke Aomori.
Ma Ru menyetir dan mengingat kata2 Jae Hee, apa kau ingin balas dendam denganku? Ma ru ingat saat Jae Hee mencium Pengacara Ahn.

Ma Ru ingat pertemuannya dengan Pengacara Ahn di bar. Ahn cerita soal film dokumenter di TV. Ada seekor serigala besar menggigit ekor anjing hutan kecil.
Anjing hutan itu agar tidak dimangsa srigala lari dengan putus asa ke arah tebing. Anjing hutan mengancam srigala, kalau kau tidak melepaskanku, kau akan mati bersamaku jatuh dari tebing.
Sayangnya, itu satu2nya pilihan yang dimiliki si anjing hutan.



Ahn tidak melihat akhir tayangan itu karena ada urusan, tapi ia ingin tahu apa yang terjadi dengan anjing hutan dan srigala itu. Jika si srigala bijaksana, ia akan melepaskan ekor anjing hutan yang digigitnya. Tapi kalau srigala itu bodoh, mereka akan mati bersama karena terjatuh dari tebing.
Ahn menatap Ma Ru : Menurutmu apa tindakan yang dipilih srigala itu?

Pengacara Ahn membuat analogi, Ma Ru adalah srigala dan Jae Hee adalah anjing hutannya.

Ma Ru berhenti dan ingat kata2 Jae Hee yang didengarnya di telp saat, ia tidak akan membiarkan siapapun menghalangi langkahnya. Ma Ru berbalik dan menyetir mobilnya ke satu arah.

Ma Ru ingat jawabannya pada Ahn : Apa srigala itu mati bersama anjing hutan karena jatuh dari tebing? Orang itu lebih dari yang anda pikirkan, Tuan. Saya rasa orang itu lebih bodoh, ceroboh, dan idiot.

Ahn : Meskipun itu seekor hewan, pasti dia punya rasa takut mati. Jika ia merasa akan benar2 mati saat mendekatu tepi tebing, apa kau pikir, dia tidak akan mengubah pikirannya?
Ma Ru : Tidak, kemungkinan besar tidak. Srigala itu mungkin akan berkata ke anjing hutan, "Sungguh lega karena kita bisa mati bersama. Karena kau, aku tidak akan mati dengan kesepian."

Aomori
Jae Hee menerima Tuan Rolling dan rombongan mereka masuk ke resort untuk makan.
Tidak lama sebuah taksi datang. Ma Ru ternyata sudah tiba di Aomori. Ia langsung tanya, dimana ia bisa bertemu Seo Eun Gi.

Ma Ru tiba di villa Eun Gi. Ia mengamati Barbie di ayunan. Ma Ru tersenyum, ia mengambil Barbie itu dan menyapanya, lama tidak bertemu.
Ma Ru jalan ke arah pintu villa. Tapi ia tidak bisa mengetuk karena di pintu penuh larangan Eun Gi dalam 3 bahasa. Jangan menggangguku, dilarang mengetuk pintu!!
Ma Ru akhirnya duduk di dekat kamar Eun Gi dan menunggunya. Saat itu jam 11 malam lebih.
Eun Gi masih berkutat dengan laporan2 keuangannya di dalam.

Ma Ru melihat jam lagi, sekarang sudah jam 01 pagi. Tapi Eun Gi masih sibuk. Eun Gi stres dan membenturkan kepalanya ke meja.

Eun Gi akhirnya membuang dokumen2nya karena kesal. Ia belum bisa menemukan dana untuk menutup kekurangan untuk memberi perusahaan elektronik itu tanpa melepaskan Aomori resort.
Eun Gi keluar kamar dan cuci muka. Ma Ru sebenarnya melihat semuanya. Tapi Eun gi terlalu stres dan tidak menyadari kehadiran Ma Ru. Eun Gi duduk di rumput dan berbaring. Ma ru menunggunya sampai Eun Gi tidur.
Ma Ru mendekati Eun Gi, ia mengamati Eun Gi dan memanggilnya, hei kau.
Eun Gi mengigau : perhitungannya tidak benar...

Ma Ru akhirnya meninggalkan Eun Gi dan masuk ke dalam kamar. Ma Ru melihat kertas2 kerja Eun gi di seluruh penjuru ruangan.
Ma Ru membaca coretan2 Eun Gi dan melihat betapa kesalnya Eun gi pada Jae Hee. Eun Gii menulis Jae Hee berkali-kali. Ma Ru juga melihat kekurangan dana yang mereka butuhkan, sekitar 38 Miliar Won.
Ma Ru memutuskan membantu Eun Gi. Ma Ru langsung telp Jae Gil yang sedang asyik tidur dalam tenda di halaman rumah Ma Ru haha.
Jae Gil ngamuk-ngamuk, jam berapa ini? kenapa kau seenaknya saja membangunkan orang tidur? tidur saja, tidur!

