Showing posts with label Personal Taste Novel. Show all posts
Showing posts with label Personal Taste Novel. Show all posts

Tuesday, May 11, 2010

Personal Taste episode 12

Episode 12 : Rahasia Sang Go Jae

Do Bin terluka karena ditolak Jin Ho, ia masuk ke kamar suite-nya dan melempar hadiah lukisan yang seharusnya untuk Jin Ho (Oh no apa itu lukisan Kandinsky?)

Kae In membawa Chang Ryul ke RS, dan kata dokter, Chang Ryul baik2 saja.

Young Sun dan Sang Jun yang tidak menyadari apa yang terjadi, janjian dan minum soju, setelah menghabiskan botol ke-3, mereka mulai cair, dan Young Sun berkata jika ia tahu dari awal kalau Sang Jun bukan gay, ia tidak akan berteman dengan Sang Jun. Sang Jun tersinggung.

Sang Jun berkata ia benar2 keren sebagai pria, hanya saja ia selalu bersama Jin Ho jadi tidak terlihat bersinar.

Jin Ho mengetuk pintu kamar Kae In dan In hee de vil yang melihatnya berkata Kae in tidak ada karena ia sedang bersama Chang Ryul.

Jin Ho tidak langsung percaya dan mencari Kae In di lobby, dan ternyata Kae in tidak ada. Jin ho menelp. Kae in dan tanya ia sedang bersama siapa. Kae in menjawab, "Chang Ryul..." belum selesai bicara, Jin Ho sudah menutup telp-nya.

Kae in menggerutu, "kau bahkan tidak memberiku waktu menjelaskan." Chang Ryul sadar, dan ia tidak ingin Kae in merasa bersalah karena memutuskannya. Kae In berterima kasih, dan Chang Ryul menganggap kata2 itu sebagai perpisahan.

Jin Ho minum sendirian di bar hotel, In Hee the-most-anoying-woman-alive melihatnya dan duduk di samping Jin Ho. Jin Ho meminta In hee pergi, tapi dia cuek saja dan berkata Kae in pasti masih punya hal yang harus dibereskan dengan Chang Ryul, mengingat sejarah mereka.

In Hee menambahkan, bahwa Kae In dan Chang Ryul itu mirip karena mereka sama-sama tidak mampu meninggalkan pasangannya dan melanjutkan hidupnya, sementara dia dan Jin Ho juga mirip, karena mereka selalu mendapat yang mereka inginkan dan dapat meninggalkan orang dengan kejam.

In hee tanya mengapa Jin ho mengaku pada Do Bin padahal Jin Ho bisa terus saja seperti itu. Jin Ho menjawab bahwa ia tidak ingin memanfaatkan perasaan Do Bin dengan tidak jujur. In Hee heran, apa benar, Jin Ho sejujur itu, karena Jin ho pernah pura2 jadi gay sebagai cara untuk meraih sesuatu.

Do Bin minum di pantai dan ia memikirkan lagi pengakuan Jin Ho, dan percakapan mereka. Jin Ho berkata ia akan keluar dari proyek Dahm jika Direktur Choi menginginkannya, Jin Ho hanya tidak ingin menghianati ketulusan Do Bin lagi. Do Bin berpikir, "Jika kau ingin menipuku, aku pasti sudah tertipu denganmu."

Kae In dan Chang Ryul kembali ke hotel. Kae in mencemaskan Chang Ryul, tapi Chang ryul berkata ia akan bertahan.

In Hee de witch mengikuti Jin Ho ke lift dan terus saja menyinggung tentang Sang Go JAe pada Jin Ho, mungkin Jin Ho mencoba menikahi Putri Prof.Park untuk masuk ke keluarga Park, Jin Ho kesal dan mencengkram bahu In Hee dengan kedua tangannya, Jin Ho, "Jaga bicaramu."

Tepat saat itu, lift terbuka, Kae In dan Chang Ryul melihat mereka.

Jin Ho merasa kesal dan berjalan pergi, Kae in mengejarnya. In Hee bertanya pada Chang Ryul, apa mereka masih ada dalam perahu yang sama? Chang Ryul, "Kau ini benar2 membuatku lelah."

Jin Ho menyalahkan Kae In karena Chang Ryul, mengapa membiarkan ayah Chang Ryul memberinya hadiah, dan masih memberi Chang Ryul kesempatan. Kae in mencoba menjelaskan pada Jin ho bahwa mereka bertemu untuk mengakhiri hubungan, tapi Jin Ho tidak mau mendengar itu sekarang.

Kae In, "Mengapa kau mengatakan hal2 yang tidak ingin kau katakan?" Jin ho, "Karena aku bukan orang yang pengertian atau berpikiran luas, aku sangat kekanak-kanakan."

Jin Ho pergi, Kae in hampir menangis. Do Bin melihat Jin Ho dan ia bertanya, apa Jin ho yakin tidak menyesal mengatakan yang sesungguhnya padanya? karena kau tidak perlu melakukannya. Jin Ho menjawab sejujurnya ia tidak ingin mengatakan pada Do Bin, tapi ia menyimpulkan bahwa itu tidak benar dan ia sangat menghargai perasaan tulus Do Bin, atau ia juga ingin melakukan yang benar untuk wanita yang ia cintai.

Do Bin mengaku, hanya sebentar, tapi ia merasa bahagia, "Aku selalu bergumul sepanjang hidupku, selalu bingung mengapa aku lain dari yang lain. Lalu suatu hari aku sadar, bahkan jika aku tidak menyiksa diriku sendiri, akan selalu ada orang yang menyakitiku. Jadi aku paling tidak hanya bisa...mengasihani diriku sendiri." (oh that's hurt, Sir, I can feel your pain.)

