Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, March 23, 2013

Level 7 Civil Servant episode 17

Pil Hoon dan Seo Won melihat Jae menembak Won Suk. Pil Hoon teriak memanggil Won Suk. Jae menoleh dan menembaki kedua agen itu lalu melarikan diri.
Pil Hoon mendorong Seo Won untuk merunduk. Ia langsung mengeluarkan pistol dan berusaha menembak Jae, sayangnya tidak kena. Jae berhasil lolos.

Kedua agen lari ke arah Won Suk. Seo Won mengarahkan pistol ke arah Jae sambil berusaha telp. Pil Hoon langsung menyelimuti Won Suk dengan jaketnya dan melakukan CPR pada instrukturnya itu.
Seo Won teriak, bagaimana kondisinya?

Pil Hoon : Masih bernafas!
Pil Hoon terus menekan dada Won Suk. Berusaha mempertahankan nyawanya.

Seo Won panik dan telp Young Sun yang kebetulan masih berada di kantor Oh. Ini saya, lokasinya di Central Park section A, tolong kirim paramedis. Ini darurat.
Young Sun : Apa maksudmu?
Seo Won : Ketua Tim tertembak, tolong kirim bantuan. Eonni!
Pil Hoon teriak, nafasnya semakin lemah. Tolong!

Jae mengamati mereka dari jauh dan tampak puas, karena sepertinya ia berhasil. Jae pergi.

Won Suk dilarikan ke UGD. Young Sun ikut masuk ke ruang dalam. Pil Hoon dan Seo Won harus menunggu diluar.
Pil Hoon menggandeng tangan Seo Won, keduanya kelihatan sangat terpukul.

Mi Rae gelisah dan menunggu Jae. Ia kelihatan lega saat Jae datang. Kau sudah menyelesaikannya?

Jae berkata tidak bisa membunuh Won Suk karena ada yang datang. Mi Rae tanya kemungkinan Won Suk bertahan hidup. Jae yakin, kalau ia menembak di posisi sedekat itu...
Mi Rae mengangguk, ia yakin Won Suk pasti mati. Mi Rae memberikan tiket pesawat. Pergilah besok pagi-pagi sekali.

Pil Hoon mondar mandir, ia gelisah. Pil Hoon merasa bersalah, ini semua karena aku. Kalau saja aku menyerahkan dokumen milik ayahku lebih cepat...ini salahku. Karena aku, pemimpin tim..
Seo Won : Itu tidak ada hubungannya dengan ini.

Pil Hoon menangis, tidak, ini salahku. Apa hebatnya ayahku, kenapa aku harus menyelamatkannya?
Seo Won mendekat dan menepuk-nepuk punggung Pil Hoon.


Presdir Han pulang, ia minum whisky dan berkata ke Ibu untuk imigrasi ke LN. Ibu terkejut, kenapa seperti ini, lalu bagaimana dengan Pil Hoon? Perusahaan ini? Rumah ini? jangan bicara omong kosong.
Ayah berkata ini demi kebaikan Pil Hoon. Lebih baik ia tinggal jauh dariku. Ibu tetap tidak mengerti, kenapa Pil Hoon harus tinggal jauh dari ayahnya. Pindah saja sendiri ke LN.

Ayah menjelaskan Pil Hoon adalah agen NIS. Ibu tidak percaya. Ayah berkata ia seorang kriminal. Ibu syok.
Ayah cerita, ia sudah menyerahkan diri ke polisi, tapi anehnya semua bukti kejahatannya sudah hilang. Siapa lagi yang bisa melakukan itu kalau bukan Pil Hoon? (wow..Presdir Han salah sangka) Pil Hoon melakukan sesuatu yang tidak seharusnya karena aku.

Sun Mi lari menemui Seo Won, eonni! bagaimana dia? dia ditembak di sebelah mana? Seo Won berkata paru2 dan liver. Organ dalamnya juga kena, dia pendarahan berat. Sun Mi syok.
Do Ha juga datang. Seo Won! Apa yang terjadi?

Sun Mi murka dan teriak ke Do Ha, untuk apa kau datang ke sini?
Seo Won dan Pil Hoon heran melihat Sun Mi. Do Ha kesal, apa bertugas itu penting saat ini?

Sun Mi : Pergi!
Do Ha : Jangan bicara omong kosong!
Sun Mi marah dan menampar Do Ha. Kedua rekannya bingung. Do Ha menahan tangan Sun Mi. Pil Hoon meminta keduanya berdiri.

