Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Wednesday, May 8, 2013

Mandate of Heaven episode 3

Choi Won panik karena pisau bedahnya hilang. Inspektur Lee dan pasukannya menyerbu masuk ke kamar RS lalu menangkap Choi Won dengan tuduhan pembunuha terhadap Tabib Istana Min Do Saeng. Ins. Lee menunjukkan barang bukti yang mereka temukan di tubuh Min Do Saeng, yaitu pisau bedah milik Choi Won.
PM Yi Ho menghabiskan tonik yang sudah dicampur racun di depan Perdana Menteri Kim, Tabib Min Do Saeng, P. Gyeong Won dan kasim PM Yi Ho.

10 jam yang lalu...(sebelum Choi Won ditangkap)
Yoon Won Hyeong tanya pada Kasim PM Yi Ho, dia sudah menghabiskan toniknya kan? Kasim itu mengangguk, mereka semua kerja sama. (Kemana Kasim seperti Hyung Sun kalau dibutuhkan..grrr) Kasim itu pergi. Yoon puas dan bicara sendiri, Yang Mulia..pergilah dengan tenang. Besok pagi, anda tidak akan ada di dunia ini lagi dan membuka mata anda di dunia lain.

Kebetulan Yoon mendengar percakapan dua orang perawat istana, salah seorang perawat mencari Jubu Min. Yoon langsung menghadang perawat itu, apa yang kau sembunyikan?

Perawat itu ketakutan, Tuanku, Jubu Min meminta saya memberikan surat ini pada Bongsa-Choi secara rahasia. Menteri Yoon merampas surat itu dan membaca isinya, ia terkejut dan marah.
Perdana Menteri Kim minta si bongkok Deok Pal membawa Jubu Min keluar istana segera setelah ini selesai. Deok Pal membungkuk. Min Do Saeng minta waktu pada Menteri Kim untuk membereskan beberapa hal di RS Istana. Menteri Kim setuju.

Setelah Min Do Saeng pergi, Kim berbisik pada Deok Pal untuk menunggu di RS Istana dan melakukan sesuai rencana. Deok Pal mengerti.
Menteri Yoon lari menemui Perdana Menteri. Daegam..! Coba lihat ini. Ia menunjukkan surat Min Do Saeng pada Perdana Menteri. Yoon lapor kalau Dayang bagian dapur istana bernama Wol Ha juga sudah menghilang. Dia lari dari istana.

Kim membaca surat itu. Isinya : Tabib Min ingin bertemu Choi Won sekitar waktu Ja-si (antara jam 11 malam -01 dinihari) di perpustakaan terlarang, ini mengenai keselamatan Yang Mulia Putra Mahkota. Kau harus datang.
Yoon nyerocos, bukankah saat dia memasukkan racun ke dalam tonik, kita semua melihatnya sendiri? Kita takut dia menukar racunnya, apa sebenarnya yang ia rencanakan? Kenapa ia ingin bertemu Bong-sa Choi? Saya akan segera menangkapnya.

Perdana Menteri Kim melarangnya, jangan bertindak gegabah. Aku ingin tahu apa sebenarnya rencananya. Aku punya rencana.

Ratu Munjeong minum teh bersama P. Gyeong Won, kau ingin melakukan gimi? P. Gyeong Won gemetaran, ia takut kena marah ibunya. Tapi Ratu Munjeong justru ketawa. Kau benar2 putraku dan mewarisi darahku. P. Gyeong Won bingung.
Ratu Munjeong : Bagus, karena Daegun (Gyeong Won) bersedia melakukan gimi, maka Putra Mahkota akan semakin tenang dalam meminum toniknya.
P. Gyeong Won : Ibunda, bukan seperti itu.

Ratu Munjeong tetap memuji P. Gyeong Won dan mengijinkannya tinggal bersama pengasuhnya untuk beberapa saat lagi. Bukankah kau lebih menyukai pengasuhmu daripada Ibu? Kau bisa menemuinya sekarang, karena tidak akan ada kesempatan seperti ini lagi nanti.

Si bongkok menemui Choi Won dan berkata kalau Tabib Min ingin bertemu secara rahasia dengan Tabib Choi. Di gudang jeonseolsa. Won mengerti dan segera pergi. Si Bongkok melihat kotak peralatan Won dan mengambil scalpel milik Choi Won.

Do Saeng menunggu Choi Won di perpustakaan terlarang, ia mendengar suara orang, apa itu kau..Won? Orang yang masuk bukan Won, melainkan seorang pembunuh (yang sekilas mirip Bi Dam wkk) dan..Perdana Menteri Kim!
Choi Won mondar mandir di gudang peralatan. Ia heran kenapa Min Do Saeng belum juga datang, katanya ada urusan mendesak.

Perdana Menteri Kim marah dan menunjukkan surat Do Saeng untuk Won, aku tahu kau bukan anjing yang patuh, tapi aku tidak berharap kalau kau ternyata adalah anjing gila. Baik, jadi apa yang ingin kau katakan soal Putra Mahkota? Apa kau ingin berkata kalau kau memasukkan racun dalam tonik PM Yi Ho?

Do Saeng marah, ia memang memasukkan racun sesuai perintah Perdana Menteri Kim demi melindungi kekasihnya, ia sudah membiarkan Kim menguasainya. Do Saeng marah karena Kim berani meracuni Putra Mahkota. Kim tanya apa Do Saeng ingin mengatakan itu pada Choi Won.

Do Saeng tidak takut lagi dan menantang Kim untuk membunuhnya. Kau sudah mendapatkan tujuanmu dengan memanfaatkanku, bukankah sekarang tinggal membunuhku saja?
Kim : Seperti yang kuduga, kau lumayan pintar, kau berbeda.