Jin ho minta maaf karena menyakiti hati Do Bin. Do Bin berkata, "Tidak apa-apa. Aku ingat wajahmu saat kau mengaku pada Chang Ryul" Do Bin tersenyum sedih, mungkin itu karena kau mengasihani aku. Do Bin memutuskan untuk melupakan semuanya, ia tidak ingin kehilangan seorang teman yang bersedia berbohong demi dirinya.

Paginya, Young Sun dan Kae In mengulas yang terjadi. Young Sun mendukung Jin Ho, Young Sun berkata ia juga marah karena Chang Ryul mencampuri hubungan mereka. Jin Ho pasti sangat mencintai Kae In, makanya Jin Ho cemburu. Young Sun juga dulu begitu dengan suaminya. Young Sun, "Bukankah akan membuatmu marah jika kau melihat Jin Ho dengan wanita lain? " Kae In mendesah.

Chang Ryul mengajak Jin Ho bicara, dan ia berkata semalam ia dan Kae in di RS, dan Kae in tidak salah. Jin Ho tahu itu dan ia tidak peduli. Chang Ryul menambahkan, ia sudah melepaskan Kae in, ia juga tidak tahu mengenai tindakan ayahnya. Dan Chang Ryul minta maaf. (CR mulai baik, tapi tetap saja I don't like him ..)

Chang Ryul mengaku, mengatakan hal ini pada Jin Ho membuatnya merasa kotor, tapi ia melakukannya karena ia tidak mau Kae In terluka karena dirinya. Jin Ho dengan dingin berkata jangan menyusahkan diri Chang Ryul dengan perasaan Kae in lagi.

Chang Ryul, "Aku cemburu, marah dan berkelahi. Aku tidak pernah sekalipun melakukan itu dengan Kae in. Dia selalu dengan sabar menerima semuanya." Jin ho berbalik dan tanya apa Chang Ryul baik2 saja dari kecelakaan kemarin? Chang ryul heran, kau menanyakan kesehatanku? Jin Ho menjawab, "Ya, karena kau terluka karena wanitaku."

Chang Ryul berkata ini bukan berarti mereka tidak berperang dalam pekerjaan. Chang Ryul janji akan bertarung dengan adil, tidak menggunakan batu di tangannya. Jin Ho tersenyum.

Jin Ho pergi ke kamar Kae in dan berdiri ragu di depan pintu, justru Kae in membuka pintu tepat saat Jin Ho akan mengetuk. Keduanya berbaikan dengan kaku dan Kae in tersenyum lalu jalan keluar. Jin Ho mengikutinya.

Mereka pergi ke dept. store dan masih saling cekcok, Kae in mencari hadiah untuk ibu Jin Ho dan Jin Ho jadi senang lalu mencubit pipi Kae in. Mereka juga mengikuti game untuk pasangan dan memenangkan sepasang jam tangan.

In hee berkata pada Chang Ryul bahwa Sang Go Jae adalah konsep inspirasi asli untuk Dahm. Dan Jin Ho tahu ini akan seperti Sang Go Jae. Apa Jin Ho benar2 sepolos itu? Atau ini cuma kebetulan? Chang Ryul jadi kemakan lagi dan ia merasa Jin Ho memanfaatkan Kae In untuk memenangkan pertarungan mereka. "Jeon Jin Ho..si brengsek itu!"

Chang Ryul ingin segera mencari Jin Ho tapi In hee menahannya. Bukankah lebih baik mereka menjatuhkan bom di saat paling tepat? Agar pengaruhnya besar?


Sementara itu Jin Ho dan Kae In main ke pantai. Kae in berteriak di mobil, "Aku mencintai Jeon Jin Ho! Sebanyak langit dan bumi! Aku mencintainya."

Jin Ho mengantar Kae in dan Young Sun pulang ke Sang Go Jae, dan Kae In minta Jin Ho pulang, agar ibunya tidak cemas. Jin Ho terlihat kecewa, tapi ia pergi.

Ibu Jin Ho dan Hye Mi memusuhi Jin Ho karena pergi ke pulau Jeju dengan Kae In. Jin Ho menjelaskan itu urusan pekerjaan, bukan rekreasi, dan ia mohon ibunya mempercayainya jika ini menyangkut Kae In. Kae in adalah wanita yang baik dan ibu akan menyukainya.

Ibu Jin Ho tetap tidak akan menyukai Kae in. Karena Kae in pernah terlibat dengan keluarga Chang Ryul. (oh come on mom..)

Presiden Han mencoba mengirim Chang Ryul ke China, tapi Chang Ryul menentang ayahnya untuk pertama kalinya. Chang Ryul minta ayahnya mundur dan memberikan semua sumber yang ia perlukan untuk memenangkan kontrak Dahm tanpa suap. Chang Ryul juga berencana mendapatkan Kae in kembali, apapun yang terjadi.

Sang Jun dan Jin Ho kaget karena ternyata gedung kantor mereka dijual, jadi mereka harus pindah dan mencari kantor baru.

In hee menemui Kae in dan memberikan undangan makan siang dari Do Bin. In hee berkata, "Orang seperti dirimu yang mendapatkan semua karena keberuntungan tidak akan pernah berpikir apa rasanya kerja untuk meraih hal paling kecil sekalipun dalam hidup." In Hee mencoba memanas-manasi Kae In mengenai Jin Ho dan dirinya dalam lift. Tapi Kae in tidak terpengaruh dan ia tetap percaya Jin Ho. Kae In, "Aku benar2 kasihan denganmu."

In Hee membalas, "Mengapa pria pintar dan ambisius seperti Jin Ho akan berkata bahwa ia mencintaimu."

Kae In duduk di kantor Do Bin dan merasa kikuk. Do Bin menegur Kae in karena sudah menjadi kakak kelas "cinta sepihak"-nya, dan membuatnya membagi semuanya pada Kae in. Sekarang Do Bin jadi tidak enak. Jadi DO bin mendesak agar mereka makan bersama, agar Kae in bisa merasakan kekikukan-nya juga.

