Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Saturday, August 10, 2013

Mandate of Heaven episode 15

Tuan Jang ayah angkat Da In, terbunuh karena pisau terbang beracun. Sekarang Choi Won membantu Da In mengubur Tuan Jang. Da In menangis di sisi kuburan ayah angkatnya. Choi won duduk di samping Da In untuk menghiburnya.
Geo Chil dan Kkeok Jung merawat luka mereka. Kkeok Jung geram dan berjanji akan menghabisi Mu Myeong jika mereka bertemu lagi. Nenek datang, ia heran kenapa mereka semua bisa terluka. Geo Chil bingung, Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Orang seperti apa dia? orang itu seperti hantu, ini pertama kalinya melihat orang seperti ini.

So Baek mencemaskan Won yang belum kembali. Rang melihat ayahnya dan Da In jalan masuk ke arah pemukiman. Rang langsung lari menyambut mereka. Ayah!!

So Baek juga ingin lari ke arah Choi Won tapi Geo Chil menahannya. So Baek protes, tapi Geo Chil menyuruhnya diam.
Aku tidak tahan lagi melihatmu tergila-gila pada pria itu. So Baek cemberut.

Choi Won, Rang dan Da In memang terlihat serasi sebagai keluarga. Da In masih terlihat sedih.

PM Yi Ho ingin tahu perkembangan surat pengakuan itu. Pengawal Seo minta maaf, saat ia tiba di lokasi, rombongan Jang Hong Dal sudah menjadi mayat semua.
Untungnya Jang Hong Dal dan Tabib wanita Da In tidak ada diantara mayat2 itu. Pengawal Seo memberikan pisau terbang milik Mu Myeong, ini ada di mayat2 itu. Pisau yang sama yang diarahkan pada Inspektur Lee Jung Hwan.

PM Yi Ho merasa surat pengakuan itu telah jatuh ke tangan Ratu. PM Yi Ho minta Pengawal Seo mengamati pergerakan Menteri Yoon dan Kim Chi Young.

Ratu marah, ia melempar cawan tehnya sampai pecah. Salah satu pecahannya mengenai pipi Mu Myeong. Jadi kau tidak menemukan surat pengakuan itu? Kalau itu para bandit, maka Choi Won yang sudah mengambil surat pengakuan itu. Bagaimana seorang tabib dari RS Istana bisa selalu menimbulkan masalah bagiku. Bagaimana bisa?
Yoon Won Hyeong mencoba menenangkan kakaknya, surat pengakuan itu akan segera didapatkan. Ratu ingin tahu bagaimana caranya. Jika surat pengakuan itu ada di tangan Choi won, maka tinggal hitungan waktu sebelum surat itu jatuh ke tangan Putra Mahkota.

Ratu Munjeong minta Yoon harus mengawasi orang yang datang dan pergi dari Istana Timur. Kalau perlu mereka harus mengadakan penggeledahan. Surat itu tidak boleh jatuh ke tangan Putra Mahkota.

Choi Won merawat luka Kkeok Jung. Maafkan aku, karena aku, kau jadi terluka. Kkeok Jung marah dan menarik perban di tangan Won, ia membalut lukanya sendiri, aku cuma menantang diriku sendiri. Rang langsung marah, ia tidak suka Kkeok Jung bersikap kasar pada ayahnya. Ia mengancam akan mengadu pada So Baek-hyung wkk.
Rang : Paman mungkin memang tampan, tapi kau sangat berpikiran sempit.
Choi Won terkejut dan minta Rang tidak bicara sembarangan.

So Baek muncul dan membela Rang, lalu mengeluh kalau ia juga luka dan perlu perawatan Won. So Baek tanya apa perlu membuka bajunya.
Choi Won melarangnya dan minta So Baek pergi ke Da In saja. Geo Chil setuju, ya kau harus minta tabib wanita memeriksamu.

So Baek merasa nona cantik itu sedang tidak semangat untuk memeriksanya. Biarkan pencuri kuda saja yang memeriksaku. So Baek langsung membuka bajunya.
Geo Chil dan Kkeok Jung teriak, Tidak!! Choi Won terkejut dan segera menarik So Baek keluar mencari Da In.

Da In masih mengingat kata-kata terakhir Tuan Jang, ia menangis. Won mengantarkan So Baek menemui Da In, So Baek terluka..tolong kau periksa dia.
Da In menghapus air matanya. So Baek masih menolak dan memilih Won saja yang memeriksanya, tapi Da in minta So Baek duduk dan langsung memeriksa nadinya. Choi Won melihat dari jauh, ia sengaja melakukan ini agar Da In bisa mengalihkan pikiran dari kematian ayah angkatnya.

Markas Uigeumbu
Jung Hwan luka parah, Woo Young merawatnya. Jung Hwan komen, ia sudah bilang tidak apa-apa, tapi kenapa bajunya tetap harus dibuka?  Woo Young kesal, orang yang tidak tahu akan mengira saya memiliki pikiran yang tidak-tidak karena membuka baju Tuan (hahaha)
Jung Hwan : Apa kau benar-benar tidak punya pikiran seperti itu?

Woo Young menekan lengan Jung Hwan dengan jarinya. Jung Hwan meringis. Woo Young berkata ada waktunya untuk itu, tapi saat ini anda luka parah dan berkeringat dingin seperti daging tidak berguna...
Jung Hwan : Apa? daging tidak berguna? Ini bukan daging biasa. Sakit. Lupakan, aku jadi semakin marah karena kau.
Woo Young : Tuan gampang sekali marah, sudahlah, karena ini keinginan Tuan, saya akan memikirkan yang tidak-tidak sambil merawat anda. (pfffttt)

Kondisi Jung Hwan terlalu parah dan Woo Young tidak tahan, ia menangis. Air matanya jatuh ke lengan Jung Hwan. Jung Hwan terkejut, apa itu? Woo Young menghapus air matanya, bukan apa-apa. Jung Hwan tanya apa Woo young menangis karena dirinya?