Ma ru ingin minta pendapat Jae Gil yang pernah kuliah bisnis manajemen, dan kau punya teman yang kerja di perusahaan besar kan? Pakai internet dan kontak temanmu itu. Awas kalau kau berani menutup telpku.
Jae Gil marah2. Ma ru akhirnya membujuk akan mengenalkan Jae Gil pada gadis cantik. Jae Gil tidak mau, aku sudah punya gadis cantik.
Ma Ru menambahkan : 39-24-36 (Ha!)

Jae Gil langsung semangat dan mulai menggunakan otaknya untuk membantu Ma Ru, sebentar..sudah lama sejak aku lulus..aku harus mengingatnya.
Jae Gil mengajarkan soal depresiasi aset. Intinya properti yang kau miliki akan berkurang nilainya. Mereka membahas masalah ini lumayan lama.
Ma Ru punya kebiasaan langsung mencatat apapun informasi penting yang ia dapatkan. Semuanya ditempel di dinding.

Sampai satu informasi, ini tentang investasi Tae San di Klub X. Nama Klub itu tidak asing untuk Ma Ru.
Ma Ru ingat, ia mendapat informasi dari Hye Ji, si pemeras yang mengambil semua harta Jae Gil. Meskipun Klub X bangkrut dua tahun lalu karena dampak krisis. 6 bulan lalu, Klub x membeli perusahaan lain yang bergerak di bidang tambang.

Hye Ji : Kau tahu perusahaan ini akan jadi besar. Ini benar. Maksudku, kalau kau punya uang, kau harus cepat2 membeli sahamnya. Aku hanya mengatakan informasi ini padamu karena kau kekasihku.

Ma Ru semangat. Ia langsung membuat perhitungan. Ma ru terus berhitung sampai pagi, lalu ia meluruskan punggungnya dan keluar.

Ma Ru menemukan Eun Gi masih tidur di halaman. Ma ru sama sekali tidak tidur semalaman. Ia langsung mengangkat tubuh Eun Gi dan membawanya ke tepi kolam.


Ma ru melempar Eun Gi ke kolam, hei tukang tidur, setelah tidur begitu lama, sekarang saatnya untuk bangun. Cepat bersiap dan kita bunuh mereka semua. Ma Ru tersenyum.

Ma ru jongkok di depan Eun gi, tapi sebelum membunuh mereka, ayo kita makan dulu. Apa makanan yang bisa kau rekomendasikan dari tempat ini?
Eun gi tidak bisa menjawab, ia benar2 tidak percaya.



Eun Gi dan Ma ru sarapan bersama, tapi hanya Ma Ru yang sibuk makan, Eun Gi hanya mengamatinya. Ma Ru tanya, kau tidak makan?
Ma ru mendekatkan makanan untuk Eun Gi, apa kau pikir bisa menang perang tanpa makan?

Eun Gi heran : Bagaimana kau bisa kesini?

Ma Ru menjawab dengan polos : Naik pesawat. Lalu aku juga naik taksi. wkkk
Ma Ru : Aku datang kesini karena merindukanmu. (yang benar..?)
Sepertinya aku tidak bisa kalau tidak melihatmu ..jadi aku berpikir untuk datang dan menemuimu. Aku juga punya pertanyaan yang harus kuajukan padamu jadi aku datang.

Tapi melihatmu begitu pucat dan lelah hatiku sakit dan aku tidak bisa mengajukan pertanyaan yang ingin kutanyakan.

Ma ru memberikan makanan untuk Eun Gi, makanlah, apa kau mau resort ini diambil begitu saja?

Ma Ru dan Eun Gi duduk membahas keuangan Tae San. Ma ru menunjukkan catatan keuangan ke Eun Gi, Eun Gi heran bagaimana kau..? Ma Ru tidak menanggapi dan berkata, kalau kau ingin membeli perusahaan elektronik Joo Myeong, kau membutuhkan sekitar 35 Miliar Won dan kau tidak punya uangnya.
Pertama, Taesan investasi 5 Miliar Won ke clib x.

Eun Gi berkata Klub X sudah berhenti melakukan riset 2 th lalu, sehingga saham mereka disana tidak ada nilainya.

Ma Ru berkata itu yang dipikirkan banyak orang, meskipun belum diumumkan secara resmi, tapi 6 bulan lalu Club x membeli perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Menurut laporan keuangan mereka, ada sekitar 300 Miliar barang tambang emas dan tembaga dalam tambang itu.
Dan menurut berita saham jam 9:24 pagi ini, saham yang kau pikir tidak berharga akan memiliki nilai 4 kali lipat, jadi 20 Miliar Won. Jadi dari 35 Miliar Won dikurangi 20 Miliar Won, kau hanya tinggal mencari 15 Miliar Won lagi.

Ma Ru terus saja bicara, kedua. dari pabrik Tae San Chemical.
Eun Gi masih tampak bingung dan Ma Ru mengingatkannya, ayo konsentrasi.