Do Saeng memaki Perdana Menteri Kim, kau lebih buruk dari binatang. Kim murka, beraninya kau! Min Do Saeng tidak gentar, setelah aku mati, meskipun aku jadi hantu gentayangan, aku akan mengatakan pada dunia tentang kejahatanmu. Jadi cepat bunuh aku. Cepat! Menteri Kim tertawa. Do Saeng meludahinya, sampai dua kali dan ini membuat Kim murka.
Perdana Menteri Kim mengeluarkan scalpel milik Won dan menikam leher Do Saeng, mati kau!  Kim menikamnya berkali-kali dengan brutal. Bahkan pembunuh yang sudah disiapkan Kim juga terkejut dengan pembunuhan itu. (Biasanya pembunuh bayaran hanya akan menyerang satu atau dua kali dengan serangan mematikan, profesional dan bersih. Tapi Menteri Kim benar2 brutal.)

 
Min Do Saeng roboh ke lantai, ia sekarat.
Di satu tempat, Wolha berdiri menunggu kekasihnya yang tidak kunjung datang. Wolha mulai menyadari kalau kekasihnya tidak akan pernah datang, ia menangis.

Do Saeng berkata pada Yang Mulia Putra Mahkota dengan nafas terakhirnya : Jangan ampuni saya..Saya mohon, anda harus menjadi Raja.
Do Saeng menulis huruf kura-kura dengan sisa tenaganya menggunakan darahnya sebagai tinta. Entah apa artinya, mungkin berharap PM Yi Ho panjang umur atau berjanji akan melindungi PM Yi Ho. (Kura2 punya arti langit dan bumi menjadi satu, panjang umur, kebijaksanaan dan bisa juga berarti kesabaran. Itu arti mitologisnya)

 
PM Yi Ho tidur nyenyak malam itu. Choi Won masih menunggu sahabatnya di dalam gudang. Min Do Saeng terbaring tidak bernyawa lagi dengan huruf kura2 disampingnya.

Paginya, RS Istana ribut karena Tabib Choi Won ditangkap oleh petugas Uigeumbu. Jang Geum mencoba bicara dengan Ins. Lee. Tuan, apa yang terjadi, kenapa anda membawa tabib ini?
Jeong HWan minta Jang Geum mundur, ia menangkap Choi Won atas tuduhan pembunuhan. Choi Won teriak, ia tidak membunuh siapapun. Ini salah paham!

Jang Geum berkata pasti ada kesalahan. Tidak mungkin Won membunuh seseorang. Lee Jeong Hwan tidak mau disebut sudah membuat kesalahan. Aku si Setan Merah, apa aku pernah melakukan kesalahan?
Mereka menyeret Won pergi. Jang Geum dan semua anggota RS Istana tidak bisa melakukan apapun. Da In kelihatan bingung.

Petugas juga mengacak kediaman keluarga Choi. Semua panik, ada apa ini? Petugas membuang semua buku2 kedokteran Choi Won. Rang tidak terima, itu barang2 milik ayahku! Jangan menyentuhnya! Jangan menyentuhnya!
Rang lari ke salah seorang petugas dan nekad menggigit tangannya. Wah anak ini ..hebat. Petugas itu kesakitan dan melempar Rang. Rang jatuh dan menangis. Woo Young dan Ny. Choi menolong Rang.

Tuan Choi mendekati petugas dan tanya sebenarnya apa kesalahan putranya sampai mereka diperlakukan seperti ini. Petugas berkata, putramu membunuh tabib Istana di RS Istana.
Keluarga Choi panik, itu tidak mungkin! Tidak mungkin! Woo Young berkata mereka pasti sudah melakukan kesalahan. Apa kalian sudah menyelidiki dengan benar? Woo Young menutup telinga Rang.

Petugas menemukan sesuatu, yaitu obat tanduk-rusa yang dibeli Ayah Choi Won. Mereka menganggap ini sebagai bukti. Ayah Choi Won langsung lemas.
Perdana Menteri Kim memeriksa catatan Do Saeng dan tampak marah. Menteri Yoon masuk dan lapor bahwa petugas menemukan tanduk-rusa yang mahal di kediaman Won. Pedagang Jang menjual tanduk rusa itu pada ayah Choi Won, sekarang apapun yang dikatakan Choi Won akan sia-sia. Tanduk rusa itu adalah inventaris istana.
Perdana Menteri Kim murka dan melempar buku2 ke arah Yoon dan ke segala penjuru. Yoon ketakutan.

Kim marah sekali, si brengsek licik itu..! Setiap kali Jubu Min memberikan tonik maka dapur istana selalu menyajikan makanan dari ginseng ataupun jahe.
Yoon bingung, apa artinya itu. Perdana Menteri menjelaskan, itu artinya Jubu Min tetap menyajikan tonik dengan racun sesuai perintah kita untuk mencelakai Putra Mahkota, tapi ia minta dayang dapur istana untuk menyajikan penawarnya berupa makanan dari ginseng atau jahe untuk melindungi Putra Mahkota!

Yoon baru sadar, ia juga heran kenapa buangan Putra Mahkota tetap normal setelah mengkonsumsi semua tonik itu. Perdana Menteri Kim, melemparkan sebuah bungkusan ke meja. Yoon mengambilnya, apa ini?
Kim menjelaskan itu adalah bubuk dari cula badak. Cula badak adalah satu-satunya obat penawar untuk racun Jim. (racun yang terbuat dari burung beracun jimsae)

Flashback, Min Do Saeng mencoba memberi makan tikus yang keracunan dengan cula badak yang digerus. Tiba-tiba tikus itu sehat kembali dan langsung lari.

Menteri Kim kesal, Jubu Min menghancurkan cula badak menjadi bubuk dan menyajikannya bersama manisan jahe. Itu artinya Jubu Min memberikan racun sekaligus penawarnya pada Putra Mahkota.  Itulah mengapa PM Yi Ho komen, bahwa rasa manisan jahenya semakin manis saja. Dan kenapa Min Do Saeng mendesak PM Yi Ho menghabiskan semua manisan jahenya.

