Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, March 5, 2011

Sinopsis Pasta Episode 19

Hyun Wook sampai di restoran dengan mobil. Yoo Kyung pergi dengan bis. Yoo Kyung turun dari bis dan tampak kesal. Perang ini...:)

Hyun Wook minta espresso pada Seol dan berkata kalau mereka itu sekarang terikat. Seol tidak setuju.
Hyun Wook menjelaskan, karena sekarang mereka impas, pernah dipecat dan kerja lagi.

Seol masih kesal dan berkata kalau Hyun Wook dipecat dan tetap kerja sebagai kepala Chef dengan gaji tetap sama, sedangkan dia..gajinya dipotong 80% dan jadi pelayan. Jadi tidak ada ikatan.
Hyun Wook : Jadi kita musuhan terus?
Seol : Tentu saja!
Hyun Wook jalan pergi, ya sudah.

Hyun Wook masuk dapur dan melihat 4 koki Korea dibantu Eun Soo mengerjakan semua tugasnya dengan rajin. Hyun Wook senang.

Hyun Wook memberi petunjuk cara mengikat daging yang benar pada Ho Nam, mengajar membungkus daging pada Sang Shik dll. Mereka semua dengan senang hati mengerjakan tugas dari Hyun Wook.

Yoo Kyung masuk dapur, tanpa menoleh dan menyapa ke arah Hyun Wook dan para sunbaenya. Ia terus saja jalan ke freezer.

Membuat Hyun Wook dan semua koki juga Eun Soo bengong melihatnya.

Hyun Wook melihat dari jendela freezer, menghela nafas dan masuk ke dalam. Yoo Kyung ada di bagian freezer yang paling dalam, bagian daging. Ia mendinginkan kepalanya hahaha..(ngambek karena habis ditinggal di jembatan)

Hyun Wook memanggilnya, ikan mas. Apa yang kau lakukan?
Yoo Kyung : Aku marah sekali dan sedang mencoba mendinginkan diri.

Hyun Wook tanya apa Yoo Kyung menyeberangi jembatan? Yoo Kyung menjawab, ia lari karena takut terlambat.
Bagus, kata Hyun Wook.

Yoo Kyung marah2, bagaimana Hyun Wook bisa begitu yakin meninggalkannya sendirian di jembatan. Yoo Kyung tidak terima, orang lain tidak kencan dengan cara seperti ini. Meskipun ia koki baru, ia tidak terima.

Hyun Wook berkata, Yoo Kyung yang keluar dari mobil duluan.

Yoo Kyung : Aku tidak tahu kalau kita di jembatan ketika aku keluar!

Hyun Wook tersenyum, jika Yoo Kyung tidak keluar duluan, ia tidak akan meninggalkan Yoo Kyung begitu saja.

Yoo Kyung : Meskipun aku turun duluan, tidakkah seharusnya kau mengejarku? Gadis2 suka hal seperti itu, Chef.
Hyun Wook : Kalau begitu katakan kalau itu maumu. setiap kali. (wuahahaha)

Yoo Kyung : Apa kau tidak bisa mengetahuinya tanpa harus dikatakan setiap kali? (hanya dalam drama, man will understand what inside woman's mind hahaha)

Hyun Wook : Bagaimana aku bisa tahu jika kau tidak mengatakan-nya padaku? Pria tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan para gadis.

Yoo Kyung : Jika kau memberi perhatian sebanyak perhatianmu pada Lean Beef Rib Steak, kau akan mengetahui apa yang diinginkan para gadis, Chef.

Hyun Wook berkata baiklah dan mendekat, lumayan cukup dekat untuk membuat Yoo Kyung tersipu sedikit :) Apa sudah mencair sedikit?
Hyun Wook : Hatimu?

Yoo Kyung tertawa, ya Chef.
Hyun wook : Kau masuk freezer dan sudah mencair? hatimu?
Yoo Kyung memukul Hyun Wook dan tertawa, aku bersama Chef, bagaimana bisa membeku?

Hyun Wook ketawa dan berbisik, aku suka karena kau ini sederhana, lalu jalan keluar dari freezer. Yoo Kyung berubah wajahnya, tunggu dulu..bukan ini yang kuinginkan. Tapi Hyun Wook sudah keluar.

Ho Nam masuk ke ruang lokernya dan mengambil cairan penahan sakit(seperti yang biasa dipakai olahragawan, rasanya dingin dan membuat otot lemas), ia menyemprot pergelangan tangan kanan-nya, kenapa ini?

Hyun Wook memanggil semua koki dan Eun Soo. Ia mengumumkan kalau La Sfera akan mengikuti kompetisi Koki secara resmi dan manajer Chefnya adalah dia.
Pemenang kompetisi akan membuat restoran ini menjadi restoran terbaik dan setiap koki akan bisa belajar ke Italia sebagai hadiahnya.

La sfera akan diwakili oleh Sous Chef, Jung Ho Nam, Min seung Jae, dan Han Sang Shik. Hyun Wook membuat para koki berlatih berpasangan agar bisa saling belajar.

Semua kaget, apalagi koki Italia. Koki Korea juga menolak, tapi Hyun Wook tidak peduli dan bahkan berkata kalau ia akan memasangkan orang yang paling bermusuhan.

