Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Monday, April 30, 2012

Rooftop Prince episode 9

Nenek melihat kartu pos bergambar wajah Park Ha karya Tae Yong dan salah paham, ia pikir Park Ha sengaja membohongi mereka. Nenek marah dan menampar Park Ha.

Setelah itu mereka pergi dari rumah atap. Nenek tidak percaya ada gadis seperti Park Ha. Bibi wang juga mengira Park Ha sengaja memanfaatkan Tae Yong yang amnesia untuk kepentingannya sendiri. Nenek menyuruh Se Na telp Tae Yong.

Nenek ingin bicara dengan Tae Yong. Se Na telp Tae Yong dan memberikannya pada Nenek.

Park Ha masih syok dengan tamparan itu dan merenung sendirian.
Se Na kembali menemui Park Ha, Yong Tae Yong sekarang sedang menuju kediaman Presdir. Presdir juga ingin kau pergi ke sana.
Park Ha : Kenapa?
Se Na berkata Presdir ingin bicara dengan mereka berdua karena Presdir tidak bisa mempercayai kata2 Park Ha. Kau ini memang lain.

Yi Gak dan Park Ha sudah di rumah Nenek. Yi Gak berkata semua ini salah paham kalau Park Ha mengenalnya saat di AS. Aku tidak pernah ketemu Park Ha sebelumnya.
Nenek : Bagaimana kau bisa mengatakan itu saat kau jelas tidak mengingatnya?

Nenek menunjukkan lukisan kartu pos itu, apa kau ingat lukisan ini?
Yi Gak : Tidak.
Nenek : LIhat kan! Kau bahkan tidak ingat sesuatu yang kau lukis sendiri.

Bibi Wang berkata kalau sudah jelas Park Ha yang memanfaatkan Tae Yong. Park Ha kenal Tae Yong sejak dari AS. Kau tahu Tae Yong kehilangan ingatannya. Jadi kau mendekatinya dan bersikap baik kepadanya. Agar kau bisa mendapatkan hatinya. Itu jelas.
Park Ha : Benar2 tidak seperti itu. Ini salah paham. Meskipun begitu orang yang melukis ini adalah Yong Tae Yong...

Nenek memotong kata2 Park Ha, kalau dia bukan Tae Yong lalu siapa dia? Apa dia itu orang lain?

Yi Gak : Nenek, Park Ha bukan orang seperti itu.
Bibi Wang kesal, Tae Yong, karena kau mudah percaya maka orang2 memanfaatkanmu.

Yi Gak nekad : Aku tidak dimanfaatkan, aku menyukainya. Aku menyukai Park Ha.
Nenek marah, Tae Yong!
Park ha tertegun dan menatap tajam Yi Gak.

Yi Gak : Ini karena aku menyukai Park Ha jadi aku mengikutinya ke rumah atap itu. Park Ha tidak mencoba memanfaatkanku.

Meskipun ia memintaku pergi beberapa kali, aku berkeras tetap disana karena aku menyukainya.

Nenek marah pada Park Ha, bukankah kau mengatakan padaku kalau tidak ada apapun antara kau dan Tae Yong? dasar gadis jahat. Keluar dari sini sekarang! Dan jangan pernah berpikir untuk bekerja di perusahaan lagi. Keluar dari rumah itu!
Tae Yong : Nenek!
Nenek semakin murka, kalian berdua keluar!! Segera!

Yi Gak dan Park Ha jalan keluar. Yi Gak berkata, demi melindungiku, kau harus menderita seperti ini. Jika aku berkata kalau aku bukan Yong Tae Yong. Kau tidak harus menderita hinaan seperti ini.
Park Ha : Kau mempertaruhkan nyawamu untuk mengatakan kalau kau adalah Yong Tae Yong.

Yi gak : Jadi itulah mengapa kau ingin melindungiku?
Park Ha stres, aku tidak tahu. Aku bahkan tidak tahu apa yang kulakukan.

Yi Gak menyuruh Park ha pulang dulu, dia berlutut di halaman rumah Nenek. Park Ha heran, apa yang kau lakukan sekarang?
Yi Gak hanya minta Park Ha pulang dulu.

Park Ha pulang, Chi San memberikan teh bunga krisan. Jika kau meminum ini, kau akan merasa lebih santai. Cepat diminum.
Park Ha berterima kasih. Man Bo menghibur Park Ha kalau semua akan baik2 saja. Karena Yang Mulia pasti akan bisa meyakinkan Presdir.

