Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Tuesday, August 21, 2012

Sinopsis Faith episode 2


Jo Il Shin penasehat Raja Gongmin berkata kalau mereka bisa menemukan Tabib dari langit kalau mereka masuk lorong waktu. Raja Gongmin ragu dan melihat ke arah Komandan Woodalchi/Pasukan Pengawal Raja, Choi Young.

Choi Young mengerti dan bersedia masuk ke sana dan mencari Sineui/tabib sakti. Choi Young masuk ke lorong itu.

Oh Dae Man, anak buahnya yang paling dekat dengan Choi Young teriak dan ingin ikut masuk ke lorong, tapi dicegah oleh Bae Choong Suk. Ingat perintah Daejang, kita tidak boleh mengikutinya dan harus melindungi Yang Mulia.

Bae Choong Suk : Yang Mulia, kita tidak boleh menunggu disini.
Jo Il Shin setuju dan ingin pergi. Tapi Raja Gongmin justru ingin menunggu, kita datang untuk berdoa selama 3 hari, kita akan menunggu.

Tiba2 Oh Dae Man menunjuk ke arah lorong waktu, kenapa jadi seperti itu?
Bae Choong Suk melindungi Raja dan minta semua mundur.

Choi Young muncul bersama Eun Soo. Choi Young menyeret Eun Soo ke arah mereka, saya sudah membawanya. Sineui, tabib dari langit.
Eun Soo mencoba melarikan diri. Choi Young berhasil menyeretnya kembali.
Eun Soo : Lepaskan aku!

Choi Young : Apa Yang Mulia Ratu baik-baik saja?

Eun Soo tampak ketakutan dan sembunyi di balik punggung Choi Young.

Choi Young masuk ke kamar Ratu bersama Eun Soo. Jang Bin masih terus menjaga Ratu. Jang Bin heran melihat Eun Soo, apa orang ini adalah orang dari langit?

Choi Young : Aku melihatnya menyelamatkan nyawa seseorang yang memiliki luka yang sama, aku juga membawa barang-barang ini karena ia menggunakan-nya.
Choi Young meletakkan buntalan isi peralatan medis modern.

Eun Soo bingung dan melihat sekitarnya.

Choi Young : Apa yang kau lakukan? Kau seharusnya menyembuhkan Yang Mulia.

Jang Bin mengatakan kondisi P. Nogook dengan istilah kedokteran Goryeo, Yang Mulia sudah terluka selama 2 jam, saya berusaha menghentikan pendarahannya dengan menekan lukanya. Tapi Yang Mulia sudah terluka parah. Cara terbaik adalah dengan menjahit pembuluh darahnya. Tapi saya takut kalau saya akan melukai energi tubuhnya.
Anda bisa menolongnya?

Eun Soo : Apa?
Jang Bin : Pembuluh darah di dekat dada sudah diputus, jika kita menusukkan jarum akupuntur di daerah itu..

Eun Soo menepuk tangannya, ah aku mengerti sekarang! Ini studio film kan? Aku mengerti kenapa kau mengenakan kostum ini. Saat syuting, ada kecelakaan. Tapi kalian takut kalau polisi dan media lain akan mengetahui masalah ini. Jadi kau menculik seorang dokter untuk menyembuhkan secara rahasia. Benarkan?
Jang Bin bingung, apa yang ia bicarakan? Choi Young mengangkat tangannya, ia juga tidak mengerti.

Eun Soo membujuk Jang Bin : Telp saja 119, kalau aku membuat kesalahan selama operasi, karirku sebagai dokter akan tamat! Kalau ijinku sebagai dokter dicabut, maka hidupku akan berakhir! Jadi, anggap saja kau menyelamatkan hidupku dan nyawanya, dan telp-lah 119. Ya?
Apa kau ingin aku yang telp?

Eun Soo mencari ponsel di tasnya. Ia ingin telp.
Jang Bin tampak marah, apa dia benar2 seorang tabib? Bagaimana ia bisa sama sekali tidak melihat pasien yang ada tepat di depannya?

Eun Soo : Aku akan berkata pada polisi kalau kalian sama sekali tidak melakukan apa-apa. Aku bersumpah ! Oke?! Aku akan segera kembali.

Eun Soo jalan ke arah luar, tapi dihadang anggota Woodalchi.

Choi Young tampak malu, ia hanya menghela nafas. Lalu mendekati Eun Soo, selamatkan dia dulu, aku janji akan segera mengantarmu kembali.

Eun Soo tidak punya pilihan. Ia duduk di samping P. Nogook dan mengecek lukanya, memang parah sekali.

Eun Soo : Sudah berapa lama ia pingsan? Sepertinya aku bisa melakukannya tanpa anestesi.

Eun Soo membuka jasnya, menyiapkan peralatan bedahnya. Ia mengenakan masker, sarung tangan latex dan melakukan sterilisasi. Lalu memasang kacamata bedah yang ada senternya itu (my favorite one haha).

Semua anggota Woodalchi tampak ketakutan. Jang Bin juga syok dan menenangkan jantungnya.

Eun Soo melihat luka P. Nogook, ia minta pengait. Jang Bin bingung dan menoleh ke Choi Young (Btw, ternyata keluarga Choi memang terkenal menguasai kemiliteran di Goryeo. Ada 3 Jend marga Choi yang terkenal. Mungkin Choi Young juga keturunan mereka)

Choi Young ingat saat Eun Soo mengoperasi petugas keamanan dan membuka luka dengan kait. Choi Young mengambil alat yang tepat.

Akhirnya Jang Bin hanya menonton ilmu bedah modern yang ditunjukkan Eun Soo. Sementara Choi Young justru berperan jadi asisten Eun Soo, mengambilkan penjepit dll.
Eun Soo mulai menjahit pembuluh darah yang terpotong dan terus melakukan operasi.

Jang Bin melihat dengan pandangan takjub. Choi Young juga.

Choi Young tidur di dekat lukisan Raja. Ia terbangun dan mendengar Eun Soo memberi instruksi pada Jang bin, ikat, potong. Ikat, potong.
Choi Young menguap dan berdiri. Dayang Ratu melihat ke arah Eun Soo dengan tajam lalu jalan keluar.
Choi Young melihatnya. Choi Young mendekati Eun Soo dan Jang Bin.

Deok Man melihat tameng polisi modern dan takjub, wow ..aku bisa melihatmu. Ini tembus pandang.
Dol Bae minta Deok Man tidak menyentuh benda dari langit.

Dayang P. Nogook jalan keluar. Dol Bae langsung ambil posisi dan menggodanya. Dayang itu hanya tersenyum dan membungkuk.

Dayang itu diam2 menemui seorang pria yang memiliki luka di wajahnya.

