Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Monday, July 29, 2013

Mandate of Heaven episode 11

Choi Won tiba di batu Gu Ryeong dan menemukan bukti-bukti yang ditinggalkan tabib istana Min Do Saeng. Semua perintah dari faksi Soyun untuk mencelakai PM Yi Ho, siapa saja yang terlibat serta obat-obatan apa saja yang ia gunakan selama ini, ditulis dengan rinci oleh mendiang Do Saeng.


Do Mun juga berlari cepat ke arah lokasi batu Gu Ryeong. Untungnya, saat Do Mun tiba disana, Choi Won sudah pergi meninggalkan lokasi itu.
Do Mun memeriksa sekitar batu dan hanya menemukan kotak kosong. Fiuh..


Choi Won lari ke arah markas bandit. Ia sempat berhenti sebentar untuk minum. Choi Won masih merasa tidak percaya, ia bisa menemukan bukti akan kejahatan Kim Chi Young. Choi Won merasa sangat berterima kasih pada Do Saeng, aku pasti akan menggunakan ini untuk membalaskan dendam-mu dan membersihkan namaku.


Atasan Jung Hwan dan Gon Oh bludreg. Aigoo..aigoo, kalian belum gila kan? Tidak hanya sekali. Ini sudah yang kedua kalinya, kau membiarkan kriminal berbahaya meloloskan diri. Apa ini masuk akal?


Gon Oh tidak mau disalahkan dan menuduh Tuan Setan Merah sengaja membiarkan kriminal itu lepas, dia menahan dan mencegah saya menangkap orang itu. Jung Hwan marah pada Gon Oh, kau tidak mencoba menangkapnya. Kau ingin membunuhnya, benar kan? Kau melakukan perintah seseorang. Gon Oh menyangkalnya. Ia hanya menekan kriminal yang mencoba melarikan diri saat akan dipindahkan.
Atasan Jung Hwan membela Gon Oh. Tapi Jung Hwan tidak mau tunduk begitu saja, alasan kenapa ia melakukan itu juga harus diselidiki. Saya ingin tahu satu hal, kalau dia akan dieksekusi, kenapa tidak menggunakan kereta tahanan? Kenapa hanya Inspektur Im saja yang memindahkannya?

Tapi Boss Jung Hwan tetap tidak menggubris alasan ini, ia teriak minta keduanya segera menangkap kembali Choi Won.


Choi Won tiba di markas Heuk Suk Gol.  Tiba-tiba ia dihadang oleh Gae Pal Son, Pal Son menggeledah tubuh Won dan menemukan surat Do Saeng, Pal Son tidak bisa membaca, jadi ia membuangnya begitu saja.
Pal Son ingin Choi Won segera pergi dari markas mereka bersama Rang. Setelah memberikan ancaman, Pal Son langsung pergi. Choi Won cepat2 menyimpan kembali surat Do Saeng.


PM Yi Ho juga mendengar berita kalau Choi Won melarikan diri lagi. Tapi PM Yi Ho masih salah paham, ini adalah balasan untuk Choi Won karena menghianatiku dan membunuh Deok Pal.
Pengawal Seo : Tapi ada yang aneh. Orang yang membantu Choi Won melarikan diri adalah Inspektur Lee Jung Hwan dari Uigeumbu.

PM Yi Ho heran, Lee Jung Hwan itu yang selalu ingin menangkap Choi Won, ia juga yang menangkap Choi Won. Seo membenarkan, tapi itulah rumor yang beredar di Uigeumbu saat ini.


Kasihan Woo Young, ia langsung disiksa oleh Gon Oh. Kau tidak mau membuka mulut? Kakakmu...ia melarikan diri kemana?
Woo Young benar-benar tidak tahu. Ia juga baru tahu kalau Won lolos lagi. Woo Young menolak bicara dengan Gon Oh, lebih baik kau panggil Tuan Setan merah kesini.

Gon Oh kesal, apa? kenapa setan merah? Woo Young juga kesal, ia sudah bilang tidak tahu dan Gon Oh masih belum mengerti, minta setan merah kesini dan menyelesaikan ini.
Gon Oh salah paham, menyelesaikan ini dengan setan merah...kau ingin membuka bajumu untuk Setan merah?

Woo Young marah, ia juga baru tahu bahwa Jung Hwan melepaskan kakaknya. Gon Oh yakin Woo Young sengaja merayu Jung Hwan agar Choi Won bisa lari. Gon Oh menghunus pedang ke arah Woo Young. Jadi cepat katakan!
Jung Hwan tiba, ia masuk dan menjatuhkan pedang Gon Oh. Pedang seorang pria tidak digunakan untuk hal seperti ini.

Gon Oh protes, ia hanya melakukan perintah atasan. Jung Hwan memotongnya, masih ada aku diantara para atasanmu. Tapi aku tidak pernah mengijinkannya, kau boleh pergi. Gon Oh jalan keluar dengan marah.


Jung Hwan dan Woo Young berpandangan sebentar. Jung Hwan meletakkan pedang dan melonggarkan ikatan tangan Woo Young. Woo Young berkata bisa menahan siksaan ini.
Jung Hwan : Aku akan membantumu memanggil Wolryeongui (tabib)
Setelah itu, Jung Hwan langsung keluar.


Pihak Kim Chi Young marah saat mendengar Choi Won lolos lagi dari Gon Oh. Mereka sudah menyiapkan semuanya untuk Gon Oh dan kenapa bisa sampai gagal. Gon Oh minta maaf dan beralasan bahwa Lee Jung Hwan ikut campur. Kim Chi Young marah dan hampir melempar Gon Oh dengan cawan araknya.
Do Mun tiba dengan berita yang lebih mengecewakan, ia sudah pergi ke lokasi batu Gu Ryeong tapi ia terlambat. Sudah ada orang yang mengambil barang yang disebut oleh Kim Chi Young.