Yong Seol juga menghibur, jangan cemas, kau memiliki kami.
Man Bo ke Yong Seol, ini semua terjadi karena kita. Jadi apa maksudmu, dia memiliki kita? Ini terjadi karena Nona Park Ha menerima kita di rumah dan membuat semua ini terjadi.

Yong Seol kesal, Man Bo tidak mengijinkannya bicara. Man Bo berkata bukan tidak mengijinkan, kalau bicara katakan yang benar. Yong Seol menyindir, jadi, kau pikir kau ini hebat?
Man Bo : Kenapa kau seperti ini.
Yong Seol : Aku juga ingin mengatakan banyak hal.
Chi San menenangkan keduanya, kenapa kalian harus seperti ini, kita semua sedang kesal.

Yi Gak tetap berlutut di depan rumah Nenek sepanjang malam. Bibi wang melihatnya dan membujuk Nenek, Eonni..Tae Yong akan pingsan jika dia terus seperti ini. Tolong ijinkan ia masuk.
Nenek kesal, bukan aku yang memintanya berlutut.

Bibi Wang : Bukankah dia melakukan ini karena kau memecat Park Ha dari perusahaan, dan mengusirnya dari rumah atap? Apa kau tidak bisa memanggilnya saja kedalam dan bersikap tidak pernah terjadi apa-apa?
Nenek tidak peduli dan pergi.

Yi Gak tetap disitu sampai pagi. Tubuhnya diselimuti kelopak bunga sakura putih wow...apa ngga kena pneumonia dia ya?
Nenek meminta pembantunya memanggil Yi Gak ke dalam.

Yi gak masuk, ia hampir tidak bisa jalan. Nenek menyuruhnya duduk.

Yi Gak langsung minta maaf. Nenek ingin tahu, sejauh apa hubunganmu dengan Park Ha. Katakan sejujurnya. Kau tidak berpikir untuk menikahinya, ya kan?
Yi Gak menegaskan, ia jelas tidak akan menikahi Park Ha. Aku punya seseorang yang lain, Nenek.

Nenek terkejut, apa? selain Park ha, apa kau juga mengencani orang lain?
Yi Gak : Ini bukan orang yang kukencani. Tapi, ada orang lain yang ingin kunikahi. Aku akan menjelaskannya padamu nanti.

Nenek : Apa aku bisa mempercayaimu, kalau gadis itu bukanlah Park Ha?
Yi Gak : Ya, Nenek.
Nenek : Kau bukan playboy seperti kakekmu, ya kan?
Yi Gak terkejut, Nenek!

Nenek menghela nafas, baiklah kita pura2 ini semua tidak pernah terjadi. Yi gak berterima kasih dan jalan terpincang-pincang keluar rumah.

Park Ha sudah menunggu Yi gak di depan rumah Presdir. Yi gak terkejut, apa yang kau lakukan disini pagi2 sekali?
Park Ha : Apa kau berlutut sepanjang malam? Apa kau kesakitan?
Yi Gak : Tidak.

Park Ha membantu Yi Gak pergi.

Park Ha mengobati pergelangan kaki Yi Gak. Bagaimana, apa rasanya enak? Yi Gak merasa geli, apa ini?

Park Ha berkata, nanti pasti terasa panas, lalu akan terasa dingin. Ini salep, jadi rasanya panas. Lain kali, jangan melakukan sesuatu dengan cara Joseon, seperti berlutut. Gunakan kata2 untuk menyelesaikan masalah.
Kenapa harus membuat kakimu sakit.

Yi Gak tahu Neneknya bersikap keras pada Park Ha, ia minta maaf atas nama Nenek.
Park Ha : Jangan mencemaskan itu.

Yi Gak menyesal, ia sudah mencegah Park ha pergi ke AS dan janji akan selalu memberikan kenangan baik. Tapi karena aku, kau justru menerima perlakukan seperti ini. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Park Ha : Aku sudah bilang, tidak apa-apa.
Yi Gak menggenggam tangan Park Ha dan minta maaf. Park Ha pura2 matanya kepedasan kena salep mentol. Park Ha menangis.

