Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Sunday, August 3, 2014

Joseon Gunman episode 3 part 1

Matching Hanbok..so cute.

Yoon Kang dan Soo In terpaksa menginap di gunung karena menghindari kejaran Choi Won Shin. Tapi paginya, mereka terlihat oleh Choi Won Shin saat sedang mencuci muka.
Keduanya melarikan diri dan terdesak sampai ke pinggir tebing. Choi Won Shin mengarahkan senapan kepada mereka, ia menginginkan buku karya Guru Hyeon Am.

Yoon Kang membujuk Soo In untuk menyerahkan buku itu. Soo In mengalah dan memberikan tasnya pada Yoon Kang. Yoon Kang mengambil buku itu dan melemparkannya ke arah Choi Won Shin. Ambil saja. Kami tidak membutuhkan buku ini! Kami hanya memberikan buku ini kepadanya.
Choi Won Shin menyimpan buku itu, lalu membidik keduanya. Ia ingin melenyapkan saksi. Yoon Kang-Soo In ketakutan dan Yoon Kang hanya bisa merentangkan tangannya melindungi Soo In.


Tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke sebuah pohon di dekat mereka. Wajah Yoon Kang tampak lega, Abeoji..
Choi Won Shin berbalik dan mengarahkan senjata ke pasukan Istana.

Ins. Park, Moon Il Do dan anak buah mereka tiba. Pasukan Istana mengepung Choi Won Shin. Jatuhkan senjata. Kau tidak bisa lari lagi.

Choi Won Shin tetap tenang dan perlahan menurunkan senapannya. Ia melirik ke arah bawah tebing dan menimbang sesuatu.
Tiba-tiba Choi Won Shin berbalik dan lari ke arah tebing. Ia nekad melompat ke dasar jurang. Ins. Park memerintah anak buahnya menembak Choi. Choi Won Shin berhasil lolos, ia menyelam ke dalam air.
Ins. Park lari ke arah Yoon Kang-Soo In. Ia mengecek kondisi anaknya dan melirik ke arah Soo In, setelah yakin kedua anak itu tidak terluka, Ins. Park memutuskan untuk terjun mengikuti Choi Won Shin ke dasar jurang. Ia memerintah Moon Il Do untuk menyusulnya lewat jalan darat. Benar-benar gila.
Yoon Kang syok melihat ayahnya terjun ke jurang. Ia lari ke tepi jurang dan teriak2, Ayah..! Ayah..! Wow..ayah Park keren


Ins. Park dan Choi Won Shin berhasil terjun dengan selamat ke dalam air. Keduanya langsung berenang secepat mungkin ke arah darat. Choi Won Shin lebih dulu naik ke darat dan memasang topeng wajahnya kembali. Ia langsung lari.

Ins. Park mengejarnya. Choi Won Shin mencari kesempatan untuk menembak, tapi senapannya basah dan ia gagal. Choi Won Shin memutuskan lari dari Ins. Park.

Ins. Park berhasil memotong jalan Choi won Shin di tengah hutan dan menjatuhkannya. Sekarang keduanya berhadapan dan saling mengawasi dengan waspada. Masing-masing mulai meraih senjata mereka. Ins. Park meraih gagang pedang sementara Choi meraih peluru.

Ins. Park mulai menyerang. Choi Won Shin dengan cepat memasukkan peluru dan langsung menembak. Ia berhasil melukai lengan Ins. Park. Choi Won Shin sendiri juga terluka karena tebasan pedang Ins. Park.
Choi won Shin tidak ingin meneruskan pertempuran. Ia mundur dan melarikan diri. Ins. Park tidak bisa mengejarnya karena ia juga terluka.

Ins. Park diobati lengannya oleh anak buahnya sambil mendengarkan keterangan dari Soo In. Kami dikejar saat kami ingin memberikan buku itu.

Ins. Park : Bagaimana dengan bukunya?
Soo In : Diambil orang itu.

Ins. Park mengerti, lalu tanya bagaimana Soo In mengenal Yoon Kang, anaknya. Soo In tertegun, ia bingung mencari alasan.

