Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, November 2, 2013

The Heirs episode 6

Kim Tan tiba di SMA Jeguk, membuat heboh semua orang. Young Do muncul dan keduanya langsung terlihat tegang.

Eun Sang jalan ke arah mereka sambil sibuk mengirim pesan pada Chan Young. Ia tidak sadar sudah berdiri di antara Kim Tan dan Young Do.

Chan Young langsung terlihat cemas. Eun Sang tertegun lalu menoleh dan baru menyadari situasinya. Young Do bersiul, apa ini? satu set hadiah?
Kim Tan langsung bicara pada Eun Sang dengan nada familiar, apa kau datang tanpa mengenakan seragammu? Wajah Young Do berubah, ia sadar keduanya saling mengenal. Young Do selalu tidak senang jika kedahuluan Kim Tan.

Chan Young langsung menarik Eun Sang pergi dari situ, ikut aku. Lee Bo Na langsung ngamuk, aku kesal sekali! Rachel Yoo setuju, aku juga.

Rachel Yoo mendekati mereka, ia bicara pada Young Do, kau sudah selesai memberi salam kan? Rachel ingin mengajak Kim Tan pergi, tapi Young Do menarik pergelangan tangan Rachel dan menahannya, kakak belum selesai bicara, adik.

Rachel terlihat kesal. Young Do menyambung, bagaimana kami bisa mengakhiri salam kami tanpa pelukan dan air mata? (wait, mungkin akan ada adegan ini nanti, saat mereka rekonsiliasi. It must be fun to watch wkk)
Rachel berusaha melepaskan diri tapi Young Do kuat sekali menahannya.

Kim Tan berkata dingin, Pelukan sedikit berlebihan, tapi jika kau menginginkan air mata, katakan saja, aku bisa membuatmu menangis. Ia menarik Rachel dari Young Do.
Young Do : benar kan, ini mulai menyenangkan. Aku akan merasa semangat sekali saat berangkat ke sekolah tiap pagi.

Kim Tan : Kalau itu membuatmu cemas, kenapa kau tidak pindah saja? Aku tidak bisa pergi, benar kan? Ibuku (eomoni) adalah Kepala Sekolah di sekolah ini.
Young Do menyeringai : Oh jadi seperti itu kau membedakan keduanya? Omma dan Eomoni?

Raut muka Kim Tan berubah. Young Do tampak puas, ini baru hari pertama..apa aku membawanya terlalu jauh? Aku hanya merasa sangat gembira karena sudah lama tidak bertemu. Kalau begitu, sampai jumpa lagi. Aku pergi dulu. Jo Myung Soo langsung merangkul Young Do, ayo kita pergi bersama!

Rachel mengajak Kim Tan bicara. Kim Tan menghela nafas dan jalan mengikuti tunangannya.

Kang Ye Sol (siapa dia dalam drama belum jelas, salah satu anak konglomerat yang jelas) baru tahu kalau itu yang namanya Kim Tan, bukankah katanya ia lebih kejam dari Choi Young Do? Tapi ia begitu tampan.
Bo Na : Itulah mengapa dia adalah iblis, karena dia mengganggu semua anak itu dengan wajah setampan itu.
Ye Sol heran, bagaimana Bo Na tahu. Bo Na tampak kesal, dia adalah cinta pertamaku, si brengsek itu.

Rachel berkata ia seharusnya mentraktir Jo Myung Soo. Kalau bukan karena Myung Soo, ia akan tampak seperti orang bodoh, tidak tahu kalau Kim Tan kembali. Padahal dia adalah tunangan Kim Tan.

Kim Tan meminta Rachel melakukannya, traktir saja dia makanan yang mahal.
Rachel tidak mengharapkan tanggapan seperti ini dari Kim Tan, ia tanya apa Kim Tan terlibat soal kepindahan Cha Eun Sang ke sekolah ini.

Kim Tan mengaku ia bukannya tidak terlibat karena ibunya adalah kepala sekolah disini yang menandatangani surat pindah itu.

Rachel : Aku tanya apa pendapatmu soal ini.

Kim Tan : Sejak kapan pendapat kita itu penting bagi keluarga kita? Aku tidak memiliki pendapat soal pertunangan kita. Perpindahan Cha Eun Sang dan aku..tidak ada hubungannya sama sekali.
Rachel jelas terluka, tapi ia bisa menutupinya. Baiklah, kalau begitu kita bicara soal kita saja.
Kim Tan : Kita sudah membicarakan..soal kita.

Kim Tan langsung pergi tanpa mempedulikan Rachel. Rachel tampak marah. (Rachel memang menyebalkan, tapi kasihan juga dia. Bagi ibunya dia hanya menjadi alat untuk merger dan akuisisi, serta diatur agar tidak terlihat memalukan. Lalu dia juga tidak diinginkan sama sekali oleh tunangannya. Kisahnya seperti Ratu2 Joseon saja.)

Chan Young duduk bersama Eun Sang. Ia berkata seharusnya Eun Sang telp agar mereka bisa berangkat bersama. Eun Sang kesal, seharusnya Chan Young yang telp, kenapa kau tidak mengatakan kepadaku kalau Kim Tan adalah putra Grup Jeguk?
Chan Young menghela nafas, jadi kau sudah tahu.
Eun Sang : Akan lebih baik kalau kau mengatakannya padaku sebelumnya.

Chan Young tanya apa kalau Eun Sang tahu, Eun Sang akan pindah dari kediaman itu? Eun Sang tidak bisa menjawab, mau pindah kemana dia.
Chan Young : Itulah mengapa aku tidak mengatakannya padamu. Dibandingkan dengan semua masalah yang akan kau hadapi, tahu soal identitas Kim Tan tidak begitu penting. Tapi, aku akan mengatakan kepadamu hal-hal penting yang ada di depanmu saat ini.

Eun Sang heran melihat gaya bicara Chan Young, kau membuatku takut saja. Chan Young memang serius, dengarkan baik-baik. Di tempat ini, ada sistem kasta/hirarki yang ketat.

Eun Sang : Kasta?

Chan Young menjelaskan, di SMA Jeguk, ada beberapa kelas.
1. Kelas pertama, adalah "Gyeong yeong sang sok jib-dan, Grup keturunan Chaebol" seperti Choi Young Do, Yoo Rachel. Singkatnya, para putra-putri konglomerat.

2. Kelas kedua, adalah "Ju sik sang sok jib-dan, Grup pewaris saham" Mereka tidak akan mewarisi bisnis keluarga, tapi mereka sudah menjadi pemegang saham mayoritas. Seperti Lee Bo Na.

3. Kelas ketiga, adalah "Myeong yeo sang sok jib-dan. Grup Pewaris Kehormatan. Menteri, politikus, Jaksa, dan pemilik kantor firma hukum. Anak-anak dari keluarga seperti itu." Seperti Lee Hyo Sin dan Jo Myung Soo.

Dan kelas ke-4, adalah grup Kesejahteraan Sosial, yaitu orang-orang seperti kau dan aku.
Eun Sang heran, grup kesejahteraan sosial? Chan Young membenarkan, itu adalah kelompok penerima beasiswa. Eun Sang bingung, kalau dia memang benar, tapi kenapa Chan Young juga masuk ke grup ini?

Chan Young : Kau mengenal sistem kasta kan? Anak sekretaris? Disini, aku adalah Sudra, Kasta terendah.

Eun Sang syok, kalau kau adalah kasta terendah, lalu bagaimana denganku. Aku..apa aku bisa menanggungnya? Chan Young menghiburnya, paling tidak kau memiliki seseorang di pihakmu. Semua anak sendirian disini saat mereka tiba, bahkan aku.
Eun Sang masih mencoba memahami semua kata2 Chan Young.