Woo Young menyangkalnya, untuk apa saya menangis karena Tuan? Saya mengira saya akan segera terbebas dari perbudakan, tapi ternyata itu tidak segera terjadi.

Jung Hwan menahan sakit dan berusaha duduk. Jangan khawatir, aku terluka parah seperti ini agar kau bisa bebas dari perbudakan, dan aku belum mati. Jung Hwan mengulurkan tangannya, pakai ini untuk menghapus air matamu. (bukan sapu tangan lagi, tapi tangannya langsung hahaha)

Woo Young tidak segera bereaksi. Akhirnya Jung Hwan menghapus air mata Woo Young sendiri, kenapa kau menangis? Ini hanya tertunda sebentar saja.

Jung Hwan meyakinkan Woo Young, penderitaannya tidak akan lama lagi.

Choi Won menyimpan surat pengakuan milik Do Saeng, tapi bingung bagaimana caranya memberikan surat ini pada PM Yi Ho. Choi Won tidak bisa minta tolong pada Jung Hwan lagi, dia sudah hampir mati karena surat ini. Choi Won pusing, mengingat temperamen Jung Hwan, ia pasti ingin mendapatkan kembali surat pengakuan ini.
Benar saja, Jung Hwan langsung kerja lagi, tidak mempedulikan lukanya yang masih baru. Ia menemui informan, dan tanya soal Keluarga Jang. Pedagang itu berkata keluarga Jang tiba-tiba lari ke Ming-Cina, tapi anehnya mereka tidak naik ke kapal.
Jung Hwan yakin terjadi sesuatu saat keluarga Jang dalam perjalanan. Jung Hwan juga mendapat info kalau para bandit menanyakan keluarga Jang dan yakin Choi Won pasti tahu keberadaan Tuan Jang.

Jung Hwan ingin tahu dimana markas para bandit, tapi pedagang itu tidak bisa mengatakannya. Ia minta Jung Hwan menyerahkan surat kepadanya, nanti ia yang memberikan pesan itu pada para bandit. Jung Hwan memberikan suratnya.

Tanpa sepengetahuan mereka, Mu Myeong mengamati keduanya. Ia tersenyum.
Jung Hwan pergi ke Istana Timur untuk menghadap PM Yi Ho. Tapi ia dihadang kasim, mereka ingin memeriksa badan Jung Hwan demi keselamatan Putra Mahkota.
Jung Hwan heran : Diperiksa? Atas perintah siapa?
Tapi Kasim tetap meminta pengawal memeriksa Jung Hwan.

PM Yi Ho muncul dan membentak mereka, apa ini perintah Yang Mulia Ratu? Kasim dan para pengawal tidak bisa menjawab.

PM Yi Ho menerima Jung Hwan. Jung Hwan  yakin Ratu belum mendapatkan surat pengakuan itu. PM Yi Ho minta Jung Hwan hati-hati, kau juga sudah menjadi sasaran Yang Mulia Ratu sekarang.
Jung Hwan jadi berpikir, kalau ia dijadikan sasaran..berarti pedagang yang menyampaikan surat untuk para bandit juga ada dalam bahaya. Jung Hwan berkata ia harus pergi dulu, ada sesuatu yang harus segera saya lakukan.
 

Jung Hwan bertemu anak buah pedagang itu, ia mendengar informan itu diseret pergi oleh seorang pemuda yang bertampang cantik.
Jung Hwan ingat, itu adalah orang yang melemparkan pisau kepadaku. Dia pasti pergi ke markas para bandit. Jung Hwan tanya, dimana markas para bandit itu?


Choi Won masih berpikir, Setan merah mungkin ingin bertemu denganku, ia pasti pergi menemui pedagang itu. Rang masuk, Ayah..kemana kakak tabib cantik? Aku tidak menemukannya dimanapun.
Choi Won tahu Da In pasti ke kuburan ayah angkatnya..

Da In memang duduk di samping kuburan Tuan Jang. Choi Won menemuinya. Da In cerita, ayah angkatnya selalu merasa sedih, karena ia tidak memanggilnya Ayah sekalipun. Da In seperti itu karena ia selalu teringat ayah kandungnya yang dijebak sebagai penjahat saat ia masih kecil, sehingga tidak bisa memanggil Tuan Jang dengan panggilan Ayah.
Pada akhirnya, sampai ia meninggal..saya tetap tidak bisa memanggilnya Ayah.

Choi Won : Ayah angkatmu memintaku untuk menjagamu dan bahkan memberikan surat pengakuan ini padaku, kalau kau sedih seperti ini, bagaimana aku bisa menghadap kepadanya?

Da In tersenyum, ia sudah merasa lebih baik dan tanya apa rencana Choi Won dengan surat pengakuan itu, bagaimana Tuan akan memberikan surat itu pada Putra Mahkota?

Choi Won ingat, Baginda selalu pergi ke pemandian air panas di sekitar waktu ini kan? Dan setiap kali, Ratu selalu ikut dengan Yang Mulia Raja, benar kan? Da In membenarkan. Choi Won berdiri dan mengajak Da In pulang dulu, keduanya jalan sambil bergandengan tangan. Choi Won berencana saat Yang Mulia Ratu pergi bersama Raja, ia akan menemui Yang Mulia dan menyerahkan surat itu. Bagaimana menurutmu?


