Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Thursday, February 14, 2013

Flower Boy Next Door episode 11

[Apa aku bisa kembali pada diriku yang dulu?]

Beberapa saat sebelum kecelakaan...
Enrique mengakhiri acara peluncuran biografi-nya dengan pelukan gratis. Semua fansnya bersorak gembira.

Enrique tidak memeluk para gadis, ia hanya melambai pada mereka. Enrique justru memeluk tiga fans yang selalu menguntitnya diam-diam. Mereka teriak2 senang, Enrique! Enrique!


Enrique juga tampak gembira. Wajahnya berubah waktu melihat poster Van Gogh. Ia ingat saat mendengar Dok Mi mengajak Jin Rak melihat pameran itu.

Jin Rak senang sekali karena Dok Mi mengajaknya kencan, ia bicara sendiri dan mengulang terus perkataan Dok Mi, pamerannya akan segera berakhir, aku ingin menunjukkannya padamu.
Dong Hoon menata rambut Jin Rak dan membentuknya dengan hair-spray. Jin Rak ngoceh dan ketawa-ketawa, kau dengar itu? ia ingin menunjukkannya padaku. Dong Hoon selesai mengurus rambut Jin Rak. Ia mengiyakan kata2 Jin Rak dan bergegas pergi.

Jin Rak menoleh ke arah cermin sambil tertawa. Lalu ia melihat rambutnya. Jin Rak syok dan teriak kesal, Dong Hoooooon!!!! Rambut Jin Rak diatur menghadap ke depan semua.

Enrique jalan2 di sekitar patung Yi Sun Shin. Ia merekam dirinya sendiri dan ketawa2 sendiri. Lalu tiba2 diam karena melihat iklan pameran Van Gogh. Ada seorang gadis yang mengamatinya diam-diam, dandanannya mirip Seo Young. Enrique menoleh dan gadis itu menyembunyikan diri.
Enrique jalan lagi. Ajumma misterius itu mengikuti Enrique.

Jin Rak dan Dok Mi jalan ke arah pameran lukisan. Jin Rak kelihatan sangat bahagia.

Ternyata memang Bae Bok yang mengikuti Enrique. Sekarang wajahnya kelihatan jelas. Ajumma misterius itu tiba-tiba muncul dan mendorong Enrique ke tengah jalan raya.
Enrique terjatuh. Ia melihat mobil yang melaju kencang ke arahnya.

Dok Mi membuka brosur dan tanpa sengaja jarinya terkena pinggiran kertas sampai berdarah.

Enrique berbaring tanpa bergerak di atas aspal. Orang-orang mengerumuninya. Tiba-tiba ia melihat Dok Mi.
Dok Mi kelihatan cemas dan menangis.

Enrique tersenyum, ia bicara dalam hati, kau kan pergi dengan hyung ke pameran jadi kenapa kau ada disini ajumma..aku sudah jatuh cinta.
Enrique menangis setelah menyadari perasaannya.

Bae Bok membungkuk di atas Enrique, oppa..apa kau tidak apa-apa? Bangunlah oppa!

Dok Mi serius mengamati sebuah lukisan karya Van Gogh. Jin Rak berdiri di sampingnya. Jin Rak bahkan meminta orang2 di sekitar Dok Mi untuk menjauh dan memberikan waktu untuk Dok Mi.

Tiba-tiba Dok Mi melihat Enrique di depannya dan bicara tentang Van Gogh tanpa henti. Aku sangat menyukai Gogh hyung sehingga aku tidak pernah lupa menyinggungnya dalam setiap kuliahku. Kenapa Gogh hyung melukis foto dirinya begitu banyak. Jika kau membaca surat yang ia tulis untuk adiknya, Theo, ada kalimat2 seperti ini :
Aku ada dalam proses mencoba untuk pulih. Saat aku melihat lukisan foto dirinya ini, lukisan itu mengingatkanku pada kata2 itu. Kau juga harus mencobanya ajumma.

Dok Mi menghembuskan nafas dan jalan. Enrique imajinasi tetap mengikutinya, dan tetap ngoceh. Enrique mengutip Van Gogh, kalau ada orang yang berkata aku melukis terlalu cepat tanpa ketulusan, itu artinya mereka melihat lukisanku tanpa ketulusan.
Saat mengingat kata-kata Gogh hyung, kau harus tulus.

Dok Mi berbalik dan Enrique imajinasi tersenyum lebar di depannya.