Chan Young mendapat pesan, hei murid pindahan, kau dipanggil ke kantor guru.  Aku adalah ketua kelas, jadi tanya saja semuanya padaku, kapan saja. Eun Sang tersenyum, ia lega karena paling tidak ada Chan Young.
Eun Sang : Ini pertanyaan pertamaku, dimana letak kantor guru ?

Eun Sang menemui guru. Guru memintanya duduk dan memberikan beberapa formulir untuk diisi. Kau bisa mengambil mata pelajaran yang sudah ditentukan seperti tercantum dalam jadwal, kau harus mengatur ekstra kurikulermu sendiri. Ini seperti sistem kuliah.
Eun Sang mulai mengisi formulirnya. Tapi ragu saat mengisi pekerjaan orang tuanya. Akhirnya Eun Sang mengisinya dengan ibu rumah tangga.

Guru : Kudengar pekerjaan ibumu adalah pelayan rumah tangga, itu sebabnya kau dibebaskan dari uang sekolah, ya kan?
Eun Sang : Tapi dia juga seorang ibu rumah tangga.

Seorang anak yang pernah jadi korban penindasan kelompok Young Do ada disitu dan mendengarnya. Anak ini sepertinya bersimpati pada Eun Sang.
Guru mengajak Eun Sang ke kelasnya, ini adalah kelas wajib, berusahalah dengan baik. Eun Sang masuk kelas dan ternyata ia sekelas dengan Kim Tan dan Young Do. Ini anugerah atau bencana? wkk

Guru minta Eun Sang mengenalkan diri, Eun Sang berdiri di depan kelas dan menyapa teman2nya dengan resmi. Semua langsung ketawa, ini seperti kelas bangsawan Joseon, dimana mereka tidak pernah menggunakan bahasa resmi kecuali saat bicara dengan Putra Mahkota wkk. Eun Sang langsung mengubah gaya bicaranya, ia berkata dengan singkat, aku Cha Eun Sang. Aku biasa saja dan rata-rata dalam segala aspek.
Aku adalah orang yang bisa melakukan apapun sendiri jadi aku menolak segala bentuk perhatian. Menerima bantuan akan menyusahkanku. Senang bertemu kalian.

Guru menyuruh Eun Sang duduk. Tapi seorang anak ingin tanya, bagaimana Eun Sang bisa masuk SMA Jeguk. Eun Sang tertegun, ia tidak bisa menjawabnya. Wajahnya mulai tegang.

Tiba-tiba Kim Tan mengangkat tangan, ada siswa pindahan lainnya disini.
Guru : Apa ada murid disini yang tidak mengenalmu?
Kim Tan : Tetap saja kita tidak boleh mengabaikan formalitas.

Kim Tan langsung berdiri dan jalan ke depan. Young Do langsung tahu kalau Kim Tan membantu Eun Sang. Kim Tan minta Eun Sang minggir, ini giliranku.
Eun Sang langsung duduk di salah satu bangku kosong. Young Do mengamatinya tanpa berkedip.

Seorang murid, Kang Ye Sol sepertinya naksir Young Do. Ia mengamati Young Do dan sadar kalau Young Do ternyata memperhatikan ..Eun Sang. Fiuh..another possible trouble here.

Kim Tan mulai mengenalkan diri, Aku Kim Tan, aku dulu sekolah..meskipun aku mengatakannya pada kalian, kalian tidak akan tahu. Aku baru pulang dari Amerika dan aku juga ingin menikmati kehidupan sekolah yang biasa saja.
Kim Tan menatap tajam Young Do, tolong kerjasama.


Ny. Han Ki Ae jalan di sepanjang lorong rumah mencari Ibu Eun Sang. Ajumma..ajumma.. Ia membuka pintu kamar mandi dan syok.

Hee Nam membersihkan bath-tub dengan seragam pelayan yang seksi wkk mirip cover film Housemaid-Jeon Do Yeon. Ki Ae terkejut, kenapa kau mengenakan kostum seperti itu?

Hee Nam menulis, untuk perubahan suasana hati.
Ki Ae kesal, lalu bagaimana dengan suasana hatiku? apa kau ini ingin jadi bintang film atau apa? Dari semua film, kenapa kau memilih film itu.
Ki Ae tanya dimana blus warna krem-nya, yang hanya ada 2 di Korea ini, satunya dimiliki oleh Jeon Ji Hyun.

Hee Nam menulis : dry cleaning only wkk.
Ki Ae mengeluh, ia merasa tidak pede kalau tidak mengenakan blus itu.

Ki Ae pergi ke galeri milik Ny. Jung. Ia melihat-lihat lukisan yang dipajang, Ki Ae komen, apa dia mengerti seni? Apa dia benar-benar tahu lukisan yang ia gantung ini?
(I don't know about art either wkk, aku bosan melihat lukisan yg sama digantung terus menerus, apalagi kalau harus membayar mahal untuk lukisan itu, kalau saja ada chip yang bisa memuat jutaan lukisan dalam satu pigura, sepertinya menarik.)

Ny. Jung jalan ke arah Ki Ae. Ki Ae tersenyum manis kepadanya. Ny. Jung langsung marah2, apa kau sudah gila! Apa kau tahu dimana ini? Beraninya kau melanggar batas.
Ki Ae membela diri, ia disini sebagai orang tua murid yang menemui kepala sekolah anaknya. Ini hari pertama Tan sekolah, pasti sedikit membuat keributan, benar kan?

Ny. Jung tidak percaya, kau gila benar kan? Aku mengijinkanmu mendapatkan kamar utama. Kau sudah mendapatkan yang kau inginkan, jadi tutup mulutmu dan tetap disana dan jangan pergi kemana-mana. Apa kau tidak tahu, kita tidak bisa terlihat bersama-sama.
Ki Ae kesal, apa aku tidak boleh keluar dan menghirup udara? apa aku ini Rapunzel atau apa?

Ny. Jung : Kalau kau ingin menghirup udara, pergi saja ke Sungai Han. Kau harus tahu tempatmu, ini galeri seni!
Ki Ae tidak bisa pergi ke sungai Han, ia takut ada yang mendorongnya ke sungai. Ki Ae sudah pergi ke dokter karena insiden pemukulan yang dilakukan Ny. Jung waktu itu. Ki Ae mengancam akan menuntut.

Ny. Jung merampas catatan dokter itu, ia membacanya : Depresi, mudah panik, anthrophobia (Takut pada orang/phobia sosial, seperti penyakit Go Dok Mi wkk)
Ny. Jung komen, bicara soal sosial (dae-in) phobia, bukankah aku ini "dae-in" (orang besar/pemimpin kelompok sosial)?
Ki Ae menyeringai : Secara teknis bukan, paling tidak kau harus setinggi 168 cm (untuk disebut dae-in = orang besar. haha dia main2 dengan kata.)

Ny Jung membalas : Kalau begitu, apa acrophobia bisa terjadi kalau seseorang tidak bisa mengajukan tuntutan? Kalau begitu tuntut aku! agar kau tidak mendapatkan go-so phobia ditambahkan pada diagnosamu! Pastikan kau melakukannya, ok?
(ini permainan kata juga, acrophobia = takut ketinggian. tinggi dan tuntutan hukum suaranya sama dalam bhs Korea, go so)

Ny. Jung melempar surat dokter itu ke arah wajah Ki Ae, lalu pergi meninggalkannya. (Kim Tan pasti sedih jika melihat ibunya diperlakukan seperti ini.)

Hyo Sin menyiapkan pengumuman untuk merekrut PD baru. Kim Tan masuk dan mengetuk pintu belakangan seperti kebiasaannya.
Hyo Sin tidak terlalu semangat menyambut Tan, tapi juga tidak tergolong dingin : kenapa kau repot-repot mengetuk?

Kim Tan : Bersikaplah baik dan ramah padaku, sudah setahun kita tidak bertemu. Kau bisa berdiri dan menyambutku, itu kalau kau mau.
Hyo Sin berdiri dan merentangkan tangannya, apa kau ingin dipeluk? Kim Tan langsung menghindar, hei..