Tae Mu menemui Se Na sambil membawa sarapan. Ia tahu Se Na tidak suka makan sendirian juga. Tae Mu mengajak Se Na segera menikah dengannya sehingga mereka bisa sarapan bersama tiap pagi.
Tae Mu melihat cincin safir Presdir Jang di jari Se Na, itu cincin pemberian Presdir Jang?

Se Na membenarkan, ia memutuskan memakainya karena sangat cantik. Tae Mu berkata Jang sepertinya sangat menyukai Se Na. Kemarin Tae Mu telp Jang di HK dan Jang menanyakan Se Na.
Se Na : Seharusnya aku mencoba untuk tetap kontak dengannya.

Tae Mu berkata Jang punya rencana untuk memberikan semua sahamnya pada anaknya yang hilang. Jika anak itu tahu masalah ini, maka kita harus mengendalikan sahamnya, agar tidak jatuh ke tangan Nenek. Kita harus segera menemukan anak itu.
Tae Mu menyinggung Park Ha. Se Na terkejut, kenapa dengan Park Ha?

Tae Mu : Kudengar dia diusir oleh Nenek. Dia diminta meninggalkan rumahnya dan juga perusahaan.
Se Na dengan dingin berkata mungkin Park ha melakukan sesuatu yang pantas mendapat perlakukan seperti itu.

Tapi saat di kantor, Se Na dan Tae Mu melihat Yi Gak dan Park Ha. Tae Mu berkata semuanya pasti sudah diselesaikan dengan baik.

Bibi Wang berkata pada Se Na kalau semalam, Tae Yong berlutut diluar sepanjang malam memohon pada Nenek untuk tetap membiarkan Park Ha disini.
Se Na : Jadi Presdir sudah memaafkan-nya?

Bibi Wang : Apa kakakku itu wanita normal? Tidak peduli berapa lama Tae Yong berlutut, dia sama sekali tidak berkedip.
Se Na heran, lalu apa penyebabnya. Bibi Wang berkata Tae Yong bilang ia menyukai Park Ha.

Se Na terkejut, apa? Bibi Wang melanjutkan, dia berkata Park Ha tidak memanfaatkan Tae Yong tapi Tae Yong yang berkeras tinggal di rumah atap itu karena ia menyukai Park Ha.
Se Na : Apa Tae Yong sendiri yang berkata kalau ia menyukai Park Ha?

Bibi wang membenarkan, karena Tae Yong sendiri yang berkata seperti itu, makanya tidak ada yang bisa dilakukan kakak. Bibi Wang merasa Tae Yong tidak cocok dengan Park Ha. Ia lebih menyukai Se Na dan meminta Se Na mengejar Tae Yong.

Yeom muncul di kantor Park Ha, ia ingin bertemu Park Ha dan menanyakannya pada resepsionis.
Joseon 3 tiba dan mengenali Yeom, Man Bo mencocokkan wajah Yeom dalam kepalanya, ternyata cocok 100%.
Man Bo : Bukankah dia yang kencan buta dengan Park Ha. Chi San membenarkan.

Joseon 3 mendekati Yeom, Yong Seol menantangnya. Man Bo mendekat, apa yang membuatmu datang kesini?
Yeom terkejut, tapi ia bersikap sopan. Apa kabar?
Chi San : Kami kira, Park Ha noona sudah mencampakkanmu.
Yeom : Aku cuma ingin memberikan kado untuknya. Aku tidak akan mengatakan apapun..aku pergi sekarang.

Yong Seol mendelik seram : Pergi sekarang.
Man Bo tanya apa arti hadiah itu. Yeom berkata kalau besok adalah hari ulang tahun Park Ha.

Man Bo terkejut dalam hati, tapi ia bohong dan berkata, tentu saja..kami sudah tahu itu. Lalu kenapa?

Yeom : Besok, aku harus mengantar muridku studi tour, jadi aku ingin memberikan ini dulu padanya.

Yeom menunjukkan kue dan berkata kalau ia membuatnya sendiri. Apa? wow...keren. Perfect man ever for Park Ha :)

Chi San mengambil kue itu dan berkata Yeom bisa memberikannya pada mereka, kami akan memberikan ini untuk Park Ha noona.

Yeom menolak, ia ingin memberikannya sendiri pada Park Ha.
Yong Seol : Pergi sekarang, saat kau masih bisa jalan dengan dua kakimu.
Man Bo menerjemahkan, maksudnya, ada kemungkinan kau harus merangkak dengan empat anggota tubuhmu.
Yong Seol : Pergi sekarang!

