Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Thursday, May 8, 2014

The Prime Minister and I episode 16 part 2

Jun Ki telp Na Young dan berkata kalau sepertinya Woo Ri belum siap bertemu ibunya. Jun Ki minta adiknya tidak cemas dan menunggu sebentar lagi. Na Young mengerti.

Hye Joo masuk ke kantor Jun Ki, siap menyertainya pergi ke pertemuan Dewan. Jun Ki mengeluh soal Woo Ri dan Hye Joo tahu Kwon Yul pasti merasa tidak enak. Jun Ki berdiri, ia siap pergi ke pertemuan Dewan Nasional.
Hye Joo menghentikannya, Senior.

Jun Ki tersenyum, ia mengaku selalu merasa takut setiap kali Hye Joo memanggilnya senior.
Hye Joo minta maaf atas apa yang ia lakukan dulu. Jun Ki tersenyum, Hye Joo tidak perlu minta maaf, ia mengerti apapun yang dilakukan Hye Joo itu demi Kwon Yul. Tapi melihat karakter Hye Joo, Jun Ki yakin Hye Joo tidak akan kembali ke sisi Kwon Yul.

Jun Ki ingin menjadi kekuatan untuk Hye Hoo. Kau orang yang lebih pintar dan berbakat dari semua orang yang kukenal dan pasti hanya akan menyia-nyiakan bakatmu jika kau hanya menjadi asistenku. Aku ingin kau memiliki mimpi yang lebih besar dan lebih jauh lagi. Dan sampai kau menemukan mimpi itu..kuharap kau mau tetap menjadi asistenku.
Tapi..mulai sekarang, kau tidak bisa menggali ke dalam laciku lagi.
Hye Joo terharu dan Jun Ki tersenyum, ia jalan sambil menepuk bahu Hye Joo.


Da Jung mendapat kejutan pagi itu, ada Kwon Yul di kamar ayahnya. Jong Ri-nim! Kwon Yul menoleh sebentar ke arah Da Jung lalu asyik lagi main kartu bersama Ayah.
Ayah mengaku ia telp Kwon Yul dan memintanya datang untuk main kartu.

Da Jung terkejut, kenapa Ayah melakukan itu? Dia kan orang sibuk. Ayah membela diri, ia sudah bilang jangan datang kalau sibuk, tapi Kwon Yul ternyata tidak sibuk, benar kan Menantu Kwon? Kwon Yul tersenyum dan membenarkan.
Kwon Yul lalu berpamitan karena ia harus segera ke Blue House dan janji untuk datang lagi kapan-kapan.

Da Jung mengantar Kwon Yul keluar. Kwon Yul berkata kalau ingatan Ayah semakin memburuk. Dia tidak bisa mengingat kartu-kartu dengan baik.
Da Jung tahu itu tapi Ayahnya tetap berusaha sekuat tenaga untuk mengingat. Da Jung minta maaf, ia akan memastikan kalau ayahnya tidak akan melakukan ini lagi. Kwon Yul menjawab, Da Jung tidak perlu minta maaf.

Kwon Yul ingin mengajukan sebuah pertanyaan karena ia harus membuat keputusan penting hari ini dan membutuhkan bantuan Da Jung.
Kwon Yul : Katanya kau tahu setiap belokan dan sudut jalan di Seoul, benar kan? Bagaimana jika ada jalan yang tidak terdeteksi oleh sistem navigasi? Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan mengambil jalan itu?

Da Jung : Tujuannya...ada satu tempat yang pasti ingin anda tuju, benar kan?
Kwon Yul : Tentu saja.
Da Jung : Kalau begitu anda harus pergi. Mungkin akan membawa anda ke tempat awal, tapi selama ada tujuan, anda akan sampai disana satu hari nanti. Dan sebuah jalan hanya akan disebut jalan jika ada orang yang melewatinya. Dengan begitu, bukankah jalan itu akan muncul di sistem navigasi?

Kwon Yul tampak mendapat pencerahan, itu akan disebut jalan jika ada yang melewatinya. Kwon Yul tersenyum, jawabanmu jauh lebih dalam dari yang kupikirkan.

Kwon Yul : Pertanyaan kedua, apa kau ..benar-benar ingin putus denganku?

Da Jung : Ya. Saya ingin putus dengan anda.
Kwon Yul menghela nafas dan minta Da Jung masuk ke dalam. Ayah mungkin menunggumu.

t-hirt : skeleton in Harlem shake  ck..ck
Kwon Yul jalan ke arah lift. Da Jung butuh beberapa detik sebelum memutuskan untuk mengejar Kwon Yul.
Kwon Yul masuk ke dalam lift dan Da Jung terlambat beberapa menit. Da Jung memutuskan turun lewat tangga, ia lari secepat muungkin.


Kwon Yul sudah sampai di lantai dasar dan jalan ke pintu keluar.
Da Jung lari dibelakang Kwon Yul, ia hanya beberapa meter dari Kwon Yul. Tapi entah kenapa, Da Jung tidak menghentikan Kwon Yul, ia hanya memandangi punggung Kwon Yul dengan wajah sedih.

Kwon Yul memikirkan kata-kata Da Jung di dalam mobil. Sebuah jalan hanya akan disebut jalan jika ada orang yang menjalaninya.

Kwon Yul pergi ke Blue House dan menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Presiden Kim. Presiden terkejut, PM Kwon apa ini?
Kwon Yul : Ini surat pengunduran diri saya, Pak. Saya akan tetap bertugas sampai PM baru diputuskan.

Presiden merasa Kwon Yul tersinggung karena ada usaha untuk memecatnya waktu itu. "Kalau kau berhenti seperti ini, apa tanggapan masyarakat kepadaku? Apa kau tidak mau tetap bersamaku sampai akhir?"

Kwon Yul bertanya dengan nada tegas : Apa anda akan mereformasi perusahaan konglomerat? Apa anda akan segera menyelesaikan masalah proyek negara? Apa anda akan menjunjung tinggi sumpah anda yang ingin mengutamakan kepentingan masyarakat? Saat saya bersedia menjadi Perdana Menteri, itu karena saya mengira kita memiliki tujuan yang sama. Tapi, meskipun tujuan kita sama..kita tidak bisa pergi bersama jika jalan kita berbeda.

Presiden Kim tidak bisa menjawab, ia hanya merengut. Karena Presiden dalam posisi terjepit, Presiden juga pasti sudah menerima "bantuan" dari perusahaan-perusahaan konglomerat itu. Jadi Presiden tidak bisa tegas dalam bertindak.


In Ho menunggu Kwon Yul dan tanya apa yang dirasakan Kwon Yul sekarang. Kwon Yul mengaku, ia merasa senang tapi getir. In Ho tanya apa hanya ini satu-satunya cara, apa Perdana Menteri akan menyerah, padahal masih begitu banyak hal yang ingin dicapai Kwon Yul.

Kwon Yul : Siapa bilang? Seperti katamu, masih banyak hal yang harus kulakukan dan banyak yang ingin kulakukan. Pengunduran diri ini hanya awalnya.

In Ho tersenyum, kalau begitu saya tidak akan menghibur anda. Tapi Selamat atas pengunduran diri anda, Perdana Menteri.
Kwon Yul : Direktur Kang, bukankah itu terlalu dini untuk diucapkan? Sampai Perdana Menteri baru diputuskan, aku masih Perdana Menteri.


Na Young bertemu dengan Da Jung di RS. Na Young mendengar kalau Da Jung disini, tapi ia tidak menyangka kalau Da Jung meninggalkan kediaman Perdana Menteri karena dirinya.
Da Jung memberikan alasan, ia juga harus merawat ayahnya. Da Jung tanya apa Na Young sudah bertemu anak-anak.

Na Young belum bisa bertemu mereka, ia mengaku dulu ia sudah merasa lebih dari cukup hanya dengan melihat anak-anak dari kejauhan, tapi sekarang ia jadi serakah dan ingin bertemu mereka. Ingin memeluk dan ingin mendengar mereka memanggilnya "Ibu".

Da Jung bisa mengerti karena bagaimanapun Na Young adalah ibu kandung anak-anak. Da Jung yakin suatu saat nanti Na Young pasti bisa memeluk dan mendengar anak-anak memanggilnya Ibu lagi.

Na Young tersenyum, Da Jung-ssi, aku kira aku tahu kenapa dia (Kwon Yul) menyukaimu. Saat terakhir bertemu dengannya, dia berkata kalau aku bisa kembali sebagai ibu anak-anak. Tapi..tidak sebagai istrinya. Aku juga berencana seperti itu.


Da Jung jalan di lorong RS sambil memikirkan kata-kata Na Young. Lalu ia mendapat telp dari Hye Joo. Apa Jong Ri-nim tidak disana?
Da Jung heran, memangnya ada apa?
Hye Joo tampak panik, Jong Ri-nim..menyerahkan surat pengunduran diri hari ini. Dia tidak mengangkat telp dan aku tidak tahu dimana dia. Jika kebetulan ia meneleponmu, kau harus segera telp aku. Kau mengerti?


Woo Ri dan adik-adiknya muncul di RS, sepertinya Woo Ri ingin bicara dengan Da Jung soal ibunya. Mereka berselisih jalan dengan Da Jung yang lari keluar RS.

Anak-anak menemui Kakek dan tampak kecewa waktu mendengar Da Jung sedang keluar. Lalu Kakek tanya apa mereka hanya datang untuk bertemu Ahjumma mereka?
Na Ra langsung menghibur Kakek, tentu saja tidak! Kami datang untuk menemui Kakek juga! Kami benar2 merindukan Kakek.

Kakek langsung semangat dan wajahnya berseri-seri. Apalagi saat mereka mengeluarkan hadiah untuk Kakek. Sebuah topi hangat. Aww..
Kakek tanya apa anak2 ingin minum sesuatu. Woo Ri langsung berdiri dan berkata ia saja yang pergi untuk membeli minum.

Saat Woo Ri jalan keluar, ia sebenarnya berpapasan dengan Na Young, tapi Na Young tidak menyadarinya. Woo Ri menoleh dan merasa familiar dengan Na Young.

Da Jung lari ke Gereja, tapi Kwon Yul tidak disana. Da Jung bergegas lari keluar.

Kwon Yul jalan-jalan sendiri di tempat ia dan Da Jung kencan saat itu. Da Jung lari di sepanjang jalan dan memutuskan mencari taksi. Ia sepertinya sudah bisa menebak kemana Kwon Yul pergi.

Kwon Yul tiba di tempat dimana ia janji akan pergi ke tempat Da Jung berada, kau diam saja dan aku akan melangkah, selangkah..demi selangkah. Kwon Yul ingat pertanyaannya, apa Da Jung benar2 ingin putus dengannya dan Da Jung langsung mengiyakan.

Kwon Yul tampak sedih. Lalu ia terkejut waktu melihat Da Jung lari ke arahnya.
Keduanya berdiri berpandangan tanpa bicara.


Anak-anak memandangi Kakek yang tertidur pulas. Kakek tidur. Bagaimana kalau kita pulang saja? Ahjumma juga sepertinya akan pulang malam.
Mereka juga membawa hadiah untuk Da Jung. Na Ra punya ide, ia akan memasukkan kado itu di dalam tas Da Jung. (Hee..iklan tas dulu wkk)

Man Se komen, Kakek tersenyum dalam tidurnya. Anak-anak berdiri di samping tempat tidur Kakek dan berpamitan, Kakek, kami pulang sekarang. Selamat malam. Mereka membungkuk. Oh they're so sweet.

Anak-anak turun ke lobi. Woo Ri dan Man Se tampak kecewa karena tidak bertemu Da Jung. Tapi Na Ra gembira karena mendapat ...uang jajan dari Kakek ha ha.

Na Young jalan di lobi dan melihat mereka, ia tertegun.


Woo Ri berhenti dan menoleh ke arah Na Young, ia syok dan tampak marah: Ibu. Adik-adiknya heran. Na Young tampak menahan tangis.
Da Jung berkata ia cemas karena mendengar Perdana Menteri tiba-tiba mengajukan pengunduran diri. Anda seharusnya menjawab telp Manager Seo. Kenapa anda tidak mengangkatnya?

Kwon Yul sengaja tidak mengangkat telp Hye Joo. Karena dia pasti memarahiku karena masalah ini. Tapi..apa kau kesini hanya untuk menanyakan itu?
Da Jung : Saya lega anda baik-baik saja.

Da Jung memutuskan untuk pergi. Tapi Kwon Yul memanggilnya dan membuat Da Jung berbalik lagi.
Kwon Yul : Apa kau bisa...hidup tanpa diriku?


PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12-1], [12-2], [13], [14-1], [14-2], [15-1], [15-2], [16-1]

Notes :
Satu lagi...menuju tamat hihi..sabar ya. Susah cari waktu nonton drama soalnya.

Drama ini mirip kejadian asli. PM Korsel Jung Hong Won benar-benar mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggung jawaban atas tragedi Kapal feri Sewol. 

Wow..mana ada pejabat di negara kita yang seperti itu, meskipun banyak kapal feri, kapal row-row, speed boat yang tenggelam. Bahkan terbukti korupsi pun masih bisa cengar-cengir di TV. ck..ck..so fake and disgusting.

2 comments:

  1. sebentar lagi abis yak hiks :( love this drrama <3

    ReplyDelete
  2. Bner mbak, org dsruh mndur aj klo bsa brthan bgaimnpun cranya. Pdhl jga klo tragedi sewol itu kan msibah, nggak bsa dslhin jga prdna mntrinya. Jka di indnsia setiap ad kclakaan angkutn umum mntri prhbungan mndur, bsa tiap bln gnti mntri

    ReplyDelete