Dok Mi menoleh lagi, dan melihat Jin Rak. Dok Mi tanya apa dia terlalu lama disini.
Jin Rak : Tidak, kau lihat saja pelan-pelan.

Dok Mi serius mengamati lukisan lagi. Jin Rak melirik tangan Dok Mi, ia ingin sekali menggandengnya. Jin Rak mengulurkan tangan ingin menyentuh tangan Dok mi, tapi ia tidak berani.

Dok Mi tiba2 tanya apa kau tahu apa yang ditulis Van Gogh dalam suratnya yang terakhir pada adiknya, Theo?
Jin Rak terlalu fokus pada tangan Dok Mi, ia menjawab : Aku ingin menggenggam tanganmu.

Jin Rak sadar ia sudah kelepasan bicara. Tapi herannya Dok Mi membenarkan, Benar. Jabat tangan. Jabat tangan untukmu dari kakakmu, Vincent.
[Mungkin yang dimaksud surat tgl 23 Juli 1890 ini .."More soon. Look after yourself, and good luck in business &c. Warm regards to Jo (Joanna, istri Theo), and handshakes in thought.
Yours truly,
Vincent."
]

Dok Mi : Dari tangan yang ia gambar di lukisannya, ia merindukan adiknya dan ingin menggenggam tangannya. Kau bisa merasakan hatinya, ya kan?
Tapi Dok Mi juga sadar kalau Jin Rak benar2 ingin menggenggam tangannya, ia langsung menyembunyikan tangannya di bawah syalnya. Kasihan Jin Rak.

Jin Rak tampak kikuk dan pura-pura ingin melihat lukisan lainnya. Jin Rak jalan pergi.


Ada seseorang yang dilarikan ke RS. Fans Enrique langsung panik dan menyebarkan berita ke semua media sosial.
Internet langsung dipenuhi berita kecelakaan yang menimpa Enrique. Enrique dilarikan ke UGD dsb. Heboh sekali.

Berita itu juga dibaca Do Hwi dkk. Do Hwi tanya ke Dong Hoon apa Enrique ini orang terkenal dan apa ia menyukai Dok Mi?
Dong Hoon : Setelah kejadian di pesta itu kau belum kontak dengan temanmu? Aku akan kontak Hyung untuk memintanya menyampaikan berita ini ke 402.

Do Hwi tidak bisa kontak Dok Mi saat ini. Ia juga tidak ingin Jin Rak mengetuk apartemen Dok Mi hanya untuk menyampaikan berita. Dong Hoon berkata tidak perlu repot2 mengetuk pintu, karena keduanya sedang kencan saat ini.


Do Hwi syok, kencan? Do Hwi seperti akan pingsan. Mereka berdua kencan? Apa itu masuk akal? Gadis menggelikan itu!

Do Hwi menenangkan diri dan pura2 kepanasan. Ruangan ini panas sekali, Do Hwi menyalakan kipas angin.

Dok Mi berkata ia kenal orang yang sangat menyukai Van Gogh dan adik Van Gogh, Theo. Theo membantu kakaknya melukis dan ingin membuat semua orang tahu lukisan kakaknya. Setelah kakaknya meninggal, Theo sangat sedih dan tidak lama ia meninggal menyusul kakaknya. (Begitu dekatnya sampai Vincent dan Theo dikuburkan bersama di Auvers-sur-Oise)

Jin Rak tahu siapa orang yang dimaksud Dok Mi. (Enrique so pasti)
Jin Rak mengajak Dok Mi duduk dulu dan bicara. Ia berkata, ini pertama kalinya dalam 3 tahun, ia keluar sejauh ini dari rumah untuk waktu yang lama. Gedung itu sungguh aneh, kalau sudah di dalam rasanya kau tidak ingin keluar, ya kan? Maksudku, itu tidak aneh. (Kalau Dok Mi tidak pernah keluar juga tidak aneh.)

Dok Mi tidak pernah merasa tidak nyaman tinggal di dekat Jin Rak. Aku tidak tahu kalau kau menggambar dan menempelnya di kotak susu setiap hari.
Jin Rak berkata mulai saat ini ia bisa menggambar lebih banyak lagi untuk waktu yang lama, ia sudah berpikir apa lagi yang bisa ia tulis dan gambar untuk Dok Mi.

