Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Wednesday, January 22, 2014

The Prime Minister and I episode 7

Malam Natal, semua anggota keluarga Kwon sudah mendapatkan hadiah Natal mereka, In Ho, Ahjumma dan bahkan para staf kediaman PM Kwon juga sudah mendapatkan hadiah mereka.
 

PM Kwon protes karena tidak mendapatkan hadiah. Da Jung sudah menyiapkannya, yaitu membacakan Novel Kisah 1001 Malam setiap malam untuk membantu Kwon Yul tidur.
Da Jung mulai membaca dan Yul duduk bersandar sambil memejamkan mata. Kwon Yul tidak mendengar suara Da Jung lagi. Ia komen, lanjutkan. Kenapa kau tidak membaca?
Kwon Yul membuka matanya dan melihat Da Jung ketiduran. Ia tersenyum geli dan perlahan mengambil buku di tangan Da Jung.

Kwon Yul membaca sendiri lanjutan kisahnya dalam hati, "Saat aku tidak bisa menyingkirkan kemarahan dan kesedihanku dan rasa murkaku tidak bisa dihentikan dengan kekejaman. Orang yang menolongku adalah kau, orang yang datang menemuiku saat aku tidak bisa tidur..."
Saat itulah kepala Da Jung tiba-tiba tersandar di bahu Yul. Kwon Yul tertegun, ia menoleh ke arah Da Jung dan melanjutkan lagi : Scheherazade-ku



Kwon Yul meletakkan buku di meja, lalu perlahan ingin membantu Da Jung berbaring dengan benar. Tapi waktu Yul ingin menyelimuti Da Jung, tiba-tiba Da Jung terbangun.
Da Jung terkejut, ia reflek mendorong Yul. Apa yang anda lakukan?

Kwon Yul tampak bingung, memang kenapa? Kau kelihatan tidak nyaman, jadi aku membantumu agar kau bisa tidur dengan lebih nyaman.
Da Jung tidak percaya.

Kwon Yul kesal, kalau kau tidak mau percaya ya sudah! Kau yang berkata akan membacakan buku untukku lalu tertidur!
Kwon Yul menunjukkan bukunya ke arah Da Jung. 

Da Jung : Anda pura2 bersikap sopan, tapi sekarang saya tahu kalau anda memang serigala. (wkkk)
Kwon Yul tidak percaya, apa? apa katamu? 
Da Jung : Serigala. serigala (Da Jung bahkan menirukan lolongan serigala haha)
Kwon Yul naik darah, kau ..aku seharusnya tidak perlu bicara apapun. Jangan mendekatiku.

Kwon Yul keluar kamar, ia ngomel-ngomel, apa? serigala? Apa dia tahu seperti apa serigala itu? Konyol sekali. Kwon Yul melihat ke arah kamar yang terkunci. Ia jalan ke depan kamar dan menghela nafas. Yul ingat pertanyaan Da Jung, Perdana Menteri, kenapa anda sulit tidur?
Kwon Yul jalan pergi tanpa membuka pintu ruang musik. Di dalam ruangan itu, ada foto istri pertama Kwon Yul yang sedang memainkan piano.

Paginya, Kwon Yul masuk ke kamarnya untuk mencari Da Jung. Kwon Yul harus segera bersiap ke kantor dan Da Jung tidak kelihatan. Kamar itu juga berantakan sekali.
Kwon Yul melihat buku kisah 1001 Malam dan memandanginya dengan lembut.

Da Jung keluar dari kamar mandi mengenakan jubah mandi. Ia terkejut melihat Kwon Yul. Kwon Yul menoleh dan tertegun melihat Da Jung.
Kwon Yul buru-buru memalingkan muka dan langsung melarang Da Jung menggunakan kamar mandinya :) Itu kamar mandiku. Jangan menggunakan kamar mandiku. Aku memberimu waktu lima menit. Kita harus pergi ke konferensi parlemen. Jadi cepat bersiap dan keluarlah.

Jun Ki sudah mengumpulkan para Menteri di satu tempat. Saat itu turun salju dan Jun Ki ingat percakapannya dengan Hye Joo semalam.
Jun Ki jalan bersama Hye Joo dan menggodanya, satu-satunya hal yang benar dari pernikahan Kwon Yul adalah membuatmu sadar. Lebih baik kau sendirian dan sedih daripada mengejar Kwon Yul seperti anak anjing.
Hye Joo : Jangan mulai pertengkaran denganku hari ini. Ini malam Natal.

Jun Ki ketawa, apa malam Natal itu istimewa? Kau kan sudah dewasa sekarang. Jun Ki tiba-tiba melihat ke atas dahan pohon dan sengaja menjatuhkan saljunya ke atas Hye Joo.
Hye Joo teriak kesal, dingin! Jun Ki menatap Hye Joo dengan lebih serius.

Jun Ki : Hye Joo, tidak masalah kalau kau memakiku atau mengacuhkanku. Tapi..jangan membenciku, apapun yang terjadi.

Hye Joo tertegun, ia jelas curiga. Jun Ki ingat percakapan itu, tapi ia tampak tidak peduli dan jalan ke dalam ruang pertemuan.

In Ho menyetir sambil sesekali melirik kado di tempat duduk penumpang. In Ho tersenyum kecil, mungkin itu kado Natal untuk Da Jung. In Ho mendapat telp dari Hye Joo.
Da Jung menyiapkan buah strawberry untuk Kwon Yul. Lalu ia mendapat telp dari In Ho.

Kwon Yul selesai bersiap-siap dan jalan keluar. Ia melihat barang-barang pribadi Da Jung dimana-mana. Kwon Yul mengeluh, wanita ini benar2 tidak bisa seperti ini.


Kwon Yul jalan ke pintu dan membukanya. Tapi pintu itu susah sekali terbuka. Kwon Yul bingung, kenapa pintu ini seperti ini?

