Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, May 3, 2014

The Prime Minister and I episode 16 part 1

Da Jung batal masuk ke RS tempat ayahnya dirawat, ia tidak ingin membuat ayahnya cemas dan jalan pergi. Da Jung berpapasan dengan mobil Kwon Yul tapi sepertinya Kwon Yul tidak melihat Da Jung.
Ternyata Kwon Yul melihat Da Jung, mobil Kwon Yul menghadang Da Jung. Da Jung terkejut, Jong Ri-nim.

Kwon Yul keluar dari mobil, apa yang kau lakukan disini? Kwon Yul mengajak Da Jung pulang. Tapi Da Jung tidak mau kembali ke kediaman resmi PM.

Da Jung mengarang alasan, ia pergi karena akan sulit mengatakannya langsung pada Kwon Yul. Ia ingin putus dari Kwon Yul.

Kwon Yul tidak menjawab, ia mengambil koper Da Jung dan melemparnya ke bangku belakang. Lalu menarik tangan Da Jung untuk masuk ke dalam mobil.

In Ho pergi ke kediaman PM Kwon dan mendengar kalau Kwon Yul menyetir sendiri serta membuat mereka sangat cemas. Tapi untungnya Perdana Menteri telp. In Ho minta mereka tidak khawatir.

In Ho mendapat telp dari Hye Joo, yang mengatakan kalau usulan penurunan Perdana Menteri akan dibahas dalam diskusi. Hye Joo ingin telp PM Kwon tapi telpnya tidak diangkat.
Hye Joo tanya apa ada sesuatu yang terjadi dengan Kwon Yul.

In Ho : Perdana Menteri bertemu Park Na Young hari ini.
Hye Joo : Apa katamu? bagaimana bisa?
In Ho : Da Jung yang mempertemukan mereka.
Hye Joo tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Da Jung.

Kwon Yul dan Da Jung diam saja sepanjang perjalanan. Da Jung mulai pembicaraan, saya tidak akan kembali ke kediaman resmi lagi. Tolong turunkan saya.
Kwon Yul : Kalau kau tidak mau melihatku marah sebaiknya kau diam saja.

Kwon Yul akhirnya tidak tahan dan menghentikan mobil. Ia keluar dan berdiri sendirian di pinggir jalan. Da Jung menghela nafas dan jalan keluar menyusul Kwon Yul.
Kwon Yul berbalik, sebenarnya kenapa kau berpikir melakukan itu? Mengemasi tasmu dan mempertemukan Na Young dan aku..apa kau pikir ini demi kebaikanku? Apa kau berpikir ini demi kebaikan anak-anak?

Da Jung tetap bertahan dengan alasannya, dan berkata ia melakukan ini bukan dengan alasan keduanya. Saya melakukannya untuk diri saya sendiri. Ini karena saya sangat takut menjadi ibu baru untuk anak-anak kalau saya menikah dengan anda.
Da Jung menyukai Yul tapi ia tidak sanggup menjadi ibu bagi anak-anak itu. Apalagi setelah ibu kandung mereka muncul, maka ia berpikir untuk mengembalikan posisi itu kepada Na Young.

Kwon Yul tidak percaya satupun alasan Da Jung, ia tahu Da Jung melakukan semua ini demi dirinya, tapi apa kau pikir aku akan berterima kasih kalau kau melakukan ini?

Da Jung tetap berkata pada awalnya ia merasa pernikahan kontrak dengan Kwon Yul ini asyik dan menyenangkan. Ia merasa seperti pemeran utama dalam sebuah film. Itu sebabnya ia bisa bekerja keras dan memainkan peran sebagai istri dan ibu. Tapi ia tidak siap kalau pernikahan itu menjadi pernikahan sungguhan.
"Saya benar-benar ketakutan dan ingin melarikan diri. Saya..pergi karena tidak ingin hidup seperti hidup saya sekarang ini. Saya ingin bisa melakukan semua yang saya inginkan seperti dulu dan mengambil kesempatan yang telah diberikan pada saya. Itu sebabnya saya pergiu. Apa anda mengerti sekarang?"