Yoon Kang membantunya, kami hanya teman minum dari gibang. Ins. Park mengangguk. Soo In melotot kesal pada Yoon Kang. Yoon Kang menenangkan Soo In, yang penting ayahnya tidak mencurigai Soo In.
Ins. Park minta anak buahnya memberikan kuda pada Yoon Kang. Yoon Kang membungkuk pada ayahnya dan mengikuti petugas itu.

Setelah Yoon Kang menjauh, Ins. Park memanggil nama Soo In. Soo In, kau memiliki sisi pemberani.
Soo In terkejut, maaf? Soo In? Siapa yang anda maksud..

Ins. Park geli, aku sudah menjadi seorang penyelidik bertahun-tahun. Apa mungkin aku tidak mengenalimu? wkk langsung ketahuan dia.

Soo In tidak bisa membantah lagi, ia menunduk ketakutan. Ins. Park menghela nafas, ia tahu orang tua Soo In pasti cemas. Belilah hanbok baru di pasar sebelum pulang. Katakan pada mereka kau diinterogasi sepanjang malam di kantor pengawal Istana karena Guru Hyeon Am.
Soo In : Tuan..
Ins. Park menatap Soo In : Jangan pernah terlibat dalam masalah berbahaya lagi. Katakan ini pada Yoon Kang juga.
Soo In mengiyakan. Ins. Park minta mereka pulang dengan hati-hati.

Setelah Soo In pergi, Moon Il Do mendekat dan menanyakan kondisi Ins. Park. Ins. Park yakin penembak itu adalah orang yang dimaksud penembak yang meninggal di kantor polisi. Dia jelas cepat dan kuat.

Yoon Kang mengantar Soo In pulang. Soo In sudah membeli hanbok baru.
Yoon Kang turun dari kuda dan mengulurkan tangan untuk membantu Soo In turun. Sikap Soo In sudah berubah dan sekarang ia dengan sopan menerima bantuan Yoon Kang.

Soo In mengeluh, aduh ...wajahku masih terasa panas karena jelas-jelas berbohong pada ayahmu.
Yoon Kang minta Soo In tidak terlalu cemas. Tapi ia merasa syok, ayahku bukan orang seperti itu.

Soo In menegurnya, Doro-nim, bagaimana kau bisa tidak mengenal ayahmu sendiri? Kau seharusnya mengenalnya lebih baik daripada orang lain.
Yoon Kang hanya tersenyum, ia mengingatkan Soo In, kita sudah sampai. Kau akan baik-baik saja? Soo In mengiyakan. Yoon Kang minta Soo In masuk lebih dulu, karena keluarga Soo In akan salah paham jika keduanya pulang bersama.


Soo In mengendap-endap masuk ke dalam rumah, tapi seluruh keluarganya sudah menunggu di halaman. Jan Yi memanggilnya, Agashi! Soo In membeku. Apalagi saat ibunya teriak murka, Soo In-ah! Ny. Kim langsung menyeret Soo In.
Soo In ketakutan, eomoni..

Ibu membawa Soo In ke kamar dan siap memukul betis Soo In dengan rotan. Soo In memohon agar ibunya mau mendengar penjelasannya.
Ibu membentaknya, Diam!
Soo In : Eomoni..eomoni! Itu benar. Aku ada di kantor pengawal istana.
Ibu tidak percaya, untuk apa seorang gadis ada di kantor pengawal istana?
 

Soo In memberi alasan seperti yang dikatakan Ins. Park, mereka bertanya soal guru Hyeon Am kepadaku sepanjang malam. Ibu tidak percaya, lalu bagaimana dengan hanbok ini? Katakan padaku! Apa yang terjadi dengan hanbok yang kau kenakan dan kenapa kau membeli baju baru?

Soo In memutar otak, itu karena ...bajunya kena tinta. Itu benar! Tuan Park akan membuktikannya untukku! Itu benar eomoni..
Soo in minta maaf, ia tahu ibu pasti sangat cemas. Ny. Kim stres dan melempar rotannya, bagaimana bisa tidak ada hari tanpa angin? Apa kau pernah tidak terlibat sesuatu?

Soo In : Maafkan aku, ibu. Aku akan diam saja mulai sekarang.
Ny. Kim hanya menghela nafas kesal.

Istana
Ins. Park menemui Raja Gojong. Yang Mulia.
Gojong ingin tahu apa yang terjadi pada Oh Kyung. Ins. Park hanya bisa minta maaf. Gojong tidak percaya ini, bahkan Oh Kyung juga...