Dayang itu bicara dengan bahasa Mongol pada pria itu. Pria itu tampak marah. Ternyata Dayang itu adalah mata2 Yuan.

Eun Soo menghitung detak jantung Nogook, detak jantungnya seharusnya mencapai 100.
Choi Young : Apa kau berhasil menyembuhkannya?

Eun Soo berdiri dan berkata jika kau ingin membuatnya cepat pulih, dia harus bed-rest. Maksudku ia harus terus istirahat di tempat tidur. Dia juga syok karena hipovolemik/penurunan volume darah, yang membuat jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh.
Jadi kalian harus terus menjaganya.

Choi Young duduk di samping Jang Bin untuk menjaga P. Nogook.
Eun Soo : Periksa terus tekanan darahnya. Ia mungkin bisa kena infeksi karena ia dioperasi di tempat yang tidak bersih.

Eun soo mengendap-endap sambil terus berkata untuk memeriksa apa tubuh Nogook panas atau menggigil.
Eun Soo jalan keluar, terus sterilkan lukanya!

Jang Bin mengambil kacamata bedah milik Eun soo dan tanpa sengaja menyalakannya. Jang bin jadi silau. Choi Young menoleh dan sadar kalau Eun Soo sudah pergi.

Eun Soo turun dengan berjingkat-jingkat. Anggota Woodalchi yang tidur di lantai bawah langsung terbangun dan menghormat. Mereka tidak berani memandang Eun Soo. Wanita yang datang dari langit.
Eun Soo juga membungkuk dan jalan ke arah pintu.

Eun Soo panik dan berusaha membuka pintu. Eun Soo akhirnya tahu cara membuka palang pintu itu, dengan digeser.
Tapi sebuah tangan kuat menggeser palang itu kembali. Eun Soo menoleh dan mohon, ampuni aku..kumohon.

Choi Young menarik tangan Eun Soo kembali. Eun Soo berkata ia sudah selesai mengoperasinya. Tapi ia belum sadar. Kau harus menunggunya!
Choi Young : Ya, kau harus menunggunya juga. Kau mau kemana?

Eun Soo melepaskan tangan Choi Young, apa yang kau inginkan? Aku sudah melakukan semua yang bisa kulakukan disini.

Raja Gongmin muncul. Choi Young langsung memberi hormat. Eun Soo menoleh dan tanya apa Gongmin adalah walinya? kau hanya tinggal menunggu sampai pasien sadar.

Eun Soo : Dia juga perlu minum banyak air. Jadi saat ia sadar nanti, berikan dia minum dulu. Tapi kau tidak boleh memberinya minum terlalu banyak.

Choi Young tidak suka dengan gaya bicara Eun Soo pada Raja.
Eun Soo melanjutkan, karena ia bisa kena aspirasi pneumonia/radang paru karena kemasukan sesuatu, seperti cairan atau makanan dll.

Gongmin : Apa dia akan sadar?

Eun Soo : Aku tidak benar2 bisa menjawabnya. Pasien ini bukan tanggung jawabku. Aku ingin menegaskan itu. Karena aku mengoperasinya dengan paksaan!

Eun Soo mendelik ke Choi Young. Aku ingin menegaskan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan ijin praktekku.
Gongmin memotongnya dan memanggil Eun Soo dengan sebutan : Wanita yang datang dari langit.
Eun Soo : Aku?
Gongmin : Negeriku tergantung pada hidupnya.
Eun Soo : Negerimu?

Gongmin : Karena dewa mengirimu kesini, apa aku bisa percaya kalau Goryeo masih ada di bawah perlindungan dewa?

Eun Soo seperti hampir menangis, ia berbalik dan bicara sendiri, ia lebih aneh lagi.
Gongmin : Apa aku bisa mempercayai itu?
Eun Soo sudah ingin melarikan diri lagi, tapi Choi Young menghalangi jalannya.

Eun Soo stres, ia memukuli kepalanya sendiri, bangunlah dari mimpi ini! Ia memukuli kepalanya sambil duduk di lantai. Choi Young hanya bisa tukar pandang dengan Raja Gongmin.

Beberapa Woodalchi mengamati lorong waktu dan berkata kalau lorongnya semakin mengecil. Laporkan pada Daejang, pintu ke surga semakin kecil dan sepertinya akan menutup akhir hari ini.

Jo Il Shin membujuk Raja, anda tidak bisa melakukan itu. Kita melihatnya sendiri, pejuang itu masuk ke lorong menuju langit dan membawa tabib dari langit. Kita melihatnya mengeluarkan sinar dari kepalanya saat ia menyembuhkan Yang Mulia Ratu. Langit memberikannya pada kita, jadi kenapa kita harus membiarkannya kembali?

Choi Young berdiri di dekat mereka, ia berkata sudah berjanji pada sineui itu kalau ia akan membiarkannya kembali kalau tabib itu berhasil menyembuhkan p. Nogook.

Jo Il Shin tidak peduli dan terus saja berkata kalau semua ingin menggulingkan Raja, mereka sama sekali tidak memikirkan Goryeo dan hanya ingin mengembalikan Goryeo pada Yuan, agar mendapat keuntungan dari Yuan. Jadi kita harus kembali ke Goryeo dengan tabib dari langit, dengan demikian mereka tidak akan berani menganggap enteng Anda.
Yang Mulia adalah orang yang mendapatkan perlindungan langit. Langit memberikan pada anda dan negeri kita, kesempatan untuk hidup, Yang Mulia.

Choi Young marah, ia menyingkirkan Jo Il Shin ke samping. Choi Young berdiri di depan Raja, saya berjanji padanya sebagai pejuang Goryeo. Anda mungkin tidak mengerti karena Anda tumbuh besar di Yuan, tapi bagi seorang pejuang Goryeo, sebuah janji itu sama dengan nyawanya.

Raja Gongmin : Apa kau tidak dengar tadi? Jika aku kembali dengan tabib itu maka aku akan aman?

Choi Young : Jika hanya keamanan yang Anda cari selama ini, bukankah ini sedikit menyedihkan?
Raja Gongmin : Jika ini demi negara maka ini lebih penting daripada kata-kata seorang pria.

Choi Young setengah mencekik Jo Il Shin. Ia bicara keras

Choi Young : Yang Mulia, pelayan setia seperti dia (Jo) tidak menganggap janji adalah sesuatu yang penting. Tapi sebagai pejuang, saya membunuh demi negara ini dan keamanan-nya, karena anda adalah Raja, saya pikir seharusnya anda berbeda dengan kami, ya kan? Itu yang saya percayai.

Gae Gyeong - Ibukota Goryeo
(Catatan, Goryeo ini beda dengan Gogoryeo yang didirikan Jumong. Goryeo ada jauh setelah jaman Tiga Negara, juga setelah Silla mulai lemah karena pemberontakan.)

