Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Monday, April 8, 2013

Nice Guy episode 18


Ma Ru membawa Eun Gi ke tepi sungai Han. Eun Gi langsung menuduh Ma Ru meninggalkannya, kau pergi kemana saja?
Ma Ru marah : Apa ini keputusanmu?

Park Jun Ha mendengar dari Sekretaris Hyun bahwa semua itu adalah ide Direktur Seo. Eun Gi yang sudah membocorkan berita hubungannya dengan Ma Ru dan Jae Hee pada media. Jun Ha syok mendengarnya.

Ma Ru berkata ia sudah tahu kalau Eun Gi sudah mendapatkan ingatannya kembali. Kau akhirnya ingat.


Eun Gi ingin tahu sejak kapan Ma Ru mengetahuinya. Kenapa kau tidak mengatakan apapun kalau kau sudah tahu?
Ma Ru : Aku ingin pura-pura dan ikut bermain dalam permainanmu.
Eun Gi : Kalau begitu kau seharusnya datang ke upacara pernikahan hari ini.


Ma Ru tidak setuju dengan cara Eun Gi. Kalau kau benar2 ingin membalas dendam, kau seharusnya langsung menyerangku dan Han Jae Hee. Kenapa kau melibatkan dirimu juga? Kau seharusnya hanya menyerang mereka yang kau benci. Mereka yang ingin kau bunuh. Kenapa kau membiarkan dirimu terlibat?

Eun Gi : Kau ini munafik.
Ma Ru membentaknya, kau tidak seharusnya membiarkan dirimu terluka! Ada banyak cara untuk menghancurkan Han Jae Hee dan aku. Kau cukup pintar untuk menemukan cara yang lebih baik.


Eun Gi berkata dengan penuh kebencian, saat aku sedang tergila-gila padamu, Ayahku meninggal dunia. Aku jadi gila dan tidak bisa berpikir jernih. Tidak peduli aku menyakiti diriku sendiri atau kalian berdua, tidak peduli apakah aku menumpahkan darahku sendiri atau darah kalian, selama aku bisa menjatuhkan kalian berdua, jika aku bisa membunuh kalian berdua. Aku akan melakukan apapun.
Itulah aku, Seo Eun Gi. Kalau kau takut, larilah. Paling tidak, kau merasa bersalah. Kau memberiku makan dan mengijinkanku tinggal di rumahmu. Kau mengasihaniku. Kita berteman. Aku seharusnya memberimu paling tidak satu kesempatan. Aku akan melepaskanmu kali ini, kau bisa lari, Kang Ma Ru.
Aku sudah mengatakan apa yang ingin kukatakan. Apa ada yang ingin kau katakan?

Ma Ru : Tidak.
Eun Gi : Tentu saja, kau seharusnya tidak mengatakan apapun. Kau bukan manusia kalau kau masih ingin bicara.

Eun Gi minta Ma Ru telp Pengacara Park untuk menjemputnya.

Eun Gi bahkan tidak mau menunggu di dalam mobil Ma Ru sampai Jun Ha datang. Ia tidak mau memakai jaket Ma Ru dan memilih berdiri kedinginan di luar mobil.


Jun Ha datang menjemput Eun Gi, ia membungkuk pada Ma Ru dan tanya Eun Gi mau diantar kemana.
Eun Gi tidak peduli kemana saja asal bukan rumah Kang Ma Ru. Eun Gi memejamkan mata. Jun Ha hanya menghela nafas dan menjalankan mobil.


Ma Ru masih di mobil, ia ingat pertanyaannya saat sarapan dengan Eun Gi. Kalau ternyata dirinya benar2 orang jahat, apa yang akan dilakukan Eun Gi.
Eun Gi berkata, ia tidak akan bisa memaafkan Ma Ru. Karena Ma Ru adalah orang yang ia pilih setelah meninggalkan ayahnya. Ma Ru saat itu tersenyum dan berkata ia lega, Eun Gi memang harus seperti itu.

Tapi sekarang, saat Ma Ru benar-benar menghadapi Eun Gi yang marah padanya, hatinya terasa sakit.