Gojong tanya apa rencana Ins. Park selanjutnya. Ins. Park berkata akan menangkap penembak itu, meskipun itu berarti mempertaruhkan nyawa saya. Saya pasti akan menangkapnya.
Gojong : Benar, tangkap dia. Kalau tidak, para sarjana tidak akan bisa menyebutkan kata "Pencerahan/Kae Hwa"
In. Park : Baik, Yang Mulia.

Choi Won Shin menghadap ketua Kim, ia menyerahkan buku Hyeon Am. Ketua Kim membukanya dan membaca, "Persamaan untuk setiap orang"..Hyeon Am akan membalikkan dunia.
Wajah Choi Won Shin terlihat berubah mendengar kata, persamaan untuk setiap orang. Ketua Kim memuji pekerjaannya.

Menteri Kim Byung Jae datang. Ketua Kim minta Choi Won Shin memberi salam, dia adalah Perdana Menteri kedua. Choi Won Shin mengenalkan dirinya.
Ketua Kim menjelaskan kalau Choi Won Shin adalah orang yang bertanggung jawab dalam masalah ini. Menteri Kim harus tahu itu.

Ketua Kim, Menteri Kim dan Choi Won Shin jalan ke halaman. Di sana sudah ada api unggun. Ketua Kim tanya reaksi Raja. Menteri Kim berkata kalau Raja tidak mau mundur, bahkan Raja memberikan 200 pasukan tambahan pada Ins. Park.
Raja juga memberikan otoritas penuh untuk memerintah pasukan dari kepolisian.

Ketua Kim geram, Park Jin Han...dia adalah masalah. Sepertinya Yang Mulia meletakkan seluruh harapannya pada Park Jin Han. Yang Mulia percaya kalau dia bisa mengungkap semuanya. Ketua Kim memerintah Choi Won Shin untuk membunuh Park Jin Han.
Ketua Kim mengingatkan, Park Jin Han bukan target yang mudah, kau harus siap sebelum menyelesaikannya.
Choi Won Shin mengiyakan.

Ketua Kim melemparkan buku Pencerahan Joseon ke dalam api. Choi Won Shin mengamati buku itu, sepertinya kata-kata "Persamaan untuk setiap orang" sedikit mengusik perasaannya.

Ins. Park jalan bersama Moon Il Do, ia yakin ada mata-mata di dalam kesatuan mereka. Kita langsung pergi begitu mendengar keberadaan Oh Kyung, tapi penembak itu sudah tiba disana.
Moon juga mendengar dari informannya, kalau semalam tidak ada orang yang melakukan hal mencurigakan. Semua ada di posnya masing-masing.

Ins. Park yakin orang itu pasti salah satu dari pengawal di kantornya. Ia ingin Moon mengecek nama-nama petugas yang berjaga kemarin. Moon mengerti dan pergi.

Mata-mata itu ada di dekat mereka dan mengamati keduanya.

Choi Won Shin bertemu dengan anak buahnya. Ia ingin membuat jebakan, kita harus membuat Park Jin Han keluar dari kantor Pengawal Istana sendirian.

Penembak itu mengerti, ia akan menggali latar belakang Ins. Park dan akan mencari dimana keluarganya berada. Choi Won Shin mengangguk dan minta pria itu melakukannya dengan cepat.

Di satu tempat, ada dua orang pelajar berkumpul. Mereka menghela nafas, sekarang tempat ini sangat kosong. Kita dulu berkumpul disini setiap hari. Mereka sedih karena Guru Oh Kyung juga terbunuh dan semua rekannya takut keluar rumah. Keduanya memutuskan pergi saja.
Tiba-tiba sebuah suara menghentikan mereka, kalian mau kemana? Kalau seperti ini...semuanya benar-benar berakhir untuk Joseon.

Kim Ho Kyung tiba. Kedua rekannya semangat dan menyambutnya dengan hangat. Ho Kyung selama ini tinggal di Jepang, tapi ia segera pulang begitu mendengar kabar buruk tentang Guru Hyeon Am. Ho Kyung juga mendengar kabar mengenai Guru Oh Kyung di jalan.
Kedua rekannya membenarkan, itu yang terjadi dan itu sebabnya semua jadi tercerai-berai.