Sedangkan Yoo Kyung adalah koki cadangan, yang harus mempelajari semuanya dan juga membantu semua koki. Eun soo tetap asisten umum karena restoran harus tetap jalan, jadi tidak bisa ikut kompetisi kali ini. Mungkin lain waktu. Eun Soo mengerti.

San mendapat laporan dari Seol kalau Hyun Wook menjadi manager Chef untuk kompetisi mewakili La Sfera. Ia tersenyum, itu bagus.

Latihan dimulai dan mereka berdiri dengan pasangan masing2 di dapur hahaha.
Deok dan Sang Shik, pasangan paling pendiam dan ternyata wajahnya paling mirip, cocok jadi kakak beradik, bahkan ekspresinya juga mirip.

Sous Chef sendiri, Ji Hoon dan Ho Nam, pasangan paling banyak menggunakan mulutnya untuk bicara daripada masak, saling memandang sambil mendesis

..disebelah mereka Philip dan Seung Jae, pasangan koki paling kontras dari segi penampilan haha..
Yoo Kyung dan Eun Soo memandang ketiga pasangan itu sambil menghela nafas dan menggelengkan kepala.

Chef masuk dan mulai memberikan breefing. Satu2nya bahan yang bisa dipastikan adalah pasti akan ada daging sapi. Ini mirip Allez Cuisine. Meskipun pasti daging sapi, tetap tidak bisa dipastikan akan mendapat bagian yang mana dari sapi. Sirloin, ribs, atau bahkan bagian lain dari sapi yang tidak pernah kalian dengar. Tapi makanan utama tetap daging sapi.

Hyun Wook mengingatkan untuk membuat satu set menu, appetizer (pembuka, biasanya rasanya kuat dan menggugah selera makan), sup dan pasta. Semua harus menyatu dan menambah rasa pada makanan utama, mengerti?
Para koki : Ya, Chef!

Mereka mulai latihan. Yoo Kyung menyiapkan daging untuk dipanggang oleh Seok Ho. Hyun Wook meminta Seok Ho membuat 5 macam panggangan, Rare, medium rare, medium, medium well done, dan well done.

Seok Ho mengerti dan membuat semuanya. Hyun Wook mengamati cara kerja Seok Ho dan ia berkata, Sous Chef, apa kau memang berwajah kaku sejak dilahirkan? Ini membuat Yoo Kyung geli.

Seok Ho kaget tapi akhirnya tersenyum. Ketiganya tertawa.

Deok dan Sang shik. Kedua koki ini sama2 pendiam dan sopan hahaha, Deok tidak menentukan apa yang harus mereka masak tapi terus saja tanya, apa kita akan membuat salad dengan saus lemon? Sang shik mengiyakan.
Deok tanya lagi, apa kita buat Carpaccio saja? Sang Shik mengiyakan lagi.

Lalu Hyun Wook datang dan memukul sumpit di meja mereka, dan marah. Sang Shik hampir saja jantungan, Hyun Wook minta Sang Shik menjawab setelah berpikir dulu dan ia juga menyuruh Deok tidak mengajukan pertanyaan pilihan, karena Deok lebih pengalaman, jadi tentukan saja.

Apa yang akan kalian lakukan kalau kalian terus saja saling tanya, kita buat ini atau tidak?
Keduanya mengiyakan.

Pasangan Philip dan Seung Jae. Philip terus saja mengaduk isi panci tanpa bicara, Seung Jae mencibir, dia memang keren, tapi rasa masakannya..bleh..Apa kau akan membuat sup Hodgepodge lagi? Philip diam saja.

Hyun Wook datang dan memukul kepala Seung jae, belajarlah yang benar darinya, belajar! Ini bukan hodgepodge, ini adalah suatu cara untuk menggunakan bahan2 sisa.

Satu CARA!! Apa kau pikir mudah menyimbangkan rasa yang berbeda sambil menciptakan rasa yang lebih kuat? Kau tidak tahu bahan apa yang akan muncul dalam kompetisi, metode ini akan berguna untuk semua bahan, mengerti?
Seung Jae : Iya, Chef.

Hyun Wook ke Philip : Jangan memasukkan seafood terlalu banyak dan cobalah dengan sayuran saja.
Philip mengiyakan, lalu terus saja mengaduk tanpa bicara. Yoo Kyung menyenggol lengan Seung Jae. Seung Jae diam dan memperhatikan.

Yoo Kyung sekarang membantu Ho Nam dan Ji Hoon. Ho Nam memasukkan spaghetti ke dalam tumisan dan Ji Hoon datang dengan tagliatelle, kenapa kau memasukkan spaghetti? kau seharusnya menggunakan tagliatelle!

Ho Nam mana mau mendengar, apa bedanya? Ji Hoon kesal, karena ini pasta dengan saus krim. Spaghetti bagus untuk saus minyak zaitun.

Saus Krim atau bolognese paling bagus dengan tagliatelle! (Tagliatelle itu mirip kweetiaw, jadi agak pipih dan lebar, kadang warnanya hijau karena menggunakan sari bayam dan biasanya dalam keadaan segar)

Keduanya berdebat, dan mienya hampir gosong. Ji Hoon menyuruh Ho Nam menggoyangkan wajan agar saus dan mie bisa rata, tapi Ho Nam tidak kuat.

