Year 2014 : The Year of God Opening Doors for Miracles

Tuesday, July 8, 2014

Joseon Gunman Episode 1 part 1

Genre: Historical, Melodrama, Action, Romance
Episodes: 20 (To Be Confirmed)
Broadcast network: KBS2
Broadcast period: 2014-June-25 to 2014-Aug-28
Air time: Wednesday & Thursday 22:00

Director: Kim Jung Min, Cha Young Hoon
Screenwriter: Lee Jung Woo, Han Hee Jung

Main Cast
Lee Joon Ki as Park Yoon Kang
Nam Sang Mi as Jung Soo In
Jun Hye Bin as Choi Hye Won
Han Joo Wan as Kim Ho Kyung
Yoo Oh Sung as Choi Won Shin

Background :
Masa pemerintahan Raja Gojong - Raja ke 26 Dinasti Joseon. Memerintah dari th 1873-1907.

Prolog
Tahun ketiga, masa pemerintahan Raja Gojong - Joseon. Dimana pihak partai Liberal atau Pencerahan/Kaehwa dan Konservatif/Sugu ada dalam pertentangan besar di Joseon.
Para Guru Konfusius yang menjadi penasehat kebijakan Liberal Raja Gojong satu per satu dibunuh oleh penembak dengan senjata baru.

Seorang pria jalan di tengah padang belantara sambil membawa senapan. Sementara itu, di kantor polisi, Inspektur Park Jin Han memberi komando pada anak buahnya untuk mencari seorang penembak.
Park : Kita pasti akan menangkapnya hari ini! Jangan lupa, dia seorang penembak! Dia menggunakan senjata orang Barat! Jangan takut! Selama kalian memiliki keberanian, kalian bisa menangkapnya!

Seorang petugas lapor, Tuan! Kita sudah menemukan lokasinya! Ins. Park mengerti, ia memerintah anak buahnya untuk segera bergerak.

Di tengah pasar, seorang pemimpin Liberal/Kaehwa sedang memberikan orasinya pada pengikutnya. Pria itu berkata bahwa para bangsawan atau pihak konservatif yang berjanji melindungi Joseon sebenarnya hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka hanya ingin melindungi kekuasaannya! Mereka hanya ingin melindungi kekayaannya!
Para pengikutnya setuju. Pria itu melanjutkan, satu-satunya cara untuk menyelamatkan Joseon adalah masuk dalam pencerahan!

Ins. Park mengamati lokasi di sekitar pria itu, ia sudah menyebar anak buahnya untuk siap menembakkan panah di atas atap. Penembak yang diburu juga mengendap-endap, siap di posisinya.
Orator partai Kaehwa masih melanjutkan pidatonya tentang masa depan Joseon. Penembak itu mulai memasukkan peluru dan menarik kokang senapan. Ins. Park terkejut, ia mendengar bunyi itu dan segera memburu ke arah penembak tersebut.

Penembak itu mulai membidik dan menyadari kalau hujan mulai turun. Ia mendongak sebentar, lalu membidik Orator Kaehwa itu.


Orator : Lihat apa yang terjadi dengan kebijakan pintu tertutup! (menutup diri dari faham dan pengaruh asing). Joseon harus membuka pintunya pada dunia! Kita juga harus merangkul hal-hal baru dari dunia!
Pendengar : Setuju! Setuju! Kita harus melakukan itu! Setuju!

Orator : Joseon harus mengakhiri cara-cara tradisionalnya. Masa depan Joseon benar-benar tergantung apakah kita siap menyambut dunia baru atau tidak. Joseon akan menyambut dunia baru.

Ins. Park lari secepat mungkin ke arah suara kokangan senjata.
Orator semakin bersemangat, Kita semua harus menyambut jaman baru itu! Kita harus mengambil jalan itu! Kita harus bersatu! Kita harus menciptakan Joseon yang baru! Joseon harus...

Dor...!!! penembak itu berhasil merobohkan Orator Partai Kaehwa. Semua pendengar panik ketakutan dan berlarian. Ada tembakan..!


Beberapa siswa Orator itu langsung menolong gurunya. Profesor! Profesor..! Tapi guru mereka terluka parah dan langsung meninggal dunia.

Ins. Park lari ke arah penembak dan membidik lengannya dengan panah. Keduanya kejar mengejar sampai ke hutan dan padang rumput. Ins. Park terus mengejar sambil membidikkan panah yang hampir mengenai penembak itu.

