Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, March 29, 2014

The Prime Minister and I episode 12 part 2

Misa selesai. Da Jung dan Man Se jalan keluar sambil mencari Na Ra. Man Se heran kenapa Ayahnya belum keluar. Da Jung berkata kalau Yul harus bicara dengan woo Ri dan mengajak Man Se mencari Na Ra saja.

Kwon Yul duduk di bangku gereja bersama Woo Ri, ia tidak membayangkan kalau putranya memutuskan menyanyi di gereja. Kwon Woo Ri, apa kau sangat ingin bermusik?
Woo Ri membenarkan. Yul tanya apa alasannya karena ingin memberontak?

Woo Ri : Ya, memang sebagian karena alasan itu. (wkk)
Yul : Baiklah, lakukan saja.
Woo Ri terkejut tapi kelihatan gembira. Appa! Kwon Yul menghela nafas, wajah bahagiamu itu sudah lama sekali tidak kulihat. Hanya karena alasan itu, aku akan memberimu ijin.
Woo Ri : Ayah, apa artinya aku bisa memulai band-ku lagi?
Kwon Yul langsung memperingatkan, kau harus ranking satu di sekolah! (Juara umum) Woo Ri protes.

Kwon Yul tidak akan memberi ijin kalau anaknya tidak ranking satu. Woo Ri membujuk ayahnya, ini tidak masuk akal. Bagaimana aku bisa ranking satu di sekolah?
Kwon Yul melunak, baiklah. Ranking satu di kelas. Woo Ri membujuk ayahnya, apa boleh kalau ranking dua? Kwon Yul jalan, kau harus percaya kekuatan musik.
Woo Ri merangkul lengan ayahnya, Ayah! Ranking dua saja, ya? ok? hahaha I love Daddy-son ini.

Na Ra ada di halaman Gereja, ia membawa bunga karena ingin memberikannya untuk Tae Woong oppa. Beberapa gadis mendekati Na Ra, mereka kesal karena Na Ra pergi ke Gereja mereka, padahal Na Ra bukan jemaat disitu. Apa yang kau lakukan disini? Kau kesini hanya karena tertarik pada Tae Woong oppa kan?
Na Ra tidak melayani mereka.

Ketiganya menyebut Na Ra dengan panggilan Kwon Jae Su (Kwon menyebalkan), mereka tidak suka harus bertemu Na Ra lagi di saat libur sekolah. Mereka melarang Na Ra muncul lagi di Gereja ini.
Na Ra menolak, kalau aku tidak bisa melakukannya, lalu apa? Apa yang akan kalian lakukan? Mereka marah dan ingin memukul Na Ra.

Da Jung muncul bersama Man Se, hey kalian! Apa yang kalian lakukan? Da Jung langsung merangkul Na Ra, kalian mau memukul Na Ra kami kan?
Anak2 itu tanya siapa Da Jung. Na Ra spontan menjawab, apa maksud kalian siapa? Dia ..ibuku!

Da Jung terkejut. Na Ra juga tampak salah tingkah. Tapi Da Jung langsung membenarkan dan memarahi anak2 itu, bagaimana kalian bisa berpikir memukul teman kalian di tanah suci? Apa kalian mau dapat masalah dengan Ahjumma ini? Anak-anak itu langsung kabur ketakutan.

Na Ra tampak kikuk dan buru-buru menjelaskan pada Da Jung kalau ia tidak sungguh-sungguh saat memanggilnya ibu. Da Jung mengerti. Ketiganya jalan bersama.


Man Se melihat ayahnya dan Woo Ri. Man Se langsung lari, Appa! Noona baru saja memanggil Ahjumma dengan panggilan ibu!

Na Ra langsung membungkam adiknya. Hei, Kwon Man Se! Kwon Yul sedikit tertegun. Man Se tanya kenapa mereka lama sekali. Woo Ri berkata kalau ayahnya mengomelinya tanpa alasan. Kwon Yul protes. Da Jung geli dan mengajak semuanya pulang. Keluarga Kwon pulang dengan wajah gembira.

Hye Joo menunggu di kediaman PM Kwon. Ia menghela nafas, dia benar-benar terlambat.

Keluarga Kwon akhirnya pulang. Woo Ri masih berusaha negosiasi dengan ayahnya, Ayah ..kurasa aku tidak bisa jadi nomor satu di sekolah.
Kwon Yul : Kenapa tidak? Kau hanya perlu kerja keras. Oh ya, lagu tadi judulnya apa?
Woo Ri : Ke tempat Kau berada.
Kwon Yul : Benarkah?

Da Jung minta anak-anak segera bersiap tidur. Mereka masuk ke kamar masing-masing, selamat malam! Da Jung dan Yul jalan ke arah meja dan menemukan rangkaian bunga dari Hye Joo.
Kwon Yul membaca kartu Hye Joo, dia tampak menyesal karena pulang terlambat. Tadi aku bicara dengan Sekretaris Seo, katanya dia menunggu disini. Sepertinya dia sudah pergi.

Kwon Yul mencoba telp Hye Joo tapi Hye Joo tidak mengangkatnya. Hye Joo jalan dan mengenang perjuangan politiknya selama ini bersama Kwon Yul.

Hye Joo ingat saat Kwon Yul berhasil menjadi anggota Konggres dan semua memberikan selamat.
Kwon Yul mencari Hye Joo dan keduanya berpandangan sambil tersenyum.
Hye Joo mengucapkan selamat, selamat, senior. Akhirnya anda menjadi anggota Dewan Nasional. Kwon Yul berkata semua ini berkat kerja keras Hye Joo.

Hye Joo : Saya masih banyak berhutang pada anda. Saya yang banyak mendapatkan masalah saat di sekolah menengah sudah anda ubah menjadi seperti ini.
Kwon Yul : Kau menyinggungnya lagi, tapi kau sudah banyak membantuku sampai saat ini.
Keduanya tersenyum.

Kwon Yul dan Da Jung duduk di atas tempat tidur. Da Jung memeriksa dahi Yul dan menyadari kalau Kwon Yul demam. Sepertinya anda kelelahan hari ini. Bagaimana ini?
Kwon Yul berterima kasih pada Da Jung, berkat Da Jung ia jadi mengerti kesukaan Woo Ri dengan musik. Bahkan ia juga mengerti hatinya sendiri.

Kwon Yul cerita, istrinya dulu adalah seorang musisi, itulah mengapa ia tidak suka Woo Ri main musik. Karena itu akan mengingatkan Yul pada istrinya. Itu begitu menyakitkan dan aku tidak bisa menerimanya, tapi itu adalah masalahku.
Da Jung heran, kenapa kenangan tentang istri anda bisa begitu menyakitkan dan sulit?
Kwon Yul : Itu..itu karena aku sangat sakit hati pada istriku.

Da Jung merasa Yul sakit hati karena istrinya pergi terlebih dahulu. Ia juga merasa sakit hati dan marah pada ibunya yang meninggalkan mereka. Tapi setelah memikirkannya baik-baik, sebenarnya yang pantas dikasihani adalah ibu saya. Sementara kita masih hidup, kita masih memiliki hari esok.
Da Jung sadar, ini pertama kalinya Yul bercerita soal istrinya padanya. Da Jung minta Yul mau bercerita lagi dan ia akan mendengarnya.

Kwon Yul menghela nafas dan minta Da Jung pergi tidur (ke kamar Man Se wkk). Da Jung akan pergi, tapi sebelum itu ia akan membaca kisah 1001 malam dulu untuk Kwon Yul. Jangan cemas, saya tidak akan tertidur kali ini.
Kwon Yul mengalah dan mau mendengarkan Da Jung.


Da Jung mulai membaca, ia membaca kisah Ali Baba dan 40 Penyamun. Da Jung sampai pada satu kalimat, kisah Scheherazade tidak memiliki akhir. Karena..jika kisah panjang ini berakhir, dia harus pergi dari sisi Sultan. Dia tidak ingin berpisah dengannya (Sultan). Karena..dia mulai mencintai orang itu.
Scheherazade yang tidak ingin meninggalkan Sultan pada akhirnya, memutuskan untuk mengakui perasaannya pada Sultan.

Kwon Yul mengerutkan kening dan menghentikan Da Jung, tunggu dulu..apa kalimat2 itu ada di dalam kisah 1001 Malam?
Kwon Yul sudah membaca buku itu dan seingatnya tidak ada kisah Scheherazade mengakui perasaannya pada Sultan.

Da Jung berkata itu karena Kwon Yul belum membaca ke-enam babnya. Ini adalah bab kelima.

Kwon Yul merasa itu sulit dipercaya, apa kau pikir Sultan akan mengampuni Scheherazade setelah ia mengakui perasaannya? Sultan akan membunuhnya sebelum sampai ke bab enam.

Da Jung terkejut. Kwon Yul menjelaskan, kalau Scheherazade mengakui perasaannya, itu akan membuat dia terlihat murahan. Yah, kalau melihat tabiat Sultan yang pemarah, dia tidak akan membiarkan wanita murahan tetap hidup.

Da Jung tiba-tiba turun dari tempat tidur. Kwon Yul heran, kenapa kau tidak membaca lagi?
Da Jung mengaku : Karena saya ingin hidup lebih lama lagi.

Kwon Yul minta Da Jung meninggalkan bukunya, tapi Da Jung tidak mau dan jalan keluar haha.

Paginya, In Ho berhenti di depan kediaman PM Kwon, ia membawa dokumen para saksi atas kecelakaan Kang Soo Ho dan Na Young. Tiba-tiba kaca mobilnya diketuk oleh Da Jung.

Kwon Yul selesai bersiap dan mencari Da Jung, tapi ia tidak bisa menemukan Da Jung. Kwon Yul masuk kamar Man Se, tapi disana juga kosong. Ia justru menemukan novel kisah 1001 Malam.
Kwon Yul mengambil buku itu dan membacanya, ia ingat kata-kata Da Jung semalam dan sadar, kalau isinya berbeda dengan yang dikatakan Da Jung. Kwon Yul menghela nafas. Ia pasti menyadari perasaan Da Jung.

Da Jung jalan bersama In Ho, membahas ayah Da Jung yang mencemaskan Perdana Menteri. In Ho menghentikan Da Jung dan berkata kalau ia benar-benar suka saat Da Jung memandangnya dan tersenyum.
In Ho suka ekspresi itu. Berapa lama aku akan bisa melihatnya?

Da Jung heran, kenapa In Ho tiba-tiba bicara seperti itu. In Ho hanya angkat bahu, mungkin akan ada saatnya semuanya akan berubah. Tapi meskipun begitu..apa kau akan bisa memandangku dan tersenyum?
Da Jung sadar, Chief Kang, sesuatu yang harus kau lakukan itu, apa ada hubungannya dengan kakakmu?
In Ho : Orang yang membuat kakakku seperti itu..

Da Jung : Jangan membahas itu, apa kau akan membalas dendam? Kalau benar, jangan lakukan itu. Aku tidak akan mengatakan sesuatu yang bermoral seperti pengampunan. Pokoknya jangan lakukan itu, demi dirimu sendiri. Jangan berkeras melakukan balas dendam.


Kwon Yul merenung di kantornya. Ia mengingat kata-kata Da Jung yang secara tidak langsung berkata kalau ia tidak ingin meninggalkan Yul.
In Ho masuk ke kantor, Perdana Menteri! Menteri Park Jun Ki mengundurkan diri.
Kwon Yul terkejut mendengarnya.

In Ho membahas soal ini dengan Hye Joo. In ho heran dengan keputusan Jun Ki. Hye Joo mengerti kalau ini pasti atas perintah Presdir Na untuk menutup kasus penusukan ini diam-diam.
In Ho : Tapi, tidak seorangpun bisa memprediksi kalau dia akan mundur dengan begitu mudah.
Hye Joo : Meskipun ada hal lain yang terjadi, jangan terlalu terkejut.

In Ho tidak mengerti maksud Hye Joo. Hye Joo hanya berkata ia yang akan mengiringi kunjungan PM Kwon ke Almamater universitasnya.

Kwon Yul dan Hye Joo jalan bersama di halaman kampus mereka. Kwon Yul komen, sudah lama ia tidak mengunjungi kampus ini. Hye Joo tersenyum, ia ingat saat mereka membuat poster, bersama Kwon Yul dan juga Jun Ki.
Hye Joo heran, kenapa Kwon Yul tidak menyinggung soal pengunduran diri Menteri Park Jun Ki?

Kwon Yul : Kalau aku harus memutar kembali waktu, kapan aku harus memutarnya kembali? Saat aku pertama kali bertemu Jun Ki di universitas? Atau, saat aku menikahi Na Young? Kapan aku harus memutar kembali waktu, agar aku bisa mengurai kembali benang kusut ini sekarang?

Hye Joo akan memutar waktu saat ia masih dikelas dua sekolah menengah.
Kwon Yul geli, saat Seo Hye Joo masih sebagai gangster Ssang Moon Dong? Hye Joo mengingatkan Yul, saat itu ia sedang berada di tengah perkelahian antar genk bersama teman-temannya dan Yul menyelamatkannya.

Kwon Yul ingat kata2 Hye Joo waktu itu, kau bilang, "pria tua" menyingkirlah!

Hye Joo : Saya memanggil anda Ahjussi saat itu. Dan sekarang, sudah 20 th berlalu. Selama waktu itu, karena saya bisa bersama anda, saya merasa bahagia.
Hye Joo menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Kwon Yul.

Kwon Yul bingung, Chief Sekretaris Seo.

Hye Joo menahan tangisnya : Kepada orang yang selalu dipukuli oleh ayahnya yang pemabuk, dan selalu lari dari rumah, orang pertama yang mengatakan pada saya bahwa masih ada harapan adalah anda, Jong Ri-nim.
Berkat anda, saya memiliki harapan dan merasakan keadilan. Saya memiliki keberanian untuk hidup. Dan, saya sangat menyukai anda. Sejak pertama kali bertemu anda, sejak saat itu. Saya selalu berpikir, kapan saya akan mampu mengatakan ini pada anda, ternyata saya bisa mengatakannya saat saya meninggalkan anda. Jaga kesehatan anda. Meskipun saya tidak bisa bersama anda, saya akan selalu mendukung anda.

Hye Joo membungkuk dan jalan pergi. Kwon Yul tertegun, ia hanya memandangi punggung Hye Joo yang semakin menjauh.
Kwon Yul masih berada di taman kampus beberapa lama, ia masih berusaha mencerna semuanya.

In Ho lari-lari panik, ia memanggil Hye Joo yang jalan meninggalkan kantor. Kepala Sekretaris Seo!

Hye Joo berhenti dan membiarkan In Ho menyusulnya. Ia tersenyum dan mengingatkan In Ho, apa kau tidak ingat perkataanku? Saat aku mengakui perasaanku pada Perdana Menteri, saat itulah aku pergi. Hari ini adalah hari itu.

Hye Joo minta In Ho menjaga Perdana Menteri dengan baik. Ia jalan pergi tanpa menghiraukan kebingungan In Ho.
In Ho mendapat telp dari RS, mereka telah memindahkan Kang Su Ho ke bagian UGD karena Su Ho kejang-kejang terus. Dokter akan terus mengawasi kakak In Ho.
In Ho menahan kesedihannya, Hyung..kau tidak bisa melakukan ini. Aku belum bisa melakukan apapun untukmu. Aku belum bisa memulai. Kau tidak boleh pergi seperti ini. Tidak boleh.

In Ho memutuskan menerima tawaran Jun Ki untuk menyerahkan semua bukti yang ia miliki atas kasus kecelakaan itu.

In Ho menyetir keluar RS dan seorang wanita jalan melewati mobilnya. Wajahnya terlihat kamera, itu Park Na Young, istri Kwon Yul yang katanya menhilang saat kecelakaan lalu lintas. In Ho curiga dan sempat menghentikan mobil untuk melihat dengan lebih jelas lagi. In Ho masuk ke dalam mobil lalu berusaha mengikuti wanita itu, tapi gagal. In Ho kehilangan jejak Na Young saat sebuah truk melintas.
Da Jung melihat ke arah ruang musik yang terkunci, ia menghela nafas dan berpikir, kapan Jong Ri-nim bisa membuka hatinya?

Kwon Yul jalan di taman kampus sambil memikirkan kata2 yang pernah diucapkan Hye Joo, dialah yang paling lama berada disisi Yul, kenapa Yul memperlakukannya seperti orang luar. Sebenarnya apa arti Hye Joo bagi Yul.
Kwon Yul mengingat semuanya dan tampak sedih.

Kwon Yul akhirnya pulang ke rumah dan melihat Da Jung menunggunya di halaman rumah. Kwon Yul heran, cuacanya dingin, kenapa kau ada diluar?
Da Jung bisa melihat dari ekspresi wajah Yul, pasti terjadi sesuatu.

Kwon Yul : Kepala Sekretaris Seo...mengundurkan diri.
Da Jung tertegun, apa anda baik-baik saja?

Kwon Yul mengaku, Hye Joo sudah mendampinginya selama 20 tahun, tapi kalau dipikir selama waktu itu, masih banyak hal yang tidak kuketahui tentang dirinya.
Satu hari nanti, Nam Da Jung-ssi, kau juga akan meninggalkanku disini, benar kan?
Da Jung : Jong Ri-nim..

Kwon Yul minta, kalau hari itu tiba, ia ingin Da Jung mengatakan terlebih dulu kepadanya. Kalau tiba-tiba seperti ini, berpisah tanpa peringatan, kurasa akan sangat berat bagiku.
Kurasa aku sudah bicara ngawur.
Da Jung : Itu tidak akan terjadi. Saya..tidak akan meninggalkan anda, Jong Ri-nim.
Kwon Yul tertegun, Nam Da Jung-ssi..
Da Jung mengaku : Karena saya mencintai anda.

Kwon Yul terkejut. Apa katamu? Da Jung mengulangnya, saya bilang, saya mencintai anda Jong ri-nim.
Kwon Yul minta Da Jung tidak berkata sembarangan. Da Jung meyakinkan Yul, saya tidak bergurau. Saya ..saya benar-benar menyukai anda, Jong Ri-nim.


PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12-1]


Notes :
Yups, pengakuan perasaan Da Jung diikuti kemunculan Park Na Young, si istri yang katanya menghilang atau meninggal tapi entah bagaimana, tiba-tiba muncul. As a wife and mom, I don't understand Na Young, at all.
Ok, meskipun ia tidak mau bertemu suaminya, tapi kenapa membiarkan anak2nya menderita kalau dia memang masih hidup. Apalagi masih punya anak bayi, Man Se.  Ok, katakan dia amnesia, tapi setelah itu, setelah ia ingat lagi, harusnya langsung menghubungi keluarganya lah.

Tidak masuk akal sama sekali. Tapi aku akan tetap menyelesaikan PM and I :) fiuh..drama I need to gain back my interest on you.

1 comment:

  1. Iya mbak, alsan na yong tdk mnemui anknya emg ga msuk akl. Aplgi di epsod2 akhir, kemblinya na yong trksan dipkskan. Akhrnya endingnya jg mksa.

    ReplyDelete