Ternyata Madame Da Jung yang menahan pintu itu dari luar. Da Jung melakukannya atas perintah In Ho, tolong tahan Perdana Menteri selama setengah jam, aku minta tolong karena ini penting sekali.
Da Jung susah payah menahan pintu itu, Jong Ri-nim, maafkan saya tapi saya tidak bisa membuka pintu ini.

In Ho telp Hye Joo, ia sudah minta Da Jung berusaha menahan PM Kwon, bagaimana situasinya?
Kantor Perdaan Menteri dalam kondisi kalang kabut. Hye Joo berkata ke In Ho, sebagian besar Menteri tidak akan datang dalam pertemuan Kabinet. Tanpa kehadiran mereka, PM Kwon tidak akan bisa memulai pertemuan Kabinet. Hye Joo marah besar, ini jelas perbuatan Menteri Park Jun Ki untuk mempermalukan Perdana Menteri.
Hye Joo ingin In Ho membujuk Menteri Pendidikan serta Kesehatan dan Kesejahteraan untuk datang ke pertemuan, karena dua Menteri itu ada masalah dengan Menteri Park. Lakukan apa saja yang bisa kau lakukan.

In Ho mengerti dan segera menekan gas menuju kediaman para Menteri.

Kwon Yul akhirnya berhasil mendorong pintu sampai terbuka. Ia terkejut, Nam Da Jung-ssi?
Da Jung tetap menahan pintu itu, sementara Yul ingin membukanya. Lalu entah bagaimana ceritanya, Da Jung akhirnya menerjang Kwon Yul sampai jatuh ke lantai.
Kwon Yul bingung, apa yang kau lakukan? Ia berusaha bangkit tapi Da Jung menarik jas Kwon Yul sampai Jong Ri-nim terjatuh lagi.

Da Jung harus menahan Kwon Yul dan ia benar2 melakukan apapun, termasuk melompat ke atas tubuh Kwon Yul!
Da Jung berseru, ada..yang harus saya katakan!  Kwon Yul tampak syok, kenapa kau seperti ini? yang benar saja!

Ahjumma mendengar keributan dan pergi ke kamar mereka, tapi ia benar2 tidak siap melihat pemandangan di depannya. Astaga...! Ahjumma cepat-cepat menutup pintu kamar lagi hehehe
Ahjumma benar2 jantungan, astaga..ini benar2 memalukan. Apa sebenarnya yang terjadi? Aigoo..jantungku. wkk tidak baik membuat orang tua jantungan.

Man Se keluar kamar, ia ingin diantar Da Jung keluar, tapi Ahjumma melarangnya dan menarik Man Se keluar, Da Jung-ahjumma sedang sibuk.

Kwon Yul berhasil melepaskan diri dari Da Jung, ia akan mengurus kelakuan gila Da Jung nanti. Siap-siap saja kau! Kwon Yul membungkuk mengambil dokumennya yang berserakan.
Da Jung masih berusaha menahan pintu kamar, ia melarang Kwon Yul pergi.

Kwon Yul membentaknya, Nam Da Jung-ssi!
Da Jung akhirnya mengaku, anda tidak boleh pergi sekarang! Chief Kang berkata tidak boleh..
Kwon Yul terkejut, apa maksudmu?

Kwon Yul tetap ke kantor, ia tidak menggubris pertanyaan wartawan dan langsung jalan masuk ke kantornya. Hye Joo dan In Ho menyambutnya serta memberikan laporan.
Hye Joo melarang Kwon Yul masuk ke ruang pertemuan. Ada banyak reporter, jika anda melakukan itu maka akan menimbulkan masalah.

Kwon Yul tidak peduli dan tetap membuka pintu ruang meeting sendiri. Ia tertegun.
Hanya ada dua orang Menteri yang berhasil dibujuk In Ho untuk hadir. Ini benar-benar pukulan besar untuk Perdana Menteri Kwon.

Da Jung menyiapkan susu dan sandwich untuk anak-anak sambil memikirkan permintaan In Ho,  kenapa Chief Kang memintaku melakukan itu? Lalu ia ingat insiden yang terjadi antara dia dan PM Kwon. Da Jung menggelengkan kepala, aku pasti sudah gila! Jong Ri-nim pasti menganggap itu keterlaluan, tapi ada apa sebenarnya?
Da Jung memberikan makanan untuk Na Ra yang sedang mengerjakan tugas serta Man Se yang memintanya membuatkan sandwich dari kain untuk dijahit di tangan kodoknya :)


Lalu Da Jung masuk ke kamar Woo Ri untuk mengantarkan baju dan membereskan kamar itu. Da Jung menemukan sebuah kunci.
Kwon Yul duduk di kantornya, ia mengingat boikot yang baru saja terjadi. Kwon Yul benar-benar terpukul.
Jun Ki keluar dari tempat pertemuannya sendiri bersama para Menteri. Jun Ki sengaja melakukan ini karena Perdana Menteri Kwon ingin ikut campur dalam semua masalah, tapi sekarang PM Kwon pasti mulai belajar. Tidak ada gunanya mencoba memaksakan agendamu sendiri. Politik tidak bisa dijalankan seperti itu.
Kedua Menteri itu sedikit cemas, media akan sangat meributkan ini..ini tidak akan mempengaruhi kita kan?

Jun Ki menenangkan mereka, jangan cemas. Seperti biasa ini semua akan selesai dengan cepat. Keduanya mengerti dan pergi.

Begitu keduanya pergi, Hye Joo segera mendatangi Jun Ki dan tanpa ampun Hye Joo langsung menamparnya. Nice!
Jun Ki terkejut tapi ia masih bisa menyeringai kecil, ini masih bisa diterima. Hye Joo semakin marah dan ingin menampar Jun Ki lagi, tapi tangannya ditahan Jun Ki. Hentikan.

Jun Ki minta Hye Joo menyuruh Kwon Yul menemuinya sendiri dan bukannya mengirim Hye Joo.