Hyun Wook datang dan menanyakan kondisi Ho Nam, lalu ia mencium pergelangan tangan Ho Nam dan menegur, koki profesional harus bisa masak dengan penciumannya, kalau hanya dari mencium saja, kau tahu masakan itu sudah siap atau belum, kau pro. Mengerti.
Ho Nam : Iya, Chef

Hyun Wook meminta Ho Nam memijat pergelangan tangannya dan jangan mengabaikan. Jika terjadi sesuatu dengan tanganmu, lupakan pasta, mengerti? Ho Nam mengangguk. Hyun Wook mencemaskan tangan Ho Nam.

Setelah jam kerja selesai, San masuk dapur dan menyerahkan credit cardnya. Ia ingin dapur La Sfera dan juga para kokinya mengikuti kompetisi dengan semangat dan ia sanggup melakukan apa saja untuk membantu.

Hyun Wook tersenyum dan mengambil kartu kredit San, bukankah ini berarti tekanan agar kami harus menang? San menjawab, Hyun Wook juga pasti ingin menang.

Hyun Wook menyindir San, kau seharusnya memberikan ini kalau kita hanya berdua, kau mau pamer kan? San tersenyum dan membenarkan. Karena Eun Soo dan Yoo Kyung memandang San dengan terpesona.

Kim San juga minta agar orang yang tidak ikut kompetisi bisa konsentrasi untuk bisnis besok. Hyun Wook langsung menyuruh Eun Soo pulang. Yoo Kyung dan Hyun Wook meneruskan beres-beres.

Ke-4 koki Korea minum bersama dan mengeluhkan 'pasangan' masing2. Sang Shik mengeluh karena Seon Woo Deok terlalu sopan setiap kali bicara, membuatnya frustrasi saja.
Seng Jae strees karena Philip.

Ho Nam usul bagaimana jika kita minta Chef mengganti Yoo Kyung dengan Eun Soo saja. Karena ia tidak enak kalau memaksa Yoo Kyung kerja keras selama jam makan siang dan malam, lalu kerja lagi di saat latihan bersama mereka.

Sang Shik setuju, karena ia tidak nyaman dan harus menjaga perkataan-nya di dekat pacar Chef. Lagipula sebagai koki cadangan, Yoo Kyung harus sanggup melakukan semua tugas berat, tapi Yoo Kyung itu lemah dan mereka tidak bisa memaksanya kerja, karena ia bisa pingsan.

Seok Ho tampak memikirkan usul itu dan Seung Jae mengulurkan soju, hei hei hei! kesusahan besok pagi akan kita hadapi besok pagi. (hahaha ini Matius 6:34)

Kim Kang, San dan Sae Young minum anggur bersama dan ngobrol. Kim San tidak akan menerima surat pengunduran diri Sae Young dan tetap mempertahankan posisi Sae Young di La Sfera.

Kim Kang merasa lapar, San mengajak mereka keluar, tapi kakaknya berkata bukankah ada bahan pasta disini? Lalu Kang minta Sae Young masak. Sae Young berkata ia belum siap, tapi Kim Kang tidak mau tahu dan menariknya ke dapur, ayo buatkan untukku. Ini cara Kim Kang mengembalikan percaya diri Sae Young sedikit demi sedikit.

Yoo Kyung dan Hyun Wook hampir selesai beres2. Yoo Kyung tanya apa sebenarnya pemain cadangan ini.

Hyun wook menjelaskan, koki cadangan adalah koki diluar 4 koki utama yang ikut kompetisi, untuk jaga-jaga sebagai koki pengganti.

Yoo Kyung ingin tahu, apa ada kemungkinan koki cadangan bisa masuk ke kompetisi? Hyun Wook mengerti Yoo Kyung ingin ikut kompetisi, tapi kalau ia masuk, berarti ada masalah dengan koki lain, kau pasti tidak mau itu terjadi kan?

Yoo Kyung mengerti. Hyun Wook berkata kalau koki cadangan juga bukan asisten.

Ayah Yoo Kyung dan adiknya ke pasar ikan. Ayah Yoo Kyung ingin membeli abalone untuk dimasak bersama jjambbong yang akan disajikan untuk Hyun Wook.

Adik Yoo Kyung sempat protes, kenapa ayahnya beli abalone yang mahal untuk pacar kakaknya dan tidak pernah membeli abalone untuk dirinya. Ayahnya berkata, kalau ibumu masih hidup, ia bisa beli yang lebih mahal lagi, kau mengerti?

Paginya, Hyun Wook mendapat kiriman surat. Dari Paolo, Italia dan Hyun Wook tampak merenung.

Yoo Kyung dan Eun Soo sibuk mempersiapkan bahan. Para koki Korea datang dan tanya tentang Sae Young. Lalu Seok Ho tanya apa kaki Yoo Kyung tidak sakit. Seok Ho ingin Yoo Kyung istirahat.

Yoo Kyung berkata masih banyak yang harus disiapkan. Menurut Seok Ho, Yoo Kyung tetap perlu istirahat.

