Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Wednesday, January 19, 2011

Diskriminasi di Korea


Ada artikel menarik di Korea Times, sepertinya beberapa orang Asia Tenggara merasa di-diskriminasi ketika tinggal di Korea Selatan. Terutama kalau mencari rumah sewaan.

Ini artikelnya :

Michel Catuira (Filipina) tinggal di Korea tapi ia mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal. Banyak pemilik rumah kontrakan di Korea yang tidak ingin menyewakan rumah padanya, mereka berkata hanya ingin menyewakan rumah untuk orang Korea atau Kaukasia (Eropa, Amerika, Australia, dll)

"Aku pergi untuk menyewa studio kecil dan murah bersama temanku di Seodaemun-gu, Seoul. Pemiliknya menunjukkan pada kami ruangan dan tanya untuk siapa ini," kata Catuira. "Ketika aku berkata untuk aku, dia menolak menyewakan kamar itu. Jika itu untuk teman Korea-Amerika-ku, dia akan menyewakannya dengan mudah."

Catuira, President Migrant Trade Union, berkata kalau diskriminasi terhadap orang Asia Tenggara di Korea ada di mana-mana, dari naik taksi sampai menyewa rumah dan mencari pekerjaan.

Ini adalah bagian dari diskriminasi yang biasa dialami di Korea oleh banyak orang dari Asia Tenggara. Dilaporkan oleh Seoul Development Institute, banyak laporan orang telah di tunjuk wajahnya (mungkin ketika jalan, dituding-tuding), diabaikan, dan dihina.

Menurut penilitian, 25.9 persen dari penduduk Seoul yang berasal dari Asia Tenggara pernah mengalami diskriminasi dari orang Korea dan orang asing dari negara lain.

Jumlah ini lebih besar dari laporan penduduk anggota OECD seperti US, Jepang, Eropa, yaitu sekitar 8.2 persen saja yang lapor diskriminasi. Sedangkan dari Asia Timur lain seperti Taiwan dan Cina ada laporan sekitar 20 persen.

Penilitian ini diambil dari 333 penduduk asing di Seoul, July 2010 dan mereka biasanya berkata diperlakukan tidak adil dalam mencari pekerjaan dan dalam aktivitas ekonomi.

Diskriminasi juga dalam mencari tempat tinggal,

"Tuan rumah lebih suka orang Kaukasia tapi tidak untuk orang kulit hitam atau Asia Tenggara, mereka terlalu berisik dan bau. Itu adalah kecurigaan yang tipikal, seperti orang asing (di USA, dll) yang mendiskriminasi orang Korea dengan berkata mereka bau kimchi dan bawang," kata peneliti Hong Suk-ki

Mereka yang dari Asia Timur Laut berkata kalau ada diskriminasi dalam jasa kesehatan, tapi menurut peneliti, diskriminasi hanya karena kebanyakan RS hanya menggunakan bahasa Korea atau Inggris untuk melayani konsumen dan tidak siap dengan bahasa Cina atau Jepang, kata Hong.

Kalau penduduk dari negara OECD, hanya mengalami diskriminasi dalam masalah keuangan, misalnya bank2 di Korea yang hanya memberikan pelayanan terbatas.

Ketika ditanya apa mereka punya rasa memiliki sebagai penduduk Seoul, 21.9 persen berkata "tidak juga" dan 13.8 persen berkata, "sama sekali tidak." Banyak yang berkata kebudayaan dari negara asal mereka tidak dihormati di ibukota Korea.

"Di Itaewon dimana banyak orang kulit hitam berkumpul, masalah timbul antara mereka dan penduduk Korea, karena penduduk asli curiga dengan orang kulit berwarna dan tidak mengerti kebudayaan mereka. Orang Korea juga merendahkan orang Asia Tenggara sebagian karena orang Asia Tenggara relatif lebih pendek dan sebagian karena negara asal di Asia Tenggara relatif lebih buruk status finansialnya. Menghakimi orang karena asal dan pandangan yang tidak jelas seperti itu menyakiti mereka." kata Hong.

"Aku pikir ini bukan karena orang Korea itu jelek tapi karena mereka tidak terbiasa dengan kebudayaan asing. Orang Korea harus membuka pikiran mereka lebih luas lagi dan menjadi lebih bijaksana," kata Hong.


Notes :

Ini hanya sebuah eye-opener akan apa yang terjadi di Korea. Tidak bermaksud apa-apa, karena diskriminasi itu terjadi di mana saja.

Jangankan dengan orang asing, dengan sesama Korea saja mereka juga suka diskriminasi kan, seperti antara kaya-miskin dll. Bagi yang ingin kerja atau sekolah di Korea juga jangan kecil hati, yang penting kita bisa membawa diri dan selalu berpikir positif.