Hye Joo : Apa memang harus sejauh ini? Seonbae, apa kau memang sudah berubah seperti ini? Kau memintaku untuk tidak membencimu kan? Aku tidak akan membencimu. Tapi aku hanya akan menganggapmu menyedihkan.
Hye Joo langsung pergi.

Kwon Yul pulang ke rumah dinasnya dalam kondisi tertekan. Ia jalan ke halaman tengah dan tertegun. Yul mendengar denting piano, suara yang sudah lama tidak didengarnya.

Da Jung sedang memainkan piano untuk Na Ra dan Man Se. Na Ra minta Da Jung main yang lainnya lagi. Da Jung berpikir sebentar lalu mulai memainkan lagu lain.
Kwon Yul jalan bergegas ke arah ruang musik. Ia langsung membuka pintu dan berdiri di depan kamar itu.

Kwon Yul tertegun, ia melihat mantan istrinya sedang memainkan piano untuk Na Ra dan Man Se. Na Young khayalan menoleh dan tersenyum pada Kwon Yul. Kwon Yul tersenyum kecil.
Tiba-tiba Kwon Yul sadar dan memejamkan matanya. Ia membuka matanya lagi dan kali ini melihat Da Jung.

Da Jung menghentikan permainannya, Jong Ri-nim..
Na Ra dan Man Se tampak ketakutan. Na Ra langsung menyalahkan Da Jung, Ayah..kami sama sekali tidak berniat untuk masuk ke dalam, tapi Ahjumma ini mulai memainkan piano..
Man Se terkejut, kau yang memintanya mencoba dan ..Na Ra segera membungkam adiknya dan keduanya kabur ketakutan.

Da Jung mencoba menjelaskan, ia masuk karena pintunya terbuka dan ia merasa ingin tahu. Kwon Yul diam saja, sama sekali tidak menjawab. Kwon Yul pergi.

Da Jung baru tahu kalau piano itu milik  Ny. Kwon yang pertama dari bibi. Bibi (yang mengenakan celemek baru ^^) berkata itu alasannya ia melarang Da Jung masuk ke kamar itu. Kenapa anda tidak mendengar perkataan saya?

Da Jung kelihatan bersalah. Lalu ia menerima telp dari Ayah. Ayah menanyakan keadaan Menantu Kwon-nya. Da Jung tidak tahu soal boikot, ia berkata Yul baik-baik saja.
Ayah Da Jung marah, bagaimana ia bisa baik-baik saja! Semua berita memuat kekacauan itu. Benar-benar kacau, ada pertemuan Kabinet yang dibatalkan! Bagaimana kau bisa tidak tahu soal itu?

Da Jung terkejut, ia menutup telp dan segera mengecek berita tentang Kwon Yul secara online. Da Jung baru sadar apa yang terjadi.
Kwon Yul duduk sendiri di kantornya, ia tenggelam dalam pikirannya. Da Jung masuk membawakan coklat hangat dengan marshmallows wow..delicious!
Da Jung ingin Yul minum sesuatu yang manis. Ini akan membuat anda semangat. Minumlah selagi hangat. Da Jung membungkuk dan jalan keluar. Da Jung terlihat sangat mencemaskan Yul.

Kwon Yul tetap duduk di kantornya sampai malam, sama sekali tidak meminum coklatnya. Ia memikirkan mendiang istrinya. Kwon Yul meraih botol obat dan menelan beberapa butir pil.

Paginya, Da Jung terlambat bangun, sudah pk 7 lebih.  Da Jung panik, tapi ia heran karena Kwon Yul sama sekali tidak membangunkannya. Apa Jong Ri-nim begadang lagi?
Da Jung bergegas ke kantor Kwon Yul. Ia mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. Da Jung memberanikan diri membuka pintu dan masuk.

Da Jung melihat Kwon Yul duduk di kursinya, tangannya terkulai di samping kursi. Da Jung syok, Jong Ri-nim!

Kwon Yul sepertinya pingsan atau tidak sadar. Da Jung mulai panik, ia menggoncang lengan Yul, Jong Ri-nim!

Kwon Yul sama sekali tidak bereaksi. Oh No! Da Jung ketakutan, ia menepuk pipi Kwon Yul berkali-kali, Jong Ri-nim! Jong Ri-nim! Buka mata anda Jong Ri-nim! Buka mata anda!
Kwon Yul mengangkat tangan, mencegah pipinya ditepuk Da Jung lagi, berapa lama lagi kau akan memukuliku? fiuh..

Da Jung teriak ketakutan, Jong Ri-nim! Kwon Yul menghela nafas lalu duduk tegak, jam berapa ini?

Kwon Yul segera bersiap, ia telp In Ho untuk menunggu sebentar. Da Jung mengejarnya, Jong Ri-nim, apa anda baik-baik saja?

Kwon Yul : Apa kau pikir aku akan baik2 saja?
Kwon Yul meraba pipinya, kurasa rahangku akan patah. Apa sebenarnya yang kau pikirkan, kenapa memukulku sekeras itu?

Da Jung : Tidak, saya..saya kira anda syok karena masalah dewan kabinet lalu minum obat tidur sebanyak itu.
Kwon Yul : Jadi, kau pikir aku akan bunuh diri?
Da Jung membela diri, anda tidak bangun meskipun saya berusaha keras membangunkan anda. Itulah mengapa seharusnya anda tidak minum obat tidur lagi. Saya akan membacakan buku untuk anda, kenapa anda terus minum obat?

Da Jung juga minta maaf soal kemarin. Kwon Yul tanya, apa kesalahan Da Jung.
Da Jung  : Saya masuk ke ruang piano tanpa berpikir.

Kwon Yul menatap Da Jung, matanya sedikit bersinar, apa lagi?
Da Jung tidak tahu.

Kwon Yul : Kau tidak tahu? Apa kesalahanmu?
Da Jung teringat sesuatu, ah, saya tahu! Kemarin pagi saya melompat ke atas anda (kkkk). Kwon Yul tampak geli, aku mengerti. Aku sudah lupa tentang itu. Kalau kau tahu sudah melakukan kesalahan, kau harus introspeksi diri. Kwon Yul jalan pergi.
Da Jung heran, dia tidak semarah yang kukira. Ah apa lagi kesalahanku sebenarnya?