EUn gi tanya sejak kapan Ma Ru tahu semua ini. Ma Ru berkata ia punya koneksi lumayan luas dan kalau dibandingkan denganmu, otakku lebih pintar. Ha!
Ma Ru mengusulkan Eun Gi menjual saja pabrik kimia itu karena ada pabrik yang sudah berhenti beroperasi selama setahun. Harga pasarnya sekitar 8,5 Miliar Won. Dan minggu depan..

Eun gi menyambung, nilainya bertambah 5,8 Miliar dan kalau ditotal semuanya ada sekitar 34.48 Miliar Won.

Ma Ru kelihatan kagum, kau memang pintar. Dan sisanya tinggal 500 Juta Won, kau bisa menjual apa saja yang tidak kau butuhkan. Perhiasan, mobil, jam tangan, kau sendiri yang putuskan.

Ma Ru menyadari Eun Gi memandangnya dengan kagum. Ma Ru tersenyum, kekaguman, hati yang tersentuh, kita lupakan saja semua itu. Kurasa kau tidak punya banyak waktu.
Eun Gi tahu itu dan segera membereskan dokumen2nya. Apa yang kau lupakan, akan kuingat semuanya. Kekaguman, hati yang tersentuh, menggunakanmu untuk pamer, pelukan..setelah aku menang, kita selesaikan hutang itu satu per satu.

Eun Gi telp pengacara Ahn, dimana Han Jae Hee sekarang? aku sedang kesana, tolong bantu aku, katakan padanya untuk menghentikan semuanya dan menungguku.
Eun gi segera pergi. Ma Ru tersenyum, lalu memanggilnya, Seo Eun Gi.Eun Gi berhenti dan berbalik. Ma Ru jalan mendekat dan mencium dahi Eun Gi, 


pastikan kau menghancurkan mereka dan kembali dengan kemenangan. Jangan pernah berpikir untuk kembali kalau kau kalah.

Eun Gi tertegun, lalu tersenyum dan jalan pergi. Ma Ru tersenyum. Tapi setelah bayangan Eun Gi menghilang, wajah Ma ru jadi dingin lagi. Semua itu sengaja dilakukannya.
Eun Gi buru2 mencari taksi dan pergi ke resort.

Pertemuan Tae San dan pihak Rolling mulai disiapkan. Pengacara Ahn pergi mencari Jae Hee. Jae Hee sedang menikmati berendam di kolam air panas. Pengacara Ahn bicara dengannya sambil mengalihkan pandangannya.
Ahn menyampaikan pesan Eun Gi, meminta Jae Hee menunda pertemuan ini dan menunggunya.

Jae Hee balas tanya, apa Han Jae Hee adalah orang yang akan menunggu jika Seo Eun Gi menyuruhnya menunggu? Dan berhenti kalau dia berkata berhenti? Seperti itu? dengan posisiku sekarang?



Ahn : Jika kau berhenti sekarang, kau harus berhenti nanti dan jika kau menunggu sekarang, maka kau akan menunggu selamanya.

Jae Hee tersenyum dan minta Ahn mengambilkan bajunya. Ahn jalan ke kursi mengambil jubah Jae Hee.

Jae Hee keluar dari kolam dan saat Ahn menoleh, ia melihat Jae Hee jalan ke arahnya tanpa busana. Ahn langsung memalingkan muka.
Jae Hee sengaja melakukan ini. Ia memakai jubahnya dan minta Ahn menelepon pihak Rolling untuk datang ke resort lebih awal. Jae Hee juga akan segera pergi ke sana secepat mungkin.
Ahn langsung mengiyakan dan pergi untuk mengatakan pada pihak Rolling.

Eun Gi masih di jalan, ia minta sopir taksi menyetir lebih cepat lagi.
Jae Hee dan Ahn menunggu Rolling. Jae Hee tampak gelisah. Lalu baru tersenyum lega saat Rolling muncul.

Jae Hee minta maaf karena sudah meminta Rolling datang pagi2, tapi ia berkata ada urusan mendesak dan harus segera ke Seoul, jadi ia memajukan waktu penandatanganan kontrak. Lagipula cepat atau lambat mereka akan menandatangani kontrak, kan.
Rolling setuju dan keduanya dengan senang hati menandatangani kontraknya. Jae Hee sempat terkejut saat mendengar pintu terbuka, ia takut Eun Gi datang. Ternyata petugas yang membawakan minuman.

Saat Eun Gi tiba di ruangan rapat, mereka sudah selesai menandatangani kontraknya.
Jae Hee tersenyum dan mengenalkan Eun Gi sebagai putrinya pada Rolling. Mulai sekarang, Richard dari Rolling akan menjadi Presdir resort ini.

Eun gi kelihatan murka. Jae Hee berkata mereka baru saja selesai menandatangani kontrak.

Eun Gi langsung menegur Ahn, bukankah aku sudah memintamu untuk menghentikan acara ini? Eun Gi ke Jae Hee, dia seharusnya telah menyampaikan pesan itu padamu. Kalau aku sudah mendapatkan dana untuk menutup kekurangan tanpa melepas resort.