Seorang peracik obat membuat obat herbal dari serangga. Ia menumbuk kecoa yang sudah ia ternakkan dan membuat obat herbal dari kecoa itu. Nama obatnya Ja Chung Hwa Leum Jin (Dalam ilmu pengobatan Cina, memang ada yang seperti ini, ada serangga tertentu yang dipercaya berkhasiat jika dipadukan dengan ramuan herbal dan dijadikan obat.) Obat itu disiapkan untuk Ki Cheol.

Ki Cheol adalah bangsawan Goryeo dan kakak Ratu Yuan. (Jadi tukar menukar, putri Goryeo menikah dengan Raja Yuan - Sun Jae/Raja Deok Seong. Sementara Putri Yuan jadi Ratu Goryeo)

Cheon Eum Ja meniup daegeum (seruling) di ruangan itu. Ki Cheol tengkurap dan tabib itu mulai mengoleskan obat herbal tadi ke kulit Ki Cheol untuk membuat kulitnya seperti kulit bayi. Jadi yang ingin kulit halus, coba lulur ama kecoa :)

Seekor kecoa merayap di dekat Eum Ja. Eum Ja memainkan seruling dengan nada tinggi, kecoa itu langsung mati. Berarti dia membunuh dengan tenaga dalam yang dialirkan ke seruling, kaya Oei Yok Su (Novel Chin Yung - Xia Tiaw Eng Hiong)

Adik Ki Cheol, Ki Won masuk ke ruangan itu. Mereka membicarakan tentang para anggota dewan. Ki Won mulai lapor tentang Pejabat Nam/Nam Daegam. Ki Cheol tanya berapa banyak yang akan datang.
Tabib itu yang menjawab, saya rasa sekitar 20 orang.

Ki Cheol : Siapa yang paling berpengaruh diantara mereka?

Ki Won menjelaskan, Tuan Guk Ja adalah musisi alat musik petik paling berpengaruh. Ki Cheol tahu, ia juga dengar keluarga Guk Ja sangat harmonis. Tabib berkata kalau Guk Ja dan istrinya baru punya anak setelah 5 th pernikahan.

Ki Cheol tidak terlalu peduli. Mereka membicarakan beberapa orang lagi dan Ki Cheol minta Ki Won melanjutkan saja sesuai rencana.

Ki Won mengiyakan. Saya permisi Kakak. Ki Cheol minta tabib mengoleskan lagi lulur kecoa-nya.

Para pejabat yang dibicarakan tadi berlutut di kuil, mereka mendapat surat yang berisi kalau rombongan Raja Gongmin diserang dan Ratu terbunuh. Bagaimana ini?

Penyelidik kerajaan berkata aku tahu apa yang akan terjadi berikutnya, pihak Yuan akan menyalahkan Goryeo dan ini akan membuat Ki Cheol sangat gembira. Dia pasti akan bicara, tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang, kecuali menyerahkan Goryeo pada Yuan.

Guk Ja panik, apa negara ini akan lenyap? Lalu bagaimana dengan kita? Siapa sebenarnya yang mengirim surat ini?
Penyelidik kerajaan berkata mereka akan tahu kalau pergi sesuai tanggal di surat itu. Guk Ja takut tapi semua membujuk, kenapa harus takut, jumlah kita lebih besar dari mereka. Kita akan pergi.

Lorong waktu semakin mengecil. Pasukan Woodalchi masih menunggu dengan cemas.


Eun Soo dikurung disebuah kamar kecil, ia mencoba mencari sinyal ponselnya. Tapi gagal. Eun Soo duduk dengan kesal.

Dayang Ratu datang membawa minuman dan membersihkan kamar Eun Soo. Eun Soo mencoba menyuapnya, apa kau bisa membantuku keluar dari sini? aku tidak punya banyak uang, hanya ada 500 ribu Won, bagaimana?

Gadis itu tidak mempedulikan Eun Soo. Eun Soo tanya apa ada ATM di dekat sini, ia mengajak gadis itu kesana. Bagaimana kalau 1 juta? 2 juta?

Gadis itu membukakan pintu untuk Eun Soo. Eun Soo tersenyum.

Dayang Ratu keluar dari pintu lain. Ia menghormat ke arah Choi Young lalu jalan pergi. Choi Young ada di depan pintu, tapi batal masuk ke dalam.


Choi Young hanya minta Dae Man menjaganya. Dae Man tanya berapa lama.

Choi Young : Tidak lama lagi akan ada perintah Raja, jadi bertahanlah.
Choi Young pergi diikuti Choong Suk.

Dae Man hanya bisa menghela nafas kesal, lalu ia mengintip ke celah pintu dan terkejut karena sepertinya pintu samping terbuka. Dae Man membuka pintu dan mendengus kesal, benar..Eun Soo kabur dari pintu samping.
Dae Man langsung mengejar Eun Soo.

Eun Soo lari di tengah masy Yuan yang melihatnya dengan wajah bingung. Mereka heran dengan penampilan Eun Soo.
Eun Soo mencoba komunikasi, maaf..apa aku bisa tanya? Halo, aku pikir aku tersesat, apa kau tahu dimana aku bisa dapat taksi disini?

Semua bingung dan menghindar. Beberapa anak justru memegang barang2 Eun Soo, blazer, tas, semua disentuh dengan penuh rasa ingin tahu.
Eun Soo bingung, apa mereka juga mengimpor aktornya?

Eun Soo tanya orang lain, sekarang dengan bahasa Inggris. Excuse me, can you speak english? hello? Ni Hao, xie xie ..Eun Soo mencoba bicara bahasa Cina. Tapi mereka masyarakat Yuan yang bicara dengan bahasa Mongol, mereka tidak bisa bahasa Cina :)

Beberapa anak mulai memegang sepatu pump-killer-heels milik Eun Soo haha..Eun Soo tanya, apa ada telp umum di dekat sini? Mereka juga tidak mengerti. Eun soo mencoba bicara bahasa Cina lagi, tien hua? tien hua? telp maksudnya. Ia mengeluarkan ponsel dan menunjukkan pada mereka. Eun Soo bingung kenapa di studio ini tidak ada sinyal juga.
Saat Eun soo mencari sinyal, justru melihat Oh Dae Man dari pantulan kaca ponselnya. Ia langsung melarikan diri.

Pria dengan luka di wajahnya itu juga melihat Eun Soo dan menyuruh anak buahnya menyergap Eun Soo.

Eun Soo lari dan sembunyi di kios penjual kain. Ia minta ibu itu diam dan menunjuk Dae Man. Ibu itu mengerti dan diam saja. Dae Man tidak melihat Eun Soo. Dae Man menyuruh seseorang menemui Choi Young.