Yeom heran, kalian ..apa hubungan kalian dengan Park Ha? Kenapa kalian memperlakukanku seperti ini?

Direktur Yong minta Se Na mengundurkan diri. Ia bahkan bersedia mencarikan Se Na pekerjaan di perusahaan lain. Direktur Yong berkata sulit untuk sampai pada posisi ini dan mereka tidak ingin gagal hanya gara2 Se Na.
Direktur Yong : Aku tahu kau adalah orang yang baik, tapi kau tidak bisa bersama anakku.

Se Na : Saya mengerti apa maksud anda.

Direktur Yong tampak lega, benarkah? terima kasih, Sekretaris Hong. Aku senang kau mengerti.

Se Na : Tapi jika Presdir tahu kalau saya sudah berpacaran dengan Tae Mu selama 2 th, bukankah itu akan menjadi masalah besar?
Direktur Yong : Apa maksudmu masalah?

Se Na : Selama 2 th saya bekerja untuk Presdir, beberapa dokumen penting sudah jatuh ke tangan saya.

Ayah Tae Mu ingin tahu maksud Se Na. Se Na berkata, jika ia tidak memenuhi kualifikasi sebagai sekretaris ia akan mengundurkan diri, tapi saya takut kalau bara ini bisa membakar anda dan putra anda. Saya hanya memperingatkan anda.
Jika anda sudah tahu apa yang akan datang, maka anda bisa bersiap. Saya akan pergi.

Ayah Tae Mu ini telat mikir. Setelah Se Na pergi, ia baru sadar. Apa? Apa tadi dia mengancamku?

Man Bo mengamati kue dari Yeom. Yong seol tanya, ini yang disebut kue, ya kan?

Man Bo mengagumi keahlian Yeom, dia benar2 membuatnya sendiri. Orang itu pasti benar2 ahli.
Chi San ragu, apa yang harus kita lakukan? apa kita benar2 harus memberikannya untuk Park Ha noona?

Man Bo : Tentu saja tidak, kita harus menghancurkan semua buktinya.
Mereka melihat Pyo Taek Soo dan memutuskan suit dengan gunting-batu-kertas untuk memutuskan siapa yang akan pergi menemui Pyo.

Pyo Taek Soo masuk ke kantornya dan heran, kenapa tidak ada orang. Chi San masuk dengan kue. Manager Pyo Taek Soo!
Pyo heran, apa ini? Chi San memberikan kue itu, mohon diterima. Ini adalah ungkapan isi hati saya yang tidak mampu saya katakan.

Chi San bergegas pergi. Pyo Taek soo salah sangka, ia pikir Chi San itu gay dan menyukainya buahaha...Pyo bahkan berpikir kalau Chi San itu lumayan keren meskipun sedikit girly. Pyo memuji kue itu.
Pyo menemukan sebuah kartu. Itu sebenarnya kartu yang ditulis Yeom untuk Park Ha.
Isinya : "Sejak pertama kali aku melihatmu, aku jatuh hati padamu. Setiap hari saat aku membuka mataku, aku hanya ingin melihatmu."

Pyo sekarang benar2 bergidik dan mengira Chi San benar2 jatuh cinta kepadanya. Mengapa ada banyak orang aneh disekitarku? Aku bisa gila.

Park Ha menemui Direktur Yong dan menyerahkan katalog. Ayah Tae Mu memujinya. Park Ha berkata bukan apa-apa, jika perlu sesuatu katakan saja pada saya.
Se Na kebetulan melihat itu dan sepertinya mulai salah sangka lagi.

Yi Gak belajar squash bersama Se Na. Se Na heran, Yi Gak atletis tapi tidak tahu dasar2 bermain squash. Se Na lalu mengajari Yi Gak dari mulai memegang raket.
Se Na harus menyentuh sikut Yi Gak dan itu membuat Yi Gak ingat Putri Mahkota, ia tersenyum.

Setelah itu Se Na mengajari Yi Gak cara memukul bola. Keduanya mulai main squash.

Yi Gak dan Se Na istirahat. Se Na berkata squash adalah olah raga yang sulit. Apa Yi Gak kesulitan.
Yi Gak berkata ia seharusnya minta anak buahnya melakukan ini untuknya. Se Na ketawa. Yi Gak heran kenapa kau ketawa.