Tan tanya apa Hyo Sin masih rajin belajar. Hyo Sin membenarkan, apa kau kembali atau hanya berkunjung saja?
Tan : Aku bahkan mengenakan seragam, artinya aku kembali. Bagaimana studio ini bisa begitu mengesankan?
Hyo Sin : Itu berkat ayahmu yang memiliki banyak uang.

Hyo Sin tanya apa Tan ingin ikut tes sebagai produser. Tan tidak tertarik, aku terlalu tampan menjadi produser.
 

Bo Na jalan masuk ke studio, tapi ia langsung balik kanan saat melihat Kim Tan. Kim Tan menyapanya, apa kabar Lee Bo Na?
Bo Na : Baik.
Kim Tan tanya dimana Chan Young. Bo Na teriak, Chan Young tidak melakukan kesalahan! Bo Na langsung pergi. Kim Tan bingung, lalu apa salahku?

Bo Na mengira Kim Tan masih belum bisa melupakannya sehingga mencari Chan Young untuk berkelahi dengannya. Bo Na sangat membenci Kim Tan, tapi dia terlalu keren. wkk.
Ye Sol yang menjadi teman curhat Bo Na, punya pendapat lain, saat aku melihat keduanya tadi, kurasa Young Do lebih keren.
Bo Na marah.

Myung Soo mendekati keduanya, ia justru tertarik dengan keberadaan Cha Eun Sang. Wajahnya terlihat tidak asing. Kebetulan Eun Sang lewat dekat loker mereka.


Myung Soo menghentikannya, apa kau ingat namaku? Mata air SMA Jeguk.

Eun Sang membaca nama Myung Soo : Jo Myung Soo.
Myung Soo : Kau pintar, aku juga tahu namamu, Cha Eun Sang, benar kan? Kau berdiri di pihak mana?

Eun Sang tidak mengerti maksud Myung Soo. Myung Soo menjelaskan, siswa yang tidak berasal dari SMP Jeguk, tapi yang tiba-tiba muncul seperti ini hanya berasal dari dua kelompok, kalau bukan dari grup kesejahteraan sosial atau grup "uang baru" (nouveau riche, orang kaya baru). Kau dipihak yang mana?

Eun Sang bingung menjawabnya, ia melihat ke arah Bo Na.  Bo Na langsung menyambarnya, kenapa kau melihatku? Jawab sendiri!
Rachel ke Bo Na : Kau mengenalnya?
Bo Na : Meskipun aku kenal dia, apa kau pikir aku akan mengatakannya padamu? Apa kau mengatakan padaku kalau Kim Tan datang ke Korea?

Ye Sol komen, Eun Sang benar2 istimewa, kau baru saja pindah, tapi sepertinya kau kenal Kim Tan, Choi Young Do, dan bahkan Bo Na mengenalmu. Chan Young menyeretmu dan Rachel membencimu begitu ia melihatmu. Siapa kau sebenarnya?

Kim Tan yang menjawabnya untuk Eun Sang, Uang Baru. Myung Soo langsung percaya pada kata-kata Kim Tan.
Myung Soo merasa itu mungkin, orang kaya baru yang terlihat biasa karena tidak tahu bagaimana membelanjakan uangnya. Bo Na tidak setuju dengan istilah itu.

Kim Tan mengajak si "Uang Baru" bicara. Tapi Eun Sang menghindar dan jalan ke arah lain.

Eun Sang jalan sendiri di dekat jembatan. Young Do sengaja menjulurkan kaki untuk membuat Eun Sang tersandung.
Young Do menahannya, kau tidak apa-apa? Eun Sang kesal, kau yang sengaja menjulurkan kakimu.

Young Do mengaku, kalau ia tidak menjatuhkan Eun Sang, aku tidak bisa menahanmu agar tidak jatuh. Eun Sang merasa Young Do aneh dan melepaskan tangannya dari tangan Young Do.

Young Do : Apa aku hanya aneh? Kau tidak merasa aku menakutkan?
Eun Sang : Kenapa aku harus takut kepadamu?
Young Do : Karena aku akan membuatmu jatuh. Sekarang jawab aku dengan benar, apa hubunganmu dengan Kim Tan?

Eun Sang minta Young Do bertanya sendiri pada Kim Tan. Young Do mulai kehilangan kesabaran, ah..aku belum mengenalkan diri, mulai hari ini, kau milikku.
Eun Sang bingung, Young Do menjelaskan, dengan kata lain "shuttle" (Sasaran penindasan) jika kau tahu artinya, jawab aku. Bagaimana kau mengenal Tan?

Kim Tan muncul, apa pedulimu, dia mengenalku atau tidak? Tanya saja langsung kepadaku. Kim Tan berkata ke Eun Sang, aku sudah bilang, kita harus bicara. Kenapa kau terus menghindar? Jangan melarikan diri lagi. Pergilah.
Eun Sang cepat-cepat pergi.

Young Do kesal, aku hanya mencoba berteman dengan siswa pindahan, tapi kau ikut campur.
Kim Tan : Tidak memiliki teman cocok untukmu. Kalau kau akan segera menyingkirkan mereka, kenapa repot-repot berteman?

Kim Tan pergi. (Young Do sakit hati dengan wanita simpanan ayahnya, jadi ia membenci Kim Tan yang anak wanita simpanan.)

Kim Tan berhasil bicara dengan Eun Sang, apa kau akan terus menghindariku?
Eun Sang : Bagaimana bisa? Bahkan jika aku pulang, kau ada disana.

Kim Tan menjelaskan ia tidak mencoba sengaja menyembunyikan identitas Eun Sang.
Eun Sang : Kau sengaja atau tidak, kau tahu situasiku, titik terendah dalam hidupku.
Kim Tan : Apa kau menangis?

Eun Sang ingin minta tolong, apa kau bisa pura-pura tidak mengenalku? Aku benar-benar ingin lulus dari sekolah ini. Aku benar-benar membutuhkan ijazah dari sekolah ini.
Tapi aku mengawali hari pertama ini dengan buruk, kenapa kau membuatku menjadi "Orang kaya baru?"
Kim Tan : Apa kau tidak suka menjadi "Orang Kaya Baru"? Apa aku harus membuatmu menjadi "chaebol?"

Eun Sang : Aku serius saat ini.
Kim Tan : Apa kau pikir aku menganggap  ringan hal ini?

Kim Tan hanya ingin membantu Eun Sang mendapatkan kehidupan sekolah yang normal dan biasa saja. Eun Sang merasa cemas, bagaimana kalau anak lain tahu yang sebenarnya?

Kim Tan : Tetaplah disisiku. Jika kau dekat padaku, kau tidak punya alasan untuk merasa cemas. Dan juga, cobalah untuk menghindari Choi Young Do.
Eun Sang : Tidak. Alasan kenapa Choi Young Do bicara padaku, dan alasan kenapa para gadis melotot padaku..kukira semua ini karena dirimu. Sekarang pun, karena kau, semua melihatku. Orang yang harus kuhindari bukanlah Choi Young Do, melainkan kau.

(Kenapa aku mendengar kata2 Choi Young waktu minta Eun Soo tetap disisinya? tetap di dekatku, agar aku bisa melindungimu? Tapi Eun Soo sama seperti Eun Sang, pasti lari pada awalnya wkk)

Kim Tan ingin bertemu Chan Young. Kim Tan pergi ke sebuah tempat, ia heran tempat apa ini? Chan Young ada disitu, ini studio alias tempat persembunyian Myung Soo.
Hehe..sikap Chan Young pada Kim Tan mirip sikap ayahnya pada Kim Won, sinis dan cuek, tapi tidak bermusuhan.

