Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Monday, September 6, 2010

Dong Yi episode 47

Dong Yi dan Yi Geum bergandengan tangan dan disambut oleh anggota partai Seoin beserta para gungnyeo dari biro penyelidik. Yi Geum mengagumi kemegahan istana, jadi ini istana tempat tinggal Ayahnya, kita akhirnya masuk ke istana.

Dong yi mengajak Yi Geum masuk ke dalam istana.

Partai Namin masih protes di depan Daejeon, mereka minta Sukjong mempertimbangkan lagi keputusan-nya. Mereka menyebut Dong yi dengan nama aslinya, Choi Dong Yi. Pemimpin Namin teriak Choi Dong yi sudah terlibat pelanggaran berat dan mengijinkannya kembali ke istana adalah hal yang tidak pantas, tolong Yang Mulia mempertimbangkan.

Sukjong sebenarnya sedang bersiap untuk keluar lagi, ia mengenakan baju bangsawan biasa, Do Seong Ji lapor kalau partai Namin mengajukan protes lagi di Daejeon.

Sukjong tahu itu dan ia berkata lebih baik duduk saja disini daripada keluar dan mendengarkan omong kosong mereka. Lebih baik baginya keluar dari istana dan mengurus masalah negara yang penting. Sukjong minta Do Seong ji keluar dan berkata pada partai Namin, katakan : Choi Dong yi sudah tinggal di kediaman pribadi selama 6 tahun, ini sudah membayar apa yang perlu dibayar.

Sukjong memperingatkan, mulai sekarang jika para pejabat masih protes mengenai Choi Dong yi, maka mereka akan dituduh melawan keluarga Raja dan lebih baik mereka siap-siap untuk diambil nyawanya, dan Sukjong menambahkan, aku akan mengangkat putra Choi Dong Yi, Yi geum sebagai Pangeran dengan gelar Pangeran Yeoning lalu mengangkat Choi Dong yi yang melahirkan Pangeran sebagai Sok Ui, selir tingkat 2 dan memberikan semua protokoler kerajaan yang pantas untuk Sok Ui.

Sukjong tanya Do Seong Ji, kau sudah jelas? Do Seong ji mengerti. Sukjong lalu keluar untuk jalan.

Jang Hee Bin dan rombongannya melihat partai Namin yang unjuk rasa dan ia shock berat saat melihat Dong yi dan Yi Geum jalan masuk ke istana. Anak buahnya merasa tidak enak pada Hee Bin. Jang Hee Bin sepertinya mengenali Yi Geum dan ia berkata seharusnya 6 tahun lalu ia tidak membiarkan Dong yi hidup hanya untuk melihatnya masuk lagi ke dalam istana.

Jang Hee Bin marah sekali dan ia mencengkeram roknya dengan geram.

Ratu Inhyeon tidak bisa dikatakan lagi senangnya. Ketika mendapat laporan dari Jung geum kalau Dong yi dan putranya sudah tiba di istana. Ratu Inhyeon sendiri keluar dari Daejojeon dan menyambut Dong yi dan Yi Geum.

Ratu Inhyeon : Sukwon! ia bergegas menemui Dong yi dan Yi geum.
Dong yi dan Yi Geum membungkuk memberi hormat : Jung Jong Mama! Apakah anda sehat selama ini?

Keduanya saling bergenggam-an tangan dengan hangat. Lalu Ratu melihat ke arah Yi Geum, ini pasti Pangeran.

Dong yi : benar, Yang Mulia.
Dong Yi membelai Yi geum, apa kau mau memberi salam pada Yang Mulia Ratu..
Yi Geum : Ya, Ibu.

Yi Geum membungkuk pada Ratu Inhyeon, Jung Jong Mama, terimalah salam saya, sudah begitu lama saya tidak bisa menyampaikan salam pada anda, saya berharap anda dihindarkan dari segala sakit penyakit dan berharap anda sehat dan selalu dalam kondisi sehat.

Ratu Inhyeon terpesona dan berlutut di depan Yi Geum, kau pintar sekali. Selamat datang Pangeran, kau sudah tumbuh menjadi anak yang cemerlang dan cerdas.

Ae Jung mengantar Yi Geum kembali ke Bo Gyeong Dang. Yi Geum mengagumi kediaman resmi ibunya, ini besar sekali. Ae Jung membenarkan, apa Yang Mulia menyukai tempat ini? Yi Geum melihat begitu banyak staf. Ae Jung berkata mereka akan melakukan apapun yang diinginkan Yi Geum segera. Ae Jung mendorong Yi Geum, ayo cobalah Yang Mulia. Yi Geum justru lari dan Ae Jung harus mengejarnya.

Dong yi masih menghadap Ratu Inhyeon. Ratu memanggil Dong yi dengan panggilan Suk Ui, aku akan segera mengeluarkan surat perintah untuk mengangkatmu menjadi Suk Ui.

Dong Yi kaget, menerima gelar Suk Ui?
Ratu : Benar, ini yang diinginkan Baginda, dan Pangeran akan menerima gelar sebagai Pangeran resmi (Bu Gun, pangeran pewaris yang merupakan keturunan Raja), dan aku melihat anak itu begitu cerdas dan pintar, kau sudah membesarkan dan mendidik Pangeran dengan begitu baik. Aku tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasihku padamu.
Dong yi : Yang Mulia Ratu..

Ratu Inhyeon : Tapi kau pasti tahu, ini sangat berdampak pada Hee Bin.

Dong Yi : Benar, Yang Mulia, saya tahu itu. Orang yang ingin mencelakai Pangeran dan juga membakar rumah kami juga kemungkinan besar adalah mereka. Saya juga sadar apa yang mungkin akan dialami Pangeran di masa mendatang, ia harus mengalami dan mungkin menderita di istana ini dan selama ia tumbuh, dia mungkin akan menerima banyak masalah dan juga bahaya. Tapi saya tidak akan membiarkan itu dan diam saja, apapun itu, saya akan melakukan yang terbaik untuk menjaga anak itu, Yang Mulia.

Ratu Inhyeon : Benar, kau harus melakukannya. Aku akan memberikan dukungan padamu, apapun yang terjadi, aku akan mendukung kau dan juga Pangeran Yeoning.

Dong yi : Yang Mulia!

Sukjong sudah kembali dari perjalanan luar istananya dan Kasim Han menyambutnya. Sukjong langsung tanya dimana Dong yi dan Yi Geum. Kasim Han berkata Yi Geum ada di Bo Gyeong Dang dan Dong Yi baru saja meninggalkan Daejojeon setelah menghadap Ratu. Kasim Han tanya apa mereka mau dipanggil ke Daejeon?

Sukjong berkata tidak perlu, aku akan menemui mereka di Bo gyeong dang dan Sukjong langsung pergi. Sukjong begitu bersemangat bertemu istri dan anaknya kembali sampai ia tidak mengganti bajunya dengan baju resmi Raja. Kasim Han hanya heran melihatnya.

Di Bo Gyeong Dang. Yi Geum tanya apa Ae Jung pernah melihat ayahnya. Ae Jung berkata tentu saja. Yi geum lalu tanya lagi orang seperti apa ayahnya, apa ia orang yang menakutkan?

Ae Jung jadi serius dan berkata itu tidak perlu dikatakan lagi, harimau saja tidak akan berani mengaum kalau berhadapan dengan Baginda, iya Baginda benar2 menakutkan.

Yi Geum jadi bengong, jadi ayahnya menakutkan. Ae Jung membenarkan, dan membuat Yi Geum jadi segan bertemu Sukjong.