Misi pembunuhan kepada PM Yi Ho gagal, dan PM Yi Ho bangun dengan sehat keesokan paginya. Dayang Kang melaporkan ini pada Ratu Munjeong.
PM Yi Ho mendapat laporan tentang pembunuhan Min Do Saeng. PM Yi Ho terkejut sampai menjatuhkan pot bunganya, tidak mungkin..
Kepala Pengawalnya membenarkan, saya sudah menyelidikinya dan Bongsa Choi telah ditangkap lalu dibawa ke Biro Penyelidik Istana.

Choi Won disiksa habis-habisan. Setan Merah dan asisten-nya, Gon Oh menyaksikan prosesi itu. Ins. Lee menghentikan penyiksaan.
Choi Won tetap menyangkal sudah membunuh Min Do Saeng. Ins. Lee mendekat, jadi saat Jubu Min dibunuh, kau berada di gudang Jeonseolsa dan saat kau mendengar berita itu lalu lari ke TKP, Jubu Min sudah terbunuh?
Won membenarkan.
Lee : Kau pikir aku mempercayaimu?
Choi Won minta Ins. Lee mempercayainya. Pembunuhnya adalah orang lain. Jangan membuat orang tidak bersalah seperti saya menderita. Ins. Lee berkata, Won juga harus mempercayainya, dia selalu menangkap pembunuh yang sebenarnya dan tidak pernah melakukan kesalahan.

Lee juga tidak bisa menemukan huruf Gu (kura-kura) yang dikatakan Won. Lee hanya menemukan barang bukti kalau Choi Won adalah pembunuhnya, apa yang harus kulakukan?

Ins. Lee memberi tanda untuk menyiksa Won dengan cara lain. Mereka mengangkat Won dan ingin membungkusnya dengan tikar jerami yang ada pecahan keramik di dalamnya. Setelah itu mereka akan memukuli Won lagi. Won susah payah bertahan dan tidak mau berbaring di dalam tikar.

Terdengar seruan : Yang Mulia PM Yi Ho tiba..!
PM Yi Ho jalan masuk ke Uigeumbu. Semua membungkuk. Ins. Lee tanya kenapa Yang Mulia datang sendiri ke tempat ini. PM Yi Ho berkata, tabib pribadinya dibunuh dengan kejam di istana, itulah mengapa ia ingin menyelidiki penjahatnya sendiri.
Ins. Lee minta PM Yi Ho menunggu sebentar lagi tapi PM Yi Ho ingin mendengar sendiri apa yang dikatakan penjahat itu.

Choi Won menahan perasaannya, ia tahu sebenarnya Putra Mahkota berusaha menyelamatkannya.

PM Yi Ho : Membunuh tabib pribadiku adalah sama dengan membunuhku, itu adalah penghianatan. Aku tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja. Bawakan catatan kejahtannya!


PM Yi Ho membaca laporannya dan tanya, penjahat dengarkan. Ada pisau bedah dengan namamu ditemukan di leher korban, dengan bukti nyata seperti itu, kenapa kau masih tidak mau mengakui kejahatanmu?

Choi Won berkata ada seseorang yang mencuri pisau bedahnya dari kotak peralatannya. PM Yi Ho tanya lagi, bagaimana kau menjelaskan bahan obat langka yang ditemukan di rumahmu. Jubu Min tahu kalau kau mencuri bahan obat dari RS Istana, jadi untuk menutupinya, kau membunuh Jubu Min, benar kan?
Choi Won mengeluh dalam hati. Lalu ia berkata meskipun ia mencuri bahan obat itu, itu hanya membuktikan kejahatan korupsi dan bukan bukti pembunuhan dan meskipun ia melakukan kesalahan, bagaimana saya sanggup membunuh orang yang melindungi rahasia saya dan lebih lagi dia juga adalah teman dekat saya? Saya tidak punya alasan membunuhnya.

PM Yi Ho berkata ke Lee, seperti yang dikatakannya, mungkin saja memang ada orang yang mencuri pisau bedahnya dan bahan obat ini tidak bisa dijadikan bukti langsung kalau dia adalah pembunuhnya. Karena dia terus saja merasa tidak bersalah, tidakkah seharusnya kau memikirkan lagi kasus ini, siapa tahu ada kesalahan selama pemeriksaan kasus ini?
Gon Oh gelisah, ia takut Choi Won dilepaskan.

Tapi Ins. Lee berkata tidak perlu memeriksa lagi. PM Yi Ho heran. Ins. Lee menunjukkan hiasan batu jade milik Choi Won yang pecah.
Lee berkata, hiasan sebelah kanan adalah hiasan milik penjahat ini. Choi Won melihat batu jadenya dan diam saja, memang itu miliknya. Lee melanjutkan, hiasan sebelah kiri ditemukan di dekat mayat di TKP. Jadi saat ia membunuh Min Do Saeng, setengah dari hiasan miliknya terjatuh di TKP. (Arrgh..hiasan yang dijatuhkan Da In)

Choi Won syok melihat hiasan itu. PM Yi Ho juga tampak bingung. Ins. Lee tanya apa mereka masih membutuhkan bukti yang lebih meyakinkan lagi daripada ini? Choi Won gemetaran, ia bingung sekali.

Ins. Lee jalan bersama Gon Oh. Gon Oh berkata, PM Yi Ho pasti murka sampai ia datang sendiri ke aula interogasi. Tapi Jeong HWan merasa PM Yi Ho sama sekali tidak murka dan minta Gon Oh mengawasi tahanan itu sampai saat eksekusi karena pasti akan menimbulkan masalah.
Jang Geum harus menenangkan diri, ia tidak percaya Choi Won bisa menjadi pembunuh. Langit benar-benar buta, bagaimana aku bisa menghadap guruku saat aku mati nanti? (Kakek Choi Won adalah guru Jang Geum)
Da In yang duduk di dekat Jang Geum merasa heran, ini aneh, saat aku bersama dengannya di perpustakaan terlarang..
Jang Geum terkejut, apa katamu?