Chan Young sedang memperbaiki komputer Myung Soo yang dirusak oleh Myung Soo. Kim Tan komen, kau pintar soal komputer?
Chan Young : Tidak jelek. (dibawah Lee Yoon Sung lah)

Chan Young ingin tahu kenapa Tan menemuinya. Kau tahu kalau Eun Sang tinggal di rumahku kan? tanya Tan.
Chan Young : Eun Sang juga kalau dia tinggal di rumahmu.

Kim Tan minta Chan Young merahasiakan kalau Eun Sang masuk ke grup kesejahteraan sosial dan juga tentang Eun Sang dan Kim Tan.  Atau hal lain soal identitas Eun Sang.
Chan Young tidak percaya, kau menyuruhku diam? Aku adalah teman Eun Sang selama 10 tahun!

Kim Tan : Teman bisa menjadi musuh. Karena mereka tahu terlalu banyak tentang satu sama lain. Aku mengatakan ini karena itu dunia yang kualami.

Bo Na masuk ke studio, Chan Young! Ia syok saat melihat Kim Tan dan langsung berbalik, pura-pura mendapat telp dari seseorang.
Chan Young tersenyum geli. Kim Tan komen, ia merasa Bo Na belum bisa melupakannya.

Chan Young : Apa orang menghindari truk kotoran karena mereka tidak bisa melupakannya?
Kim Tan : Apa? truk kotoran?


Eun Sang pulang ke kamarnya yang sempit dan sumpek. Meletakkan tas dan langsung duduk di depan meja tanpa mengatakan apapun.
Ibu ingin tahu soal sekolah Eun Sang hari ini. Ibu memberi isyarat, ayo cerita, ibu ingin mendengarnya.

Eun Sang duduk di depan ibu, ibu ayo kita keluar dari rumah ini. Apa ibu tidak bisa mendapatkan pinjaman? Apa ibu tahu tempat untuk meminjam uang?
Ibu tidak tahu, ia minta Eun Sang tidak berkata omong kosong dan sekolah saja.

Eun Sang : Aku tidak peduli soal sekolah, kita jangan tinggal seperti tahanan di kamar ini dan pergi saja dari sini.
Aku bisa mendapatkan dua pekerjaan lagi dan kita bisa membayar sewanya.

Ibu marah dan memberi isyarat, jangan berpikir ataupun bermimpi soal itu. Ia sudah mencoba mencuci dan bekerja di restoran tapi ia selalu dipecat kurang dari 3 bulan karena ia bisu.
Tidak ada tempat lain yang mau menerima orang bisu seperti aku.

Eun Sang stres, apa ini salahku kalau ibu tidak bisa bicara?
Ibu terlihat sedih : Lalu apa ini salahku? Eun Sang menangis, ini tidak adil. Kenapa kita harus hidup seperti ini tanpa masa depan? Ini membuatku gila.

Kim Tan mondar mandir di gudang anggur, ia cepat2 sembunyi saat mendengar Eun Sang masuk. Eun Sang masih terisak. Ia masuk membawa netbook dan duduk di tempat favoritnya. Eun Sang mencari "seragam SMA Jeguk bekas." tapi tidak mendapatkan hasil.

Eun Sang menghela nafas, ia memutar musik dari netbooknya lalu bersandar sambil mendengarkan musik. Kim Tan juga duduk diam mendengarkan musik. Judulnya Du Saram (Two People)

Kim Tan mengirim pesan ke Eun Sang, apa aku bisa bertemu denganmu?
Eun Sang menghela nafas, ia membalas, kau dimana?

Saat itulah Kim Tan muncul, disini. Eun Sang benar-benar terkejut, astaga! Kenapa kau sembunyi? Aku benar2 terkejut!
Kim Tan : Kau yang lambat menyadari! Apa kau tidak melihat ada yang bersinar disana?

Eun Sang tanya sejak kapan Kim Tan ada disana, apa kau pernah seperti ini sebelumnya?
Kim Tan tersenyum, kenapa kau tanya? tentu saja aku pernah melakukannya.

Eun Sang semakin panik, kapan? Kim Tan tanya balik, kenapa? kau melakukan sesuatu yang terlarang? Kim Tan langsung meraih tangan Eun Sang.

Kim Tan menarik tangan Eun Sang ke arah hidungnya seperti akan mencium tangan Eun Sang. Kau tidak merokok. Apa kau menyumpahiku? wkk

Eun Sang tampak malu dan menarik tangannya, lepaskan.
Kim Tan ingin Eun Sang makan siang bersamanya besok. Eun Sang menolak.

Kim Tan menyuruh Eun Sang kembali ke sekolah lamanya saja. Kau hanya memiliki pilihan untuk tetap menjadi orang kaya baru dan ada di bawah bayanganku sampai kau lulus sekolah.
Eun Sang menolak.
Kim Tan : Tapi kau tetap harus makan siang bersamaku besok.


Siangnya.
Eun Sang memasang earphone di telinga sambil mengambil makan siang. Ia duduk di salah satu meja kosong. Seorang siswa, bernama Joon Young, korban penindasan Young Do mendekatinya, minggir. Ini tempatku.
Eun Sang membuka earphonenya, disini tidak ada namamu. Joon Young tahu Eun Sang sebenarnya tidak mendengarkan lagu.

Joon Young minta Eun Sang memelankan suaranya, aku tahu anak2 lain menganggapmu berbeda, tapi aku mendengar semuanya di kantor guru, soal pekerjaan ibumu. Aku mengatakan ini karena aku mencemaskanmu. Jangan pernah mengungkapkan identitas aslimu kalau tidak ingin ditindas. Tidak ada yang peduli dengan hati nurani disini.
Satu-satunya yang membuat mereka tertarik adalah penderitaan yang akan kau alami. Bertahanlah, tapi aku tidak bisa.

Eun Sang : Apa maksudmu?
Joon Young mengaku akan segera pindah sekolah.

Benar saja, Young Do cs datang mendekati Joon Young. Joon Young segera mengusir Eun Sang. Eun Sang masih di dekat meja itu dan melihat sendiri bagaimana Young Do cs menindas Joon Young. Salah seorang berseru ke Eun Sang, hei orang kaya baru, apa? Kau masih ada urusan? Apa kau ingin makan bersama kami?
Young Do nyengir, aku tidak merasa keberatan.

Eun Sang berbalik dan jalan pergi. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar anak2 itu mengejek dan mengganggu Joon Young.
Eun Sang kembali lagi dan marah, hei..! apa yang kalian..

Kim Tan muncul dan menarik Eun Sang pergi, sudah kubilang untuk makan bersamaku. Eun Sang marah, ia berusaha melepaskan diri dari Kim Tan.

Kim Tan membuat Eun Sang duduk di salah satu meja, apa kau mau duduk di tempatnya? Kim Tan duduk di depan Eun Sang, jika kau ingin menyelesaikan sekolah tanpa masalah, maka makan saja.

Eun Sang heran, apa ini alasan kau memintaku makan siang bersamamu?
Kim Tan : Itu sebabnya kau seharusnya mendengarkanku.

Eun Sang tanya bagaimana Kim Tan tahu soal ini, padahal Kim Tan juga anak baru disini.
Kim Tan mengaku, karena aku yang memulainya. Dulu, saat aku masih menjadi salah satu dari mereka. Kim Tan terlihat menyesal.

Young Do meletakkan piringnya di samping Eun Sang. Ia memutuskan bergabung bersama keduanya. Apa aku bisa duduk disini?
Kim Tan mengusirnya, pergi ke tempat lain, aku ingin menikmati makanan. Young Do membalas, ia baru mendapatkan selera makannya kembali dan ia bisa duduk di dekat si murid baru.

Eun Sang merasa tidak enak dan memutuskan pindah. Tapi Young Do menahannya dan membuat Eun Sang duduk.

Kim Tan mengajak Young Do makan berdua saja. Young Do menolak, tidak tanpa si anak baru, semua orang melihat kita, mereka akan mengira kita bertengkar.