Dong Yi meninggalkan kediaman Ratu dan Bong sang gung berkata kalau Daejeon tadi mengirim pesan kalau Baginda langsung ke Bo Gyeong dang. Dong yi terkejut. Bong Sang Gung berkata Baginda tidak tahan dan ingin segera bertemu Yang Mulia dan pangeran sehingga langsung ke sana. Dong Yi tersenyum.

Yi Geum masih memikirkan apa yang dikatakan "Ban Gwan Da Ri" waktu itu kalau Baginda tidak sekalipun melupakan ibunya dan dirinya. Yi Geum menghela nafas, apa "Ban Gwan Da ri" itu benar, jika ayahnya bertemu dengannya apa dia akan kecewa atau tidak, apa yang harus ia lakukan.

Sukjong sampai di Bo gyeong Dang dan senang melihat Yi Geum, ia langsung berkata anakku..anakku, kapan kau sampai?
Yi Geum melihatnya dan heran, Bukankah kau Ban Gwan Da Ri?

Sukjong baru sadar ia masih mengenakan baju biasa, lalu ia pura2 saja dan berlutut di depan Yi Geum, Ya Yang Mulia Pangeran, benar..
Yi Geum : Mengapa kau ada disini? Apa kau ingin menemuiku?
Sukjong : Ya, Yang Mulia, saya dengar berita Pangeran sudah pulang ke istana, jadi saya lari secepat mungkin untuk menemui anda di sini.
Yi Geum : Aku sangat berterima kasih, meskipun kau tidak mengatakannya, aku baru saja memikirkanmu.
Sukjong : Benarkah?

Yi Geum : Aku tengah menunggu Ah Ba Mama datang dan akan segera bertemu dengannya tapi aku sedikit cemas.
Sukjong : Cemas? apa yang harus anda khawatirkan?

Yi geum : Aku sudah tanya staf yang pernah tinggal disini sebelumnya, dia berkata kalau Ayah Raja itu menakutkan seperti harimau jadi aku takut kalau aku membuat kesalahan maka ia akan kecewa dan aku akan dimarahi, lalu apa yang harus kulakukan?

Sukjong : Apa benar? Memarahi? memikirkan itu, bisa dikatakan itu tidak mungkin dilakukannya.
Yi Geum : Apa?
Sukjong : Anda berkata kalau Baginda adalah orang yang menakutkan tapi Pangeran sudah berdiri di depannya dan menegurnya dengan keras dan membentaknya.
Yi Geum : Apa?

Sukjong : Bukan hanya itu, dia adalah penguasa negara ini, tapi dia dipaksa jadi bawahan dan ia dilempar kesana kesini dan bergulat dalam ssireum lalu diseret ke air terjun! Ah saya benar2 takut dengan anda Pangeran.
Yi Geum menghela nafas, ya, apa yang kau katakan..bagaimana Ayah Raja tahu tentang Ssireum dan air terjun itu.
Sukjong : Itu karena....

Tapi Dong yi keburu datang dan memanggil anaknya, Geum ah..
Yi Geum : Ibu?
Dong yi kaget sekali melihat Sukjong ada di situ dan memberi salam, Cheon Na!
Sukjong : Kau sudah datang, Dong yi..
Dong Yi : Yang Mulia, ada apa? Mengapa anda datang dengan baju seperti ini dan menemui Pangeran?

Yi Geum bingung, Ibu..? Apa kata ibu? Mengapa ibu memanggil orang ini Cheon Na?
Dong Yi bingung, apa?
Sukjong : ehem!
Yi Geum : Orang ini adalah Ban Gwan Da Ri
Dong yi : Geum ah! apa katamu? Yang Mulia, apa yang dikatakan anak ini?

Sukjong : Aku juga tidak tahu, dia selalu memanggilku Ban Gwan Da Ri, seperti kau duli.
Dong Yi : Apa? jadi yang dimaksud Ban Gwan Da Ri yang ia temui adalah ..
Sukjong : Ya, aku.

Dong yi kaget, Yi Geum apalagi..Jadi anda bukan Ban Gwan Da Ri? kalau begitu anda benar-benar..
Sukjong : Ya, Pangeran..saya adalah penguasa negeri ini jadi adalah ayah anda.

Dong yi tersenyum dan Yi Geum merasa bingung, saya..saya...lalu ia lari!

Sukjong dan Dong yi kaget. Geum ah..! Dong yi langsung minta anak buahnya mengejar Yi Geum, kalian cepat bawa Pangeran kembali.
Seru..jadilah kejar2an.

Dong yi meminta penjelasan pada Sukjong, jadi Yang Mulia menyamar menjadi Ban Gwan Da Ri dan menemui Yi Geum. Sukjong membenarkan, dan berpikir kalau dengan demikian, ia akan dekat dengan Geum ah.

Dong yi tidak percaya bisa-bisanya Sukjong bercanda seperti itu. Sukjong berkata ia tidak berniat melakukannya, ia harus keluar dalam penyamaran jadi ia mengenakan baju ini tapi sepertinya ia sudah membuat Yi Geum takut. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Semua anak buah Dong yi berteriak mencari Yi Geum dan tidak bisa menemukan Pangeran, Bong Sang gung dan Ae jung pusing.

Yi Geum bersembunyi di bawah semak-semak dan menangis terisak. Ia ketakutan, ia tidak tahu kalau itu adalah Ayah Raja-nya, ia merasa kasar dan tidak sopan pada Sukjong. Yi Geum yakin ia pasti akan dihukum.

Sementara itu, Sukjong sudah ganti baju resminya dan mulai cemas, ini sudah satu jam, dan kita belum menemukan dimana Yi Geum.

Kasim Han minta maaf pada Sukjong. Sukjong mengeluh, ia kekanak-kanakan dan justru main2 seperti itu pada Yi Geum, Sukjong sama sekali tidak mengira kalau Yi Geum justru ketakutan.

Dong Yi berkata Yi Geum belum mengenal lingkungan istana, anak itu mungkin tersesat. Dong Yi berkata ia akan mencari Yi Geum sendiri. Sukjong berkata ia juga ikut. (asyik..main petak umpet dengan Raja dan Selir hehe..)

Dong Yi & Sukjong : Geum ah..Geum ah! kau dimana?
Sukjong melihat Yi Geum dibawah semak, dan ia berhenti. Dong yi heran, Yang Mulia?

Sukjong memberi isyarat, dia ada di bawah..Dong yi melihat dan ia menemukan Yi Geum. Tapi Sukjong dan Dong yi pura2 tidak melihat Yi Geum lalu :

Sukjong : Sepertinya didekat sini aku bisa mendengar ada anak anjing merengek, ayo kita lihat dimana ya..disini atau disitu..
Yi Geum menyadari ayah ibunya. Dong Yi juga berkata benar Yang Mulia, suaranya di dekat sini..

Sukjong : Benarkah? Uh hei! jika Geum Yi kita mendengar, dia pasti tahu kalau aku sama sekali tidak marah, tapi sudah membuat seseorang gelisah.
Dong Yi ikutan : Oh! jadi anda tidak marah sama sekali?

Sukjong : Tentu saja! Aku menyamar menjadi Ban Gwan Da Ri karena sangat merindukan Yi Geum. Apa kau tahu? aku sangat menikmati waktu bersama anak itu?

Dong yi : Tapi, dia tidak bisa mengenali Anda Yang Mulia dan ia kasar terhadap anda, apa anda tidak akan menghukum-nya?
Sukjong : Bagaimana aku bisa menghukumnya, karena ibunya..kau, ketika aku pertama kali bertemu denganmu, bukankah kau justru menginjak punggung Raja?
Dong Yi : Yang Mulia!