Lalu Do Bin mengucapkan selamat pada Kae In karena sudah lulus dari kelas "cinta sepihak" mereka. Kae in hanya bisa mengucapkan terima kasih dan Do Bin minta agar mereka lebih sering makan siang bersama. (Oh..such a big heart)

Kae in mendapat telp dari perusahaan furniture yang ingin mempekerjakan Kae in sebagai designer-nya, untuk mendisain product baru mereka. Kae in tidak percaya ini dan ia menelp Jin Ho untuk mengabarkan berita baik ini.

Young Sun mengajak Kae in bertemu dengannya di bank, Young Sun ingin membantu Kae in mengatur tabungannya. Karena Kae in akan mendapatkan banyak uang jadi Kae in perlu merencanakan keuangan untuk pernikahannya kelak.

Young Sun juga mendengar dari Sang Jun mengenai kesulitan keuangan di kantor Jin Ho. Sang Jun juga ada di bank dan Kae in langsung menawarkan uang kontrak proyeknya yang akan datang pada Sang Jun. Young Sun tidak terlalu suka dan ia berkata jangan mencampur adukkan rencanamu mengatur keuangan untuk pernikahan dan menyerahkan semua uangmu pada pria, yang mungkin saja atau (bisa juga tidak) bersama Kae in. Good point unni!!

Di Sang Go Jae, Kae in dan Jin Ho bersulang merayakan keberhasilan Kae in, Kae in mencoba menawarkan pinjaman pada Jin ho tapi Jin Ho menolaknya. Young Sun menelp. Kae in dan berkata ia sudah berbaikan dengan suaminya, yang membuat Jin Ho dan Kae in nyengir lebar. Jin Ho bahkan berkata dalam hati, "Bibi itu akhirnya pulang ke rumahnya malam ini."

Kae in tanya bukankah Jin Ho harus pulang ke rumah segera. Jin Ho langsung berpikir cepat dan pura2 tidur. Kae in jadi kecewa karena Jin Ho tidur, dan ia masuk ke kamarnya sendiri. Jin Ho berkata sendiri, "Jeon Jin Ho, kau benar2 mencoba dengan keras."

Keduanya terjebak dalam rasa frustrasi (hormon..hormon). Mereka bolak balik di tempat tidur masing2, tidak tahu mau apa. Jin Ho akhirnya keluar kamar dan Kae in juga, ia tanya apa Jin Ho tidak akan pulang? Jin Ho beralasan ia mabuk dan akan tinggal sampai mabuknya hilang. Ha!

Mereka akhirnya duduk di sofa sambil melihat foto Kae in waktu kecil. Kae in menutupi foto itu dengan tangan, tapi Jin ho menyingkirkannya dan geli melihat Kae in ketika kecil. Jin Ho tanya mengapa tidak ada foto ibu Kae in, Kae in berkata ia tidak ingat, tapi pasti ada kebakaran atau apa karena tidak ada foto ibunya yang berhasil diselamatkan.

Jin Ho dengan lembut merangkul Kae in dan Kae in berkata agar Jin Ho sabar dengan ibunya. Kae in tidak apa menunggu selama mungkin, asal bisa memenangkan hati ibu Jin Ho dengan cara yang benar. Jin Ho melihat Kae in dengan penuh cinta.

Kae in tanya apa Jin Ho tidak harus pulang sekarang? Jin Ho kali ini beralasan, ada pemeriksaan pengemudi yang mabuk di jalan, jika ia keluar sekarang dia yakin pasti akan disuruh berhenti. hehe..alasan. Kae in tanya, lalu apa yang akan mereka lakukan sekarang? Jin Ho, "ehm..yah.."

Lihat TV! dan itu sudah malam, jadi acaranya...hahaha..

Jin Ho stress, Kae in jengah. Akhirnya keduanya kembali ke kamar masing2. Jin Ho tidak bisa melupakan insiden saat Jin Ho lari ke kamar mandi dan Kae in hanya mengenakan handuk.

Sebaliknya, Kae in juga memikirkan saat dia melihat Jin Ho habis mandi, bwa..(ini adegan langka di Kdrama..tokoh utama wanita dalam keadaan seperti ini, haha..ok Personal Taste boleh ditayangkan, tapi malam! kalau anak2 sudah tidur. To avoid any unwanted question like, what are they doing mum?)

Jin Ho mencoba bekerja, tapi tidak berhasil. Kae in juga merasa kepanasan dan akhirnya keduanya keluar dan mencari air minum. Jin Ho tidak tahan lagi dan memutuskan pergi ke kantor.

Di kantor, Jin Ho mendinginkan dirinya, ia heran mengapa ia seperti itu dan ia tersenyum sendiri. Jin Ho mengeluarkan apel mainan dan meletakkannya di sebelah meja kursi mainan hadiah dari Kae in.

Paginya, Sang Jun datang dan ia semangat sekali dan cerita mengenai kontrak baru Kae in dan kemungkinan mendapat pinjaman dari Kae in. Tapi Jin Ho berkata itu tidak akan terjadi, Sang jun tidak mendengarnya dan justru menelp. pihak perusahaan mebel untuk tanya berapa Kae in akan dibayar. sang Jun menemukan fakta lain.

Ternyata perusahaan Chang Ryul yang memesan brand itu dan minta Kae in yang jadi desainernya. Jin Ho kesal dan mengajak Chang Ryul bertemu di bawah jembatan.

Jin Ho tanya apa semua yang dikatakannya di Jeju itu bohong belaka, atau karena Chang ryul merasa bersalah jadi memutuskan menjadi "Ayah kaki panjang/si mawar jingga" untuk Kae in.