Jun Ha mengantar Eun Gi ke sebuah hotel. Jun Ha meminta Eun Gi istirahat dan ia akan pergi. Eun Gi menahannya, ia minta Jun Ha menemaninya, karena mungkin saja Eun Gi melakukan hal-hal bodoh saat ini.
Eun Gi : Aku tidak percaya pada diriku saat ini, apa kau bisa tetap disini untuk memastikan diriku aman hari ini?

Sekretaris Hyun mengemasi barang-barang Eun Gi. Jae Gil heran, apa memang harus dikemasi semuanya hari ini. Hyun diam saja. Choco lebih mengerti, saat ini Eun Gi tidak percaya pada siapapun dan membenci mereka. Kalau jadi Eun Gi, Choco juga akan melakukan hal yang sama.
Choco memberikan ikat rambutnya dan minta Sekretaris Hyun membawanya karena Eun Gi menyukainya.

Sekretaris Hyun bertemu Ma Ru di ruang depan. Ia berkata Direktur minta barang2nya dikemasi.
Ma Ru hanya mengiyakan.


Jae Gil mengajak Ma Ru minum. Tapi Ma Ru menolak dan memilih minta makan saja pada Choco.

Choco dan Jae Gil tampak sedih melihat Ma Ru yang mengalihkan emosinya pada makanan.
Ma Ru makan, makan dan makan terus seperti tidak terjadi apa-apa.

Ma Ru ingat perkataan Eun Gi yang ingin membalas dendam pada mereka dan tidak peduli caranya. Ma Ru akhirnya meletakkan sendok, ada yang harus ia lakukan.

Pengacara Ahn mengantar Jae Hee pulang, sudah malam dan tidak ada reporter lagi. Tapi ada seorang tamu yang muncul. Kang Ma Ru.

Ma Ru duduk di depan Jae Hee, diam saja sambil memainkan jarinya di atas meja. Pengacara Ahn berdiri di belakang Jae Hee.
Jae Hee kelihatan marah : Apa yang terjadi hari ini...adalah perbuatanmu?

Ma Ru membenarkan. Ia memutuskan mengakui perbuatan Eun Gi sebagai perbuatannya. Jae Hee tidak percaya, apa yang akan kau dapatkan dari itu?

Ma Ru : Han Jae Hee. Sebenarnya, itu adalah tujuan utamaku. Aku akan menyeret Noona pergi.
Ma Ru mulai memanggil Jae Hee dengan panggilan Noona lagi.

Pengacara Ahn marah, tutup mulutmu! Tutup mulutmu, Kang Ma Ru!
Ma Ru berkata ke Ahn, ia tahu apa yang akan dikatakan Ahn besok pada media. Kau akan menyangkal hubungan Han Jae Hee dan Kang Ma Ru dan berkata kalau itu tidak benar. Ini adalah jebakan yang dibuat orang dan siapapun yang melakukan itu harus bertanggung jawab. Kalau kalian berkeras menyatakan itu, pada saat kau membuat pernyataan, di saat yang sama..aku akan memberikan bukti yang lebih meyakinkan dan menyebarkannya pada media, kalian pasti akan dipermalukan.

Ahn : Beraninya kau mengancam kami? Memangnya kau siapa, berani mengancam kami saat ini?
Jae Hee mulai goyah, tapi ia tidak percaya, bukankah Ma Ru menyukai Eun Gi. Bukankah semua ini kau lakukan untuk Eun Gi.

Ma Ru tersenyum sinis, semua yang dilakukan hanyalah karena rasa bersalah. Sebagai manusia, aku pasti punya hati nurani dan aku hanya merasa bersalah untuk semua yang kulakukan. Aku hanya ingin mendapatkan hatiku yang baik kembali.
Cinta adalah...apa yang kuberikan pada Noona dulu, itu adalah cinta. Kau baru sadar betapa berharganya itu saat kau sudah tidak memilikinya. Berapapun harganya, Han Jae Hee ingin mendapatkannya kembali. Itu adalah cinta, Noona.

Ahn gemetar menahan marah, ia memperingatkan Ma Ru : Hati-hati dengan kata-katamu. Yang dicintai oleh Kang Ma Ru bukanlah Han Jae Hee, melainkan Seo Eun Gi.