Do Ha kesal, meskipun kita seumur, tapi aku tidak akan menutup mata lagi. Sun Mi tetap teriak2, apa hakmu berada di sini? Apa kau kira aku tidak tahu apa yang kau lakukan?!
Pil Hoon menarik tangan Do Ha, kalian berdua, hentikan.


Young Sun keluar dengan wajah pucat. Ia mengajak Seo Won dan Pil Hoon pergi. Kita harus memberitahu keluarganya.

Do Ha duduk dengan stres, ia merasa bersalah.

Young Sun bertiga menemui istri Won Suk. Istri Won Suk dingin menyambut mereka, ia mengira mereka utusan suaminya untuk membujuknya. Istri Won Suk tetap ingin bercerai. Young Sun berkata kalau Won Suk tertembak.
Istri Won Suk terkejut, ia gemetaran dan memegang kepalanya. Young Sun minta istri Won Suk agar tetap kuat. Saat ini Won Suk luka parah.

Istri Won Suk minta waktu sendirian, ia berdiri dan terjatuh. Young Sun dll ingin membantunya, tapi istri Won Suk menolak. Ia jalan ke kamar tidur dan menangis tersedu-sedu di dekat tempat tidur mereka.
Young Sun dan kedua agen itu menangis di ruang tamu.
Pil Hoon heran kenapa mereka juga dibawa menemui istri Won Suk. Young Sun berkata karena mereka ada di TKP dan mereka harus ikut bertanggung jawab untuk keselamatan tim mereka.


Do Ha membawakan makanan untuk Sun Mi. Sun Mi menolaknya. Ia tidak akan mati kalaupun tidak makan.
Do Ha berkata tertembak bukan berarti akan kehilangan nyawa mereka. Aku juga tertembak, tapi aku bertahan hidup.

Sun Mi marah : Apa orang seperti dirimu ingin mencoba menenangkanku? Apa kau pikir aku percaya kata2mu?

Do Ha membuka kemejanya, ia menunjukkan luka bekas tembakan di pinggangnya. Aku bertahan hidup meskipun aku kehilangan pankreas dan setengah liverku. Orang tidak akan meninggal hanya karena kehilangan organ tubuhku.

Do Ha yakin Won Suk akan bertahan. Do Ha menarik tangan Sun Mi dan memberikan makanan itu, makanlah. Sun Mi sepertinya tidak marah lagi dan duduk.

Jae berendam dan ingat pertanyaan Won Suk, apa kau adalah Woo Jin?
Won Suk yang menangis, jadi..kau masih hidup? Jae tampak marah. Ia menenggelamkan diri dalam bak.

Operasi Won Suk selesai dan Won Suk dipindah ke ICU. Istri Won suk mendelik ke arah Young Sun dan anak buahnya. Ia minta mereka kembali saja, meskipun sebentar aku ingin sendirian dengan suamiku.
Pil Hoon tanya kondisi Won Suk. Young Sun berkata Won Suk masih belum sadar, ia minta semua kembali ke kantor. Kita harus menangkap penjahat itu.

Pil Hoon pulang ke rumah dengan wajah kusut. Ibu terus tanya apa yang terjadi, ia berkata ayah Pil Hoon akan pindah ke LN.
Pil Hoon jalan ke kamarnya dan mengemasi baju. Ibu menangis, apa kau tidak mendengarku? kenapa ayahmu seperti itu?

Ibu : Katanya kau adalah agen NIS dan dia adalah seorang kriminal.

Pil Hoon membenarkan. Ibu terkejut, apa katamu? Pil Hoon menangis, aku kerja di NIS dan ayahku adalah tersangkanya. Pil Hoon mengemasi kopernya. Ibu stres, kenapa kalian melakukan ini padaku? Apa salahku?
Pil Hoon pergi. Ibu hanya bisa menangis di kamar Pil Hoon.

Young Sun mengumumkan, ketua Tim masih belum sadar tapi aku yakin ia akan bertahan. Young Sun minta semua menghentikan kesedihannya, kalau ada yang sedih, akan langsung ia hukum.

Direktur Oh dan rombongannya datang. Young Sun heran kenapa Oh datang ke kantor mereka
Oh : Apa Won Suk tidak mengatakannya padamu? tim ini akan dibubarkan hari ini.
Young Sun awalnya ingin protes. Oh menegurnya, apa Young Sun tidak bisa mengikuti semua perintah?

Seo Won dan Pil Hoon kelihatan tidak terima. Sun Mi melotot ke arah Do Ha.
Oh memerintah semua agen untuk meletakkan tas dan mengeluarkan isinya ke atas meja. Termasuk kartu identitas mereka. Ia akan memeriksa semuanya.