Pria Yuan itu pergi ke penginapan dan mengatakan sesuatu dalam bahasa Mongol. Anggota Woodalchi bingung tapi ada yang mengerti maksudnya dan lapor ke Choi Young.
choi Young terganggu lagi tidur siangnya. Ia hanya bisa kesal dan berangkat mencari Eun Soo.

Choi Young pergi membawa tameng plastik milik polisi :) Anggota Woodalchi mencegah Choi Young pergi sendiri, bawa beberapa dari kami.
Choi Young : Musuh akan segera datang, kalian harus berpikir kalau musuh tahu kalau kita sudah mengetahui semua trik mereka, jadi mereka tidak akan menyerang dengan cara yang sama dua kali. Jika aku adalah musuh, aku akan membunuh satu demi satu dengan diam-diam dan mengacaukan konsentrasi kita ke tempat lain lalu menyerang dari belakang.

Bae Choong Suk membenarkan, ia tanya kemana mereka harus membawa Raja dan Ratu. Choi Young ingin mereka menjaga Ratu lebih dulu.
Choong Suk : Lalu bagaimana dengan Raja?

Choi Young minta Choong Suk mengurusnya. Sepertinya Choi Young mulai kesal dengan Raja gara2 keputusan Raja yang terpengaruh Jo Il Shin.
Choi Young menarik pria Yuan itu untuk menunjukkan jalan.

Dayang Ratu masuk ke kamar Ratu. Asisten Jang Bin tertidur di sudut kamar. Gadis itu mengamati Ratu yang masih belum sadar.
Ia mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan ingin menikam Ratu. Whoa!

Untung saat itu, Bae Choong Suk masuk. Dayang itu segera menyembunyikan pisaunya dan meraih kain untuk mengompres Ratu.
Choong Suk membangunkan asisten Jang bin dan melihat kondisi sekitar lalu keluar lagi.

Eun Soo berhasil mendapatkan jubah gaya Yuan dari pemilik toko baju lalu kabur.
Dae Man menunggu Choi Young dan menunjuk ke dalam toko, disana! Saya tidak tahu apa boleh menarik wanita dari langit itu begitu saja.

Choi Young menarik wanita yang mengenakan blazer, ternyata bukan Eun Soo melainkan si pemilik toko. Eun Soo sudah memberikan blazernya pada ibu itu.

Choi Young kesal dan pergi. Dae Man mengikuti Choi Young. Seorang penjahat mengamati mereka.

Eun Soo naik ke bukit dan melihat perumahan Yuan dibawahnya.

Eun Soo bingung, studio seperti apa ini, kenapa besar sekali? Eun Soo mengacak rambutnya karena stres.

Eun Soo jalan di sekitar perkampungan, ia mencoba mengetuk pintu. Halo? Apa ada orang?
Karena tidak ada orang, Eun Soo teriak, apa ada orang disini? Lalu ia melihat pandai besi, Eun Soo tanya arah padanya, tapi tidak dijawab.

Penjahat dengan luka di wajahnya itu menghadang Eun Soo. Mereka ingin mencoba menangkap Eun Soo. Eun Soo berusaha lari tapi susah. Ia melepas sepatunya dan memukul mereka dengan sepatu killer heels itu.

Eun Soo berhasil dilumpuhkan dan dibawa pergi.

Choi Young lari mengikuti jejak bersama Dae Man. Mereka melewati anak2 yang sedang main. Choi Young berbalik dan melihat mainan anak2 itu, ternyata mereka main dengan hak sepatu Eun soo. Wah..jeli juga Choi Young ini.

Dae Man menemukan sepatu Eun Soo, Daejang! disini! Choi Young mengambil sepatu Eun Soo. Lalu jongkok di tanah karena melihat darah.

Darahnya masih cair, jadi belum lama. Ia tampak cemas.
Lorong waktu semakin mengecil ukurannya.

Dae Man tanya apa ia harus keliling desa sekali lagi, atau Choi Young ingin ia pergi ke desa lain. Choi Young diam saja, ia jalan sambil berpikir.

Dae Man berkata sepatu Eun Soo ada disini dan ada darah, jadi pasti terjadi sesuatu disini.
Choi Young : Ini pasukan yang sama.
Dae Man ; Apa?
Choi Young : Mereka yang menyerang semalam dan yang sekarang. Darah ini adalah darahnya dan baru saja terjadi karena darahnya belum kering.

Dae Man cemas, kalau begitu kita harus bergegas. Choi Young masih berpikir, mereka dari pasukan yang sama, mereka membuat kita terperangkap di desa ini dan menyerang kita. Semua bisa memikirkan itu? Tapi bagaimana mereka tahu kalau kita memiliki tabib dari langit?

Dae Man : Jadi, ada mata-mata? pasti! aku akan pergi dan menangkap mata-mata itu!

Choi Young menoleh, bagaimana kau tahu siapa mata-matanya? Siapa pemilik kapal di tempat ini?

Dae Man : Orang itu adalah orang Goryeo.
Mereka pergi mencari pemilik kapal.

Musuh mengendap-endap di atas penginapan Raja. Mereka melumpuhkan penjaga di atas atap.

Dae Man mengantar Choi Young ke pemilik kapal yang sedang tiduran. Choi Young membangunkan pria itu, ia mencium arak yang dipegang pria itu dan tanya darimana kau dapat uang untuk membeli arak ini?
Pria itu hanya berkata tidak ada kapal untuk hari ini. Tidak ada kapal.

Choi Young kesal dan menyeret pria itu ke bak air. Ia mencelupkan kepala orang itu ke bak.
Choi Young : Siapa yang memberimu uang dan membuatmu tidak menyewakan kapal pada siapapun?

Pria itu tidak mau kerja sama, Choi Young menenggelamkan kepala orang itu ke bak air lagi, sampai orang itu memberi tanda menyerah.

Pria dengan luka parut di wajah itu mengirim pesan lewat merpati pos. Ia melihat Choi Young dan Dae Man. Ia langsung masuk dan membekap mulut Eun Soo dengan kain.

Choi Young tiba di bengkel pandai besi itu. Eun Soo melihatnya, tapi tidak bisa bersuara. Dae Man juga tidak melihat Eun Soo.

Seorang pria mencoba menyerang Choi Young. Choi Young dengan mudah menghindar dan melumpuhkan orang itu.

Choi Young menyeret orang itu ke arah api. Sangar...:) Ia ingin mengorek informasi dari pria itu.

Dae Man dengan santai duduk di atas dan menerjemahkan kata2 pria itu. Dia akan mengatakan segalanya pada anda.

Choi Young : Apa?
Pria itu berkata ia tidak terlibat dalam masalah ini. Ia tidak tahu apa-apa. Choi Young tidak percaya dan menyeret pria itu ke api lagi.

orang itu teriak sesuatu. Dae Man terkejut, Gas! Dia berkata mereka akan menyerang penginapan Raja dengan gas! Dia juga akan menunjukkan tempatnya pada anda!