Dok Mi diluar dugaan minta Jin Rak menghentikannya. Akan lebih baik kalau kau berhenti sekarang. Aku akan pindah.
Jin Rak kelihatan sedih : Aku tahu. Aku mendengarnya dari Pak Hong. Sejak kecil saat aku mendapat hadiah yang besar aku selalu bisa membayangkan pasti akan terjadi sesuatu. Jadi setelah aku dewasa dan mendapatkan hadiah, aku merasa sedih dan berpikir, apa lagi yang akan terjadi kali ini. Jadi sat kau mengajakku datang ke pameran, aku merasa bahagia tapi aku berpikir ini seperti hadiah. Ia pasti akan mengucapkan selamat tinggal.
Tapi kalau hatimu merasa tenang, aku baik-baik saja. Jin Rak menangis. Ia juga tanya apa kepindahan Dok Mi karena dirinya, kalau alasannya karena aku dan apa yang kulakukan 3 tahun terakhir ini, aku tidak bisa melakukan apapun, jadi kau tidak perlu terganggu karena itu.
Apa ini karena jejaknya? (Enrique). Kalau orang itu pergi maka kau mungkin akan sedih dan memikirkannya untuk waktu yang lama. Apa kau ingin bersembunyi di satu tempat dimana kau tidak perlu bertemu dengannya.

Dok Mi : Ini karena impianku. Selama setahun, tidak melakukan apapun dan melakukan yang ingin kulakukan. Aku hanya memutuskan untuk mempercepatnya.

Jin Rak mendapat sms dari Dong Hoon soal kecelakaan Enrique.
Dok Mi : Apa kita disini saja sampai pameran selesai? Apa kau punya waktu?

Jin Rak : Tidak. Enrique diteror dan sekarang di RS dan beritanya ada di internet. Kondisinya sepertinya serius.
Dok Mi langsung gemetaran. Ia tampak kebingungan dan syok. Dok Mi mengambil ponsel dan ingin telp Enrique. Jin Rak mencegahnya, tidak ada gunanya telp.
Jin Rak memutuskan mengantar Dok Mi langsung ke RS. Jin Rak mengamati Dok Mi dengan pandangan sedih. Karena ia tahu perasaan Dok Mi yang sebenarnya.
Dok Mi melipat tangan dan menutup matanya, seperti berdoa dengan sungguh-sungguh.

RS penuh dengan reporter yang ingin tahu kondisi Enrique. Dok Mi dan Jin Rak jalan masuk. Dokter mencegah mereka.
Jin Rak berkata mereka dari kantor Enrique dan mendengar Enrique kecelakaan. Apa mereka bisa melihat Enrique. Dokter hanya mengijinkan satu orang saja yang masuk. Jin Rak minta Dok Mi saja yang masuk ke dalam.

Dok Mi masuk ke ruang UGD dan melihat dokter bersama paramedis berusaha menyelamatkan seseorang yang luka parah. Dok Mi ketakutan, ia ingat alasan Enrique tidak jadi pulang ke Spanyol. Karena aku mencemaskanmu, jadi aku kembali.
Dok Mi merasa bersalah.

Tiba-tiba terdengar perintah Dokter pada Enrique untuk pergi ke ruang CT scan. Enrique harus memeriksa lengan dan kakinya.
Dok Mi jalan mendekat. Enrique jalan ke arah pasien yang sedang dirawat tadi. Ternyata Enrique tidak apa-apa, ia masih bisa jalan. Dok Mi lega sekali melihatnya dan menangis.

Enrique mengamati pasien yang terbaring. Orang itu ternyata ajumma misterius yang mendorongnya ke jalan raya tadi. Enrique tanya ke ajumma itu, Kenapa? Kenapa kau melakukan itu?
Bae Bok ada di dekat Enrique dan memohon agar Enrique bersedia dirawat.

Dokter menyuruh Enrique pergi ke ruang CT-scan. Bae Bok memohon pada dokter untuk menyembuhkan Enrique, karena Enrique tidak boleh luka tangannya. Dokter membantu Enrique jalan ke ruang CT-scan. Bae Bok juga membantu memegang lengan Enrique.
Mereka jalan melewati Dok Mi. Dok Mi melihat ketiganya, tapi Enrique menunduk dan tidak melihat Dok Mi.

Dok Mi jalan keluar. Jin Rak menemuinya dan tanya kondisi Enrique. Dok Mi berkata luka Enrique sepertinya tidak terlalu parah. Jin Rak tanya apa Dok Mi bertemu Enrique. Dok Mi tidak menjawab, ia hanya merasa lega.
Jin Rak minta Dok Mi tetap di RS bersama Enrique.