Sukjong : apa kau tahu betapa senangnya aku ketika bertemu Yi Geum, persis seperti aku pertama kali bertemu denganmu, persis ketika bertemu anak itu..aku benar2 senang.
Yi Geum akhirnya keluar. Apa anda benar2 tidak marah pada saya?

Sukjong : Geum ah! dan langsung mendekati Yi Geum, anakku..aku cemas ketika kau lari, sepertinya kau sembunyi disini ya..
Yi Geum : Saya tidak bisa mengenali Yang Mulia dan tidak sopan pada anda tapi apa benar anda tidak kecewa pada saya?
Sukjong : Kecewa? bagaimana bisa? Oh coba lihat wajah lucumu ini..Geum ah ketika ada di air terjun, Ayah sudah mengatakan padamu, tidak ada seharipun aku tidak memikirkanmu, apa kau sudah lupa?

Sukjong lalu memeluk anaknya, Dong yi melihat dengan bahagia. Jadi Geum ah, sekarang kau panggil aku Ayah Raja..apa kau tahu berapa lama aku menantikan kau memanggilku seperti itu..
Yi Geum : Ah Ba Mama?

Sukjong senang sekali, ayo panggil lagi Ah Ba Mama! Bagus! Lalu Sukjong menggendong Yi Geum dengan gembira.

Malamnya, Dong yi menuju kamar Yi Geum dan tanya dimana Sukjong. Bong Sang gung berkata Baginda masih di dalam kamar Pangeran. Sukjong menepuk2 Yi Geum saampai tidur. Dong yi masuk.
Sukjong : ssst..dia baru saja tidur.

Dong yi tersenyum. Sukjong berkata mulai hari ini, dia akan setiap hari mengantar Yi Geum tidur. selama 6 tahun ini, aku hanya melakukan ini dalam hati, dan sekarang aku benar2 melakukannya.
Sukjong : Lihat anak ini, dia mirip sekali denganku, matanya, bibirnya, juga telinganya, persis seperti aku, kan?
Dong Yi : Benarkah? saya pikir dia mirip saya.
Sukjong : Tidak, dia persis aku
Dong Yi : Ya kalau anda mengatakan itu, jadi iya seperti itu.
Sukjong : Bagaimana bisa begitu..ini pasti, benar.

Dong Yi tersenyum dan mengakui anak ini memang persis Sukjong. Jadi setiap melihat anak ini, saya bisa bertahan selama 6 tahun ini, melihat anak itu, seperti melihat anda Yang Mulia.

Sukjong janji ia tidak akan pernah melepaskan Dong Yi lagi, juga Yi Geum. Aku sudah mencari dan menemukan harta paling berharga milikku, yaitu kau dan anak itu, aku jelas tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Dong yi terharu, Cheon Na..Sukjong memeluk Dong Yi dengan erat sementara Yi Geum tidur pulas.

Paginya, Cha Cheon Soo bangun untuk mengambil air, ia batuk-batuk, kelihatannya Cha Cheon Soo kurang sehat, nafasnya pendek2 dan ia berbisik, Dong yi...(astaga..aku ngga tega asli..kenapa sih Cha Cheon Soo ngga sama Jung Im saja, kayanya prospeknya bagus hehe..)

Sementara di istana, Dong Yi menerima kenaikan pangkat sebagai selir tingkat 2, Suk Ui dari Ratu Inhyeon. Yi Geum diangkat sebagai pewaris dengan gelar Pangeran Yeoning disaksikan oleh Choi Suk Ui dan Ratu Inhyeon. Do seong Ji membacakan keputusan Raja. Yeong Dal kembali ke biro musik, bersama Hwang Ju Shik, ia menyaksikan upacara ini.

Tim forensik dari Gyeom Hwa Sa (dinas kebakaran Joseon) menyelidiki kediaman Dong Yi untuk menemukan penyebab kebakaran.

Orang yang melakukan pembakaran melihat dari kejauhan dan lapor pada Ny. Yoon, bahwa tim Gyeom Hwa Sa dan polisi memeriksa rumah Dong Yi. Semua dilakukan dibawah perintah Raja. Orang itu berkata mereka perlu uang untuk kabur keluar kota. Ny. Yoon marah besar, kalian tidak melakukan tugas dengan benar, bahkan sudah dibayar, sekarang kacau dan bagaimana kalian bisa datang dan meminta uang padaku?

Pembakar rumah itu mengancam, kalau begitu apa Ny. Yoon mau kita semua ditangkap. Jang Hee Jae berkata kalau dia akan ke istana dan minta pelayannya siap-siap. Ny. Yoon berkata ia akan menyiapkan uangnya dan juga kapal untuk mereka. Ny. Yoon minta mereka menunggu. Pembakar itu mengerti dan pergi.

Jang hee Jae melihat pembakar itu dan tanya siapa orang itu Ibu? Ny. Yoon berkata bukan siapa2, dan ia tanya apa Jang Hee Jae ingin ke istana? Jang Hee Jae membenarkan. Jang Hee Jae mengeluh, bagaimana perasaan Hee Bin, Dong Yi dan Yi Geum sekarang kembali ke istana. Ini jelas membuatnya kesal.

Jang Hee Bin dan rombongannya tiba di Daejojeon. Ratu Inhyeon dengan dingin menyambutnya.
Ratu : Kau datang Hee Bin.
Jang Hee Bin memberi hormat, mengapa tiba-tiba anda mengeluarkan perintah Wei Myeong Bu (perintah untuk setiap wanita anggota keluarga Raja datang, juga termasuk istri para menteri dan pejabat) dan memanggil untuk perjamuan. Ada apa?

Ratu Inhyeon : Apa lagi ? Suk Ui sudah kembali ke istana, bukankah itu adalah alasan untuk mengadakan perayaan untuk keluarga Raja, itulah mengapa kita mengadakan perjamuan ini untuk menghormatinya, bukankah itu pantas untuknya?

Ratu Inhyeon berlalu dan duduk di kursinya. Jang Hee Bin tidak percaya ini, Dong Yi dan rombongan tiba dengan senyum tapi wajahnya berubah ketika bertemu Hee Bin. (ada..ketegangan di udara..) Dong Yi mendekat dan memberi salam pada Hee Bin. Dong Yi menghormat karena Hee Bin adalah senior di keputren.
Dong Yi : Sudah lama tidak bertemu, Yang Mulia Hee Bin.

Jang Hee Bin : Kau bisa kembali ke istana dengan cara seperti ini, kau benar2 orang yang istimewa, kau bisa mengangkat kepalamu dengan penuh percaya diri di depanku.
Dong yi menyadari kalau Hee Bin mengenakan hiasan kupu-kupu itu. Dong Yi : Jadi anda masih mengenakan hiasan kupu-kupu itu? Hee Bin melihat hiasan-nya.

Dong yi : Saya tidak tahu, hari itu, 6 tahun lalu, Yang Mulia adalah orang yang mengarahkan Cheon Na ke tempat dimana teman masa kecilku, pemimpin Geumgae, lalu juga ketika ayah dan kakak saya harus meninggal dalam kematian yang tidak adil, Yang Mulia sepertinya terlibat dalam insiden itu, itu saya juga sudah mengerti.

Jang Hee Bin : Suk Ui!
Dong Yi : Saya disini mengatakan kejahatan anda.
Jang Hee Bin : Apa ?

