Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Monday, March 24, 2014

The Prime Minister and I episode 12 part 1

PM Kwon Yul segera dilarikan ke RS. Da Jung dan In Ho lari di samping tempat tidur dorong Kwon Yul. Da Jung menangis, Jong Ri-nim..apa anda mengenali saya? Saya Da Jung, Nam Da Jung! Jong ri-nim!
Jong Ri-nim..tetaplah sadar!
Kwon Yul setengah sadar, ia memandang wajah Da Jung, dalam hati bertanya, apa ini mimpi? Benar..ini pasti mimpi. Kuharap ini adalah mimpi.

Rombongan mereka tiba di depan kamar operasi dan Dokter menahan Da Jung, kami harus masuk ke ruang operasi sekarang. Petugas membawa Kwon Yul masuk.
Da Jung memohon agar diijinkan masuk, tolong..saya harus masuk. Dokter melarangnya. In Ho menahan lengan Da Jung, Da Jung-ssi. Da Jung hanya bisa terisak di depan kamar operasi.

Hye Joo lari dengan wajah pucat ke RS. Ia hanya menemukan In Ho dan Da Jung berdiri di dekat kamar OR. Jong Ri nim..

Kwon Yul mulai disiapkan untuk anestesi. Dalam kondisi setengah sadar, Kwon Yul merasa menyesal. Kalau aku tahu ini akan terjadi, aku tidak akan mengatakan kata-kata itu padamu.
Kwon Yul ingat kata-kata menyakitkan yang sengaja ia katakan pada Da Jung. Kwon Yul hampir tertidur, ia berpikir, aku tidak akan membuatmu menangis seperti itu. Dan aku akan berkata kalau aku tidak bermaksud mengatakan itu.

Da Jung duduk di depan kamar Operasi, menunggu.
Kwon Yul mulai tertidur, kalau ini adalah mimpi, apa aku akan bangun kembali? Apa aku akan bisa melihatmu lagi?

Park Jun Ki terkejut waktu mendengar PM Kwon diserang dari sekretarisnya. Apa maksudmu? Sekretaris Bae juga belum tahu detilnya, tapi saat ini PM Kwon sedang menjalani operasi darurat.
Jun Ki ingin pergi menjenguk Kwon Yul. Ia harus tahu bagaimana itu bisa terjadi.

Tapi sebelum Jun Ki keluar kantornya, Hye Joo sudah menyerbu masuk. Jun Ki heran, aku baru saja mendengar beritanya. Bagaimana ini bisa terjadi?
Hye Joo murka : Itu yang ingin saya tanyakan pada anda, Menteri Park Jun Ki! Bagaimana ini bisa terjadi?

Jun Ki bingung melihat sikap Hye Joo. Hye Joo marah, ia menuduh Jun Ki pelakunya.
Jun Ki : Jadi kau pikir, aku yang melakukannya?
Hye Joo : Apa saya salah? Waktu itu, anda menemui Perdana Menteri dan memintanya bersiap, itu karena anda merencanakan semua ini.

Jun Ki tidak terima dituduh oleh Hye Joo, tapi tiba-tiba ia ingat kata-kata ayah mertuanya, kalau kau tidak melakukannya dengan benar, aku tidak punya pilihan kecuali bertindak. Jun Ki sadar, ini perbuatan ayah mertuanya.

Hye Joo menyuarakan pikirannya, ini pasti yang anda maksudkan saat anda berkata kalau Presdir Na tidak akan diam saja. Tapi dengarkan saya baik-baik. Saya, tanpa perlu mempertimbangkan lagi, akan mengungkapkan semua perbuatan anda dan Presdir Na. Sekarang giliran kalian yang harus bersiap.
Hye Joo pergi. Jun Ki hanya menghela nafas.

Da Jung telp Woo Ri. Woo Ri ada di rumah bersama adik2nya. Woo Ri mengangkat telpnya dan sudah mendengar apa yang terjadi, apa Ayah kami baik-baik saja?
Da Jung membenarkan, dia menghibur Woo Ri. Jong Ri-nim akan baik-baik saja, jangan khawatir dan tolong jaga adik2mu ya.

Da Jung mencemaskan anak-anak. Woo Ri menjelaskan, Na Ra tahu karena dia melihatnya dari internet. Tapi Woo Ri berkata pada Man Se kalau ayah mereka pergi ke LN bersama Da Jung. Da Jung lega. Ia janji akan telp setelah operasinya selesai.
Woo Ri : Ahjumma, terima kasih. Tolong jaga Ayah kami baik-baik.