Jang Geum dan Da In menemui tabib yang melakukan otopsi. Tabib itu berkata mayat Jubu Min telah kaku sampai ke lutut, tapi memarnya belum menghilang. Dugaan saya, Jubu Min dibunuh sekitar pk 11 malam sampai satu dinihari (Waktu Ja-si). Tabib itu pergi.

Da In masih ingin mengejar tabib itu tapi Jang Geum menahannya. Kau berkata, kau bersama Bong-sa Choi di perpustakaan terlarang sekitar pukul 7-9 malam? (waktu Sul-si)

Da In membenarkan. Jang Geum berkata kalau kesaksian Da In tidak akan membantu. Apa kau mau ditangkap juga? Sudah untung Gyori Kim (petugas perpus itu) tidak mengatakan apapun, jadi bisa dianggap tidak ada yang terjadi di Perpustakaan terlarang. Jangan mencari masalah.

Kedua tabib wanita itu melihat Choi Won yang luka parah akibat siksaan petugas, tapi tidak bisa melakukan apapun. Mereka tidak punya bukti saat itu.
Choi Won dijebloskan ke dalam penjara, ia bingung kenapa hiasan jade-nya yang setengah ada di TKP dimana Jubu Min terbunuh. Bagaimana bisa?
 Ada seorang tahanan lagi yang dijebloskan ke dalam penjara. Orang itu sepertinya perampok, setengah tua dan kasar. Semua takut kepadanya. Dia adalah Geo Chil, julukannya Palu Yangju. Karena selalu menyerang dengan menggunakan palu. Semua ngeri kepada Geo Chil kecuali Choi Won. Won sama sekali tidak mempedulikan Geo Chil, meskipun perampok itu teriak dan nyaris mencekiknya.

 Tuan Choi pulang ke rumah. Woo Young dan istrinya menyambutnya. Tuan Choi merasa putus asa karena semuanya jadi semakin kacau. Choi Won dituduh sebagai pembunuh. Rang jalan keluar, ia memanggil Woo Young dan tanya dimana ayahnya. Kakeknya hanya bisa menghela nafas.
Malamnya, Tuan Choi membujuk penjaga dan menyuapnya dengan uang agar bisa menemui Choi Won. Dalam beberapa hari lagi dia akan dihukum mati, apa sebelum mati dia tidak boleh bertemu ayahnya? Akhirnya Tuan Choi boleh masuk.
Tuan Choi sedih melihat putranya, coba lihat dirimu ini, ini semua karena kau tidak becus. Coba kalau kau mau naik pangkat sejak dulu, kau tidak akan tenggelam dalam masalah seperti ini. Kau terlihat mudah sekali menjadi sasaran, itu sebabnya kau terkait kasus seperti ini.

Choi Won tanya darimana ayahnya membeli bahan obat tanduk rusa itu. Ayah kesal, apa sekarang kau menyalahkan ayahmu?
Choi Won : Ayah!
Ayahnya kesal, jangan memanggilku ayah. Aku tidak punya anak sepertimu, yang berani pergi mendahului ayahnya.
Choi Won : Ayah! Rang-ku..
Ayah menggerutu dan berkata tidak mau mengurus Rang, karena aku tidak memiliki anak sepertimu, maka putrimu tidak ada hubungannya denganku. Itulah sebabnya kau harus hidup, kalau kau mati, putrimu akan mati juga. Jadi demi putrimu, kau harus hidup! Kau harus hidup! Dasar brengsek.


Ayah Choi Won menemui Tuan Jang, ia memohon agar Tuan Jang mau menulis dokumen yang membuktikan kalau memang benar Jang yang menjual obat itu kepadanya. Tolong saya, anak saya sudah hampir dihukum mati.
Tuan Jang marah, waktu itu kau sudah janji untuk merahasiakan jual beli ini, bukankah kau sudah janji untuk tutup mulut?

Tuan Choi tidak bisa membiarkan anaknya dihukum mati hanya karena janji itu. Tuan Choi bahkan bersedia mati demi menyelamatkan anaknya. Tuan Jang tetap menolaknya. Ayah Choi Won jadi curiga, anda tahu kan, kenapa anak saya akhirnya seperti ini?
Tuan Jang marah dan mendorong Tuan Choi, ia teriak pada anak buahnya untuk mengusir Choi.

Choi Won juga dikunjungi seseorang, ternyata PM Yi Ho. Choi Won langsung berlutut, saya mohon selamatkan saya, Yang Mulia. Saya tidak bisa mati seperti ini, saya tidak bisa meninggalkan Rang saya dan pergi seperti ini. Saya akan melakukan apapun sesuai perintah Yang Mulia. Jadi..saya mohon, selamatkan saya.
PM Yi Ho : Aku akan menyelamatkanmu. Aku akan mempertaruhkan posisiku sebagai Putra Mahkota untuk menyelamatkanmu. Jadi katakan padaku soal hiasan yang separo itu, kenapa hiasan itu bisa terjatuh disana? Jelaskanlah.

Choi Won sama bingungnya dengan PM Yi Ho, saya juga tidak tahu soal itu. Kenapa hiasan itu ada di sana. PM Yi Ho tidak mau mendengar itu, ia perlu penjelasan agar bisa menyelamatkan Choi Won.


Won kesal, bukankah saya sudah bilang, saya tidak tahu? Saya juga sangat ingin mengetahuinya, saya akan mati dengan tidak adil, tapi saya tidak tahu alasan ketidak-adilan ini, itulah kenapa saya hampir gila! Saya akan mengikuti perintah Yang Mulia. Tolong selamatkan saya, saya ...harus hidup. Kenapa saya harus membunuh teman saya, Do Saeng? Meskipun orang lain tidak tahu, bukankah Yang Mulia mengetahuinya?
Dia dan saya..telah membangun tempat rahasia bersama sejak kami masih kecil. Sebelum meninggal, ia menulis huruf kura-kura di lantai perpustakaan terlarang.