Ma Ru : Kalau orang yang kucintai adalah Seo Eun Gi, kenapa aku tidak datang saat upacara pernikahan? Dan aku bukan orang bodoh. Aku melakukannya untuk mengakhiri hubunganku dengan Seo Eun Gi.

Ma Ru tanya ke Jae Hee, sampai kapan Ahn harus berdiri di sana, ada yang harus ia katakan pada Jae Hee. Sesuatu yang penting dan pribadi yang seharusnya hanya diketahui oleh mereka berdua.
Ma Ru ke Ahn : Apa kau ini lambat dalam menilai situasi? Tolong tinggalkan kami.

Ahn meninggalkan rumah keluarga Seo dengan wajah kesal.

Jun Ha mengetuk pintu kamar mandi, Eun Ki sudah ada di dalam sana selama satu setengah jam. Direktur, apa anda masih mandi?
Jun Ha merasa cemas dan memanggil staf hotel untuk membantu membukakan pintu.

Jun Ha masuk ke kamar mandi dan menemukan Eun Gi duduk mematung dalam bathtub masih mengenakan gaun pengantinnya.
Jun Ha memanggil Eun Gi dengan panggilan Direktur beberapa kali, tapi Eun Gi diam saja. Baru setelah Jun Ha memanggilnya Eun Gi-ah, Eun Gi mulai bicara.


Eun Gi sama sekali tidak bisa membenci Ma Ru, aku seharusnya membencinya, orang yang membuatku marah dan benci. Tapi tidak peduli seperti apa bayangan kematian yang ia lihat, Eun Gi tidak bisa membencinya. Pria itu tidak mencintaiku, karena pria itu, hidupku menjadi hancur.
Sementara dia hanya merasa bersalah dan mengasihaniku. Itu jelas bukan cinta. Tapi, orang itu mencintai Han Jae Hee. Demi mendapatkan Han Jae Hee kembali, ia memanfaatkanku. Yang ia lakukan hanyalah mempermainkan gadis bodoh yang telah kehilangan ingatannya. Jadi beberapa kali, aku meyakinkan diriku sendiri..aku memikirkan itu berkali-kali.
 

Tapi tetap saja, aku tidak bisa membencinya. Itulah sebabnya..itulah sebabnya..kupikir dengan melakukan itu, aku bisa mengakhiri semuanya. Itulah mengapa aku melakukannya. Kupikir, jika seluruh dunia mengetahui hubungan kami bertiga, cinta bodohku pada Ma Ru akan berakhir. Karena jika aku berkeras untuk mempertahankannya, orang-orang diseluruh dunia ini...akan memisahkan kami. Aku benar kan? Aku melakukan yang benar kan?
Ayahku, pasti senang di alam sana kan?

Eun Gi menangis semakin keras, tapi apa yang akan kulakukan? Aku merindukannya. Aku benar-benar merindukannya. Aku sangat merindukan Kang Ma Ru. Apa yang harus kulakukan, oppa? Apa yang seharusnya kulakukan?

Jun Ha tidak bisa menjawab, ia hanya ikut menangis karena penderitaan Eun Gi.

Ma Ru dan Jae Hee minum anggur dan bicara. Jae Hee mengingatkan Ma Ru untuk berhati-hati pada Ahn Min Young. Dia orang yang berbahaya. Dia bisa membunuhmu. Ma Ru hanya mengiyakan saja dan tidak ingin membicarakan itu. Ma Ru mencoba membuat Jae Hee percaya kalau dia benar-benar menginginkan Jae Hee kembali. Jae Hee tidak begitu yakin, apa benar kau adalah Ma Ru yang dulu?
Ma Ru tanya apa Jae Hee tidak percaya kepadanya saat ini?

Jae Hee mengepalkan tangannya, aku minta maaf Ma Ru. Aku..tetap mengenalmu lebih baik dari dirimu sendiri. Niatmu untuk menyeretku turun dari posisi ini, pada akhirnya, itu semua demi Seo Eun Gi. Meskipun kau menjual dirimu padaku, kau tetap ingin melindungi Seo Eun Gi.
Ma Ru tidak bergeming dan tetap menawarkan dirinya, jadi..apa kau mau membeliku? (Oh Ma Ru..demi Eun Gi dia benar-benar bersedia melakukan apa saja.)