Yoon panik, lalu surat pengakuan dan resep yang disembunyikan Jubu Min sudah diambil orang? Siapa dia?  Tuan Jang tahu, pasti Choi Won yang mengambilnya. Waktu itu, tempat Choi Won dan Putra Mahkota bertemu adalah di batu Gu Ryeong itu kan? PM Yi Ho dan orang2nya belum bergerak, jadi itu pasti Choi Won. Yoon semakin stres, dengan bukti2 itu, mereka akan memaksa kita hancur, ya kan?
Yoon ingat sesuatu dan berkata ke Kim Chi Young, Tuan, ada beberapa resep yang anda tanda tangani! Yoon mengeluh, kenapa Gon Oh bisa melepaskan Choi Won. Kim Chi Young tidak tahan lagi, ia murka sekali. Sekarang ia menarik pedang Gon Oh dan ingin membunuh Gon Oh dengan tangannya sendiri. Untung Yoon mencegahnya, kalau tidak, nyawa Gon Oh sudah melayang.


Choi Won mengelus kepala Rang. Ia mondar-mandir dengan surat Do Saeng. Ia yakin mereka akan segera hidup seperti dulu lagi, ia bisa membersihkan namanya dan merawat Rang.
Choi Won hanya tidak tahu bagaimana cara memberikan surat ini pada PM Yi Ho. Apalagi sekarang Putra Mahkota salah paham kepadanya. Choi Won ingin minta tolong Da In, tapi takut Da In bisa terkena masalah.
Da In pergi ke Uigembu. Jung Hwan membawanya menemui Woo Young. Da In terkejut melihat kondisi Woo Young. Jung Hwan menjelaskan, dia adik Choi Won. Tolong berikan perawatan yang baik kepadanya. Setelah itu, Jung Hwan jalan keluar.


Woo Young menahan-nya, terima kasih. Karena mempercayai kakak saya dan membiarkan kakak saya pergi. Dan karena sudah menyelamatkan saya. Terima kasih untuk semuanya.

Da In terkejut, dia membiarkan kakakmu lari? Woo Young membenarkan, Tuan ini membantu kakak lari ditengah proses pemindahan.
Da In senang sekali, benarkah? Anda benar-benar melakukan hal yang baik. Da In kelihatan sangat bersyukur. Jung Hwan jadi tidak enak.


Woo Young juga mendekat, ia ..melihat sinar mata Jung Hwan dan yakin kalau Jung Hwan pasti akan membantu kakaknya. Da In membenarkan, saya tahu Tuan bukan tipe orang yang akan mengabaikan fakta-fakta. Terima kasih banyak.


Jung Hwan kelihatan mulai panik, tidak tahu bagaimana bersikap di depan para gadis.
Woo Young menggenggam tangan Jung Hwan. Jung Hwan terkejut sekali. Woo Young mengucapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh.


Da In mengambil tangan Jung Hwan yang satunya lagi dan melakukan hal yang sama.

Untuk sesaat Jung Hwan tidak bisa bereaksi, lalu ia segera menarik kedua tangannya, apa yang kalian lakukan? Jung Hwan langsung keluar dari ruangan itu. wkk
Da In merangkul Woo Young, ia lega sekali.


Jung HWan kembali ke kantor, masih bingung dengan sikap kedua gadis itu. Ia mengamati kedua telapak tangannya dan tersenyum bangga pada dirinya sendiri.
Jung Hwan berubah serius lagi, apa aku benar-benar...salah selama ini? Lalu, bagaimanapun juga aku harus memeriksa telapak tangan Tuan Kim Chi Young.


Kim Chi Young mencoba menulis sesuatu, tapi tidak bisa konsentrasi. Ia meremas kertasnya dan membuangnya ke perapian. Sepertinya Kim Chi Young memikirkan sesuatu.


Da In menemui Tuan Jang. Ia duduk di depan ayah angkatnya. Tuan Jang menawarkan arak pada Da In tapi Da In menolaknya. Da In minta ayah angkatnya jangan minum lagi.
Tuan Jang tidak mengerti kenapa Da In tidak mengindahkan kata-katanya. Semua masalah ini timbul karena Da In. Bahkan Da In juga tidak pernah mau memanggilnya ayah. Apa kau memang ingin semuanya menjadi seperti ini?

Da In : Anda sudah mabuk. Jangan minum lagi malam ini. Kita bicara lagi besok.
Tuan Jang tanya apa Yang Mulia Ratu sudah memberi Da In perintah. Da In terkejut, ia baru sadar kalau benar ayah angkatnya juga terlibat dalam pembunuhan Jubu Min.

Tuan Jang : Aku benar-benar tidak ingin menyeretmu ke dalam masalah ini juga.
Da In syok, paman.. bahkan anda bersama Tuan Kim.. tidak mungkin, Bagaimana? Tuan Jang menghela nafas, ia tidak punya pilihan. Kalau tidak melakukan itu, ia bisa mati. Aku ini seorang pedagang, agar bisnisku tetap jalan, aku tidak punya pilihan.


Da In tidak mengerti : Bagaimana bisa tidak punya pilihan? Bagaimana paman bisa mengatakan hal mengerikan itu? Ini berhubungan dengan nyawa seseorang.
Tuan Jang minta Da In istirahat saja. Da In mengerti dan pergi. Sebelum anak angkatnya keluar, Tuan Jang menekankan lagi, bunga peoni itu. Mulai sekarang, kau pun harus mematuhi perintah peoni Yang Mulia Ratu.

Da In kembali ke kamarnya, menyalakan lilin dan mengingat kembali kata-kata Ratu Munjeong ketika membantunya mandi serta kata-kata PM Yi Ho, Seolah Choi Won belum cukup. Bahkan kaupun akan mendorongku ke jalan kematian. Sebenarnya, perjanjian apa yang sudah kau buat?
Da In putus asa, kalau ia mengikuti perintah Ratu, PM Yi Ho dan Choi Won akan mati. Kalau tidak, ayah angkatnya yang akan mati. Da In berdiri di depan papan akupuntur, bicara pada Choi Won, Tuan, apa yang harus saya lakukan sekarang?