Di jalan, Kwon Yul merenung dan menjawab pertanyaan Da Jung dalam hati : Kesalahan terbesar Nam Da Jung adalah mengingatkanku pada orang itu, pada istriku.

Da Jung bertemu dengan Editor Go dan Hee Chul di Subway. Editor Go menyarankan Da Jung untuk membantu suaminya dan mereka dari Scandal News akan membantu Da Jung.
Mereka ingin mendapatkan liputan soal kediaman Perdana Menteri, tapi Da Jung menolaknya. Kau tahu karakter suamiku, dia tidak akan mengijinkannya. Ia tidak akan melakukannya. Meskipun aku hanya mengatakan satu kata saja.. (Da Jung memberi gerakan seperti memotong lehernya, dia akan membunuhku. hahaha)

Editor Go kesal dan ia bertekad akan melakukannya sendiri. Editor Go langsung pergi. Hee Chul kebingungan. Ia minta maaf ke Da Jung lalu lari mengikuti bossnya.
Da Jung jadi berpikir, membantu suamiku? membantu suami..



Kwon Yul masih pusing memikirkan istrinya dan Da Jung. Ia bersama Hye Joo dan In Ho. Hye Joo ingin untuk sementara waktu Kwon Yul tidak menyinggung masalah Guk Jang Ma center karena itu akan menyudutkan posisi PM Kwon. Hye Joo ingin Perdana Menteri menahan diri dan menunggu saat yang tepat.
 

In Ho tidak setuju, itu bukan gaya Perdana Menteri dalam menyelesaikan masalah. Perdana Menteri selalu memegang prinsip dan hati nurani dalam menyelesaikan masalah. Itu adalah cara Perdana Menteri, benar kan?
Hye Joo kesal pada In Ho, Chief Kang kau berkata seperti itu, apa karena kau tidak tahu, jika terjadi kesalahan maka Perdana Menteri yang akan disalahkan?
Kwon Yul menghentikan perdebatan mereka dan berkata akan membuat keputusannya. Kalian berdua boleh pergi.

Diluar kantor, Hye Joo tanya kenapa In Ho mendesak PM Kwon padahal seharusnya In Ho menghentikannya.

In Ho : Apa kau tidak tahu siapa dia? Chief Seo, apa kau yakin kau tahu segalanya tentang Jong Ri-nim? Sepertinya kau yakin kalau PM adalah orang yang selalu membuat pilihan berdasarkan prinsip. Tapi apa kau yakin kalau PM tidak pernah membuat keputusan yang salah?
Hye Joo tampak curiga, apa sebenarnya maksudmu?

In Ho : Maksudku, aku hanya ingin tahu pilihannya. Sebenarnya, aku lebih tertarik keputusan apa yang akan diambil seorang Kwon Yul sebagai manusia biasa dan bukan keputusan yang akan dibuat Perdana Menteri Kwon Yul.

Kwon Yul berdiri di halaman dan memikirkan semuanya. Peristiwa boikot yang memalukan, kata-kata In Ho, kalau dia adalah orang yang memegang prinsip, saat Kwon Yul memeriksa pencemaran air, berita soal boikot yang bertebaran dimana-mana.
Lalu harapan Da Jung, tolong jadilah Perdana Menteri yang bisa membela orang biasa seperti saya. Orang yang tidak memihak yang kuat dan mengabaikan yang lemah. Berjanjilah anda akan menjadi Perdana Menteri yang seperti itu.

Da Jung jalan mendekatinya, Jong Ri-nim, saya tahu anda disini.
Kwon Yul berkata ia harus memikirkan sesuatu. Da Jung tanya apa Kwon Yul sudah menemukan solusinya.
Kwon Yul : Aku tidak tahu.
Da Jung : Lupakan yang terjadi kemarin, anda bisa melakukan dengan lebih baik mulai sekarang.

Kwon Yul menghela nafas, tidak semudah itu. Sejujurnya, aku tidak tahu apa pilihan yang tepat.

Da Jung tersenyum : Saya tidak tahu banyak soal politik, saya juga tidak tahu apa pilihan yang harus dibuat. Tapi saya tahu ini, anda berkata akan menjadi Perdana Menteri yang melayani masyarakat, saya tahu anda akan menepati perkataan anda.
Saya tahu anda adalah orang seperti itu.

Perkataan Da Jung membuat Kwon Yul tersenyum, menarik. Kau memiliki bakat menyederhanakan masalah yang sangat rumit.
Da Jung nyengir, itu salah satu pertahanan saya.
Kwon Yul : Perdana Menteri yang melayani masyarakat, artinya kembali pada niatku semula, benar kan?
Da Jung : Yah, sesuatu yang seperti itu.

Keduanya tersenyum. Da Jung ingin mentraktir PM Kwon minum sebagai masyarakat biasa, bagaimana Kwon Jong Ri-nim?
Kwon Yul : Aku tidak tahu, kedengarannya tidak terlalu bagus.

Da Jung memukul lengan Kwon Yul, berhenti berpikir dan pergi saja dulu. Kwon Yul kelihatan terkejut. Da Jung nyengir, maaf, ini kebiasaan lama saya. Da Jung merangkul lengan Kwon Yul dan menariknya pergi, ayo.

In Ho pergi ke rumah PM Kwon dan tidak bisa bertemu Da Jung. Bibi berkata kalau Nyonya pergi menemui Perdana Menteri. Bibi tahu Perdana Menteri pasti sangat khawatir soal masalah kemarin, tapi paling tidak dia memiliki istrinya. Bibi tampak bahagia :) Wajah In Ho justru kelihatan muram.
In Ho keluar rumah dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Woo Ri. Ponsel Woo Ri jatuh. In Ho mengambilnya, ia minta maaf dan menyadari kalau ponsel Woo Ri termasuk keluaran lama, wah kau masih memilikinya?
Woo Ri langsung merampas ponselnya, apa pedulimu? Ia jalan masuk.