Da Jung pergi, meninggalkan Kwon Yul yang hanya bisa menghela nafas. Beberapa saat kemudian, Da Jung mendapat telp dari Hye Joo. Hye Joo sudah ada di RS tempat Ayah dirawat. Hye Joo ingin bertemu Da Jung, "Kita harus bicara."

Kwon Yul kembali ke kediamannya dan mendengar dari In Ho kalau Chief Park akan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah pemecatan Perdana Menteri, tapi sepertinya rencana itu akan tetap dijadwalkan dalam pertemuan Dewan Nasional minggu ini.
Kwon Yul heran, Jun Ki mencegah pemecatan itu? Kenapa dia melakukan itu?

In Ho mengaku, Chief Park..sudah tahu kalau Ny. Park Na Young masih hidup.

Kwon Yul terkejut, apa maksudmu? Jun Ki tahu? Tidak, selain itu, apa kau juga tahu kalau Na Young masih hidup? Kau tahu, Jun Ki tahu dan Nam Da Jung juga tahu, bagaimana dengan Manager Seo? Apa dia juga sudah tahu?
In Ho hanya bisa minta maaf.

Kwon Yul marah besar sekarang. Kalian keterlaluan. Kalian semua tahu dan kau menyembunyikan ini dariku. Bagaimana kau bisa membuatku jadi orang bodoh? Bagaimana aku bisa jadi satu-satunya..yang tidak tahu kalau Na Young masih hidup? 
In Ho tidak bisa mnejawab, ia minta maaf. Kwon Yul tidak mau bicara dengan In Ho lagi dan mengusirnya keluar.

Giliran Da Jung yang kena marah Hye Joo karena mempertemukan Kwon Yul dan Na Young. Da Jung tidak ingin membohongi Kwon Yul.
Ny. Park masih hidup, ibu kandung anak-anak masih hidup, jadi kenapa Jong Ri-nim tidak boleh tahu? Apa demi alasan politik? Apa itu begitu penting?

Hye Joo marah : Nam Da Jung-ssi! Jangan merasa kalau hanya kau yang menginginkan yang terbaik untuknya. Kau pikir kami tidak menyembunyikan itu tanpa alasan? Hanya sampai masa jabatannya selesai dan kenapa kau membentakku?
Da Jung : Bagaimanapun juga, kurasa Perdana Menteri berhak tahu.

Hye Joo : Kau masih berpikir kalau kau benar? Karena kau sudah membuat Perdana Menteri tahu, lalu siapa berikutnya? Ah..kau bisa mengatakan pada Woo Ri. Kalau ibunya yang telah menghilang selama 8 tahun kembali hidup-hidup setelah meninggalkan mereka dan memiliki affair dengan pria lain!
Da Jung terkejut, Manager Seo! Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu?

Hye Joo menantangnya, kenapa? Apa orang jujur dan terus terang seperti dirimu tidak bisa mengatakan itu? Pasti susah bagimu untuk membohongi anak-anak. Kau pasti suka mengatakan yang sebenarnya kan?! Hye Joo pergi. Da Jung termangu karena kata-kata Hye Joo memang benar. Anak-anak pasti kecewa mendengar ibunya sengaja meninggalkan mereka demi pria lain.


Da Jung duduk di samping tempat tidur ayahnya dan memandangi cincin dari Yul. Cincin itu memang disimpan Da Jung, ia tampak sangat sedih.
Kwon Yul juga duduk dan merenung.


Paginya, Ayah terkejut melihat Da Jung tertidur di dalam kamarnya. Da Jung-ah..kapan kau datang? Da Jung mengaku datang semalam dan heran melihat Ayah tidur terus.
Ayah juga bingung, ia sudah tidur lama tapi tetap saja mengantuk, apa karena musim dingin? Ayah ingin Da Jung mengambilkan sikat gigi tapi sulit mengingatnya.