Pedagang itu mengantar Mu Myeong ke benteng Heukseokgol, asal kuantar kau kesana, kau akan mengampuniku benar kan?
Mu Myeong tersenyum, lalu menyilangkan pedang di depan leher pria itu. Pedagang itu ketakutan dan menunjuk ke satu arah.

Choi Won dan Da In pulang ke markas. Nenek heran kenapa hanya mereka yang kembali, So Baek dan Rang keluar mencari kalian. Choi won memutuskan keluar lagi untuk mencari mereka.

So Baek dan Rang pergi mencari Choi Won. So Baek berkata ia harus selalu berada di tempat dimana ayah Rang ada. Rang dengan pintar berkata kalau paman Kkeok Jung juga harus pergi ke tempat Kakak So Baek berada.
So Baek : Tidak, Kkeok Jung pergi bersama Ayah untuk melakukan sesuatu.

Keduanya bertemu Geo chil dan Kkeok Jung. Geo chil langsung menggendong Rang, aigoo..anak pintar kita. Kenapa kau keluar? Nanti kau lelah.
Rang berkata kak So Baek ingin pergi mencari ayahnya, lalu segera meralat, dia merindukan paman Kkeok Jung. Haha..

Geo Chil berkata punya hadiah untuk Rang. Geo Chil memberikan sepasang sepatu cantik untuk Rang. Rang senang sekali, ini cantik sekali.
Tapi Rang sempat tanya, ini bukan barang curian kan? Geo Chil terkejut haha..lalu berkata tentu saja ini bukan curian, ini dibeli dengan kredit.


So Baek tiba-tiba melihat Mu Myeong. Geo Chil dan Kkeok Jung terkejut, mereka minta So Baek segera kembali bersama Rang ke markas. Mu Myeong melihat mereka, ia segera memukul pedagang itu lalu lari ke arah para bandit. Kkeok Jung menyongsongnya.
So Baek ingin ikut bertarung tapi ayahnya marah, cepat pergi! Bahaya untuk anak kecil! So Baek terpaksa menurut.


Geo Chil dan Kkeok Jung bertarung kembali dengan Mu Myeong.
Tapi tetap saja, Mu Myeong berhasil mengalahkan mereka. Membanting Geo Chil dan menendang Kkeok Jung. Asli..anak ini mengerikan. Sepertinya ia menguasai tendangan tanpa bayangan haha

Ada seorang lagi yang ikut bertarung. Lee Jung Hwan!
Mu Myeong tidak gentar, ia ingat posisi luka Jung Hwan dan menyerang ke arah pinggang Jung Hwan. Membuat lukanya terbuka dan berdarah lagi.

Mu Myeong menendang Jung Hwan sampai terjatuh, ia tidak berdaya melawan Mu Myeong.
Mu Myeong tersenyum dan ingin menghabisi Jung Hwan. Tiba-tiba Choi Won melemparkan batu ke arah Mu Myeong. Mu Myeong jatuh. Wow..

Geo Chil dan Kkeok Jung langsung menyerang Mu Myeong lagi. Choi Won lari ke arah Jung Hwan dan membawanya pergi.

Geo Chil mengerahkan kekuatannya dan menahan Mu Myeong, ia melempar Mu Myeong. Kkeok Jung langsung menendang anak itu. Mu Myeong merasa terdesak, ia tersenyum dan lari.
Geo Chil dan Kkeok Jung mengejarnya tapi mereka kehilangan jejak Mu Myeong.

Choi Won mencoba menghentikan pendarahan Jung Hwan. Jung Hwan merasa bersalah, ia yang sudah memancing Mu Myeong ke tempat ini, aku harus bertanggung jawab untuk itu.
Choi Won tidak mengerti kenapa Jung Hwan pergi kesini dengan kondisi seperti ini. Jung Hwan berkeras, ia tidak apa-apa. Jung Hwan mengakui kalau Mu Myeong benar-benar menakutkan.


Jung Hwan tanya apa Choi Won memiliki surat pengakuan itu. Choi Won membenarkan, ia mendapatkannya dari Tuan Jang sebelum Jang meninggal. Jung Hwan ingin Won memberikan surat itu kepadanya, ia akan menyerahkan surat itu pada Putra Mahkota.
Choi Won menolak, bukan karena tidak mempercayai Jung Hwan, tapi Jung Hwan sudah terluka parah karena surat itu. Saya tidak bisa membahayakan nyawa Tuan lagi karena surat ini.

Jung Hwan tanya apa rencana Choi Won. Choi won tidak ingin ada yang terluka lagi karena surat ini. Ia sudah memikirkan cara yang tidak akan melukai siapapun dan akan memberikan surat ini pada Yang Mulia. Jung Hwan tanya bagaimana caranya.

Jung Hwan kembali ke Uigeumbu dan memikirkan rencana Won, mereka akan memanfaatkan waktu Raja pergi ke pemandian air panas dan menyerahkan surat itu pada PM Yi Ho.
Jung Hwan mengatakan rencana Choi Won pada PM Yi Ho. PM Yi Ho tampak setuju.


PM Yi Ho menemui Jang Geum dan memintanya mengajukan jadwal kepergian Raja ke permandian air panas.
Jang Geum mengatakan ini pada Raja Jungjong didepan Ratu dan PM Yi Ho. PM Yi Ho tersenyum dan berkata tabib wanita Jang Geum sudah menjaga kesehatan Yang Mulia Raja selama bertahun-tahun, kita harus melakukan sesuai yang dikatakan tabib wanita Jang Geum.
Ratu : Ini karena saya merasa cemas dengan kesehatan Abba Mama anda, makanya saya seperti ini.