Da Jung terharu, Ya. Ia menutup telp dan kagum karena Woo Ri semakin dewasa.

Dokter mendekati Da Jung, Nyonya. Operasi Perdana Menteri sudah selesai. Da Jung langsung berdiri dan pergi bersama Dokter.


Dokter menjelaskan, meskipun PM Kwon kehilangan banyak darah, tapi untungnya operasinya berjalan dengan lancar, kita harus memastikan PM istirahat dan memonitor kondisinya. Da Jung tampak lega dan mengucapkan terima kasih.

Setelah para Dokter pergi, Da Jung duduk di samping tempat tidur Kwon Yul. Ia menghela nafas melihat kondisi Yul. Jong Ri-nim, kenapa anda seperti ini? Karena anda terus berbaring seperti ini, ini seperti bukan anda, Jong Ri-nim. Ada yang harus saya katakan pada anda. Saya harus mengatakan sesuatu pada Anda, jadi cepatlah sadar. Anda harus bangun.

Beberapa saat kemudian, Kwon Yul mulai tersadar. Ia ingat kejadian yang menimpanya, saat ia menemui dan berdialog dengan para demonstran, seseorang menyelinap dan menusuknya. Lalu saat ia dilarikan ke ruang operasi dan Da Jung lari di sampingnya sambil menangis ketakutan. Kwon Yul menghela nafas.

Da Jung dan In Ho duduk di kantin RS. In Ho memaksa Da Jung untuk makan meskipun Da Jung tidak mau.
Da Jung menyadari serombongan orang tampak duduk dan berdiri hening di sebuah meja besar. Siapa mereka? Sebelum In Ho menjelaskan, Da Jung "tahu" kalau mereka pasti pengawal yang ditugaskan untuk meningkatkan keamanan setelah PM Kwon diserang.

In Ho berbisik, mereka itu gangster. Da Jung terkejut, apa? gangster? Kenapa gangster ada disini?
In Ho : Tadi, saat mereka berkata tidak ada kamar VIP, itu karena bos para gangster itu. Dia ditikam dan masuk ke RS ini.

Da Jung geli : Kurasa boss para gangster itu memiliki kekuasaan lebih besar daripada Perdana Menteri. Dia juga memiliki lebih banyak pengawal pribadi.

In Ho ketawa, ia senang melihat Da Jung akhirnya bisa tersenyum lagi.

Da Jung : Astaga, aku benar2 payah. Bisa tertawa di situasi seperti ini.
In Ho merasa itu tidak masalah, apa salahnya ketawa? Ketawa, makan, dan menjaga staminamu dan merawatnya dengan telaten, itu yang harus kau lakukan.

In Ho memberikan makanan untuk Da Jung. Da Jung merasa tidak bisa makan. In Ho membujuknya, aku ini malaikat pelindungmu kan? Kalau begitu dengarkan aku, yang harus kau lakukan saat ini adalah, makan dengan benar, mendapatkan kekuatan dan merawat Perdana Menteri.


Da Jung akhirnya mulai makan. Terima kasih, Chief Kang. In Ho hanya tersenyum tipis.

Da Jung kembali ke kamar Kwon Yul. Yul berbaring dengan mata tertutup. Da Jung mengira Kwon Yul masih belum sadar, ia menghela nafas. Kenapa dia belum siuman..Kenapa aku seperti ini.
Da Jung duduk dan mengomel, memangnya apa yang sudah anda lakukan sampai anda mengira bisa tidur saja seperti ini. Anda sudah membuat masalah besar di negara ini, bukankah seharusnya anda segera bangun dan menyelesaikannya? Apa anda pikir anda bisa lolos hanya karena anda terlihat lemah? Ayo bangun!

Tiba-tiba Kwon Yul menjawabnya, hentikan. Apa itu yang kau katakan pada orang sakit di RS?
Da Jung lega sekali. Jong Ri-nim! anda sudah sadar sekarang?

Kwon Yul mencoba duduk, tapi Da Jung mencegahnya, jangan bergerak. Kwon Yul meringis kesakitan.
Da Jung kelihatan cemas, apa sakit sekali? Kwon Yul menggeleng, aku tidak apa-apa. Tapi, bagaimana ini bisa terjadi?