Choi Won sedang membujuk Kkeok Jung -- yang sedang berjuang di toilet wkkk (sorry, kayanya Kkeok Jung sembelit) -- untuk pergi ke satu tempat. Kkeok Jung menolaknya, ia sedang 'berjuang'. So Baek tiba-tiba muncul dan langsung bersedia membantu Choi Won.
Kkeok Jung panik, ia langsung keluar dari bilik merenungnya dan melarang So Baek pergi dengan alasan, ayahmu sangat mencemaskanmu! Kkeok Jung minta So Baek tinggal, ia yang akan pergi. So Baek mana mau, ia langsung merangkul lengan Choi Won dan menariknya pergi. Mulai saat ini, kemanapun si pencuri kuda pergi, aku juga akan pergi. Kkeok Jung teriak, kau mau kemana?


Rang tiba-tiba muncul di samping Kkeok Jung. Paman..kau menyukai So Baek, ya kan?
Kkeok Jung terkejut, ia langsung menyangkalnya. Tidak.


Rang nyengir, ya..kau menyukainya. Itu tertulis di wajahmu.
Kkeok Jung kesal, tapi tanpa sadar memegang wajahnya, lalu pergi Hehe. Rang berseru, tolong jaga ayahku dengan baik!
Kkeok Jung dan So Baek mengamati Woo Young. Tapi Woo Young selalu diikuti polisi. So Baek ingin melumpuhkan polisi itu tapi dicegah oleh Kkeok Jung, kita lakukan sesuai instruksi pencuri kuda.
So Baek menarik Woo Young dan Kkeok Jung memancing polisi untuk menjauh.


Akhirnya Woo Young bisa bertemu Choi Won. Woo Young tidak mengerti kenapa kakaknya kembali padahal sudah susah payah melarikan diri.
Choi Won memberikan surat dari Do Saeng yang dibungkus rapi. Woo Young, berikan ini pada Inspektur Lee Jung Hwan secara diam-diam. Woo Young heran, apa ini?
Choi Won : Hidupku bergantung pada ini, jangan sampai ketahuan. Kau harus memberikannya langsung pada Ins. Lee.
Woo Young mengerti meskipun masih penasaran dengan isi bungkusan Won itu. Choi Won menyadari bekas luka di leher dan wajah adiknya, apa ini? Apa kau diinterogasi? Woo Young berusaha menenangkan kakaknya, aku tidak apa-apa. Tabib wanita bernama Da In sudah mengobatiku.
Won : Kalian bertemu?
Woo Young membenarkan, ia pergi ke Uigeumbu karena mencemaskan kakak. Karena ia mendengar kakak berhasil melarikan diri, ia sangat gembira sampai menangis. Woo Young tahu Da In mencintai kakaknya. Choi Won hanya pesan, agar adiknya memberikan buntalan itu pada Lee Jung Hwan, jangan sampai ada kesalahan. Dengan demikian, kau, aku dan Rang..bisa hidup bersama seperti dulu lagi. Woo Young mengerti.

Choi Won, So Baek, dan Kkeok Jung jalan pulang. Choi Won memikirkan perkataan adiknya soal Da In, juga kata-kata Jung Hwan bahwa Hong Da In jelas mencintai Choi Won. (Jung Hwan dan Woo Young ini serasi jadi mak comblang wkk). So Baek mendekat dan memegang tangan Choi Won, nona cantik itu (Da In), apa benar kalau ia menyukaimu? Ia sangat menyayangimu lebih dari rasa sayang dari adikmu?
Kkeok Jung tidak tahan, ia melepaskan tangan So Baek dari tangan Choi Won. Choi Won berterima kasih pada Kkeok Jung. Kkeok Jung hanya menjawab pendek, tidak perlu berterima kasih, jangan membuat So Baek mengikutimu lagi, kalau tidak Ketua akan marah. Kkeok Jung menarik So Baek pergi wkk..


Woo Young berhasil memberikan surat itu pada Jung HWan. Jung Hwan membaca isinya dengan syok, tangannya sampai gemetaran. Woo Young berkata, menurut kakaknya, surat ini bisa membantunya membersihkan namanya dari ketidak-adilan dan menangkap pembunuh sebenarnya.


Jung Hwan meminta Woo Young diam karena Im Gon Oh bisa saja mengawasi Woo Young.

Woo Young mendekat dan berbisik, ia bertemu kakaknya diam-diam. Jung Hwan tanya dimana Choi Won, tapi Woo Young juga tidak tahu. Katanya ia ada di tempat yang aman.
Jung Hwan : Apa mungkin ia bersama pada bandit itu?

Woo Young terkejut, bagaimana Tuan tahu? Woo Young minta Jung Hwan menggunakan ini untuk membantu kakaknya membersihkan namanya dan martabat Jung Hwan sendiri. (Karena sudah dituduh sengaja membiarkan tahanan lolos)
Jung Hwan komen dengan dingin, sepertinya kau sudah merasa lebih baik sekarang sampai mencemaskan hidupku. Aku mengerti, aku tahu bagaimana mengurus ini.


Woo Young masih skeptis dan takut, ia mengambil kembali surat itu dari tangan Jung Hwan : Apa saya benar2 bisa mempercayai Tuan? Anda akan membantu orabeoni saya kan?


Jung Hwan tidak berniat membantu kakak Woo Young, ia hanya melakukan apa yang harus ia lakukan. Jung Hwan mengambil surat itu dari tangan Woo Young, apa kau akan terus berdiri disana?
Woo Young bergegas pergi.
Choi Won merawat Rang lagi, dan berkata pada Rang kalau ia memikirkan kehidupan mereka dulu, saat ia, Rang dan bibi Woo Young hidup bersama. Kita akan bisa seperti itu kan Rang?