Jae Hee menantangnya, jika aku mau. Apa kau mau datang?
Ma Ru bersedia, asalkan Jae Hee meninggalkan semuanya, melepaskan semuanya dan mengembalikan semuanya. Pergilah bersamaku ke dunia tanpa Seo Eun Gi, pergi selamanya. Apa kau bisa melakukan itu, Noona?


Eun Gi akhirnya tertidur. Jun Ha duduk di sampingnya, mengamati Eun Gi.

Ma Ru pulang dan jalan ke kamar Eun Gi. Ia duduk di tempat tidur Eun Gi sambil mengamati foto mereka saat di Aomori.
Paginya, Jae Hee mendengar Eun Gi kembali ke rumah dari bibi. Jae Hee menemui Eun Gi di kamar kerja mendiang ayahnya. Eun Gi memandangi foto ayahnya.
Jae Hee menyambut Eun Gi, kudengar kau kembali ke rumah? Eun gi membenarkan, aku tidak bisa terus tinggal di rumah Ma Ru.

Jae Hee : Kau benar, selamat datang. Tapi, aku tidak bisa menjelaskan padamu kemarin. Hubunganku dengan Kang Ma Ru..
Eun Gi tidak ingin mendengarnya. Jae Hee berkata kalau orang yang mengungkapkan semuanya adalah Kang Ma Ru. tujuannya adalah menghancurkanku karena meninggalkan dirinya dulu.

Jae Hee : Dia memang orang seperti itu. Sebelum kau kehilangan ingatanmu, aku berusaha keras untuk menghentikanmu, tapi kau sangat keras kepala dan tidak mau mendengarku.
Dia memang sampah seperti itu. Tapi kau sekarang sudah pulang, itu sangat melegakan. Kau harus mengakhiri perasaanmu padanya sekarang.

Eun Gi tampak terkejut. Ia tidak mengira Ma Ru mengaku sebagai penyebar berita ini.

Eun Suk pulang sambil menangis. Jae Hee bingung, Eun Suk, kenapa kau menangis? kau tidak sekolah?
Eun Suk menangis, ibu kau orang jahat. Ibu aku membencimu.


Jae Hee bingung dan tanya pada bibi apa yang terjadi pada Eun suk. Bibi tidak enak mengatakannya, tapi ia mengaku, rumor tentang hubungan Jae Hee dan tunangan Eun Gi sudah menyebar di TK (Korea dan gosipnya.)
Eun Suk pasti telah diganggu oleh anak-anak lain dan ada banyak reporter diluar. Lebih baik anda berangkat kerja lewat pintu belakang.

Eun Gi melihat kekalutan Jae Hee dengan ekspresi puas.


Ma Ru sudah ada di kantor dan mendengar orang-orang mulai bergosip tentang dirinya dan Jae Hee. Ma Ru tidak mempedulikan mereka dan jalan terus ke kantornya.

Jae Hee masuk kantor dan melihat Pengacara Ahn duduk menunggunya. Jae Hee tanya apa yang dilakukan Ahn di dalam kantor kosong pagi-pagi seperti ini.

Ahn berdiri dan sudah mengatur pertemuan Dewan Direksi, mereka pasti akan bertanya soal skandal Kang Ma Ru dan Jae Hee. Ahn ingin Jae Hee menyangkal semuanya.
Katakan pada reporter, setelah kita menemukan siapa yang menyebarkan berita, kita akan menuntutnya dengan pencemaran nama baik. Meskipun mereka memanggil Kang Ma Ru, tapi saya sudah mencegah kehadirannya. Siapa tahu Kang Ma Ru akan mengatakan sesuatu yang akan mengejutkan Direksi.

Jae Hee mengerti. Ia jalan ke jendela dan minta Ahn pergi. Jae Hee ingin sendirian.
Ahn tanya apa yang direncanakan Jae Hee dengan Kang Ma Ru, apa kau akan meninggalkan Tae San atau semuanya, apa kau akan mengikutinya?

Jae Hee merasa Ahn tidak perlu tahu apa yang ia putuskan, kenapa aku harus mengatakannya padamu? Kenapa harus mengatakan masalah pribadiku padamu..
Ahn marah dan mencengkeram kerah baju Jae Hee, kau yang mengajakku terlebih dulu! Memintaku menjadi pria untukmu, memintaku melindungimu. Kau yang mengajakku lebih dulu!