PM Yi Ho tidak bisa mendengarkan perkataan Won lagi karena pengawalnya masuk dan berkata Ratu menunggu PM Yi Ho.PM Yi Ho harus segera kembali ke istana.


Won kembali ke dalam sel. Geo Chil mengejeknya karena memohon agar diselamatkan. Bagi orang-orang seperti mereka, hal-hal yang dikatakan orang rendahan seperti kita tidak lebih dari gonggongan anak anjing saja, kau mengerti? Choi Won tidak mau mendengarnya dan berbaring. Tapi ia tidak bisa tidur.
PM Yi Ho bertemu Ratu Munjeong. Ratu menuang teh dan menyajikan kue beras. Anda habis berkeliling malam-malam? Silahkan minum teh untuk menghangatkan tubuh.
PM Yi Ho minum tehnya dan bertanya kenapa Ratu mengunjunginya padahal ini sudah malam.

Ratu Munjeong memasang wajah prihatin akibat kematian tabib pribadi PM Yi Ho. Anda pasti sangat sedih, sejak anda masih kecil, selalu ada tabib yang melayani anda dengan setia. Tapi karena tabib itu gagal menyembuhkan penyakit gagal-darah Putri Hye Min, tangan tabib itu harus dipotong.

PM Yi Ho berkata itu hanya alasan saja. Sebenarnya tabib itu (Kakek Won) hanya berusaha menghalangi orang2 yang ingin mencelakainya. Tabib itu telah mengalami ketidak-adilan.

Ratu berkata saat itu PM Yi Ho kecil lari kepadanya dan memohon agar Ratu menyelamatkan nyawa tabib itu sambil menangis. PM Yi Ho tanya kenapa Ratu menyinggung masalah itu sekarang. Ratu menjawab, permintaan PM Yi Ho saat itu selalu mengganggunya, tapi saat itu Ratu tidak berdaya dan tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu.
Sekarang Uigeumbu menahan tabib bernama Choi Won, saya dengar dia adalah cucu tabib itu. Kali ini saya berharap bisa mencegahnya dipenggal. Bagaimana menurut anda, Putra Mahkota?

PM Yi Ho terkejut. Ratu tahu PM Yi Ho mengunjungi Won tadi dan itu artinya PM Yi Ho juga tidak ingin Choi Won dipenggal kan? Saya akan menemui Yang Mulia dan memintanya menyelamatkan seseorang bernama Choi Won.

Ratu mendesak PM Yi Ho segera menerima keinginan Raja untuk turun takhta. PM Yi Ho terkejut. Ratu menjelaskan, Yang Mulia Raja dan saya sudah sepakat. Saya akan membujuk PM Yi Ho untuk menerima keinginan Raja untuk turun takhta dan sebaliknya Ratu akan memohon pada Raja untuk mengampuni Choi Won. Ini sama dengan membunuh dua kelinci sekaligus dengan sebuah batu.
Ratu Munjeong tanya, apa PM Yi Ho tidak ingin mengambil kesempatan ini?

PM Yi Ho : Jika saya melepaskan kesempatan ini, bagaimana dengan dua ekor kelinci itu?
Ratu : Tentu saja mereka tidak bisa pergi sesukanya. Kalau anda tidak menangkap mereka, mereka akan mati, ya kan?

Ratu meminum tehnya dengan tenang dan melihat ke arah PM Yi Ho sambil tersenyum. (Ratu tahu, tidak mungkin PM Yi Ho menerima keinginan Raja untuk turun takhta, karena PM Yi Ho pasti tidak mau dituduh tidak berbakti dan hanya mengincar takhta. Tapi kalau ia menunggu sampai Raja meninggal, itu juga tidak berbakti karena tidak mengikuti perintah orang tuanya. Bagaimanapun, Choi Won tidak mungkin diselamatkan. Itu maksud Ratu).

Da In mengunjungi Tuan Jang dan memeriksa nadinya. Da In mengeluh karena tampaknya, jantung dan paru-paru Tuan Jang (ayah angkatnya) melemah beberapa hari terakhir. Paman, bukankah saya selalu menekankan untuk menjaga pola makan paman? Paman selalu makan daging dan minum alkohol, ya kan?

Tuan Jang ketawa, kau sudah mirip dengan tabib sekarang. Da In berkata ia bertugas untuk menjaga kesehatan ayah angkatnya.
Anak buah Tuan Jang datang. Tuan Jang meminta Da In pergi dulu. Da In membungkuk pada ayah angkatnya dan keluar.
Da In bertemu pria bernama Do Mun itu, keduanya membungkuk dan Da In merasa kenal, tapi tidak yakin dimana. Ayah Choi Won mengamati sekitar kediaman Tuan Jang dan menyelinap masuk.

Da In masuk ke kamarnya dan teringat bayangan Won yang disiksa serta harus masuk penjara. Da In mengeluarkan sapu tangannya untuk melihat hiasan jade miliknya, saat itulah Da In sadar, kalau hiasannya hilang.
Ayah Choi Won menyelinap masuk ke ruangan Jang Hong Dal. Ia membuka setiap laci dan berusaha menemukan bukti transaksi penjualan tanduk rusa itu. Tapi ia menemukan surat lain dan terkejut, itu surat dari Ratu Munjeong dan ada tanda lukisan bunga khas Ratu. Isinya adalah perintah untuk membunuh Jubu Min setelah semuanya selesai. Ini adalah bukti kalau Choi Won bukan pembunuhnya.

Tuan Choi mendengar suara orang dan ia segera pergi dengan surat itu. Tuan Jang meminta Do Mun segera menyingkirkan semua bahan obat dari RS Istana begitu hukuman sudah diberikan. Do Mun mengerti.
Sayangnya saat lari keluar, Ayah Choi Won tanpa sengaja membentur lampu dan menimbulkan suara.