Jun Ki pergi ke kantor Ayah mertuanya dan ingin bertemu dengan Presdir Na. Tapi ia ditahan oleh beberapa anak buah Na, Presdir tidak ada di sini. Jun Ki yakin sekali ayah mertuanya ada di kantor, tapi percuma saja, ia juga tidak bisa menemui ayah mertuanya.
Anak buah Na berkata kalau Presdir ingin istirahat dan merasa kalau "seseorang" maksudnya Jun Ki, harus bertanggung jawab untuk ini. Anda mengerti maksud saya kan?

Jun Ki marah sekali, Perdana Menteri Kwon diserang, itu pasti perintah Presdir Na, benar kan?
Mereka hanya menanggapi dingin, apa anda memiliki bukti? Kalau begitu, sampai jumpa. Jun Ki dipaksa pergi. Jun Ki tampak marah sekali.

Kwon Yul menonton TV dan melihat berita penangkapan orang yang sudah menusuknya. Seperti diduga, pria itu menanggung semua kesalahan dan mengaku kalau ia menusuk Kwon Yul karena tidak suka dengan kebijakan Perdana Menteri.
 

Da Jung masuk ke kamar dan langsung mematikan TV. Ia tidak menanggapi protes Kwon Yul, Jong Ri-nim, bukan saatnya mencemaskan masalah itu sekarang. Penjahatnya sudah ditangkap dan polisi sedang menyelidikinya. Chief Kang dan Seo bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini, jadi anda berbaring saja dan istirahat.

Da Jung juga mengomel, ia mengeluh sudah kelihatan sepuluh tahun lebih tua karena mencemaskan Kwon Yul. Apa anda tidak melihat lingkaran hitam dan kerutan saya? Apa yang akan anda lakukan?
Kwon Yul menatap Da Jung dan tersenyum geli, lalu ia serius lagi. Nam Da Jung, kau pasti benar-benar terkejut, ya kan?

Da Jung membenarkan. Kwon Yul tanya apa Da Jung menangis lagi.
Da Jung : Ya

Kwon Yul menghela nafas, aku merasa malu pada ayahmu. Aku sudah berjanji padanya, tidak akan membuatmu menangis.

Da Jung menggenggam tangan Yul, Jong Ri-nim, itu sama sekali tidak penting. Saya..saya benar-benar bahagia melihat anda hidup. Itu benar, saya tidak bohong.

Kwon Yul tersenyum : Aku tahu.
Da Jung tampak kesal ; Saya kira anda tidak tahu!


Hye Joo berdiri di depan pintu dan melihat kehangatan keduanya. Ia menghela nafas, tidak ada ruang untuknya disana. Hye Joo jalan pergi sambil menghela nafas.

In Ho memeriksa jadwal Perdana Menteri dan ia harus mengatur ulang semuanya. Hye Joo mendekatinya. In Ho berkata mereka harus mengatur ulang jadwal Perdana Menteri, dan polisi juga sepertinya akan menyimpulkan kalau penyerangnya bertindak sendirian.
Hye Joo tampak marah, meskipun Presdir Na tidak ingin membunuh Perdana Menteri, tapi jelas ini adalah peringatan dan deklarasi perang. Hye Joo ingin memikirkan respon mereka besok.

In Ho heran melihat Hye Joo pergi, Sekretaris Seo, anda mau pulang?
Hye Joo membenarkan. In Ho heran, ia mengira Hye Joo akan berjaga di sisi Perdana Menteri. Kenapa anda memilih Nam Da Jung menjaganya? Apa karena reporter?

Hye Joo tersenyum getir, bukan. Kurasa tidak ada tempat bagiku disisi Perdana Menteri dan juga tidak ada tempat bagimu di sisi Nam Da Jung.

In Ho tidak peduli, ia tidak apa-apa hanya melihat saja. Hye Joo mengingatkan, kalau melihat saja dari belakang itu benar-benar sulit. Aku pergi dulu.

Ny. Na Yoon Hee bersama dua rekannya dari Lily Club muncul di RS. Mereka memaksakan diri menjenguk Perdana Menteri karena bagaimanapun, PM Kwon adalah boss suami mereka.

Lily Club melihat sebuah kamar yang dijaga banyak orang dan mereka langsung menyimpulkan kalau itu pasti kamar PM Kwon. Seorang pria menghentikan mereka, siapa kau?
 