Young Sun tampak marah, ia menumpahkan semua isi tasnya ke atas meja. Anak buah Oh langsung memeriksanya. Semua barang2 Do Ha, Sun Mi, Yeom, Pil Hoon, Seo Won dll diperiksa dengan teliti. Oh minta anak buahnya mengecek dompet dan mengembalikannya, tapi barang2 pribadi mereka akan dikembalikan setelah diperiksa. Kalian semua kembali saja ke markas untuk menunggu ditempatkan. Bubar.
Young Sun : Bubar!
Young Sun jalan keluar, diikuti Yeom dll. Sun Mi keluar sambil membawa lukisannya. Itu sebenarnya hadiah untuk Do Ha.

Oh minta Sun Mi meletakkan barang itu. Sun Mi berkata itu adalah lukisannya. Oh tidak peduli, kami akan mengembalikan-nya setelah memeriksa barang itu, tinggalkan disitu.
Sun Mi marah dan melotot ke Do Ha. Sun Mi keluar.

Do Ha mendekat dan minta ijin memeriksa. Oh mengijinkannya. Do Ha membuka lukisan itu dan isinya ternyata lukisan wajah Do Ha dengan gaya pop-art. Do Ha tampak bersalah dan jalan keluar.

Oh tanya kenapa Seo Won dan Pil Hoon belum pergi. Pil Hoon tanya apa mereka masih bisa meneruskan misi. Oh berkata misinya sudah selesai, ayahmu sudah dilepaskan dari kesalahannya, jangan membuat keributan lagi.
Seo Won tanya soal Choi Woo Jin.
Oh berkata Seo Won tidak bisa melindungi Ketua Tim sendiri, apa yang bisa kalian lakukan? Seo Won merasa bersalah.

Pil Hoon minta maaf karena tidak bisa melindungi Ketua Tim mereka, meskipun misinya sudah selesai tapi mereka tidak akan melupakan ini. Mereka adalah anak lelaki Choi Heung Soo dan putri Kim Sang Gook.

Oh kelihatan terkejut. Pil Hoon dan Seo Won jalan keluar, tapi sebelum keluar, Pil Hoon mengeluarkan uang 1000 won (10 ribu rp), tolong bersihkan tempat ini dengan baik, ini tipnya.
Pil Hoon meletakkan uang itu dan keluar. Oh kelihatan kesal. Haha..dia berani juga dengan atasan.

Pil Hoon harus membayar kelakuannya pada Oh. Ia membaca surat penugasan dari NIS. Han Gil Ro ternyata ditugaskan di bagian pengaduan 111. Wkk itu bagian Won Suk dulu. Pil Hoon kesal sekali dan meremas surat penugasan itu.

Pil Hoon mempertimbangkan sebentar lalu memutuskan pergi ke ....apartemen Seo Won.

Pil Hoon langsung masuk saja dengan koper besarnya. Seo Won menghentikannya, kau mau apa dengan koper itu? Kau mau menginap disini?

Pil Hoon mengiyakan. Seo Won terkejut, tanpa mengatakannya denganku lebih dulu? Pil Hoon membenarkan.

Seo Won menghela nafas, jangan seperti ini Gil Ro, aku tidak ingin berdebat denganmu. Pil Hoon beralasan Woo Jin mengincar Seo Won dan berkata akan membunuhmu.
Seo Won : Meskipun kita bersama, pemimpin tim juga tertembak. Apa kau pikir kita dalam kondisi aman?

Pil Hoon : Meskipun kita tidak selamat, kita bisa mati bersama. (What?)
Seo Won kesal, jangan bilang soal mati bersama. Kalau aku bilang kita tinggal bersama, artinya aku ingin kita berdua tetap hidup dan bersama.

Seo Won menunjuk tempat untuk menyimpan baju2 Pil Hoon. Pil Hoon tersenyum. Baiklah, ayo kita hidup bersama.
Seo Won : Arti tinggal dalam keadaan hidup bersama dan hidup bersama itu lain.

Pil Hoon ketawa, Seo Won-ah apa kau tidak suka hidup bersamaku?
Seo Won : Ah ini benar2 membuatku gila.

Malamnya, Pil Hoon dan Seo Won bersantai sambil melakukan kegiatan masing2. Pil Hoon menoleh, Seo Won-ah bagaimana kalau kita tidur?

Seo Won mulai gugup, apa?
Pil Hoon : Matikan lampunya.
Seo Won biasa tidur dengan lampu menyala. Pil Hoon berdiri. Seo Won juga berdiri, kau mau apa? Pil Hoon ingin mengambil selimut. Seo Won berkata ia yang akan mengambilnya.