Kim Tan marah dan melempar sendoknya. Membuat Eun Sang dan semua anak lain terkejut. Kim Tan duduk bersandar, ia kelihatan kesal.
Young Do menoleh ke arah Eun Sang, satu tangan menopang pipinya, ia nyengir..makan yang banyak murid baru.

Eun Sang terlihat stres, tapi ia bisa menahannya. Baiklah, kata Eun Sang. Kau juga makan yang banyak. Eun Sang mulai makan. Hebat sekali dia dan tidak tersedak.
 

Young Do tampak kagum, coba lihat dia, itulah sebabnya aku benar2 menyukainya.
Kim Tan benar-benar pusing.
(Posisi Eun Sang dan Kim Yoon Hee/Daemul-SKKS lebih mengerikan mana? menyembunyikan identitas sebagai anak pembantu dalam sekolah konglomerat atau sebagai wanita dalam sekolah penuh pria? wkk)

Kim Tan ngobrol dengan Myung Soo di ruang musik, ada beberapa siswa lain di dalam ruangan itu. Myung Soo membicarakan hobinya memotret dan Kim Tan janji akan melihat semua foto Myung Soo nanti. Young Do cs masuk, ia mengusir semua orang termasuk Myung Soo dan bahkan dua anak buahnya, ia harus bicara dengan Kim Tan.
Setelah semua pergi, Kim Tan komen, kau ini kekanak-kanakan sekali. Kenapa mengusir semua orang?

Young Do : Karena aku akan membicarakan apa yang tidak seharusnya mereka dengar. Sepertinya kau sudah melupakan sejarah, kebudayaan, dan norma sosial kita saat kau di Amerika. Di Korea, mereka melakukan yang namanya meluruskan hirarki demi kedamaian. Sesuatu yang sering kita lakukan dulu.
Kim Tan : Apa? Kau ingin berkelahi?


Young Do menyeringai, kita bukan anak usia 8 th lagi, kita sudah 18 th.
Kim Tan : Lalu apa maumu?
Young Do : Kita tidak bisa pergi ke sekolah yang sama. Entah aku yang pergi atau kau yang pergi.
Kim Tan : Aku baru pindah kemarin.
Young Do : Kalau begitu, pindah lagi. Aku memberimu kesempatan. Kesempatan untuk pergi sebelum kata "anak seorang wanita simpanan" keluar dari mulutku.

Wajah Kim Tan berubah, ia berdiri dan jalan ke arah Young Do. Aku masih terlalu muda untuk mengerti pepatah "Mengalah adalah kemenangan yang sesungguhnya."
Young Do : Aku terlalu jahat untuk membiarkan Tan seperti ini.
Kim Tan : Sudah terlambat bagi kita untuk berteman.
Young Do : Sudah terlambat untuk saling menghindar.
Keduanya berdiri berhadapan, saling menatap dengan tatapan laser. Lalu..

Young Do ada di bengkel motor. What? lalu tadi di ruang musik apa yang terjadi? tidak jelas, mungkin keduanya makan ramen bersama.

Ok, Young Do ingin melakukan sesuatu dengan motornya tapi mekanik menolak karena Young Do masih dibawah umur. Young Do minta mekanik itu melakukannya, aku akan tumbuh dengan cepat. (sesuai skenario)

Eun Sang datang mengantar pesanan ayam untuk mereka. Young Do melihatnya, ia mengenali Eun Sang dan tersenyum. Tidak lama, Eun Sang kembali ke bengkel motor mewah itu mengantar ayam. Mekanik heran kenapa Eun Sang datang lagi, mereka baru saja pesan dan baru selesai makan.
Eun Sang berkata ada yang telp untuk mengantar ayam ke bengkel ini. Ia telp untuk mengecek dan Young Do yang menerima telp Eun Sang.

Young Do jalan masuk bengkel, apa ini nomormu? dibelakangmu. Eun Sang berbalik dan melihat Young Do. Ia syok. Young Do membayar ayamnya, aku tidak pernah membayar untuk mendapatkan nomor. Aku seharusnya tanya pada Rachel.

Eun Sang minta Young Do tidak meneleponnya, ia tidak akan menjawab. Eun Sang memberikan tanda terima untuk Young Do, selamat menikmati.

Eun Sang pergi. Young Do menyindirnya, aku ingin tanya kenapa "orang kaya baru" bekerja, kepadamu. Eun Sang pucat, ia tidak bisa menjawabnya dan jalan pergi dengan wajah bingung.

Kim Tan pulang ke rumah dan bertemu ayahnya di halaman. Kim Tan membungkuk, aku pulang. Ayahnya hanya menoleh lalu mengangguk, baik. Kim Tan masih ingin bicara. Ayahnya heran, ada apa?
Kim Tan : Satu anak pulang dan yang lainnya pergi.
Tuan Kim : Yah, aku menyukai keduanya.
Kim Tan : Tapi sepertinya Hyung dan aku tidak menyukaimu Ayah.

Tuan Kim hanya menghela nafas, itu nasib seorang ayah. Tuan Kim minta Kim Tan menyediakan waktu besok pagi. Kim Tan tanya alasannya.
Tuan Kim : Kita harus membawa kembali anak yang sudah pergi.

Anak yang pergi dari rumah itu sekarang sedang terbaring sakit di hotel. Tapi daripada pulang ke rumah ia memilih dirawat Hyun Joo di hotel :)
Hyun Joo membuatkan bubur dan mengecek suhu badan Won, sepertinya kau bohong saat berkata kalau kau sakit.
Won : Meskipun kau tahu aku bohong tapi kau tetap saja membuatkan bubur untukku. Seharusnya kau membawa makanan enak. (sebenarnya Won demam, mungkin stres dan kelelahan.)

Hyun Joo bercanda, jangan membuatku melakukan tugas seperti ini, aku ingin pergi kencan. Won komen, Hyun Joo kejam sekali dengan orang sakit.
Hyun Joo tersenyum : Kau terlihat gampangan karena kau sakit. Itulah mengapa kau harus cepat sembuh.

Hyun Joo berkata buburnya sudah tidak panas lagi, makanlah paling tidak sedikit. Kim Won mengiyakan, ia menegakkan duduknya dan siap makan.

Ponsel Won berdering. Dari kantor. Won terlihat tegang, sekarang? kapan kau menerima telp? Aku akan datang dalam 30 menit.

Kim Won bergegas bangun dari tempat tidur, ia berkata akan pergi pada Hyun Joo dan minta Hyun Joo pulang saja. Kim Won langsung bercukur, merapikan rambut dan memilih setelan baju.
Hyun Joo hanya menghela nafas. Akhirnya ia pulang diam-diam. Saat Kim Won berbalik, Hyun Joo sudah tidak ada. Kim Won terdiam, tapi ia harus segera pergi.
(Kim Won dan Hyun Joo mungkin mirip seperti Tan dan Eun Sang waktu SMA)

CEO Kim tiba di kantornya bersama Tan. Keduanya disambut oleh Sekretaris Yoon. Kim Tan langsung sadar ini bukan hotel. Tuan Kim tanya dimana Presiden Kim.
Sekretaris Yoon berkata Presiden dalam perjalanan, ia mampir RS karena sedang sakit.
Tuan Kim dengan dingin komen, kalau ia sakit seharusnya ia pensiun saja, seperti aku. Wuih sadis.

Kim Tan tidak mau ikut masuk, Ayah akan menemui kakak kan? Ayahnya mengharuskan Tan ikut. Tan protes, ayah tidak pernah bilang kalau akan ke kantor.

Tuan Kim menegaskan, ini bukan untuk Won maupun Tan, ini adalah sesuatu yang harus kalian lakukan untukku. Selama kalian hidup sebagai putraku dibawah grup Jeguk. Kau tidak berhak pergi. (Untuk menunjukkan pada direksi dan pemegang saham, bahwa meskipun Tuan Kim sudah tua, ia masih memiliki dua anak lelaki sebagai penerus Jeguk. Sigh)

Tuan Kim duduk di meja rapat, ia menunggu. Sekretaris Yoon dan Kim Tan duduk di kursi dekat mereka.
Lalu pintu terbuka dan satu per satu anggota direksi lari masuk ke ruang rapat. fiuh..ini berat soalnya ini hari Sabtu. Seorang direksi senior sempat menyapa CEO Kim tapi tidak diacuhkan.