Anak panah kedua hampir mengenai penembak itu lagi yang sembunyi di balik ilalang tinggi. Penembak itu mengokang senapannya lagi. Ins. Park mendengarnya dan mengarahkan busur panahnya ke arah suara itu. Si penembak berdiri dan keduanya sama-sama menembakkan senjata ke arah lawan.
Tentu saja peluru lebih cepat dari anak panah. Untungnya peluru itu mengenai manik-manik topi Ins. Park sementara anak panahnya mengenai bahu penembak itu.
Ins. Park langsung menghunus pedang dan lari ke arah penembak itu. Penembak mulai mengokang senapannya lagi. Ia menembak, untungnya meleset. Lalu terdengar suara pasukan, Tuan..!!


Anak buah Ins. Park tiba dan penembak itu berhasil melarikan diri. Petugas Moon langsung mengecek keadaan atasannya, Tuan..! Tuan, anda tidak apa-apa?

Ins. Park tidak terluka, tapi ia tampak memikirkan kekuatan senjata baru itu.

Episode 1

Istana
Raja Gojong murka (wow hello..Lee Min Woo - Princess Man). Dalam sebulan, mereka telah kehilangan para cendekiawan Kaehwa yang sudah dibawa Raja ke istana. Song Ha, Jeol Gang dan terakhir Hyeon Am.

Gojong : Mereka adalah orang-orang penting yang memberikan nasehat tentang pencerahan! Tapi lihat! Apa yang kalian lakukan? Bicaralah, Perdana Menteri Kedua, Kim. Bukankah kau yang bertanggung jawab dalam penyelidikan ini?
Kim Byeong Jae (Perdana Menteri Kedua, Partai Sugu) : Cheon Ha, kami sedang melakukan semua yang kami bisa. Kami akan segera menemukan penjahat itu, jadi anda tidak perlu khawatir.

Gojong: Tidak perlu khawatir? Hanya itu yang bisa kau katakan padaku? Kalian semua, ingat ini. Penjahat itu pasti akan ditangkap dan jika ada kaki tangannya diantara kalian, kau pasti akan tertangkap!
Aku...akan berpegang pada sumpah ini!

Kim : Yang Mulia, anda benar. Lakukan apa yang anda inginkan. Kami juga akan berusaha keras.

Semua Menteri idem, berjanji akan berusaha mengungkap kejahatan ini. Tapi jelas kelihatan, mereka hanya pura-pura dan Raja Gojong harus menahan kemarahannya.

Rombongan Raja jalan keluar ruang sidang. Ins. Park dan salah satu wakilnya berdiri membungkuk ke arah Raja Gojong. Gojong berhenti di depan Park dan tanya dengan nada putus asa, siapa yang tersisa sekarang?

Ins. Park : Oh Kyung Lee Nam Joo, Yang Mulia. Tapi kami tidak tahu dimana mereka, saya minta maaf, Yang Mulia. Meskipun saya mengirim anak buah saya di hari Hyeon Am terbunuh tapi mereka...telah menghilang.
Gojong tampak kecewa, tapi ia masih berharap pada Park. Temukan mereka. Pergi dan lindungi mereka. Dan juga..temukan pelakunya segera.
Park mengiyakan.

Gojong : Ingatlah ini, ini adalah perintahku. Semua ini dilakukan oleh mereka yang menentang perintahku. (Orang-orang yang tidak setuju dengan ide Raja Gojong yang ingin membuka Joseon kepada dunia luar.)
Ins Park membungkuk : Saya akan mempertaruhkan nyawa saya, Yang Mulia.


Setelah rombongan Raja berlalu, Ins. Park menyadari pandangan para Menteri dari partai Sugu. Ins. Park beradu pandang dengan Menteri Kim Byeong Jae dan jelas Menteri Kim tidak suka dengan usaha Ins. Park.
Park Jin Han memimpin pasukannya untuk mencari informasi tentang politikus Kaehwa atas perintah Raja. Setelah pasukannya menyebar, Ins. Park tertarik dengan suara senda gurau di sebuah Gibang. Ins. Park menoleh dan mengamati keramaian dari sebuah paviliun. Ia mengenali seorang anak muda yang jadi pusat perhatian di Gibang itu.