In Ho menyadari sesuatu dan segera memeriksa rekaman CCTV. In Ho sadar, Woo Ri menggunakan ponsel yang berbeda untuk telp seseorang. Dia menggunakan smartphone! In Ho tampak curiga.

Da Jung membawa Jong Ri-nim beserta pengawalnya minum soju dan makan diluar. Tapi yang lebih banyak minum soju adalah Da Jung, sementara Kwon Yul memilih makan :)
Kwon Yul tampak geli, sepertinya kau kesini karena kau ingin minum.

Da Jung tertawa, anda selalu benar. Ini seperti membunuh dua ekor burung dengan sebuah batu. Saya bisa menjadi istri yang baik, sekaligus mendapatkan udara segar. Ini keren. Sangat menyesakkan tinggal disana sepanjang waktu.
Kwon Yul terkejut, ia sama sekali tidak pernah berpikir soal itu, apa yang menyesakkan?
Da Jung : Hanya sedikit, anda tahu ..saya adalah tipe orang yang selalu kesana-sini.

Kwon Yul terdiam, ia memandangi Da Jung. Seperti menyadari sesuatu, kalau kehidupan sebagai istri Perdana Menteri dan harus berada dalam protokoler ketat, bukan hal mudah untuk wanita muda yang mandiri seperti Da Jung.


Da Jung membujuk Kwon Yul untuk minum, ayolah satu gelas saja. Ini akan menghilangkan semua stres anda dan akan membantu anda tidur nyenyak.

Kwon Yul : Nam Da Jung-ssi, kenapa kau begitu baik padaku?
Da Jung : Baik kepada anda? Kapan?

Kwon Yul : Kau membantuku saat menghadapi sidang, pertunjukan tari Man Se, hadiah Natal, dan sekarang kau mentraktirku minum, apa yang harus kulakukan untuk membalasnya?
Da Jung spontan menjawab, bebaskan saya! Bebaskan saya dari tugas menulis jurnal! Da Jung tersenyum, yah saya bercanda. Bukankah memang tugas seorang istri untuk menghibur suaminya saat suaminya sedang tidak bersemangat? Seperti yang pernah anda katakan, saya adalah istri Perdana Menteri Kwon Yul.
Kwon Yul terkejut karena kata-kata Da Jung persis seperti yang dikatakan Na Young.

Da Jung menyodorkan sundae (sosis isi darah babi dan mie. Huek)  pada Yul, tapi Yul menolaknya karena ia alergi makanan itu, aku bisa muntah semalaman. Da Jung mengeluh, tidak mau minum soju dan tidak bisa makan sundae, apa asyiknya? Ah berarti semua ini adalah bagianku. Da Jung mulai makan sundaenya.


Da Jung nyaris tersedak. Ia melarang Kwon Yul menoleh, ada kru Scandal News disana. Da Jung ingin bersiap lari. Kwon Yul heran, apa kita harus lari? Da Jung membenarkan, apa anda ingin membaca artikel dengan judul : "Perdana Menteri yang depresi minum soju untuk menghibur dirinya?"
Kwon Yul jelas tidak mau. Mereka berusaha pergi tanpa ketahuan.

Editor Go masih kesal karena Da Jung menolak interview dan ingin menggali kehidupan Kwon Yul-Da Jung sampai ke dasar2nya.
Kwon Yul tidak langsung pergi, tapi masih berhenti di kasir untuk membayar. Memang bertanggung jawab dia wkk  Da Jung mendekat, Jong Ri-nim, anda sedang apa? Kata2 Da Jung membuat kasir jadi sadar, astaga..anda Perdana Menteri Kwon?
Hee Chul dan Editor Go juga langsung sadar, itu PM Kwon! Kwon Yul dan Da Jung tidak pikir panjang lagi, lari..!
Kedua grup itu kejar-kejaran. Kwon Yul lari di depan, Da Jung menyusul di belakangnya sementara Pengawal Perdana Menteri menyusul mereka.

Da Jung sedikit ketinggalan dan Kwon Yul langsung menggandeng tangannya untuk lari bersama. Keduanya menemukan sebuah gang dan langsung lari ke situ.

Para pengawal kehilangan jejak mereka dan lari ke arah lain. Tapi tim Scandal News yang sudah pengalaman juga lari ke arah yang sama. Untung Kwon Yul dan Da Jung berhasil sembunyi lalu lari lagi ke arah lain haha..
Kwon Yul dan Da Jung lari kencang sambil bergandengan tangan. Keduanya tersenyum lebar. So cute. OST time..

In Ho menunggu Da Jung pulang sambil memandangi kadonya.


PM Kwon dan Da Jung akhirnya pulang. Kepala pengawal mereka memohon, agar lain kali Perdana Menteri dan Nyonya (ehem) tidak melarikan diri seperti itu tanpa pengawalan mereka.
Da Jung mengerti, ia minta maaf pada mereka dan janji akan lebih berhati-hati. Kwon Yul memuji pekerjaan anak buahnya. Mereka membungkuk, selamat malam Pak!

Saat Kwon Yul dan Da Jung jalan pergi, kepala pengawal Perdana Menteri komen, mereka terlihat manis bersama-sama.
Kwon Yul dan Da Jung spontan ketawa geli. Da Jung menoleh ke arah Yul dan komen, Jong Ri-nim, apa anda sadar? Anda benar-benar terlihat keren saat tersenyum. Tolong sering-seringlah tersenyum, saya senang melihat anda tersenyum.

Kwon Yul menoleh dan ia juga menatap ke arah Da Jung. Da Jung heran, kenapa anda melihat saya seperti itu?
Kwon Yul langsung menyangkalnya, siapa maksudmu yang melihat? Tidak perlu mengatakan hal tidak berguna. Cepat masuk dan tidur! Kwon Yul langsung jalan masuk.