Jang meminta Do Mun melihatnya. Do Mun segera lari.  Tuan Jang memeriksa dokumennya dan sadar kalau surat penting dari Ratu sudah hilang.

Tuan Choi lari ketakutan sampai sebelah sepatunya tertinggal di jalan. Tapi Tuan Choi berhasil tiba di rumah mereka.
Tuan Choi bingung mencari tempat untuk menyembunyikan surat penting itu. Ia membuka laci tapi tidak jadi. Saat ia sedang berpikir, tiba-tiba pembunuh suruhan Tuan Jang menjerat leher Tuan Choi. Oh No!

Pembunuh itu berusaha menarik surat di tangan Tuan Choi. Tapi hanya berhasil mendapatkan separuh.

Paginya, Ny. Choi keluar dari kamar dan menjerit ngeri. Woo Young juga keluar dan syok. Ia sampai terjatuh ke lantai.
Tuan Choi sudah tergantung tanpa nyawa di langit-langit rumah. Ayah! Ayah! Keluarga Choi kehilangan kepala keluarga mereka.

Choi Won masih belum tahu dan ia hanya duduk terpekur di dalam penjara.

Keluarga Choi mengadakan upacara kematian untuk Tuan Choi. Semua menangisi kepergian Tuan Choi yang sangat tragis. Rang menangis lalu melihat secarik kertas di meja. Rang jalan ke dalam ruangan dan mengambil kertas itu. Itu sebagian sobekan kertas yang ada gambar bunga lukisan Ratu Munjeong.

Rang Ingat, ia dan ayahnya mengagumi bunga magnolia dalam vas. Itu bunga kesukaan mendiang ibu Rang. Apa ibu benar2 sangat menyukai bunga magnolia ini? Ayahnya membenarkan. Tapi satu hari ibumu berpikir ada sebuah bunga yang lebih cantik lagi.
Rang heran, bunga apa itu?
Choi Won : Bunga Rang kita!
Rang menangis saat teringat itu dan berkata, ibu..apa ibu membawa kakek pergi? Kakek..Kakek!

Choi Won tidur dengan gelisah. Tiba-tiba ia mendengar suara anak perempuan memanggil, Ayah..ayah..Ayah! Choi Won langsung duduk dan berseru, Rang! Tapi bukan Rang yang memanggil. Ada seorang gadis muda di depan pintu tahanan memanggil Geo Chil. Ayah! Ayah, ini aku, putrimu! Itu adalah So Baek, putri Geo Chil.
Geo Chil terkejut : Oh putriku! (Orang ini kasar tapi kalau dengan putrinya bisa sangat lembut). Anak..ini..bagaimana kau bisa merangkak masuk ke sini?
So Baek : Aku tidak merangkak. Aku jalan masuk dengan dua kakiku.
Ternyata So Baek sudah melumpuhkan semua pengawal. Hee.. Ayahnya kaget, kau tidak membunuh mereka kan? So Baek hanya membuat mereka pingsan, ayah tidak perlu cemas.


So Baek ingin menemui ayahnya baik2 tapi penjaga itu tidak mengijinkan, jadi ya..ia lumpuhkan saja mereka.
Geo Chil melihat wajah putrinya dan ketakutan karena ada goresan di wajah manis itu. Apa itu disana? Ada goresan! Oh tidak..wajah cantikmu telah hancur..wkk

Geo Chil panik, gadis ini..kau masih harus menikah. So Baek kesal sekali dengan ayahnya dan bicara dengan kasar wkk. Ayahnya tidak tahan dan minta So Baek bicara dengan sopan, jangan pakai mulut cantikmu itu untuk bicara kasar, putriku. 


So Baek : Eh-hei! kalau terus memanggilku seperti itu, aku tidak akan menyelamatkan ayah dari sini.
So Baek tidak datang sendiri, ia berkata membawa semua orang. Ayahnya panik lagi, jangan melakukan apa-apa. Mulai sekarang kau harus diam saja.

Ada dua orang penjaga yang melihat So Baek. Keduanya segera menarik So Baek pergi. Ayahnya teriak, apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak lari? So Baek kesal sekali dan balas teriak, katanya aku tidak boleh melakukan apapun dan diam saja?!
So Baek : Apa ayah tetap ingin aku diam saja? Aku masih diam saja!
Geo Chil hanya bisa teriak.. Hei! kalian harus melepaskan anak itu. Geo Chil kebingungan seperti induk ayam, oh ibu..karena gadis itu aku tidak bisa mati dengan tenang.  Choi Won juga merasakan hal yang sama, ia juga mencemaskan Rang-nya.

Da In memeriksa gungnyeo kecil itu dan terkejut karena anak itu cepat sekali pulih. Anak itu bisa bangun dan jalan. Da In tanya apa Kepala Tabib Wanita memberikan perawatan kepadamu? Gungnyeo kecil itu kelihatan bingung.
Teman Choi Won, ahli astrologi itu datang ke penjara. Pil Doo menangis sedih melihat kondisi Won. Aigoo..orang ini, apa yang terjadi denganmu? Won memotongnya dan tanya kondisi di rumahnya. Bagaimana dengan Rang-ku?
Pil Doo berkata Rang bisa bertahan. Won tanya soal hiasan batu jade yang jatuh di perpustakaan terlarang, kau sudah menyelidikinya? Bagaimana hasilnya? Pil Doo tidak tahan, ia menangis dan mengabarkan tentang ayah Won. Ayahmu..ayahmu..

Choi Won : Ada apa dengan ayahku? Apa terjadi sesuatu?
Choi Won menarik baju Pil Doo, apa yang terjadi?!

Da In jalan dan memikirkan kata2 gungnyeo kecil itu, sebenarnya tabib yang melihat kita disini waktu itu..telah merawat saya dengan akupuntur dan moksibusi secara rahasia tiap hari. Tapi saya berjanji padanya untuk tidak mengatakan pada siapapun soal ini.