Pil Hoon tidur di sofa dan Seo Won di tempat tidur. Pil Hoon membicarakan Won Suk, ketua tim akan baik2 saja kan?
Seo Won membenarkan, ya ia pasti akan segera kembali. Pil Hoon berkata, Won Suk pasti marah2 karena tim mereka dibubarkan.

Pil Hoon sudah mulai memejamkan mata, Seo Won memanggilnya dan tanya apa Pil Hoon sudah mendapat penugasan baru? Pil Hoon membenarkan. Tapi Seo Won tidak akan bertanya karena Pil Hoon juga tidak bisa menjawabnya.

Keduanya sama-sama berkata mereka mendapat penugasan di tempat yang bagus.

Do Ha ingin menjenguk Won Suk tapi tidak bisa masuk karena ada larangan dari keluarga Won Suk. Do Ha pergi.

Istri dan anak Won Suk menginap di RS dan menjaga Won Suk.

Pil Hoon tidak bisa tidur, ia memanggil Seo Won tapi tidak ada jawaban. Pil Hoon jalan ke arah tempat tidur. Ternyata Seo Won sudah tidur.
Pil Hoon mengambil boneka monyetnya dan memasukkan boneka itu ke dalam selimut Seo Won. Ia membelai rambut Seo Won dan mencium pipinya.

Paginya, Pil Hoon mulai kerja di call-center 111. Pil Hoon menjawab telp, ada yang ingin melaporkan pengusaha yang menjual hulu ledak nuklir pada pihak Korut yang kerja sama dengan Kepala Dept Agen Rahasia Korut. Pil Hoon tidak percaya dan minta orang itu memasukkan keluhan lewat website mereka saja.
Pil Hoon menoleh dan ternyata Seo Won juga ditugaskan di bagian yang sama. Ha!

Pil Hoon mengajak Seo Won keluar dan mengeluh, hari ini aku bicara banyak sekali. Aku tidak tahu kita harus menjawab begitu banyak telp.
Pil Hoon punya ide, kita harus memulainya. Kita harus menangkap Choi Woo Jin. Seo Won kelihatan ragu, kita tidak punya jaringan informasi dan kantor. Tidak ada orang dan tidak punya peralatan.

Pil Hoon : Tapi kita punya waktu luang.
Seo Won tetap ragu karena melakukan misi sendiri tanpa perintah itu tidak sesuai dengan aturan. Pil Hoon tidak setuju, mereka tidak akan mendapat apapun kalau terus saja mengikuti aturan NIS.

Seo Won : Tapi meskipun kita tidak bisa mendapat persetujuan, bukankah kita paling tidak bisa mendapatkan ijin?
Pil Hoon heran, dari siapa?

Seo Won mengajak Pil Hoon ke RS, ia ingin bertemu Won Suk. Istri Won Suk tidak senang, ia tidak ingin kebersamaan-nya bersama suaminya diganggu lagi.
Pil Hoon membujuk, tapi kami adalah murid Ketua Tim.
Eun Jung heran, murid? Ayah adalah seorang guru? Ibunya minta Eun Jung pergi dulu. Pil Hoon membujuk lagi, ia ingin sekali menjadi agen seperti Won Suk.

Akhirnya istri Won Suk mengijinkan keduanya menjenguk suaminya. Kalian berdua sama saja seperti dia, keras kepala dan lebih mendahulukan pekerjaan.
Seo Won dan Pil Hoon berdiri di dekat tempat tidur Won Suk, keduanya terlihat sedih.

Pil Hoon : Kami disini. Kami minta maaf karena tidak bisa melindungi anda. Saya pasti akan menangkap orang yang membuat anda jadi seperti ini. Aku pasti akan menangkap mereka.

Seo Won : Kalau anda tidak menjawab, kami anggap anda mengijinkan kami.
Keduanya membungkuk, dan mengucapkan terima kasih atas "ijin" Won Suk.

Seo Won dan Pil Hoon keluar. Eun Jung menunggu mereka, ajussi! Pil Hoon menoleh, ada apa?

Eun Jung tanya sebenarnya apa ayahnya itu seorang guru? setahu Eun Jung, ayahnya kerja di perusahaan kosmetik. Katanya ayahku dirampok, tapi kenapa tidak ada polisi datang? Ayahku tidak dianggap.

Pil Hoon : Namamu Eun Jung? Ayahmu bukan guru ataupun sales kosmetik, ia adalah orang yang paling hebat. Ia paling hebat diantara semua orang yang kukenal. Jadi jangan nakal di sekolah, jangan merokok ataupun memukul anak2 lain.
Eun Jung kesal dan masuk ke kamar ayahnya. Seo won heran, anak itu pembuat masalah? Pil Hoon geleng kepala, dia benar2 memusingkan. Ayo. Pil Hoon menarik tangan Seo Won. Ayo kita kumpulkan rekan2 kita.