Orang itu membawa Choi Young dan Dae Man ke penyimpanan bom gas mereka. Choi Young mencium bola gas itu, ini Hwa Gol San (Racun tiga bunga?)

Dae Man menerjemahkan, Raja dalam bahaya karena mereka sudah mulai menyerang.

Choi Young tampak bimbang, antara Raja atau tabib dari langit itu. Lalu ia memutuskan untuk menyelamatkan Raja dulu. Choi young lari dan melempar bom gas itu begitu saja. Untung Dae Man cepat menangkapnya.

Dae Man lari bersama Choi Young, tapi kecepatan lari Choi Young kalah jika dibanding Dae Man.
Choi Young mengerti dan menyuruh Dae Man duluan. Dae Man langsung terbang. Anak ini sepertinya punya ginkang tinggi. cool.
(Aku terbiasa baca cersil karya Chin Yung/Khu Lung dll, jadi suka ada istilah ginkang/ilmu ringan tubuh, lweekang/tenaga dalam, dan gwakang/tenaga luar. Harap maklum yah.)

Bae Choong Suk mulai mengabsen tim yang berjaga. Tapi saat memanggil tim ke-4, tidak ada jawaban karena mereka sudah terbunuh.
Choong Shik langsung meniup peluit untuk memberi tanda.

Raja terkejut mendengar tanda bahaya itu. Semua di kamar Raja langsung waspada.

Penyerang melempar bom gas dari atap penginapan. Choong Shik teriak, jaga jendela! Ia berusaha menutup hidungnya dan lari ke atas.

Choong shik mengawal Raja Gongmin. Jang Bin menggendong P. Nogoo, mereka keluar dari kamar.
Saat diluar, Choong Shik membawa Raja turun dari sebelah kiri. Sementara dayang Ratu mengarahkan Jang Bin ke kanan.

Penginapan itu diserang dengan pasukan pemanah. Membuat anggota Woodalchi tidak bisa keluar dari penginapan.

Oh Dae Man sudah tiba lebih dulu, ia mengendap-endap di atas genting. Lalu menyergap para pemanah. Dae Man dengan cepat melumpuhkan mereka semua.

Dayang itu sengaja melakukan itu. Ia membuka pintu membiarkan Jang Bin keluar dulu, lalu mengunci pintu agar Raja tidak bisa keluar.

Raja Gongmin sadar kalau Nogook tidak ada, ia panik dan lari mencari Nogook. Ia tadi ada di dekatku, tapi sekarang tidak ada.

Jang bin diserang. Ia terpaksa menurunkan P. Nogook di tengah jembatan. Ia minta dayang P. Nogook tidak takut dan jaga saja Yang Mulia.
Jang bin sibuk bertempur dengan penyerang. Ternyata kipas Jang bin sakti bo! Ada energi panas yang mengalir dari kipas itu yang langsung membakar para musuhnya.

Dayang Ratu mengambil kesempatan itu untuk membunuh Nogook. Ia mengeluarkan pisau dan siap menikam Nogook.
Justru saat itu, P. Nogook sadar. Dayang itu jadi syok dan terhenti sebentar.

Di detik yang kritis itu, ada bumerang raksasa yang menyerang dayang itu dan langsung melumpuhkannya.

Ternyata Choi Young yang melemparkan perisai plastik milik polisi abad 21 dan membuatnya seperti bumerang.

Choi Young mendekati P. Nogook, ia berlutut, anda tidak apa-apa?

Nogook tertegun melihat Choi Young dan ia diam saja. (Well, aku ngga akan menyalahkannya kalau langsung jatuh hati wkk)

Raja Gongmin dan Jo Il Shin melihatnya lalu keluar.
Choi Young berdiri dan berkata kalau Ratu sudah sadar. Nogook tanya ke Raja kenapa berisik sekali, dan kenapa ia bisa disini.

Choi Young : Yang Mulia, Tabib dari langit sudah menyelamatkan Yang Mulia Ratu, jika saya berhasil menemukan orang itu, apa tidak apa-apa jika saya memenuhi janji saya?
Raja tidak menjawab.

Sementara lorong waktu semakin mengecil dan mengecil.

-Gaegyeong-

Para menteri dan bangsawan yang sudah menerima surat berkumpul di satu tempat. Mereka membicarakan penyerangan Raja dan pembunuhan Ratu Goryeo. Mereka tahu ini pasti ulah Ki Cheol yang ingin menyerahkan Goryeo pada Yuan.

Ja won pura-pura marah dan jalan keluar. Menteri lain masih mengungkapkan kemarahan mereka dan ingin membunuh Ki Cheol. Mereka hanya heran, kemana Ja won daegam pergi?

Ja Won keluar dan menemui Ki Won. Ia menyampaikan sesuatu. Beberapa pengawal mengunci pintu ruangan itu dengan pedang.

Pasukan Ki Cheol datang dan memasukkan bom gas ke dalam ruangan para menteri. Membuat semuanya terbunuh karena gas beracun itu.

Dae Man dan Choi Young kembali ke bengkel pandai besi itu. Tidak ada orang. Atau mereka memang sembunyi dengan rapi.
Dae Man : Tidak ada orang, pria tadi juga tidak ada lagi. Meskipun tadi dia (Eun Soo) ditahan disini, mereka pasti sudah memindahkannya saat ini. Kita kirim 10 orang untuk mencari di sekitar sini.

Choi Young marah, ada api/listrik muncul dari dadanya dan menjalar ke tangannya. Oh jadi kalau dia esmosi..keluar listrik? keren.
Choi Young memunahkan energinya dan menahannya di telapak tangan. Ia berkata akan mencari di sekitar bengkel itu.

Tiba2 terdengar bunyi dari ponsel Eun Soo, baterainya hampir habis, jadi terdengar bunyi re-charge. Suaranya lucu, "beri aku makan".."beri aku makan"..lucu juga.

Pria yang menahan Eun Soo ketakutan dan membuang ponsel itu.

Pria itu menjadikan Eun Soo sebagai sandera.
Choi Young dan Dae Man jalan mendekat. Pria itu panik dan minta mereka membuka jalan untuknya atau Eun Soo akan dibunuh.

Choi Young memberi kode ke Dae Man. Dae Man mengerti dan jalan pergi. Pria itu terpecah perhatiannya.

Choi Young secepat kilat melemparkan pisau ke arah penjahat itu yang langsung membuatnya mati seketika.

Eun Soo ketakutan. Choi Young mendekat dan melepaskan ikatan Eun Soo, ia juga membuka sumbat di mulut Eun Soo.

Choi Young tersenyum tipis, Kau benar2 orang yang pintar menyusahkanku. Sudah kubilang kau harus menunggu tapi kau melarikan diri begitu saja tanpa tahu tempat seperti apa ini, sekarang coba lihat apa yang kau alami.

Choi Young mengangkat dagu Eun Soo karena ingin lihat apa ada luka di wajahnya, Eun Soo ngamuk dan menendang Choi Young.

Ia juga melempar sepatu ke arah Choi Young, jangan mengikutiku.
Dae Man ketakutan dan hanya memeluk tiang. Eun Soo merebut tasnya yang ada di tangan Dae Man. Lalu mulai pergi lagi.

Choi Young : Yang Mulia Ratu sudah sadar!

Eun Soo baru berhenti. Choi Young jalan mendekat, karena Yang Mulia sudah sadar, jadi aku akan mengantarmu kembali ke tempat dimana kau datang sebelumnya.

Choi Young ingin mengangkat Eun Soo lagi, tapi Eun Soo marah2. Jangan coba2 mengangkatku lagi di bahumu yang kotor itu! Kau menganggapku sebagai karung beras dan mengangkatku begitu saja!
Eun Soo jalan pergi sambil marah2. Choi Young setengah menahan geli dan langsung menggendong Eun Soo.

Eun Soo teriak, lepaskan aku! psikopat! pembunuh berantai! coba saja kau kalau berani membawaku ke tempat lain lagi!
Choi Young pura2 akan menjatuhkan Eun Soo untuk mendiamkannya.

Choi Young meminta Dae Man pergi menghadap Raja, katakan kalau aku mengantar tabib dari langit kembali, setelah itu aku akan menemui Raja. Dae Man mengerti dan segera lari.

Choi Young minta Eun Soo diam saja, kau bisa patah tulang kalau aku menjatuhkanmu. Choi Young jalan sambil menggendong Eun Soo, ia tersenyum. Pria yang menculik Eun Soo melihat mereka.

Choi Young mengantar Eun Soo ke tempat ia muncul. Eun Soo mengenal tempat ini, aku tadi sudah kesini. Tapi aku tidak tahu bagaimana sampai ke Gangnam dari sini.
Anak buah Choi Young melihat mereka dan menghormat.

Choi Young : Kau lihat lorong itu? pintunya sudah semakin mengecil. Kalau lorong itu tertutup, aku tidak tahu bagaimana mengirimmu kembali, jadi bergegaslah dan cepat pergi.

Eun Soo melihat lorong aneh itu dan tampak ragu, aku hanya perlu masuk ke situ? Lalu kapan pintunya akan terbuka, bagaimana setelah aku masuk ke sana?
Choi Young : Kau tinggal masuk ke sana.
Eun Soo : Apa maksudmu tinggal masuk ke sana, apa kau sudah mencobanya dengan benar?

Choi Young : Selama ini aku sudah membuatmu mengalami banyak masalah, aku minta maaf.
Choi Young membungkuk ke arah Eun Soo.

Eun soo tertegun, lalu balas membungkuk. Ia membungkuk ke arah Woodalchi lain, lalu jalan mendekat ke lorong waktu.

Jo Il Shin datang bersama pasukan Woodalchi lain, berhenti! Tabib dari langit itu tidak bisa kembali!
Eun Soo tampak bingung. (Kenapa ngga langsung lari aja ini orang ya..biar Choi Young ikut masuk dan terperangkap di th 2012 hihihi)

Choi Young mendekat ke arah Jo Il Shin, aku mengantarnya kembali atas nama pejuang Goryeo Choi Young, siapa yang berani tidak menghormati namaku?
Choi Young menghunus pedangnya, coba hentikan aku!

Jo Il Shin ketakutan, tapi ia berkata kalau Raja memerintah untuk menghentikan tabib dari langit itu pergi.
Choi Young : Kau bohong.

Jo Il Shin marah : Apa lagi yang kalian tunggu? tangkap wanita itu! Ini perintah Raja! Ini perintah Raja, apa kau akan membangkang?

Bae Choong Suk dan anggota Woodalchi hanya menghela nafas dan menghunus pedang, sebagai tanda ini memang perintah Raja dan mereka harus patuh. Meskipun harus melawan Choi Young yang tidak mungkin mereka kalahkan.
Choi Young terpaksa mengikuti perintah Raja, ia tampak marah. Lalu melihat ke arah Eun soo.

Eun Soo melarikan diri. Choi Young lari mengejarnya. Ia menancapkan pedangnya di tanah.

Choi Young berhasil menangkap Eun Soo dan lorong waktunya mengecil lalu hilang. Choi Young tampak bersalah.

Eun Soo panik, ia segera mendekat dan mencari lorong bersinar itu lagi.

Choi Young kembali menemui Jo Il Shin, aku Choi Young mengikuti perintah Raja. Ia tampak menahan marah. Anggota Woodalchi juga hanya bisa menghela nafas.
Jo Il Shin tersenyum menang.

Choi Young hanya bisa menahan marah demi mematuhi perintah Raja.

Eun Soo teriak murka dari arah altar batu. Ia mengambil pedang Choi Young, kau brengsek! Kau janji kau akan mengantarku pulang. Psikopat! penculik!

Aku akan membunuhmu!
Eun Soo menutup mata dan lari ke arah Choi Young dengan pedang di tangan.

Choi Young tidak menghindar, ia justru mendekat dan menerima tusukan pedang Eun soo. Eun soo terkejut.

Belum cukup sampai disitu, Choi Young justru menarik tangan Eun Soo dan menusuk lebih dalam lagi sampai menembus tubuhnya! No!
Eun Soo syok, ia ketakutan, Kenapa? Kau bisa menghindarinya, kenapa ??

Choi Young : Kalau aku melakukan ini, maka sudah selesai kan?
Choi Young jatuh ke tanah. Choi Young lebih baik mati daripada tidak menepati janjinya sendiri, what a warrior.

Nogook masih menerima perawatan dari Jang Bin. Tapi ia mulai mengerti apa yang terjadi. Ia berkata Raja telah membuat pejuang Goryeo tidak menghormati janji yang ia buat sendiri, ia berjanji atas nama pejuang Goryeo dan anda memerintahnya untuk membatalkan janjinya, jadi dengan kata lain, mematuhi perintah Raja atau mati, bukankah itu artinya dia harus memilih diantara dua hal itu?

Nogook berpikir lagi, tidak. Itu artinya, apapun yang ia pilih, ia harus mati.

Gongmin tersinggung, ia tanya ke Ratu, apa kau mengkritikku?

Nogook : Tentu saja tidak, saya hanya menyimpulkan apa yang ada di pikiran saya..apa anda benar2 ingin membunuh pejuang itu..saya hanya ingin tahu.

Dae Man marah karena Eun soo berani melukai Daejang tersayangnya. Ia mendorong Eun Soo, membuatnya terpental jauh dari Choi Young.
Jo Il Shin menampar Dae Man karena berani menyentuh tabib dari langit.

Jo Il Shin mendekat ke Eun Soo, Yang Mulia Raja menunggu anda, saya akan mengantar anda.
Eun Soo marah, ia teriak, minggir! Lalu mendekat ke arah Choi Young.

Eun Soo mengecek kondisi Choi Young, apa kau masih sadar? Eun Soo minta para Woodalchi hati2 dengan pedang yang ada di tubuh Choi Young, pedang itu yang membuat Choi Young berhenti pendarahan.

Jo Il Shin masih ngoceh, kita tidak punya waktu untuk ini. Kita tidak tahu kapan mereka akan menyerang lagi, mereka tidak hanya menyerang Yang Mulia Ratu, tapi juga anda.

Eun Soo tidak mempedulikannya, ia memeriksa detak jantung Choi Young. Detak jantungnya lemah dan nafasnya pendek2. Kita perlu segera melakukan operasi, cepat. Apa kalian punya tape? Eun soo minta sesuatu seperti lakban atau semacamnya yang bisa membuat pedang tetap di tempatnya.
Para Woodalchi bingung, ta..tape apa? Eun Soo akhirnya minta kain saja.

Jo Il Shin : Kita tidak punya waktu untuk ini, kita harus segera pergi.
Eun Soo : Mau pergi kemana? Bagaimana dengan orang ini?

Jo Il Shin : Kita harus meninggalkan-nya disini. Pejuang Goryeo, jawab aku kalau kau masih sadar. Jika kami terhambat karena dirimu, ini akan sangat bahaya untuk Raja jadi kami harus meninggalkanmu disini, kau setuju?

Choi Young tentu saja setuju, kalian semua pergi! Choong suk akan meninggalkan beberapa orang bersama Daejang.
Choi Young : Jangan membuatku bicara terus, rasanya sakit, bawa semua orang pergi!

Eun Soo mana mau pergi.
Jo Il Shin : apa anda tidak tahu bagaimana situasinya?
Eun Soo marah, aku tahu. Aku menikam orang ini, jika orang ini mati maka aku akan jadi pembunuh. Aku tidak akan pergi.

Jo Il shin tampak kesal, ia berdiri. Baiklah. Kalau begitu begini saja.
Jo Il Shin menarik pedang di tubuh Choi Young (%^%^$^*!!!!). Choi Young menyeringai kesakitan.

Eun Soo panik. Jo Il Shin berkata sekarang aku membunuhnya, jadi jangan mencemaskan ini dan ayo pergi.

Eun Soo tidak ada waktu untuk marah-marah, ia hanya mencoba dengan sekuat tenaga untuk menghentikan pendarahan. Eun Soo teriak, siapkan operasi!
Choong Suk : Dae Man! Ambil barang2 tabib!

Dae Man mengerti dan langsung lari bagaikan terbang kembali ke penginapan untuk mengambil barang2 Eun Soo.

Jo Il Shin ingin memaksa Eun Soo pergi, ia memerintah Choong Suk membawa Eun Soo. Tapi Choong Suk teriak, tabib dari langit memerintah untuk menekan luka Daejang!

Choi Young tidak sadarkan diri. Choi Young ini hebat juga, ia bisa membuat Choong Suk mantan pemimpin Woodalchi sangat setia padanya. Sepertinya Woodalchi justru lebih setia pada Choi Young dibanding Raja heh heh.

Dae Man lari masuk penginapan. Ia ingin masuk kamar Raja. Dae Man nekad masuk meskipun dihalangi rekannya. Ia menghormat sekilas dan berkata kalau ia membutuhkan peralatan bedah milik tabib dari langit.
Raja tidak menjawabnya, ia tampak heran.

Dae Man tidak peduli dan segera mengumpulkan barang2 Eun Soo. Jang bin menahannya, apa yang terjadi? Siapa yang terluka?
Dae Man : Daejang tertikam pedang.

Raja : Apa ini karena ia melawan perintah Raja?
Dae Man : Tidak ada satupun dari anggota Woodalchi yang bisa mengalahkannya atau melukainya.

Dae Man membungkuk dan ingin pergi. Raja teriak, jawab aku! Dae Man tanpa sengaja menjatuhkan botol pil.
Raja ingin tahu apa Choi Young melawan perintahnya.

Dae Man berlutut, tidak, ia mengikuti perintah anda, karena itulah ia sekarat. Jadi saya mohon!
Ratu buka suara, aku mengijinkanmu. Pergilah. Dae Man langsung lari.

Nogook juga minta Jang Bin ikut membantu, Daejang adalah orang yang menyelamatkan nyawaku. Sebagai Ratu Goryeo, aku memberimu perintah. Pergi dan selamatkan orang itu. (Kaya cerita The Myth versi baru hehe..)

Setelah mereka pergi, Raja Gongmin tampak memandang Ratu dengan marah. Nogook tanya, tidak apa-apa kan, kalau saya memberikan perintah seperti ini, Yang Mulia?

Choi Young dibawa dengan tandu oleh para Woodalchi. Eun Soo minta Choi Young tetap sadar dan tidak boleh pingsan. Ia mengecek dada Choi Young. Apa kau mendengarku?
Choi Young kesal, bagaimana aku tidak mendengar kalau kau teriak seperti itu?

Eun Soo bicara istilah kedokteran lagi dan Choi Young menarik baju Eun Soo, tidak ada cara untuk menyelamatkanku.
Choi Young : Jika kau benar2 ingin menyelamatkanku maka tinggalkan aku sendiri dan pergilah. Aku akan bertahan hidup sendiri. Jadi tinggalkan saja aku.

Eun Soo : Shut up! (Eun Soo benar2 bicara bhs Inggris dengan Choi Young)

Choi Young sampai bengong. Eun Soo melepaskan tangan Choi Yong, aku bilang tutup mulutmu dan dengarkan aku. Ini urutan yang akan kita lakukan.
Eun Soo : Aku akan menyelamatkanmu dulu dan kemudian kau bisa pergi kemanapun sesukamu, mau sendirian atau mati terserah. Tapi sampai dengan saat itu, aku harus menyelamatkanmu dulu.

Choi Young dibaringkan di sebuah kamar. Eun Soo menyiapkan alat-alat operasinya sementara Jang bin memeriksa denyut nadi Choi Young. Anggota lain menekan luka Choi Young.

Eun Soo minta semua cahaya di ruangan ini, aku ingin ruangan yang benar2 terang. Masak air sampai mendidih, aku butuh baju2 yang bersih sebanyak mungkin.
Eun Soo mencari sesuatu dan tampak bingung, dimana antibiotiknya? Botol kecil isi pil? Ia bisa meninggal di tengah operasi kalau tidak mendapatkan obat.