Jin Rak : Meninggalkanmu disini dan pergi. Aku hanya akan melakukannya satu kali ini saja. Hari ini kau harus disini, tapi lain kali aku tidak akan pernah melakukan itu.
Jin Rak jalan pergi.

Dokter merawat pergelangan dan tangan Enrique. Ia memuji Enrique karena sebenarnya ini sakit sekali. Kau harus hati-hati, ini akan terasa sakit selama 2-3 minggu.
Enrique lebih mencemaskan ajumma yang luka parah itu.

Dokter berkata pendarahannya sudah berhenti dan wanita itu sudah melewati masa kritisnya, karena ia sudah sadar sekarang.


Enrique menemui ajumma itu. Wanita itu berbalik dan tidak ingin melihat Enrique.
Enrique duduk, dan minta ajumma itu istirahat saja hari ini. Enrique jalan pergi.


Wanita itu membuka mulut, sudah 5 tahun sejak aku dan putraku bisa bicara dengan normal. Di kamar putraku, seluruh dindingnya dipenuhi oleh poster dari game-mu. Dan wajahmu ada di semua poster itu!
Sejak itulah masalah dimulai!

Wanita itu tiba-tiba duduk dan mencengkeram baju Enrique. Kau setan kecil! dunia jadi gila! Orang brengsek seperti dirimu seharusnya tidak ada!
Wanita itu masih teriak2 dan baru berhenti setelah anaknya masuk ke kamar. Ibu hentikan. Apa ibu sudah gila?

Enrique minta anak itu ikut dengannya. Ia menarik anak itu keluar. Enrique melihat Dok Mi berdiri di luar kamar. Enrique terkejut.

Enrique bicara dengan anak itu. Ibu dan Dok Mi ada di kamar, mereka bisa mendengar pembicaraannya.

Anak itu berkata, beberapa hari lalu ibunya bilang berhasil mencuri ponsel Enrique. Ia tidak percaya saat mendengar itu. Saya seharusnya menghentikan ibuku saat itu. Maafkan saya, apa anda akan melaporkan ibu saya? Tidak, laporkan saja dia.

Enrique : Berapa lama kau main game dalam sehari? Apa kau main game tanpa sepengetahuan ibumu? Apa kau main game sepanjang malam? Kau main game dan tidak makan kan? Kau tidak punya teman kan?

Anak itu menyangkal : Saya bukan pecandu game. Saya hanya ingin membuat game seperti anda. Kalau kau bermimpi ingin menjadi penyanyi, kau menyanyi. Kau menari. Itu yang saya lakukan.

Enrique : Kau tidak bisa membuat orang yang paling mencintaimu merasa bahagia. Game apa yang bisa kau buat?
Kau harus mencintai orang agar bisa membuat game.

Dok Mi tanya ke ajumma itu, apa bibi tahu kalau dia ingin membuat game? Bibi itu diam saja. Sepertinya ia tidak tahu. Dok Mi berkata, seharusnya bibi tidak mencari alasan itu pada orang lain, alasan kenapa kau terluka, sedih dan marah. Bibi harus mencarinya dengan anak bibi.
Enrique adalah orang yang baik dan ia hanya ingin membuat orang lain bahagia.

Enrique dan anak itu masuk. Enrique berkata ia tidak ingin jadi orang baik bagi bibi itu. Aku merasa melakukan pekerjaan yang terhormat. Jika bibi ingin tetap tersiksa terus saja menyalahkanku. Tapi jika bibi ingin bahagia, jika bibi ingin merasakan kebahagiaan sedikit saja, mainkan gameku sekali saja. Minta anak bibi untuk mengajarkannya.

Aku tidak minta bibi untuk menyukai gameku, aku meminta bibi untuk mengerti perasaan anak bibi yang menyukai gameku. Cinta adalah mengerti perasaan orang lain.
Bibi itu menangis.

Do Hwi menyiapkan makan siang untuk Jin Rak. Ia ada di apartemen Watanabe. Dong Hoon berkata Do Hwi tidak akan mendapat penghargaan dari Jin Rak meskipun melakukan ini, no 402 sudah menempati seluruh hatinya.
Do Hwi : Aku tidak bisa melakukan apa-apa, karena Oh Jin Rak sudah memenuhi hatiku. Berikan ini pada hyungmu dan jangan mencurinya. Pastikan kau mengatakan kalau jariku luka saat menyiapkannya.

Dong Hoon sudah minta Jin Rak datang ke sini. Kau bicara saja sendiri kepadanya.
Dong Hoon dapat sms, dari ibunya yang minta uang. Dong Hoon membujuk Do Hwi untuk menaikkan honornya sebagai model.