Chang Ryul kagum dengan kecepatan Jin ho menemukan keterlibatannya. Chang Ryul juga mengaku ia juga orang dibalik relokasi kantor Jin ho. Jin ho mengerti sekarang dan ia tanya mengapa Chang Ryul main kotor, padahal sudah janji akan bermain secara adil. Chang Ryul berkata, itu saat kau juga bermain dengan adil. Jin ho bingung apa maksud Chang Ryul? Chang ryul hanya berkata pada Jin Ho, "Tanyakan dirimu sendiri."

Chang Ryul tanya apa Jin Ho akan menahan langkah Kae In hanya untuk menyingkirkan Chang Ryul? Chang Ryul, "Apa kau tahu mengapa aku memutuskan untuk merebut Kae in kembali? Karena kau tidak bisa melakukan apapun untuknya, tidak seperti diriku."

Jin Ho, "Kau pengecut." Chang Ryul membalas Jin Ho, "Kau pengecut yang sesungguhnya" dan pergi. Chang ryul berkata dalam hati, "Aku akan menghentikanmu memanfaatkan Kae in, dengan cara apapun."

Jin Ho menemui Kae in dan berpikir apa ia bisa mencoba membujuk Kae in tidak mengambil kontrak perabotnya. Tapi Jin Ho melihat Kae in sangat semangat dan ia berkata, "Aku bisa menunjukkan pada ayahku hal nyata yang kuraih sendiri. Untuk pertama kalinya aku bisa melakukan sesuatu yang bisa diakui ayahku." Jin ho tidak tega membuat hati Kae in kecewa. Jadi Jin Ho diam saja.

(Apa Kae in tidak lebih marah nanti ya, kalo ia tahu ini kerjaan-nya Chang Ryul dan apalagi Jin ho juga tahu..)

Jin Ho merenung di kantornya dan ia mendapat kunjungan dari kontraktor gedung dari proyek terakhir Jin Ho. Pria itu mengenali gambar Jin Ho, itu Sang Go Jae. Ternyata pria itu pernah ikut membangun Sang Go Jae, waktu itu ia masih kecil dan juga pekerja paling muda, dan Sang Go Jae adalah proyek pertamanya. Jadi ia ingat betul.

Jin Ho tanya apa dia tahu keistimewaan Sang go Jae atau ada kesulitan apa saat membangun gedung itu, Pria itu ingat ia menggali untuk membangun ruang bawah tanah.

Jin Ho langsung ke Sang Go Jae dan menemukan basement tersembunyi itu, dan ia turun ke bawah, ia menemukan ruang kerja kuno dan sebuah foto..

Saat Kae in pulang, ia senang sekali menemukan Jin Ho bersih-bersih. Bahkan Kae in berkata, "Kau pria cantik, mau kucium?" Jin ho dengan semangat berkata ia menemukan foto ibu Kae In. Jin Ho menunjukkan tempatnya dan mereka turun ke ruang bawah tanah itu.

Jin Ho berkata ia menemukan sesuatu yang keren, lalu Jin Ho berdiri diatas meja dan menarik turun langit2, memperlihatkan ruangan lain. Sinar mentari cerah mengenai wajah Kae in dan ia ingat...saat itu ia ada diatas atap kaca, dan ibunya bekerja di bawah sambil tetap mengawasi Kae in.

Jin Ho mengagumi desain ruangan ini, lalu Kae in ingat, kaca di bawah anak itu pecah, dan Kae in jatuh, menutup telinganya. Kae in pingsan dalam pelukan Jin ho.

Jin Ho, "Kae-in ah, Park Kae in!"


Preview Ep 13, thank's to kimyyylee You Tube





Personal Taste 11
Personal Taste 10
Personal Taste 9
Personal Taste 8
Personal Taste 7
Personal Taste 6
Personal Taste 5
Personal Taste 4
Personal Taste 3
Personal Taste 2
Personal Taste 1
Syukuran Personal Taste
Personal Taste Novel

Friday, May 7, 2010

Personal Taste episode 11

Episode 11 : Clear skies beginning today? (Cuaca cerah mulai hari ini?)

Chang Ryul mendorong Jin Ho dari Kae in dan berteriak, "Kau sudah janji akan mundur!" Jin ho menjawab, Sebenarnya aku akan mundur, tapi aku tidak bisa, Aku akan mulai mencintainya sebagai seorang pria sekarang.

Kae In bingung, apa maksudmu? Jin Ho melihat ke arah Kae in dan mengaku, aku bukan gay. Maaf sudah menunda begitu lama untuk mengatakannya padamu. Aku mohon kau mau memaafkanku. Kae in mulai menangis dan ia memukul dada Jin ho, berkali2, tapi bukan pukulan keras, Kae in kesal dengan Jin Ho. Jin ho menahan tangan Kae in dan menariknya dalam pelukannya. Maaf.

In hee dan Chang Ryul menenangkan diri ke bar (huehehe..) Chang Ryul minum terus dan In Hee marah2, ia tidak terima dan tidak mau mengalah. (karena dramanya blom selesai, ada tambahan ep lagi haha..) In Hee, "Apa kau akan membiarkan semua ini berakhir seperti ini?"

Chang Ryul, "Apa kau tidak melihat wajah Kae in saat Jin Ho mengaku bahwa ia bukan gay? Itu sudah menjelaskan semuanya kan? Aku bahkan tidak punya 1% pun kesempatan." In Hee, "Kau bersumpah kau tidak bisa tanpa Kae in, bukankah kau harus mendapatkannya apa pun yang terjadi?"
Chang Ryul, "Aku tidak mau." In Hee, "Mengapa tidak?"
Chang Ryul, "Karena aku mencintainya. Karena dia sangat menderita karena aku. Dan karena Jin Ho, maka ia bisa tertawa sekarang."