Ny. Na kesal, apa kau tidak mengenalku? Aku Na Yoon Hee. Pria itu tampak bingung tapi ia mengijinkan mereka masuk ke kamar. Lalu ia tanya pada seniornya, Hyungnim..apa dia istri keduanya? haha pasti masalah.

Ny. Na dan anggota Lily Club masuk, Jong Ri-nim..Lily club datang. Pria di atas tempat tidur itu berbaring membelakangi mereka dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Yoon Hee mulai akting, oh anda pasti sangat terkejut. Mengalami semua ini demi negara dan rakyat anda..penjahat seperti apa orang itu, tunggu saja sampai ia tertangkap. Saya mempertaruhkan kehormatan Myungshim Grup dan mematahkan kakinya!
Anggota Lily club memintanya diam, dia sudah berlebihan.

Yoon Hee mengerti, bagaimanapun juga, saya harap anda segera sembuh. Anda, Perdana Menteri, adalah harapan dan terang bagi negara kita! Anda harus segera sembuh, Jong Ri-nim!

Pria itu bangun dan berdiri dari tempat tidurnya. Yoon Hee terbelalak melihat tatto di lengan dan dada orang itu.
Pria itu berbalik, semua syok. Dia bukan PM Kwon! Pria itu heran, siapa kau?  (Cameo Oh Man Seok) Yoon Hee ketakutan, s..siapa kau?


Da Jung dan Hye Joo berdiri di luar kamar menunggu anggota Lily Club. Da Jung heran kenapa mereka belum juga datang. Hye Joo tanya apa Ny. Na juga datang. Hye Joo tidak percaya dengan keberanian Na Yoon Hee.
Da Jung tanya apa sebenarnya yang ingin ditanyakan Hye Joo padanya. Hye Joo ingin mengatakan sesuatu tapi terpotong dengan kedatangan dua nyonya dari Lily Club. Mereka panik dan menyeret Da Jung serta Hye Joo mengikuti mereka.

Ketua gangster itu menahan Ny. Na, apa ini? Darimana kau? Kau bilang kau dari Cafe putih, ya kan? (suaranya terdengar mirip Lily Club). Dimana itu? Cheongdam-dong?
Ny. Na ketakutan dan teriak-teriak minta dilepaskan. Tapi gangster itu ingin mendapatkan penjelasan.


Tiba-tiba Hye Joo dan Da Jung menyerbu masuk. Lepaskan dia! Da Jung berusaha melepaskan Ny. Na tapi terdorong ke belakang.
Hye Joo mendekat untuk melepaskan Ny. Na. Gangster itu langsung melepaskan Yoon Hee karena tertarik pada Hye Joo. Kau siapa? Kau benar-benar cantik. Da Jung membantu Ny. Na.

Gangster itu heran, apa kalian datang dari tempat yang sama? Ia terpesona dengan Hye Joo dan Da Jung, Wah aku benar-benar beruntung padahal ini bukan hari ulang tahunku. Gangster itu ingin menarik Hye Joo, ayo kita senang-senang.

Hye Joo menyuruh Da Jung dan Yoon Hee pergi. Hye Joo minta maaf karena mengejutkan gangster itu dan ingin pergi. Tapi pria itu menariknya, kalau kau pergi begitu saja, aku bisa marah. Hye Joo kesal, lepaskan aku saat aku memintanya baik2.

Gangster itu justru semakin menyukai Hye Joo. Hye Joo marah dan langsung menelikung lengan pria itu. Gangster itu teriak kesakitan. Da Jung membantu Hye Joo dengan memukuli kepala gangster dengan bingkisan di meja.

Da Jung langsung menarik Hye Joo lari. Mereka bertiga lari menghindari kejaran para pengikut gangster itu. Da Jung dan Hye Joo lari sambil bergandengan tangan, lalu keduanya sadar dan langsung melepaskan tangan mereka. Hee..


Ny. Na ketakutan dan marah dengan peristiwa ini. Ny. Na mau tidak mau harus berterima kasih pada Hye Joo yang sudah menyelamatkannya.
Hye Joo menyindir Yoon Hee, anda tidak akan lupa dan akan menulisnya di website Perdana Menteri secara online? Kalau aku melawan boss gangster? Yoon Hee terbata-bata, ia tidak akan melakukan itu. Lalu Yoon Hee akting menangis dan berkata tidak bisa menemui Perdana Menteri dengan kondisi seperti ini. Mereka bergegas pergi.