Jae Hee berkata ia tidak mendapat pesan apapun dan Ahn membelanya, Ahn berkata ia memang sengaja tidak menyampaikannya.
Eun Gi : Kenapa?

Ahn : Saya tidak bisa mempertaruhkan masa depan Tae San karena perasaan pribadi anda.

Eun gi marah sekali tapi Ahn berkata kalau resort ini selalu jadi yang paling bawah dalam bisnis Tae San dan seharusnya mereka sudah lama menjual resort ini.
Tapi karena kekeras-kepalaan anda..

Eun Gi : Kekeraskepalaanku ?
Ahn : Harga yang ditawarkan Rolling jauh diatas perkiraan kita, dan ini karena Ny. Han. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk Tae San. Kita tidak bisa melepaskan itu.



Jae Hee berkata ia mengerti perasaan EUn Gi, resort ini adalah kesayangan ibu Eun Gi. Bahkan setiap pohon disini juga ditanam ibunya. Semua interior dalam kamar disini adalah desain ibunya.
Jadi kau ingin melindungi resort ini. Aku mengerti itu, tapi bisnis adalah tujuan utama kita dan kita harus melihatnya secara obyektif..

Eun Gi membentak Jae Hee, hentikan omong kosongmu! Lalu ke Richard, I'm not selling this resort! I'm not selling it! Never!

Eun gi jalan dan mengambil kontrak mereka, ia merobek-robek kontrak itu di depan semua orang.
Jae Hee marah melihatnya. Seo Eun Gi! Eun Gi malah dengan wajah puas membuang robekan kertas itu, this contrack is invalid!
Pihak Rolling jelas marah. Jae Hee teriak minta Eun Gi diseret keluar.

Eun gi mendekat dan berkata ke Jae Hee, ia tidak bisa menjual resort ini, selama dia Seo Eun Gi masih ada, ia tidak akan pernah menjualnya.

Jae Hee marah2, tutup mulutmu! beraninya kau, orang yang sudah dikeluarkan dari perusahaan merobek kontrak ini hanya karena perasaan pribadimu pada resort ini? Kau pikir kontrak ini main2?
Karena tindakanmu yang bodoh, konyol dan tanpa pikiran, akan ada konsekuensi yang akan diterima perusahaan. Tapi sebelum itu..

Eun Gi dengan santai mengeluarkan ponselnya, aku akan telp Ayah.

Jae Hee marah sekali, ia mendekat, merampas ponsel Eun Gi dan menamparnya!

Eun gi marah, apa yang kau lakukan?!
Jae Hee mengambil posisi sebagai ibu Eun Gi dan berhak melakukan apapun untuk mendisiplin anaknya. Jika anaknya tidak mengerti kata2, maka mereka harus dipukul agar mengerti jalannya, seperti kata Presdir.
Eun Gi : Han Jae Hee!

Jae Hee minta Eun Gi memanggilnya ibu. Jae Hee berkata ia akan mengurus masalah Eun Gi mulai saat ini. Kalau kau perlu dihukum, kau akan dihukum, kalau kau perlu dipukul, kau akan dipukul.

Lalu Jae Hee berkata orang yang paling ingin menjual resort ini adalah Presdir. Dia ingin menghapus semua kenangan akan ibumu dengan menjual resort ini.

Eun Gi terpukul, ia tidak percaya. Kau bohong!
Jae Hee menantangnya, kalau kau mau konfirmasi, telp saja Presdir sekarang.

Jae Hee lalu minta maaf ke Richard, anakku memang tidak stabil mentalnya. Jae Hee membujuk mereka membuat kontrak yang baru.

Eun gi tiba2 teriak frustrasi dan jatuh terduduk di lantai. Jae Hee menoleh dengan dingin dan meminta orang membawa Eun Gi keluar.

Ahn membantu Eun Gi berdiri. Eun Gi menyindirnya, sejak kapan kau menjadi anjing Han Jae Hee?
Jae Hee menoleh dengan marah ke arah Eun Gi.

Eun Gi : Dulu kau adalah orang di perusahaan yang paling berharga untuk Seo Eun Gi. Yang bisa diandalkan.
Ahn : Hal yang paling saya utamakan adalah Tae San.

Eun Gi menyindirnya, kau akan sukses dalam waktu dekat. Tapi aku tidak tahu berapa lama kesuksesan itu akan bertahan.

Eun Gi berdiri tapi dia hampir jatuh dan Ahn membantunya. Eun Gi minta Ahn melepaskan tangannya.
Eun Gi : Itu begitu menjijikkan, aku mau muntah. Setelanmu kelihatannya mahal, kau tidak ingin bajumu rusak kan?
Eun Gi mengibaskan tangan Ahn.

Eun Gi jalan mengambil semua dokumennya. Tiba2 Ma Ru telp. Bagaimana hasilnya? Eun Gi diam saja.
Ma ru berkata, kau kalah ya? Kau tidak bisa menggunakan senjatamu. Eun Gi berkata akan telp Ma Ru nanti.