Raja Jungjong : Kita akan melakukan sesuai kata Jang Geum, Ratuku. Aku susah tidur karena ini, jadi kita lakukan sesuai nasehatnya kali ini.
Ratu Munjeong tidak punya pilihan lagi dan terpaksa mengikuti rencana mereka. Ia jelas curiga.

PM Yi Ho bertemu dengan tabib baru lagi. Tabib itu mengantarkan tonik untuk PM Yi Ho. PM Yi Ho bertanya terus terang, apa yang kau masukkan dalam obatku sampai mereka mempromosikanmu sebagai tabib kepala?
Tabib baru itu terkejut. PM Yi Ho tanya lagi, apa kali ini juga racun jim? Atau mereka telah membeli racun baru dari Ming Cina?

Tabib itu ketakutan, t-tidak Yang Mulia..
PM Yi Ho meminum toniknya sampai habis dan memberi peringatan pada tabib itu, jika kau tidak mau mati sia-sia seperti Jubu Min, jangan pernah mengusik obatku. Kau harus ingat itu.


Tabib itu menolak saat Yoon Won Hyeong memintanya memasukkan racun dalam tonik PM Yi Ho. Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa melakukan ini.
Yoon marah dan hampir memukul tabib itu, lalu ia membujuknya, bukankah katanya kau ingin menjadi Kepala tabib RS Istana? selama kau mematuhi perintahku, nanti Tuan Kim Chi Young akan ..
Tabib itu berkata, sebelum ia menjadi Kepala Tabib, ia sudah akan mati. Yang Mulia Putra Mahkota telah mengawasinya. Lagipula Penanggung jawab Kim telah ditahan karena penghianatan, siapa yang bisa membuat saya menjadi Kepala Tabib?
Yoon yakin Kim Chi Young akan segera dibebaskan.

Menteri Yoon mencoba membujuk boss Jung Hwan, Daegam..kenapa Tuan Kim Chi Young tidak bisa dibebaskan dengan jaminan? Boss Jung Hwan kesal, apa kau tidak tahu, kriminal dengan tuduhan penghianatan tidak bisa dibebaskan dengan jaminan. Yoon memohon dan janji kalau Kepala Uigeumbu menolongnya kali ini...
Pria itu marah, kau ini bodoh sekali, aku harus mencari posisi aman saat ini, sejak upacara memohon hujan itu, hati rakyat sudah berpaling pada Putra Mahkota. Intinya, ia tidak bisa membantu Yoon membebaskan Kim Chi Young.

Jung Hwan mendekati mereka, atasannya langsung pergi. Yoon masih teriak2, anda harus membayar hutang budi anda, Daegam!
Jung Hwan memberi peringatan keras pada Yoon, apapun yang Tuan lakukan, tidak akan membuat Tuan Kim Chi Young dibebaskan. Selama saya, setan merah, ada disini. Tuan Kim Chi Young tidak akan bisa melangkahkan kaki keluar dari Uigeumbu.

Menteri Yoon marah dan ingin memukul Jung Hwan, tapi dengan mudah tangannya ditahan oleh Jung Hwan. Menteri Yoon kesakitan, apa kau tidak akan melepaskannya?
Jung Hwan : Anda seharusnya membunuh saya, kalau anda bertindak sembarangan, anda akan mendapatkan masalah dengan setan merah.
Jung Hwan pergi. Menteri Yoon mulai darah tinggi.

Jung Hwan menemui Kim Chi Young di penjara. Ia memperingatkan Kim Chi Young, tolong katakan pada mereka yang ingin membebaskan anda, jika dia tetap mencoba membebaskan anda, saya akan menuduhnya terlibat dalam kejahatan dan mengurungnya dalam penjara ini bersama anda.
Kim Chi Young marah kepada Jung Hwan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Menteri Yoon menghadap Ratu dan mengeluhkan sikap Jung Hwan, ini pertama kalinya melihat orang semacam ini. Kita tidak bisa memecatnya lagi dengan situasi seperti ini, apa yang harus kita lakukan sekarang? Setan merah sialan itu telah bersekutu dengan Yang Mulia Putra Mahkota, dan sumber keuangan kita, Pedagang Jang...dia pergi begitu saja, hanya demi menyelamatkan putri angkatnya.
Jika Kim Chi Young tahu bahwa kita membuangnya, kita tidak akan tahu apa yang akan dia lakukan.

Ratu mengira PM Yi Ho sudah mendapatkan surat itu, kalau tidak bagaimana ia bisa begitu lancang kepadaku?
Menteri Yoon berbisik pada Ratu, ia mendapat informasi kalau Jang Geum dan PM Yi Ho merencanakan sesuatu, selama Yang Mulia Raja meninggalkan istana, Choi won akan..
Ratu murka dan meremas lukisannya, Choi Won sialan itu!

Ratu harus memberi perintah pada Mu Myeong lagi untuk membawa Choi Won dan surat pengakuan itu kepadanya.
Geo Chil, Choi Won makan bersama keluarga mereka. Choi Won sibuk memikirkan rencana yang dirancangnya bersama Lee Jung Hwan dan PM Yi Ho, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan.

Geo Chil merasa heran, semuanya seperti sudah berjalan sesuai rencana, tapi kenapa Kim Chi Young belum dipenggal? Choi Won menenangkannya, kejahatan Kim Chi Young akan segera diumumkan ke depan publik. Geo Chil tetap ingin tahu, kapan itu, apa setelah ia mati karena marah? Kkeok Jung juga tampak tidak sabar. Mereka tahu, orang kaya dan berkuasa tidak akan mati semudah itu. Mereka hanya bisa bersabar dan menunggu.

Rang heran melihat Da In tidak makan. Da In menjawab, ia sudah merasa kenyang melihat Rang makan. Geo Chil melihat keduanya dan komen, Da In bicara seperti ibunya Rang saja, padahal Da In belum menikah. Nenek juga komen, apa kalian berdua mulai saling menyukai satu-sama lain?
Da In tampak malu, Choi Won kikuk, tapi So Baek langsung protes paling keras, tidak! Geo Chil langsung membantah, apa maksudmu tidak? kita langsung tahu hanya melihatnya saja. So Baek tetap protes keras. Da In merasa tidak enak dan meninggalkan lokasi makan, ia tidak menyentuh makanannya.

Choi Won mengambil mangkuk Da In dan menyusulnya. Choi Won membujuk Da In untuk makan. Kau harus menghabiskannya, meskipun kau tidak selera makan. Da In masih belum mau makan.
Choi Won menggodanya, kalau kau tidak makan, aku anggap kau ingin aku menyuapimu.

Da In jadi malu dan mulai makan. Choi Won tersenyum, makan yang lahap. Lalu ia membersihkan sesuatu dari bibir Da In. Da In tertegun. Keduanya berpandangan.
Da In menggenggam tangan Won.

So baek melihat keduanya dari jauh dan menekan dadanya lagi, mereka berdua tidak akan memiliki perasaan satu sama lain kan? Lalu aku, So Baek, apa yang harus kulakukan?
Kkeok Jung melihat So Baek dan tampak patah hati.

Malamnya, Choi won masuk ke kamar Rang dan melihat Da In tidur disamping Rang. Keduanya tampak damai. Choi Won membenarkan selimut mereka dan tersenyum memandangi keduanya.
Choi won ingat kata2 Jung Hwan, apa kau pikir cara itu adalah cara terbaik? Kau bisa kehilangan nyawamu melakukan itu.
Choi won meyakinkan Jung Hwan. Lalu saat inipun, ia juga yakin semua akan berjalan lancar. Da in tampak gelisah dalam tidurnya, Choi Won menepuk bahu Da In untuk menenangkannya.

So Baek ingin mengenakan hanbok cantik pemberian Da In, tapi ia justru terjatuh karena tidak tahu caranya. So baek hanya ingin cantik seperti Da In.
Da In masuk dan heran melihat So Baek. So Baek ingin mencoba apa hanbok itu cocok untuknya. Kelihatannya aneh ya? Da In mengerti, So Baek ingin tampil cantik. Da In berkata hanbok itu cocok untuk So Baek dan akan lebih manis lagi jika mengenakan hiasan rambut juga.
So baek senang dan tanya kalau sudah seperti itu, apa ia bisa menyukai si pencuri kuda itu juga? Da In tertegun, ia tidak bisa menjawabnya. So Baek berkata tahu penjual hiasan rambut dan mengajak Da In pergi membeli hiasan rambut.

Da In, So Baek dan Rang jalan ke pasar untuk membeli hiasan rambut. Da In membelikan hiasan untuk Rang dan So Baek, So Baek langsung senang dengan hiasan rambutnya. Rang memuji So Baek, kau cantik.

Ketiganya jalan pulang. Da In bisa merasakan kalau So Baek ingin menanyakan sesuatu. Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja.

So Baek : Aku ingin tanya, apa kau benar2 memiliki perasaan pada si Pencuri kuda? Nona cantik, kalau kau melihat pencuri kuda, apa jantungmu berdebar sangat kencang seperti badai di dalam sini?
Da In terkejut dengan pertanyaan langsung seperti ini. Ia menggeleng, tidak.

So Baek tampak lega, untunglah. So Baek minta bantuan Da In, apa bisa kau membuat pencuri kuda hanya memiliki perasaan padaku dan bukannya padamu?
Dengan begitu, aku pasti akan membalas kebaikanmu.

Da In bingung, ia berkata tidak bisa menolong yang seperti itu. So Baek tampak kecewa, si anak pintar berkata ia bisa membantuku. Katakan sejujurnya, apa hatimu berdebar keras saat melihat pencuri kuda, apa itu sebabnya kau tidak mau membantuku?
Da In tidak bisa menjelaskannya. Kasihan So Baek, ia polos sekali dan bicara terus terang. Sementara soal perasaan, tidak bisa dijelaskan sesederhana itu.

Choi Won jalan ke hutan dan menemukan ikat kepala putih diikat di pohon. Itu pesan dari Jung Hwan, kalau Raja setuju pergi ke pemandian air panas sesuai rencana Choi Won.

PM Yi Ho minta Gyeongwon untuk pergi ke pemandian air panas menggantikan dirinya. PM Yi Ho berkata di hari itu, ada hal penting yang harus ia lakukan, ini hanya kau yang mengetahuinya. Jadi kau harus menjaga Ayahanda dengan baik. Keduanya sepakat untuk memberikan alasan kalau PM Yi Ho sedang sakit.
Gyeongwon heran, masalah penting itu maksudnya...

Sebelum PM Yi Ho menjawab, Ratu tiba-tiba datang. Kedua Pangeran itu berdiri dan Ratu kelihatan tidak senang saat melihat putranya di kamar PM Yi Ho. Daegun, aku sudah jelas mengatakan bahwa sebelum kau menyadari kesalahanmu, kau harus tetap berada di kamarmu.

PM Yi Ho membela adiknya, saya yang memintanya datang, saya tidak akan pergi ke pemandian air panas.