Seo Won mencoba membujuk Do Ha. Tapi Do Ha menolak, ini melanggar aturan. Jika ada yang salah mereka semua bisa dipecat.

Soo Young juga tidak mau bergabung. Ini terlalu menakutkan untukku. Kita semua akan mati kalau Direktur tahu soal ini.

Pil Hoon membujuk Poong Eon, memang benar kita bisa dipecat, tapi tetap saja dia adalah Pelatih kita. Poong Eon ragu, apa kita bisa melakukannya?
Pil Hoon : Kita tidak melakukannya karena bisa. Tapi karena ini harus.
Poong Eon tidak mau gabung.

Saat keduanya minta Sun Mi bergabung, Sun Mi berkata mereka ini seperti anak kecil. Apa semua itu bisa hanya karena kita punya kemauan? Persiapan untuk memulainya apa?
Sun Mi : Apa kau punya kantor? Bagaimana sistem-nya? bagaimana jaringannya? informasinya? peralatan? senjatanya?  Kalau kalian tidak ingin disebut sok pintar, coba mulai dengan persiapan-nya dulu.

Seo Won membujuk Sun Mi, kami membutuhkanmu. Tidak ada yang lebih pintar soal komputer selain kau.  Sun Mi tanya apa Seo Won juga mengatakan pada Kong Do Ha soal ini. Seo won membenarkan. Sun Mi mendengus, siap2 diseret ke ruang interogasi eonni.
Seo Won heran, tapi sayangnya Sun Mi tidak mengatakan kalau Do Ha adalah mata-mata Direktur Oh.


Pil Hoon menyiapkan makan malam. Seo Won masih memikirkan soal tim baru mereka. Seo Won merasa Sun Mi memang benar, mereka tidak bisa kerja sesuka mereka. Bagaimana kalau kita melakukan yang seperti dulu? kita kumpulkan informasi saja dari mereka.
Pil Hoon mengerti tapi ia heran, kenapa Seo Won tidak pernah masak.

Seo Won tanya apa mau dibuatkan mie instant? Atau telur dadar? Pil Hoon mendengus, lupakan. Masak air saja.

Masakan Pil Hoon selesai dan ia mencicipinya. Lalu mengernyit. Pil Hoon menyuapi Seo Won, Seo Won juga mengernyit, rasanya aneh.

Keduanya makan malam bersama. Seo Won berkata masakan Pil Hoon aneh, karena semakin ia makan, ia semakin terbiasa dengan rasanya.
Pil Hoon : Itu yang terbaik dari makanan militer.
Seo won masih membicarakan tim baru mereka, apa rekan2 mereka mau gabung atau tidak. Lalu bagaimana kalau mereka tahu masa lalu Won Suk (yang memanfaatkan orang) apa mereka mau membantu.

Pil Hoon tanya lalu bagaimana dengan Seo Won. Seo Won tidak mau memikirkannya, ia ingin tahu yang sebenarnya. Pil Hoon juga sama. Ia ingin tahu Won suk itu korban atau penjahat.
Pil Hoon berharap mereka bisa hidup tenang seperti ini setelah semuanya selesai. Seo Won setuju.

Seo Won mengambil tas pasangan untuk Pil Hoon. Ini sebagai ganti tas kita yang diambil oleh agensi.
Pil Hoon : Kenapa kau membelinya?
Seo Won ingin menggunakan uang untuk dirinya sendiri dan ia membeli tas ini. Pil Hoon berkata seharusnya Seo Won minta kepadanya kalau ingin beli tas. Seo Won tidak mau minta uang pada pria hanya untuk membeli barang yang ia inginkan.

Keduanya berdebat soal uang dan soal memilih tas. Seo Won kesal, ya sudah akan kukembalikan tasnya.

Ayah dan Ibu Seo Won harus menghadapi tetangga mereka yang marah2. Mereka minta semua daging dan madu dikembalikan lagi. Mereka menuntut ayah Seo Won turun dari posisinya sebagai Kepala Desa atau memenuhi janjinya dalam 2 hari. Kalau tidak mereka akan telp NIS dan melaporkan ayah telah memanfaatkan putrinya untuk mendapatkan keuntungan sendiri. Ayah berusaha menenangkan mereka.