Da Jung : Maksud Ayah sikat gigi?
Da Jung membuka laci dan melihat Ayah mulai menandai barang2nya lagi, sikat gigi, sabun dll. Da Jung tertegun, berarti penyakit Ayah semakin parah. Ayah melihat ekspresi wajah Da Jung dan menghiburnya, ini karena kau sudah tua, jadi kau tidak bisa berpikir dengan benar.

Ayah heran kenapa Da Jung tidur disini. Ayah mengira Da Jung bertengkar dengan Menantu Kwon lagi. Da Jung menyangkalnya, mereka tidak bertengkar. Tapi ayah tetap curiga telah terjadi sesuatu.

Tiba-tiba saat itu pintu terbuka dan Kwon Yul muncul. Ia bersikap ceria,  Ayah, saya disini. Apa kabar?

Ayah : Menantu Kwon!
Da Jung juga tertegun. Kwon Yul datang dengan koper dan tas Da Jung, saya pikir ayah akan merindukannya, jadi saya minta Da Jung datang dan tinggal disini selama beberapa hari. Tidak ada pertengkaran maupun perselingkuhan sama sekali, jadi ayah jangan cemas.
Ayah : Benarkah?

Kwon Yul : Tentu saja. Saya ingin membawakan barang2nya dan saya yakin Ayah pasti cemas, saya senang sudah datang. Ayah, percaya kan?
Ayah tentu saja percaya pada Menantu Kwonnya haha.

Da Jung dan Kwon Yul bicara diluar. Da Jung berterima kasih pada Kwon Yul karena bisa menenangkan ayahnya. Da Jung minta Kwon Yul tidak perlu datang lagi.
Kwon Yul : Aku tidak percaya satupun perkataanmu kemarin. Jadi jangan menyiksa dirimu sendiri dengan mengatakan hal-hal yang tidak ingin kau katakan.

Da Jung tetap keras kepala dan berkata kalau ia mengatakan yang sebenarnya. Kwon Yul menghela nafas, ia tidak akan minta Da Jung kembali ke rumah dalam waktu dekat ini dan mengijinkan Da Jung tinggal bersama ayahnya beberapa waktu. Ia memberikan waktu agar Da Jung bisa berpikir. Kwon Yul akan membereskan beberapa hal dan mungkin saja dalam prosesnya, mereka semua akan terluka.
Jadi, daripada berpikir untuk meninggalkan kami, aku ingin kau bisa bertahan bersama kami. Disini, di dekat ayahmu.

Kwon Yul jalan pergi. Da Jung berkata ia akan tetap bersama ayahnya tapi tidak akan kembali pada Kwon Yul. Kwon Yul terhenti sebentar, lalu jalan terus.

Reporter Byun makan siang bersama tim Scandal News di kantor sambil mendengarkan berita soal rencana untuk memecat Perdana Menteri Kwon Yul.
Tim Scandal News kehilangan selera makan gara-gara berita itu. PM Kwon bekerja dengan baik, kenapa semua seperti itu?

Byun menjelaskan, ini karena PM Kwon ingin mereformasi perusahaan raksasa dan proyek nasional. Presiden tidak menyukai rencana ini. Sehingga mencoba memecat Perdana Menteri dengan meminjam tangan Partai yang berkuasa saat ini.
Hee Chul langsung merasa cemas dengan nasib Da Jung-noonanya.

Byun menenangkan mereka, ia yakin PM Kwon tidak akan dipecat karena Chief Park yang mengawali semua ini mendadak berusaha keras seperti orang gila untuk mencegahnya. Bukankah itu sedikit aneh? Kenapa Park Jun Ki yang selalu berusaha menjatuhkan Perdana Menteri dengan segala cara tiba-tiba berubah pikiran?