Jin Rak datang, tapi segera pergi lagi begitu melihat Do Hwi. Do Hwi menyusul Jin Rak.

Do Hwi memanggil Jin Rak, awalnya sopan tapi karena Jin Rak tetap cuek, ia teriak. Aku ingin bicara. Kenapa? Apa salahku?

Jin Rak berbalik dan mengatakan alasan yang akan dikatakan Do Hwi. Aku mengundang guru sastra itu dengan niat baik, aku tidak tahu kalau Dok Mi akan sangat syok seperti itu. Aku juga ingin rekonsiliasi. Apa itu yang ingin kau katakan?
Ada yang tidak pernah bisa disembunyikan orang, semuanya tentangmu, depan dan belakang, kau bukan tipeku.


Jin Rak sudah mau masuk ke rumahnya tapi Do Hwi menahan lengannya dan menangis. Kau keterlaluan.

Jin Rak mengerti dan minta Do Hwi datang lagi kalau sudah bisa bicara jujur. Saat kau tidak akan menyembunyikan apapun, dan tidak membuat alasan apapun, saat kau bisa jujur, saat itu aku akan mendengarkanmu.

Dok Mi pulang bersama Enrique. Dok Mi tanya apa Enrique tidak merasa kesakitan. Enrique tidak apa-apa, hanya hatinya sangat sakit. Bibi itu, setelah mendorongku, kurasa ia menyesalinya.

Mobil itu melaju ke arahku, tapi ia menahannya. Itulah mengapa ia sampai terluka sangat parah. Itu sangat melukai hatiku.

Keduanya sampai di depan apartemen mereka. Enrique mengucapkan terima kasih karena Dok Mi pergi ke RS hari ini. Masuklah.
Enrique jalan ke apartemen Tae Jun dengan lunglai. Dok Mi memandang punggung Enrique dan seperti ingin memanggilnya.

Dok Mi membuka kunci pintunya. Lalu menoleh. Enrique berdiri di dekat dinding. Dok Mi mengundang Enrique masuk ke apartemennya.

Enrique duduk diam di dalam apartemen Dok Mi. Dok Mi sedang masak. Dok Mi memberikan remote TV dan meminta Enrique nonton bola. Enrique mengambil remote, tapi tetap tidak semangat.  

Dok Mi menghibur Enrique, ada lebih banyak orang yang bahagia dan tertawa karena game buatan Enrique. Dia tidak melakukan itu karena membencimu.  Kalau seseorang memiliki masalah dan tidak bisa mengatasinya, mereka mencari alasan menyalahkan orang lain. Karena itu lebih mudah.
Karena mereka melakukan itu, maka masalahnya tidak akan pernah bisa diatasi. Manusia itu lemah.

Ponsel Enrique berdering. Dari Seo Young. Enrique berkata ia sudah bicara dengan orang tuanya dan ia berpikir akan tinggal lebih lama. Apa kau bisa pergi ke rumahku karena orang tuaku benar2 cemas. Aku baik2 saja.
Enrique menutup ponselnya. Ia melihat tumpukan buku2 yang sudah diikat rapi. Enrique heran, apa ini? kenapa kau mengemasi barang?

Dok Mi tidak bisa mengatakan kalau ia akan pindah. Ia hanya berkata sedang merapikan buku-buku.

Dok Mi menyesal, kalau saja Enrique pulang ke Spanyol, ini tidak akan terjadi. Kurasa ini terjadi karena diriku. Aku minta maaf.

Enrique : Apa kau benar2 berpikir aku adalah orang yang baik?

Enrique duduk lagi, lalu berkata ia sekarang mengerti kenapa Dok Mi tidak mau keluar dari kamar ini. Apa aku juga tinggal di dalam saja agar sesuatu seperti ini tidak terjadi padaku lagi?

Dok Mi tampak cemas, karena ini bukan Enrique yang biasanya.
Dong Hoon memberikan makanan dari Do Hwi pada Jin Rak. Dong Hoon heran dengan ekspresi wajah Jin Rak, apa kencannya tidak berjalan lancar? Atau karena Enrique? Dia sudah tidak apa-apa kan?

Jin Rak menolak makanan Do Hwi. Dong Hoon membujuk Jin Rak untuk memakannya. Hatimu sakit karena 402, maka kau seharusnya mengerti hati wanita yang sudah membuat makanan ini untukmu.
Dong Hoon duduk di tempat tidur dan berkata ia akan berhenti menggambar webtoon. Dong hoon akan berhenti saja.