In Hee tertawa mengejek dan ia berkata apa kau pikir itu cinta? Menyingkir secara sukarela, dan terasa bagaikan cinta sejati, iya kan? In hee de vil berkata, baik aku akan melakukannya dengan caraku sendiri mulai sekarang.
Chang Ryul minta In hee menghentikan semuanya, tapi In hee de vil menjawab bahwa ia hanya tahu satu jenis cinta, jika aku tidak bisa memiliki Jin ho, maka tidak seorang pun boleh. (arrgh asal jangan bunuh2an saja kaya di glass shoes dulu, So ji sub jadinya mati deh..)

Jin Ho dan Kae in berhenti di jalan dan membicarkan yang terjadi. Kae in berkata dengan nada terluka, semua ini benar2 membuatku bingung. Kae in, "Aku merasa sangat bodoh saat tahu aku jatuh hati denganmu dan terluka karena tahu bahwa itu akan sia2 saja. Aku bahkan tidak berniat balas dendam. Aku hanya melakukannya karena aku membutuhkan sesuatu untuk mengeluarkan energiku."

Jin Ho berkata, "Aku tidak yakin bahwa kau menyukaiku, aku baru yakin saat kau berkata pada Chang Ryul bahwa kau tidak bisa meneruskan lagi."
Kae In, "Dasar bodoh, kau baru tahu hari ini, aku bahkan mengenakan baju pria dan melakukan semua hal2 bodoh agar bisa bersamamu." Jin ho meminta maaf, Kae in berkata, tidak, aku tidak mau memaafkanmu.

Jin ho membujuk Kae in sepanjang jalan, aku tahu, kau punya hak marah denganku dan aku juga sudah bersalah padamu, tapi apa kau tidak akan memaafkanku?

Kae in tidak mau menjawab, hanya berkata dalam hati, "Ramalan cuaca besok pagi, Orang yang ingin kupertahankan sebagai teman berkata padaku hari ini bahwa ia menyesal dan ingin memulai dari awal sebagai pria dan wanita. Hatiku hampir meledak rasanya, tapi semua air mataku berkata aku tidak boleh memaafkannya hari ini. Tapi mulai besok pagi, Aku tidak akan takut cuaca buruk."

Sampai di rumah, Kae in langsung minta Jin ho keluar dari Sang Go Jae. Aku tidak ingin melihatmu malam ini. Jin Ho mengikuti Kae in masuk dan berkata aku tahu kau merasa dikhianati, tapi ini adalah kali pertama aku merasakan seperti ini, jadi aku juga tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Kae in berkata, bukankah kau sudah pernah pacaran sebelumnya (Eun Soo, episode 8). Jin ho ingin menjelaskan, tapi ada tamu tidak diundang, Hye mi yang mabuk dan diikuti oleh Tae Hoon. Hye mi menubruk Jin Ho, ia tanya kak, mengapa kau tidak mencintaiku? Aku lebih muda dari Kae in, dan lebih cantik, dan aku lebih mencintai dirimu dibanding dengannya! Mengapa kak? Mengapa?

Kae in memutar bola matanya dan berjalan pergi, sementara Hye Mi terus mendesak Jin Ho. Jin Ho berkata, aku tidak melihat orang lain sebagai wanita kecuali untuknya, Mengerti? Kae in berhenti sejenak mendengar kata2 Jin Ho tapi langsung masuk ke kamarnya. Setelah sampai di dalam, ia berkata pada dirinya ia tidak bisa memaafkannya sekarang, tapi kemudian Kae in tersenyum.

Jin Ho mengantar Hyemi pulang ke rumah ibunya dan Jin Ho berkata pada Ibunya agar tidak mencemaskannya. Ibu Jin ho bisa menerima kalau Jin Ho berpacaran dengan Kae in, tapi apa harus tinggal serumah. Jin ho mengarang cerita bahwa sebenarnya mereka mengerjakan proyek bersama untuk museum, jadi tingal bersama membuat mereka semakin nyaman bekerja sama. Ibu Jin ho mengerti.

KAe in menggerutu, mengapa Jin ho pergi begitu lama (hehe..katanya diusir neng..), Kae in bahkan menggantung boneka Jin no-nya, dan memukulinya. Ternyata Jin Ho pulang, berdiri di belakang Kae in dan tersenyum melihatnya memukuli boneka itu yang di panggil Jin Ho.

Kae in melihat Jin Ho dan sedikit malu. Kae in tanya apa sebenarnya hubungan Jin ho dengan Hyemi, mengapa dia memanggil Jin ho sebagai tunangannya? Jin ho menjelaskan, anak itu bahkan menyebutku sebagai tunangannya ketika ia masih berumur 7 tahun. Jin Ho jadi senang, "Hei, apa kau cemburu?" Kae in berkata, "Kau kejam, kau tahu Hye mi menyukaimu sejak lama tapi membiarkannya saja." Jin ho mengakui, ia memang salah.

KAe in tanya tentang Eun Soo. Jin Ho menjelaskan sebelum Eun Soo kuliah di luar negeri, Eun Soo pernah datang dan berkata ia akan membatalkannya jika Jin ho memintanya untuk tinggal. Jin Ho tidak melakukannya. Karena ia tidak yakin apa Eun Soo memang sangat berarti untuknya. (Tirza : aku krg setuju, kalau mau kuliah ke LN, kuliah saja, mau pacarnya nahan atau tidak ya tetap aja kuliah. just spring your wing and fly away..)

Lalu Kae in tanya apa artiku bagimu, Jin Ho menjawab, "Bahkan jika aku menjalani hidup yang berbeda, aku tetap ingin kau ada di dalamnya."

Kae in jadi tersipu dan ingin mengalihkan perhatian, aku masak ramyeon ya. Kae in mau lewat tapi Jin Ho menghentikannya dan menariknya ke pelukannya, Jin Ho mengelus kepala Kae in, "Wanita aneh ini yang selalu menyarankan makan kapanpun dia merasa malu, aku mencintainya."