Hyun Wook masuk dapur dan mendengar percakapan mereka. Hyun Wook berkata kalau semua pekerjaan orang baru memang seperti ini. Seok Ho usul kenapa tidak mengganti Yoo Kyung dengan Eun Soo saja. Karena stamina Eun Soo lebih baik dari Yoo Kyung.

Hyun Wook : Hanya karena mereka koki cadangan, tidak berarti mereka akan membantu selama kompetisi. Apa kau pikir koki cadangan adalah asisten? Koki cadangan adalah koki juga. Mereka pemain cadangan bukan pemungut bola. Apa kau pikir Eun Soo yang tidak pernah menyentuh wajan sebelumnya, memenuhi syarat?

Seok Ho beralasan, mereka tidak punya banyak waktu dan Yoo Kyung tertinggal.

Yoo Kyung berkata ia akan terus bertahan, ia akan melakukan dengan baik. Ketika aku dikeluarkan dan kembali, aku tidak kembali sebagai seorang wanita. Aku kembali sebagai seorang koki. Jika Eun soo bisa melakukannya, aku juga bisa. Dan jika para sunbae bisa bertahan, aku juga akan bertahan, jangan khawatir tentang itu.

Hyun Wook memandang Yoo Kyung dengan bangga, lalu berkata pada para koki, kalian dengar, iya kan?

Hyun Wook ke Yoo Kyung : kau harus memegang perkataan-mu, Seo Yoo Kyung.
Yoo Kyung : Ya, Chef.

Setelah itu, mereka sibuk latihan dan Yoo Kyung sibuk membantu. Malam tiba dan Eun Soo mulai kecapaian. Hyun Wook meminta Eun Soo pulang, karena Eun Soo harus jadi asisten untuk besok. Yoo Kyung hanya akan konsentrasi dengan makanan-nya, tapi Eun Soo harus membantu semua orang, jadi Eun Soo harus pulang untuk istirahat.

Eun Soo mengerti dan pulang. Para koki latihan terus sampai malam.

Yoo Kyung masih sibuk beres2. Hyun Wook masuk ke dapur dan menawarkan bantuan. Yoo Kyung berkata semua sudah selesai. Pulanglah dulu, Chef.

Hyun Wook hanya memandangi Yoo Kyung sambil tersenyum.

Paginya, Yoo Kyung keluar dari apartemen dengan semangat dan masuk ke lift. Ada San di dalam.

Kim San mencemaskan Yoo Kyung karena kerja sampai larut malam terus, apa kau tidak lelah? Yoo Kyung berkata kalau Chef dan semua koki juga lelah.

Lalu Yoo Kyung tanya apa yang dibicarakan Chef dan Presiden waktu itu. Chef bilang, kalian membicarakan aku, apa benar?

Kim San membenarkan. Yoo Kyung tersenyum.
San berkata : Aku bilang, aku mencintaimu.

Yoo Kyung menyenggol bahu San, jangan bercanda. Aku serius, kata San.
Keduanya ketawa.
Yoo Kyung : Yang benar, apa sebenarnya yang kalian bicarakan?

La Sfera, para koki sibuk mengangkut bahan baku dari mobil. Termasuk Yoo Kyung. Hyun Wook memandang Yoo Kyung dengan sedikit cemas.

Kim San masuk ke toko bunga dan melihat-lihat kaktus.

Di dapur, mereka latihan lagi. Deok masih saja pendiam, membuat Sang Shik frustrasi, katakan sesuatu!

Philip berkata sup Seung Jae lengket di wajan. Seung Jae berkata sup Philip lebih lengket lagi. Sementara Ji Hoon melatih Ho Nam dengan keras, ayo goyang wajannya, lagi! lagi, apa itu kekuatanmu?

Pergelangan Ho Nam sakit dan dia tidak bisa menggerakkan wajan dengan baik. Ho Nam marah dan pergi mengambil wajan, tapi menjatuhkan satu. Membuat semua kaget. Hyun Wook tanya kondisi tangan Ho Nam.

Ho Nam berkata tidak apa-apa. Tapi Hyun Wook ingin Ho Nam periksa ke RS.

Hyun Wook : Pergi ke RS besok pagi.

Di ruang ganti, Seok Ho melihat pergelangan tangan Ho Nam. Tidak apa-apa kata Ho Nam. Ho Nam mengajak mereka minum bir.

Hyun wook membuka surat Paolo dan membacanya. Ia teringat kata2 gurunya, yang ke Korea untuk mengajak Hyun Wook kembali ke Italia.
Hyun wook menghela nafas.

Hyun Wook masuk ke ruang loker dan menemukan Yoo Kyung tidur di bangku. Hyun Wook membuka syalnya dan menyelimuti Yoo Kyung.

Hyun Wook berlutut dan memandangi Yoo Kyung, lalu membelai kepalanya. Hyun Wook pulang.

Paginya, Kim San masuk ke ruang loker dan terkejut melihat Yoo Kyung tidur di bangku. Kim San pelan-pelan mendekat ke loker Yoo Kyung, tapi Yoo Kyung terbangun.

Kim San minta Yoo Kyung pulang dan istirahat dulu, tapi Yoo Kyung tidak mau. Kim San lalu tanya, apa arti foto2 kaktus itu untuk Yoo Kyung.

