Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, April 19, 2014

The Prime Minister and I episode 15 part 1

The groom of the year ^^
Kwon Yul menunggu Da Jung di gereja untuk mengulang janji pernikahan mereka dan menikah sungguhan. Ia senang mendengar kedatangan Da Jung dan berdiri menyambutnya.
Tapi wajah bahagia Kwon Yul berubah waktu melihat ekspresi wajah Da Jung yang muram.

Da Jung memandang Kwon Yul dengan sedih, lalu jalan perlahan dan menjatuhkan diri di pelukan Kwon Yul. Kwon Yul tanpa sengaja menjatuhkan cincin karena memeluk Da Jung. Da Jung menangis terisak-isak. Kwon Yul terlihat bingung.

Beberapa saat kemudian, Da Jung sudah tenang dan keduanya duduk di bangku gereja. Da Jung minta maaf, tapi Kwon Yul minta Da Jung tidak perlu minta maaf. Ia mengerti, jika Da Jung menikah dengannya, Da Jung bukan saja menjadi istrinya tapi juga ibu dari anak-anaknya dan itu bukan hal mudah.
Kwon Yul tidak ingin mendesak Da Jung, kita bisa menikah sungguhan nanti, tapi kau harus berjanji padaku. Kau tidak akan menangis saat itu.
Da Jung tersenyum dan mengangguk. 

Kwon Yul bercanda, ia menunjukkan sapu tangannya yang basah dengan air mata Da Jung. Nam Da Jung-ssi, apa ini setiap kali kita menikah? Da Jung tersenyum malu.
Kwon Yul mengajak Da Jung pulang. Lalu ia sadar, astaga. Cincin-nya. (Yak..elah..)

Hye Joo ingin mengatakan soal Na Young pada Kwon Yul dan In Ho susah payah mencegahnya. Apa yang akan kau dapatkan dengan mengatakan ini pada Perdana Menteri?
Hye Joo marah, bagaimana kau bisa tidak mengatakan padanya kalau istrinya masih hidup? Ini Na Young-eonni! Jong Ri-nim harus tahu soal ini. Aku harus mengatakan ini padanya.

In Ho : Meskipun Park Na Young-ssi tidak menginginkannya?
Hye Joo terkejut mendengarnya, kak Na Young tidak menginginkannya? In Ho membenarkan, kalau tidak untuk apa dia bersembunyi begitu lama? Dia tidak muncul karena dia tidak mau. Jadi untuk apa kau mengatakan soal ini padanya?

In Ho tahu Hye Joo bekerja pada Park Jun Ki demi membantu PM Kwon, agar tahu pasti apa yang akan dilakukan Park Jun Ki pada PM Kwon. Jadi, kalau PM tahu bahwa Park Na Young masih hidup, apa kau pikir dia akan diam saja?
Apa kau sudah memikirkan betapa fatalnya insiden ini jika ketahuan oleh masyarakat? Kenapa orang yang peduli pada PM tidak bisa mengantisipasi hal itu?

Hye Joo marah dan tetap ingin mengatakannya paling tidak pada Da Jung. Ia menuduh In Ho hanya memikirkan perasaan Nam Da Jung. In Ho membenarkan, ia memang hanya memikirkan Da Jung. Tapi, aku juga memikirkan masa depan politik Perdana Menteri.
In Ho menyerahkan pilihan di tangan Hye Joo. In Ho jalan pergi.

Kwon Yul dan Da Jung merangkak di sekitar bangku gereja untuk mencari cincin Da Jung. Astaga, kemana cincin itu? Kwon Yul menyuruh Da Jung duduk saja, ia yang akan mencarinya.
Da Jung tidak mau karena itu adalah cincinnya, jadi ia juga harus ikut mencari.

Da Jung tiba-tiba melihat cincin itu di salah satu sudut bangku, tapi waktu Kwon Yul tanya apa Da Jung sudah menemukannya, Da Jung tidak mengaku, tidak, saya tidak menemukannya. Da Jung diam-diam menyimpan cincin itu.

Hye Joo benar-benar pergi ke kediaman Kwon Yul. Ia bertekad mengatakan semuanya pada Kwon Yul. Woo Ri menemuinya dan berkata kalau mereka hampir sampai, ia tanya apa Hye Joo ingin minum sesuatu.
Hye Joo menolak dan sadar kalau Woo Ri sudah semakin tinggi.