Se Na : Rasanya seperti bicara dengan orang dari masa lalu.
Yi Gak memberikan sapu tangan sulam pada Se Na untuk menghapus keringatnya.

Se Na menerimanya, ia berterima kasih, apa aku bisa menggunakan ini?
Yi Gak : Tidak apa-apa.
Se Na : Ini cantik sekali, kelihatannya sangat elegan.

Yi gak tanya, apa ini pertama kalinya kau melihat sapu tangan ini?
Se Na mengiyakan. Yi Gak tanya lagi, apa kau tidak pernah melihat sulaman kupu-kupu ini sebelumnya?

Se Na : Kenapa?
Yi Gak : Tidak apa-apa.

Se Na mengantar Yi Gak pulang. Ia berkata haus dan minta air. Yi Gak mengajaknya ke atas.

Yi Gak dan Se Na masuk ke rumah. Park Ha ada di dalam, ia membawa keranjang isi cucian. Yi Gak minta Park Ha mengambilkan air untuk Se Na. Yi Gak memasukkan cucian ke keranjang dan memberikan sapu tangan sulam itu ke Park Ha.
Yi Gak : Hati2 saat mencucinya agar tidak rusak. Jangan sampai rusak, ini sangat penting.

Park Ha : Jika itu sangat penting, kau harus mencucinya sendiri.

Park Ha akan pergi ke penampungan baju untuk menyumbang baju bekas. Saat jalan keluar, ia mendengar Se Na memuji kemampuan olah raga Yi Gak.
Yi Gak menyombong, kukira aku memang cepat dalam mempelajari olah raga.

Park Ha kelihatan kesal dan tanpa sengaja menjatuhkan sapu tangan itu.

Man Bo, Chi San dan Yong Seol masuk ke sebuah toko kue. Apa ini toko kue yang mengijinkan kami memanggang kue sendiri?
Mereka senang karena menemukan tempat yang tepat. Yong seol berkata ke petugas, kami ingin membuat kue sebesar rumah.
Man Bo menjelaskan, artinya, dia ingin membuat kue yang besar.

Se Na minta Yi Gak mengompres lengannya dengan es. Jika kau tiba2 olah raga dengan berlebihan, maka otot2 lenganmu mungkin akan sakit, kau harus merawatnya setelah olah raga.
Se Na : Kau harus istirahat. Aku pergi dulu.

Se Na keluar dan menemukan sapu tangan sulam itu, ia ingat benda itu sangat penting untuk Yi Gak. Se Na menyimpannya di dalam tas.

Se na pulang ke rumah ibu dan tanya kenapa tiba2 ibu memintanya datang untuk makan. Kenapa kita tidak makan di restoran saja?
Ibu : Apa kau benar2 tidak tahu? Besok adalah ulang tahun Park Ha.

Se Na kesal, untuk apa aku mengetahui hal seperti itu? Apa? jadi itu alasan ibu memanggilku kesini? Ibu, ada apa denganmu?

Park Ha datang. Se na tampak marah dan berkata ingin pergi. (Irinya sudah sampai ubun2). Ibu minta mereka tetap di tempat. Ia sengaja minta mereka datang tanpa pemberitahuan karena tahu ada sesuatu yang aneh diantara kalian berdua. Aku sudah lelah melihatnya. Park Ha, ayo duduklah.

Joseon 3 membuat kue taart. Dapurnya benar2 kacau. Tapi jadi juga dan hasilnya ternyata cantik. Joseon 3 tepuk tangan dengan gembira.

Ibu senang makan bersama Se Na dan Park Ha. Tapi kedua putrinya hanya diam saja. Ibu heran melihat cincin Se Na, aku belum pernah melihat cincin itu sebelumnya. Apa kau membelinya?
Se Na : Seseorang memberikan ini padaku.
Ibu tanya siapa orang itu, cincin itu kelihatan mahal. Se Na berkata, seseorang yang tidak dikenal ibu. (Blom tahu dia...)

Ibu : Kau beruntung. Park Ha, makanlah yang banyak.
Park Ha : Ya, aku makan banyak. Ibu.

Se Na marah, Ibu? Hei, kenapa kau tidak mengatakan itu lagi didepan ibu?
Park Ha kesal, sudah, hentikan.

Ibu pusing dan ingin tahu apa yang terjadi. Se Na berkata, Park Ha bilang kita tidak akan jadi saudara lagi. Dia mengatakan kalau aku sudah membuangnya dan menghancurkan hidupnya.

Ibu : Park Ha, kau seharusnya tidak mengatakan hal seperti itu.
Park Ha ke Se Na : Hentikan, hentikan semuanya.

Se Na : Siapa yang memulainya? Setelah kau membuat seseorang marah, apa akan selesai dengan hanya mengatakan hentikan? Apa? Kau sudah mendapatkan ingatanmu kembali? Kau sudah ingat? Lalu kenapa?

Ibu teriak, kalian berdua hentikan!
Se Na masih bicara, sekarang kau bisa mengatakan apapun yang kau inginkan? Lalu mana buktinya? Untuk semua tuduhan itu, mana buktinya?

Se Na berdiri, ibu tolong dengar baik2. Mulai sekarang, aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai keluarga. Kelak, jangan pernah memanggilku lagi untuk apapun yang ada hubungan dengannya.
Se Na pergi. Ibu bingung, hei..kau mau kemana?

Yi Gak : Kenapa kuenya besar sekali? Ini bukan hari yang penting.
Yong Seol berbohong, astaga..ini pertama kalinya ia bohong pada Yang Mulia. That's the power of love haha...Yong seol bilang mereka hanya jual kue dengan ukuran besar. Bagaimana kita harus menyiapkan pesta ulang tahun?

Yi gak heran, Yong Seol? kenapa tiba2 kau banyak bicara?
Yong seol minta maaf. Yi Gak berkata kalau kuenya sudah cukup untuk pesta ultah.

Chi san usul, untuk pesta ultah, kita tanya saja pada Mimi dan Becky.

Mimi dan Becky mengajarkan semua tentang pesta ulang tahun. Ada tiga elemen penting, kue tart, topi segitiga, dan petasan. Tapi kedua teman Park Ha tidak akan bisa hadir besok, mereka memutuskan mengucapkan ulang tahun sebelum pergi.
Keduanya mengajarkan lagu selamat Ulang tahun pada Joseon 3. Tapi ketiganya fals semua.

Yi Gak marah2, ia kehilangan sapu tangan sulam itu. Yi Gak menyuruh Park Ha mencarinya kemana-mana. Park Ha yakin sudah mengambil semua cuciannya, tapi hanya sapu tangan itu yang hilang.
Yi Gak : Sudah kubilang, betapa berharga sapu tangan itu. Bagaimana kau bisa mengabaikan kata2ku dan melakukan semaumu saja.

Park Ha : Apa sapu tangan itu benar2 sangat berharga?
Yi Gak : Lebih berharga daripada apapun yang kau miliki.

Park Ha berkata akan membelinya untuk Yi Gak. Yi Gak marah, tidak ada lagi yang seperti itu, kau ini bodoh atau memang jahat? Hanya ada satu seperti itu di dunia ini! Berapa kali aku mengatakannya padamu? Berapa kali?

Park Ha : Aku akan pergi dan mencarinya sampai dapat!
Park Ha keluar.

Man Bo dan Chi San mencemaskan pesta besok, bagaimana ini apa kita bisa mengadakan pesta kalau suasananya seperti ini?

Yong Seol belanja keperluan ulang tahun tapi salah semua haha..

Yong Seol salah membaca, ia beli Kko-kkal (snack) bukannnya Go-kkal, topi bentuk segitiga. Beli Pat-jook (bubur kacang merah) dan bukannya Pok-jook (petasan). Pokoknya salah kaprah.
Man Bo heran, apa telingamu bisa mendengar?
Yong seol : Telingaku baik2 saja.

Park Ha pergi ke penampungan baju bekas dan ingin mencari sapu tangan sulam milik Yi Gak. Park Ha harus menemukan itu sebelum pagi.

Se Na mengamati sapu tangan sulam itu.
Yi Gak gelisah menunggu Park Ha.

Park Ha akhirnya pulang, ia kelihatan lelah dan Yi Gak mencemaskannya, kemana saja kau semalaman? Kau tidak menjawab telpku. Bukankah aku sudah bilang kalau aku harus bisa selalu menghubungimu?
Park Ha berkata baterai ponselnya habis.