Seorang direktur lari masuk, ia masih mengenakan baju golf. Tuan Kim menyindirnya, kurasa kau belum berhenti taruhan golf.
Direktur itu buru2 menjelaskan, itu bukan taruhan, CEO, itu adalah bisnis.
Tuan Kim : Bisnis apa itu..kau yang pertama harus memberikan laporan.

Direktur itu syok. Sementara Direktur lain hanya menghela nafas perlahan. Sekretaris Yoon tersenyum tipis...sekali.

Kim Won terjebak dalam kemacetan parah. Wajahnya terlihat kesal sekali.
Rapat terus berlangsung, Tuan Kim mendengar laporan soal pembangunan JJ Convention di P. Jeju untuk paruh kedua th 2014. Kim Won datang. Ia terkejut melihat Tan ada di ruang rapat. Tan melihat kakaknya, ia kelihatan serba salah.
Tuan Kim menghentikan rapat sebentar, ada yang kelupaan. Jung dan Park sudah pernah melihatnya tapi yang lain pasti belum. Tuan Kim menoleh ke arah Tan, dia adalah putra keduaku. Aku membawanya agar kalian bisa melihat wajahnya. Kim Won tertegun, ini pengenalan resmi.
Direktur yang suka main golf tadi terlihat terkejut, putra kedua anda? kalau begitu dia...

Kim Tan menggigit bibirnya, ia tidak suka situasi seperti ini, saat ia menjadi pusat perhatian semua orang, tapi ia terpaksa berdiri : Senang bertemu Anda, saya Kim Tan.

Tan membungkuk. Para direksi langsung memuji Kim Tan dan Tuan Kim, anda beruntung Presdir dia tampan sekali. Dia mirip anda.
Kim Tan khusus menyapa direktur penggemar golf, apa kabar paman. Pria itu ternyata saudara Ki Ae.

Tuan Kim membubarkan para Direksi, kalian boleh pulang dan jangan mondar-mandir di jalan dengan gembira karena aku membiarkan kalian pulang lebih awal. Sekretaris Yoon tersenyum, itu joke khas CEO Kim. Semua Direktur tersenyum dan mohon diri.
Setelah semua keluar, Tuan Kim tanya kondisi Won. Won komen, ia tidak tahu ayahnya datang. Tuan Kim minta Won tidak tinggal diluar terlalu lama. Tuan Kim minta Sekretaris Yoon mengantarnya dan Tan pulang.

Saat Yoon lewat dekat Won. Won komen, kau selalu kejam padaku Tuan Yoon. Sekretaris Yoon hanya berkata ia akan kembali lalu membungkuk.


Kim Tan minta maaf, ia tidak datang ke kantor dengan sengaja. Ayah berkata kalau kami akan mengunjungimu tapi aku tidak tahu kalau kami pergi ke kantor.

Kim Won menyindirnya, memangnya sejak kapan kau melakukan sesuatu dengan sengaja? kau tidak pernah tahu apapun. Kau tidak melakukan semuanya dengan sengaja. Tapi..coba lihat apa yang terjadi kalau kau melakukan sesuatu tanpa tahu apapun.

Kim Tan tampak frustrasi, ia akhirnya protes. Hyung kau benar. Tapi kenapa aku merasa ini tidak adil? tidak peduli apa yang tidak kuketahui dan apa yang tidak kulakukan. Keberadaanku saja sudah membuatmu salah paham. Kim Won mendelik ke arah Tan. Tan menghela nafas, aku pergi.

Kim Tan makan ditemani ibunya. Ki Ae semangat sekali saat mendengar dari Tuan Kim kalau Tan ikut ke kantor dan rapat bersamanya. Tan berkata ia tidak ikut rapat dan hanya melihat saja.
Ki Ae tetap saja gembira, ia tanya banyak hal. Dimana Tan duduk, dimana Kim Won duduk.

Kim Tan terlihat lelah dan menuang air ke nasinya. What? Dia makan nasi dengan air. Ibunya protes kenapa kau makan nasi dan air saja, bukankah banyak makanan?
Kim Tan : Aku ingin makan dengan cepat agar tidak perlu mendengarkan ibu.

Ki Ae kesal dan justru bertanya banyak hal. Kim Tan kesal, ia membanting sendoknya dan jalan pergi. Tapi tetap saja Ki Ae gembira. Keluarga ini mirip keluarga Raja Joseon.

Eun Sang membantu ibu menjemur seprai. Ibu minta Eun Sang menyelesaikannya, ia harus mengecek sup. Ya ampun..padahal tadi di meja sudah ada banyak makanan, sup untuk dimakan kapan? Kim Tan juga makannya hanya nasi dan air 3 sendok.

Eun Sang selesai menjemur, ia berada di balik kain2. Kim Tan melihatnya. Eun Sang menghela nafas, cuacanya cerah sekali, seperti mengejekku. Pagi hari aku adalah si Orang Kaya Baru, malam hari aku adalah kelas kesejahteraan sosial. Hidup seperti apa yang bisa begitu jauh jaraknya?
 

Eun Sang istirahat di kursi, ia tertidur karena kelelahan. Kim Tan duduk di dekat Eun Sang dan memandanginya. Waktu seperti membeku :) OST Time..

Kim Tan membetulkan plester di jari Eun Sang. Eun Sang bicara dalam tidurnya, ibu..lima menit lagi. Aku ingin tidur sebentar lagi dan setelah itu pergi kerja.

Eun Sang terbangun. Ia langsung mengecek jam, jam berapa ini? Eun Sang lega karena ia belum terlambat masuk kerja. Eun Sang melihat ke atas dan melihat hiasan dreamcatcher tergantung di dekatnya. Kim Tan pasti tadi ada disini.

Kim Tan kembali ke kamarnya, ia berbaring di tempat tidur tapi tidak bisa tidur. 
Esther Lee masih memikirkan kejadian saat Sekretaris Yoon menciumnya. Ia mengharapkan Sekretaris Yoon meneleponnya, tapi kesal saat sadar Yoon tidak meneleponnya.

Esther bertemu Yoon lagi di hotel dan menyindirnya, sekarang ia sering sekali melihat Yoon disini. Yoon menjelaskan, ini karena Presiden Kim disini. Esther kesal kenapa Yoon tidak telp setelah kejadian itu.
Yoon : Kenapa kau tidak meneleponku?
Esther tidak tahu nomor telp Yoon. Yoon merasa itu tidak sulit bagi Esther sebagai Presdir RS International.
Esther : Sebagai Presdir untuk apa aku mencari tahu nomor telp Sekretaris seperti dirimu?
Yoon menyindirnya, orang yang lebih membutuhkan yang akan mencari alasan untuk mendapatkannya. Wkk..

Eun Sang menemui guru lagi untuk menanyakan soal beasiswa (ke LN). Guru berkata kalau semua siswa di SMA Jeguk juga bukan siswa biasa, mereka tidak hanya memiliki uang tapi juga pintar, apa Eun Sang yakin bisa bersaing dengan mereka untuk mendapatkan beasiswa.

Guru juga meminta Eun Sang ikut kegiatan ekstra kurikuler seperti tenis atau golf dan harus membayar untuk itu, karena itu diluar uang sekolah. Oya, sampai kapan kau akan mengenakan baju biasa?

Eun Sang jalan keluar kantor dengan wajah lesu. (Tuan Kim bukannya bermurah hati tapi menjerumuskan Eun Sang saat memberinya beasiswa masuk SMA Jeguk.)

Eun Sang melihat pengumuman yang dibuat Hyo Sin soal Produser baru. Ia ingin mencoba melamar karena mereka juga menawarkan beasiswa. Eun Sang menemui Hyo Sin dan menanyakan hal itu, aku tahu ada banyak yang melamar dan kalau semua anak itu telah memiliki guru les sejak mereka bisa berjalan untuk masuk ke sekolah unggulan. Tapi apakah beasiswa itu bisa dibayar dimuka?
Hyo Sin heran apa bedanya dibayar dimuka dan tidak. Eun Sang membutuhkan uang itu untuk membeli seragam sekolah.

Hyo Sin : Maksudmu kau ingin melamar sebagai produser agar bisa membeli seragam?
Eun Sang : Aku tertarik dengan kegiatan dalam studio produser..
Hyo Sin : Anggap saja kalau itu benar, kau sangat berbeda dengan rumor yang beredar. Apa kau benar2 tidak memiliki uang untuk membeli seragam sekolah? Kudengar kau adalah "Orang Kaya Baru".

Eun Sang berkata ia menghabiskan uangnya dengan sembrono dan membeli barang-barang yang tidak berguna.
Hyo Sin : Apa kau memintaku untuk memilihmu setelah kau membeli barang2 mahal dan tidak punya uang untuk membeli seragam baru?
Eun Sang mencoba membujuk Hyo Sin, kecuali satu bagian itu, aku pekerja keras dan tulus. Hyo Sin menyanggahnya, bagaimana aku tahu kau tulus atau tidak?

Eun Sang : Karena aku tahu orang seperti apa kau itu Seonbae, kau orang yang baik dan lembut. (Really?) Apa kau akan memberiku kesempatan untuk mengikuti tes?
Hyo Sin tersenyum.

Eun Sang jalan di lorong dan mendengar keributan. Ia jalan ke arah suara dan melihat Young Do sekali lagi menindas Joon Young. Joon Young sudah melaporkan kekejaman Young Do pada guru. Young Do menegaskan sekali lagi, betapa berbedanya ia dan Joon Young.

Young Do menekan Joon Young di loker dan mendorong dahi Joon Young berkali-kali. Lalu Young Do juga memukul kepala Joon Young.

Eun Sang marah melihatnya, tapi ia tidak berani mendekat. Anak lain juga diam saja, mereka tidak mau berurusan dengan Young Do.
Bahkan Kim Tan yang ada di dekat situ pura-pura tidak tahu dan dengan tenang membereskan lokernya.


Sampai akhirnya Eun Sang tidak tahan lagi dan ingin teriak. Joon Young juga tidak tahan dan mulai melawan. Ia teriak, jangan menyentuhku! aku tidak tahan lagi! Joon Young mengayunkan tasnya ke arah Young Do dan melukai wajahnya. Oh No!
Kim Tan menoleh sekilas, tapi ia tidak melakukan apa-apa. Kim Tan tahu apa yang akan terjadi pada Joon Young.

Young Do menyeringai dan menghela nafas, kenapa kau membuat situasi menjadi lebih buruk? Joon Young tidak peduli lagi, ia akan segera pindah dan tidak ada yang ia takutkan.
Joon Young langsung menyerang Young Do. Tapi Young Do lebih terlatih dan langsung membanting Joon Young dengan jurus yudo-nya. (Kim Nana, mana Kim Nana? anak seperti ini harusnya dibanting ama Kim Nana!)

Young Do menginjak bahu Joon Young dan menyadari kehadiran Eun Sang, ia menatap tajam Eun Sang. Kau seharusnya bisa menahannya sedikit lebih lama lagi. Aku menunggu apa yang akan terjadi padamu nanti.

Eun Sang gemetar ketakutan. Young Do pergi, ia jalan melewati Tan. Tan pura-pura sibuk membaca buku, sama sekali tidak menoleh.
Eun Sang segera menolong Joon Young, kau tidak apa-apa? Kau mau minum? Ini minumlah. Tapi sebelum Eun Sang bisa memberikan air untuk Joon Young, Kim Tan membuang botol air itu dan menarik Eun Sang sampai tersandar dengan keras di loker.

Eun Sang marah, apa yang kau lakukan? Aku hanya mencoba memberikan air padanya!
Kim Tan tidak kalah marah, apa kau tidak tahu? Jangan ikut campur dalam masalah seperti ini.

Rachel Yoo kebetulan lewat dan melihat keduanya. Rachel jelas tersinggung. Eun Sang membantah Kim Tan, aku hanya tanya apa dia baik-baik saja, bagaimana itu bisa disebut ikut campur?

Kim Tan : Disini, apa ada orang lain selain dirimu yang bicara dengannya?
Eun Sang melihat sekitar, memang lorong itu sekarang semakin sepi, anak-anak sudah kabur dan tidak ada yang menggubris Joon Young.

Kim Tan menjelaskan, di SMA Jeguk, kau tidak boleh membela yang lemah. Jika yang lemah membela sesama yang lemah, maka mereka akan semakin lemah. Eun Sang baru mengerti.

Malamnya, Rachel telp Eun Sang dan minta Eun Sang pergi ke satu tempat, ia minta name-tagnya dan akan mengembalikan formulir Eun Sang.
Eun Sang pergi ke sebuah spa mewah. Rachel minta name-tagnya. Eun Sang minta formulirnya dulu.

Rachel : Wanita sialan yang arogan. Apa Yoon Chan Young tidak menjelaskan hirarki di sekolah kepadamu?
Eun Sang : Bagaimana jika ya, apa bedanya?

Rachel : Sikapmu harus diubah, kau orang kaya baru. Aku tidak tahu bagaimana keluargamu bisa kaya, tapi keluargaku sudah kaya sejak kakek buyutku. Jadi jangan sampai namamu dan Kim Tan disebut bersamaan, itu akan menurunkan derajat kami.
Eun Sang : Meskipun kau tidak mempercayainya, tapi itu yang kuharapkan.

Eun Sang memberikan name-tag Rachel. Mana dokumenku? Rachel berkata ia sudah membuangnya, di tong sampah di bandara.
Rachel memuji Eun Sang yang sudah mau jauh-jauh datang kesini. Ia melemparkan uang 100 ribu Won ke meja, ini untuk ganti biaya transportasi. Jangan menolaknya, karena itu sama artinya dengan berkata "pergilah". Rachel pergi.

Eun Sang memandang uang di meja dengan perasaan terhina, benar ia membutuhkan uang itu, tapi kalau seperti ini caranya belum tentu Eun Sang mengambilnya.

Young Do ada di toko serba ada dekat rumah Myung Soo. Ia sepertinya menunggu Myung Soo keluar untuk dugem lagi. Ia menunggu ramennya matang. Young Do melihat Eun Sang lagi.
Eun Sang mengambil minum, membayarnya lalu duduk di meja depan toko dan tidur seperti biasa.

Young Do jalan keluar dan duduk di depan Eun Sang seperti dulu. Ia mulai makan ramennya sambil mengamati Eun Sang.

Young Do mencoba membangunkan Eun Sang, hei! hei! Ia menendang kaki Eun Sang. Eun Sang mulai terbangun. Young Do bicara sendiri, kenapa kau selalu tidur di tempat-tempat seperti ini? membuatku ingin melindungimu.

Eun Sang sebenarnya sudah bangun, tapi pura2 tidur karena takut pada Young Do.

Ponsel Young Do berdering. Young Do melihat nomornya dan menjawab, bagaimana kau tahu nomorku?
Kim Tan menjawab : Kau juga tahu nomorku.
Young Do : Baiklah, kita impas. Ada apa?

Kim Tan : Apa ramen-nya enak?
Young Do tertegun, ia sadar Kim Tan melihatnya. Young Do menoleh dan melihat Tan diseberang jalan.
Kim Tan memegang ponsel dan mengamati keduanya dengan tajam.