Dong Yi : harap diingat saya ingin anda tahu kalau saya orang yang tidak akan melupakan setiap detil apa yang terjadi di masa lalu, juga saya tidak akan pernah membiarkan Yang Mulia merenggut kembali apapun yang saya sayangi.

Pangeran Yeoning terpesona ketika Kasim Han membawanya ke perpustakaan istana (jadi ingat ekspresi Bidam waktu Deokman membawanya ke perpus, biarpun untuk tujuan berbeda), P. Yeoning melihat koleksi buku yang begitu banyak dengan senang sekali, ia tanya apa ia bisa membaca semua buku di perpustakaan ini. Kasim Han membenarkan.

P. Yeoning langsung lari ke antara rak-rak buku dan melihat2, ia mengambil buku Meng Zi (buku teori tentang kemanusiaan). Putera Mahkota masuk ke perpustakaan, dan Kasim Han memberi salam padanya.

P. Yeoning memberi salam pada Putera Mahkota dan Putera Mahkota berkata jadi kau adalah adikku. P. Yeoning membenarkan. Putera Mahkota mengenali P. Yeoning, bukankah kau anak Cheonmin yang masuk ke istana waktu itu. Yeoning membenarkan dan berkata ia adalah adik Putera Mahkota Yun.

Putera Mahkota tidak mengenali Yeoning adalah adiknya ketika itu dan ia mengakui itu adalah kesalahannya dan ada kesalah pahaman.

Yeoning berkata bukan salah paham, itu adalah salah saya karena sudah menyelinap ke istana. Putera Mahkota sangat ramah pada Yeoning, ia tanya apa yang dilakukan Yeoning di sini, aku dengar kau akan masuk Jung Hak untuk mulai belajar, kau datang untuk mencari buku ya?

Yeoning berkata ia bisa datang untuk membaca buku2 ini kapan saja. Putera Mahkota membenarkan dan berkata kau sepertinya sudah salah memilih buku. Putera Mahkota mencari di rak dan mengambil pelajaran menengah untuk Yeoning. Terimalah, kata Putera Mahkota.

Yeoning terlihat kecewa, sepertinya semuanya memberikan pelajaran menengah pada saya. Yeoning ingin membaca buku MengZi, lalu tanya apa saya tidak boleh membaca buku Meng Zi? Putera Mahkota terkejut, tentu saja boleh, tapi apa yang ingin kau lakukan dengan buku Meng Zi itu? Yeoning berkata ah saya hanya lihat-lihat saja. Kedua kakak adik ini cepat sekali akrab.

Sukjong mendapat laporan dari Dong Yi kalau ia berencana meminta Yun Han Kim Gu seon sebagai guru pribadi P.Yeoning. Dong Yi berkata kalau Baginda memberikan ijin maka dia akan memanggil Kim Gu seon sebagai guru Yeoning untuk pendidikan-nya di Jung Hak.

Dong Yi mendengar kalau anggota keluarga Raja boleh mendapatkan guru pembimbing pribadi. Sukjong merenung sejenak, dia berkata bagus sekali kalau Kim Gu seon bersedia membimbing Yeoning tapi Sukjong tahu itu tidak akan mudah. Sukjong sendiri sudah beberapa kali memanggil Kim Gu Seon untuk masuk ke istana, tapi selalu ditolak.

Dong Yi berkata ia mengerti, tapi jika Yang Mulia memberikan ijin untuk mengambil Kim Gu Seon sebagai guru pribadi Yeoning, maka ia yang akan mencoba meyakinkan Kim Gu seon.

Sukjong terkejut, kau sendiri yang akan pergi? Dong Yi membenarkan.

Dong Yi menemui Kim Gu seon lagi. Kim Gu Seon berkata Dong Yi ini keras kepala, masih tetap menginginkan-nya menjadi guru Pangeran. Kim Gu Seon berkata apa anda ingin mengikuti cara Liu Pai ketika meyakinkan Kong Ming? Meskipun anda mengunjungi saya 3000 kali, juga tidak akan ada gunanya.

Dong yi berkata itu karena kau tidak punya kepercayaan dalam politik dan pemerintahan. Dong Yi tahu Kim Gu Seon tidak akan menerima murid dari latar belakang politik, tapi bagaimana dengan kredibilitas orang itu. Kau tidak percaya politik tapi apa bisa mempercayai kredibilitas orang?

Kim GuSeon tertawa, percaya pada orang? anda benar2 tidak mengerti politik, Kim GuSeon bukan orang tua yang naif.

Dong Yi berpikir dan berkata ia mengerti, hari ini akan...Kim Gu seon berkata jangan datang lagi. Dong Yi setuju, saya tidak akan datang lagi.

Kim Guseon kaget juga mendengarnya, Dong Yi pergi meninggalkan pondok Kim Guseon. Ini membuat Kim Gu seon bingung.

Ternyata...Dong Yi meninggalkan anaknya ! hahaha...
Kim Gu Seon keluar dan ingin pergi ke ladang, ketika P. Yeoning berdiri di depannya dan memanggilnya. Kim Gu Seon jelas terperanjat. Yeoning tanya apa Guru mau ke ladang? Kim GuSeon heran, Pangeran tidak kembali ke istana, mana Suk Ui?

P. Yeoning berkata kalau ibunya dan rombongan sudah kembali ke istana. Kim Gu seon heran, Dong yi pulang dan meninggalkan Pangeran disini sendirian tanpa khawatir sedikitpun.

P. Yeoning mengangguk. Kim Guseon heran, bagaimana Suk Ui bisa meninggalkan anak berusia 7 tahun di tempat seperti ini sendirian saja. Yeoning heran, memangnya kenapa dengan 7 tahun? aku mungkin masih 7 tahun tapi sudah memiliki kebenaran sebagai pria. Kim Gu seon terperanjat.

Shim Yun Taek ketakutan ketika Dong Yi meninggalkan Yeoning sendirian di pondok Kim Guseon dan pulang ke istana. Dong yi membenarkan, ia adalah ibu P. Yeoning tapi bukan P. Yeoning. sedangkan yang membutuhkan guru adalah Yeoning, jadi harus P. Yeoning sendiri yang berusaha untuk mendapatkan Kim Gu Seon sebagai gurunya.

Shim Yun Taek melongo. Dong Yi hanya tersenyum, ia percaya pada kemampuan anaknya. Yeoning pasti akan baik-baik saja.
P. Yeoning membantu Kim Gu Seon di ladang. Yeoning selalu tersenyum kalau Kim Gu seon meliriknya. Yeoning membantu Kim Gu Seon dengan memberikan benih lalu pergi mengambil air. Kim Gu seon heran, bagaimana Yeoning tahu tentang pertanian?

P. Yeoning berkata ia belajar dari ibunya. Ibunya berkata kalau bertani adalah pelajaran itu sendiri. Kim Gu Seon berkata kalau Suk Ui tidak ingin membuat anaknya jadi kutubuku dan tidak membuang2 waktu.

Kim Gu Seon tetap keras kepala, ia berkata pada P. Yeoning, kalau anda kembali ke istana, katakan pada Suk Ui kalau cara ini tidak akan berhasil.

P. Yeoning tanya, apa Kim Gu Seon tidak menyukainya? Kim Gu Seon membenarkan, benar, melihat Yeoning membuatnya stress dan terganggu. Kembalilah ke istana segera.