Paginya, Jin Ho sangat berbunga2, ia masuk kantor dan bersenandung. Jin Ho bahkan menyiapkan sarapan dan kopi untuk stafnya. Semua heran, bahkan memeriksa cangkir kopinya, apa ini diracun? Jin Ho berbicara, dan ia memberikan dukungan semangat pada mereka dan menambahkan, "Aku mencintai kalian semua." Wajahnya benar2 bahagia.

Young Sun datang ke Sanggojae dan Kae in mengatakan semuanya, reaksi pertama Young Sun adalah, "Apa kau memakai obat? Apa kau sangat kesepian? Apa kau mengkhayalkan ini semua?"


KAe in mengaku Jin Ho menciumnya di depan Chang Ryul dan In Hee de vil. Young Sun jadi sangat senang tapi ia menambahkan, "JIka kau cuma berimajinasi, kubunuh kau." Young Sun berkata aku memang hebat, sejak awal aku sudah melihat sesuatu dalam diri Jin ho. Tiba2 Young Sun menyadari sesuatu, Sang Jun! Oh si brengsek itu...!!

Sang Jun menemui Young Sun tanpa tahu apa yang terjadi. Young sun langsung pada tujuan, Jadi, kau bukan gay?! Sang Jun kaget dan mencoba tertawa, tapi Young Sun terus melotot padanya, dan Sang Jun tanya dengan suara baritonnya, "Bagaimana kau tahu?" (lucu kalau dengar perbedaan suara Sang Jun, oh I really like this actor, and Young Sun unni too..both of them)

Young Sun kesal dan berkeras agar mereka berhenti bertemu. Sang Jun masih heran bagaimana Young Sun tahu. Apa karena kau merasakan maskulinitasku ya? Tapi Young sun berkata bahwa Kae in dan Jin Ho pacaran sekarang. Sang Jun kaget sekali dan langsung bergegas kembali ke kantor.

Sang Jun tanya apa benar semua yang sudah ia dengar? Jin Ho membenarkan. Bagaimana dengan Do bin. Jin ho berkata, ia akan mengatakan yang sebenarnya, tapi Sang jun tidak setuju, bagaimana jika Do Bin menarik dukungannya? Jin ho menjawab, tidak ada yang bisa kita lakukan kalau begitu.

Sang Jun, "Apa kau benar2 mencintai Park Kae In sebesar itu?" Jin Ho mengangguk.

Do Bin memberikan tiket untuk perjalanan bisnis ke Pulau Jeju. DO bin berkata di sana banyak sekali taman untuk anak2, yang bisa dijadikan bahan ide. Jin Ho juga akan datang karena akan menghadiri seminar. Do Bin ingin mendekati Jin Ho lagi di pulau Jeju.

KAe in merasa tidak enak, dan ia ingin menjelaskan semuanya tapi In Hee de vil muncul.

Ayah Chang Ryul memarahi Chang Ryul lagi dan ia mengancam akan membuang Chang Ryul ke kantor cabang di China (ya sbg alasan nanti kalo Kim Ji Suk berangkat wamil ya..hehe diganti Song Seung hun aja yg pernah main juga ama Sohn Ye Jin, arsitek juga..) Ayah Chang Ryul jadi kaget saat Chang Ryul langsung menyetujuinya. Aku tidak mau tinggal di sini, jadi tidak apa pergi ke China.

In Hee melihat Jin Ho di museum dan memberi selamat. Tapi In hee langsung kelihatan aslinya dan tanya apa yang Jin Ho lihat pada Kae in, apa kau tahu ini akan sangat mengecewakan Do bin, apa Kae in cukup berharga untuk pengorbanan sebesar itu? Apa KAe in lebih berarti? Jin ho menjawab : Iya.

JIn Ho ingin menemui DO Bin tapi In Hee mengatakan Do Bin pergi ada perjalanan bisnis. In Hee memberikan Jin Ho undangan atas nama Do Bin dan berkata juri untuk proyek Dahm akan ada di sana.

Jin Ho mau pergi dan In hee tanya, "Mengapa Kae in? Bukankah aku lebih baik darinya sebagai partnermu?" Aku punya posisi lebih bagus untuk membujuk DO bin yang kecewa dan juga punya pengaruh pada juri2 proyek Dahm.

JIn Ho, "Aku tidak mencari partner bisnis, tapi partner hidup."
In Hee, "Apa kau pikir Kae in punya hak menjadi partner hidupmu?"
Jin Ho, "Mengapa kau membuang waktumu seperti ini? Jika kau melihat yang terjadi antara aku dan Kae in kemarin, kau pasti mengerti kau sudah membuang waktumu."
In hee, "Aku akan melakukan yang terbaik sampai akhir."

Jin Ho memanfaatkan waktu mengunjungi Kae in dan mau mengajaknya kencan. Kae in pura2 jual mahal, yah aku sedikit sibuk, tapi kalau kau memaksa...

KAe in setuju dan menetapkan tanggal, Jin Ho mau pergi tapi tiba2 ponselnya berdering. Ibu Jin ho menelp. dan ingin bertemu dengan Jin Ho dan juga Kae in.

KAe in duduk dengan gelisah, ia takut ibu Jin Ho akan membencinya dan menentang hubungan mereka. Jin Ho menenangkannya, ibuku akan menyukaimu karena aku menyukaimu. Kae in sedikit tenang.

Ibu Jin Ho datang dan ternyata ia baik pada Kae in. Ibu Jin Ho, "Aku mempercayai Jin Ho dan aku juga bisa melihat bahwa Jin hoku sangat menyukaimu, aku bisa melihatnya dari caranya memperlakukan dirimu.

Ibu Jin Ho menyinggung tentang "proyek" mereka, yang membuat Kae in bingung, "Proyek?" Jin Ho langsung berkata kau tahu..proyek itu, kedip, kedip, proyek yang kita kerjakan bersama ? Ibu Jin ho bisa menerima Jin Ho tinggal bersama Kae in, tapi ia minta satu hal, "Jangan hamil sebelum menikah." Kae in terkejut sekali.

Sampai di rumah, Kae in menyuruh Jin Ho pulang daripada bohong dengan ibunya. Jin Ho pura2 beres-beres, dan Kae in muncul di muka kamar Jin Ho, "Lama sekali berkemasnya..Bagaimana kalau kita membatasi kencan kita seminggu sekali saja, aku sibuk dan banyak kerjaan." Jin Ho tahu Kae in pura2, tapi ia juga tidak mau kalah dan berkata bagaimana kalau sebulan sekali saja, ia juga banyak pekerjaan.
KAe in setuju dan Jin ho merasa "senjata makan tuan"

Keduanya sebenarnya mau Jin ho tetap tinggal tapi gengsi. Jin Ho akhirnya sampai ke mobilnya dan ia bergumam sendiri, jika ia pergi, akan lebih sulit untuk cari alasan tinggal di sini lagi. Jin Ho mulai latihan mencari alasan di dalam mobilnya. Apa ia harus pura2 sakit perut? Masuk dan mengecek apa pintu sudah dikunci? Oh atau berkata Bahan bakar mobilnya habis dan ia tidak punya uang? (hahaha..konyol)

Jin Ho masuk lagi untuk mengambil laptopnya (kebetulan ketinggalan), Kae in melihat kalau Jin Ho akan pergi lagi maka Kae in pura2 terkilir. Jin Ho langsung menghambur ke arah Kae in, dan mau memijat pergelangan kaki Kae in, justru Kae in lupa kalau ia pura2 sakit dan malah cekikikan karena geli. Jin ho tahu Kae in hanya pura2.

Mereka jadi menyadari kedekatan mereka dan mulai saling mendekat dan hampir berciuman saat tiba2..Young sun datang! (ha..pintunya lupa dikunci lagi.) Kae in panik dan tidak mau Jin Ho ketahuan ada di kamarnya, maka ia minta Jin Ho sembunyi di lemari (LHM harus merasakan bagaimana rasanya sembunyi di lemari haha..jadi ingat Jandi, ini drama banyak yg ngeledek BOF deh haha..). Kae in keluar menemui Young Sun.


Young Sun sedang berantem dengan suaminya dan ia mau nginap di rumah Kae in. Mau tidak mau Kae in harus menerima Young Sun, biarpun ia membujuknya bagaimana dengan anakmu? Kasihan bagaimana kalau ia mencarimu, ayo kau pulang saja. Lalu Kae in menyuruh Young Sun mandi dulu, agar Jin Ho bisa keluar dari kamarnya.

Kae in menyuruh Jin Ho keluar dan ia berjinjit untuk mencium pipi Jin Ho, dan pintu kamar terbuka dan Young Sun melihatnya...Jin Ho harus pergi dan langsung menuju kantornya (haha...bahaya)

Paginya (oh aku suka pagi ini hehe..), Hyemi menemui Kae in di musium. Hyemi membawa koper, ia akan pulang ke Kanada, ia sudah meninggalkan semuanya dan pergi ke Korea demi Jin ho dan ia tidak sanggup melihat kak Jin ho-nya menikahi wanita lain. Hye Mi masih tidak percaya ia dikalahkan oleh Kae in, tidak ada wanita di dunia ini yang mencintai Jin Ho lebih darinya.

Kae in hanya menjawab, ia tidak bisa berkata apa ia mencintai Jin ho lebih besar dari Hye Mi tapi, saat ia pikir Jin Ho itu gay, ia tetap akan menikahinya jika Jin ho menginginkannya. "Sebesar itulah aku ingin bersamanya." Hye mi sedikit terperangah dan ia langsung pergi.

In Hee menerima dokumen dari sekretaris ayah Do Bin, untuk diberikan pada Do Bin. In Hee tanya mengapa President Choi sangat tertarik dengan desain Prof. Park? Dan dijawab ini karena Sanggojae. Mata In Hee de vil melebar mendengarnya.

Ketika Hye mi akan ke lift, In hee melihatnya dan mengajaknya ke cafe (iya buruan ke cafe..cepat!!)

Dan..hehe ada cowok keren, pake kumis, dan rambutnya diikat duduk di meja dekat mereka, mirip Kim Nam Gil :) dia minum kopinya dua teguk , lalu melihat keluar sebentar, dan dengan santai meneruskan membaca buku, ia sudah hampir menyelesaikan halaman bukunya, dan..eh..ada Hye mi dan In hee ya..

Yah intinya, In Hee mencuci otak Hye mi, bahwa Kae in pernah pacaran dengan Chang Ryul dan ia menduakan Jin ho. In Hee berkata apa mungkin Jin Ho ditipu Kae in ? Dan..oh..kamera bergerak mengambil gambar dari bg sana, hei tahu ngga siapa yang duduk di belakangmu? oh dasar kameramen!

Ayah Chang Ryul dan asistennya datang ke rumah Kae in dengan banyak hadiah. Kae in melihat mereka di jalan dan berusaha menghalangi mereka ke rumahnya. Kae in berkata ia sudah putus dengan Chang Ryul. Tapi ayah Chang Ryul tidak menggubrisnya, ia berkata anak2 muda biasa berkelahi dan ia minta maaf atas nama Chang Ryul. (oh damn, kenapa penampilan KNG sangat mengganggu? I can't concentrate to watch other scenes!!)


Kae in tidak mengijinkan mereka masuk ke rumahnya. Saat sebuah mobil mendekat dan membuat mata Kae in melebar, Ibu Jin Ho dan Hyemi, Ibu Jin Ho langsung mengenali ayah Chang Ryul. Ayah Chang Ryul menyapa Ibu Jin Ho dengan sebutan Istri saudaraku. Ayah Chang Ryul bahkan menyebut Kae in, "Calon menantu" Ibu Jin Ho langsung kaget dan Kae in mencoba menjelaskan, tapi Ibu Jin ho tidak mau mendengar dan langsung masuk kembali ke dalam taksi sambil menangis.