Jae Hee terkejut, Pengacara Ahn.


Ahn : Kau berkata status kita berbeda! Jangan lupa siapa yang membawamu sampai ke posisimu hari ini! Seorang pembunuh yang seharusnya membusuk di penjara selama 30 tahun! Putri dari pelacur rendahan! Siapa yang membantumu meraih semua yang kau miliki hari ini?
Aku jelas tidak akan membiarkanmu pergi ke sisi Kang Ma Ru. Kalau kau ingin kesana, kau bisa pergi dalam kondisi mati! Kau adalah wanitaku! Hanya untuk mendapatkanmu, aku melepaskan semuanya untuk sampai disini!

Jae Hee tampak ketakutan : Ahn Min Young
Ahn akhirnya melepaskan kerah baju Jae Hee. Lalu ia melamar Jae Hee (what?). Ayo kita menikah, Han Jae Hee.
Ahn memaksa mencium Jae Hee. (hiiy..orang ini mengerikan.)

Beberapa saat kemudian, Jae Hee menenangkan diri di toiletnya. Ia gemetaran. Jae Hee mengusap bibirnya. Sekarang ia kelihatan mulai ketakutan dengan Ahn Min Young.

Ma Ru menyiapkan pemotretan untuk produk busana outdoornya. Beberapa model kasak kusuk membicarakan gosip tentang Ma Ru, bukankah itu Pemimpin Tim Kang? dia masih berani menampakkan wajahnya disini, dia bahkan tidak pergi ke gedung pernikahan.
Ma Ru mendengar mereka, tapi ia diam saja.

Jun Ha muncul dan memberikan kopi. Jun Ha tanya kabar Ma Ru. Ma Ru tersenyum, seperti yang kau lihat.

Jun Ha mengajak Ma Ru bicara. Ia heran kenapa Ma Ru tidak tanya apapun. Ma Ru tanya, tentang apa?

Jun Ha tanya apa Ma Ru tidak ingin tahu soal Seo Eun Gi. Apa dia sakit, apa dia menangis, apa dia bersedih? Atau ..apa dia dengan berani melupakan Kang Ma Ru? Apa dia makan dengan baik, tidur nyenyak, hidup dengan baik?
Apa kau tidak ingin tahu?

Ma Ru tersenyum, ia ingin tahu. Tapi meskipun begitu, ia tidak akan bertanya.
Jun Ha : Kenapa?
Ma Ru : Karena aku takut kalau mendengar ia sudah melupakan Kang Ma Ru dan hidup bahagia maka aku akan terluka. Tapi meskipun jawabannya adalah sebaliknya, aku juga akan terluka.
Jun Ha : Meskipun begitu, kau seharusnya tanya karena kau bisa mendapat jawaban yang tidak kau duga.

Ma Ru sepertinya menahan air matanya. Ia berkata tidak perlu tahu soal itu dan harus pergi karena masih ada pekerjaan. Ma Ru membungkuk pada Jun Ha dan pergi.


Ma Ru kembali ke kantornya. Ma Ru mengeluarkan ponsel dan mulai mengetik nama Eun Gi, tapi membatalkannya. Ada telp masuk dari nomor yang tidak dikenal. Ma Ru mengangkatnya, Halo? tidak ada jawaban.
Ma Ru memberi salam sekali lagi tapi tetap tidak ada jawaban. Ma Ru terdiam. Tiba-tiba dari seberang terdengar lagu San Francisco. Ma Ru tahu peneleponnya adalah Eun Gi.
Eun Gi telp Ma Ru tapi tidak mengatakan apapun. Mereka mulai bicara dalam hati. Saling tanya dan Jawab di pikiran masing-masing.

Eun Gi dalam hati : Halo
Ma Ru dalam hati : Halo juga.
Eun Gi dalam hati : Apa kau sudah makan siang? Apa kau tidur nyenyak?
Ma Ru dalam hati : Bagaimana denganmu? Apa kau tidur nyenyak? Apa kau sakit?