Choi Won tahu Rang lapar, ia mengajaknya makan. Choi Won melakukan ritual seperti biasa, menepuk-nepuk perut dan punggung Rang, aigoo..aigoo..penyakitnya sudah sembuh sekarang.


Anggota bandit Heuk Suk Gol antri untuk mendapatkan jatah makan. Gae Pal Son marah karena istri Deok Pal, Song mendapatkan makanan seperti bubur oatmeal, yang tergolong bergizi. Ia protes karena memberikan makanan bergizi untuk pendatang yang bukan anggota grup ini.
Di saat bersamaan, Choi Won dan Rang juga datang. Choi Won mendengar kata2 Pal Son dan merasa tidak enak.
Geo Chil membela mereka, yang satu adalah pasien dan yang lain baru saja pulih dari proses bersalin, mereka harus segera pulih.
Pal Son : Lalu bagaimana dengan kami? Kami hampir mati kelaparan karena kekeringan. Kenapa kita harus menerima banyak orang sehingga membuang-buang makanan kita?

Pal Son teriak ke anggota yang lain, hei kalian ..kalau mereka makan makanan ini, apa hati kalian tidak merasa sakit?
Semua jadi ikut-ikutan protes. Kami juga tidak cukup makan. Usir mereka dari sini Ketua!


Geo Chil kelihatan kesal, ia mengambil mangkuk bubur di tangan Pal Son dan memberikannya pada Rang. Tapi Rang tidak mau. So Baek ikut membujuk Rang, Rang tetap tidak mau karena merasa ketakutan serta tidak enak dengan yang lain.


Pal Son berkata ke Rang, cepat ajak ayahmu pergi dari sini. Choi Won marah sekali.

So Baek juga marah, Gae Pal Son!
Kkeok Jung langsung maju dan memukul Pal Son, kau tidak boleh bicara seperti itu pada seorang anak kecil! Keduanya sudah hampir berkelahi. Geo Chil menghentikan mereka. Pal Son janji akan menghentikan sikapnya yang seperti ini asal Geo Chil mengusir semua orang itu. Semua jadi ribut, nenek juga mengeluh karena musim kering.
Akhirnya Choi Won inisiatif untuk bekerja, aku akan  membantu semua orang. Kami akan membayar untuk makanan kami, kalian tidak perlu marah.

So Baek setuju. Pal Son marah dan mencengkeram baju Choi Won, apa yang ingin kau lakukan? So Baek menarik tangan Pal Son. Kakek Chun Bong sudah pergi dari sini dan si pencuri kuda adalah seorang tabib. Bukankah bagus kalau ia bisa menyembuhkan penyakit kita? Gae Pal Son, bukankah (sorry) anusmu robek? wkkk..Semua anggota grup bandit itu terganggu pencernaannya dan sulit buang air karena makan tidak benar.

Choi Won mengerti dan minta mereka semua mendengarkan serta melakukan apa yang ia katakan.
Mulai saat itu, semua orang bekerja sesuai instruksi Choi Won. Mereka menghaluskan akar-akaran. Choi Won minta mereka mengumpulkan jarum pohon pinus dan daun pohon elm, lalu membuat jus dari dedaunan itu untuk diminum. Geo Chil memeras sari pohon hanya dengan tangannya, sampai Rang dan Won bengong. So Baek bangga dengan ayahnya.


Orang-orang antri lagi, tapi kali ini untuk minum ramuan jus dari Choi Won.


Pihak Chun Bong tidak suka karena harus terus bersembunyi. Sekarang di istana, orang-orang kita mulai didesak ke pintu kematian, termasuk Putra Mahkota. Apalagi dengan kelaparan yang melanda negeri ini, rakyat sangat menderita.
Chun Bong berkata, saat ini yang harus diperhatikan Yang Mulia dan Putra Mahkota adalah hati rakyat. Jika itu bisa didapatkan dan jika waktunya tiba, kita harus mengumpulkan semua kekuatan kita dan menggunakan sentimen publik.
PM Yi Ho berlatih pedang bersama Kepala pengawal Seo, wow... keren juga. Putra Mahkota dengan pedang selalu kelihatan keren hehehe..


Da In datang membawa tonik untuk PM Yi Ho. Ia berdiri di pinggir lapangan.
Tapi entah sengaja atau tidak, PM Yi Ho mematahkan pedang kayu Kepala Pengawal Seo dan potongan kayunya terbang ke arah Da In, menjatuhkan mangkuk tonik yang dibawanya.
Da In terkejut. PM Yi Ho hanya menatapnya dengan dingin tanpa minta maaf.


Da In menghadap Ratu Munjeong. Ratu yang sedang melukis bunga peoni tampak senang, ia merasa Da In memang pintar. Kau menghadap meskipun aku tidak memanggilmu.

Da In mencoba berkata kalau PM Yi Ho tidak mempercayainya sama sekali, bahkan sangat mencurigainya. Ratu tahu itu, karena dia percaya bahwa kau dan Choi Won ada di pihak yang sama.
Putra Mahkota yang malang, mendapati satu-satunya teman yang ia percaya di dunia menghianatinya. Tidak bisa dibayangkan betapa sedihnya dia.


Da In minta maaf, ia tidak mengerti kenapa Ratu menunjuknya sebagai tabib Istana Timur, ia merasa tidak bisa memenuhi tugasnya.


Ratu : Kapan aku mengatakan bahwa kau harus segera mencelakai Putra Mahkota? Putra Mahkota membuang ibu yang ia percayai dan ia dibuang oleh teman yang ia percayai. Tapi ia tidak menggunakan wanita untuk mengisi kekosongan dalam hatinya. Apa yang akan kau lakukan kalau itu adalah kau? Kurasa kau benar-benar cocok untuk mengisi kekosongan dalam hatinya.