Ratu Munjeong sudah menduga hal itu, jadi ia hanya tersenyum dingin saat PM Yi Ho berkata ia tiba-tiba kena diare dan takut menghambat perjalanan Raja. Jadi saya ingin Daegun pergi menggantikan saya.
Ratu : Tentu saja, anda harus menjaga kesehatan anda dengan baik. Anda harus istirahat. Daegun dan saya akan menyertai Baginda. Daegun, ayo bicara dengan Ibu.

Gyeongwon tampak ketakutan saat duduk di depan ibunya. Ratu tersenyum, dan tanya apa yang dikatakan PM Yi Ho barusan. Jawablah dengan jujur.

Gyeongwon tidak bisa menjawabnya. Ratu mengeluarkan pisau kecil dan mengancamnya, kalau kau berbohong lagi padaku kali ini, maka kau akan melihat darahku.

Gyeongwon ketakutan, saya akan mengatakannya pada Ibunda! Tolong letakkan pisau itu.
Ratu tersenyum dan menyingkirkan pisaunya, baiklah. Katakan padaku.


Malamnya, Choi Won duduk di samping Da In. Da In merasa takut kalau Choi Won juga harus pergi. Choi Won menghiburnya, demi Rang dan Da In, ia pasti akan bisa menyerahkan surat pengakuan itu pada Yang Mulia dan kembali.
Choi Won tidak ingin membuat Da In dalam bahaya lagi, jadi dengarkan aku dan tunggu aku disini. Lagipula sekarang Kim Chi Young sudah dipenjara. Meskipun Ratu selalu berusaha mengeluarkan Kim Chi Young dari penjara.

Tiba-tiba Kkeok Jung muncul, ia tidak tahan lagi dan ingin pergi menghabisi Kim Chi Young di penjara. Won menahannya. Kkeok Jung ingin balas dendam untuk keluarganya. Geo Chil muncul dan tanya kenapa Kkeok Jung marah.

Choi won bicara bertiga dengan Geo Chil dan Kkeok Jung, ada kemungkinan Kim Chi Young bisa dibebaskan. Geo Chil tidak percaya mendengar ini. KKeok Jung langsung ingin ke ibukota untuk balas dendam.
Choi Won melarang Kkeok Jung pergi, tidak bisa. Meskipun aku bisa mengerti perasaanmu..
Kkeok Jung marah, ia mencengkeram baju Won, kau tidak mengerti! Aku tidak akan mendengarmu lagi. Won tidak ingin Kkeok Jung menjadi pembunuh hanya demi penjahat seperti Kim Chi Young. Geo Chil yang akan pergi, ia menyerahkan So Baek pada Kkeok Jung. Won teriak, sudah kubilang kau tidak bisa pergi Ketua!

Kkeok Jung mengambil palu Geo Chil dan pergi. Choi Won mengejarnya. So Baek heran melihat Kkeok Jung.

Won menahan Kkeok Jung lagi, ayo bicara sebentar. Kkeok Jung tidak mau, ia marah dan mencengkeram baju Won lagi, semua orang kaya itu sama saja, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka sama sekali tidak memikirkan kami!

So Baek yang tidak tahu masalahnya tidak suka dengan sikap Kkeok Jung pada Choi Won, ia menggigit tangan Kkeok Jung dan menangis marah, lepaskan dia.
Kkeok Jung marah dan membentak So Baek, kumohon sadarlah! Orang itu tidak mengerti perasaanmu. Dia tidak sama dengan kita, dia tidak memakan bubur akar rumput karena kelaparan seperti kita. Pada akhirnya, yang terluka adalah dirimu.

Pal Son mendengar pertengkaran itu dan menambahkan bara, aku sudah bilang kalau kita akan hancur karena orang itu, markas kita hampir ketahuan itu karena siapa? So Baek menangis marah pada Pal Son. Geo Chil menyuruh Pal Son dan So Baek mundur.

Choi won minta maaf sudah membuat orang-orang di perkampungan ini ada dalam bahaya, jadi mereka akan segera pergi dari sini dan Choi Won minta semua bisa memberinya waktu sebentar lagi.
Da In mendukung Choi won, mereka pasti akan ingat hutang mereka. Da In mengeluarkan kantung berisi emas yang ia bawa dari rumahnya,  juallah ini dan belilah barang-barang yang dibutuhkan oleh orang-orang disini..

Kkeok Jung langsung menolaknya, ayah angkatmu dan Kim Chi Young ada di pihak yang sama. Geo Chil terkejut, ia baru tahu soal itu. Benarkah itu?

Choi Won langsung melindungi Da In, tapi dia (Jang Hong Dal) sudah meninggal. Jika aku tidak bisa menggunakan surat pengakuan ini untuk melawan Kim Chi Young, maka aku tidak akan menghalangi kalian berdua, Ketua dan Kkeok Jung. Choi Won bahkan berlutut, kumohon percayalah padaku sekali ini saja.
Da In merasa ada yang melihat mereka, ia menoleh dan melihat Chun Bong.

Chun Bong bicara dengan Won, kakekmu selalu berkata bahwa kau mampu melakukan hal-hal besar. Benar, itu bukan kata-kata kosong belaka. Choi won tanya bagaimana Chun Bong bisa mengenal kakeknya.
Chun Bong janji, ia akan mengatakan semuanya pada Choi Won setelah Won menyerahkan surat pengakuan itu dengan selamat.

Nenek mengeluarkan emas dari Da In, ternyata ia putri angkat dari keluarga kaya, aigoo..hanya dengan menjual ini, kita akan bisa mengenyangkan perut kita dengan mudah. Pal Son ingin segera mengusir Choi Won. Sementara Kkeok Jung masih marah.