Park Yoon Kang sedang melakukan pertunjukan tarian pedang di depan para tamu Gibang. Ia minta seorang Gisaeng duduk di tengah paviliun sambil menggigit tangkai bunga dan ada sebuah yang diselipkan di sanggul Gisaeng itu. Yoon Kang berlutut dan minta Gisaeng itu tidak cemas, ia pasti akan bisa menjatuhkan bunga itu dari mulut gadis itu dengan mudah.
Gisaeng itu jelas tidak yakin, tapi ia patuh saja saat diminta menutup mata.

Yoon Kang menari beberapa jurus pedang diiringi musik, lalu dengan secepat kilat menebas bunga itu. Gisaeng itu syok dan membuka mata, tapi ia heran karena bunganya masih di tempat.

Yoon Kang menyarungkan pedang dengan percaya diri. Lalu perlahan, pita dan bagian belakang jeogori Gisaeng itu terlepas, memperlihatkan pundaknya yang putih. Semua bangsawan bersorak riang dan Gisaeng itu lari meninggalkan paviliun dengan malu. Mereka melemparkan uang ke arah Yoon Kang

Yoon Kang tersenyum lebar dan mulai memunguti uangnya, lalu ia menyadari seseorang memperhatikannya. Senyum Yoon Kang lenyap waktu melihat ayahnya, Ins. Park Jin Han. Oops.

Ins. Park bicara berdua dengan Yoon Kang. Ia marah karena anaknya menggunakan ilmu pedang (yang memang lumayan hebat) untuk hal-hal yang tidak berguna.

Yoon Kang : Apa hebatnya sebuah pedang, yang penting kita bisa mendapatkan uang dengan mengayunkannya.
Ins. Park membentak Yoon Kang. Yoon Kang membuang muka, lalu berkata akan pergi kalau ayahnya tidak akan bicara lagi.

Ins. Park : Jangan pergi sesukamu! Ada banyak kasus serius di ibukota!
Yoon Kang menjawab dengan santai: Ya, aku tahu. Aku juga tahu kalau Ayah lari ke sana-sini selama sebulan karena Ayah belum menangkap penembak itu, jangan pedulikan anakmu yang tidak berguna ini. Ayah pergi saja dan tangkap penjahat itu. Aku pergi dulu.

Ins. Park masih memperingatkan putranya, paling tidak jangan melakukan hal yang sembrono. Itu bukan tingkah laku yang pantas untuk statusmu. Yoon Kang tidak menjawab, ia pergi dengan wajah kesal.
Jung Soo In bertemu Choi Hye Won di sebuah tempat. Keduanya sepertinya berteman baik. Soo In menyamar menjadi pelajar pria dan Hye Won memberikan sebuah pistol perak beserta uang. Soo In tertegun. Hye Won mendesak Soo In untuk menerimanya.
Hye Won : Ambil saja, melihatmu menyamar sebagai pelajar pria membuatku sadar kalau ini bisa saja berbahaya. Ayo ambillah. Kau tidak akan tahu apa yang terjadi di kota sekarang ini.


Soo In setuju, ia mengambil pistol dan uang dari Hye Won, terima kasih.

Hye Won geli, kau tidak perlu berterima kasih padaku. Jaga dirimu, "tuan pelajar".
Soo In tersenyum, Baik. Nanti kita bertemu lagi, "Nyonya". Soo In bergegas pergi. Hye Won tampak cemas setelah temannya pergi.

Soo In jalan dengan bergegas tapi tampak tegang, ia tidak hati-hati dan bertabrakan dengan Yoon Kang di sebuah tikungan. Pistol perak Soo In terjatuh. Soo In juga jatuh dan meringis kesakitan.

Yoon Kang berbalik dan tanya dengan ramah, kau tidak apa-apa? Aku minta maaf. Apa kau kesakitan? Kurasa kita baru saja bertabrakan.
Soo In menoleh dan melotot marah ke arah Yoon Kang. Senyum Yoon Kang langsung menghilang dari wajahnya. Soo In tidak menjawab, ia segera berdiri dan jalan pergi. Yoon Kang geleng kepala, pria aneh. Keduanya jalan menjauh.

Soo In menyadari pistolnya hilang. Yoon Kang juga berbalik dan melihat pistol di tanah, ia terkejut sekali dan kelihatan curiga.

Soo In melihat Yoon Kang mulai jalan ke arah pistolnya. Ia panik dan cepat-cepat lari, lalu menjatuhkan diri ke atas pistolnya sambil menutup mata karena ketakutan.