Da In terkejut mendengar ini. Tapi Ratu Munjeong merasa ada kesempatan untuk Da In, karena PM Yi Ho sebenarnya mempercayai Da In. Saat peracik obat Deok Pal disembunyikan diam-diam di Istana Timur, bukankah kau juga dipanggil untuk merawatnya? Saat kau ada masalah di Uigeumbu, bukankah orang yang menyelamatkanmu juga adalah Putra Mahkota?


Kecurigaan Putra Mahkota saat ini kepadamu, juga menunjukkan kepercayaan yang dimiliki Putra Mahkota padamu. Jadi kau harus mencuri hati Putra Mahkota yang saat ini sedang kacau. Setelah itu, saat ia sudah mempercayaimu, gunakan pisau itu dan tikam jantungnya. Jika kau tidak mengikuti perintahku, maka pisau itu akan menikam jantung ayah angkatmu.

Da In syok. Ia meninggalkan kediaman Ratu dengan perasaan tidak menentu.


Malamnya, Da In duduk berpikir di halaman rumah. Do Mun menemuinya dan minta Da In istirahat saja di dalam karena sudah malam. Da In mengaku merasa kesal. Do Mun berkata bahwa Tuan Jang sangat mencemaskan Da In, kalau nona tahu perasaan tuan..
Da In tahu, aku tahu perasaannya. Setelah menyelamatkanku saat hampir dijadikan budak dan mengijinkanku menjadi tabib wanita, dia benar-benar bagaikan ayahku sendiri.

Do Mun : Nona tahu itu, jadi saya mohon jangan melakukan sesuatu yang melawan Tuan.
Da In : Bagaimana kalau paman ternyata salah? Paman saat ini sedang jalan di jalan yang salah, kau juga sama. Bagaimana orang yang seharusnya menghentikan paman..


Do Mun tidak berdaya, saya tidak memiliki keberanian untuk melawan orang yang sudah seperti ayah saya sendiri.
Jung Hwan pergi ke RS Istana dan menemui Jang Geum. Jang Geum memberikan buku catatan RS Istana yang merupakan catatan pribadi tabib Min Do Saeng.
Jung Hwan memeriksa catatan itu dan langsung mengenali tulisan tangan Min Do Saeng, tulisan tangannya sangat mirip. Jung Hwan minta resep yang sudah ditandatangani oleh Penanggung jawab Kim Chi Young. Jang Geum memberikannya, semua resep obat untuk Keluarga Raja, harus ditandatangani oleh Penanggung jawab.

Jang Geum heran kenapa Jung Hwan tiba-tiba meminta semua itu.


Jung Hwan merasa ada yang mengamati mereka, ia sengaja mengeraskan suaranya. Ada tikus yang suka mencuri dengar di dalam RS Istana juga. Hei tikus ! Pergi dan katakan ini, semakin kau seperti ini, semakin keras aku akan menyelidiki kebenarannya.
Tabib wanita kaki tangan Kim Chi Young terkejut dan segera mengatakan ini pada Gon Oh.

Gon Oh langsung mengerti. Ia bertanya ke anak buahnya yang selalu mengikuti Woo Young. Saat adik Choi Won menghilang sesaat tadi, setelah kau kembali, gadis itu keluar dari ruangan setan merah kan? Anak buahnya membenarkan. Gon Oh geram sekali.


Gon Oh menghadap Kim Chi Young dan Yoon, mereka langsung stres, apa maksudmu setan merah telah memiliki resep dan surat pengakuan itu? Gon Oh membenarkan. Yoon langsung panik, kalau mereka membiarkan ini, Lee Jung Hwan pasti menemukan pembunuh sebenarnya dan juga siapa dalang dibalik ini.
Kim Chi Young marah, tutup mulutmu! Setan merah, kau sendiri yang sudah menggali kuburanmu sendiri. Baik, aku akan membiarkanmu dikubur kedalamnya.


Tiba-tiba Jung Hwan masuk ke ruangan itu. Ia melirik dingin ke arah Gon Oh dan membungkuk ke arah para menteri. Kim Chi Young dan Yoon tampak panik. Tapi kali ini Jung Hwan tidak sendirian, ia datang bersama bossnya.
Menteri Yoon terkejut, Uigeumbu Bansa, apa yang membawa anda kesini? Boss Jung Hwan tersenyum dan berkata kalau Jung Hwan terus saja memintanya mengusut kasus pembunuhan Min Do Saeng.


Jung Hwan minta maaf, ia harus mengkonfirmasi satu hal. Kim Chi Young mengerti, kalau memang itu yang kau inginkan. Kim Chi Young menunjukkan tangannya yang diperban. Ia membuka perban itu dan menunjukkan sebuah luka baru di telapak tangannya pada Jung Hwan.
Jung Hwan jelas kelihatan marah sekali. Kim Chi Young menyeringai licik. Bagaimana? Apa kau puas sekarang?

Flashback, Kim Chi Young sengaja membakar telapak tangannya sendiri dengan besi panas untuk menutupi bekas luka yang disebabkan pisau bedah milik Choi Won.


Jung Hwan keluar dari RS Istana dengan marah, ia benar2 tidak percaya Kim Chi Young sampai melukai tangannya sendiri. Seperti yang diduga...Tuan Kim Chi Young.


Ratu Munjeong memanggil Kim Chi Young, kudengar Lee Jung Hwan menemuimu dan melihat telapak tanganmu. Kim Chi Young membenarkan.
Ratu memuji Kim yang berani melukai tangannya sendiri untuk menutupi bekas luka itu, lalu tanya bagaimana soal resep yang sudah kau tanda tangani?

Kim Chi Young minta Ratu tidak cemas. Tapi Ratu tidak bisa, aku tidak ingin membuangmu hanya demi menyelamatkan diriku sendiri. Tapi apa yang harus kulakukan, jika aku tidak punya pilihan kecuali melakukannya? Maksudku, aku tidak ingin resep dan surat pengakuan itu mengusikku lagi.
Kim Chi Young mengerti.