Ma ru tanya apa orang2 itu masih di sana, ia ingin disambungkan pada Richard dari Rolling, aku ingin bicara dengannya. Cepat sambungkan, pasang speakernya.
Eun Gi memberikan ponselnya pada Richard, he wants to speak to you.



Richard menerimanya, hello?
Ma Ru : Hi, Are you Richard Height the President of Rahel?
Jae Hee terkejut mendengar suara Ma Ru.

Richard menyangkalnya, aku bukan Richard dari Rahel, aku Richard dari Rolling.

Ma ru berkata tidak ada bedanya Rahel atau Rolling kan? Fasilitas itu hanya tipuan saja untuk mengubur begitu banyak tuntutan hukum. Karena kalian tertangkap basah membuang limbah kimia di dekat gunung dan sungai. Kau pikir kau bisa lolos hanya dengan mengganti nama perusahaan dari Rahel ke Rolling? Kalian memang memalukan.

Richard berkata ini omong kosong dan ia tidak mau mendengarnya. Richard berusaha mematikan ponsel Eun Gi. Eun Gi langsung merampasnya dan mendengarkan Ma ru bicara. Karena apa yang dikatakan Ma Ru baru diketahui oleh pihak Tae San, termasuk Jae Hee.

Ma Ru : Sepertinya kau ingin mengubah resort ini menjadi pusat untuk membangun lab biotek dan meneliti obat baru. Dan kenapa Jepang? Setelah Cina maka kau pikir kali ini adalah Jepang, ya kan? Aku ingin tahu apa yang terjadi kalau kota Aomori mendengar rencana ini, aku yakin orang2 disekitar sini tidak akan menyukainya. Hey, katakan padaku kalau kau akan tanda tangan kontrak, aku ingin menontonnya.

Richard marah2, ia menuduh orang itu berbohong, lalu pergi. Pengacara Ahn dan staf Aomori mengejar mereka.
Tinggal Jae Hee dan Eun Gi. Jae Hee masih berusaha menasihati Eun Gi, sebagai penerus Tae San seharusnya kau melihat ke depan. Kenapa kau terus mempertahankan resort yang tidak mendatangkan uang.
Jae Hee : Kau rugi besar hari ini.
Eun Gi : Kurasa begitu.
Jae Hee : Kau membuat kesalahan besar.
Eun Gi : Lalu?

Jae Hee : Kau akan menyesalinya.
Eun Gi : Tidak akan. Meskipun Presdir mengambil semua yang kuinginkan, tidak apa-apa karena paling tidak aku bisa melindungi resort ini. Itu sudah cukup untukku.

Jae Hee melirik nama di ponsel Eun Gi, Kang Ma Ru. Jae Hee tampak marah. Lalu ia jalan keluar ruangan tanpa bicara lagi.



Eun Gi bicara pada Ma Ru, kau sudah menutupnya?

Ma ru memandangi matahari, belum. Ma ru tanya apa mereka harus bertemu? tapi karena dia belum tidur, ia ngantuk sekali dan ingin tidur dulu selama 3 jam. Lalu aku akan menemuimu.

Eun Gi tampak senang, baiklah. Kita bertemu 3 jam lagi, tidurlah.
Jae Hee ternyata belum pergi. Ia masih diluar pintu ruang meeting sambil mendengarkan pembicaraan EUn Gi.
Ma Ru menutup ponselnya. Ia melihat ke arah matahari yang mulai tinggi. Ma Ru mengenakan kaca mata hitam lalu tidur di kursi.
Seoul - Zoo Coffee
Jae Gil menyuapi Yoo Ra. Ada krim di bibir Yoo Ra. Jae Gil berkata ada krim di bibirmu. Yoo Ra dengan manja minta Jae Gil yang menghapusnya dengan menggunakan bibir, tentu saja. Jae Gil cekikikan senang.

Choco sebal, ia mendorong wajah Jae Gil dan mengusap bibir Yoo Ra dengan tissue. Choco memperingatkan mereka, cafe ini tempat umum, ada pengunjung berusia di bawah umur sampai usia 100 tahun, jadi pengungkapan cinta yang berlebihan dilarang disini. wkk
Jae Gil mengalah dan tanya apa Yoo Ra mau makan cake di rumah saja. Yoo Ra menolak, kita makan saja disini Oppa. Jae Gil setuju, ia akan memesankan cake untukYoo Ra lagi.

Tiba-tiba ada seorang pria masuk ke cafe bersama istrinya, pria itu mengenali Jae Gil dan memanggilnya Tuan Muda.
Jae Gil terkejut dan berusaha berkata kalau ajusshi salah mengenali orang. Jae Gil memberi kode pada paman itu untuk bicara diluar.