Waktu Soo In membuka mata, ternyata Yoon Kang sudah jalan pergi. Soo In merasa lega dan cepat-cepat menyimpan pistolnya lalu pergi dari situ.

Ternyata Yoon Kang tidak benar2 pergi, ia tahu dari kekikukan Soo In, bahwa anak itu bukanlah si penembak jitu yang menghebohkan ibukota. Yoon Kang memutuskan mengikuti Soo In.

Soo In masuk ke sebuah toko buku dan mencari informasi dari penjaga toko. Kudengar Oh Kyung sering kesini. Penjaga toko membenarkan, tapi Oh Kyung takut terbunuh, jadi ia jarang muncul.
Soo In dengan sembunyi-sembunyi minta penjaga toko itu memberikan surat untuk Oh Kyung kalau ia muncul. Penjaga toko itu mengerti dan segera menyembunyikan surat Soo In.


Soo In keluar dari toko, lalu segera berbalik waktu melihat patroli pengawal Istana.
Soo In jalan tanpa melihat dan Yoon Kang pura-pura menabraknya lagi, Whoa..!! Oh astaga, kita bertemu lagi.

Yoon Kang tanya apa Soo In terluka karena tabrakan tadi. Soo In dengan jengkel menjawab kalau ia baik-baik saja dan jalan pergi.
Yoon Kang tidak melepaskannya begitu saja, ia menghadang Soo In. Soo In marah, ada apa lagi?

Yoon Kang : Aku mengikutimu tadi. Dari Gibang sampai ke sini. Kudengar mengunjungi tempat2 itu adalah kejahatan untuk seorang pelajar dan kau akan diusir kalau bertemu petugas.
Soo In : Siapa...siapa kau? Kenapa kau..
Yoon Kang : Aku ingin tahu, apa yang sebenarnya kau lakukan dengan senjata itu.

Soo In tanpa sadar menyentuh pistolnya. Yoon Kang tiba-tiba menarik tangan Soo In. Soo In panik. Yoon Kang menyeringai, kau pasti bukan seorang penembak. Lalu siapa kau ini?


Soo In marah dan berusaha melepaskan diri, tapi tidak bisa karena Yoon Kang kuat sekali menariknya. Lepaskan..! lepaskan aku!
Yoon Kang : Baik, kita memang membutuhkan orang seperti dirimu. Seorang mata-mata yang akan menyampaikan pesan di ibukota.

Yoon Kang menghempaskan tangan Soo In dengan keras lalu mengarahkan pedang ke leher Soo In, ia salah paham dan mengira Soo In mata-mata si penembak. Katakan ini pada penembak itu, Aku ingin bertemu dengannya.
Soo In marah, jangan menuduh orang yang tidak bersalah! Soo In jalan pergi.

Yoon Kang menghadang Soo In, ia menahan pedang ke arah dada Soo In. Soo In murka dan menampar wajah Yoon Kang. Lalu segera pergi dengan tersinggung.
Yoon Kang bengong sesaat, seorang pria menamparnya? Yoon Kang tidak terima dan ingin mengejar Soo In.

Tiba-tiba serombongan pedagang terlibat baku hantam dan Yoon Kang yang ingin mengejar Soo In terperangkap di tengahnya. Yoon Kang sempat kena tinju beberapa orang haha
Untung Polisi patroli tiba tepat waktu dan berusaha menangkap orang-orang itu. Semua dibawa ke kantor polisi termasuk Yoon Kang.


Kantor Polisi
Yoon Kang mengeluh kesakitan, ia jalan bersama sohibnya, Polisi Han Jung Hoon. Siapa mereka itu?
Han : Setengah dari mereka adalah preman dan setengahnya lagi tukang angkut barang. Kudengar mereka seperti itu karena bosan.
Yoon Kang : Bosan kenapa?
Han : Bosan berjuang untuk hidup. Ayo ke dalam.

Jung Hoon mengeluarkan arak dan duduk bersama Yoon kang. Baiklah, kau bilang kau memiliki petunjuk tentang penembak itu?
Yoon Kang tampak kesal, yah..pria itu..aku tidak akan melepaskannya kalau aku bertemu dia lagi!
Jung Hoon : Sudahlah biarkan saja dia.

Yoon Kang : Apa?
Jung Hoon minta Yoon Kang pura-pura tidak melihat penembak itu atau kau benar-benar bertemu orang itu.