Dae Man tertegun, ia ingat menjatuhkan botol isi pil itu dan menendangnya entah kemana.
Eun Soo : Kalian semua mundur, kalian penuh kuman. Ia bisa meninggal karena infeksi.

Eun Soo minta Jang bin mencari sesuatu pengganti antibiotik atau anestesi, kau punya antibiotik? seperti vancomycin? heh!
Jang bin tentu saja hanya bengong.

Asisten Jang Bin masuk ke kamar Raja dan mengambil barang2 Jang bin. Choong Suk juga minta Raja dan Ratu tetap di kamar, agar mereka mudah melindungi pasangan Kerajaan.

Raja akhirnya mendekat ke arah Nogook, aku tidak akan mengatakannya dua kali, jadi dengar baik-baik. Mulai sekarang, kau harus mendapatkan ijinku dulu sebelum kau melakukan apapun. Setelah aku memberimu ijin, kau hanya boleh mengatakan satu kata atau melangkah satu langkah.
Kau dengar itu?

Nogook diam saja. Gongmin berkata ia mengerti kalau Nogook adalah putri Yuan yang berharga. Dan kau diberikan padaku begitu saja. Jadi kau pasti merasa marah.

Tapi sekarang kau diseret ke sebuah negeri yang tidak kau kenal jadi kau pasti ingin memberontak. Aku adalah Raja negeri ini dan kau adalah istriku, jadi kau harus menjaga sikapmu sesuai dengan aturan yang berlaku. Apa kau mengerti?

Nogook tidak menjawab. Gongmin tanya lagi, apa kau tidak akan menjawab?
Nogook : Anda tidak memberikan ijin pada saya untuk menjawabnya, jadi saya tidak menjawab.
Gongmin tertegun, ia tidak tahu bagaimana menghadapi Nogook. I love her :)

Eun Soo hampir kehilangan kesabaran menunggu asisten Jang Bin membius Choi Young. Eun Soo ingin Choi Young segera dioperasi.
Jang Bin membuat obat anestesi itu sendiri. Eun Soo heran, lalu kenapa ia masih sadar? Jang Bin tidak percaya ada anestesi secepat itu.

Jang bin juga berkata kalau Jend Choi bisa menahan rasa sakit. Eun Soo kesal, ini bukan masalah tahan atau tidak. Jika Choi Young merasakan sakit, maka bisa terjadi komplikasi karena ia bisa menekan organ lain untuk menahan rasa sakit itu.

Asisten Jang Bin : Dia sudah tertidur, ia benar2 sudah tidur.
Eun Soo menyentuh bulu mata Choi Yong, tidak bergerak, jadi Choi Young memang benar2 tidur/pingsan.

Eun Soo mulai melakukan operasi. Eun Soo ingin Jang Bin membantunya memberikan peralatan yang diperlukan. Karena tidak ada yang bisa menyedot darah, maka Jang Bin harus selalu mengelap darah yang keluar.
Eun Soo mengeluarkan scalpel dan mulai mengiris.

Jang bin menghentikannya. Apa yang kau lakukan?
Eun Soo : Aku sudah bilang, aku harus memeriksa luka dalamnya, jadi aku harus membuka perutnya.

Jang Bin : Kau seharusnya mengobati luka pedangnya jadi kenapa harus membuka perutnya yang tidak terluka?

Eun Soo : Aku akan memeriksa dengan baik untuk melihat organ mana lagi yang terluka. Jika kau terus menundanya, ia akan pendarahan dan mati begitu saja. Siapa tahu hatinya luka? Jadi biarkan aku melakukannya.

Jang Bin : Bagaimana aku bisa mempercayai kata-kata orang yang baru saja menikam Daejang?
Eun Soo : Percayalah padaku.
Jang Bin : Bagaimana caranya?

Eun Soo : Kau bilang aku adalah orang yang datang dari langit, jadi percayalah padaku.

Choi Young kita tidak memusingkan perdebatan dua tabib sakti ini, ia tidur pulas.

Faith [1]

Notes :
Meskipun banyak drama medical yang datang pergi ke jaman lain, drama ini lebih menarik menurutku. Apa karena Minho factor? hehehe...

Kim Hee Sun, ternyata bagus juga kalau akting lucu. Kenapa selama ini dia selalu melow terus dramanya ya? Coba dari dulu akting lucu, stres, nyablak, pasti lebih menarik. Aktingnya yang mencari sinyal ponsel di jaman Goryeo itu lo ^_^ dan Min Ho yang bawa-bawa tameng plastik polisi abad 21 benar2 ide cemerlang.

Semoga drama ini akan tetap bagus sampai akhir.



7 comments:

  1. Amiiin..
    Ini jaman duluan mana sama jaman Joseon Mbak??
    baju2nya beda sama jaman2 Jang Geum, Moon-Sun,dll

    padahal pengen liat Lee Min Ho pake penutup kepala kayak Jung Il Woo di Moon-Sun

    ReplyDelete
  2. @Vidya, jaman Goryeo sebelum Joseon. Setelah dinasti Goryeo ini selesai, baru dinasti Joseon.
    Kisah ini ada jauh sebelum Dong Yi :)

    ReplyDelete
  3. Thanks sudah buat sinopsisnya
    Banyak ya yang punya ilmu kanuragan???
    Sudah nonton sampai epi 4, #keren sambil mlongo
    tapi te2p baca sinopsisnya Mb Tirza
    semangat buat sinopsisnya ya.... p(^_^)q

    ReplyDelete
  4. Mbak Tirza ada niat mau buat sinopsis drama aniversary saeguk MBC Horse Doctor yg main Lee Yo Won - Jo Seung Woo - Lee Sang Woo gak?? ttg medis jg jaman dinasti Joseon critanya ttg kisah yg awalny dokter hewan yg dokter kerajaan... baru tayang akhir september sih, buatin ya mbak... kayak Dong Yi ma Queen Seondeok dulu .. ya ya ya?? ^^

    ReplyDelete
  5. hihi iya akting kim Hee sun yang sedikit nyablak disini bener2 buat drama ini bagus,apalagi faktor ada oppa minho nya yang otomatis membuat drama semakin menarik.

    mksh oenni tirza

    ReplyDelete
  6. makin kereeen ajah... ya sinopsisnya ,, ya dramanya,,

    * pelajaran baru kulit halus = lulur kecoa , ada yg mo coba ... ^_^

    ReplyDelete
  7. Semakin penasaran sama LMH,,,wahh. ...jd semakin gandrung heeee,,best & tmbh handsome,,,dress up gya pejuang

    ReplyDelete