Jin Rak terkejut, apa katamu? Dong Hoon berkata ia sungguh berharap kalau dia benar2 anak tunggal orang kaya yang melarikan diri dan mengejar mimpinya. Tapi kenyataannya, tidak seperti itu.

Dong Hoon : Kalau aku seperti ini terus, meskipun aku mencoba sampai mati aku tetap tidak akan berhasil.

Jin Rak tiba2 berdiri dan mengambil jaketnya. Ia mengajak Dong Hoon pergi keluar sebentar. Dong Hoon ketakutan, kenapa tiba2 keluar? Apa kau mau mengajakku ke atap dan memukuliku? Kita ini manusia dan bisa membicarakannya. Jin Rak minta Dong Hoon ikut saja dengannya.

Im Jung minta Pak Hong jangan ke atas untuk membawakan surat untuknya lagi. Pak Hong melihat surat2 Im Jung dan komen. Sehingga Im Jung marah. Jin Rak melihat keduanya, ia hanya membungkuk dan menyeret Dong Hoon keluar.


Enrique dan Dok Mi makan malam. Enrique mencicipi sup, ia mengacungkan jempol. Rasanya enak.

Dok Mi usul bagaimana kalau Enrique mengadakan kuliah untuk orang-orang seperti ajumma dan anaknya itu.
Enrique berkata ajumma itu tidak menyukainya, apa mungkin ia akan datang mendengarkan kuliahnya?

Dok Mi : Kuliah2mu membantuku. Saat menyusun buku, aku membaca kuliahmu beberapa kali, meskipun isinya tentang hidup yang berbeda dengan hidupku, rasanya tidak terlalu berbeda. Hidup sepertinya mirip-mirip.
"Dia mengakuiku, dia bicara demi aku" Mereka akan merasakan itu. Satu kali, dua kali, kalau mereka mendengar kuliahmu beberapa kali, itu akan membuat mereka tenang.

Enrique tukar pandang dengan Dok Mi. Membuat Dok Mi kikuk. Dok Mi menunduk dan sibuk makan.

Enrique geli dan meletakkan jarinya di dahi Dok Mi. Makan pelan-pelan. Nanti kau kembung.
Enrique memberikan instruksi, angkat kepalamu dan tegakkan bahumu. Dok Mi mengikuti semua instruksi itu. Enrique tersenyum, makan perlahan dan nikmati makanannya.

 Dok Mi tersenyum. Keduanya melanjutkan makan.

 Dok Mi mengetik : Orang bukanlah mesin atau mainan yang dibuat di pabrik, itu sebabnya mereka sangat istimewa dan rumit. Kegunaan kita, warna hati kita, aroma kita, kelebihan kita atau kelemahan yang terasa sakit meskipun hanya tergores, setiap orang itu berbeda. Kau harus mengamati dengan seksama hanya untuk membuat garis besar mereka. (perlu waktu lama untuk mengenal seseorang dan itu juga baru garis besarnya saja.).

 [Ibu dan anak itu mulai rekonsiliasi dengan cara mereka sendiri.]
 [Do Hwi merenung. Bae Bok membuka foto-foto Enrique yang ia ambil hari ini.]
Itulah mengapa wanita itu tidak percaya cinta yang ditakdirkan. Dia dulu tidak mempercayainya.
Dok Mi melihat ke arah Enrique. Enrique duduk diam.

Jin Rak mengajak Dong Hoon ke kantor penerbit webtoon. Dong Hoon menyelinap pergi. Jin Rak masuk lebih dulu menemui editornya.
Editor itu baru saja habis makan ramen.

Wanita itu ingin langsung membuka mulut tapi Jin Rak menahannya. Jin Rak berkata, aku tahu kau benci kalau aku mendadak datang, tapi hari ini ada situasi yang sangat penting dan aku harus menemuimu dan mengatakan ini jadi aku datang begitu saja.

Editor : Baik, ini adalah waktu yang baik. Tapi apa yang terjadi jika kau datang 5 menit lalu saat aku baru saja memasak ramen, bagaimana kalau kau datang saat aku hampir akan memakan ramenku? Saat aku sedang makan ramen, orang akan minta satu suap, lalu akan minta kuahnya sedikit. Kurasa orang seperti itu seharusnya lenyap dari dunia ini dan karena kau sudah datang aku akan mengatakan ini, meskipun tidak ada banyak bintang (dari webtoon Jin Rak), para wanita tersentuh dengan webtoon itu.
Mereka bertanya macam2 pertanyaan soal cinta.