Choi Won sekarang mengetahui soal kematian ayahnya. Ia menangis putus asa di penjara. Choi Won membenturkan kepalanya ke tembok. Geo Chil hanya menghela nafas, apa kau bisa memecahkan kepalamu kalau seperti itu? Apa perlu kuambilkan paluku? Aigoo..ayahmu benar2 penasaran saat meninggalkan dunia ini.
Choi Won marah dan menarik baju Geo chil. Tapi ia tidak bisa bicara apa-apa dan tetap menangis. Geol Chil hanya menghela nafas, sudahlah tidak perlu melotot seperti itu kepadaku. Masih ada waktu, cepat berdoalah untuk mendiang ayahmu. Dasar brengsek. Choi Won melepaskan Geo Chil dan duduk sambil menangis, Ayah..
Gon Oh lapor pada Ins. Lee kalau PM Yi Ho secara pribadi mengunjungi Choi Won. Hubungan keduanya memang tidak biasa, seperti dugaan Tuan.
Ins. Lee tahu itu, aku si Setan Merah, kapan intuisiku pernah salah?

Lee mendengar suara wanita yang mencoba membujuk penjaga untuk bisa masuk ke dalam. Lee menoleh dan melihat Woo Young serta Rang.
Woo Young marah, apa kalian baru mengijinkan orang masuk kalau membawa uang?

Lee mendekat dan mendorong kepala anak buahnya. Lalu komen ke Woo Young, aigoo..gadis ini, kau tidak datang kesini untuk menemuiku kan?
Woo Young menendang kaki Ins. Lee. wkk..Lee terkejut, gadis ini, kau tidak tahu siapa..
Woo Young menyindir Lee : Mana berani saya menendang kaki Inspektur Uigeumbu yang terhormat. Jadi masukkan saja saya ke penjara.
Lee : Apa?
Woo Young menendang kaki Jeong Hwan lagi. Jeong Hwan marah sekali, gadis ini benar-benar.. Woo Young ingin dimasukkan ke penjara. (Hubungan dua orang ini sepertinya asyik wkk)
Rang tampak ketakutan di punggung bibinya.


Woo Young dan Rang akhirnya bisa berdiri di depan sel Choi Won. Rang langsung memanggil Won, Ayah..Ayah.
Won merangkak ke arah anaknya, Rang..Rang. Woo Young memalingkan muka menahan sedihnya.

Ins. Lee dan Gon Oh mengamati mereka. Gon Oh menyindir Ins. Lee, kakak gadis itu ternyata Choi Won. Benar2 takdir yang aneh.
Lee kelihatan tidak senang, apa maksudmu dengan takdir? Gon-oh hanya berkata ini takdir yang buruk, tapi kenapa Tuan mengijinkan mereka masuk?
Lee : Karena gadis itu sangat bengis. (wkk)
Ins. Lee menepuk bahu Gon-oh dan jalan pergi.

Rang menyentuh wajah ayahnya, ayah..apa sakit? Choi Won menggeleng, tidak..tidak sakit sama sekali.
Rang menangis dan ingin pergi bersama ayahnya. Aku juga ingin pergi menemui Ibu. Ayah..akan mati seperti Kakek, aku tidak mau ayah meninggalkanku disini sendirian. Ayah, bawa aku bersamamu.

Won menenangkan Rang, tidak..ayah tidak akan mati. Rang ingin ikut pergi bersama ayahnya.

Woo Young marah, pergi bersama? Kau mau pergi kemana? Apa aku membawamu kesini untuk mengatakan itu?

Choi Won tanya ke adiknya kenapa Woo Young membawa Rang kesini?
Woo Young : Lalu apa yang harus kulakukan? Kalau kami tidak datang menemuimu, dia juga akan mati. Apa tidak cukup bagimu membunuh ayah, kau sekarang ingin membunuh putrimu juga?

Choi Won tanya bagaimana dengan penguburan ayah mereka. Woo Young menangis tapi bicara dengan tegas, kondisi rumah sudah seperti itu, apa lagi yang bisa kita harapkan? Kita bahkan tidak punya uang untuk mengadakan upacara pemakaman. Kalau kau tidak ingin sisa keluargamu mati satu per satu, kau harus hidup. Hiduplah. Agar kau bisa menemukan siapa yang membuat kita berakhir seperti ini dan bertanggung jawab.
Woo Young menarik Rang, kau sudah bertemu ayahmu, kita harus pergi sekarang. Tapi Rang berpegangan pada tangan Won dan memeluk kayu penjara. Rang tidak mau pergi. Woo Young marah, kenapa kau seperti ini? Baiklah, kita akan mati semua. Kita akan mati semua!

Rang tiba-tiba pingsan. Woo Young dan Choi Won terkejut. Won segera memeriksa nadi Rang, ia teriak minta penjaga membuka pintu. Tapi Gon-oh mana menggubris permintaan Won.
Won memohon agar Gon-oh membawakan peralatan medisnya, ia ingin mengobati anaknya, hanya sebentar saja, 15 menit juga sudah cukup, tapi Gon-oh hanya minta petugas menarik kedua gadis itu keluar.

Choi Won hanya bisa teriak-teriak, Rang..! Rang! Woo Young juga teriak2, kakak..kakak!