So Baek melihat Choi won, ia janji akan menahan Kkeok Jung dan mencegahnya pergi ke ibukota. Choi won meninggalkan obat untuk Kkeok Jung dan minta So Baek membantu Kkeok Jung mengobati luka akibat gigitan So Baek, jangan menyia-nyiakan waktumu untuk orang sepertiku. Jangan mencemaskanku dan terluka karena aku lagi. So Baek, kau seperti adik bagiku. Jadi kau harus menganggapku sebagai kakak.
So Baek menolak, kau bukan kakakku, aku ingin seperti nona cantik itu dan bertemu mata denganmu.

Choi Won bersikap tegas, ia minta maaf tidak bisa menerima perasaan So Baek. So Baek tidak mengerti, kenapa tidak bisa? Apa karena aku tidak secantik nona cantik itu? Jika aku menjadi cantik seperti nona cantik itu, apa kau mau menerimanya?
Choi Won : Aku tidak bermaksud seperti itu. So Baek, kau sudah cantik sekarang ini. Kau cantik.

So Baek marah, pembohong! Lalu kenapa kau memperlakukanku seperti ini? Kenapa kau tidak bisa menerima perasaanku? Kenapa kau membuat jantungku berdebar saat melihatmu, apa yang harus kulakukan?
Choi Won minta So Baek menghentikannya, orang yang paling menyayangimu bukan aku, tapi Kkeok Jung.

So Baek menangis : Aku tidak mengerti! aku tidak merasa seperti itu, aku tidak menginginkan Kkeok Jung. Aku hanya menginginkanmu! Jantungku hanya berdebar untukmu! Hanya ada kau disini, kau ingin aku melakukan apa? Meskipun aku tidak mau, tapi mataku hanya bisa melihatmu. Apa yang harus kulakukan?

So Baek lari sambil menangis ke kamarnya. Lalu dengan marah membuang hanbok pemberian Da In ke lantai. Aku benci..aku membencinya.

Da In menjaga Rang sampai tidur, Rang mimpi buruk lagi. Tapi berhenti saat Da In menepuk tangannya. Da In keluar menemui Won. Choi Won minta Da In tetap tenang dan tidak bermimpi buruk lagi, ia pasti akan kembali dengan selamat. Da In mengerti, Choi Won harus kembali.
Choi Won berkata punya alasan lain kenapa ia harus kembali dengan selamat. Yaitu...kau. Meskipun ayah angkatmu dan Jipsa Do telah meninggalkanmu, aku pasti tidak akan melakukan itu.

Choi Won mengulurkan kelingkingnya dan membuat janji dengan Da In.

Won berangkat untuk menjalankan misinya. Chun Bong menunggunya, sepertinya ingin ikut serta.
PM Yi Ho juga pergi ke tempat pertemuan yang sudah dijanjikan dengan Pengawal Seo.

Dayang Kang lapor bahwa PM Yi Ho sudah meninggalkan istana sesuai perkiraan. Menteri Yoon berbisik, Yang Mulia, anak bernama Mu Myeong itu bukan orang biasa. Bukankah bagus kalau kita mengambil kesempatan ini dan membunuh Putra Mahkota?
Ratu : Kau ini berpikiran sempit, daripada Putra Mahkota, surat pengakuan itu lebih penting. Meskipun kita membunuh Putra Mahkota, kalau surat itu terungkap, apa kau tidak mengerti kalau kita juga bisa kehilangan nyawa kita? Kita harus bertahan saat ini.

Ratu sudah menyiapkan Mu Myeong di tempat pertemuan PM Yi Ho dengan Choi Won.
Choi Won pergi ke satu tempat bersama Chun Bong.

PM Yi Ho dan Pengawal Seo sudah tiba di lokasi yang ditentukan. Tidak lama, seseorang yang mirip Choi Won datang mendekati mereka.
Mu Myeong melihatnya, ia langsung melemparkan pisau ke arah pria itu. Pisau beracun Mu Myeong mengenai punggung pria itu dan pria itu terjatuh. PM Yi Ho dan Seo langsung membantunya.

Sementara itu, Raja sudah tiba di pemandian air panas, ia menikmati berendam di air panas, tubuhnya terasa lebih baik. Ratu dan Menteri Yoon senang mendengarnya. Ratu menyarankan Raja segera beristirahat di kamar. Raja Jungjong setuju. Tapi Jang Geum berkata ada seorang tabib istimewa yang ingin memeriksa Raja.

Ratu tampak curiga, apa katamu? Ada banyak tabib istana tapi, kau tetap saja membawa orang biasa. Bagaimana ia bisa menyentuh tubuh Yang Mulia Raja?
Jang Geum berkata kalau tabib ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Saya sudah mencarinya selama ini akhirnya saya menemukannya. Orang itu seharusnya bisa menyembuhkan penyebab penyakit Yang Mulia Raja.
Raja Jungjong mempercayai Jang Geum, kita lakukan saja. Raja langsung pergi bersama Jang Geum. Ratu kelihatan curiga.

Pengawal Seo mencabut pisau beracun dari punggung pria itu. Lalu keduanya menyadari kehadiran Mu Myeong beserta kelompok pembunuh.
Pria itu bangkit dan ia bukanlah Choi Won, melainkan Inspektur Lee Jung Hwan yang mengenakan baju mirip Choi Won. Ha! Jadi ini strategi membuat keributan di Barat dan menyerang dari Utara? haha...good job Choi Won...Bravo! Membuat Ratu memusatkan perhatian pada PM Yi Ho dan lengah dengan pergerakan Choi Won.