Kim GuSeon kembali ke rumahnya, P. Yeoning masih membereskan peralatan-nya. Kim GuSeon menoleh dan Yeoning memberikan senyuman lebar. (oh anak ini..he's so adorable)

Dong Yi tersenyum dan tanya pada Yeoning apa kau kecewa kalau Kim GuSeon berkata tidak menyukaimu? Yeoning berkata sedikit tapi ibu sudah mengatakannya padaku sebelumnya, hanya karena seseorang tidak menyukaiku, aku tidak bisa membenci orang itu sebagai balasannya.

Dong Yi berkata Yeoning ingat kata-katanya dengan baik. Yeoning menjawab, perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah, meskipun 10 ribu buku ditulis tentang dunia tidak bisa dibandingkan dengan apa yang kita lihat tentang dunia secara langsung, jadi yang terbaik adalah memberikan kasih pada sesama dulu.

Dong yi berkata tidak peduli selemah apa orang itu, akan masih memiliki kehangatan dalam hatinya, bisa melihat itu dalam diri seseorang kau harus gembira.

P. Yeoning tahu kalau Kim Guseon itu orang yang hatinya baik, meskipun ia berkata kalau dia tidak menyukai diriku, tapi Kim Gu Seon memberiku makan dengan baik bahkan memberikan makanan yang paling enak ke mangkuk-ku.

Dong Yi : benarkah Kim GuSeon melakukannya padamu? Kim Gu Seon adalah orang yang luar biasa dan bisa berguru padanya suatu hari nanti akan membuatmu menjadi orang yang luar biasa, jadi kau harus mengingatnya.

P. Yeoning mengerti nasihat ibunya.

Dong Yi : Besok, saat kau masuk Jung Hak, ibu ingin kau tahu ini..
P. Yeoning : Ya ibu, apa itu?
Dong Yi : Kau harus janji, apa kau bisa melakukan ini untukku?
P. Yeoning : Janji?

Jung Geum mengantar seorang wanita ke kediaman Ratu Inhyeon, ia menutupi kepalanya. Ratu Inhyeon tampak pucat. Ahn Sang Gung masuk dan berkata kalau perawat itu sudah datang.

Ratu Inhyeon meminta wanita itu masuk dan ia adalah staf tabib Nam yang memeriksa kesehatan Putera Mahkota Yun.

Di Bo Gyeong Dang, Dong Yi minta Yeoning untuk janji padanya, kau harus pura-pura tidak menguasai pelajaran menengah di Jung Hak nanti. Apa kau bisa berjanji pada ibu?

Yeoning : Tapi mengapa saya harus melakukan itu? Saya bisa menutup mata dan mengucapkan pelajaran menengah dari dalam hati.

Dong Yi : Karena itu akan mengancam keselamatanmu.
Yeoning : Apa, bahaya..mengapa?
Dong Yi hanya bisa menghela nafas.
Yeoning : Ibu?

Di Daejojeon, Ratu Inhyeon membaca resep yang diberikan perawat itu padanya.
Ratu : Ini adalah resep dari apotik itu dan tonik obatnya diberikan untuk Putera Mahkota Yun, selama ini.
Perawat : Ya Yang Mulia, benar sekali.
Ratu : Katakan padaku, untuk apa resep ini? Mengapa Chwi seon dang ingin Putera Mahkota Yun mengkonsumsi tonik obat ini?
Perawat : Yang mulia..ini karena..
Ahn Sang Gung : Mengapa, ayo bicara..Yang Mulia Ratu bertanya padamu.

Perawat : Yang Mulia, jika saya mengatakan ini, saya tidak bisa mempertahankan nyawa saya. Saya benar2 takut, Yang Mulia Ratu

Ratu : Aku akan menjamin hidupmu. Jadi bicara dan kita akan melihat, apa yang salah dengan kesehatan Putera Mahkota Yun!

Dong Yi merenung dan mengingat pertanyaan Yeoning, apa yang membahayakan hidupnya? Dong Yi terlihat gelisah.

Ratu Inhyeon tampak terperanjat mendengar kesehatan Putera Mahkota, ia terlihat shock dengan fakta kalau Putera Mahkota kemungkinan besar tidak bisa memberikan keturunan.

Ahn Sang gung berkata jika benar, ini berarti bencana. Ratu Inhyeon sadar, ini yang ditakuti oleh Jang Hee Bin selama ini, jika kebenaran terungkap maka akan membuat kedudukan Putera Mahkota Yun goyah. Inilah mengapa Hee Bin mati-matian menjaga rahasianya.

Ahn Sang Gung tanya apa masalah ini harus diungkapkan? Paling tidak Yang Mulia harus berdiskusi dengan Suk Ui.

Ratu Inhyeon berkata tidak, dia tidak ingin Dong Yi terlibat masalah ini, karena akan membuat Suk Ui dan P. Yeoning dalam bahaya.

Ratu Inhyeon minta Ahn Sang Gung merahasiakan ini sampai kita memiliki bukti yang pasti untuk membuktikan itu, kau sudah jelas? Ahn Sang Gung menyanggupi.

Paginya, di Jung Hak, P. Yeoning seperti biasa mengantuk di kelas, ia bosan minta ampun dengan pelajarannya, Guru mengucapkan pelajaran dan murid2 mengulang seperti beo.

Guru melihat P. Yeoning mengantuk dan menguap, guru mengeraskan suaranya untuk membangunkan P. Yeoning, yang membalik halaman. Jang Hee Jae mengawasi P. Yeoning di kelasnya, ia ingin tahu kemampuan Yeoning di Jung Hak.

Jang Hee Bin mendengar kalau P. Yeoning mengantuk di kelas, apa ia bodoh? Jang Hee Jae membenarkan, ia takut dengan kemampuan Yeoning dan mengirim orang untuk mengawasi, ternyata jangankan pelajaran tingkat menengah, bahkan pelajaran dasar, ribuan karakter (seribu karakter mandarin, pelajaran dasar anak SD) saja dia tidak bisa mengingatnya.

Jang Hee Bin lega mendengarnya. Jang Hee Jae berkata ini bisa dimaklumi karena P. Yeoning selama ini tinggal di kediaman pribadi sehingga sulit untuk mengikuti pelajaran. Jadi Jang Hee Bin tidak perlu cemas dengan kemampuan P. Yeoning yang bisa mengancam Putera Mahkota.

Tapi Hee Bin belum puas, ia ingin Sukjong juga mengetahuinya, Sukjong harus tahu kalau P. Yeoning bodoh dan semua orang di istana juga harus menyaksikannya sendiri. Jika kebetulan kelemahan Putera Mahkota Yun terungkap, maka tetap tidak akan membuat posisinya terancam.

Jang Hee Jae heran tapi bagaimana caranya. Hee Bin berkata ia ingin bertemu dengan guru Putera Mahkota.

Biro penyelidik internal mengetahui kalau Putera Mahkota akan bersiap dalam Chaek rae (selesai dengan pelajaran klasik). Jeong Sang Gung membenarkan, setelah 3 hari ketika Putera Mahkota Yun menyelesaikan Ajaran Besarnya, ia akan ada di Si Gang Won, kalian harus menyiapkan acara ini.

Eun Geum dan Shi Bi memuji kecerdasan Putera Mahkota. Ia baru 13 tahun dan sudah menyelesaikan Ajaran Besar/ Ta Xue-nya, inilah mengapa Baginda sangat menyayangi Putera Mahkota. Ia benar2 sangat pintar.