Tim Scandal News tidak tertarik dengan intrik politik seperti Byun, mereka hanya ingin tahu apa hubungan Manager Seo dengan Chief Park. Manager Seo itu seorang penggoda atau mata-mata?

Byun : Kalau itu..menurut analisisku..Seo Hye Joo..bukan penggoda ataupun mata-mata!

Hee Chul dan Editor Go mencondongkan badan, lalu siapa dia?
Byun dengan wajah penuh kekaguman : Wanita itu..adalah seorang dewi! (gubrag!) dia bukan hanya seorang dewi tapi dewi politis yang bermimpi menjadi Hilary Clinton. Ambisinya tidak bisa dipercaya. Karena karirnya tidak akan berkembang bersama PM, maka dia langsung beralih ke sisi Chief Park.

Scandal News kesal dan mengusir Byun, kalau sudah selesai makannya, cepat pergi. Ha ha..Byun tidak terlalu mempedulikan mereka, ia tetap heran dengan sikap Park Jun Ki, karena Byun mengenal baik Jun Ki.

In Ho menghadap Kwon Yul, sepertinya mosi untuk memecat anda tidak akan diajukan dalam diskusu. Dan..berita buruknya, Atas perintah Presiden, Pusat Pelabuhan Nasional..akan kembali seperti semula.
Kwon Yul : Dan..penyelidikan kepada Grup Myung Shim akan ditutup?
In Ho : Ya.

Kwon Yul mengeluh, apa sebenarnya yang kulakukan? Saat aku mencoba menjadi Perdana Menteri yang ingin memberikan kekuatan pada orang biasa. Aku ingin menjadi Perdana Menteri yang memihak yang lemah daripada memihak mereka yang kuat. Tapi.. apa yang sudah kulakukan sebagai Perdana Menteri sampai saat ini?
Apa yang bisa kulakukan?

In Ho : Anda tetap berpegang pada apa yang anda percayai sampai akhir. Dengan alasan itu saja..saya rasa anda sudah sangat berani.
Kwon Yul : Tidak, bukan seperti itu. Kau tidak perlu menghiburku. oya, ada pekerjaan rumah besar yang harus kuselesaikan. Sebelum aku menyelesaikan masalah itu, ada seseorang yang harus kutemui. Direktur Kang, kau tahu dimana Na Young tinggal kan?

Na Young menunggu Kwon Yul di ruangan pribadi sebuah restoran. Ia gelisah. Na Young ingat keinginan Jun Ki untuk kembali ke posisinya dulu. Jun Ki merasa anak-anak membutuhkan ibu mereka, ia akan mengurus yang lain dan Na Young hanya perlu memikirkan anak-anak.

Kwon Yul datang, ia tampak tidak percaya dan marah pada Na Young. Na Young hanya berdiri gugup melihat Kwon Yul.
Keduanya duduk berhadapan beberapa lama. Na Young mulai bicara dengan gugup, aku minta maaf karena melarikan diri waktu melihatmu di kampus saat itu. Aku sangat syok dan terkejut. Saat ini, aku tinggal bersama Jun Ki. Dia ingin aku tinggal bersamanya.
Kwon Yul tetap diam.
Na Young : Kau...pasti sangat membenciku karena muncul seperti ini, ya kan? Kau membenciku, benar kan?


Kwon Yul : Benar. Aku membencimu. Kau muncul seperti ini, aku benar-benar benci dan marah padamu karena ini. Bagaimana kau bisa melakukan itu?
Bagaimana kau bisa membodohi semua orang ..dan pura-pura meninggal dunia? Jika kau masih hidup seperti ini...kau seharusnya mengatakan sesuatu.

Na Young menangis, bagaimana aku bisa mengatakan itu? Saat aku sudah dikabarkan meninggal dan karena aku Su Ho terbaring seperti itu. Dan kau tahu kalau aku saat itu mencoba melarikan diri dengannya. Bagaimana aku bisa muncul di depanmu?
Jujur saja..ada kalanya aku ingin muncul di depanmu dan anak-anak. Tapi kalau terungkap bahwa aku akan melarikan diri dengan pria lain..aku takut akan menghancurkan karirmu.