Hye Joo tidak percaya, aku benar2 tidak mengerti, bagaimana ia bisa berpikir datang kesini setelah apa yang dialami Perdana Menteri?
Hye Joo menyadari ada noda darah di baju Da Jung. Da Jung mengaku belum sempat ganti baju sejak PM Kwon ditusuk. Hye Joo menawarkan diri untuk membawakan baju ganti untuk Da Jung. Da Jung langsung berterima kasih.

Da Jung tanya apa sebenarnya yang ingin ditanyakan Hye Joo tadi. Apa..ada hubungannya dengan Perdana Menteri?
Hye Joo membenarkan, memang sesuatu seperti itu..tapi kurasa aku tahu jawabannya meskipun aku tidak bertanya padamu.

Kwon Yul sedang bicara di telp dengan Man Se. Da Jung masuk ke dalam kamar. Kwon Yul menutup telp dan tanya apa Da Jung berkata pada anak-anak kalau mereka sedang keluar negeri?
Da Jung : Tidak. Itu ide Woo Ri. Itu yang ia katakan pada Man Se agar tidak terkejut.
Kwon Yul heran, Woo Ri?

Da Jung : woo Ri sangat mencemaskan anda. Dia sudah besar.
Da Jung cerita soal Lily Club yang ingin menjenguk Kwon Yul tapi batal karena ada sesuatu hal. Mereka ingin saya menyampaikan salam. Da Jung tersenyum geli. Kwon Yul menggeleng, mereka tidak perlu datang.

Kwon Yul tanya apa yang ingin dikatakan Da Jung padanya? Kurasa aku mendengarmu berkata ingin mengatakan sesuatu padaku?
Da Jung kelabakan, ah..saya rasa anda bermimpi karena pengaruh obat anestesi. Saya..tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Da Jung menyangkalnya, itu mimpi..hanya mimpi!

Da Jung mengalihkan perhatian, apa anda sudah buang gas?
Kwon Yul terkejut, apa? Da Jung menjelaskan, kalau habis dioperasi harus segera buang gas setelah 2 atau 3 hari. Agar anda bisa makan dan minum..
Kwon Yul : Kau ini bicara apa? Aku akan melakukannya sendiri, secara natural..

Da Jung bergegas keluar untuk memberikan kesempatan pada Kwon Yul untuk buang gas secara bebas. Kwon Yul hanya tersenyum geli dengan tingkah Da Jung.

Jun Ki marah mendengar istrinya ke RS untuk menjenguk PM Kwon. Apa kau sudah gila? Apa kau kesana tanpa tahu kenapa ia terluka?
Yoon Hee berusaha menjelaskan, ia kesana sebagai istri Jun Ki, ia ingin mendukung Jun Ki.

Jun Ki : Lupakan, Aku tidak seharusnya mengatakan apapun. Aku akan segera mengajukan surat pengunduran diriku.
Yoon Hee terkejut, surat pengunduran diri? Kenapa? Ayahku bekerja sangat keras untuk membuatmu duduk di posisi itu! Kenapa kau membuangnya?
Jun Ki : Karena ayahmu yang memberikannya, aku harus menyerahkannya saat ia memintanya. Aku mengatakan ini agar kau bisa bersiap secara mental.

Yoon Hee melarang suaminya mundur, aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi kau tidak bisa mundur! Jangan lakukan itu. Aku akan bicara pada Ayah. Jangan, sayang!

Jun Ki : Apa kau tahu orang seperti apa ayahmu itu?
Yoon Hee tertegun : Huh?
Jun Ki menghela nafas, yah, memang sebaiknya kau tidak tahu. Jun Ki jalan masuk. Yoon Hee terlihat bingung. Sa..sayang..apa yang dilakukan ayahku?

In Ho duduk di samping tempat tidur Soo Ho. Hyung, aku sudah lama tidak kesini kan? Aku banyak pekerjaan. Orang itu terluka. Tapi, aku tidak tahu kenapa aku mencemaskan dirinya. Apa ini karena Da Jung?
In Ho merasa ia seharusnya tidak seperti ini, demi kakaknya.

In Ho makan bersama ayah Da Jung. Dari Ayah, In Ho mendengar soal sukarelawan dari gereja yang datang untuk merapikan rambut para pasien.
In Ho : Sukarelawan?
Ayah membenarkan dan ia juga dipotong rambutnya oleh mereka. In Ho tersenyum, bukannya perawat yang memotong rambut anda? Ayah meyakinkan In Ho kalau para sukarelawan itu akan merawat kakaknya, jadi kau tidak perlu cemas.