Woo Ri tersenyum, ia berkata sebentar lagi pasti akan lebih tinggi dari Hye Joo. Hye Joo kagum, Woo Ri sudah kelas 3 SMP dan semakin dewasa, kau tahu dulu kau suka menangis waktu kecil kan?

Woo Ri membenarkan, ia sering menangis karena merindukan ibunya.

Hye Joo tanya apa Woo Ri masih merindukan ibunya. Woo Ri mengiyakan, tapi ia tidak bisa terus menangis karena merindukannya.

Kwon Yul dan Da Jung tiba di rumah. Kwon Yul masih merasa resah karena tidak bisa menemukan cincin-nya. Da Jung menghiburnya, tidak ada yang bisa dilakukan karena ini sudah malam dan besok anda harus kerja. Da Jung janji akan kembali lagi besok ke gereja untuk mencarinya. Jangan khawatir.
Hye Joo keluar menemui mereka. Kwon Yul terkejut, Chief Seo! Ada apa?

Hye Joo minta maaf karena datang tanpa diundang, ia ingin bicara secara pribadi dengan Kwon Yul. Da Jung mengerti dan berkata akan masuk lebih dulu.
Kwon Yul mengundang Hye Joo ke kantornya.

Da Jung duduk di meja Man Se, ia mengamati cincin di tangannya. Da Jung bingung, kenapa aku tidak mengatakan kepadanya kalau aku menemukan ini?

Da Jung menoleh ke arah Man Se yang tidur nyenyak, lalu Da Jung mulai menulis "Dia benar-benar masih hidup. Hari ini, aku bertemu istri Perdana Menteri yang kukira sudah meninggal. Dia benar-benar masih hidup."

Paginya, Kwon Yul bertemu Presiden Kim dan ingin segera menyelesaikan penyelidikan terhadap Grup Myung Shim. Kalau tuduhan korupsinya terbukti, mereka harus mengeluarkan Grup Myung Shim dari tender proyek negara.

Tapi Presiden Kim terlihat tidak suka (pasti dah dapat bagian), Apa kau yakin grup konglomerat lain akan diam saja jika kau bersikap terlalu keras? Kau harus memikirkan ekonomi nasional juga.

Kwon Yul : Tapi anda tetap harus menjalani ini. Bukankah anda berjanji untuk melakukan reformasi grup konglomerat/chaebol dan kesejahteraan nasional? Anda harus menggalinya sampai dasar dan menjadikan ini sebagai contoh. (intinya, kalau sudah janji harus ditepati, grup konglomerat terlalu menguasai perekonomian dan Yul ingin ada pemerataan kesejahteraan dalam masyarakat)

Presiden Kim tampak kesal, pokoknya Kwon Yul harus menghentikan ini. Titik. Kau sudah membuat kasus ini diperhatikan, jadi perintahkan Jaksa mengakhirinya dengan moderasi. Dan satu lagi, PM Kwon, kenapa kau tidak tahu batas? Jika kau berkeras seperti ini, aku sulit bekerja bersama denganmu. Apa kau mengerti maksudku?


Kwon Yul tampak terkejut dengan reaksi Presiden. Sekretaris Presiden masuk dan mengumumkan kedatangan Jun Ki.
Jun Ki masuk, ia tukar pandang dengan Kwon Yul. Jun Ki pura2 tidak tahu PM Kwon ada di dalam dan ingin keluar lagi, tapi Kwon Yul berkata kalau pertemuan mereka sudah selesai.


In Ho dan Hye Joo bertemu di luar Blue House, ternyata Hye Joo tidak jadi bicara soal Na Young pada Kwon Yul meskipun sudah pergi ke kediaman mereka.
Hye Joo mengaku In Ho ada benarnya, kalau fakta ini akan membawa kehancuran pada karir politik PM Kwon. In Ho tampak lega, apa artinya..kau tidak akan mengatakan ini pada PM ?

Hye Joo membenarkan, tapi ia akan mengatakan soal ini setelah PM Kwon selesai menjabat sebagai Perdana Menteri. Ia harap In Ho tidak mencegahnya saat itu.

PM Kwon keluar dan sempat melihat Hye Joo jalan pergi. Apa itu Sekretaris Seo? Apa ada berita buruk yang dikatakannya? In Ho menggeleng, bukan hal yang penting. Apa pertemuan dengan Presiden berjalan dengan baik? Kwon Yul hanya tersenyum.

Presiden Kim mengeluh, ia banyak mendapat kesulitan karena PM Kwon. Ia banyak ditekan grup Chaebol. Jun Ki mengusulkan untuk mengganti posisi Perdana Menteri. Presiden bingung, kita tidak memiliki alasan untuk itu.
Jun Ki : Jika anda benar-benar ingin menggantinya, apa susahnya menemukan sebuah alasan? Kami hanya membutuhkan keputusan anda.

Na Ra bicara dengan gurunya via koneksi internet. Na Ra tidak bisa konsentrasi menyelesaikan soal-soal matematikanya. Ia minta ijin menghentikan dulu pelajarannya dan menutup laptopnya.
Da Jung mengetuk pintu, Na Ra kau sedang belajar? Da Jung terkejut waktu melihat Na Ra menangis.

Da Jung mendekati Na Ra, ada apa? Apa ini karena Tae Woong?
Na Ra mewek-mewek, Oppa yang ulang tahunnya sama denganku itu, jika dia jadi Pastor, maka dia tidak bisa menikah denganku. Ha ha

Da Jung : Oppa itu pasti lebih mencintai Yesus, tapi kalau Na Ra tumbuh menjadi wanita yang cantik, siapa tahu dia mungkin lebih mencintaimu (wah ngajar yang tidak bener ha ha). Lagipula, hanya karena belajar teologia di sekolah seminari bukan berarti kau akan jadi Pastor. (Ya, kalau ini bener wkk) Kau tidak perlu putus asa.

Na Ra sepertinya bisa ditenangkan. Da Jung menyuruh Na Ra makan banyak dan jadi lebih kuat agar bisa tumbuh tinggi. Da Jung tanya Na Ra ingin makan apa, kau mau aku masak apa untukmu?

Detik berikutnya, Da Jung dan anak-anak asyik menyantap mie ramen. Na Ra makan dengan lahap.
Na Ra komen, mie ramen apa ini, tidak ada rasanya.

Woo Ri geli, hei..bagaimana kau bisa bilang ini tidak ada rasanya, padahal kau sudah habis dua mangkuk? wkk.. Na Ra tersenyum malu, lalu meninggalkan meja setelah mengucapkan terima kasih untuk mie-nya. Man Se juga mengacungkan jempol untuk Ahjumma dan ia lari mengikuti kakaknya. Hee..anak-anak ini.
Woo Ri tersenyum dan berkata Na Ra pasti sangat menyukai Da Jung. Na Ra tidak pernah sekalipun mengucapkan kata-kata "Ibu" sejak ibu kami meninggal. Tapi dia memanggilmu Ibu di gereja saat itu, itu artinya dia merasa nyaman denganmu.
Da Jung juga merasa seperti itu. Lalu ia tanya apa Woo Ri tidak merindukan ibunya.

Woo Ri : Itu aneh. Kenapa akhir2 ini semua membicarakan soal ibu? Tentu saja, aku sangat merindukan ibuku. Tapi aku tidak apa-apa, paling tidak aku ingat wajahnya. Tapi aku merasa sedih untuk Na Ra dan Man Se, mereka sama sekali tidak bisa mengingat wajah Ibu. Aku akan melakukan apapun jika ibu bisa hidup kembali untuk kami. Tapi, itu tidak akan terjadi, benar kan?


Da Jung bertemu In Ho, ia tahu kalau orang yang dibicarakan In Ho di RS saat itu adalah Park Na Young. Benar kan? Kekasih kakakmu, adalah Park Na Young dan kau memiliki dendam dengan Perdana Menteri, benar kan? Kau tahu segalanya.
In Ho mengaku, ia memang tahu semuanya. Tapi itu semua adalah kesalahpahaman dan semuanya sudah diselesaikan.

Da Jung ingin bertemu Na Young. In Ho terkejut, ia tidak setuju. Untuk apa bertemu dengannya? Tidak ada yang perlu dibicarakan dengannya, apa kau akan bicara soal anak-anak? Soal Perdana Menteri?

In Ho melarang Da Jung melakukannya, kau pasti akan mengubah pikiranmu.

Da Jung : Tapi dia adalah ibu kandung anak-anak dan istri Perdana Menteri. Semua mengira dia sudah meninggal.
In Ho : Apa yang akan dipikirkan orang dengan hati seperti dirimu, "Aku harus mengembalikan posisi orang itu" Apa kau berpikir seperti itu? Da Jung, kau tidak boleh bertemu orang itu.

Da Jung menahan tangisnya, Chief Kang..dia adalah ibu anak-anak. Ibuku meninggal waktu aku masih kecil, jadi aku tahu seperti apa perasaan anak-anak. Mereka pasti sangat ingin bertemu ibu mereka. Mereka tidak bisa berkata kalau mereka merindukan ibu mereka. Aku tahu betapa sedihnya itu, aku tahu seperti apa perasaan mereka, jadi aku tidak bisa diam saja.
Jika ibunya bisa hidup kembali, Woo Ri akan melakukan apapun. Aku tidak bisa mengabaikan itu.

In Ho tampak sedih, lalu bagaimana denganmu Da Jung? Apa yang akan kau lakukan? Apa kau tidak ingin berbahagia dengan Jong Ri-nim?
Da Jung diam saja, ia hanya mencoba menahan air matanya.


Da Jung jalan pulang sambil memikirkan kata-kata Woo Ri. Lalu ia ingat saat pertama kali memeluk Man Se, dan hubungannya yang semakin dekat dengan anak-anak Kwon. Lalu pertanyaan In Ho juga berdengung di kepalanya, apa kau tidak ingin berbahagia dengan Jong Ri-nim?

Jun Ki dan Sekretaris Bae membahas rencana mereka untuk mengajukan mosi penurunan Perdana Menteri. Jun Ki ingin bertemu dengan ayah mertuanya dulu.
Bae juga melapor soal Hye Joo meskipun tidak diperintahkan Jun Ki. Bae ingin Jun Ki mendengarnya, Seo Hye Joo bertemu Kang In Ho kemarin dan dia juga berkunjung ke kediaman Perdana Menteri malam harinya. Apa kita benar2 bisa mempercayai orang ini?

Hye Joo masuk untuk mengumumkan jadwal Jun Ki berikutnya. Hye Joo keluar lagi. Setelah Hye Joo keluar, Jun Ki memperingatkan Bae, ia yang akan mengurus soal Hye Joo dan ia minta Bae menyelidiki kembali kasus kecelakaan Na Young.

Hye Joo memberikan briefing soal jamuan makan pada Jun Ki di dalam mobil, mereka mungkin akan menyinggung penyelidikan grup Myung Shim dan mereka akan membahas dukungan pada PM Kwon, apa anda tidak apa-apa?
Jun Ki menjawab dingin, dia hanya cukup duduk dan mendengar saja. Oya, kemarin kau pulang kerja lebih awal. Apa terjadi sesuatu?

Hye Joo : Tidak apa-apa, saya hanya tidak enak badan. Sepertinya saya flu. Saya minta maaf, saya pastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.
Jun Ki diam saja, tapi jelas ia tidak percaya.

Kwon Yul pulang kerja dan masih harus menunggu mobil. Pengawalnya minta maaf tapi Kwon Yul tampak santai dan bersedia menunggu.
Da Jung melihat Kwon Yul tapi ia reflek menyembunyikan diri.

Kwon Yul telp Da Jung, Nam Da Jung, ini aku. Suaranya berisik, kau pasti sedang diluar.
Da Jung membenarkan, ia sedang keluar untuk bertemu teman. Da Jung janji akan segera pulang. Tapi Kwon Yul melarangnya, sudah lama kau tidak keluar, jadi bersenang-senanglah dan jangan berpikir ingin pulang cepat. Kwon Yul juga mengijinkan Da Jung minum alkohol.

Da Jung pura2 senang dan akan pulang larut malam. Setelah telp ditutup, Da Jung mengeluh sendiri, aku bisa gila...apa yang harus kulakukan?

Tapi sebenarnya Kwon Yul sudah melihatnya dan jalan dibelakang Da Jung, hei, siapa ini? Ini orang yang sering kulihat di rumah! Ha ha bisa aja dia.
Da Jung berbalik, Jong Ri-nim!

Keduanya makan bersama di pojangmacha. Kwon Yul heran kenapa Da Jung tadi berbohong kepadanya. Da Jung memberi alasan, ia mengira Kwon Yul sibuk.
Kwon Yul : Bukan karena alasan lain?
Da Jung : Tidak ada alasan lain! Ayo coba makan ini, ini rasanya enak.

Kwon Yul ingin mengajak Da Jung makan di tempat yang lebih baik. Tapi Da Jung lebih suka makan di pinggir jalan seperti ini, ini adalah gaya saya. Saya memang tidak cocok dengan hal mewah.

Da Jung komen, ini pertama kalinya mereka makan di pojangmacha bersama. Da Jung juga menambahkan kalau tidak banyak hal yang dilakukannya bersama Yul, mereka belum pernah nonton film bersama, belanja, atau menerima bunga dari Yul.
Yul bahkan selalu memanggilnya Nam Da Jung-ssi dan tidak pernah memanggil namanya dengan benar. Mereka tidak pernah jalan sambil bergandengan tangan atau diantar pulang ke rumah. Mereka langsung menikah begitu saja.

Kwon Yul tampak bersalah dan mengaku mereka memang belum pernah melakukan semuanya itu, tapi kita bisa melakukannya mulai sekarang. Meskipun ia tidak bisa mengantar pulang Da Jung (lha wong serumah wkk), kita bisa nonton film dan belanja. Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan mulai sekarang.
Kita bisa melakukannya perlahan, satu demi satu. Kita masih memiliki banyak waktu bersama.

Da Jung tiba-tiba memotong, bagaimana jika...tidak ada banyak waktu? Bagaimana jika..kita harus segera berpisah?
Kwon Yul tampak heran mendengar kata-kata Da Jung.

Na Young memikirkan telp In Ho, Da Jung-ssi ingin bertemu denganmu. Na Young tampak serba salah.
Kwon Yul dan Da Jung jalan bersama diikuti para pengawal mereka. Da Jung tanya lagi, bagaimana jika mereka harus segera berpisah. Apa yang akan dilakukan Kwon Yul jika ia harus berpisah dengan Da Jung besok.
Kwon Yul geli, apa dia memang harus menjawabnya. Da Jung membenarkan.

Kwon Yul : Kalau begitu aku harus menghentikan waktu. Agar hal itu tidak terjadi.
Lalu Kwon Yul tertawa, kalau begitu apa aku harus menghancurkan semua jam di dunia ini?

Da Jung kesal karena Yul bercanda. Kwon Yul juga menganggap pertanyaan Da Jung adalah candaan. Kwon Yul dengan yakin berkata kalau mereka tidak akan pernah berpisah, jadi jangan khawatir.
Da Jung berhenti jalan dan Kwon Yul menoleh, Nam Da Jung.
Da Jung tanya apa mereka bisa melarikan diri?

Kwon Yul nyengir, apa kau mau melarikan diri dari pengawal lagi? Kita tidak bisa pergi jauh.
Meskipun kita pergi jauh, kita akan selalu kembali, benar kan?

Da Jung membenarkan, ya saya rasa memang begitu. Saya hanya bicara saja, ayo pulang. Da Jung mau jalan ke arah Yul tapi Yul mencegahnya. Tetap disana.

Kwon Yul : Kau bisa tetap disana, kali ini aku yang akan menemuimu.

Kwon Yul menirukan Da Jung, ia jalan mendekati Da Jung. Satu langkah demi satu langkah. Kemudian, satu langkah lagi seperti ini. Da Jung tertegun.
Kwon Yul mengulurkan tangannya dan Da Jung meletakkan tangannya dalam genggaman Yul. Ia tersenyum pada Kwon Yul.

Hye Joo menyerahkan jadwal untuk Jun Ki dan menyinggung soal mosi penurunan Perdana Menteri.
Jun Ki pura-pura baru mendengar soal itu. Kalau memang ada proposal soal itu, tidak mungkin aku tidak tahu.
Hye Joo : Saya rasa memang demikian.

Sekretaris Bae datang memberikan laporan. Jun Ki menyimpannya di laci, tidak mau membukanya di depan Hye Joo.
Hye Joo memutuskan untuk pamit pulang. Jun Ki hanya meliriknya dengan curiga.

Hye Joo bertemu In Ho di bar. In Ho mengatakan keinginan Da Jung bertemu Na Young dan In Ho bersedia membantunya. Hye Joo marah, apa kau sudah gila? Hye Joo hanya ingin mereka berdua saja yang tahu soal Na Young yang masih hidup.
In Ho juga sebenarnya ingin merahasiakan itu, tapi ia tidak bisa mengubah keputusan Da Jung.

Hye Joo mengira In Ho sengaja melakukan itu, kalau PM Kwon dan Da Jung berpisah, maka In Ho berharap bisa mendapatkan Da Jung.
In Ho marah, Chief Seo!

Hye Joo minta maaf, ia tidak bermaksud mengatakan itu, ia juga merindukan Na Young, tapi kalau ia bertemu Na Young, Hye Joo takut ia tidak akan tahan dan bisa goyah. Itu sebabnya ia bertahan untuk tidak menemui Na Young.
Hye Joo tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Da Jung bertemu Na Young.