Kwon Yul : Kau pikir itu alasan yang bagus? Apa kau sama sekali tidak memikirkan anak-anak saat kau bersembunyi? Apa kau tidak merindukan mereka?
Na Young : Aku merindukan mereka! Kau tidak tahu betapa inginnya aku melihat mereka! Aku sangat merindukan mereka. Apa kau akan mengijinkanku menemui mereka? Kau tidak akan melakukannya.
Kau boleh memakiku semaumu. Kau bisa berkata aku tidak memiliki hak dan marah padaku semaumu. Tapi, karena semuanya sudah terungkap, aku..ingin menemui anak-anak.

Diluar dugaan, Kwon Yul memberikan ijin pada Na Young, lakukan saja..kau bisa menjadi ibu untuk mereka. Aku akan mengijinkanmu menemui anak-anak. Kau bisa menjadi ibu mereka.
Kau tidak bisa menjadi istriku, tapi..kau bisa kembali sebagai ibu anak-anak.

Na Young terkejut, ia tidak menduga hal ini. Na Young menangis lega.

Kwon Yul keluar menemui In Ho dan mengajak In Ho kembali. In Ho heran kenapa Yul tidak menyinggung apapun padanya. Anda tahu kalau saya adalah adik Kang Su Ho.
Kwon Yul : Apa kau tidak tahu kalau aku sudah mengatakan semua yang ingin aku katakan padamu waktu itu? Aku berkata aku mempercayaimu.

In ho terkejut, jadi Kwon Yul sudah tahu sejak lama. In Ho tanya satu hal lagi, apa ia diijinkan untuk tetap disisi Kwon Yul sampai selesai.

Kwon Yul : Sepertinya kau berpikir untuk mengundurkan diri. Tapi kurasa sebaiknya jangan. Saat ini, aku membutuhkan seseorang disisiku. Manager Seo tidak disini dan kalau kau pergi juga, apa kau tidak berpikir kalau aku akan kesepian?

Da Jung menemui Dokter Oh dan mendengar penjelasan Dr. Oh kalau ayahnya sudah semakin parah sampai ia harus memintanya menamai semua barang2nya.
Menurut Dr. Oh, menulis jurnal atau membuat catatan juga akan memperlambat degenerasi otak.
Kondisi Ayah semakin memburuk, itu karena tumornya. Tapi Ayah bisa mengatasinya jauh lebih baik dari yang diharapkan Dokter Oh. Dokter minta Da Jung tenang.

Da Jung memberikan buku jurnal untuk Ayah, Ta-da!! Aku membelikan buku jurnal untuk Ayah. Sama seperti milikku. Da Jung ingin Ayah menulis di jurnal ini, tulis siapa yang menemui Ayah dan apa yang mereka katakan pada Ayah. Hal yang ingin Ayah ingat dan hal yang tidak ingin Ayah lupakan.
Ayah mengeluh tapi ia pasti akan melakukannya. Ayah tanya, Apa berita kalau Menantu Kwon akan mengundurkan dari sebagai Perdana Menteri itu benar? Da Jung terkejut, ia baru mendengar soal ini. Saat itulah Kwon Yul telp Da Jung.

Da Jung pergi makan malam bersama Kwon Yul. Kwon Yul heran, ia tidak menduga Da Jung akan segera menyanggupi ajakan makan malamnya.
Da Jung : Jong Ri-nim, ada apa dengan semua pembicaraan soal pemecatan anda?

Kwon Yul tahu, Da Jung pasti keluar karena alasan itu. Da Jung tetap ingin tahu apa Kwon Yul akan diberhentikan dari kantornya seperti itu.

Kwon Yul : Jadi, apa kau cemas?
Da Jung : Jong Ri-nim.