Seo Won dan Pil Hoon selesai makan malam. Seo Won masih kelihatan marah setelah berdebat soal tas dan uang. Seo Won mencuci piring. Pil Hoon mendekat dan ingin memeluk Seo Won. Seo Won menendang Pil Hoon. Pil Hoon ingin mencium Seo Won. Seo Won menyorongkan piring penuh sabun ke mulut Pil Hoon. Jangan seperti ini atau aku akan mengusirmu.

Pil Hoon : Aku minta maaf meskipun aku tidak melakukan kesalahan.
Seo Won mendengar bunyi telp. Ia menyuruh Pil Hoon mencuci piring. Pil Hoon berkata akan memakai tasnya. Seo Won sudah kesal dan berkata akan mengembalikan tas itu.

Seo Won mengangkat telp dari ibu. Ibunya pusing, apa yang harus mereka lakukan. Seo Won tanya apa ayah membuat masalah lagi. Ibu berkata ayahmu memiliki jabatan yang bagus dan semua orang memberikan banyak hal pada kami. Tapi proyek eco-village itu tidak berjalan lancar dengan dewan kota, dan akhirnya orang2 ingin meminta hadiah mereka kembali.
Seo Won kesal sekali, memangnya berapa besar hadiah yang ia terima dan makan?

Ibu ingin putrinya telp kantor dewan kota dan "menekan" mereka. Seo Won teriak, sudah kubilang jangan menerima hadiah atau permintaan apapun! Berapa kali aku bilang kalau Presiden juga tidak bisa seperti itu! Jangan pernah mengatakan soal NIS!
Kau tidak bisa membantuku, kenapa kau melakukan ini kepadaku?  Aku tidak akan menemuimu lagi, anggap saja kalian tidak punya anak perempuan.
Seo Won marah2 dan menutup telpnya. Pil Hoon pergi diam2.


Presdir Han memanggil Manager Ma dan berkata ia akan meninggalkan perusahaan. Ma terkejut. Presdir tahu Ma sudah lama bekerja dengannya. Ia memberikan dokumen berisi saham miliknya. Presdir Han ingin menyerahkan sahamnya dan membaginya untuk semua karyawan.
Presdir Han minta Ma segera mengakhiri jabatannya sebagai manager dan naik jadi Direktur. Ma langsung berjanji akan menjaga perusahaan sampai akhir. Presdir Han mengerti dan minta Ma tidak main-main serta kerja dengan sungguh2.

Presdir Han hanya minta Ma tetap mempertahankan kantor Pil Hoon seperti apa adanya. Siapa tahu Pil Hoon akan kembali nanti. Ma tidak bisa membantah, ia akan melakukan semua pesan Presdir Han.

Pil Hoon dan Seo Won kerja seperti biasa. Pil Hoon melihat ibunya telp tapi ia tidak mengacuhkannya. 

Ibu Pil Hoon telp Seo Won. Ibu tanya apa Jeong Won/Seo Won masih pacaran dengan Pil Hoon.
Seo Won membenarkan. Ibu berkata anaknya tidak mau mengangkat telpnya dan berkata kalau ia kerja di NIS, apa itu benar?

Seo Won garuk2 kepala, saya tidak yakin soal itu. Ibu menghela nafas dan minta Jeong Won menyampaikan pesannya pada Pil Hoon. Seo Won berjanji akan mengatakannya.

Seo Won mengantar Pil Hoon ke Bandara, ia berkata ayah dan ibu Pil Hoon akan ke LN. Pil Hoon protes dan tidak mau menemui mereka. Putar balik mobilnya!
Seo Won tidak mau dan membujuk Pil Hoon untuk menemui mereka.

Ayah dan Ibu Pil Hoon masih menunggu di bandara. Ibu mengeluh karena tidak bisa bertemu anak mereka satu-satunya. Ini melarikan diri namanya.
Ayah kesal, apa orang melarikan diri itu mengambil kelas satu dalam penerbangan ke Kanada?
Ibu : Kau tidak berpikir untuk menetap disana kan?
Ayah : Berapa kali kubilang, aku akan menghancurkan hidup Pil Hoon kalau aku ada disini.

Ibu tanya apa Ayah benar2 sudah melakukan kejahatan. Aku ini istrimu, apa yang tidak bisa kau katakan pada istrimu? Ayah tidak mau mengatakannya karena Ibu adalah istrinya. Aku harus menjadi yang terbaik untukmu. Tapi aku takut aku akan mengecewakanmu.
Ayah mengajak Ibu segera masuk ke gate mereka. Ibu masih berharap Pil Hoon muncul. Tapi ia tidak melihat putranya itu.