Yoon Kang kesal : Dan kau menyebut dirimu polisi?
Jung Hoon : Apa polisi punya nyawa cadangan? Ada hal-hal yang harus kau hindari. Orang itu punya senjata baru dan berbeda dari senapan biasa. Senjata itu ratusan kali lebih kuat dan cepat. Lebih baik kau menghindarinya.
Yoon Kang : Bagaimana kalau aku menangkapnya?
Jung Hoon berpikir sebentar, aku akan memberikan Myungeori padamu.
Yoon Kang : Memangnya itu milikmu?
Jung Hoon ; Aku memberikannya karena itu bukan milikku. (Haha aku tidak tahu apa itu Myungeori, any help?)

Yoon Kang pura2 ingin memukul Jung Hoon, padahal ia mengambil arak. Kau ini memang pintar menghindari sesuatu. Senjata itu mungkin lebih lambat darimu. Jung Hoon nyengir. Yoon Kang minum araknya dan pergi.

Soo In pulang ke rumahnya dengan wajah kesal. Ia masuk ke kamar sambil marah-marah sendiri karena teringat dengan insiden dengan Yoon Kang tadi. Pistol Soo In jatuh. Soo In cepat2 menyembunyikannya dibawah baju.

Pelayan Soo In, Jan Yi masuk ke kamar sambil membawakan baskom air untuk Soo In. Apa yang terjadi?
Soo In cemberut dan mulai cuci muka, aku tidak tahu. Aku tidak mau membicarakannya.

Jan Yi minta Soo In berhenti keluar rumah seperti itu, saya tidak tahan lagi, ini membuat saya ketakutan! Nyonya mencari Nona pagi ini. Jan Yi membereskan baju Soo In sambil mengeluh panjang pendek.

Jan Yi tanpa sengaja menemukan pistol perak Soo In. Ia syok. Agassi..apa ini?
Soo In memasang wajah tenang, oh..seseorang memberikannya padaku.
Jan Yi : Siapa?
Soo In : Hye won eonni.

Jan Yi membantu Soo In ganti baju wanita dan mengatur rambutnya. Ia tidak percaya Soo In mengambil pistol itu.
Soo In mengambilnya karena ia merasa takut waktu mencari Prof Oh Kyung. Soo In merasa si penembak itu membuntutinya seperti bayangan.

Jan Yi membujuk Nonanya untuk berhenti, apa hebatnya sebuah buku..
Soo In marah, jangan sembarangan bicara. Ini buku Prof Hyeon Am (Yang terakhir ditembak oleh sniper). Guru Hyeon sengaja memberikannya pada Soo In, jadi Soo In harus memberikannya pada yang lain.

Jan Yi takut Soo In bertemu dengan penembak itu. Soo In minta Jan Yi tidak berkata seperti itu, itu mengerikan.

Para bangsawan berkumpul di kediaman Bangsawan Kim, mereka cemas kalau perubahan itu benar terjadi, maka mereka semua akan diusir dari istana.
Sebenarnya, ini demi perubahan kemakmuran nasional dan kekuatan militer. Tapi siapa yang akan membayar semua itu? Pada akhirnya, semua bangsawan akan kehilangan harta kita! Tidak ada lagi sisanya.
Mereka mohon Bangsawan Kim membuat keputusan. Jika kita segera memanggil Dae Won ..


Bangsawan Kim Jwa Young menepuk meja, jangan tergesa-gesa! (Kim Jwa Young, ketua partai Sugu/Konservatif yang menolak perubahan)
Semua menunduk hormat.

Kim Jwa Young : Seberapa sulitnya membangun era baru? Itu Artinya mengukir cara hidup yang berbeda. Itu perlu kerja keras.

Kim minta para Bangsawan memberikan sedikit waktu lagi agar Raja Gojong menyadarinya sendiri. Jika Yang Mulia melihat kalau Oh Kyung terbunuh..Yang Mulia akan mundur.
Para Bangsawan tersenyum, mereka setuju. Kim tanya apa ada lagi yang ingin mereka katakan.

Menteri Kim Byung Jae buka suara, tentang Park Jin Han..dia adalah pemimpin Pengawal istana yang ditunjuk oleh Yang Mulia sendiri. Dia menyelidiki kasus ini dengan sangat agresif. Jika kita membiarkannya..dia bisa sangat curiga..
Ketua Kim : Itu sesuatu yang bisa diurus. Jika ada orang yang menentang..urus mereka.
Menteri Kim mengiyakan. Ketua Kim tersenyum dan mempersilahkan semuanya minum.

Di sebuah lokasi terpencil, seorang pedagang besar melakukan pertemuan rahasia. Pedagang itu adalah Choi won Sin, ayah Hye Won. (Astaga..itu Ki Cheol!)
Choi Won Sin bertemu dua penembak gelap, ia tanya hasil kerja mereka dan salah seorang minta maaf karena belum berhasil menyelesaikan pekerjaan.

Choi minta penembak lain mengambil alih tugas dan tanya keberadaan Park Jin Han. Mereka sudah tahu dimana Park Jin Han. Choi ingin keduanya segera membunuh Park Jin Han lalu kemudian..Oh Kyung. Mereka mengerti.

Muwiso (Joseon Palace Guard)
Ins. Park mendengar penjelasan seorang petugas tentang jenis senjata baru. Tuan, hanya ini jenis senjata modern yang ada di Joseon. Ini adalah senjata buatan Amerika yang digunakan th 1811. Senjata ini kuat dan bisa membunuh saat ditembakkan. Tidak perlu menyalakan sumbu atau mesiu seperti senapan. Bahkan meskipun terisi air, senjata ini tetap bisa ditembakkan.

Ins. Park tertegun mendengar penjelasan ini, ia tanya senjata apa yang bisa dipakai untuk mengalahkan senjata modern itu.
Anak buahnya menggeleng, tidak ada senjata di Joseon yang bisa mengalahkannya, Tuan. Sama seperti yang terjadi th 1811.

Th 1811, Pasukan Joseon bertempur melawan pasukan asing/Barat dan kalah telak. Musuh mampu menembak dari kejauhan dengan jarak yang tidak bisa diraih panah ataupun senapan biasa. Sementara dari pihak Joseon gugur 350 orang, dari pihak musuh hanya gugur 3 orang saja.

Petugas itu minta Ins. Park untuk menghindar saja jika bertemu dengan penembak itu lagi. Anda beruntung sampai saat ini, Tuan.
Ins. Park menghela nafas, tapi ia jelas bukan tipe orang yang akan menghindari penembak itu.


Yoon Kang ada di rumah bersama adiknya, Yeon Ha. Yeon Ha menunggu ayah mereka, ia mengeluh, apa Ayah juga tidak bisa pulang malam ini?
Yoon Kang tampak cuek dan sibuk mengukir kayu. Yeon Ha heran, apa itu tidak membuatmu khawatir, orrabeoni?

Yoon Kang menjawab dengan sedikit getir, khawatir apa? Ini cuma sepuluh hari. Dulu waktu Ayah masih bertugas di perbatasan, dia bahkan tidak pulang selama sepuluh bulan. Saat aku lahir, dan saat kau lahir juga..cuma ada pelayan.
Yeon Ha tetap merasa kali ini lumayan serius sejak Ayah mereka kembali ke Ibukota. Ayah pasti mengusut kasus besar. Kudengar ada penembak yang berkeliaran. Ayah tidak sedang mengejarnya, kan?

Yoon Kang tidak menjawab, ia menyelesaikan ukiran kayunya. Sudah selesai, coba lihat.
Yeon Ha : Kali ini apa?
Yoon Kang : coba tebak.
Yeon Ha : Sebuah guci?

Yoon Kang : Hei..ini seekor burung hantu.
Yeon Ha merasa ukiran itu tidak mirip dengan burung hantu, ini mirip guci.
Yoon Kang membela diri, Biasanya..kalau burung hantu menutup sayapnya, ia seperti guci. Coba lihat, ada mata disini dan telinganya yang menunjuk ke atas..

Yeon Ha tidak mau tahu, ia ingin kakaknya membuatkan burung hantu dengan sayap mengembang. Yoon Kang tertegun, sa..sayap? Yeon Ha geli melihat kakaknya.

Keduanya tidak sadar kalau diatas atap rumah ada seorang penembak gelap yang mengintai mereka. Ia menunggu Park Jin Han.
Tidak lama, Park Jin Han pulang ke rumah. Yeon Ha gembira sekali mendengar suara kuda ayahnya dan lari keluar, Ayah pulang! Yoon Kang tersenyum geli.