Ho Kyung ingin semua berkumpul lagi, katakan pada semuanya kalau aku kembali. Kalau mereka tidak mau datang, ancam mereka dan katakan kalau kita akan minum2 dibawah tanggungan mereka. Kedua temannya tertawa geli. Ho Kyung minta mereka bersemangat lagi, ia yakin begitu mereka semua berkumpul, mereka akan mendapatkan keberaniannya lagi. Mereka setuju dan akan segera mengumpulkan rekan2 lain.


Soo In tenggelam dalam lamunannya. Ia ingat semua kejadian bersama Yoon Kang dalam petualangan mereka kemarin. Bagaimana Yoon Kang doronim yang selalu melindunginya.

Jan Yi melipat hanbok Soo In sambil bicara sendiri. Ia mengeluh karena emosi Nyonya besar sekarang tidak menentu. Kalau dulu...


Jan Yi menyadari kalau Soo In tidak mendengarnya, apa yang Nona pikirkan? Soo In menggeleng, ah tidak. Tidak ada. Aku keluar dulu ya, mencari udara segar. Jan Yi bengong, kenapa dia?

Soo In jalan keluar kamar sambil menenangkan diri. Ia menemukan Yoon Kang mondar-mandir di depan tamannya. Soo In berseru memanggilnya, apa yang kau lakukan disana?
Yoon Kang terkejut dan tampak salah tingkah. Soo In mendekatinya, kau disini.

Yoon Kang ingin tahu apa Soo In baik-baik saja. Ia tahu buku Guru Hyeon Am sangat penting untuk Soo In, aku cemas kalau kau patah semangat karena itu.
Soo In mengaku ia merasa sedih karena kehilangan buku. Tapi ia yakin mendiang gurunya akan mengerti kalau nyawa itu lebih penting.

Soo In menggoda Yoon Kang, apa kau ingin masuk ke taman tanpa seijin pemiliknya? Yoon Kang menyangkal, ia minta maaf. Aku hanya..ah kalau kau tidak apa-apa, aku akan pergi sekarang. Yoon Kang jalan pergi.
Soo In menghentikannya. Ia mengundang Yoon Kang melihat-lihat di dalam tamannya. Katamu waktu itu ada banyak benda-benda aneh. Tidak apa-apa kau bisa melihat-lihat hari ini.


Yoon Kang bengong mengamati benda-benda dari Barat di taman Soo In. Soo In menjelaskan tentang bola dunia. Yoon Kang takjub, jadi bumi ini berputar mengelilingi matahari sebagai pusatnya?
Soo In membenarkan. Ia cerita, ada orang yang bernama Galileo di Italia harus menghadapi ancaman kematian setelah mengatakan itu.
Yoon Kang : Menghukum mati seseorang hanya karena itu?

Soo In : Itu benar! Dia bisa saja menyelamatkan nyawanya kalau ia menyangkal pernyataannya, tapi ia menolak melakukannya sampai akhir.
Yoon Kang geli, ada juga orang aneh seperti dirimu di Italia. Soo In mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih pada Yoon Kang.

Soo In bahkan ingin membalas kebaikan Yoon Kang. Yoon Kang tertawa, tidak perlu membalasnya. Soo In tetap berkeras untuk melakukan sesuatu.
Yoon Kang : Yah, kalau kau benar-benar mau, aku bisa mengatakan bagaimana caranya kau bisa membalas kebaikanku.

Soo In mengangguk dan mendekatkan telinganya, siap mendengar kata-kata Yoon Kang. Tapi sebelum Yoon Kang mengatakan keinginannya, Jan Yi lari memanggil Soo In. Agashi...Soo In Agashi! Lihat siapa yang datang! Jan Yi mengantar seorang tamu menemui Soo In.

Kim Ho Kyung jalan masuk, ia tersenyum lebar pada Soo In, apa kabarmu?
Soo In gembira sekali, Orabeoni! Soo In langsung lari menemui Ho Kyung. Yoon Kang kelihatan tidak terlalu senang.

Soo In mengantar Ho Kyung ke kamarnya. Ho Kyung juga sudah memberi salam pada orang tua Soo In. Mereka minta Ho Kyung tinggal di sini seperti dulu.
Soo In juga setuju, masih banyak hal yang harus kupelajari darimu, orabeoni. Tapi Yoon Kang doronim ada di kamarmu sekarang...