Ayah tanya kondisi PM Kwon. Kata Da Jung dia akan pulang hari ini. In Ho membenarkan dan berkata kalau Da Jung sudah bekerja keras merawat PM Kwon.
Ayah mendengus, kerja keras apa. Itu sudah kewajibannya. Ayah berterima kasih karena In Ho suka membawakan makanan enak untuknya.

In Ho ingin bertemu dengan sukarelawan yang merawat kakaknya untuk berterima kasih. Ayah mengerti dan ia tiba-tiba menunjuk ke satu arah, lihat! itu dia orangnya disana! Saudari! saudari!

Kwon Yul dan Da Jung akhirnya pulang ke rumah. Man Se langsung lari memeluk Yul, Appa! Kwon Yul meringis kesakitan. Da Jung terkejut, Jong Ri-nim, anda tidak apa-apa?
Kwon Yul tersenyum, aku tidak apa-apa. Ia tanya apa Man Se tidak apa-apa tanpa mereka. Man Se balik tanya, apa ayahnya akan tetap di rumah bersama Ahjumma. Kau tidak akan pergi kemana-mana kan?

Kwon Yul membenarkan, ya, kami akan di rumah. Yul menatap woo Ri, kau baik-baik saja?

Woo Ri mengiyakan, Ayah tidak apa-apa? Yul tersenyum dan mengangguk, ia memuji Woo Ri yang bisa menjaga adik2nya dan berterima kasih. Woo Ri nyengir, tidak perlu.
Da Jung tanya dimana Na Ra. Kemana dia?


Kwon Na Ra ada di gereja, berdoa. Tuhan, terima kasih karena menjawab doaku dan mengijinkan Ayahku pulang ke rumah dengan selamat. Tapi, Kau tidak boleh berpikir kalau aku akan pergi ke gereja semudah itu (hee..anak ini). Karena aku masih memiliki sebuah permintaan lagi.
Aku pasti akan datang ke gereja kalau Kau membantuku bersama Tae Woong oppa. Jadi, Kau harus menjawab doaku! Amin.

Tiba-tiba Tae Woong mendekatinya, oh..bukankah kau Kwon Na Ra? Kenapa kau datang ke gereja diluar jam ibadah? Apa kau ingin mengaku dosa?
Na Ra bingung, me..me..apa? Aku kesini hanya untuk berdoa. Tae Woong tanya apa Na Ra sudah dibaptis. Na Ra menggeleng, belum. Kenapa? Apa Tuhan tidak akan menjawab doaku jika aku belum dibaptis?

Tae Woong geli, bukan. Aku hanya merasa kau belum dibaptis. Na Ra tertarik, oppa, kalau aku dibaptis, apa aku akan mendapatkan nama seperti "Michael"? (nama baptis)
Tae Woong membenarkan, ia tanya ulang tahun Na Ra dan ternyata mereka berulang tahun di hari yang sama, tgl 29 Sept. Tae Woong tampak surprise, benarkah? Karena hari peringatan untuk Santo Michael jatuh pada tgl 29, maka nama baptisku adalah Michael dan karena kau seorang gadis, kurasa..kita bisa memanggilmu Michaela. Bagaimana?

Na Ra senang sekali. Michaela?
Tae Woong : Itu salah satu dari tiga malaikat Tuhan yang paling hebat.(Gabriel, Michael, Raphael)

Mata Na Ra membesar, malaikat? Na Ra mengangguk, ya..aku memang terlihat cantik seperti malaikat. (wkkk)

Tae woong geli, kau manis sekali. Sampai jumpa lagi. Tae Woong pergi dan Na Ra bagai terbang ke langit ketujuh. Dia bilang aku manis.

Kwon Yul sudah mulai bekerja lagi di rumah. Da Jung masuk dan langsung menyita pekerjaan Kwon Yul. Jong Ri-nim! apa yang anda lakukan?
Kwon Yul : Apa kau tidak melihat kalau aku sedang kerja? Coba lihat tumpukan dokumen yang harus kutandatangani.

Da Jung tidak bisa ditawar lagi, ia menyita semuanya dan menyuruh Yul istirahat, karena itu perintah dokter. Kwon Yul bingung, lalu apa yang harus kulakukan?
Da Jung : Istirahat!