Lalu wanita itu mulai emosi, kenapa mereka seperti itu kepadaku? Apa kau pikir aku mengerti soal cinta?
Jin Rak menggeleng, tidak.

Editor mulai teriak2: Sebelum mereka bertanya, mereka seharusnya memberikan rating bintang. Lima bintang.

Jin Rak berkata tidak mengerti soal cinta juga tapi ia bisa memberikan tips soal kencan. Wanita itu tertarik dan mendekat.

 Jin Rak berbisik : Pelankan suaramu. Itu membuat pria mendekat kepadamu seperti ini, karena pria itu harus mendengar apa yang akan kau katakan. Lalu akan tercium aroma yang khas. Suara yang lembut dan aroma yang manis.
Jin Rak menghirup aroma editor itu dan berkata, kau tidak mencuci rambutmu kan? Editor itu mencium rambutnya sendiri.

Jin Rak: Aroma rambutmu juga penting.
Editor itu mengerti dan mencatatnya. 

Dong Hoon datang membawa hadiah untuk editor itu. Ia berkata ke Jin Rak, kalau kau mau datang tiba-tiba, kau harus membawa hadiah agar tidak kena marah. Dong Hoon tersenyum, kau menyukai ini kan?
Editor itu tampak senang dan bicara dengan nada rendah, kau seharusnya datang saja, apa kau melakukan ini karena aku menjaminmu. 
Dong Hoon mendekat, apa yang kau katakan?
 

Editor itu menyembunyikan wajah dan berkata tips Jin Rak, memelankan suara, ternyata berhasil.

Jin Rak ternyata ingin mengganti nama penulis webtoon menjadi nama Dong Hoon. Karena Dong Hoon mulai menggambar banyak hal.
Dong Hoon terkejut. Jin Rak merasa memang seharusnya begitu. Dong Hoon menangis, Hyung..kau tidak bisa melakukan ini. Jin Rak merasa Dong Hoon bisa melakukannya.

Editor itu kesal, apa kalian sedang syuting film dokumenter? Aku tidak tahu soal ini tapi kalian berdua bisa memutuskannya sendiri, jadi pergi sana.
Dia bicara perlahan, jadi kedua pria itu mendekat, apa?
Editor menggerakkan mulutnya lebar2: Aku bilang pergi.

Editor minta Dong Hoon bicara dulu dengannya. Dong Hoon kelihatan panik dan minta Jin Rak jangan pergi. Tapi Jin Rak tidak peduli, ia pergi.

 Editor : Sepertinya Oh Jin Rak tidak tahu kalau aku menjaminmu.

Dong Hoon membenarkan. Editor itu tampak cemas, lalu bagaimana denganku? Aku tidak punya banyak waktu untuk tidur, tapi karena kau aku tidak bisa tidur. Setiap malam aku mimpi buruk kalau kau tidak akan membayar dan melarikan diri.  Lalu para preman itu akan mengejarku, aku terus melarikan diri dari mereka lagi dan lagi, tapi aku selalu tertangkap. Coba lihat lingkaran hitam di bawah mataku yang semakin lebar 5 cm.

Dong Hoon menenangkan editor itu, meskipun aku tidak punya uang aku tetap punya hati nurani. Jika aku membayar mereka kembali mereka tidak akan mencarimu. Percayalah padaku.
Editor : Aku tidak memanggilmu untuk mendengar perkataan ini.

Dong Hoon : Lalu apa yang harus kulakukan? Apa yang bisa kulakukan untuk membuat hatimu lebih tenang? Aku tidak bisa masuk ke dalam mimpimu dan menemui mereka, katakan padaku dan aku akan melakukan apapun yang kau katakan. Kecuali kencan.

Editor : Sudahlah, melihatmu saja membuatku memikirkan 5.8 juta Won. Pergilah.


Dong Hoon tersenyum, aku bercanda. Ia mengambil tangan Editor itu dan berkata : Kapanpun kau mendapatkan mimpi buruk di malam hari, telp aku. Tidak peduli itu menjelang fajar, pagi, siang, atau malam hari. Kapan saja. Mengerti?

Editor langsung terpesona dan luluh hatinya, ia berbisik perlahan, OK.
Dong Hoon mendekat, apa yang kau katakan?
Editor : Aku bilang, OK.
Dong Hoon mengerti.  (Kenapa kedengarannya mencurigakan? Tapi Dong Hoon tidak akan lari kan? Benar kata orang bijak, jangan sekali-kali mau jadi penjamin hutang orang lain.)