Kwon Yul tanya apa mereka bisa melakukan apapun yang ia inginkan hari ini? Bukan hal yang sulit. Tapi daripada membahas tentang pemecatanku bagaimana kalau kita hanya membicarakan soal yang menyenangkan saja? Kau ingin sekali putus dariku. Setelah putus nanti, apa kau punya rencana untuk masa depan?
Da Jung tahu Kwon Yul berusaha keras untuk ceria, ia tanya apa Kwon Yul memang benar ingin membicarakan ini?

Kwon Yul : Kalau bisa, kenapa kau tidak mencoba membuat lelucon untukku hari ini.

Da Jung : Jong Ri-nim, ada sesuatu yang terjadi selain soal pemecatan itu kan?
Kwon Yul menyangkalnya, tidak. Tidak ada yang seperti itu. Aku merindukanmu.

Da Jung menolak diantar oleh Kwon Yul dan ingin naik taksi saja, tapi Kwon Yul punya cara membujuk Da Jung, bukankah kau sudah setuju untuk melakukan apa yang kuinginkan hari ini? So, Da Jung mengalah dan masuk ke dalam mobil.

Pak Shim langsung tersenyum lebar, aigoo Nyonya, anda pasti mengalami saat yang berat. Da Jung tersenyum, tidak sama sekali.

Pak Shim ngoceh dan berkata bahwa anak-anak merindukan Da Jung, apalagi si kecil Man Se! Dia terus mengeluh karena sangat merindukan Nyonya. Da Jung tertegun. Kwon Yul meliriknya.
Da Jung dan Kwon Yul diam saja selama perjalanan, tapi keduanya saling bergantian mencuri lihat.

Sampai tiba-tiba Kwon Yul tertidur dan tanpa sengaja bersandar ke bahu Da Jung. wow..


Da Jung menoleh dan mengamati Kwon Yul, ia tidak berusaha membangunkan Kwon Yul.

Ayah terbangun dan mencari Da Jung, kemana anak itu pergi?
In Ho menemui Ayah. Ayah sepertinya mulai lupa dengan In Ho. In Ho menanyakan Da Jung.

Mobil Perdana Menteri tiba di depan RS tapi Kwon Yul masih tidur. Pak Shim bingung, Nyonya ..apa yang harus saya lakukan?
Da Jung ingin membiarkan Kwon Yul tidur sebentar lagi karena sepertinya Kwon Yul benar-benar tidur lelap.

Pak Shim heran, selama bertahun-tahun ia bekerja untuk Perdana Menteri, baru kali ini ia melihatnya tertidur di dalam mobil. Apa Perdana Menteri sangat kelelahan? Da Jung memberi tanda agar Pak Shim diam. Pak Shim tersenyum dan keluar dari mobil.
Da Jung tersenyum mengamati Kwon Yul.


In Ho keluar dan melihat mereka. Ia menghela nafas dan jalan masuk ke dalam RS lagi.

Beberapa saat kemudian, Kwon Yul terbangun tapi Da Jung sudah tidak ada. Kwon Yul tampak bingung, apa aku tertidur? Pak Shim tersenyum, ah Perdana Menteri, anda sudah bangun.
Kwon Yul menanyakan Da Jung dan Pak Shim berkata kalau Da Jung tadi memintanya tidak membangunkan Kwon Yul dan sudah masuk ke dalam RS. Kwon Yul mengerti dan mereka pulang.
Da Jung ternyata masih di lobi RS dan mengamati mobil PM sampai mobil itu berlalu.

Da Jung bertemu In Ho di dalam. Da Jung merasa ada yang terjadi pada Perdana Menteri hari ini selain soal pemecatan dari kantor.

In Ho membenarkan, hari ini Perdana Menteri bertemu Ny. Park Na Young lagi. Itu mungkin kenapa dia tampak banyak pikiran.

Jun Ki berkunjung ke kediaman Kwon dan membawa sandwich untuk anak-anak. Ia heran kenapa Man Se tampak tidak bersemangat meskipun ia membawa roti kesukaan Man Se.
Man Se tidak terlalu suka makan roti lagi. Kedua kakaknya berkata kalau Man Se merindukan Ahjumma.