Choi Won mulai belajar bela diri dari Kkeok Jung. Nenek senang sekali melihat semua orang mulai latihan lagi.
Geo Chil muncul dengan bubur, ia langsung menyuapi Rang. so cute..
Geo Chil menenangkan Rang, bahwa apa yang dilakukan ayahnya dengan Kkeok Jung itu bukan berkelahi, tapi hanya latihan bela diri. Bela diri. Kalau ayahmu sudah belajar bela diri, dia tidak akan tertangkap lagi kelak. Geo Chil menyuapi Rang lagi, hehe..Geo Chil ini tampang sangar tapi hatinya kaya es krim, lembut dan manis.
Geo Chil memuji Rang yang patuh, tidak seperti putrinya So Baek. Rang berkata So Baek 'hyung' tidak seperti dia, So Baek tidak sakit dan ia juga seperti kuda liar. Rang merasa beruntung kalau bisa hidup bersama ayahnya sampai seusia So Baek.


Choi Won terjatuh oleh pukulan Kkeok Jung, Rang langsung lari ke arah ayahnya dan mendelik marah pada Kkeok Jung. Paman, kau terlalu picik!
Choi Won berusaha menenangkan anaknya, tidak seperti itu Rang, ayah belajar bela diri dari paman ini.

Tapi Rang tidak percaya begitu saja, ia masih marah, aku sudah tahu kalau paman menggunakan alasan mengajar bela diri untuk memukuli ayahku. So Baek-hyung yang kau sukai membantu ayahku. Paman tidak suka kan dengan itu?
Kkeok Jung terkejut dan menyangkalnya, tapi Rang yakin memang seperti itu haha..lucu sekali. Kkeok Jung langsung ngambek, aku tidak mau mengajar lagi.


Choi Won berusaha membujuk Kkeok Jung tapi sia-sia, untung So Baek muncul.
Choi Won langsung menariknya, bagaimana? Apa kau bertemu Woo Young? So Baek membenarkan, Woo Young sudah berhasil menyampaikan surat itu pada seseorang yang bernama setan merah, jangan cemas dan tunggu saja.

Choi Won lega dan langsung memegang bahu So Baek karena merasa sangat berterima kasih. Tapi akibatnya, So Baek justru jantungan lagi.


So Baek juga mengajari Choi Won teknik bela diri. Tapi keduanya jadi terlalu dekat dan ini membuat Kkeok Jung tidak tahan.
Kkeok Jung menarik So Baek dan mengajar Choi Won. Tapi ia justru seperti sengaja menjatuhkan Choi Won dengan keras. Ha!
Choi Won menjalani hari-harinya di markas bandit dengan lumayan tenang. Mengobati Rang dan belajar bela diri.
Choi Won sudah semakin mahir bela diri, ia bisa menjatuhkan Kkeok Jung, sampai Rang dan So Baek bersorak-sorai.


Jung Hwan masuk kantor sambil marah-marah sendiri. Ia tidak diijinkan lagi memeriksa dokumen Min Do Saeng lagi. Tapi Jung Hwan sudah melihat cukup banyak untuk bisa menarik kesimpulan. Jung Hwan ingin menghadap PM Yi Ho.


Tiba-tiba Gon Oh masuk bersama beberapa pengawal. Jung Hwan marah, ada apa ini?

Gon Oh mengumumkan bahwa Jung Hwan sudah dipecat dari Uigeumbu. Gon Oh bahkan tidak bersedia memanggil Jung Hwan dengan sebutan Tuan lagi. Gon Oh memerintah anak buahnya menyeret Jung Hwan keluar kantor.
Jung Hwan marah, ia mengibaskan tangan mereka. Lalu mendekati Gon Oh, Jung Hwan menasehati Gon Oh : Sebelum aku kembali, jangan sampai kau dibuang. Jadilah kaki tangan yang baik dan setia.
Jung Hwan menyeringai dan menepuk pipi Gon Oh. Ia jalan pergi. Gon Oh marah sekali. Tapi ia tidak mengejar Jung Hwan, Gon Oh langsung memerintah mereka menggeledah kantor Jung Hwan.


Karena tidak menemukan apapun, mereka mengejar Jung Hwan. Jung HWan heran, ada apa? Masih ada yang ingin kau katakan?
Gon Oh minta surat2 itu, dimana itu? Jung Hwan pura2 tidak mengerti, apa maksudmu? Gon Oh tidak bisa mengatakan maksudnya karena jika ia mengatakan soal bukti2 itu, ia secara tidak langsung mengakui bahwa bukti2 itu membuat Kim Chi Young terancam. Gon Oh hanya bisa memerintah anak buahnya untuk menggeledah tubuh Jung Hwan.


Jung Hwan mencegah mereka membuka topinya, ia melakukannya sendiri. Gon Oh menggeledah Jung Hwan.  Woo Young kebetulan melihat ini, ia syok sekali.


Setelah Gon Oh pergi tanpa menemukan apapun, Woo Young baru berani mendekat. Ia memberikan topi Jung Hwan. Jung Hwan menerimanya.
Woo Young cemas sekali, apa benar Tuan dipecat? Kenapa begitu tiba-tiba? Apa ini karena kakak dan apa yang diberikan kakak pada Tuan?

Jung Hwan minta Woo Young tidak cemas. Aku sudah menyembunyikannya di tempat yang aman tanpa mereka ketahui. Nanti kalau semua sudah tenang, pergi ke perpustakaan dan ambil catatan tentang budak. Setelah itu kita bisa bertemu di paviliun dekat danau.
Jung Hwan jalan pergi setelah memberikan pesan untuk Woo Young.