Seo Won lari masuk ke bandara. Pil Hoon masih tidak mau masuk. Seo Won menggandeng tangan Pil Hoon dan menariknya ke dalam.
Pil Hoon melihat ayah ibunya. Seo Won minta Pil Hoon mendekat dan mengucapkan selamat jalan. Pil Hoon tidak mau, sudahlah aku sudah melihat mereka. Seo Won membujuknya karena ini masalahnya juga.

Pil Hoon akhirnya jalan ke arah mereka. Ibu melihat Pil Hoon lebih dulu. Ia teriak dan menarik ayah, Pil Hoon..Pil Hoon!

Ibu menangis dan memukuli Pil Hoon, dasar anak nakal, kenapa kau tidak pernah mengangkat telpmu?
Ayah tanya kenapa Pil Hoon datang ke bandara apa ada yang akan dikatakan lagi.

Pil Hoon dingin menjawab ia datang juga bukan karena rindu. Ayah berkata akan pergi. Pil Hoon mengiyakan. Ibu kesal sekali dengan suami dan anaknya.
Ayah akhirnya berkata ia menyesal untuk semuanya.
Pil Hoon : Semuanya itu apa? untuk semua kejahatan ayah? Itu sebabnya ayah melarikan diri seperti ini?
Ayah : Aku pergi untuk kebaikanmu.


Pil Hoon : Apa demi kebaikanku maka aku meminta ayah pergi? Kalau ayah pergi karena takut dihukum, maka aku tidak akan datang kesini.
Bagaimana ayah sama sekali tidak mengatakannya padaku sampai detik terakhir ? Ayah tidak pernah menyayangiku dan tidak pernah memelukku. Lalu kenapa ayah pura2 bersikap menyayangiku saat ini? Apa ayah tahu betapa munafiknya ini?

Ibu berusaha menenangkan Pil Hoon. Ayah masih bicara, ayah seperti apa yang tidak menyayangi anaknya?
Pil Hoon : Yang ayah sayangi bukan aku, tapi uang.

Ayah langsung menjatuhkan tasnya. Ia membuka jaket dan memberikan tiket, jaket ke Ibu. Ayah membuka kemejanya. Ibu bingung melihatnya, sayang, kenapa kau seperti itu?

Ayah menunjukkan bekas luka bakarnya, inilah kenapa aku tidak bisa memelukmu. Kau merasa aku memalukan. Kau melarikan diri dan berkata kalau aku seperti monster.
Aku tidak bisa pergi ke jimjilbang bersamamu sekalipun. Meskipun aku harus hidup seperti ini, aku tidak menyalahkanmu sekalipun saat kau membakar rumah.

Pil Hoon terkejut, ia menangis. Ayah berkata, kaulah yang melarikan diri karena kau tidak menyukaiku.
Ibu menangis dan minta ayah mengenakan jaketnya kembali, sayang, sudahlah.
Ayah : Aku tetap ingin minta maaf karena aku terlibat kejahatan.

Ayah berbalik dan jalan pergi. Pil Hoon mengejar Ayah dan menahan jaketnya. Pil Hoon menangis.
Ayah melihat ke arah Pil Hoon. Pil Hoon memohon, jangan pergi. Jalani saja penyelidikan dengan sepantasnya dan tinggallah disini bersamaku. Aku tidak akan melarikan diri, jadi jangan pergi.


Ayah menangis dan menghapus air mata Pil Hoon. Ia memeluk Pil Hoon. Ibu menangis dan memeluk Pil Hoon dari belakang.
Seo Won terharu melihat mereka. Ia akhirnya telp ibunya.

Pil Hoon mengajak Seo Won ke kantor IT&TI malam-malam. Mereka akan menggunakan kantor ini. Pil Hoon masih memegang saham perusahaan ini meskipun tidak besar, dan Direktur Ma juga akan membantu kita.
Seo Won terkejut, Kepala Dept Ma? Ia sudah jadi Direktur? Pil Hoon membenarkan. Seo Won ketawa geli.

Pil Hoon berkata mereka sudah mendapat kantor, mana yang lain? Seo Won mengecek jamnya, ini sudah melewati waktu yang dijanjikan. Pil Hoon mengajak Seo Won mengerjakannya sendiri.

Tiba-tiba Poong Eon dan Soo Young datang. Seo Won senang sekali dan langsung memeluk mereka.
Poong Eon pesan, ini rahasia kalau aku datang kesini. Ini benar2 melanggar aturan.

Yang mengejutkan, ternyata Do Ha juga datang. Semua terkejut.
Pil Hoon menyindirnya, kau bukan petugas interogasi kan?
Do Ha : Bukan, kenapa? kau takut?
Pil Hoon : Karena aku tidak menyukaimu.
Do Ha : Kau paling cocok untuk dibenci.