Jun Ki sadar, anak-anak masih memanggil Da Jung dengan sebutan Ahjumma dan bukan Ibu.
Woo Ri merasa mereka lebih nyaman dengan panggilan itu dan karena Da Jung juga bukan ibu kandung mereka.

Jun Ki bicara sendiri, memang benar karena kalian punya ibu sendiri. Kalian tidak bisa memanggil orang lain sebagai ibu kalian.
Woo Ri tampak heran mendengar kata-kata Jun Ki.

Kwon Yul datang, ia tampak kesal melihat Jun Ki. Keduanya masuk ke kamar kerja Kwon Yul untuk bicara.

Jun Ki datang dan memastikan kalau mosi untuk memecat Kwon Yul sudah ia hentikan hari ini. Jun Ki juga sudah bicara dengan Presiden. Jadi kau cukup fokus saja dengan tugas-tugasmu sebagai Perdana Menteri.

Kwon Yul : Kenapa kau begitu mendukungku? Apa ini karena Na Young?
Jun Ki membenarkan, ini memang karena Na Young. Aku tahu aku sudah melakukan banyak hal yang tidak bisa dimaafkan terhadapmu, tapi sebagai teman, aku ingin minta tolong satu hal lagi. Yul, kumohon terimalah adikku kembali.

Kwon Yul : Apa Na Young tidak mengatakannya kepadamu? Aku memintanya untuk kembali sebagai ibu anak-anak, tapi bukan sebagai istriku.
Jun Ki masih mendesak Kwon Yul, yang harus kau lakukan hanya menutup matamu dan menerimanya kembali sekali ini saja. Begitu Na Young muncul kau tahu kalau pernikahanmu dengan wanita bernama Nam Da Jung itu tidak sah, benar kan? Kudengar, wanita itu tinggal dengan ayahnya. Dia pergi agar Na Young bisa kembali.

Kwon Yul marah, Jun Ki! Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Kenapa kau begitu kejam?
Jun Ki : Kau bisa mengatakan apapun yang kau mau kepadaku. Tapi Yul, kau tahu orang seperti apa Na Young itu kan? Dia menyembunyikan semuanya selama bertahun-tahun karena rasa bersalah! Demi anak-anak, apa kau tidak bisa menerimanya? Ibu mereka masih hidup, jadi tentu saja mereka harus tinggal bersama ibunya!

Tiba-tiba pintu terbuka dan woo Ri masuk, ia mendengar pembicaraan mereka, apa katamu? Paman..apa yang baru saja kau katakan? Apa maksudmu ibu masih hidup?
Kwon Yul dan Jun Ki terkejut, Woo Ri-ya.
Woo Ri tampak syok dan marah, apa maksudnya ibu masih hidup?


Da Jung duduk bersama In Ho. In Ho ingin tahu apa yang akan terjadi antara Da Jung dan PM Kwon sekarang. Da Jung berkata mereka harus putus.
In Ho : Lalu apa yang akan kau katakan pada ayahmu?

Da Jung akan memastikan Ayah tidak tahu soal itu. Ayahku..sangat bahagia waktu aku menikah dengan Perdana Menteri. Kalau Ayah tahu bahwa ini adalah pernikahan kontrak, dia bisa syok.
In Ho tanya apa Perdana Menteri juga sama ingin putus.
Da Jung : Tidak. Itulah kenapa aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.

In Ho usul agar Da Jung kencan saja dengannya, jika kau memang benar ingin putus dengan Perdana Menteri, kencan saja denganku. Tidak, kita pura-pura kencan saja. Aku akan membantumu.
Tapi Da Jung juga tidak bisa melakukannya.  In Ho mengerti, sebenarnya Da Jung juga tidak ingin putus dengan Perdana Menteri. Kenapa kau menipu dirimu sendiri? Kau tinggal menyukainya saja dan kau bisa mencemaskan soal lainnya nanti. Bukankah Da Jung yang kukenal memang seperti itu? Kenapa kau jadi pengecut?