Yoo Kyung berkata kalau sebenarnya Tuan Kaktus ingin bertemu dan ia juga ingin sekali menemuinya, sayang pria itu tidak datang. Aku sangat bahagia karena aku ingin ketemu. Aku ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menjagaku. Karena kau memberi semangat padaku selama 3 tahun..Aku tidak menyerah dan masih memegang wajanku dan kerja keras.

Yoo Kyung : dengan wajanku, aku ingin membuatkan pasta Seo Yoo Kyung yang paling enak di dunia. Aku ingin mengatakan itu padanya.

San tersenyum, itu tidak banyak. Yoo Kyung berkata, ada satu lagi. Aku ingin tanya, apa aku benar2 jadi koki yang tidak mempermalukannya? Apa pastaku enak. Aku ingin tanya itu padanya.

Kim San menjawab, benar2 enak. Pastamu.

Yoo Kyung berkata, ia ingin tanya Tuan Kaktus, bukan San.

Kim San berdiri dan berkata dengan lebih serius, itulah mengapa aku mengatakannya, enak. Bagiku, itu yang terbaik. 3 tahun lalu..dan sekarang. Lalu San keluar dari ruang loker.

Yoo Kyung tertegun dan kaget.

Yoo Kyung melihat kaktus kecil pemberian San, ada catatan : Tolong jangan beri aku air.

Yoo Kyung teringat saat2 ketika bertemu San dan kaktusnya, saat di lift, saat Yoo Kyung mulai curiga dan tanya apa San adalah Tuan Kaktus, tapi waktu itu San menyangkalnya.

Yoo Kyung lari mengejar San, Presiden!

San berbalik, keduanya berpandangan. Yoo Kyung terlihat menyesal dan terharu. Aku minta maaf. Lalu..terima kasih.

Kim San tersenyum, aku akan terus memberi semangat untukmu. Seperti sekarang..dan juga di masa depan. Keduanya tersenyum.

(Happy Birthday Lee Seon Kyun and Honey Lee, March 2)

Hyun Wook menemui Sae Young dan memberikan surat Paolo pada Sae Young, kau mau pergi? Ini lebih cocok untukmu daripada aku.

Sae Young melihat surat penawaran dari Paolo dan berkata kalau ini adalah impian Hyun Wook.
Hyun Wook berkata tidak lagi, daripada restoran kelas dunia yang memiliki bintang 3 atau 4..aku lebih suka La Sfera.

Sae Young senyum, apa karena Seo Yoo Kyung?

Hyun Wook : Lebih lagi karena Seo Yoo Kyung. Aku ragu untuk pergi, saat ini.

Sae Young berkata ia belum siap pergi dalam kondisi 'patah' seperti ini. Hyun Wook berkata apanya yang patah? tanganmu? lidahmu?

Hyun Wook : Semua yang dibutuhkan seorang Chef adalah tangan dan lidah yang bagus, iya kan? Apa lagi untuk jadi 'normal'?

Hyun Wook minta Sae Young membuat keputusan dengan cepat karena posisi itu tidak akan dibiarkan kosong terlalu lama, bahkan mungkin sudah ada yang akan mengisinya. Hyun Wook berangkat.

Sampai di La Sfera, San menegur Hyun Wook, kenapa membiarkan kokinya tidur di ruang loker. Hyun Wook kaget, kau bersama dengannya?

Kim San : Seo yoo Kyung berkata, bukan aku. (dengan kata lain, Yoo Kyung benar2 menolak San secara resmi, karena ia sudah tahu siapa San sebenarnya)

Hyun Wook sepertinya mengerti dan ia tampak lega sedikit, juga kasihan dengan San.

Hyun Wook mengajak San minum nanti malam tapi San tidak mau.

Hyun Wook masuk ke ruang loker dan memarahi Yoo Kyung, ikan mas. Kau bisa jadi koki baru tanpa harus menginap diluar rumah.
Eun Soo yang ada di situ kaget. Tapi ia tahu diri dan langsung kabur.

Yoo Kyung berkata yang itu tidak bisa dikatakan menginap diluar rumah. Hyun Wook marah karena Yoo Kyung terus saja kerja sampai malam.

Hyun wook melihat syalnya di bangku dan langsung menyambarnya. Hyun Wook menyimpan syal itu ke dalam loker dan Yoo Kyung sadar, pasti Hyun Wook yang menyelimutinya kemarin malam.

Koki Hee Joo dan Park bersaudara mengeluh, karena ternyata mengurus bisnis dan masak sekaligus itu sangat menyusahkan, mereka tidak bisa mengatur uang dan sekarang hampir tidak pernah ada laba. Ketiganya hanya sarapan bruschetta (roti dengan toping saus tomat dan keju lalu dipanggang)

Dapur La Sfera sudah banyak perubahan, para koki mulai bisa kerja sama dan berbaur. Hyun wook dan Seok Ho mencoba steak buatan Seok Ho. Hyun Wook senang dengan hasilnya, hanya menyarankan untuk tidak menambah brandy ke dalam saus dan menambah bawang. Seok Ho setuju.
Sementara Yoo Kyung segera memasukkan tomat ke dalam oven sebagai pelengkap.