Da Jung mencibir, dia selalu saja seperti itu. Merusak suasana.

In Ho menemui Da Jung, ia ingin bicara sebentar dengan Da Jung. In Ho memberikan kadonya untuk Da Jung. Da Jung senang sekali, wow..sebuah pena! aku selalu ingin pena seperti ini.
Da Jung heran bagaimana In Ho tahu. In Ho tahu kalau Da Jung memiliki impian menjadi penulis seperti Jane Austen. Da Jung geli, itu impiannya saat masih muda, sekarang ia sudah melupakannya. Apa semua orang bisa menjadi penulis seperti dia?
Da Jung ingin menulis jurnal harian dengan pena itu. Jong Ri-nim memintaku menulis laporan harian tentang anak-anak.

In Ho tanya apa tidak sulit hidup dengan Perdana Menteri. Da Jung membenarkan, tentu saja sulit, kau juga sudah tahu itu. Bahkan hari ini, aku harus mengejar Jong Ri-nim, yah rasanya memang menyenangkan, tapi akhirnya dia marah-marah lagi. Aku tidak tahu kenapa dia seperti itu.
In Ho tampak tersiksa, Da Jung..apa kau tidak terlalu memaksakan diri? Kurasa kau tidak perlu sejauh itu.
Da Jung : Aku tahu, aku juga menyesalinya. Ah, coba lihat, apa kau tidak harus pergi?

In Ho mengangguk, tapi ia menambahkan, ada satu hal lagi yang ingin kukatakan padamu.

Di kamar, Kwon Yul sibuk kerja lagi. Da Jung mengamatinya, Jong Ri-nim, apa anda tidak akan tidur?
Kwon Yul : Jangan pedulikan aku dan tidur saja.

Da Jung tanya apa Yul tidak bisa tidur, ia siap melompat untuk membacakan buku lagi.
Tapi Kwon Yul langsung menghentikannya. Berhenti! Da Jung jadi membeku hahaha posisinya itu lo.

Kwon Yul menunjuk Da Jung, sekali saja sudah cukup. Kau berkata ingin membacakan buku untukku tapi kemudian kau tertidur sampai mendengkur. Kau akan sangat membantuku kalau tidur saja disana.
Da Jung terpaksa menuruti kata-kata Kwon Yul, ya baik pak. Saya mengerti. Da Jung langsung berbaring dengan cemberut.

Kwon Yul terganggu lagi, ia merasa ada sesuatu di kursinya. Kwon Yul berusaha menarik sesuatu yang didudukinya, astaga..apa ini?
Kwon Yul ternyata menarik baju dalam Da Jung haha resiko tinggal sekamar. Da Jung langsung melompat dan menyambar baju dalamnya, omo! omo! apa yang anda lakukan? Kenapa anda memegang baju dalam saya?

Kwon Yul marah2, apa maksudmu memegangnya? Siapa yang meninggalkannya di kursiku? Kwon Yul sekalian saja mengkritik Da Jung yang berantakan. Baju, rambut dan handukmu ada dimana-mana dan sekarang baju dalammu?
Da Jung : Kalau kita tidak menggunakan kamar bersama, ini bukan masalah.
Kwon Yul : Kau tidak tahu? Apa kau pikir aku mau sekamar denganmu?

Da Jung : Lalu apa anda ada ide? Kita bisa menggunakan kamar terpisah. Pasangan sungguhan saja pisah kamar kalau mereka bertengkar.

Kata-kata Da Jung menimbulkan ide di kepala Yul. Nam Da Jung, ini adalah hal paling cerdas yang pernah kau katakan padaku. Aku menyukainya, jadi keluarlah.
Da Jung : Itu yang ingin saya dengar. Saya akan tidur di kamar Man Se mulai sekarang, asal anda tahu saja!

Da Jung langsung keluar, ia mengeluh diluar. Astaga..ini benar-benar memalukan!

 Kwon Yul tampak senang mendapatkan kamarnya kembali. Kwon Yul naik ke tempat tidurnya dan mengambil buku, ia mencibir, membacakan buku untukku sampai aku tidur? Ha!

Da Jung duduk di kamar Man Se, ia bingung kenapa justru memikirkan Jong Ri-nim. Aku benar-benar sudah gila. Man Se terbangun dan heran melihat Da Jung, tapi ia senang karena Da Jung menemaninya.
Ternyata Kwon Jong Ri-nim memang bisa tidur setelah membaca buku.

Paginya, para Menteri yang kemarin melakukan boikot menemui Kwon Yul dan minta maaf soal pertemuan kabinet itu. Mereka beralasan lalu lintasnya macet sekali.
Kwon Yul tidak marah, benarkah? kalau begitu ini melegakan karena masalahnya belum selesai. Mereka bingung, apa maksudnya. Kwon Yul tetap akan minta laporan mereka soal pembangunan pelabuhan internasional itu. Dokumennya masih ada dan Kwon Yul minta mereka menyerahkan laporannya hari ini. Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai saja sekarang? Para Menteri tidak bisa berkutik lagi.

Hye Joo mengadakan jumpa pers dan berkata kalau Perdana Menteri tahu apa yang diresahkan masyarakat dan minta maaf.

Editor Go dari Scandal News tanya, apa orang seperti itu pergi kencan dengan istrinya sehari setelah insiden itu? Di restoran sundae lagi.
Hye Joo terkejut tapi ia segera menghentikan tim Scandal News, disini bukan tempat untuk menyebarkan rumor, tolong tanyakan pertanyaan yang berbobot.

Editor Go mengeluh kesal, seharusnya kita mengambil gambar. Keduanya bertemu Reporter Byun yang kesal melihat mereka.
Tim Scandal News langsung mengejek Reporter Byun, apa yang kau lakukan disini padahal kau sudah dipecat? Byun ngamuk, dipecat? kenapa aku harus dipecat? Mereka mengejek Byun, kami yang akan mendapatkan berita tentang Perdana Menteri.
Keduanya pergi meninggalkan Byun yang marah-marah sendiri.

Kwon Yul membaca laporan soal pelabuhan. Ia menghela nafas dan jalan keluar. Hye Joo menunggunya. Kwon Yul minta Hye Joo di kantor saja dan tidak perlu ikut dengannya.
Hye Joo ingin ikut karena ingin menegur Nam Da Jung.

Kwon Yul heran, apa maksudmu?
Hye Joo mendengar soal Kwon Yul yang pergi minum bersama Da Jung. Kwon Yul membenarkan, kenapa memangnya?

Hye Joo : Nam Da Jung benar-benar keterlaluan. Dia tidak tahu siapa dirinya dan membawa Perdana Menteri ke tempat seperti itu.
Kwon Yul membela Da Jung, itu bukan salahnya. Kami pergi karena aku ingin pergi. Kau pasti kesal karena para reporter, tapi kau tidak perlu seperti itu. Apa salahnya dengan pasangan yang minum soju bersama?

Hye Joo tampak terluka, tidak salah jika anda memang pasangan sungguhan. Tapi, Perdana Menteri dan Nam Da Jung tidak memiliki hubungan seperti itu.


Kwon Yul terkejut, apa sebenarnya yang ingin kau katakan?
Hye Joo : Karena sepertinya anda memikirkan Nam Da Jung dengan istimewa. Saya ingin tahu apa alasannya.
Hye Joo jalan pergi. Hye Joo menahan tangisnya diluar.



Kwon Yul pulang ke rumahnya dan memikirkan kata-kata Hye Joo. Ia ingat saat pertama kali Da Jung bersedia menjadi "pacarnya" sampai keduanya menikah dan kata-kata Da Jung sebagai istri Perdana Menteri.
Da Jung masuk ke kamar Woo Ri. Waktu itu In Ho berkata kalau sepertinya Woo Ri memiliki dua ponsel dan minta Da Jung memeriksanya.
Da Jung memeriksa tas Woo Ri dan menemukan smartphone. Da Jung juga sadar kalau hari ini adalah pertunjukan musik Woo Ri.

Woo Ri masuk ke kamar, ia terkejut dan marah waktu melihat Da Jung. Woo Ri merampas smartphone-nya.
Da Jung tanya darimana Woo Ri mendapatkan smartphone itu, tidak mungkin dibelikan oleh Jong Ri-nim. Apa Menteri Park Jun Ki yang membelikan itu untukmu? Apa itu benar?

Woo Ri mengakuinya, memang benar. Pamanku yang membelikannya untukku. Kenapa? Apa dia tidak boleh melakukan itu?
Da Jung tanya lagi, apa Woo Ri orangnya? Woo Ri, kau tidak boleh seperti ini. Kau bergabung dalam band tanpa sepengetahuan Jong Ri-nim, itu kita pikirkan nanti. Tapi menjadi mata-mata, itu tidak benar Woo Ri-ya.

Tiba-tiba terdengar suara Jong Ri-nim, apa katamu?
Woo Ri menoleh ketakutan. Ayahnya sudah berdiri di depan pintu. Kwon Yul minta Da Jung mengulang kata-katanya. Da Jung bingung, Jong Ri-nim...bukan seperti itu.


Kwon Yul mendekati anaknya dan meminta ponsel di tangan Woo Ri, Kwon Woo Ri, darimana kau mendapatkan ini? Katakan, darimana kau mendapatkannya?
Woo Ri : Aku tidak tahu. Aku tidak mau mengatakannya pada ayah. Kenapa aku harus mengatakannya?
Woo Ri langsung lari keluar.

Kwon Yul ingin mengejar anaknya tapi tepat saat itu, ponsel Woo Ri berdering. Dari Paman Park.
Kwon Yul menerima panggilan itu dan mendengarkan. Suara Jun Ki terdengar dari sana, Woo Ri-ya, ini paman tadi kau bilang kita harus kemana? Woo Ri-ya. Kwon Woo Ri?

Kwon Yul : Ini aku, kurasa kita harus bertemu.
Jun Ki setuju, itu tidak sulit. Jun Ki menutup telp dan menoleh. Ternyata di sampingnya sudah duduk In Ho. What?

Jun Ki membatalkan rencana mereka untuk bicara, kita bahas soal ini nanti saja. In Ho diam saja.
Kwon Yul bicara dengan Da Jung. Yul tampak marah karena Da Jung menyembunyikan soal ini sejak awal, kau tahu semuanya kan?
Da Jung minta maaf. Kwon Yul marah, Woo Ri bergabung dengan band diluar sepengetahuanku dan memiliki smartphone. Kau tahu semuanya tapi kau tidak mengatakannya padaku?

Da Jung : Jelas anda akan melarang Woo Ri bergabung dalam band dan saya merasa kasihan padanya jika memang seperti itu. Jadi untuk saat ini, saya pikir kalau saya biarkan saja dia menyelesaikan pertunjukannya dan membantunya untuk mengaku pada anda sendiri.

Kwon Yul : Apa kau ibu mereka?
Da Jung tertegun, apa?

Kwon Yul : Aku berterima kasih untuk semua yang kau lakukan padaku dan anak-anak. Tapi, kau pikir kau siapa? (oh that's cruel Jong Ri-nim.)
Da Jung tampak terluka, Jong Ri-nim..saya hanya..

Kwon Yul : Kurasa kau benar-benar salah paham. Dengar baik-baik, kau bukan ibu kandung anak-anakku dan kau bukanlah istriku yang sesungguhnya. Tapi kenapa kau selalu melibatkan diri dalam urusan keluarga kami? Nam Da Jung, kau pikir kau siapa, mengacaukan semuanya dalam keluarga kami? Jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Jangan melanggar batasmu..sudah cukup.