Da Jung : Terserah, kau bisa menyebutku pengecut semaumu. Tapi kalau seseorang bisa berbahagia karena aku, maka itu tidak masalah.
Da Jung tahu In Ho mencemaskannya tapi saat ini, ia mohon agar In Ho tetap disisi Perdana Menteri. Seperti katamu dulu kalau kau ingin selalu disisiku, tapi sekarang kau harus disisi Perdana Menteri. Saat ini, hanya ada kau disisinya.

Da Jung kembali ke kamar dan melihat Ayah tertidur nyenyak. Da Jung tampak curiga dan membangunkan Ayah, tapi Ayah tidak bangun juga dan Da Jung mulai panik.
Da Jung berusaha menggoncang badan Ayah beberapa kali, Ayah! Ayah! Lalu ia memutuskan keluar memanggil dokter. Untung sebelum Da Jung keluar, Ayah terbangun, aigoo..kenapa kau berisik sekali? Aku tidak bisa tidur. Fiuh..


Jun Ki jalan pulang dan minta maaf pada Kwon Yul, ia tidak bermaksud Woo Ri tahu soal ibunya dengan cara seperti ini. Tapi Kwon Yul tidak mempermasalahkan ini, memang ia berniat mempertemukan Na Young dengan anak-anak. Kwon Yul juga mengerti maksud Jun Ki, hanya saja ia tidak bisa memenuhinya.
Meskipun ini tidak mengubah fakta kalau Na Young adalah ibu kandung anak-anak, tapi Kwon Yul tidak bisa hidup bersamanya lagi.

Jun Ki : Apa ini karena wanita itu, Nam Da Jung?

Kwon Yul : Jun Ki!
Jun Ki : Maaf kalau aku tidak sopan. Telp aku, aku akan menunggu.

Kwon Yul menemui Woo Ri di kamarnya, Woo ri-ya..
Woo Ri menjawab dengan suara serak, ia tidak ingin bicara dengan Ayahnya saat ini.

Kwon Yul tetap masuk ke kamar Woo Ri, aku berencana untuk mengatakannya padamu. Aku minta maaf karena kau mengetahuinya seperti ini. Apa kau tidak mau bertemu dengan ibumu?
Woo Ri berbalik, ia menangis marah, Memangnya dimana ibuku? Aku tidak punya ibu. Ibuku sudah meninggal! Dia meninggal dalam kecelakaan mobil!
Kwon Yul menghela nafas, Woo Ri-ya..

Woo Ri : Dia masih hidup selama ini! Dan dia tidak datang menemui kami? Ibu seperti apa dia?
Kwon Yul bingung bagaimana menjelaskan ini, Woo Ri-ya..dia memiliki alasan.
Woo Ri tetap marah, aku tidak membutuhkan ibu seperti itu. Aku tidak akan menemuinya!

Na Young merawat Su Ho di RS, ia tampak bahagia. So Ho, Kwon Yul ..berkata ia mengijinkanku menemui Woo Ri. Aku sangat bahagia. Aku merasa bersalah padamu, tapi..aku sangat bahagia.

to be continued.....

Notes :
Aku pikir 8 th lalu Na Young mungkin terkena sindrome Baby blues. Sebelumnya dia sudah depresi karena kesepian, lalu melahirkan Man Se dan suaminya tetap sibuk terus. Jadi depresinya semakin parah dan akhirnya membuat keputusan gila, melarikan diri dengan pria lain. Kwon Yul dan Na Young sama-sama salah menurutku.

PMI [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12-1], [12-2], [13], [14-1], [14-2], [15-1], [15-2]


1 comment:

  1. Udah gak sabar nunggu klnjtan sinopsisnya.. smngat y mba..

    ReplyDelete