Yoo Ra dan Choco heran melihatnya. Choco menuduh Yoo Ra sengaja makan di sini untuk mengejeknya. Tapi Yoo Ra menyangkal. Lalu Yoo Ra teriak2 ke manager cafe dan menuduh Choco memakinya. Manager hanya mendelik ke Choco.
Diluar, paman itu  memang benar anak buah ayah Jae Gil. Ia membujuk Jae Gil untuk pulang karena Presdir sekarang semakin tua dan sakit2an.
Jae Gil tidak mau, pekerjaan ayahnya adalah membuat orang2 dari LN yang tidak berdaya untuk kerja, jika mereka tidak punya surat2 akan diperlakukan kejam. Jika mereka sakit tidak akan dibawa ke RS tapi dibunuh tanpa ada orang yang tahu. Kau mau aku mewarisi usaha seperti itu?
(Jadi ini kaya penerima tenaga kerja asing ilegal.)

Jae Gil minta paman itu pura2 tidak kenal padanya kalau mereka bertemu lagi karena dia akan melakukan hal yang sama. Oh aku juga mengganti nama keluargaku. Dari Park menjadi Oh. Aku sekarang adalah Oh Jae Gil. Kalau kau kembali tolong katakan itu pada ayah.
Jika aku bisa, aku akan mengambil semua darahnya yang mengalir di tubuhku.

Yoo Ra melihat Jae Gil kembali. Ia langsung menggigit tangannya sendiri. Choco yang tidak mengerti maksudnya merasa heran.
Yoo Ra tanya soal Tuan Muda dan Presdir tadi pada Jae Gil, apa oppa benar2 seorang Tuan Muda? Jae Gil menyangkalnya. Lalu Yoo Ra mengadu kalau Choco sudah menggigit tangannya.

Jae Gil marah ke Choco. Choco terkejut, ia tidak menggigit tangan Yoo Ra. Dia menggigit tangannya sendiri lalu menuduhku sebagai pelakunya.
Jae Gil berkata akan mengadukan Choco pada Ma ru agar Choco dihukum.

Yoo Ra belum puas, ia juga menuduh Choco mencuri gelangnya. Ada berlian di gelang itu dan harganya 1 juta Won. Dia mencurinya. Choco teriak, ajumma!
Yoo Ra berkata kalau Choco bukan adik teman Jae Gil, ia sudah pasti akan melaporkannya ke polisi.

Jae Gil langsung mengeluarkan ponsel dan berkata laporkan saja ke polisi. Kau harus memberinya pelajaran dengan memasukkannya ke penjara/
Yoo Ra terkejut dan buru2 mengambil ponsel Jae Gil. Tidak perlu, ini tidak cukup serius untuk dilaporkan ke polisi.

Jae Gil tampak marah : Pergi!
Yoo Ra mengira Jae Gil mengusir Choco, ia menyuruh Choco pergi.

Jae Gil : Bukan Choco tapi kau!
Yoo Ra terkejut : Oppa?

Jae Gil berkata ia tahu Choco mungkin bisa mencoret kaus orang, menginjak kaki orang kalau kesal ataupun menggigit. Aku tahu itu, tapi Kang Choco tidak akan pernah mencuri. Itu yang kutahu.
Yoo Ra tampak kesal.Jae Gil juga marah dan membentak Yoo Ra, aku sudah bilang cepat pergi dari depanku !

Choco dan Yoo Ra terkejut. Jae Gil berkata kalau Yoo Ra tidak mau pergi, ia yang akan pergi. Jae Gil keluar dan Yoo Ra lari mengejarnya sambil menangis. Choco berdiri dan menangis.
Joon Ha menunggu Presdir sambil mengamati foto Ma ru. Presdir Seo masuk ke ruang kerja dan Joon Ha berdiri. Presdir Seo berkata ia dengar kontrak Aomori Resort tidak berhasil. Joon Ha membenarkan.
Presdir dapat laporan kalau mereka harus rugi 13 sampai 14 Miliar Won karena kontraknya batal. untuk kerugian besar ini, bagaimana aku harus menghukum Eun Gi? Kurasa memecatnya dan mengusirnya dari rumah tidak akan cukup.

Joon Ha usul, bagaimana kalau kita biarkan saja dia kerja dan berada di rumah tapi menahan gaji dan insentifnya?
Presdir merasa itu tidak akan cukup. Joon Ha menawarkan, bagaimana kalau mengambil gaji dan insentif saya juga? Selama anda tidak mengusirnya, sampai ia berusia 80 th. How sweet..

Presdir Seo akhirnya tersenyum geli. Pengacara Park..
Joon Ha : Ya?

Presdir Seo : Jika, untuk satu alasan yang tidak masuk akal semua orang meninggalkan Eun Gi. Dan bahkan jika aku meninggalkan anakku, kumohon, kau tetap berada di sisi anak itu.
Bahkan jika semua orang di dunia ini meninggalkan dirinya, jangan meninggalkannya. Bersabarlah meskipun itu sulit. Kumohon, lindungi dia apapun yang terjadi.