Enrique tertidur. Dok Mi mendapat telp dari broker rumah. Dok Mi berkata ia tidak peduli meskipun jauh asalkan harga sewanya tidak mahal.

Dok Mi menoleh dan melihat Enrique. Enrique terlihat marah dan terluka. Enrique seperti ingin pergi, tapi tidak jadi. Lalu marah, apa Oh Jin Rak ssi tahu soal ini? Kalau kau mau pindah?
Dok Mi : Ya aku sudah mengatakan padanya.

Enrique tahu sekarang, itu alasan Dok Mi mengajak Jin Rak melihat pameran lukisan.  Agar ia merasa lebih baik sebelum kau pergi?

Seperti kau menemuiku waktu itu dan berkata terima kasih dan selamat jalan, sebagai kata perpisahan? Apa kau pikir kau bisa meminjam dan mengembalikan hati orang seperti itu begitu saja? Tadi di RS kau berkata, jangan menyalahkan orang lain karena luka dan kesedihan yang kau rasakan. Tapi sepertinya tidak demikian kan? Kau sama saja.

Karena orang membuat masalah denganmu, karena orang menyakitimu, kau melarikan diri dari orang lain. Jangan bohong soal kuliahku yang bisa membantumu. Tidak ada satupun dari dirimu yang berubah. Tadi saat aku mengalami kecelakaan, kau ada disana. Aku mengira kau menyukaiku. Tapi ternyata tidak. Aku akan berhenti disini. Aku akan menghilang. Jadi jangan bersembunyi dan jangan melarikan diri.

Aku hanya meninggalkanmu dalam ketidakbahagiaan dan pergi begitu saja. Aku ingin tahu apa aku bisa kembali ke diriku yang dulu. Aku minta maaf. Hiduplah dengan baik.

Enrique mengenakan jaketnya. Dok Mi mulai menangis, tidak..kau harus kembali ke dirimu yang dulu. Kau yang bicara tanpa henti, kau yang selalu tertawa, jujur, mendengar apa yang ada di dalam hatiku, kembalilah ke Kkae Geum yang hangat lagi.
Rasanya sakit sekali saat mendengarmu akan segera kembali ke Spanyol. Itu sangat menyakitkanku. Aku kira hatiku tidak akan sakit, itu terus menggangguku jadi aku berkata kumohon tinggalkan saja aku sendiri. 
Aku mencoba menyembunyikan hatiku seperti ini, tapi aku sudah menyukaimu selama ini. Aku sangat menyukaimu.
Dok Mi menangis. Dibutuhkan keberanian besar untuk mengatakan semua ini dan Dok Mi tidak tahu apa yang harus ia lakukan agar Enrique kembali seperti dulu lagi, seorang pribadi yang hangat dan sangat hidup. Orang yang membuatnya kuat dan berani.

Enrique berbalik dan menatap tajam Dok Mi.
Dok Mi : Kembalilah ke Kkae Geum yang dulu dan pergilah. Lupakan semua yang telah terjadi disini. Yang perlu kau lakukan adalah membuka pintu itu dan pergi. Aku juga akan melakukan itu. Aku akan membuka pintu itu dan pergi. Aku akan hidup dengan baik.


Enrique menangis dan jalan mendekat. Ia berkata : Aku mendengarnya lagi...suara di dalam hatimu ajumma.

Enrique mencium Dok Mi. Ia menangis.
Happy Valentine

FBND [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10]

Preview 12, Mulai sekarang, ayo kita kencan, kau dan aku ajumma..Go Dok Mi -ssi dan aku. Dok Mi dan Kkae Geum...!!
Enrique memeluk Dok Mi, kau hanya perlu terus menyukaiku seperti sekarang ajumma, maka aku akan menyukaimu lebih..lebih dan lebih lagi.

Notes :
Ternyata benar ya, alasan kenapa bibi itu membenci Enrique, ia marah karena anaknya lebih sering main game daripada komunikasi dengan ibunya. Well, main game boleh aja, asal tahu waktu. Sekolah dan hubungan dengan keluarga lebih penting. Jangan sampai nginep di warnet gara-gara game online hahaha.. 
Anakku juga suka game, tapi dia cuma boleh main kalau week end aja dan biasanya tidak lama.   

Bae Bok ini mengerikan ternyata, benar-benar stalker kelas wahid. 


6 comments: