Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Monday, July 23, 2012

Legend of Arang - Part 2


Hari pertama setelah diangkat menjadi Kepala Pengadilan di Miryang, Yi Sang Sa pindah ke kediaman Hakim Yun.

Yi Sang Sa jalan di seluruh penjuru kediaman Hakim Yun dan Arang. Ia ingin tahu bagaimana putri Hakim Yun bisa menghilang malam itu.
Yi Sang Sa : Rumah ini hanya memiliki satu gerbang sebagai pintu masuk dan keluar. Dan gerbang itu juga dijaga oleh pengawal.

Yi Sang Sa mencoba menyelidiki misteri hilangnya Arang.

Pelayan Keluarga Yun masih tinggal di rumah itu. Tuan Yun tidak membawanya ke Hanyang. Yi Sang Sa memanggil pelayan wanita itu.

Yi Sang Sa : Bibi, apa kau bisa mengumpulkan semua lilin di rumah ini? Aku ingin menyalakan semua lilin dalam rumah ini. Katakan saja, aku ingin memberi penghormatan untuk Arang yang pernah tinggal di rumah ini sebelum aku dan dimanapun ia berada saat ini.

Pelayan itu melakukan perintah Yi Sang Sa dan mengumpulkan semua lilin. Yi Sang Sa menyalakan lilin2 itu dan meletakkan lilin di setiap sudut rumah. Pelayan itu pergi.

Yi Sang Sa mulai berdoa. "Arang, putri Hakim Yun, dimanapun kau berada saat ini, aku memberikan lilin2 ini sebagai penghormatan terakhirku untukmu. Kumohon, terimalah doaku." (Yi Sang Sa sepertinya yakin akan dimakan Arang haha..)

Tiba-tiba, angin bertiup keras dan menerbangkan kertas2 dan Hanbok Yi Sang Sa.
Yi Sang Sa berbalik dan melihat roh seorang wanita mendekat ke arahnya. Dengan rambut panjang, hanbok yang robek dan kepala berdarah.

Yi Sang Sa tidak merasa takut, memang aneh. Yi Sang Sa mulai mengajak roh itu berbicara. "Kau siapa? Aku yakin kau pasti seorang gadis yang cantik waktu kau hidup dulu. Apa aku bisa membantumu?"

Arang : Aku adalah Arang!
Yi Sang Sa : Arang?? Kenapa kau menjadi hantu? Apa yang terjadi padamu? Apa kau yang membunuh para Hakim sebelum aku?

Yi Sang Sa banyak mengajukan pertanyaan. Ia meminta Arang untuk duduk di kursi sebelahnya. Arang duduk di sebelah Yi Sang Sa. Arang terlihat sedih dan berat untuk bicara. Yi Sang Sa mengerti.

Yi Sang Sa : Jangan khawatir, rahasiamu akan aman ditanganku. Aku akan mencoba yang terbaik untuk membantumu, Arang. Aku benar2 menghormati ayahmu, Hakim Yun. Apa kau tidak merasa kasihan pada ayahmu? Dia berhenti sebagai Hakim karena kau. Kumohon, katakan padaku agar aku bisa membantumu, Arang.

Arang : Apa kau yakin ingin membantuku?
Yi Sang Sa mengangguk dan tersenyum.

Arang : Aku dibunuh oleh anak buah ayahku. Namanya Jugi. Dia jatuh cinta padaku. Tapi aku menolaknya karena aku sama sekali tidak menyukainya. Dia menodaiku dan tubuhku dikubur di hutan bambu. Dia menyuap pengasuhku untuk membawakuke hutan bambu.

Yi Sang Sa terkejut, pengasuhmu ? Pelayan wanita yang tinggal bersamaku sekarang ini? Apa dia ibu pengasuhmu?

Arang membenarkan, Dia melihat saat Jugi mengikatku dan saat aku meronta ingin melepaskan diri. Dia suka mendapatkan uang itu! Arang mulai murka.

Yi Sang Sa : Baiklah, pergilah dulu. Aku akan bertanya pada pengasuhmu. Setuju?
Arang mengangguk dan menghilang.

Yi Sang Sa memanggil pelayan keluarga dan bertanya dengan tajam, Apa kau tahu sesuatu tentang kematian Arang?
Pelayan itu menggelengkan kepala. Saya tidak bersalah dan tidak ada hubungannya dengan kematian putri Hakim Yun

Yi Sang Sa : Benarkah? Aku tahu semuanya tentang dirimu. Jika kau berbohong padaku, dan aku menemukan bukti2 yang menghubungkanmu dengan kematian itu, kau akan dikurung di penjara seumur hidupmu. Apa kau tidak merasa bersalah pada keluargamu saat kau memberikan uang dari Jugi?

Pelayan itu terkejut, dalam hati ia merasa bersalah pada Arang. Tapi pelayan itu berkeras kalau ia tidak tahu apa-apa tentang kematian Arang. Yi Sang Sa akhirnya mengijinkan wanita itu pergi.

Beberapa saat kemudian, terdengar jeritan dari luar kamar Yi Sang Sa.

Hakim Yi tidak segera lari untuk melihat. Ia seperti tahu apa yang terjadi. Yi Sang Sa membuka pintu perlahan dan jalan ke arah suara jeritan itu. Dia jalan ke arah dapur.
Para pelayan berkerumun di depan pintu dapur. Yi Sang Sa minta maaf karena sudah membuat para pelayan terbangun.

Yi Sang Sa mendorong pintu dapur dan ia jalan masuk diikuti pelayan2nya. Pengasuh Arang ternyata menggantung dirinya. Ia bunuh diri. Semua pelayan teriak ketakutan.
Hakim Yi menemukan surat dari pengasuh Arang. Ia mengaku kesalahannya pada Arang.

Wanita itu mengaku sudah menerima uang dari Jugi untuk membawa Arang ke hutan bambu. Dia mengaku kalau ia tidak tahu bahwa Jugi membunuh Arang. Dia tidak melihat kejadian itu sama sekali.
Yi Sang Sa minta semua pelayan kembali ke kamarnya masing2. Hakim Yi membawa surat itu ke kamarnya.

Hantu Arang muncul lagi dan mendekati Yi Sang Sa. Hakim Yi menunjukkan surat itu padanya. Arang menangis.
Arang : Aku tidak pernah menyalahkannya atas apa yang terjadi padaku. Aku menyayanginya dan menganggapnya seperti ibuku sendiri. Dia merawatku sejak ibuku meninggal. Aku hanya kecewa karena ia mengambil uang dari Jugi!

Yi Sang Sa : Jangan khawatir, sesuai janjiku, aku akan membantumu.

Arang : Kau harus menangkap Jugi, Hakim Yi. Dia membunuhku. Dia kerja sama dengan Baekga dan beberapa pejabat pemerintahan. Baekga ingin menjatuhkan ayahku karena ia ingin menggantikan posisi ayahku.
Ayahku, membuat takut para pejabat yang korupsi. Ini adalah misi ayahku untuk memberantas korupsi. Baekga akan melindungi pejabat yang melakukan korupsi jika ia menjadi Hakim. Baekga yang memprovokasi Jugi setelah aku menolaknya. Baekga-lah otak kejahatan ini.

Arang mulai marah. "Jugi patah hati, aku tahu itu. Tapi dia tidak akan melakukan tindakan terkutuk itu jika ia tidak didukung oleh Baekga. Menurut Baekga ini adalah satu-satunya cara menjatuhkan ayahku dari posisinya. Hakim Yi. Aku tahu dia melakukannya! menghancurkan hidupku dan ayahku. Jika baekga tidak pernah memprovokasi Jugi..aku..aku aku pasti masih hidup."

Arang gemetaran dan menangis.
Yi Sang Sa menenangkan hantu Arang, baiklah..baiklah aku mengerti sekarang. Tapi kau tahu Arang, aku tidak pernah bertemu dengan mereka semua. Aku bahkan tidak tahu wajah mereka. Wajah Jugi dan juga Baekga. Bagaimana aku bisa membantumu?

Arang : Aku akan berubah menjadi kupu-kupu putih, Hakim Yi. Kau harus memerintah semua anak buahmu untuk berkumpul di kantormu. Saat kau melihat seekor kupu-kupu putih menyentuh 2 orang pria, kau akan mengetahui mereka. Baekga dan Jugi.

Yi Sang Sa setuju, itu hebat. Aku akan melakukannya Arang! Tapi apa aku boleh bertanya sesuatu sebelum kau pergi?
Arang ; Silahkan Tuan Hakim.

Yi Sang Sa : Kenapa kau membunuh semua Hakim yang menjabat sebelum aku, Arang?

Arang : Aku tidak membunuh mereka, Hakim Yi. Aku mendatangi mereka seperti saat aku mendatangimu sekarang. Tapi, saat aku mencoba mendekati mereka, dan mencoba mengatakan masalah ini, mereka semua syok dan meninggal! Kau sungguh berani menghadapiku, Hakim Yi.
Hakim Yi tersenyum pada Arang. Arang jalan pergi, lalu berbalik.

Arang : Hakim Yi, sebelum kau memanggil mereka nanti, apa kau bersedia membawa mereka dimana aku dikuburkan oleh Jugi?
Hakim Yi mengangguk. Arang lalu pergi.

Paginya, Hakim Yi memerintah pengawal dan beberapa anak buahnya untuk mencari mayat Arang. Mereka terkejut saat mendengar kalau Arang sudah meninggal dibunuh oleh seseorang.
Mereka semua kerja sepanjang hari untuk menemukan mayat Arang.

Sorenya, seorang pekerja menemukan mayat yang dikubur dibawah jajaran pohon bambu besar.

Mereka menemukan mayat seorang wanita yang sudah dibunuh dengan darah dingin. Pisau yang digunakan untuk membunuh masih tertancap di tubuhnya. Hanboknya robek karena perkosaan. Kuburan ini benar2 tidak pantas untuk Arang, putri Hakim Yun.
Hakim Yi mengerti sekarang kenapa Arang kembali ke dunia karena ini.

Hakim Yi memerintah anak buahnya membawa mayat Arang ke rumahnya dan menunggu pagi untuk mulai penyelidikan.

Keesokan harinya, Hakim Yi mengumpulkan semua stafnya dari yang paling bawah sampai semua rekannya. Termasuk Baekga dan Jugi dalam kantor.

Yi Sang Sa : Tuan-tuan, kalian sudah tahu kenapa aku mengumpulkan kalian semua hari ini. Aku ingin melakukan penyelidikan satu kasus yang membuatku tertarik. Kasus menghilangnya Arang.

Semua orang terkejut mendengar penjelasan Hakim Yi. Untuk apa kita membahas Arang? Dia menghilang dan tidak ada satupun dari kami yang tahu dimana dia. Semua saling berbisik dan tukar pandang.

Yi Sang Sa : Tuan-tuan, cukup. Arang tidak menghilang seperti yang kita perkirakan. Dia meninggal. Dia dibunuh oleh pembunuh berdarah dingin. Bukan hanya itu, ia juga diperkosa sebelum ia meninggal. Dan sekarang, aku akan menemukan pembunuhnya!
Semua jadi ribut.

Baek Ga : Hakim Yi, jangan asal bicara. Jika kau menghakimi seseorang tanpa bukti, reputasimu bisa hancur.

Tiba-tiba seekor kupu-kupu putih menyentuh topinya. Hakim Yi tahu orang ini pasti Baekga dari seragamnya. Baekga salah satu rekannya karena punya tingkatan yang sama dengannya.

Yi Sang Sa berkata tajam : Benarkah? Mengapa kau tidak ikut denganku melakukan penyelidikan. Mungkin aku akan menemukan bukti baru tentang kematiannya.

Wajah Baekga menjadi merah karena murka. Kata2 Hakim Yi mulai menimbulkan kecurigaan orang2 di aula itu. Baekga memilih diam.
Lalu kupu-kupu putih itu menyentuh topi pegawai pengadilan tingkat bawah. Hakim Yi tahu, orang itu adalah Jugi.

Setelah itu, Hakim Yi memerintah Jugi dan Baekga untuk berdiri di depannya. Semua melihat keduanya dengan curiga. Hakim yi minta pengawal mengeluarkan mayat arang dari dalam rumahnya.

Hakim Yi : Kau tahu siapa dia?
Baekga dan Jugi menggelengkan kepala. Mereka takut Hakim Yi tahu kesalahan mereka pada Arang.

Hakim Yi membentak : Kalian tidak bisa mengatakan apapun padaku tentang ini?
Keduanya sepakat mengatakan tidak tahu apa-apa.

Yeongnamnu Paviliun

Hakim Yi akhirnya minta semua orang mengikutinya ke Yeongnamnu yang dipenuhi pohon bambu. Ia menunjukkan bekas galian dimana tubuh Arang dikubur.

Hakim Yi : Apa kalian melihat lubang ini, tuan-tuan? Lubang ini adalah dimana Arang dikuburkan setelah ia dibunuh. Dan aku tahu kalau Baekga dan Jugi terlibat dalam kematiannya!

Semua yang mendengar terkejut. Ayah Arang, mantan Hakim Yun juga datang mendengar penyelidikan ini. Ia datang atas undangan Hakim Yi. Tuan Yun menangis sedih melihat kuburan putrinya.

Hakim Yi menunjukkan bukti lain yang ia dapat dari hantu Arang. Ia juga menunjukkan surat dari pengasuh Arang. Setelah penyelidikan selama 7 jam, Jugi dan Baekga akhirnya ditahan setelah dinyatakan bersalah.
Mereka juga minta ampun pada Tuan Yun. Tapi Tuan Yun menolak bertemu mereka.

Baekga dan Jugi dieksekusi. Semua orang yang melihat penyelidikan ini heran, bagaimana Hakim Yi bisa mengungkap kasus yang sudah lama terkubur.

Hakim Yi : Aku tahu bahwa mereka bekerja sama untuk membunuh Arang karena hantu Arang menemuiku dan mengatakan perbuatan mereka. Mudah bagiku mengungkap kasus ini kalau aku mendapat bantuan dari korban yang sebenarnya.

Tuan Yun berterima kasih pada Hakim Yi.
Hakim Yi : Hakim Yun, saya harap anda akan kembali ke posisi anda lagi. Saya disini karena ingin tahu tentang kasus putri Anda. Tapi sekarang, semuanya sudah selesai.
Yi Sang Sa memeluk Hakim Yun.

Tuan Yun menolak permintaan Yi Sang Sa, baginya sudah cukup kalau pembunuh putrinya bisa ditemukan. Dia yakin putrinya sudah tenang sekarang, penjahatnya sudah mendapatkan hukumannya.
Jadi, untuk memenuhi janjinya pada Arang, Hakim Yi menyiapkan upacara penguburan terbaik untuk Arang.

Arang-gak

Yi Sang Sa meminta semua anak buahnya berdoa untuk Arang. Mayat Arang dikuburkan dengan layak. Setelah itu, hantu Arang tidak pernah muncul lagi.

Hakim Yi juga memerintah membangun sebuah kuil untuk menghormati Arang. Kuil itu dibangun di hutan bambu dimana ia dibunuh dan dikuburkan. Kuil itu ada di Paviliun Yeongnamlu.
Kuil itu dinamakan Arang-gak.

Ada legenda di kuil, jika kau disakiti oleh seseorang, kau bisa datang ke Arang-gak. Berdoalah untuk Arang dan katakan padanya tentang penderitaanmu. Arang akan datang pada orang yang menyakitimu dan menghantuinya sampai orang itu akhirnya minta kau memaafkannya. (Hiiiy...I hope you won't believe this.)

Tapi sampai sekarang banyak gadis yang masih berdoa di Arang-gak setiap tgl. 16 di bulan ke-4 penanggalan bulan. Mereka mengenakan hanbok putih dan melakukan upacara religius untuk meringankan penderitaan Arang.
Ada juga yang bilang kalau roh Arang akan mempertahankan cinta pasangan yang mengunjungi kuilnya secara bersamaan.

End.




Notes : Ada juga yang menulis, kalau Baekga yang membunuh Arang tanpa sengaja. Jadi kisah pastinya tidak terlalu jelas. Intinya ini hantu penasaran yang menuntut balas, mungkin semacam si manis jembatan Ancol versi Korea haha.

Source : http://thehouseoftranslator.blogspot.com; http://english.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_6.jsp?cid=613435;
Related link : Part 1

2 comments:

  1. annyeong haseyo mbak tirza :D
    aku admin dari Korean Chingu, mau ngajak kerjasama bagi2 sinopsis unnie di uri KC
    kalo unn tertarik silahkan baca
    http://koreanchingu.wordpress.com/2012/07/22/suka-nulis-sinopsis-jangan-lewatkan-kesempatan-ini/
    kami juga ada bukti statistik dlm bntuk .pdf kalo yang bisa dikirimkan ke email mbak tirza
    ditunggu responnya unn ^^

    ReplyDelete
  2. @koreanchingu, ok..nanti dipelajari dulu ya :)

    ReplyDelete