Yi Gak : Tapi kemana saja kau sepanjang malam? apa kau mencari sapu tangan itu?
Park Ha minta maaf, ia sudah berusaha mencari tapi tidak ketemu.

Yi Gak minta Park Ha melupakannya. Yang terjadi biarlah terjadi. Park Ha heran, kenapa Yi Gak tidak teriak2 seperti kemarin?
Yi gak hanya minta Park Ha masuk dan istirahat.

Park Ha sakit. Ia tidak bisa menyajikan sarapan. Man Bo berkata ke Yi gak kalau Park Ha demam.

Yi Gak masuk ke kamar Park Ha dan mengecek kondisinya. Ia memeriksa denyut nadi Park Ha. Park ha terkejut, apa yang kau lakukan?
Yi Gak : Jangan bergerak. Aku ingin memeriksa kondisimu.
Park Ha heran, kau tahu membaca denyut nadi? Yi Gak memintanya diam.

Park Ha : Lalu apa masalahnya?
Yi Gak : Da mal jeung.
Park Ha bingung, da mal jeung? penyakit apa itu?
Yi Gak : Penyakit terlalu banyak bicara haha..

Yi Gak menulis resep obat, ia minta Chi San pergi ke toko obat Cina dan membelinya. Dan juga beli perlengkapan memasak obat.
Chi san mengerti dan minta kartu kredit Yi Gak. Yi Gak menyuruhnya mengambil dari dompet. Yi Gak mengeluh, hari ini ulang tahun-nya, tapi ia justru sakit.

Ayah Tae Mu berhasil membujuk manager Hwang untuk mengatakan sejujurnya hubungan Tae Mu-Se Na. Ia jadi tahu kalau Se Na tinggal di apartemen milik Tae Mu.
Direktur Yong terkejut, itu milik Tae Mu, tapi yang tinggal disana adalah Sekretaris Hong?

Manager itu juga memberikan lokasinya, Yeouido.

Direktur Yong sampai di sekitar apartemen Se Na. Ibu juga ke sana dan tidak bisa masuk ke dalam. Ibu melihat Direktur Yong dan tanya apa punya bolpen.
Ibu menulis pesan untuk Se Na. Ibu mengembalikan bolpen dan pergi.

Direktur Yong membaca pesan itu dan tersenyum. Sekarang dia tahu siapa Se Na.

Park Ha keluar dan melihat Yong Seol masak obat untuknya. Benar2 ala Joseon. Park Ha tidak yakin dengan obat yang dimasak Joseon 4.
Yong Seol : Yang Mulia sudah belajar banyak tentang ilmu pengobatan.

Yi Gak keluar dan berkata, obat akan bekerja efektif jika kau percaya. Yi Gak memeriksa obat dan berkata sudah siap diminum. Yi Gak memuji Yong Seol.

Yi Gak memberikan obat dan juga permen Park Ha. Kau bisa mengunyahnya untuk mengurangi pahit. Yi Gak berkata Park Ha akan mengantuk, tapi saat bangun nanti, tubuhmu akan merasa lebih ringan.

Park Ha minta maaf karena sudah menghilangkan sapu tangan Yi Gak. Yi Gak tidak mempermasalahkan lagi. Jika itu milikku, maka pasti akan kembali.

Yi Gak mengambil kartu pos dari Tae Yong, Aku terlalu terkejut dan belum sempat tanya.
Park Ha : Aku juga ingin tahu apa yang terjadi.

Yi Gak berpikir, lukisan ini jelas adalah kau. Orang yang melukisnya jelas adalah Tae Yong. Tapi kau tidak pernah bertemu Yong Tae Yong.

Dia jelas meninggalkan pesan padamu dan memintamu menemuinya. Tapi ia tidak pernah memenuhi perjanjian itu. Saat Tae Yong melukis ini, jelas dia masih hidup.
Tapi saat kau menunggunya disana, ada kemungkinan dia sudah meninggal.

Yi Gak : Apa itu masuk akal? Atau tidak?
Yi Gak menoleh dan Park ha ternyata sudah tidur nyenyak. Yi Gak menyelimuti Park Ha.

Ayah Tae Mu sekarang punya senjata untuk menekan Se Na. Ia tampak gembira melihat Se Na. Jika kau ingin mengatakan pada Presdir kalau Tae Mu dan aku ingin menjual perusahaan ini, atau sesuatu seperti itu silahkan saja. Aku memanggilmu untuk mengatakan ini.