Soo In punya ide, kau bisa menggunakan kamar guru! Ho Kyung tampak ragu. Soo In mendesaknya, kau kan murid pertamanya. Soo In masuk ke kamar bekas guru Hyeon Am, ayo masuk!

Ho Kyung mengulurkan tangan ke arah Yoon Kang, mari kita berteman, Yoon Kang. Senang bertemu denganmu.
Yoon Kang memaksakan senyum dan menjabat tangan Ho Kyung, kita berdua berhutang pada keluarganya. Ho Kyung tersenyum, kau benar.  Ho Kyung jalan masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya!
Whoa..! Yoon Kang tidak percaya ini.

Yoon Kang gelisah di dalam kamarnya sendiri. Ia berbaring dan mendengarkan percakapan keduanya dari kamar sebelah. Ia tidak percaya karena keduanya menutup pintu begitu saja. Pria dan wanita harus terpisah. Yoon Kang duduk, ia mengorek telinganya dan mendekatkan diri ke jendela.

Yoon Kang mendengar Soo In keluar kamar, ia membuka jendelanya sedikit dan melihat Soo In berpamitan pada Ho Kyung sebelum pergi. Yoon Kang ngomel, orabeoni..di setiap kalimatnya..hehe ada yang cemburu
Malamnya, Ins. Park Jin Han membersihkan pedang sambil bicara sendiri, sepertinya ini adalah akhir dari pedang. Moon Il Do yang mendengarnya jadi terkejut, kenapa anda tiba-tiba mengatakan hal itu?
Ins. Park : Aku hanya...tiba-tiba memikirkannya.

Moon Il Do cemas, bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan orang-orang yang menggunakan pedang sepanjang hidupnya?

Ins. Park berkata mereka mungkin hanya punya salah satu dari dua pilihan ini, kehilangan pedang atau mati bersama pedang. Moon Il Do tertegun mendengarnya. Suatu kenyataan pahit akibat kemajuan jaman.

Choi Hye Won membawakan teh dan makanan ringan untuk ayahnya. Hye Won tanya soal bisnis ayahnya. Ayah terlambat pulang, jadi aku merasa cemas.
Choi Won Shin tersenyum, kami bicara ini dan itu, jadi aku terlambat.

Hye Won melarang ayahnya pergi malam-malam untuk sementara ini. Akhir-akhir ini sangat berbahaya karena penembak itu.
Tuan Choi pura2 terkejut, penembak?
Hye Won membenarkan, ia mendengar penembak itu bahkan muncul di pelabuhan Mapo kemarin dan beberapa pedagang melihatnya. Sepertinya pengawal istana tidak bisa mengatasinya, meskipun sudah mengerahkan pasukan terbaik, mereka tetap tidak bisa menangkap penembak itu.

Tuan Choi merasakan sakit di lengannya. Hye Won tampak cemas, apa ayah tidak enak badan?
Choi Won Shin berkata ia baik-baik saja, hanya bahunya yang terasa tidak enak. Hye Won ingin memijatnya tapi ayahnya menolak dan menyuruhnya istirahat saja.

Paginya, Yoon Kang cuci muka di halaman dan melihat Ho Kyung keluar dari kamar, ia menyapa Yoon Kang. Yoon Kang heran, Ho Kyung mau pergi kemana sepagi ini.
Ho Kyung : Aku ada pertemuan. Kalau Soo In mencariku, tolong katakan ini padanya.
 

Yoon Kang mengiyakan. Tapi ia ngomel lagi setelah Ho Kyung pergi, Soo In, Soo In terus di setiap kalimat.
Jan Yi lari ke arah Yoon Kang. Tuan muda! Yoon Kang kesal, ia menunjuk HoKyung, dia baru saja pergi, itu disana!
Jan Yi tertawa, bukan Tuan muda Ho Kyung, maksud saya anda, Tuan muda Yoon Kang.

Wajah Yoon Kang langsung berseri, aku? Jan Yi membenarkan. Agashi ingin bertemu anda. Yoon Kang langsung berseri-seri.