Paginya, para tahanan mulai dieksekusi. Geo Chil kesal dengan sikap Won, orang terpelajar ini benar-benar..apalagi yang kau tunggu? Kalau aku jadi kau, dengan ayah dan anakmu menjadi seperti itu, aku akan melarikan diri sejak lama.
Choi Won tersenyum : Setelah Injeong/jam malam sekitar jam 10 malam, tidak akan ada banyak penjaga di penjara ini. Jadi kau bermaksud akan melarikan diri kan? Kau akan dengan mudah menarik penjaga dan melumpuhkan mereka, lalu mengambil kunci dan meloloskan diri, tapi kau harus melewati 4 pintu gerbang besar dari sini ke luar dan jika kau bertemu petugas lain, dan salah seorang membunyikan tanda peringatan, apa yang akan kau lakukan?
Dalam sekejap, penjaga istana akan muncul dari segala arah. Meskipun kau adalah kakek Palu dari Yangju, dengan rencana seperti itu kau tidak akan berhasil. Sebelum kau lari, putrimu akan menerobos kesini dan kalian berdua bisa saling menemani dalam perjalanan ke alam baka.

Geo Chil marah dan mencekik Won, apa katamu? Apa kau mau mati?

Won : Aku tidak bisa mati. Aku pasti akan melarikan diri dari sini dan akan bertahan hidup. Kalau kau ingin hidup, kau harus mendengarkanku.

Da In membujuk Petugas perpustakaan Kim, dia adalah orang yang menyelamatkan nyawa anda Tuan. Tolong bantu dia. Petugas Kim merasa sudah membantu dengan tidak mengatakan apapun soal pertemuan mereka di perpustakaan itu.
Da In tetap memohon agar Petugas Kim mengatakan bahwa Bongsa Choi telah menyelamatkan nyawanya.

Petugas Kim : Itu tidak akan berhasil, sudah ada bukti yang mendukung, apa yang bisa kulakukan?
Da In : Bukti yang mendukung?
Petugas Kim : Ada sebuah hiasan dari jade. Setengah dari hiasan milik Bong-sa Choi ditemukan di TKP.
Da In syok : Se..setengahnya?

Pil Doo juga berusaha menyelidiki soal hiasan milik Won. Da In lari masuk ke perpustakaan dan tanya soal hiasan itu.

Da In akhirnya tahu dari Pil Doo kalau pemilik hiasan itu adalah Choi Won. Pil Doo menjelaskan, hiasan itu adalah milik Choi Won dan mendiang istrinya. Masing-masing memegang setengahnya. Kudengar Won kehilangan yang setengahnya lagi 10 tahun yang lalu. Tapi hiasan itu ditemukan di TKP. Won pasti sangat terkejut sampai tidak bisa bicara.

Da In syok dan ingat, 10 tahun lalu, ia juga hampir mati seperti Petugas Kim dan seorang tabib menyelamatkannya. Teknik tabib itu sangat hebat dan cepat. Sekarang Da In ingat, penyelamatnya adalah Choi Won. Dia adalah orang yang selama ini kucari.
Da In hampir jatuh. Pil Doo menahannya, hei..kau tidak apa-apa?

Da In : Aku tidak apa-apa, jadi apa karena hiasan itu maka Bongsa Choi dituduh sebagai pembunuh?
Pil Doo membenarkan. Tapi ia masih heran kenapa yang setengahnya lagi justru ditemukan di TKP. Ini benar2 membingungkan. Da In diam saja, ia harus segera menjelaskan masalah ini pada petugas.

PM Yi Ho berkata ke Kepala Pengawalnya, kau harus pergi untuk menyelamatkan orang.
Da In memberanikan dirinya, ia harus pergi dan mengatakan kebenarannya. Da In lari keluar RS IStana.

Geo Chil pura2 sakit, sampai mulutnya berbuih-buih. Penjaga melihatnya dan mereka membangunkan Won yang pura2 tidur, hei kau..bangun! Kau tabib istana kan?
Choi Won pura2 baru bangun dan duduk. Penjaga menyuruhnya memeriksa Geo Chil, coba lihat ada apa dengannya.

Choi Won memeriksa Geo Chil dan meminta penjaga membuka borgol Geo Chil. Won berkata jika ia tidak segera merawat dengan akupuntur, maka Geo Chil bisa mati.
Petugas ketakutan, kalau penjahat yang harus dipenggal besok mati disini, maka kita akan dihukum. Petugas masuk dan membuka kunci borgol Geo Chil. Geo Chil langsung melumpuhkan mereka.

Choi Won dan Geo Chil menyamar sebagai petugas Uigeumbu lalu berusaha keluar. Melumpuhkan beberapa penjaga lagi dan membuka pintu gerbang.

Da In lari ke arah Uigeumbu. "Tuan..saya akan segera kesana. Sekarang semua akan baik-baik saja, tolong tunggu..tunggulah sebentar lagi.."

Choi Won dan Geo Chil berhasil lari dari Uigeumbu.
Mandate [1], [2]


Notes :
Lambang kura-kura itu mungkin artinya Min Do Saeng ingin PM Yi Ho jadi Raja. Do Saeng akan selalu melindungi PM Yi Ho. Mungkin lo..


Aku baru sadar waktu lihat cap Raja Joseon ini. Ini pinjam tangan Raja Sejong muda dulu wkk (pinjam tangan Song Joong Ki dulu)

Istilah aneh
Injeong = jam malam sekitar jam 10 malam.
Jeon Jung Hyeol = titik akupuntur di dada.


5 comments:

  1. aku trz salah orang...
    yg deol pak itu siapa ya?
    yoo weon hyeong juga?

    ReplyDelete
  2. @monica, deok pal itu kalau ngga salah si bongkok itu. Kalau Yoon Won Hyeong itu adik Ratu Munjeong, menteri yang suka ribut2 itu.

    ReplyDelete
  3. wah makin lama makin seru ditunggu ya mbak lanjutannya soalnya liat di epdrama masih raw belum ada subnya jadi rada ga ngerti.....

    ReplyDelete
  4. penasaran bgt sama ep selanjutnyaaa~
    ditunggu mbak lanjutanya^^ fighting!!

    ReplyDelete
  5. Ahhh.. Akhirnya mlah lari. Kl seandainya choi won g lari apa tetep bs slamat dg ksaksian da in?
    Makin seru!!!! D tunggu lanjutannya

    ReplyDelete