Lagipula, rakyat Korea adalah rakyat yang homogen, sama semua. Beda dengan Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dll negara Asia Tenggara yang terdiri dari banyak suku bangsa, dan terbiasa dengan banyak budaya, bahasa, kepercayaan, dan tradisi. Menurutku, orang Asia Tenggara lebih terbuka pikiran-nya dari orang Korea hehehe.

19 comments:

  1. Aduh, kok gitu sich.... Padahal Korea Selatan itu kan negara favoriteku...... Hufth....

    ReplyDelete
  2. ihh bener bgt ini tirza, aku pernah denger dari temen aku yang di korea, kebetulan dia indonesia-cina, disana dia dihina dengan kata2 korea, terus kalau mau naik kendaraan umum suka di tipu gitu deh, kesian
    gak nyangka aja, negara yang maju gitu masih primitif bgt ya..
    pantes aja orang barat jarang kesana kali ya... kebanyakan ke jepang

    ReplyDelete
  3. haduh2222....Tertraik dgn budya KOREA,,tp ko jd takt kl ntar ada rizky jalan2 kesanah,,takut gda penginapan,,,hahahaha
    ngegembel ajah gituh,,,

    ReplyDelete
  4. ga kaget sih. orang Korea kan "cinta" banget sama negaranya.. tapi kalo lama-lama kayak gitu, kesannya kuno.

    ReplyDelete
  5. waduhh...koq gtu ya??? padahal aqu tertarik banget ma all about korea tapi klo tuan rumahnya ga ngedukung jadi mikir juga!!??? :(

    ReplyDelete
  6. Betul juga Za... di filem Bandhobi yang ostnya pake lagu mocca itu juga ada dialo...
    Korean Girl (lupa namanya): Warna darahmu apa?
    Bangladesh Man: Sama dengan punyamu..
    Itu karena si Bangladesh item banget kulitnya sementara si Koreanya kan putih...
    Aku kepikiran dengan dialog itu selama ini...

    ReplyDelete
  7. yaaach jd kecewa hik hik pdhl aku sk bgt dgn hal2 yg berkaitan dgn korsel....

    ReplyDelete
  8. Ternyata aku tetep cinta Indonesia-ku wkwkwkwk~~~
    Temenku yg gawe disana juga sering cerita disana susah godain cewek korea :)) Coz tampang temenku Indonesia Banged :P

    ReplyDelete
  9. makin cinta deh Pada INDONESIA-KU.........

    ReplyDelete
  10. orang korea emang perlu membuka diri mereka lagi mengingat hallyuu wave kan udah dimana",, musiknya juga dicintai di mana".. kalo mreka kayak gtu, rasanya harus berpikir ulang deh kalo mau maen ke sana, mau nginep dimana coba? ahaha aku padahal pengen banget la kerja disana suatu saat nanti,

    ReplyDelete
  11. gag nyangka trnyata orang korea kaia gtu...
    q kira org korea baik2x...
    eh trnyata suka mendiskriminasi asia tenggara nyebelin banget sih...
    kecewa berat q... mentang2x cantik2x cakep2x tp kebanyakan oplas ..
    huh..
    *esmosi jiwa* X(

    ReplyDelete
  12. waduuuh...
    ternyata gt ya..!! tapi kalo Jepang gak segitunya kan ya kak Tirza???

    ReplyDelete
  13. Owalah, udah kadung suka sama Korea je. Skrg jd mikir2 deh....

    ReplyDelete
  14. iya nih...jadi mikir ribuan kali klo mo ksana...hhhh:'(

    ReplyDelete
  15. Mungkin juga sih...
    KIM BUM aja yang pernah keIndonesia tapi g boleh ada yg nyentuh...
    MC artis kita aja g boleh nyentuh...
    segitunyanya...y...?

    ReplyDelete
  16. klo kesana holiday az kle y...
    walaupun drama korea udh membius kita,tp jgn smpe deh kita lupa ama bangsa trcinta kita sendiri. wlupun dibnding korea,indonesia msh jauh,tp ttp harus cinta indonesia.hidup indonesia dg beragam suku n budayanya..

    ReplyDelete
  17. kenapa gt ya mbak? bukannya mreka lebih baik membuka diri? toh budaya, musik dan yg lain dr korea banyak org asia tenggara yg naruh minat besar ke mreka. lebih baik mreka lbh menghargai, nooffense, aku jg salah satu penyuka korea hehe x)

    ReplyDelete
  18. blognya mbak tirza makin byk pengunjungnya ya....blog mbak emang bagus sich palagi sinopsisnya....followersny ud 2000an...Aq trmasuk silent reader dr taon2 awal..congratz y mba...mudah2an makin topz...btw pengecualian bwt oppa kim nam gil kan?...he..he...kangen nich...tak goo rada2 mirip oppa ya?

    ReplyDelete
  19. mba tirza...

    aq izin copas yaa ., trimakasih mba ^^v

    ReplyDelete