Da Jung susah payah menahan air matanya. Kwon Yul jalan pergi. Ia terlihat sedikit menyesal karena berkata sekeras itu, tapi Yul mengeraskan hati dan jalan terus.

Da Jung duduk sendiri, ia menghela nafas. Benar, sepertinya aku memang melanggar batasku. Memangnya siapa aku? Ini sama sekali bukan urusanku. Nam Da Jung, kenapa kau seperti ini?
Kwon Na Ra lari ke arahnya dengan panik. Ahjumma ..ada masalah! O-oppa, kurasa dia melarikan diri. Da Jung terkejut.

Kwon Yul bertemu Jun Ki. Jun Ki minta Yul tidak terlalu sensitif, ini karena kau menolak membelikan smartphone untuknya. Sebagai Paman, aku merasa kasihan. Itu sebabnya aku membelinya.
Kwon Yul tidak percaya kalau hanya itu alasannya.

Jun Ki : Tentu saja masih ada lagi. Kau tidak tahu kalau Woo Ri memiliki bakat bermusik karena dia menuruni bakat Na Young, benar kan? Dia ingin bermain musik, jadi aku membuatkan ruangan studio dan bahkan membelikan gitar untuknya. Dan hari ini dia ada pertunjukan, aku meneleponnya karena aku ingin pergi melihatnya.

Kwon Yul terkejut, pertunjukan?
Jun Ki : Kau benar-benar tidak tahu apapun soal Woo Ri. Kau dipermalukan karena pembatalan pertemuan kabinet dan membiarkan masalah Woo Ri sampai seperti ini..aku yakin kau merasa tidak senang, tapi ..kau pantas mendapatkannya. Pikirkan itu baik-baik.

Kwon Yul memanggil Jun Ki, aku tidak peduli apa yang kau lakukan padaku. Karena kau adalah satu-satunya paman dari pihak ibu untuk putraku. Aku ingin menjaga itu. Tapi kelak, jangan menyeret Woo Ri ke dalam masalah kita. Jika hal seperti ini terjadi lagi, aku tidak akan mengakhirinya sesederhana ini.
Woo Ri latihan menyanyi, tapi tidak bisa konsentrasi. Teman2nya minta Woo Ri konsentrasi, ada apa denganmu hari ini? Woo Ri minta maaf dan akan melakukannya lagi.
Saat itulah Da Jung muncul di studio Woo Ri. Da Jung tersenyum.
Woo Ri heran kenapa Da Jung menemuinya, setelah pertunjukan Man Se, apa maksudmu ini adalah giliranku?
Da Jung datang karena ia mendengar Woo Ri membawa baju dan pergi. Jadi ia datang untuk menahan Woo Ri. Sepertinya kau ingin melarikan diri setelah pertunjukan ini. Da Jung tahu soal itu karena dia punya pengalaman seperti ini, aku pernah meninggalkan rumah untuk mengikuti H.O.T (wkk Tony Ahn dong..) tapi ini bukan hal yang ingin kau lakukan di hari sedingin ini.

Woo Ri : Lalu, apa yang akan kau lakukan?
Da Jung : Pertama, selesaikan pertunjukanmu dan setelah itu, kita pulang. Bicaralah pada Jong Ri-nim dan selesaikan apa yang harus diselesaikan.

Woo Ri marah, kau benar-benar aneh. Apa kau tidak mau pergi? baik, kalau begitu aku yang pergi. Woo Ri ingin lari. Da Jung menahannya, Woo Ri, kenapa kau seperti ini? tentu saja ini sulit untukmu, tapi apa kau pernah berpikir seperti apa marahnya Jong Ri-nim saat ini karena kau?

Woo Ri membentak Da Jung, memangnya kau siapa berani ikut campur? Kau pikir kau ibu kandungku? Kau sama sekali bukan ibu kandungku jadi kenapa kau seperti ini denganku? Apa alasanmu melakukan ini padaku? Woo Ri melepaskan tangan Da Jung dan melarikan diri.

Da Jung termangu sebentar, ia berpikir : Apa alasanku seperti ini? Aku bahkan bukan ibu mereka. Aku juga bukan istrinya yang sebenarnya.

Da Jung lari mengejar Woo Ri sambil berpikir dalam hati, kami bahkan tidak saling mencintai, tapi alasan kenapa aku ikut campur, alasan kenapa genggaman tangan kokohnya terasa hangat, alasan mengapa hatiku terasa sakit dan sedih saat melihatnya, alasan kenapa aku menangis tanpa sadar...


Woo Ri lari menyeberangi jalan. Da Jung teriak memanggilnya. Lalu nekad lari ke seberang jalan tepat sebelum lampu berubah warna menjadi hijau.

Tiba-tiba sebuah truk mendekat dan Da Jung seperti terpaku tidak bisa bergerak.


Tepat saat itu Kwon Yul lari dan menarik Da Jung menghindari truk. Keduanya jatuh bergulingan di pinggir jalan.  Tangan Yul sepertinya terkilir.
Da Jung syok, ia menatap Kwon Yul dan melanjutkan pikirannya, Alasannya..alasannya adalah karena ..dia.

PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6]

Notes :
Sorry for the late update. Seri ini lucu sekali di awal-awal dan ada pencerahan di akhirnya. Paling tidak sekarang Da Jung sadar dengan perasaannya.

Oya, let's pray for Indonesia. Awal tahun ini banyak sekali bencana, gunung meletus, banjir, tanah longsor, badai dll Kita berdoa agar semua bencana ini segera berlalu dan para korban diberi kekuatan. God bless and stay safe guys.

2 comments:

  1. manse cute banget yah...


    btw baru komen setelah lama ikutin blog kakak, banyak info lebihnya.. kereen
    semangat lanjutin yah kak (",)v

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya^^
      tiap blog ada tambahannya sendiri...

      btw mbak, boleh request review atau sinopsisnya masquerade? atau face reader juga boleh hehe
      suka banget kalo mbahas sejarah bareng mbak tirza dkk (sama kmentator2nya :P)

      Delete