Woo Young menghentikannya dan mengambil topi Jung Hwan. Tolong menunduklah. Jung Hwan heran tapi membiarkan Woo Young membantunya mengenakan topi.


Woo Young mengikat tali topi Jung Hwan sambil berkata : Meskipun anda sudah dipecat, Setan merah tetaplah Setan merah.
Mak Bong menyelinap ke perpustakaan dan menemukan dokumen tentang budak. Oh tidak...kenapa juga harus jatuh ke tangan orang ini. Mak Bong sebenarnya ingin menghancurkan dokumen perbudakan atas namanya sendiri karena ia tidak mau dijadikan budak pemerintah.
Mak Bong membuka surat itu dan membaca pengakuan Do Saeng, matanya membesar, ia sadar sudah mendapatkan sumber uang yang luar biasa. Geum Ok ikut bergabung dan ingin tahu sumber uang apa yang diperoleh Mak Bong.
Woo Young melihat keduanya, sayangnya ia sama sekali tidak curiga dan jalan pergi. Sigh...


Jung Hwan gelisah menunggu Woo Young. Sayangnya, Woo Young tiba dengan tangan hampa. Ia tidak bisa menemukan surat itu, padahal sudah mencari kemana-mana.
Jung Hwan terkejut, apa mungkin Inspektur Im sudah mendapatkannya?

Woo Young yakin Gon Oh belum mendapatkannya, saya melihatnya pergi menggeledah rumah Tuan. Jung Hwan heran, lalu kenapa tidak ada di tempat itu?
Woo Young baru ingat tingkah laku Mak Bong dan ibu tirinya. Sepertinya penipu bernama Mak Bong itu sudah mendapatkannya. Ibu tiri saya mengira itu adalah dokumen tentang budak.


Jung Hwan kesal sekali. Tapi namanya memang bukan omong kosong. Jung Hwan langsung bisa menemukan Geum Ok yang jalan luntang lantung setelah kabur dari Uigeumbu. Hei! dimana Mak Bong?


Choi Won mengobati Rang lagi, tapi Rang batuk-batuk. Choi Won tampak cemas, kau tidak apa-apa?
Rang mengerti, sepertinya aku...tidak baik-baik saja. Meskipun aku mendapat perawatan akupuntur dan minum obat..sepertinya tidak ada kemajuan.

Choi Won tampak sedih, Rang..
Rang : Ayah, setelah aku mendapat perawatan akupuntur, nadiku bisa stabil dan demamku turun. Itu hebat sekali, tapi ayah tidak mengatakannya dengan gembira lagi. Kakak tabib itu juga tidak mengatakan itu. Itu artinya aku masih belum sembuh.


Choi Won menghibur Rang, tidak..tidak. Rang-ku pasti akan semakin membaik. Ayah sepertinya sudah melewatkan sesuatu.
Rang : Benarkah?
Won mengangguk, itulah sebabnya ayah akan mencari buku itu lagi. Anakku kau tidak perlu cemas dan percayalah pada ayah. Keduanya tos jari lagi.


Choi Won harus pergi lagi untuk mencari buku pengobatan penyakit Rang dan mencari Inspektur dari Uigeumbu.
So Baek ingin ikut tapi Choi Won ingin pergi sendiri. Kkeok Jung mengerti kalau So Baek ingin ikut, ia berkata mereka juga harus pergi ke Jangtongbang, jadi bisa pergi bersama Won. So Baek langsung tersenyum lebar. Hehe..Kkeok Jung ini manis sekali.

Gon Oh lapor pada Kim Chi Young dan Yoon, bahwa Setan merah sudah dipecat hari ini tapi ia masih belum menemukan resep itu, meskipun sudah menggeledah rumah setan merah dengan seksama.
Yoon panik, jadi apa mungkin ada di tangan Putra Mahkota? Gon Oh yakin, PM Yi Ho belum mendapatkannya, karena ia sudah menyuruh orang mengikuti Jung Hwan, tapi Jung HWan tidak pernah bertemu Putra Mahkota ataupun anak buah yang dipercayainya.
Kim Chi Young murka, meskipun kau harus membunuh setan merah, surat2 itu harus ditemukan!

Choi Won berpisah dengan Kkeok Jung dan So Baek. Ia harus bertemu orang yang bisa membantunya mengambil buku kedokteran itu. So Baek ingin protes, tapi Choi Won menenangkannya, ia sudah belajar bela diri dari mereka dan merasa bisa membela dirinya sendiri.
Jung HWan mengobrak-abrik tempat perjudian. Para penjudi itu ketakutan, apa yang anda lakukan Tuan?
Jung Hwan mencari Mak Bong. Sayangnya Jung HWan terlambat karena Mak Bong sudah pergi setelah kalah taruhan.

Gon Oh mengamati Jung Hwan. Jung Hwan sadar dan tersenyum dingin. Ia jalan dan menghilang di tikungan. Gon Oh dan anak buahnya mengejar Jung Hwan. Tapi Jung Hwan berhasil meloloskan diri.
Gon Oh kesal sekali, cepat kalian cari dia! Gon Oh bingung, kenapa Setan merah mengejar budak yang sudah kabur.

Choi Won yang juga ada di tengah kota, melihat patroli polisi. Ia berbalik tapi justru terlihat oleh Gon Oh.
Gon Oh terkejut, itu Choi Won! cepat kejar! Choi Won kabur sekuat tenaga.

Choi Won bertemu seorang polisi, ia berkelahi dengan polisi itu dan hebatnya berhasil menjatuhkan orang itu.
Sayang, Choi Won terjatuh karena tersandung kaki si polisi. Gon Oh tiba. Ia menyeringai sambil menghunus pedangnya, kali ini ia pasti membunuh Choi Won.

Sesosok bayangan datang menerjang Gon Oh. Lalu memegang tangan Choi Won. Choi Won terkejut, Inspektur Lee !
Jung Hwan membantu Choi Won berdiri dan lari.