Woo Deok mencium aroma masakan Sang Shik, dan ia memujinya, sudah sempurna sekarang. Keduanya puas.
Sang Shik minta Yoo Kyung membawakan prosciutto (Ham italia, sepertinya dari pork), salami dan mozzarella. Juga air untuk Woo Deok.

Pasangan Philip dan Seung Jae juga semakin akrab. Philip senang karena rasa asam sup sudah hilang dan ini bagus.
Seung Jae menghias supnya dan minta diambilkan parsley pada Yoo Kyung, tapi Philip bilang jangan, dan keduanya terus saja berkata ambilkan, jangan, ambilkan, jangan sambil bercanda. Membuat Yoo Kyung capai menunggu mereka.

Ho Nam selesai masak dan minta Ji Hoon mencobanya, bagaimana rasanya? Ji Hoon bersorak, ini sukses. Keduanya tos, lalu cooling down lagi.
Ho Nam minta diambilkan udang dan juga minta wajan-nya dibersihkan kepada Yoo Kyung.

Hyun Wook jalan ke mejanya dan dengan senang mengamati perubahan suasana dapur, ia senyum2.

Ho Nam dan Ji Hoon tampak damai, Philip dan Seung Jae saling merangkul, sedangkan Deok dan Sang Shik sudah solid. Yoo Kyung terus saja mencuci wajan di meja paling ujung.

Setelah semua koki pergi, Yoo Kyung masih mencuci wajan demi wajan, banyak sekali. Yoo Kyung kelihatan capai sekali.

Selesai membereskan wajan, ia membuang sampah. Lalu duduk di atas tumpukan plastik sampah, sebentar..aku lelah sekali, tidak lama..Yoo Kyung tertidur.

Hyun Wook keluar dari ruang loker dan jalan pulang ke arah basement, dan tentu saja menemukan sesosok tubuh yang tidur diatas tumpukan sampah itu.

Hyun Wook mendekat dan memandangi Yoo Kyung, Hei, ikan mas! Tapi Yoo kyung tetap tidur pulas. Hyun Wook senyum geli dan kasihan pada ikan masnya ini.

Hyun Wook jongkok dan menggendong Yoo Kyung di punggungnya, Yoo Kyung terbangun, Chef? Turunkan aku, aku berat. Chef!

Hyun Wook : Diam saja.
Yoo Kyung : Bagaimana jika seseorang melihat kita?
Hyun Wook : Apa pedulinya jika ada yang lihat? Semua tahu tentang kita.

Hyun Wook : Hei, ikan mas! apa kau tahu kenapa sulit bagi wanita untuk menjadi Chef? ini karena mereka tidak berpikir simpel. Orang yang pikiran-nya simpel yang menggali di tanah kering untuk menemukan sumur.

Chef, akan mendapati keadaan dimana mereka harus tetap ada di satu tempat sampai akhir, apapun yang terjadi. Seperti menggali sumur.

Hyun Wook : Aku menyukaimu..karena kau berpikiran sederhana. Kau menolak pria kaya dan pacarmu yang tidak berdaya...memaksamu pergi tapi kau tetap bertahan dengannya. Dan kau membantuku menjadi Chef yang baik. Aku benar2 berterima kasih..karena kau bertahan seperti itu.
Terima kasih banyak, ikan mas-ku.

Yoo Kyung tersenyum dan Hyun Wook menggendong Yoo Kyung ke arah mobilnya.

Paginya, Hari Kompetisi Chef tiba. Tim La Sfera tiba di lokasi dan disambut San dan semuanya dengan sorak sorai.

Hyun Wook dan tim duduk sesuai nama restoran mereka dan panitia mulai membagikan kotak isi bahan.

Panitia meminta semua tim membuka kotak bahan. Hyun Wook berdiri dan menyuruh Seok ho membukanya.

Isinya lean beef ribs, sesuai yang mereka pelajari. Tapi ada satu bahan, ini sotong? kenapa ada sotong? Cumi besar.

Mereka bingung, kenapa bisa ada sotong? Bukannya gurita atau juhi? kenapa sotong? ini bukan jenis spesial dan bahkan murah.

San dan tim La Sfera memandang dengan ingin tahu dan kelihatan tegang.

Hyun Wook menoleh ke arah gurunya yang duduk di meja juri sekilas, dan berkata karena ini kompetisi. Bahan seperti sotong yang tidak dianggap oleh restoran kelas atas..mereka jelas mencoba mengacaukan kalian. Mereka berkata ini saatnya dimana keahlian kalian yang sejati diperlihatkan. Baiklah!

Hyun Wook meminta semuanya mendekat, mulai sekarang, menu yang akan dimasukkan tidak bisa diganti, mengerti?
Semua koki : Ya, Chef!

Hyun Wook tanya, menunya apa? Seok Ho berkata Lean Beef Rib Steak. Hyun wook mengangguk dan menulis.

Sang shik tidak yakin, karena tidak tahu mau diapakan sotongnya. Hyun Wook berkata kalau Sang Shik adalah orang yang optimis dan selalu melihat yang baik daripada yang jelek. Sama dengan bahannya, lihat sisi baiknya.

Sang shik berkata, rasanya! sotong itu tidak disukai karena rasanya kuat sekali, tapi itu juga bisa digunakan sebagai kekuatan sotong, jadi aku akan membuat Carpaccio sotong!
(Sotong disajikan mentah, biasanya tuna atau beef yang dibuat carpaccio, dengan minyak zaitun, cuka anggur, garam, dll) Hyun Wook menulisnya.

Hyun Wook : sup, Seung Jae!

Seung Jae berkata kalau sup yang dibuat Philip sebenarnya bukanlah gayanya. Hyun Wook tanya, lalu sejujurnya Seung Jae ingin membuat apa.

Seung Jae mengambil sesuatu dari kotak bahan, bunga kol! Ini! jika aku memasukkan krim dan merebus sup dengan ini..bayangkan betapa polos, murni dan cantiknya sup itu?

Hyun Wook senang, bagus sekali, kau tetap memasak seperti itu, yang kebalikan dengan wajahmu, mengerti? Seung Jae diam, itu pujian atau ejekan? Semua ketawa geli, karena memang secara penampilan, Seung Jae tidak tampan, tapi masakan-nya bo! yum..yum..

Hyun Wook melanjutkan ke Ho Nam, pasta. Ho Nam sedikit bingung, Hyun Wook berkata pilihannya hanya sotong, makanan setelah makananmu adalah menu utama, dan isinya daging dan jamur.

Ho Nam harus masak dengan cepat karena jika kelamaan, sotongnya akan keras dan lengket. Kau harus menggerakkan wajan dengan cepat dan kuat, apa kau yakin bisa?
Ho Nam meyakinkan. Hyun Wook mengangguk baiklah.

Mereka harus segera menyerahkan menu dan Hyun Wook berkata kalian tidak harus menjawab Ya Chef lagi dan juga tidak akan ada Chef yang meneriaki kalian lagi, kalian senang?

Aku harap, ini adalah kali terakhir kalian menghinaku, kalian ini setia seperti anjing, keras kepala seperti keledai, kering seperti roti dan lembek seperti keju. Kalian brengsek! Kalian harus...pergi dan mendapatkan tempat pertama! Mengerti?

Semua : Ya, Chef!

Hyun Wook : Ini waktunya kalian untuk pergi. Disini aku mundur, tidak ada lagi yang bisa kulakukan untuk kalian mulai sekarang. Mengerti?

Semua : Ya, Chef!

Hyun Wook mengulurkan tangan mengajak tos, Fighting! fighting! Semua tepuk tangan dan masuk ke lokasi lomba.

San dan tim La Sfera memberi salam untuk semua kokinya.
Hyun Wook tersenyum melihat anak buahnya. Ia puas.

Mereka mulai memasak. Hyun Wook dan Yoo Kyung menunggu di dekat ruangan itu.

Ji Hoon mondar mandir, ia gelisah sekali. Ini lebih menegangkan disaat aku ikut kompetisi dulu.

Di dalam, Seok Ho dkk sibuk masak, waktu tinggal 30 menit lagi dan mereka sudah hampir menyelesaikan masakan-nya.

Ho Nam meletakkan wajan, Seok Ho cemas, kau yakin tidak apa-apa? Ho Nam berkata ia baik2 saja.

Lalu Ho Nam menggerakkan wajan lagi, pergelangan tangannya sakit dan wajannya terlepas, Ho Nam panik berusaha menahan wajannya, tapi tidak bisa.

Wajan Ho Nam jatuh ke lantai, sedangkan tangan Ho Nam kena minyak dan wajan panas. Semua kaget, Seung Jae segera membasahi lap dan mengompres dua tangan Ho Nam.

Panitia minta Ho Nam segera dibawa keluar dan dilarikan ke RS.

Panitia keluar, mencari Hyun Wook. Ia berkata kalau Manager Chef harus memasukkan koki pengganti, karena salah satu koki kalian mengalami kecelakaan.
Hyun Wook terperanjat, apa?

Lalu Ho Nam dibawa keluar oleh Seok Ho dll, semua panik melihatnya. Hyun Wook membungkuk dan membuka lap basah untuk mengecek luka Ho Nam.
Ho Nam berkeras ia tidak apa-apa dan ingin tetap masak. Ho Nam berkata pada Hyun Wook kalau ia ingin ke Italia.

Ji Hoon marah, apa kau gila? Apa kau ingin meletakkan wajan seumur hidupmu?

Hyun Wook marah, pergi ke Italia mungkin penting bagimu. Tapi bagiku, pergelangan tanganmu jauh lebih penting. Mengerti?!
Hyun Wook memerintah koki Italia membawa Ho Nam ke RS. Mereka bergegas pergi.

Seok Ho hampir kelepasan bicara mengenai masakan Ho Nam, panitia mengingatkan, jika kau konsultasi saat ini, kau akan didiskualifikasikan. Seok Ho tampak putus asa. Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Hyun Wook menyuruh Yoo Kyung masuk.

Yoo Kyung terperanjat, apa? Hyun Wook berkata, kau hanya punya waktu 15 menit, kau harus masuk. Yoo Kyung masih bingung, tapi Hyun Wook memerintah, masuk!

Yoo Kyung mengangguk, ya. Seok Ho dll langsung mengajak Yoo Kyung masuk, Hyun Wook tampak cemas.

Di ruang lomba, semua terpekur, Yoo Kyung, tidak banyak adonan pasta yang tersisa. Sang Shik dan Seung Jae seperti akan menangis, kita sudah kerja keras untuk ini..

Yoo Kyung melihat bahan2 dan ia melihat sisa sotong. Sous! bagaimana kalau kita menggunakan sotong yang dipakai kak Sang Shik?

Mata Seok Ho berpendar. Sang shik! potong tipis sotong dan aku akan membuat tagliatelle dari adonan yang tersisa. Sotongnya akan jadi mie dan tagliatelle-nya akan jadi garnishnya. Kita tidak punya waktu lagi, cepat!

Semua mengerti, ya, Sous Chef! Tiga sunbae Yoo Kyung membantu membuat makanan terakhir yang disiapkan Yoo Kyung. Mereka memotong tipis sotong, membuat mie lebar dan Yoo Kyung menumis dan menggerakkan wajan dengan cekatan dan cepat.

Ke-4nya bersama-sama menghias pasta sotong Yoo Kyung. Selesai!

Panitia mengumumkan, waktunya habis dan semua peserta harus menjauh dari tempat kerjanya.

Yoo Kyung senang dan lega. Terima kasih untuk kerja kerasnya.

Sang Shik dan Seung Jae saling merangkul. Seok Ho tampak lega.

Semua koki masuk ke ruang utama membawa hasil masakan mereka. Hyun Wook dan tim La Sfera memandang dengan tegang.

Para juri mulai turun dan mencoba masakan mereka.

Tiba giliran La Sfera. Guru Hyun Wook mencoba Lean Beef Ribs Steak milik Seok Ho dan meskipun tidak menunjukkan ekspresi apapun, ia kelihatan puas dengan hasilnya. Mencoba carpachio milik Sang Shik, dan sup bunga kol milik Seung Jae

Saat sampai ke makanan Yoo Kyung, mereka heran, apa ini? Apa ini pasta?

Guru Hyun Wook meminta penjelasan pada Seok Ho, mengapa seperti ini?

Seok Ho : Ini karena sotong itu kenyal dan kencang seperti mie dan sebagai bahan, ia memiliki rasa saat dikunyah. Kami mencoba menciptakan menu baru.

Guru Hyun Wook menyindir, bukan karena kalian kehabisan adonan pasta kan? hahaha..
Seok Ho dan Yoo Kyung terdiam.
Tapi juri lain berkata ini menarik, cara memasak sotongnya sempurna. Juri lain berkata tapi apa kita bisa menyebut ini pasta? Yang tidak ada adonan tepungnya bukan pasta.

Juri di sebelah kiri guru Hyun Wook berkata, tapi ini ada tagliatelle-nya, jadi kita tidak bisa berkata ini bukan pasta juga.

Hyun Wook tampak gelisah dan ingin tahu dengan lamanya proses penilaian, memangnya Yoo Kyung masak apa? hahaha..

Para juri mencicipi pasta Yoo Kyung dan Guru Hyun Wook memandang Yoo Kyung sekilas. Yoo Kyung senyum. Para juri meninggalkan La Sfera.

Setelah mereka pergi, Hyun Wook tidak tahan lagi. Ia bergegas mendekati tim-nya. San dan semuanya juga ikut.
Hyun Wook memuji mereka, bagus! terima kasih untuk kerja keras kalian. Bagus..

Hyun Wook langsung mengambil garpu dan mencoba pasta Yoo Kyung.

Kim San juga mengambil garpu dan mencicipinya. Wow..ini benar2 unik! Ada rasa mie dalam sotongnya dan rasa sotong dari mienya!

Hyun Wook tersenyum bangga, dan memuji Yoo Kyung dengan matanya.

Eun Soo dan seol berkata kami juga harus mencobanya. Semua mulai mencicipi dan terpesona dengan rasanya. Bahkan para koki Italia juga tersenyum lebar. Wow..

Seok Ho tersenyum senang. Semua masih memuji, bagaimana ini bisa terasa seperti ini? Ini benar2 enak!

Panitia minta perhatian, mereka sudah mendapatkan pemenang untuk kompetisi ini. Kami akan mengumumkan tim pemenang utamanya, para juri sudah mengambil keputusan.
Tim pemenang finalnya adalah....

Hyun Wook menunggu dengan tegang.

Ji Hoon dan semua menyebut nama La Sfera dengan harap-harap cemas.

Tapi hasilnya baru akan diketahui di ep 20 see..ya...

Pasta MV




Pasta 18

4 comments:

  1. Aduh jd penasaran sp ya yg jd pemenangnya, semangat ya Tirza bkn lanjutannya mdh 2x an bs cepet sinopsis pasta eps 20 nya hehehehe

    ReplyDelete
  2. iyaaaa...penasaran...kak tirza siapa yg jadi juaranya nih....
    SEMANGAT KAK TIRZA...

    ReplyDelete
  3. mba tirza lnjtin ep 20 nya yyyyy.......ne film krn bgt....

    ReplyDelete
  4. Kak tirza mw nanya dong.. back sound pas para koki menanti pengumuman itu pas diakhir episode ini judulnya apa ya???

    ReplyDelete