Se Na tidak mengerti, apa artinya itu. Direktur Yong akan membiarkan Se Na mengatakan pada semua orang. Se Na berkata akan pergi jika Direktur sudah selesai bicara.

Ayah Tae Mu mengejek Se Na, siapa yang akan mempercayaimu, Sekretaris Hong? Kau biang..ibumu adalah profesor di Inggris? dimana? Oxford? Cambridge? Semua keluargamu terpelajar? Lalu...siapa bibi yang menjual ikan di pasar? Kang Man Ok?

Aku ingin tahu, siapa yang akan dipercaya Presdir. Aku atau kau.

Se Na syok, tapi ia pura2 tenang, dan berkata kalau Direktur sudah kerja keras menyelidikinya.

Ayah Tae Mu ingin Se Na mengundurkan diri dari perusahaan dengan diam2 lalu pergi. Menjauhlah dari Tae Mu. Dengan demikian, bibirku akan terkunci selamanya.

Se Na keluar dari kantor Direktur, ia ingat Ayah Tae Mu pernah bicara dengan Park Ha. Jadi Se Na menuduh Park Ha yang sudah membocorkan rahasianya.

Se Na kesal dan pergi ke rumah Park Ha, ia tidak percaya melihat Park Ha tidur nyenyak. Se Na melihat catatan yang ditinggalkan Yi Gak, Setelah kau bangun, temui aku di jembatan sungai Han jam 7 malam.
Se Na tersenyum.

Yi Gak pergi mencari hadiah untuk Park Ha. Ia beli jepit rambut.

Park Ha terbangun dan membaca pesan Yi Gak. Ia tampak senang. Park ha siap2 pergi menemui Yi Gak. Park Ha sengaja dandan, memakai baju yang manis dan rok pendek wow...

Yi Gak menunggu Park Ha dan yang datang adalah Se Na. Apa kau terkejut? Yi Gak berkata tidak, tapi ini memang tidak terduga.
Se Na : Kau kesini untuk bertemu Park Ha, ya kan?
Yi Gak membenarkan.

Se Na bohong dan berkata kalau Park Ha pesan, ia tidak bisa datang karena masih sakit.
Yi Gak : Benarkah?

Se Na berkata ia sebenarnya bisa saja mengatakan ini lewat telp, tapi ia ingin datang bertemu Yi Gak.
Yi Gak : Jadi itu yang terjadi? Aku senang kau datang.
Park Ha jalan ke arah mereka.

Se Na sengaja tanya, waktu itu kau berkata kalau aku pasti akan menyukaimu. Yi Gak membenarkan.
Se Na ingin tahu, setelah itu lalu apa.

Yi Gak : Kau akan menikah denganku.
Se Na : Jadi, kalau aku berkata aku menyukaimu, apa kita akan menikah?

Yi Gak : Benar.
Se Na : Apa aku bisa bicara jujur kepadamu?
Yi Gak : Ya, tidak apa-apa. Aku tahu benar kalau kau tidak bisa menyukaiku saat ini.
Se Na : Bukan, aku sudah mencoba menyangkalnya. Tapi seperti yang kau katakan, kalau aku akan menyukaimu. Aku menyukaimu.

Yi Gak : Paling tidak kau mengerti hatiku.
Se Na mengeluarkan sapu tangan sulam, aku juga ingin mengembalikan ini padamu. Aku menemukannya.
Yi Gak : Apa mungkin kau bergadang semalaman mencari ini?

Se Na : Karena kupikir ini sesuatu yang sangat penting bagimu.
Yi Gak : Aku sangat berterima kasih.

Se Na melihat Park Ha, ia cepat2 memeluk Yi Gak. Park Ha berhenti saat melihat mereka.
Se Na melirik Park Ha dan pura2 mencium Yi Gak.

Park Ha terkejut, ia berbalik dan air matanya tiba2 menetes keluar.
RP [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8]


5 comments:

  1. mati ajasih sena-_- kesel deh haha peace ya tirza eonni..aku kesel bgt sm sena! heishh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kasian banget Sena itu, soalnya dia udah salah jalan.

      Delete
  2. huah..sena..sena..ckck..
    gomawoyo eon :)

    ReplyDelete