Choi Won tidak percaya mendengar bahwa Jung Hwan menghilangkan resep dan surat pengakuan Do Saeng.
Jung Hwan tidak mengira bahwa Mak Bong mencuri dokumen para budak itu. Choi Won kelihatan kesal, surat itu sangat penting, saya mempercayakannya pada Tuan setelah banyak pertimbangan. Apa yang harus saya lakukan sekarang?

Jung Hwan : Itulah mengapa aku pasti akan menangkapnya, kudengar orang itu akan menggunakannya untuk mendapatkan uang agar bisa judi lagi.
Choi Won berpikir dan langsung tahu kemana Mak Bong akan pergi.

Choi Won mengatakan ini pada So Baek dan Kkeok Jung, keduanya geram sekali. Choi Won berkata jika Mak Bong ingin mendapatkan uang, ia pasti pergi ke rumah Jang Hong Dal. Kkeok Jung, So Baek dan Won bergegas pergi ke rumah Jang Hong Dal.
Mereka melihat sendiri Mak Bong masuk ke kediaman Tuan Jang. Choi Won tampak serba salah, itu adalah kediaman tabib wanita Da In. Kkeok Jung dan So Baek terkejut.

Tuan Jang menerima surat2 itu, apa ini sudah semuanya? Mak Bong nyengir, ia juga bukan orang bodoh, ia jelas tidak menyerahkan semuanya. Min Do Saeng itu bahkan menulis surat yang menyebutkan nama anda, benar-benar surat pengakuan yang panjang.
Tuan Jang : Apa isinya?
Mak Bong : Saya rasa isinya adalah, anda menemukan racun Jim atau apa..dan anda berencana meracuni seseorang..J

Mak Bong minta Tuan Jang tidak cemas, meskipun ia bisa menaikkan harga tapi ia sadar Tuan Jang adalah pedagang paling kuat di Joseon dan minta Tuan Jang memberikan harga yang cocok untuknya. Kalau harganya cocok, Mak Bong akan menyerahkan semua suratnya. Ia juga janji akan bungkam.
Da In memanggil Tuan Jang dari luar, ia ingin memeriksa kesehatan Tuan Jang. Tuan Jang menolaknya, aku sedang ada tamu sekarang, kembalilah nanti.
Da In terpaksa pergi meskipun sedikit heran.

Choi Won, Kkeok Jung dan So Baek melompati pagar kediaman Jang. Tapi mereka dihadang oleh Do Mun. Do Mun sedikit terkejut melihat Choi Won.
So Baek dan Kkeok Jung minta Won pergi dan mencari dokumen itu, mereka yang akan mengatasi Do Mun.

Choi Won langsung pergi. Do Mun menghadangnya, tapi Kkeok Jung langsung menyerang Do Mun. Do Mun harus bertarung dengan pasangan bandit ini.
Choi Won lari ke arah rumah. Ia bertemu Da In di halaman. Da In terkejut, Tuan. Kenapa anda kesini?
Choi Won tidak mempedulikan Da In, ia hanya ingin tahu kemana orang yang baru saja masuk ke kediaman ini. Da In tidak mengerti, orang yang mana?

Choi Won tidak sabar, dimana Jang Hong Dal?
Da In : Paman berkata ada tamu disini..

Choi Won langsung lari masuk ke kamar Tuan Jang. Tuan Jang terkejut, siapa kau? Choi Won mencekik Tuan Jang, dimana Mak Bong?
Da In lari masuk dan berusaha mencegah Won melukai ayah angkatnya. Tapi Won tidak peduli, ia terus teriak, orang itu memberikan sesuatu padamu, benar kan?
Tuan Jang : Sepertinya kau bicara tentang penipu itu. Apa yang harus kukatakan pada seorang penipu? Aku mengabaikan dan mengusirnya pergi.

Choi won mana percaya, kau masih berbohong di saat seperti ini? Kau jelas melihat resep dan surat pengakuan yang dibawa orang itu kesini. Dimana surat itu? Choi Won langsung menggeledah laci-laci Tuan Jang.
Tuan Jang membuka laci mejanya, mengambil pisau dan menyerang Choi Won.

Choi Won sekarang bisa mengatasinya dan ganti mengarahkan pisau ke leher Tuan Jang, jika kau tidak segera mengatakannya padaku, kau akan kehilangan nyawamu.

Da In menangis dan memohon, Tuan..saya mohon jangan seperti ini. Barulah saat itu Choi won menoleh ke arah Da In.

Mandate [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10]


Notes
Wa..seru juga. Adegan Woo Young dan Jung Hwan semakin lama semakin banyak dan menarik. Kayanya aku bertahan demi mereka wkkk..


8 comments:

  1. Replies
    1. @andi, pasti aku lanjutkan tenang ..hehe
      Mandate of Heaven termasuk salah satu drama yang membuatku exciting, meskipun urusan politiknya membuatnya sedikit dragging apalagi pas adegan Chun Bong dan para politikus itu.
      Untungnya setiap episode ada Jung Hwan dan Woo Young, tanpa sadar aku selalu menunggu scene mereka wkkk..
      Satu lagi, gak tahu kenapa tapi menurutku Do Mun itu keren juga kaya Aragon hehe..

      Delete
  2. mab Tirza, bludreg tuh apaan sih?! :p

    ReplyDelete
  3. @euis, aku juga ngga yakin hahaha...aku suka dengar dari Omaku aja, kalau dia bilang darah tinggidia suka bilang bludreg dari bhs Belanda kali :)

    ReplyDelete
  4. Iya, bahasa Belanda : hoge bloeddruk

    ReplyDelete
  5. Lanjut mba Tirza,,,,aku slalu nungguin loh lanjutan sinopsis Mandate of heaven ini :) makasih

    ReplyDelete
  6. Harus semangat yah mba tirza smpai ending ^_^

    ReplyDelete