Yoo Sang Gung berkata lalu bagaimana dengan Seo Do (seperti test semester) ? Jeong Sang Gung berkata itu juga akan dilaksanakan. Eun Geum mengeluh Chaek Rae dan Seo Do diadakan bersama-sama, ini benar2 berat. Jung Im merasa aneh, mengapa acara sebesar Seo Do dan Chaek Rae Putera Mahkota diadakan di hari yang sama? Ini aneh.

Sukjong mendapat laporan dari Do Seong Ji kalau Chaek Rae Putera Mahkota Yun dan Seo Do akan diselenggarakan pada hari yang sama. Do Seong Ji membenarkan dan berkata ini adalah usul dari Guru di Jung Hak untuk memberikan kesempatan pada semua anak-anak dari keluarga Raja untuk melihat kemampuan Putera Mahkota sebagai contoh.

Sukjong berkata itu ide bagus. Melihat kepandaian Putera Mahkota akan membuat semua anak anggota keluarga Raja semakin bersemangat. Do Seong Ji setuju. Sukjong lalu sadar, kalau itu Jung Hak, berarti P. Yeoning juga ikut serta. Benar, Yang Mulia, P. Yeoning juga termasuk.

Sukjong jadi ingin tahu bagaimana potensi Yeoning. Jika Yeoning mewarisi kepandaian Dong Yi dan juga dirinya, maka P. Yeoning pasti sangat pintar. Kasim Han tersenyum, ia kelihatan bangga hehehe...

Di Jung Hak, semua anak belajar sendiri. P. Yeoning bosan dengan pelajarannya. P. Yeoning berkata bahkan saat ujianpun ia harus pura2 tidak bisa, sigh...Lalu seorang anak menoleh dan berkata jangan malas, belajar. P. Yeoning pura2 melihat bukunya dan berkata dia tidak mengerti satu katapun. Anak itu berkata itulah mengapa kau perlu belajar ketika akan ujian. Baginda akan datang di sini, apa kau tidak malu nanti.

P. Yeoning tanya, Baginda akan datang saat ujian? Murid yang lain membenarkan, apa kau tidak tahu itu? Pangeran Yeoning menghela nafas.

Jang Hee Bin menunggu hasil ujian.

Sukjong tiba, Putera Mahkota ada di situ. Sukjong melirik P. Yeoning dan berkedip padanya. Ini membuat Yeoning senang karena ayahnya melihatnya.

Sukjong berkata hari ini Chaek Rae Putra Mahkota dan ujian akan dilakukan bersamaan, dan ia senang sekali. Sukjong berkata hari ini kalian akan bisa melihat potensi Putera Mahkota dan memberikan teladan pada semua anak keluarga Raja untuk belajar dengan keras.

Para murid mengerti. Sukjong berkata untuk segera mulai.

Guru Kerajaan mulai dengan Chaek Rae Putera Mahkota Yun. Putera Mahkota mengutip Bab 21 Doktrin : Jika kau tidak mengerti atau apa yang kau pelajari tidak mencapai tujuannya, jangan langsung meninggalkannya. Ketika ada yang kau selidiki, atau menyelidiki tapi tidak mengerti, jangan langsung meninggalkannya. Ketika ada sesuatu yang tidak bisa dicerna, atau dicerna tapi tidak jelas, jangan langsung meninggalkannya. Ketika ada sesuatu yang belum dikuasai, atau sudah dikuasai tapi belum menyeluruh, jangan langsung meninggalkannya.

Anak-anak terpesona dengan kemampuan Putera Mahkota Yun. Sukjong memuji Putera Mahkota Yun, susah mengingat kata2 ini tapi kau mengucapkannya dengan begitu mudah. Putera Mahkota berterima kasih atas pujian Raja.

Guru Kerajaan berkata kalau Putera Mahkota Yun memiliki kepandaian yang hebat dan masa depan Joseon akan cerah. Sukjong berkata ia benar2 puas dengan hasil pengajaran Guru Kerajaan.

Sukjong lalu melanjutkan dengan Jung Hak. Guru Jung Hak membagikan soal pada murid-murid. P. Yeoning hanya bisa menghela nafas dengan gugup.

Dong Yi mendapat laporan kalau Sukjong hadir untuk menyaksikan Jung Hak. Dong yi terkejut. Bong Sang Gung membenarkan, Chaek rae Putera Mahkota dan Seo Do diselenggarakan bersamaan. Yang Mulia. Dong Yi terlihat mencemaskan Yeoning.

Tiba giliran P. Yeoning untuk mengucapkan teksnya.
Guru : sekarang giliran P. Yeoning.
Sukjong jadi semangat.

Guru Kerajaan : Ambil yang mana saja, baca dan jelaskan apa artinya.
P. Yeoning mengambil dan membacanya..ia menghela nafas dan mengembalikan kertas itu.
Guru : Itu pelajaran menengah bab 5.

P. Yeoning ingat ia sudah janji pada ibunya, akhirnya Yeoning merasa harus menepati janjinya. Saya..saya tidak tahu bagaimana menyebut teks itu sama sekali.

Sukjong heran dan menghibur, tidak apa-apa P. Yeoning, tidak perlu kecil hati, itu bukan hal yang memalukan kalau kau tidak tahu teks itu.
P. Yeoning : Ayah Raja!

Guru : Mungkin alasannya karena Yang Mulia dibesarkan di kediaman pribadi untuk waktu lama Cheon Na. Juga bisa dikatakan karena Yang Mulia Suk Ui berasal dari kasta Cheonmin, jelas Suk Ui tidak bisa memberikan pendidikan yang layak untuk P. Yeoning.

Sukjong tersinggung dan Yeoning juga, Guru Kerajaan sudah menyinggung ibunya dan ia mulai murka.
(Raja Yeongjo terkenal sangat menyayangi ibunya, ia berusaha membuat ibunya diakui dewan istana sebagai orang yang sudah melahirkan dirinya selama 14 tahun)

Guru : Ini benar, Baginda. P. Yeoning bisa masuk Jung Hak saja adalah suatu keberuntungan, jika dia terus mendapat pendidikan dari Yang Mulia Suk Ui, maka Pangeran mungkin tidak akan bisa menguasai pelajaran menengah.

Yeoning kelihatan sudah tidak bisa menerima hinaan ini, ini ibunya soalnya.
Sukjong : Beraninya kalian..sudah kelewatan..

P.Yeoning : Ibu..ibu sudah mengajari saya Pelajaran menengah. Ini karena didikan ibu maka saya sudah menguasai ajaran menengah, tapi beraninya kau berkata seperti itu tentang ibuku!

Sukjong : P. Yeoning, apa yang terjadi disini? apa maksudmu kau sudah menguasai ajaran menengah? Tapi mengapa kau menjawab tidak tahu..
P. Yeoning : Ayah Raja! itu karena..itu..

Guru : P. Yeoning, bagaimana kau sebagai murid bisa berkata seperti itu? Ini sama sekali tidak pantas.
P. Yeoning : Ini bukan omong kosong..
Guru : Benarkah? lalu sekarang dapatkah kau mengatakan pelajaran menengah yang sudah anda kuasai dan biarkan kami mendengar?

P. Yeoning diam dan ia berkata tidak tahu. (kasihan..soalnya sudah janji sigh..) : Aku tidak tahu pelajaran menengah!
Sukjong mulai heran, apa maksudmu? guru juga merasa P. Yeoning main-main.
Sukjong : P. Yeoning?

Pangeran Yeoning : Jangan mengujiku dengan pelajaran menengah, bisakah kau mengujiku langsung dengan pengajaran Besar atau Doktrin? (ya, mereka pikir Yeoning ngaco, ini seperti berkata kau tidak tahu aritmatika tapi menguasai kalkulus.)

P. Yeoning melambai, iya aku berkata tidak mengetahui ajaran menengah, tapi aku tidak berkata kalau aku tahu Ta Xue dan Doktrin, lebih baik aku mengucapkannya saja.

Guru : Ya, anda berkata anda menguasai Ta Xue dan Doktrin, Yang Mulia
P. Yeoning : Tepat.
Guru : Yang Mulia, apa anda menguasai kedua pelajaran klasik itu?
Yeoning mengangguk. Sukjong heran dan terlihat ragu.

Guru : Maafkan saya Cheon Na, sepertinya Yang Mulia sedikit panik, dia tidak tahu Ta Xue dan Doktrin.

P. Yeoning tidak sabar lagi dan berkata bab 21 Doktrin yang diucapkan oleh Putera Mahkota Yun. Artinya : Kau harus mempelajari dengan menyeluruh, menyelidiki dengan mendetil, mengungkapkan dengan hati-hati, mencerna dengan jelas dan melatihnya secara universal.

Dan..itu membuat semua yang hadir melongo..sunyi.

Sukjong : Geum ah, apa yang baru saja kau katakan..

P. Yeoning : Saya mengerti, Ayah Raja, saya sudah menguasai dan mengerti Ta Xue dan Doktrin.
Sukjong : Berikan aku buku Ta Xue.
Guru : Cheon Na..tapi Cheon Na..
Kasim Han langsung memberikan buku Ta Xue pada Sukjong, Sukjong mulai membalik halaman demi halaman.

Sukjong membaca Ta Xue, bab 7 : Apa kau tahu artinya?
Yeoning : Ya, kekayaan menghiasi rumah dan kebajikan menghiasi orang. Pikiran luas dan tubuh lega. Jadi orang yang kuat harus berpikir dengan tulus.

Semua kagum ..Sukjong semakin bersemangat, ia lalu pindah ke Bab 1 Ta Xue, apa artinya :

Yeoning : Budidaya orang tergantung pada perbaikan pikirannya, jika seorang pria dipengaruhi nafsu maka dia tidak akan benar dalam perbuatannya..saya benar2 menguasai artinya.

Sukjong senang sekali, bagaimana ini mungkin..Geum ah

Putera Mahkota Yun sama sekali tidak iri, sebaliknya ia senang sekali dengan kemampuan adiknya (anak ini kebalikan ibunya memang, haha). Kasim Han senang sekali.

Sementara semua Guru Kerajaan bengong.
P. Yeoning merasa senang karena sudah membuat Sukjong senang. Sukjong bangga sekali...

Sementara itu Dong Yi gelisah dan ia pergi ke lokasi ujian bersama rombongannya. Dong Yi takut P. Yeoning akan menimbulkan kekacauan.

Jang Hee Bin mendengar kalau siasatnya untuk mempermalukan P. Yeoning justru menjadi senjata makan tuan dan justru terperanjat dengan potensi P. Yeoning yang menakutkan.

Jang Hee Bin : apa katamu? anak itu..P.Yeoning menguasai apa?
Jang Mu Yeol : Ta Xue, Yang Mulia..P. Yeoning di depan Baginda dan yang lainnya bisa mengucapkan dan menjelaskan Ta Xue.

Jang Hee Bin antara marah dan menangis, ia terkejut sekali.

Hwang Ju Shik mendengar ini juga dari Yeong Dal, ia heran bagaimana anak sekecil P. Yeoning bisa menguasai Ta Xue. Yeong Dal berkata ia menyaksikannya sendiri.

Dong Yi lari menemui Yeoning, Geum ah? Ibu..
Dong Yi menyesal mengapa Yeoning melakukan ini, bukankah kau sudah janji? Tapi Yeoning berkata Ibu hanya menyebutkan pelajaran menengah, jadi saya mematuhi ibu dengan tidak mengucapkan pelajaran menengah.

P. Yeoning : Para guru di dalam sana berkata hal yang tidak pantas mengenai ibu, lagipula Ayah..ayah juga merasa saya tidak tahu tentang klasik dan dia mungkin kecewa pada saya. Saya benar2 belajar dengan keras jadi saya bisa membuktikan pada ayah kalau saya sudah berhasil.

Pangeran Yeoning mulai menangis ia hanya ingin ayahnya bangga, Dong Yi menghibur anaknya.

Sukjong mencari Yeoning, dan mendekati keduanya, Dong Yi?
Dong Yi memberi hormat.

Sukjong : Dong Yi! kau sudah tahu ..anak ini..Geum Yi ah, sudah mempelajari dan menguasai Ta Xue dan Doktrin sendiri. Anak ini luar biasa pintar. Geum Yi benar2 jenius.

Sukjong menggendong anaknya dan tertawa, ia menggoyang anaknya dengan bahagia. Dong Yi tidak begitu tenang melihat ini.

P. Yeoning : Ayah Raja!
Sukjong : Ya, kau adalah replika-ku, kau sudah tumbuh persis seperti aku.
Dong Yi memaksakan tersenyum tapi ia mulai cemas.

Ratu Inhyeon mendengar potensi P. Yeoning dari Shim Yun Taek, bisa dikatakan Pangeran Yeoning adalah anak jenius. Jenius yang memiliki bakat luar biasa.

Shim Yun taek : Ya, Yang Mulia. Suk Ui sudah tahu hal ini sejak lama kalau P. Yeoning sangat pintar.

Ratu Inhyeon : Ini karena Suk Ui mencemaskan keselamatan P. Yeoning, jadi dia menyembunyikan ini.

Shim Yun Taek membenarkan. Ratu Inhyeon senang sekali.

Jang Hee Bin duduk dan menyesali perbuatannya, sepertinya aku sekali lagi salah perhitungan. Akulah orang yang mengumumkan pada mereka kalau anak itu jenius, di depan Sukjong lagi..
Jang Hee Jae : Yang Mulia?
Jang Hee Bin : tangankulah, dengan tanganku sendiri aku sudah membuat blunder seperti ini..

Jo Sang Gung masuk dan berkata tabib Nam ingin menghadap, dan ini sangat penting.

Tabib Nam masuk dan lapor, Yang Mulia! ada masalah..
Jang Hee Bin : ada apa?
Tabib Nam : Anak buahku yang bertanggung jawab merawat Putera Mahkota Yun sudah menghilang tanpa jejak.
Jang Hee Bin merasa ngeri. Apa? Apa maksudmu menghilang..tanpa jejak, bagaimana bisa terjadi?

Tabib Nam : beberapa hari yang lalu, dia terlihat masuk ke Daejojeon diam-diam.
Jang Hee Bin terperanjat, Daejojeon?

Tabib Nam membenarkan, tapi setelah itu dia menghilang. Jang Hee Bin shock dan Jang Hee Jae murka, ia mencengkeram kerah baju Tabib Nam, kurang ajar, bagaimana kau bisa mengatakan hal yang omong kosong seperti itu? Bukankah aku sudah memintamu untuk mengawasi anak buahmu dengan baik2?

Tabib Nam memohon, ampuni saya, tolong ampuni nyawa saya. Jang Hee Jae teriak, kau seharusnya mati, kau kurang ajar!! Jang Hee Bin tampak ketakutan.

Ratu Inhyeon merenung dan berkata ia akan menemui Sukjong, kabarkan kedatanganku. Ahn Sang gung mengiyakan.

Seo Yong Gi ada di Bo Gyeong Dang. Seo Yong Gi berkata masalah ini tidak bisa ditutupi lagi Yang Mulia.