In Ho : Katanya dia ingin mengembalikan posisi Na Young.
Hye Joo tidak percaya ini. In Ho menambahkan, ada satu hal lagi yang lebih penting. In Ho menerima telp dari polisi, mereka ingin membuka kembali penyelidikan tentang kecelakaan mobil kakaknya.

In Ho merasa Park Jun Ki yang melakukan itu. In Ho ingin tahu seberapa banyak yang diketahui Jun Ki. Hye Joo berkata akan memeriksanya.

Malamnya, Hye Joo menyelinap masuk ke kantor Jun Ki. Ia menggunakan senter dari ponselnya dan memeriksa laci meja. Hye Joo tidak bisa menemukan dokumen tadi.
Tiba-tiba lampu kantor menyala. Park Jun Ki muncul dan menunjukkan dokumen, apa kau mencari ini? O_o..ketahuan.

Jun Ki merasa memang aneh Hye Joo mau bergabung dengannya, tapi pada akhirnya memang seperti ini. Kau bertemu Chief Kang dan bahkan pergi ke kediaman Perdana Menteri, aku ingin mempercayaimu, tapi apa yang kau lakukan padaku?
Hye Joo mencoba menjelaskan, senior..aku hanya..


Jun Ki memberikan dokumen itu, ia menyuruh Hye Joo memeriksanya sendiri kalau ingin tahu. Ternyata itu adalah proposal untuk mengganti Perdana Menteri. Hye Joo terkejut membacanya.
Jun Ki menambahkan, bukan hanya itu, hari saat Kwon Yul diberhentikan, ia akan mengungkapkan penyebab kecelakaan mobil Na Young. Tapi karena Hye Joo sudah tahu, maka ia tidak akan menundanya lagi. Jun Ki akan mengatakannya besok.

Jun Ki merampas dokumen di tangan Hye Joo dan jalan pergi. Hye Joo mengejarnya, ia menarik lengan Jun Ki, senior!

Hye Joo : Senior! kau tidak bisa melakukan ini. Kau tidak boleh melakukan ini pada Perdana Menteri!
Jun Ki marah, kenapa? Dia membuat adikku seperti itu, kenapa aku tidak bisa melakukan ini?

Hye Joo mencoba membela Kwon Yul tapi Jun Ki tetap pada keputusannya, setelah artikel ini diterbitkan, Kwon Yul akan berakhir, tidak peduli itu benar atau tidak. Seo Hye Joo, yang harus kau lakukan saat ini adalah mengatakan itu pada Perdana Menteri. Jun ki pergi.
Hye Joo teriak, senior! Na Young eonni...masih hidup. Jun Ki syok dan berbalik, ia jelas tidak percaya.

Paginya, Da Jung menemui Ayahnya. Ia membawa macam-macam snack kesukaan ayah dan buah-buahan. Tapi entah kenapa pagi itu Ayah kelihatan tidak sehat dan tidak bernafsu makan.
Da Jung heran, tapi Ayah hanya berkata ia tidak enak makan karena uangnya habis. Ia kalah taruhan main kartu.  Ayah berkata ingin tidur sebentar lagi.

Ayah tanya tentang anak-anak Kwon, apa mereka semua baik-baik saja? Da Jung membenarkan, mereka merindukan Ayah dan tanya kapan Ayah akan mengunjungi mereka lagi. Apa ini karena ayah memberi mereka uang jajan ya?

Ayah menghela nafas, anak-anak itu mengingatkannya pada Da Jung waktu kecil dulu. Meskipun kau tumbuh besar tanpa ibu, tapi kau tidak bisa mengungkapkannya. Kau juga terlihat ceria dan banyak bicara. Tapi tidak seorang pun tahu apa yang kau rasakan didalam.
Ayah minta Da Jung baik pada mereka.
Da Jung : Jangan khawatir Ayah, aku akan selalu baik pada anak-anak itu. Aku juga akan memberikan pada mereka hadiah yang benar-benar bagus.

Ayah heran, hadiah apa?
Da Jung tersenyum : Sesuatu.

to be continued

PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12-1], [12-2], [13], [14-1], [14-2]


Notes :
Lebih cepat kalau posting setengah2, jadi bisa posting sambil lelumpatan  ha ha..

1 comment:

  1. Walau sdh lihat berkali2, tapi tetap suka dg drama ini. Romantis tdk selalu dg adanya adegan ciuman.

    ReplyDelete