Eun Gi dalam hati : Apa kau tidak merasa lelah? Ini sangat...sulit untukku.
Ma Ru dalam hati : Hari itu kau sudah demam dan mengenakan gaun pengantin yang sangat tipis. Apa kau kena flu?
Eun Gi dalam hati : Ma ru-ssi, kuharap ini tidak sulit untukmu. Kuharap kau tidak mengalami kesulitan karena aku.

Ma Ru dalam hati : Eun Gi....aku sangat merindukanmu.


Eun Gi mematikan ponselnya. Eun Gi kelihatan sangat sedih.

Setelah Eun Gi mematikan ponselnya, barulah Ma Ru bicara, aku sangat merindukanmu, Seo Eun Gi.
Kau harus meneleponku lagi besok Eun Gi, aku akan menunggu telp darimu.

Jae Shik ada di rumah Ma Ru lagi. Ia sibuk mengukir kayu dan tanya kapan Ma Ru pulang. Choco tidak tahu, kenapa?
Jae Shik berkata ia harus bertemu Ma Ru hari ini karena urusan khusus. Jae Gil melihat ke arah Jae Shik dengan curiga, apalagi Jae Shik membawa pisau yang tajam.

Choco memanggilnya untuk makan. Jae Shik bergabung dengan mereka. Choco masak sup daging sapi. Jae Shik kagum dan tanya ini sapi lokal atau impor. Choco berkata ini sapi lokal. Jae Shik tanya soal tingkatan kualitas, tapi Choco tidak tahu.
Jae Shik mengeluh dan berkata tidak bisa makan daging yang murahan. Jae Shik minta susu. Choco malas meladeni Jae Shik, ia berkata akan ke toilet dan minta Jae Gil yang membeli susu.

Jae Gil heran melihat ukiran Jae Shik. Tertulis : "Ma Ru ?"
Jae Gil tanya apa artinya ini, apa ini Ma Ru mereka? Jae Shik tidak mau menjelaskan, memangnya Ma Ru hanya Ma Ru kalian? Berikan saja aku susu.
Jae Gil kesal, kami tidak punya susu!
Jae Shik ngambek, aku tidak jadi makan!
Jadi Jae Shik ke rumah mereka dengan rencana membunuh Ma Ru? astaga satu orang ini, udah dikasih makan juga.

Jae Hee minum alkohol di kantornya dan memikirkan perkataan Pengacara Ahn. Lalu ia memikirkan ajakan Ma Ru untuk pergi saja. Bersama denganku, ke tempat dimana tidak ada Seo Eun Gi, pergi selamanya. Apa kau bisa melakukan itu, noona?

Jae Hee pergi ke kantor Ma Ru dalam kondisi setengah mabuk. Kebetulan, mereka berkata kau belum pulang, tapi kerja lembur.
Ma Ru : Apa kau habis minum?
Jae Hee mengajak Ma Ru menemaninya minum. Ma Ru tidak percaya Jae Hee bisa minum-minum di kantor. Jae Hee berkata semua staf sudah pulang, selama kau tutup mulut, maka tidak masalah.

Jae Hee bicara filosofi, betapa bodohnya manusia. Hanya demi mendapatkan uang dan kekuasaan di usia muda, mereka menyia-nyiakan kemudaan dan kesehatan mereka. Lalu mereka mulai sakit, lalu setelah mereka tua dan memiliki kekuasaan dan uang. Tapi demi mendapatkan kemudaan dan kesehatan mereka kembali, mereka akan menghabiskan uang yang mereka peroleh dari kerja kerasnya.

Jae Hee telp Jae Shik, ia marah-marah. Kau bertanggung jawab untuk menghentikanku. Demi orang yang sudah kutinggalkan, aku bersedia menyerahkan semua yang kumiliki hari ini.
Jae Shik tahu Jae Hee mabuk. Ma Ru duduk dan mengamati Jae Hee.

Eun Gi menyelidiki tentang Jae Hee. Ia bicara di telp, sepertinya dengan Jun Ha. Jadi yang membantu mengumpulkan dana rahasia Han Jae Hee adalah Presdir Kim?
Jun Ha membenarkan dan itu sebabnya Eun Ki dituduh menggelapkan dana perusahaan, tapi penyelidikannya tiba-tiba dihentikan. Sepertinya itu dilakukan oleh Presdir Han.


Jae Hee pulang dalam kondisi mabuk. Ma Ru membantunya masuk ke rumah. Eun Gi melihat keduanya.
Jae Hee : Itu Eun Gi. Kau belum tidur?

Ma Ru terkejut bertemu Eun Gi, perlahan ia melepaskan lengan Jae Hee. Eun Gi menatap tajam Ma Ru. Ia tanya kenapa Jae Hee minum banyak.
Jae Hee : Karena aku merasa gembira.

Jae Hee bahkan mengajak mereka minum bersama lagi. Ma Ru tanya dimana kamar Jae Hee pada bibi. Ia mengantar Jae Hee ke dalam kamarnya.
Saat Ma Ru akan pergi, Jae Hee terus saja berkata : Aku menyesal ..Ma Ru. Aku menyesal. Aku sangat menyesal.

Ma Ru keluar dan melihat ke lantai atas. Ma Ru memutuskan menemui Eun Gi. Eun Gi duduk diam di kamarnya.
Ma Ru : Jadi kau disini?
Eun Gi : Ya
Ma Ru : Kau baik-baik saja?
Eun Gi ; Ya
Ma Ru : Kau makan dengan baik? tidur nyenyak?
Eun Gi : Ya
Ma Ru : Kau tidak jatuh sakit?
Eun Gi : Ya
Ma Ru : Apa hanya itu yang bisa kau katakan?

Ma Ru melihat sekeliling kamar Eun Gi, jadi seperti inilah kamarmu yang sebenarnya. Benar-benar sangat luas, pasti sangat berat harus berbagi kamar dengan Choco.
Tidak ada yang akan kau katakan padaku? Baiklah, kalau begitu aku pergi.

Ma Ru keluar dari kamar Eun Gi. Setelah pintu ditutup, Eun Gi menyusul Ma Ru. Tapi keduanya berhenti di depan pintu. Tangan mereka ingin meraih gagang pintu tapi tidak jadi.

Ma Ru telp Eun Gi dari depan pintu kamarnya, apa ini satu-satunya tempat yang bisa kau tinggali? Kenapa wajahmu kelihatan kurus sekali? Aku tidak tahan melihatmu seperti ini. Han Jae Hee, apa dia tidak memberimu makan? Apa ia mempersulitmu? Jahat padamu?
Aku akan pergi. Kita ketemu lagi. Selamat malam.

Eun Gi dalam hati : Bisa melihat wajahmu hari ini, aku merasa sangat bahagia. Jaga dirimu.

Paginya, Jae Gil melancarkan protes. Ia melarang Ma Ru berangkat kerja. Aku tidak akan pindah! Meskipun aku mati, aku tidak akan bergerak!
Sampai kau bersedia pergi ke RS, aku tidak akan beranjak dari sini!

Ma Ru protes, aku harus kerja. Jae Gil marah, apa kerja itu penting sekarang? Sebenarnya, rencananya adalah menyeretmu ke RS setelah pernikahan, tapi sekarang pernikahanmu dibatalkan. Jadi tidak ada alasan tidak pergi. Ayo pergi.
Ma Ru : hei, Park Jae Gil!

 Jae Gil : Kalau kau takut operasinya gagal, kau tidak perlu cemas. Jika kau meninggal di meja operasi, aku akan mengurus Choco seumur hidupku sebagai pengganti dirimu. Jika kau lumpuh, maka aku akan merawatmu seumur hidupku. Jadi jangan khawatir dan pergilah operasi.
Kalau kau berkeras ke kantor, injak aku dulu baru pergi.

Ma Ru menginjak Jae Gil. Choco heran, apa yang dilakukan Jae Gil di lantai?
Ma Ru : Aku tidak tahu, dia minta aku menginjaknya. Aku pergi.

Jae Gil : Ma Ru! dasar brengsek.
Choco tidak mengerti kenapa Jae Gil minta diinjak, kau tidak punya daging untuk diinjak. Jae Gil berkata hatinya sakit sekali.

Jae Hee tanya pada pengurus rumah tangganya, kemarin..Ketua Tim Kang, apa dia menemui Eun Gi?
Bibi membenarkan. Jae Hee ingin tahu berapa lama. Bibi berkata hanya sebentar, tapi dia berdiri di depan pintu lumayan lama.


Eun Gi bertemu Jun Ha. Ia berkata sedang menyelidiki lagi kematian ayahnya. Ada beberapa hal yang mencurigakan menurut Eun Gi. Karena ia mendengar ada kemungkinan ini adalah pembunuhan.
Eun Gi : Ajumma di rumah juga berkata bahwa Pengacara Ahn dan Han Jae Hee tiba di rumah dalam waktu yang hampir bersamaan. Apa kau pikir ini kebetulan?
Hubungan Pengacara Ahn dan Han Jae Hee serta foto mereka yang kau tunjukkan padaku, apa benar ayahku tidak tahu?

Jun Ha : Beliau tahu.
Eun Gi terkejut, apa katamu? kau bilang ayah tahu masalah itu?

Jun Ha berkata sebelum ia punya kesempatan untuk mengatakan pada Eun Gi tentang Pengacara Ahn dan Han Jae Hee, Presdir sudah mengetahuinya.

Eun Gi marah sekali : Ini satu kebenaran besar dan kau menyembunyikan ini dariku? Apa sebenarnya tujuanmu menyembunyikan ini dariku? Apa ini yang akan kau katakan padaku saat ingatanku sudah kembali?
Apa ada lagi hal-hal yang kau sembunyikan dariku? Katakan padaku semuanya! Coba dan katakan semuanya padaku!
Jun Ha diam saja.

Jun Ha merenung sendiri di taman, ia ingat saat kematian Presdir Seo dan ancaman Ahn Min Young. Pengacara Ahn menantang Jun Ha melaporkan mereka, karena ia juga punya dokumen tentang ayah Jun Ha, Pengacara Park Hyeong Pyo. Apa yang ia lakukan pada mendiang ibu Eun Gi. Bukti yang terorganisir tentang kecelakaan lalu lintas yang membunuh Nyonya.

Jun Ha memutuskan menemui Ma Ru. Ma Ru heran, ada apa? Jun Ha ingin bicara sesuatu dengan Ma Ru.
Ma Ru mengerti dan mengajak Jun Ha bicara sambil makan siang. Jun Ha menolak dan ingin bicara di kantor saja, ini penting, lebih baik aku mengatakannya disini.

Jun Ha : Kalau aku tidak mengatakannya sekarang, aku takut kalau aku akan berubah pikiran.

Malamnya, Ma Ru jalan ke arah taman dan menemukan Jae Hee. Jae Hee gemetaran dan duduk disalah satu bangku taman.

Ma Ru duduk di samping Jae Hee dan perlahan memeluk Jae Hee. Jae Hee menangis dalam pelukan Ma Ru.
Dari jauh, kita lihat Seo Eun Gi juga jalan ke taman itu dan melihat keduanya.

Suara Eun Gi : Ingatan memainkan suatu permainan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Ingatan akan ditulis ulang dan lenyap...Apa ingatanku adalah ingatan yang utuh? Apa ingatanku bisa dipercaya? Apa sebenarnya yang kulihat hari itu?
 

Nice Guy [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17]
 

Notes :
Sejak awal mengikuti serial ini, aku tetap masih heran dengan keputusan Ma Ru yang bersedia masuk penjara demi Jae Hee. Benar-benar pria yang langka di dunia. Atau pria paling bodoh. Kalau Jae Gil dia benar2 teman setia. Meskipun cuma dimulut, tapi sudah berani janji akan merawat Ma Ru kalau misalnya operasinya gagal saja sudah menandakan dia teman yang baik dan tidak lari kalau temannya susah.

2 comments:

  1. asyiik, horee dikit lagi Mbak Tirza, semangat yah

    ReplyDelete
  2. Adegan bicara dlm hati ambil nelpon gini,kayanya cuma ada di drama korea,.romantis banget,.juga adegan nelpon dari balik pintu..duh,episode ini kuulang berkali2..
    Ma ru itu cowo yg bisa berkorban utk org yg dicintainya..Menjual diri,demi Choco,.masuk penjara demi Jae hee,terakhir rela kembali ke Jae hee,agar Eun gi selamat..Tirza unnie,2 Jempol utk sinopsisnya..

    ReplyDelete