Dong Yi tahu itu, tapi ia tidak mengira akan secepat ini diketahui publik. Ini kesalahanku, aku mencemaskannya tapi ia ingin membela ibunya dan aku tidak memikirkan perasaan anak itu yang ingin diakui dan dipuji, aku harus mengakui aku tidak mempertimbangkan perasaan-nya.

Shim yun taek menghadap dan berkata kalau P. Yeoning akan menyebabkan istana bergejolak. Dong Yi kaget, apa?
Seo Yong Gi juga heran, apa maksudmu Shim Yun Taek?

Oh Tae Pung mendengar kalau Sukjong mengijinkan P. Yeoning mendapatkan pengajaran yang sama dengan Putera Mahkota Yun dan ia tidak mengerti mengapa seperti ini.

Putera Mahkota mendapat pelajaran yang berbeda karena ia akan meneruskan takhta Raja.

Dong Yi menghadap Sukjong di Daejeon. Cheon Na ini tidak mungkin. Bagaimana anda bisa mengijinkan P. Yeoning ikut belajar bersama Putera Mahkota Yun di Ruang Belajar Kerajaan (Yeong Hwa Dang)

Sukjong : P. Yeoning, anak itu memiliki kemampuan luar biasa, Dong Yi..jadi aku menginginkan pembimbing yang terbaik baginya yang ada di Yeong Hwa Dang.

Dong Yi : Tapi Yang Mulia..
Sukjong : Setelah melihat kemampuan anak itu, aku memikirkan bagaimana caranya mengasah kemampuannya dan merenung sepanjang hari apa yang harus aku lakukan. Ketika itu, Ratu Inhyeon datang dengan ide hebat. Ratu Inhyeon mengatakan kalau guru terbaik ada di Yeong Hwa Dang, itu adalah tempat yang akan bisa memberikan pendidikan pada Yi Geum. Bagaimana dengan usulan itu..Dong Yi?

Dong yi meninggalkan Daejeon dan berpikir, itu usulan Ratu Inhyeon, bahwa guru terbaik ada di Yeong Hwa Dang, dimana Putera Mahkota Yun juga belajar.

Jang Hee Bin merenggut sesuatu karena kesal, anak buahnya mencoba menenangkannya, dia baru saja mendengar kalau P. Yeoning juga ikut belajar bersama Putera Mahkota Yun.

Jang Hee Bin : Ikut belajar di akademi kerajaan. Tempat yang hanya diperuntukkan bagi Putera Mahkota Yun untuk belajar, mereka juga mengijinkan anak yang dilahirkan Suk Ui P. Yeoning ikut belajar.

Jo Sang Gung : Yang Mulia, harap tenang
Jang Hee Bin : Ini tidak bisa..tidak bisa seperti ini, Ini tidak boleh terjadi, bagaimana aku bisa mengijinkan anak Suk Ui, menggoyahkan kedudukan Putera Mahkota, aku tidak akan diam saja tanpa melakukan apapun.

Dong Yi menghadap Ratu Inhyeon. Ratu sedang minum obatnya. Dong Yi mencemaskan kondisi kesehatan Ratu. Yang Mulia?
Ratu kelihatan sakit dan batuk-batuk

Ratu Inhyeon : Kau bisa lihat, sekarang kesehatanku tidak baik, menurut diagnosa Tabib istana, ini karena sakit jantungku yang sudah lama dan akan perlahan menjadi buruk. (diagnosa yang sama dengan diagnosa penyakit Ratu Seondeok)

Ratu Inhyeon memegang dadanya, kau pasti datang untuk tanya mengapa aku melakukan ini? mengapa aku mengusulkan dan membawa ini pada Baginda? Ini karena penyakitku ini, sementara aku masih hidup, aku ingin menjaga kalian berdua, kau dan P. Yeoning.

Dong Yi terperanjat, Yang Mulia?
Ratu Inhyeon : Jadi mulai sekarang tolong ikuti dan dengarkan apa yang akan kukatakan padamu Suk Ui.

Ratu Inhyeon : Jika kemungkinan Putera Mahkota yang sekarang tidak akan bisa meneruskan takhta..
Dong Yi : apa?
Ratu Inhyeon : Maka bisa dikatakan kalau negara ini, orang yang akan mampu meneruskan takhta Sukjong bukan lain adalah anak yang kau lahirkan, Pangeran Yeoning.

Dong Yi melongo.
Ratu Inhyeon : Jadi, aku sekarang ingin bertanya padamu, apa kau percaya pada anak itu, apa kau mau atau tidak mendukung anak-mu Pangeran Yeoning menuju takhta sebagai Penguasa negeri ini?

Dong Yi : Ratu Inhyeon! apa maksud anda dengan mengatakan ini? Mengapa anda bertanya apa saya akan mendukung P. Yeoning menuju takhta sebagai Penguasa negeri ini. Yang Mulia..ini, ini..

Ratu Inhyeon : Suk Ui!

Ratu Inhyeon dalam kelemahannya terlihat sangat yakin dengan keputusannya. Membuat Dong Yi shock.

Dong Yi 46

11 comments:

  1. asyiiiiiiiiiikk doNg yi dah kluar lagI recapnya....

    makasiH kak Tirza....semangatz watz recapnya slnjuTnya^^,

    ReplyDelete
  2. Huwah akhirnya penasaran q terjawab sudah..
    Terimakasih kak Tirza..
    Hihihih P.Yeoning/Yi Geum lucu ea waktu tau Ban Gwan Da Ri ternyata Raja pangeran malah lari ketakutan soalnya sudah kurang ajar sama ayahnya.
    Wkwkwkwkwkw...

    Kapan ya kak main di TV?
    Klo di Korea udah main berapa episode ea?
    di tunggu 48 nya ea kak, q semakin penasaran soalnya... :D

    ReplyDelete
  3. aduh semakins eru dongyi ny atirza..
    kenapa ya putra mahkota dgn ibunya sifat bertolakbalakang banegt

    ReplyDelete
  4. hebat p. yeoningnya, hubungan putra mahkota -p.yeoning beda banget sama kedua ibunya, berarti putra mahkota mewarisi sifat sukjong bukan hee bin ya mbak tirza hehehe

    ReplyDelete
  5. wah klo cheon soo sama jung im?!, berarti dia harus berhenti jadi gungnyeo donk? kan semua dayang istana adalah wanitanya raja dan mereka harus masuk istana dalam keadaan VIRGIN... ah jadi inget ibu nya jang geum yang di hukum gara gara dituduh nerima bedak dari penjaga istana! eh BTW ibunya jang geum tu jeong sang gung bukan?!

    ReplyDelete
  6. mbak tirza, saya mau nanya.
    bukankah dong yi keluar dr istana sudah 6 thn? tp kenapa umur p.yeoning 7thn padahal kan dia lahir di pondok jerami, mbak??

    ReplyDelete
  7. nice... lanjudkannn hahaha.. ayook baca lagi...

    ReplyDelete
  8. hmm.. seruu bngeet ceritanya :D jadi pngen filmnya ngga tamat2 :D

    ReplyDelete
  9. this story is very very very nice and exclaimed

    ReplyDelete
  10. hmmm.. seerruuuuuuuuuuuu...!!

    ReplyDelete
  11. Mba Tirza, Saya punya kritik nih...
    Kalau bikin sinopsis jangan diplesetin/ditambahin kata" yang gak penting...
    Tapi, thanks buat sinopsisnya...!
    Lanjutkan mba..!
    Caiyoo...!

    ReplyDelete