Jung Hwan tersenyum, ia membuka baju luarnya. Ternyata ia sudah memakai rompi besi di balik bajunya. Bukankah kita sering sekali bertemu? Aku pasti akan mengetahui siapa dalang di balik semua ini hari ini.
Jung Hwan ingat, Choi won memang tidak berencana menemui Putra Mahkota.

Mu Myeong hanya menyeringai lalu mulai maju bersama kelompok pembunuhnya. Jung Hwan bersiul, dan pasukan Uigeumbu muncul mengepung mereka. Nice! Kedua pasukan langsung bertempur.

Jung Hwan langsung bertempur dengan Mu Myeong, tapi sekali lagi, Jung Hwan bukan tandingan Mu Myeong (ini realita, Jung Hwan meskipun tidak terluka sepertinya juga bukan tandingan Mu Myeong.)
Pengawal Seo menghunus pedang dan bertarung dengan Mu Myeong. Jung Hwan juga berdiri dan membantu.
Mu Myeong memang hebat, gabungan Jung Hwan dan Pengawal Seo juga tidak bisa menjatuhkannya dengan mudah. Pedang Pengawal Seo hanya bisa merobek lengan baju Mu Myeong. Menampakkan tatto bunga peoni di lengan Mu Myeong. wiii..punya tatto bunga wkkk..
PM Yi Ho, Jung Hwan dan Pengawal Seo tahu persis apa artinya. PM Yi Ho emosi dan ingin maju, tapi Pengawal Seo menghalanginya. Ia maju lagi bersama Jung Hwan. Mu Myeong berhasil mematahkan serangan mereka lalu kabur. Hebat anak ini.


Raja Jungjong menerima tabib itu, baiklah ..angkat kepalamu. Kepala tabib Jang Geum tidak pernah merekomendasikan tabib yang bukan dari RS Istana, seberapa hebat keahlianmu dalam ilmu pengobatan, aku ingin tahu seperti apa dirimu.

Tabib itu mengangkat wajah, memang benar dia adalah Choi Won. Ratu Munjeong syok, wajahnya pucat bagaikan kertas.

Raja tampak marah, aku ingat, kau adalah tabib istana Choi Won. Bukankah kau penjahat berbahaya yang kabur dari penjara? Tabib wanita, bagaimana kau bisa membawa orang ini menghadap diriku?

Choi Won : Yang Mulia, saya pantas mati karena menipu dan berbohong kepada anda. Tapi demi menghindari mereka yang mencoba menyembunyikan kebenaran di depan mata dan telinga Yang Mulia, hanya ini satu-satunya cara yang saya miliki.
Raja terkejut. Choi Won mengeluarkan surat pengakuan itu, dan memberikannya pada Raja. Ini adalah surat pengakuan yang berisi kejahatan orang-orang yang berkonspirasi untuk membunuh Yang Mulia Putra Mahkota, ditulis oleh mendiang tabib Istana Timur, Jubu Min.
Ratu Munjeong hampir pingsan.

Raja Jungjong meminta surat itu. Choi Won maju dan memberikannya. Ratu Munjeong pucat pasi, surat yang sangat diinginkannya, lewat begitu saja di depan matanya.

Raja Jungjong membaca isi surat Jubu Min dan wajahnya jadi marah, tangannya gemetar dan ia melirik ke arah Ratu sekilas. Raja tanya apa ini benar? Choi won membenarkan, Untuk melindungi Yang Mulia Putra Mahkota, tabib Istana Timur, Jubu Min meninggalkan surat ini sebelum ia meninggal.

Jang Geum ikut bersuara, itu benar Yang Mulia. Inspektur Uigeumbu telah datang ke RS Istana dan memverifikasi tulisan tangan Jubu Min dengan catatan harian RS Istana.
Raja Jungjong : Benarkah? tulisan tangannya tidak dipalsukan kan?
Jang Geum : Benar, Yang Mulia.

Ratu membentak Jang Geum, apa kau tidak mau tutup mulut? Kau tidak berhak bicara disini.
Raja Jungjong minta Ratu keluar dulu. Ratu protes, Yang Mulia! Raja ingin bicara dengan Choi Won. Tapi Ratu tidak setuju, tidak bisa. Orang ini adalah seorang pembunuh yang membunuh banyak orang di istana. Dia mungkin akan berusaha membunuh anda, Yang Mulia. Bagaimana anda bisa meminta saya pergi?

Choi Won dengan berani bicara pada Ratu, Yang Mulia Ratu..apa anda benar-benar berpikir bahwa saya pembunuhnya?
Ratu marah : Beraninya kau bicara dengan lancang!

Choi Won minta maaf, tapi kalau orang rendahan seperti dirinya berani bicara seperti ini, itu karena nyawa saya bergantung pada kebenaran ini, benar kan? Yang Mulia...surat pengakuan itu menunjukkan bahwa ada dalang dibalik Tuan Kim Chi Young.

Raja Jungjong : Dalang? Ada dalang dibalik ini? Siapa itu? Aku tanya siapa orangnya?
Choi Won : Dalangnya...adalah orang yang ada di sini sekarang.
Raja terkejut, ada disini saat ini?
Choi Won menoleh ke arah Ratu Munjeong : Orang itu adalah...Yang Mulia Ratu.

Mandate [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14]


I never feel bored with them :)

2 comments:

  1. wuih,.. keren banget!! emang mba ga pernah bosen liat scene jung hwan - woo young :D (muga* bisa jd couple)
    adegan terakhir bikin deg*an,. ditunggu kelanjutannya ^,^
    #Fighting

    ReplyDelete
  2. Terimakasih sinopsisnya mba tirza.....semangat mbaaa....

    ReplyDelete