Jun Ki mengajukan pengunduran diri pada Presiden Kim. Jun Ki berkata harus ada yang bertanggung jawab atas penyerangan Perdana Menteri agar beban Presiden menjadi lebih ringan.
Jun Ki sengaja melakukannya agar terlihat lebih pantas. Presiden Kim mau tidak mau merasa berhutang budi pada Jun Ki, ia tidak akan melupakan pengorbanan Menteri Park.

Jun Ki jalan keluar dan bertemu Sekretaris Bae. Bae tidak mengerti kenapa Jun Ki harus bertindak sejauh ini.
Jun Ki sudah mulai lelah menjadi boneka ayah mertuanya, jadi ia merasa ini tindakan yang baik. Ia hanya ingin istirahat untuk sementara ini.

Bae lapor, ia sudah menemukan hubungan antara Kakak Kang In Ho dengan Perdana Menteri. Jun Ki terkejut dan ingin tahu. Bae tampak serba salah, itu..

Tidak lama, Jun Ki bertemu lagi dengan In Ho. Ia berkata sudah tahu soal alasan pribadi In Ho. In Ho tersenyum, sepertinya anda akhirnya berhasil menggabungkan semuanya.

Jun Ki : Kenapa aku tidak memikirkan itu sebelumnya? Kang Soo Ho adalah senior Na Young dan juga psikiaternya dan orang yang bersama Na Young di dalam mobil saat terjadi kecelakaan. Benar kan?
In Ho : Kurang satu hal lagi, dia adalah orang yang dicintai Park Na Young sampai akhir.

Jun Ki : Kau dulu berkata, kalau orang yang membuat kakakmu seperti itu adalah Kwon Yul. Katakan, apa Kwon Yul juga bertanggung jawab dengan kematian Na Young? Kecelakaan mobil itu, apa kau pikir Kwon Yul yang melakukannya?
In Ho : Apa yang anda inginkan?

Jun Ki ingin In Ho memberikan semua bukti padanya. Ia akan menghabisi Kwon Yul.

Hye Joo memesan karangan bunga disebuah flower shop, ia menulis pesan untuk Kwon Yul.

Keluarga Kwon pergi ke gereja. Kwon Yul heran, kenapa Da Jung tiba-tiba mengajaknya kesini. Apa kau pikir anak-anak akan bosan?
Da Jung berbisik, woo Ri akan tampil disini.
Kwon Yul terkejut, apa? Woo Ri?

Da Jung : Dia tidak ingin membuat anda kecewa, jadi ia keluar dari band, tapi ia benar-benar ingin menyanyi. Anda tidak pernah melihat Woo Ri menyanyi kan? Kurasa akan bagus kalau anda mau mendengarnya menyanyi. Jadi saya mengajak anda kesini.


Woo Ri jalan keluar dan berdiri di depan mike. Ia mulai menyanyi sebelum masuk khotbah. Keluarga Kwon mendengarnya. Kwon Yul menatap putranya dan sadar kalau anaknya memang berbakat.

to be continued..

Notes :
Part 2 menyusul ya.


PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11]

5 comments:

  1. wah,,,, muncul juga nih tulisannya mbak Tirza
    Nita udah nonton sih.. tapi lum lengkap rasanya lau blum baca sinopsisnya dari mbak Tirza//
    hiahhhh Wah First time yang mbak pake Part..
    lage sibuk yah mbak..??
    hm... Cayyo!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @nitashi, ha ha ngga sibuk2 amat. Cuma perhatianku sedang teralih aja. Sibuk nulis di bubblews.com. Nulis dan interaksi seperti gabungan Facebook dan micro blog, tapi dapat $$$$ lumayan :) jadi ngga sempat nonton drama.

      Delete
    2. mbak e memang keren...
      dari sini z dolarnya dah lumayan..
      wow...!!
      Btw nama profil mbak apa disana?

      inilah plus plusnya jika bisa bernabasa inggris dengan baik...
      #pengen#

      Delete
    3. Hi nita, kilk aja di kotak bubblews kecil di sebelah kanan. usernameku febriedethan :)

      Delete
  2. Oh.....pantasann.....tiap buka blognya mba tirza hiks..hiks....lama g di update....
    Ternyata ada kerjaan
    Ada yg lbih menghasilkan trnyata....xixixixixii.....
    Semangat oenni.....

    ReplyDelete