Heirs [1], [2], [3], [4], [5]

Notes :
Serial Heirs ini lebih realistis daripada BBF, masalah bullying dan penindasan di sekolah seperti Jeguk memang sudah mengakar kuat, tidak akan bisa dihilangkan begitu saja, meskipun oleh penciptanya sendiri (Kim Tan). Karena Korea itu kecil dan perekonomian hanya dipegang oleh keluarga Konglomerat yang 10% itu, maka anak2 seperti Joon Young memang sepertinya tidak punya harapan kecuali masuk dan kerja di salah satu perusahaan anak2 itu kelak.

Hubungan anak2 konglomerat dengan pacar2 mereka juga mirip aslinya. Mereka sulit sekali benar2 menikah dengan wanita yang dicintainya. Apalagi kalau wanita itu dari golongan biasa. Meskipun akhirnya bercerai, tapi anak2 konglomerat itu biasanya menikah dengan sesama pewaris. Seperti anak pertama Samsung (LJY), ia menikah dengan pewaris grup Daesang (ISR) meskipun akhirnya bercerai. Pasangan ini memiliki 2 anak. Mantan istrinya menuntut hak perwalian anak mereka.
 

Kim Won dan Kim Tan sepertinya akan menghadapi dilema yang sama. Apalagi kelihatan jelas, Kim Won tidak merasa aman dengan posisinya di Jeguk Grup. Buktinya, ia langsung kabur begitu mendapat telp dari kantor dan meninggalkan Hyun Joo.

Kim Tan dan Eun Sang ini mirip. Keduanya sama-sama kesal dengan kondisi ibu mereka. Kalau Eun Sang karena ibunya bisu, maka Kim Tan karena ibunya adalah wanita simpanan. Tapi keduanya tidak berdaya, karena itu diluar kendali mereka. Mereka harus mulai bisa menerima keadaan.
Aku salut dengan aktris Kim Mi Kyung pemeran ibu Eun Sang, aktingnya sebagai wanita bisu benar-benar lancar. Ia bisa komunikasi dengan bahasa isyarat seolah memang itu adalah bahasa sehari-harinya. Aktris veteran memang lain. Shin Hye juga lumayan.

16 comments:

  1. semakin kesini qo' aku ngerasa young do it like tao ming tse sih hahaha

    ngemeng2 soal kasta k', jd kim tan ada dikasta kelas berapa yach wkwkwkwk

    news k' agency kim beom dan moon geun young mengonfirmasi bhwa aktris mreka emang benar punya hubungan, kpn y agency SYJ n' KNG meralat pernyataan-ya hehehehe

    ReplyDelete
  2. sebenernya aku mau baca recapsnya mbak Tirza tp klo tentang harta-tahta-wanita kok gak tega ya? drama ini worth to watch gak sih mbak sebenernya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Azzahra, drama ini komersial. Artinya pasti mendatangkan keuntungan untuk produser dll Tapi worth to watch ngga..aku ngga tahu. Drama ini menunjukkan realita kehidupan kalangan atas Korea, mungkin hanya berguna untuk dijadikan pelajaran, bahwa uang itu bukan segalanya.

      Delete
  3. Ya bnr kak.. critax realitiz bgt...
    Tp q ttep mnggu YD bsa brubh ga sejahat it... jhat dkit gk ap2 lah...
    Hehehe love ma karakterx young do..

    ReplyDelete
  4. Tengkyu mbak tirza... Itulah salah satu alasan saya myukai drama korea... Saya senang mpelajari budaya, adat n kbiasaan negara yg mnurut saya unik n penuh filosofi spt korea.
    Bruntung skali saya lahir n bsekolah di Indonesia... Bullying memang ada tp yg manusiawi bnyk sekali...
    Sptny KimTan lbh berharga dr KimWon... Kenapa y...
    Mungkinkah ada cinta yg tulus n jujur dlm kluarga chaebol????....
    Jd hopeless nih sama cinta KimWon n EunSang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rienz, mungkin dulu ibu kandung Kim Won pergi meninggalkan Tuan Kim kali, pulang ke AS dan meninggal disana. Ibu Won dikubur di AS kan?
      Mungkin karena itu, Tuan Kim sedikit dingin pada Won. Mungkin lo

      Delete
  5. Paling sebel deh klo ceritanya udh ttg bullying. Berasa pgn gimanaaa gitu.
    Klo golongan konglomerat2 di indo kaya gt jg ga ya?

    ReplyDelete
  6. Menantikan saatnya tan menunjukkan eksistensinya dan kemampuannya. Mungkin taring harimaunya akam keluar ketika terdesak menyelamatkan org yg dicintainya

    ReplyDelete
  7. @fika, konglomerat di Ind? waduh aku ngga tahu wkk..tp anak sekolah yg bukan konglomerat aja sudah suka bullying, memaksa temannya tawuran, memaksa temannya merekam adegan xxx di kelas, mungkin yg konglomerat lebih parah. Kalau di kelas anakku bukan bullying, tp pamer wkk
    Misalnya, anak A cerita, akhir th ini aku mau ke Korea. Anak lain cerita, kemarin aku ke Disneyland Tokyo. Anak lain cerita, rumahku tingkat 6 pake CCTV di mana-mana dan ada liftnya, lantai paling atas dipakai untuk kolam renang dll..dsb
    Untung anakku ngga terpengaruh, yg penting bisa mengikuti pelajaran and have fun :)

    ReplyDelete
  8. karakter anak memang berhubungan erat sama kondisi keluarga dan lingkungan ya! ga selamanya kekayaan itu mendatangkan kebahagiaan. ya semoga dramanya berakhir happy ending ajalah..

    ReplyDelete
  9. kok akuh pengennya young do malah sama eun sang yaa... hehehehe.

    ReplyDelete
  10. haaaaaaaaa.......
    yg ini bener kak? (anak skol di jkt)
    walah melintas di pikiran aja kagak.......

    oya kak, minlong yg mingguan kdrama di lanjutin ya......itu unemployed pliiisssss

    ReplyDelete
  11. *ada choi young, lee yoon sung sm kim nana, kekeke mba tirza bisa aja =D*

    sy baru tau klo cerita di drama juga kejadian di dunia nyata di korea sana. ttg pewaris samsung yg mba ceritain itu ...

    sepertinya lebih bnyk pertimbangan y, klo memilih pasangan untuk anak orang kaya bgt / konglomerat / pewaris perusahaan.

    sedih juga, klo mrk pny segalanya tp ga bs menikahi org yg mrk cintai ...

    tp mungkin (?) ada org kaya bgt yg lbh bijak menanggapi hal ini, tidak menilai semuanya dr uang, wlwpun mngkn pasangannya bukan dari kalangan mrk.

    sy ga bgtu mengikuti BBF, (krn udh mls duluan tau jln ceritanya kyk meteor garden),
    tp melihat karakter jan di dan eun sang, sy setuju drama heirs ini lbh realistis.

    mngkn saja ada, tp sy blm prnh meihat seorang siswi perempuan berani scr frontal melawan kyk jan di.
    kebanyakan siswi perempuan pasti merasa takut saat melihat temannya dibully...

    ReplyDelete
  12. mbak tirza kenapa sinopsisnya gak lanjut?
    seneng loh baca sinopsisnya, apalagi ditambah komentar-komentarnya..
    Lanjut dong mbak

    ReplyDelete
  13. Sungguh aku ga tau dialog2 the heirs ini begitu menggelitik dan cerdas kalau aku ga baca recaps Tirza, apalagi yang adegan di galeri lukis... Setelah nonton sampe 16 episode saya baru bisa tertawa untuk episode 6 ini sekarang setelah liat sinopsis Tirza hahahahaha permainan katanya bener bener lucu *masih ngakak*

    ReplyDelete
  14. suka baca rekap dr mbak tirza dr dulu.. btw heirs nya kok blm dilanjutin ya? :)

    ReplyDelete