Penembak itu bersiap menembakkan senapan ke arah Park Jin Han dan mulai membidik. 

Tapi ia terhenti sejenak waktu Yeon Ha keluar dan menyambut ayahnya. Ins. Park senang melihat putrinya dan membungkuk untuk memeluk Yeon Ha. 

Jadi, saat senapan ditembakkan, peluru itu hanya mengenai dinding rumah mereka. Park Jin Han segera membungkuk melindungi putrinya. Yoon Kang lari keluar sambil membawa pedang, Ayah! Penembak itu langsung lari.

Park Jin Han minta Yoon Kang membawa adiknya masuk ke dalam, ia langsung melompat ke atas kuda dan mengejar penembak gelap itu. Yoon Kang minta Yeon Ha masuk ke rumah. Ia langsung lari menyusul ayahnya mengejar penembak itu.
Penembak itu lari dan bersembunyi di satu tempat. Ins. Park kehilangan pria itu dan terus menjalankan kudanya.


bersambung.....

Notes 
Halo apa kabar? maaf ya sudah lamaaaaaaa vakum. Ini karena aku susah sekali komitmen untuk nonton satu drama saja. Bosen banget haha. Lebih sering nonton Tetangga Masa Gitu wkk

Sekarang aku coba menonton dan menyelesaikan Joseon Gunman deh, lumayan menarik sepertinya, ini hampir seperti The Princess Man tapi ayah si tokoh utama wanita bukan penyebab langsung kematian ayah si tokoh utama pria, jadi ada sedikit perbedaan sepertinya.

Lee Jun Ki dan Nam Sang Mi juga ketemu lagi setelah "Time Between Dog and Wolf". Akhir2 ini drama Korea cenderung mempertemukan kembali pasangan lama. 

Aku sebenarnya juga tertarik dengan Fated to Love You ala Korea, soalnya aku dulu suka serial "Successful Story of A Bright Girl" dan suka ama pasangan Jang Hyuk-Jang Na-ra, astaga..Jang Na-ra awet muda banget. Kalau Jang Hyuk tambah matang dan ngga cubby lagi kaya 12 th lalu.
Aku memang suka Jang Hyuk waktu jadi Gi Tae wkkk, tapi sayangnya aku tidak bisa merangkum keduanya. Jadi ya udah, aku pilih  yang Joseon Gunman aja. Itu juga tidak bisa langsung habis, karena aku nonton sambil lelumpatan kesana-sini (apa lagi..maksudnya, baru nonton, anakku panggil2 dan aku juga sambil main game sih, hehe). Tapi aku akan berusaha menyelesaikan serial ini secepat mungkin.

Oya, besok tanggal 9 Juli yang sudah memiliki hak pilih jangan golput, ok?!
Let's Vote.

6 comments:

  1. Allow Mba Tirza, welcome back..sepertinya drama ini bagus yaa..semoga happy ending he he. Mba Tirza ga nonton Empress Qi?
    Setuju ga boleh golput n let's vote for our future..God bless Indonesia .)

    ReplyDelete
  2. Yipi ahhh mbak Tirza muncul lagi dengan drama saeguk. cucok deh.. pas banget...

    betul mbak berasa nonton The Princess Man jilid 2 ya hehehe.

    ReplyDelete
  3. Kiyaaa akhirnya, hehehe tks ya mbak dah balik. Btw itu ekspresinya junki di sini rada2 sangar gt

    ReplyDelete
  4. Finally mbak tirza onlen jugaakk.. heheh.. gimana bubblews nyah? aku menyerah di postingan 10. hahaha

    fighting mbak! ada yang recap drama ini,,, aku senang. jadi ada yg bahas jugak...

    ReplyDelete
  5. @Imelv, thank's dear. Aku lihat Empress Qi cuma sampai ep 1 wkk..endingnya gmn? sesuai sejarah ngga? Ah nanti aku cek aja.

    @Anis, pengennya Fated To Love You tapi penasaran ama Joseon Gunman
    @nayah, iya..Jun Ki kelihatan lumayan sangar, biarin lah wkk

    @Emii, Bubblews masih jalan. Udah 200-an post lebih. Lumayan aku lagi nunggu redemption yang ke-sekian (aku lupa haha)

    ReplyDelete
  6. Ah akhirnya, kgen ma tulisanya mba tirza. Kirain mba tirza lupa sma pmbcanya di blog ini, he....he

    ReplyDelete