Joon Ha ; Ya, saya pasti akan melakukannya.
Presdir tampak lega.

Joon Ha jalan keluar dari rumah. Bibi mengejarnya dan memberikan foto Ma Ru, anda melupakan ini Pengacara Park.
Joon Ha tanya apa Bibi pernah melihat pria ini sebelumnya. Bibi itu mengingat dan membenarkan, pria ini pernah memberikan amplop untuk Ny. kedua.

Joon Ha tertarik, amplop? Kapan itu? Bibi ingat, ia pulang dari toko dan melihat pria itu di depan rumah, tapi tidak bertemu Ny. kedua.
Joon Ha tanya apa pria ini pernah bertemu lagi dengan Nyonya. Bibi tidak tahu, dia memang tidak pernah masuk ke dalam rumah, tapi saya tidak tahu kalau diluar rumah.

Joon Ha mengerti dan berterima kasih. Lalu Joon Ha melihat ke arah kamera CCTV dan mendapat ide.
Eun Gi akan kencan dengan Ma Ru. Ia mulai mencoba berdandan. Eun Gi bahkan sudah menyiapkan rok. Tapi hasil make-up Eun gi terlalu menor haha. Akhirnya ia memanggil Sayuri (Jadi ingat Memoir of a Geisha haha) untuk membantu meriasnya.
Ma Ru masih tidur di kursi. Ponselnya bunyi, ternyata Han Jae Hee. Jae Hee ingin bicara dengan Ma Ru. Ma Ru tidak mau, ia tidak punya urusan dengan Jae Hee.
Jae Hee memakai senjata andalannya : Aku merindukanmu, Ma Ru. Berikan aku 10 menit saja.

Eun Gi sudah siap kencan. Ia jalan di taman Hirosaki Castle dan menunggu Ma Ru. Eun Gi terlihat manis dan anggun.
Ma Ru pergi menemui Jae Hee di atas Aomori Bay Bridge. Jae Hee tersenyum, Ma Ru-ah..! Kukira kau tidak akan datang.
Ma Ru dingin dan berdiri menatap laut. Cuma 10 menit, katakan apa yang ingin kau katakan.

Jae Hee putus asa, apa aku yang membuatmu seperti ini? Aku yang membuatmu seperti ini. Ma ru yang paling hangat di seluruh dunia, aku sudah membuatmu menjadi orang yang gelap, dingin, dan menakutkan seperti sekarang. Aku..Han Jae Hee yang melakukan itu.

Jae Hee : Ayo kita naik kapal. Kau dan aku bersama di atas kapal itu dan melihat ujung dari lautan ini. Bukankah kau dulu ingin mengajakku naik kapal bersama? janji ini belum kau tepati.
Ma ru : 9 menit.

Jae Hee ingin tahu apa yang ada di dasar laut. Dasar laut Han Jae Hee penuh dengan sampah. Bahkan tempat itu juga terlalu bagus untukku. Apa dasar laut itu lebih bagus untukku? Apa kau tidak ingin tahu? Aku ingin pergi dan melihatnya sendiri.

Ma ru : 10 menit.

Ma ru jalan pergi. Jae Hee menahannya, Ma ru..jangan pergi. Jangan pergi. Kumohon jangan pergi ke sisi EUn Gi.
Ma ru tidak peduli dan jalan terus.

Tiba2 ia mendengar bunyi benda tercebur di belakangnya. Ma Ru menoleh dan hanya melihat sepatu Jae Hee. Jae Hee menghilang.

Ma ru panik, Nuna.. Ma ru berdiri di tepi jembatan, ia teriak, Han Jae Hee!!!
Eun gi yang berdiri di dekat Hirosaki Castle tiba2 menoleh, ia seperti mendengar sesuatu. Dan gelas Pengacara Ahn tanpa alasan yang jelas, pecah berkeping-keping.

Ma Ru langsung naik ke atas pagar pembatas jembatan dan meloncat ke laut. Ma ru menyelam mencari Jae Hee.



Beberapa saat kemudian, Ma Ru berhasil menolong Jae Hee. Jae Hee tidak sadar. Ma ru memeriksa nadi Jae Hee lalu melakukan CPR.
Eun Gi masih menunggu Ma Ru. Eun gi berusaha telp tapi tidak ada jawaban. Eun gi akhirnya jongkok karena lelah berdiri.
Joon Ha sudah mendapatkan rekaman CCTV yang mengarah ke pintu gerbang.
Joon Ha mengamatinya dan melihat Ma Ru. Ma ru yang jalan di tengah hujan lalu memasukkan amplop ke kotak surat.

Joon Ha memajukan rekaman untuk melihat apa Ma ru bertemu Ny. kedua lagi. Tapi bukan Ma Ru yang dilihat Joon Ha, melainkan adegan saat Jae Hee mencium Ahn Min Young.
Joon Ha syok melihatnya.