Do Ha mengulurkan tangan pada Pil Hoon. Sudahlah kita lakukan saja. Pil Hoon menyambut tangan Do Ha.

Pil Hoon jalan dan memeluk Do Ha. Semua jadi terkejut lalu sama-sama memeluk Pil Hoon dan Do Ha.

Sun Mi yang pintar soal teknologi mendapat posisi baru di pusat informasi NIS. Sun Mi mulai mencoba mencari data soal Woo Hyuk-Woo Jin-Mi Rae, tapi file itu sudah dihapus.

Direktur Oh bertemu dengan Kim Mi Rae di parkir bawah tanah. Oh berkata semuanya sudah selesai, ia ingin mendapatkan dokumen sisanya.
Mi Rae akan memberikannya setelah pemakaman Kim Won Suk selesai.

Oh berkata ia hanya janji membawa Won Suk ke lokasi itu. Mi Rae berkata akan memberikannya setelah Won Suk ada di dalam peti mati.
Oh : Apa orang yang kubebaskan adalah Choi Woo Jin? dan..John J adalah Choi Woo Hyuk?
Mi Rae terkejut.


Oh tanya apa kau pikir Presdir Choi dibuang setelah ia membantu negara?
Presdir Choi adalah penjahat yang melakukan transaksi penjualan senjata ilegal. Dia tidak bisa memutuskan antara mati di tangan kami atau mendengarkan kami. Dia bekerja sama dengan kami karena ia tidak mau mati dengan cara yang salah.
Kau ingin mendengar yang lain? Ada salah satu rekan Presdir Choi yang bernama Presdir Kim Sang Gook. Dia memiliki seorang putri yang bernama Kim Eun Hee. Apa mungkin kau adalah putrinya?

Mi Rae tersenyum, kejadiannya sudah sangat lama, jadi aku tidak ingat.
Oh minta Mi Rae tidak perlu repot-repot membalas dendam, berikan saja dokumen itu dan pergilah. Sebelum aku menangkapmu.

Mi Rae : Kim Won Suk dirawat di RS mana? Kau ingin melepaskan dokumen itu?

Seo Won dan Pil Hoon mengunjungi Won Suk di RS.

Woo Jin sudah menyamar menjadi dokter lagi dan ia menerima telp dari Mi Rae. Woo Jin tanya, kau yakin ia ada di ICU?
Mi Rae minta kali ini Woo Jin tidak membuat kesalahan dan langsung menyelesaikannya.
Woo Jin menyiapkan pistol dan langsung pergi.


Seo Won bicara, Ketua Tim, kami membentuk tim baru. Kami akan bekerja lebih baik dari sebelumnya dan menangkap penjahat itu.

Pil Hoon tanya apa Won Suk ingin wajahnya dibasuh.
Istri Won Suk jalan sambil membawa pampers dewasa.


Woo Jin jalan ke arah ICU dan melihat dua orang polisi menjaga di depan satu kamar. Woo Jin mengenakan kacamatanya.
Pil Hoon dan Seo Won membasuh wajah dan tangan Won Suk.
Woo Jin mendekat ke arah polisi dan langsung menembak keduanya. Woo Jin membuka pintu kamar ICU.

Seo Won mengelap tangan Won Suk dan melihat jari Won Suk bergerak. Seo Won memanggil Pil Hoon. Keduanya memanggil Won Suk.
Perlahan, mata Won Suk terbuka...

Pintu kamar Won Suk terbuka dan terlihat bayangan seseorang di depan pintu...

Level 7 [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16]

Notes :

Won Suk tidak jadi meninggal, that's good. Kuharap kali ini giliran Do Ha yang memberi info palsu ke Oh dan membongkar keserakahan Direktur satu ini. Drama ini lambat sekali rasanya. 

5 comments:

  1. wahh mkn penasaran utk ep18, di tunggu terus kelanjutannya mbak, fighting

    ReplyDelete
  2. tengkyu mbak tirza... tinggal dikit lagi....

    ReplyDelete
  3. hihi.. betul tirza.. l a m b a t ... rasanya pengen cepet selesai :p
    ngga ngerekap that winter the wind blows yaa?

    ReplyDelete
  4. anyong.............
    wahhh untung saja Won suk gag jadi mati meninggal, Seo Won dan Pil Hoon bertanya tapi di jawab sendiri. semoga Won Suk tau kebusukan direktur dan membongfkarnya...

    ReplyDelete
  5. @farra, iya aku ngga bikin that winter the wind blows.

    To all, tinggal 2 episode lagi..hore!

    ReplyDelete