Yoon Kang menemui Soo In. Soo In ingin membalas kebaikan Yoon Kang kemarin. Soo In menjelaskan, malam ini akan ada gerhana bulan total dan ia ingin menunjukkan sesuatu yang menakjubkan pada Yoon Kang.
Yoon Kang masih belum mengerti.

Soo In menunjuk ke arah langit, di langit yang gelap gulita tanpa bulan, aku akan menembakkan kembang api. Kau pasti tersentuh kalau melihatnya.
Yoon Kang tampak kagum, kau juga tahu bagaimana menggunakan bubuk mesiu? Soo In tersenyum, sedikit. oh...bagaimana kalau kita juga mengajak Yeon Ha?


Yoon Kang tidak suka kencan mereka direcoki oleh Yeon Ha. Soo In merasa Yeon Ha akan menyukainya. Yoon Kang berkata kalau adiknya kena flu, dia batuk terus pagi ini.
Soo In : Benarkah?
Yoon Kang membenarkan, ia tampak semangat. Kita pergi saja. Soo In setuju.

Yoon Kang segera bersiap. Ia mengenakan baju terbaiknya dan jalan dengan ceria menemui Soo In. Tapi senyum cerianya lenyap waktu melihat Yeon Ha!
Yoon Kang syok, Yeon Ha..

Yeon Ha cemberut dan mendelik ke arah kakaknya. Soo In menjelaskan kalau Yeon Ha tidak kena flu, dia batuk sedikit karena debu.

Yoon Kang pura-pura lega, ah benarkah? Aku senang! Soo In mengajak mereka semua segera pergi. Yoon Kang setuju dan jalan mengikuti Soo In.

Yeon Ha menahan lengannya. Kau bohong karena ingin meninggalkanku di rumah kan?
Yoon Kang menyangkalnya, tidak. Aku cuma merasa cemas. Kau mungkin bisa kena flu karena udara malam yang dingin. Soo In menoleh dan minta keduanya bergegas.


Yoon Kang mengiyakan dan mengajak Yeon Ha jalan. Ia membelai kepala Yeon Ha dan bahkan mencubit pipi adiknya, aku senang sekali mengajak Yeon Ha-ku jalan-jalan.
Adikku Yeon Ha yang sangat sehat, yang tidak kena flu..
Yeon Ha kesal sekali. Yoon Kang juga sedikit cemberut karena kencannya terganggu. He he


Tanpa mereka ketahui, anak buah Choi Won Shin telah menemukan keberadaan mereka dan mengamati kedua anak Ins. Park. Oh tidak.

Ins. Park dan Moon Il Do menunjukkan lukisan penembak yang terbunuh di penjara pada seorang pedagang. Pria itu mengenalinya. Ini pasti dia! Dia pedagang dari Yeojoo!
Ins. Park : Pedagang..apa dia tergabung dalam grup pedagang itu?

Pedagang itu membenarkan, ia tidak tahu nama keluarganya tapi namanya adalah Jong Tae. Dia pria brengsek yang usianya belum mencapai 20 tahun. Dia suka melecehkan para gadis dan berkelahi dengan semua orang. Dia brengsek sekali.
Ins. Park menyadari kalau Yeojoo dibawah grup pedagang Gyeonggi.

Pedagang itu tampak bingung, sebenarnya apa ini? Jong Tae jelas sudah meninggal lima tahun yang lalu.
Ins. Park terkejut, apa maksudmu? Pria itu menjelaskan, ia melihat saat Jong Tae dibungkus tikar jerami dan dipukuli. Dia terlibat perkelahian karena seorang gadis dan ia membunuh seseorang. Ins. Park memerintah Moon Il Do untuk mengkonfirmasi kematian Jong Tae di Yeojoo.

bersambung..


JG [1-1], [1-2], [2]

1 comment:

  1. Halo Tirza! Salam kenal…
    Sy salah satu fans berat blog ini. Nge-fans krn drama yg di-recap selalu ok, trus baca recap-an di sini berasa nonton dramanya, malah sering bikin sy jd lebih “ngeh” dg alur cerita drama itu, daaan… tulisan Tirza enak dibaca, ga kalah dg tulisan penulis2 pro Berharaaap banget Tirza ga berhenti me-recap drama2 oke lainnya *I beg you…

    ReplyDelete