Pengacara Ahn bergegas jalan ke arah kamar Jae Hee. Jae Hee masih belum sadar, ia diinfus dalam kamar. Ma Ru duduk di dekatnya. Ma ru melihat tangan Jae Hee dan seperti ingin menggenggamnya. Tapi untung Ma ru menahannya.

Ma ru jalan pergi. Jae Hee buka suara, ternyata ia sudah sadar. Apa ada kemungkinan kalau ..kau masih belum melupakan aku? Itulah kenapa sampai saat ini, kau masih ada di dekatku?
Ma Ru : Kau salah paham Han Jae Hee.

Jae Hee tanya lalu kenapa Ma Ru menyelamatkannya. Aku ini orang asing bagimu, aku ini sampah yang seharusnya lenyap dari dunia. Kau seharusnya membiarkanku mati, tapi kenapa kau menyelamatkanku?

Jae Hee janji akan kembali lagi, ia akan kembali ke sisi Ma ru, menjadi Jae Hee yang lama. Tapi Jae Hee minta Ma ru menunggunya sebentar.



Ma ru kesal : Sampai kapan kau akan bermain? Apa di mata Han Jae Hee ada yang namanya batas? Kau seharusnya mengatakan padaku saat aku masih muda dan polos. Lalu, aku mungkin akan tertipu dan percaya padamu.

Jae Hee ; Kang Ma Ru!

Ma Ru : Dari semua kenangan hanya ada sedikit kenangan baik. Apa kau tidak tahu kesalahanmu? Akan lebih baik kalau kau meninggalkan satu atau dua kenangan bagus. Cinta pertamaku Han Jae Hee, bukan orang sehina itu. Meskipun aku tidak bisa memahaminya, tapi paling tidak akan bagus kalau kau meninggalkan kenangan yang membuatku memaafkanmu.

Dengan begitu aku bisa mempercayai Han Jae Hee seumur hidupku. Sehingga hidup Kang Ma ru yang menyedihkan yang percaya kalau Han Jae Hee adalah segalanya tidak akan menjadi sekotor ini.

Ma Ru jalan keluar dan melihat Ahn Min Young di depan kamar Jae Hee. Ma Ru hanya melihat Ahn dengan tajam lalu pergi.
Ma Ru jalan di tengah kota Aomori. Ada Festival Aomori Nebuta malam itu. Suasana ramai sekali.
Banyak turis di pinggir jalan kota menyaksikan festival musim panas yang indah ini. Ma ru tiba2 ingat Eun gi, Baiklah kita akan bertemu 3 jam lagi.

Ma ru mengecek jamnya, ia sudah terlambat. Ma Ru bergegas lari. Ma ru ke villa Eun gi. Tapi kamarnya kosong dan lampunya mati.
Ma Ru lari ke jembatan merah Shunyo di depan Castle, ia lega karena menemukan Eun Gi disana. Eun Gi tertidur sambil jongkok dekat jembatan.

Ma ru mendekat dan jongkok di depan Eun Gi. Ia membelai rambut Eun gi. Membuat Eun gi terbangun. Eun gi langsung berdiri, kakinya sepertinya kesemutan sedikit.

Ma Ru : Apa kau terus menungguku? Bagaimana kalau aku tidak datang?
Eun Gi yakin kalau ia menunggu, Ma Ru pasti datang.

Ma Ru mengamati Eun Gi, apa kau memakai make-up? Eun gi membenarkan, aku bahkan juga memakai gaun. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku mengenakan gaun. Aku bahkan tidak bisa merentangkan kakiku. Benar2 tidak nyaman untukku.
Ma Ru geli.

Eun Gi : Kita punya hutang untuk diselesaikan ya kan? Kita akan mulai darimana?
Pujian untukmu, penghormatan untukmu, kekaguman untukmu, atau pelukan untukmu..

Ma Ru tiba-tiba mendekat dan mencium Eun Gi. Wow...scene ini bagus sekali. Dengan latar belakang Hirosaki Castle yang kelihatan anggun di malam hari, kaya lukisan di kartu pos. Keren.

Nice Guy [1], [2], [3], [4]

3 comments:

  1. tengkyu mbak Tirza...
    waaa...ternyata Jae Gil anak orang kaya ya...
    Ternyata Park Joon Ha perasaannya sangat mendalam sama Eun Gi ya...
    Jika melihat Kang Ma Ru, Eun Gi, Han Jae Hee beserta semua masalahnya bikin yg nonton jg sedih, marah & BT...
    tapi kalo cerita beralih ke Jae Gil & Choco smua jd menyenangkan...
    Ada sedih ada senang...

    ReplyDelete
  2. aaaaa~~
    kak tirza bener banget, scene yang terakhir emang kayak di kartu pos #eh
    ditunggu episode lima-nya kak
    smangat terus yaaa~~
    \^^/

    ReplyDelete
  3. What a drama... seru bgt fase perjalanan hidup kang mà ru disini ... mulai dari kutu buku, gigolo, preman and so on :)

    Good job for SoongJoongKi.. acting nya keren ..love it

    ReplyDelete