Di rumah, Jin ho menjelaskan mengenai cerita sebenarnya pada ibunya. Tapi Ibunya tidak mau dengar, dan ia berkata ia tidak mengijinkan Jin ho pacaran dengan Kae in. Ayah Chang ryul juga kaget dan ingin tahu bagaimana Kae in bisa memanggil Ibu Jin Ho dengan panggilan "Ibu?" Mengapa?? Ia berteriak pada Chang Ryul.

Jin Ho pulang ke Sanggojae dan menyalahkan Kae in kenapa kau mengijinkan Presiden Han datang membawa hadiah? Kae in membela diri, bukannya aku tidak mencoba menghentikannya. Jin Ho menyalahkan Kae in ini karena kau ingin balas dendam waktu itu. Kae in berkata, "Tapi kau yang sudah mendorongku dengan rencana balas dendam itu dan jika mau menyalahkan, JIn ho yang salah karena pura2 jadi gay sejak awal."

Keduanya bertengkar. Dan Jin ho pergi dengan marah.

Ternyata Jin ho menemui ibunya, ia berlutut dan memohon agar Ibunya merestui mereka. Ia berkata dulu memang Kae in pacaran dengan Chang Ryul tapi sudah berakhir, lagipula, Jin holah yang pertama-tama menyukai Kae in dan lengket dengannya.

Ibu Jin Ho tetap tidak setuju. Alasannya karena Kae in pernah terlibat dengan orang2 yang dulu pernah menyakiti hatinya dan tetap menolak menerima Kae in. Jin Ho, "Tapi aku tidak bisa tanpa dirinya."

Kae in mengeluh pada Young Sun tentang pertengkaran mereka. Ia takut kalau Jin Ho marah dengannya. Young Sun berkata ia akan menelp Sang Jun. Dari Sang Jun, Young Sun tahu kalau Jin ho pergi ke Jeju untuk perjalanan bisnis. Young Sun mendesak Kae in pergi, dan berusaha hamil (seperti yang dilakukan Young Sun..ha?) untuk memaksa ibunya menyetujui hubungan mereka.

Di pesawat, Young Sun tiba2 heran, "Tapi KAe in, mengapa aku juga pergi?" Kae in berkata, "Aku juga mau tanya tadi, Mengapa kau pergi?" Bwa hahaha...serial ini harus diputar di Indonesia!! lucu gila!

Young Sun sebenarnya kerjasama dengan Sang Jun agar kedua pasangan itu saling bertemu. Jin Ho yang melihat Kae in duluan, dan ia tersenyum. Kae in membela diri, ia ada di Jeju untuk urusan pekerjaan, tapi Jin Ho berkata itu cuma alasan saja, dan mengajak Kae in keluar.

Waktu Jin Ho bermobil dengan Kae in, kenapa di kepalaku terdengar lagunya T-Max ya..? haha


Mereka jalan2 di pantai, Kae in mencemaskan ibu Jin Ho yang marah padanya. Jin Ho berkata ibunya akan melunak, Jin ho bahkan berkata ia akan mati tanpa Kae in. Kae in sebal, Aku tidak sedang ingin bercanda. Jin ho menjawab, aku tidak bercanda. Jin ho meyakinkan Kae in, tidak perlu cemas. Karena tidak ada alasan bagi mereka untuk pisah. (I hate this, setiap kali tokoh utama berkata tidak akan berpisah dsb dll, pasti pisah, biarpun nantinya bersama lagi, but it will take a moment to separate..)

Kae In dan Jin Ho kembali ke hotel dan bertemu Do Bin. Do Bin tidak tahu apa yang terjadi, (btw, Do bin ini suaranya halus sekali, sopan, mengalun tapi wibawa, keren juga). Do Bin mengundang mereka makan bersama, Jin ho langsung berkata ia ingin bicara dengan Do Bin, ada yang harus ia katakan padanya.

Mereka bicara dengan santai dan akrab. Do bin ingin menghadiahkan lukisan yang ada di kamar hotelnya. Jin Ho menolaknya dan berkata ia tidak bisa menerimanya. Do Bin merasa kecewa dan ia menebak, pasti berita buruk. Do Bin beranjak dan berkata ia akan mendengarnya lain kali saja jika ia sudah siap. Tapi Jin ho tidak mau menunda lagi.

Kae in bertemu Chang Ryul di hotel dan In hee de vil yg ada dimana-mana, melihat mereka. Kae in minta Chang Ryul mencegah ayahnya terus mengunjunginya. Chang Ryul langsung setuju. Chang Ryul tahu sudah banyak menyusahkan Kae in, jadi ia bisa melakukan permintaan Kae in ini.

Kae in juga minta maaf pada usaha balas dendamnya, tapi Chang Ryul berkata itu normal, dan tersenyum. Kae in berbalik, dan Chang Ryul tanya, "Kau bahagia, kan?" Kae in mengangguk, Chang Ryul melanjutkan, "Kalau begitu aku akan baik2 saja." Kae in berjalan pergi.

Balik ke Jin ho-Do Bin, Do Bin merasakan keseriusan dalam nada Jin ho, ia gugup, (akting Om ini bgs juga, aku bilang juga harusnya KNG jadi mantannya gitu lo, pingin lihat saingan aktingnya). Jin Ho memberanikan dirinya, dan akhirnya berkata pada Do Bin, "Aku minta maaf."

Do Bin tanya buat apa? Jin Ho menjawab, "Park Kae in-sshi yang kucintai."

Kemudian, tiba2 sebuah truk melaju ke arah Kae in yang sedang jalan, Chang Ryul melihatnya dan langsung mendorong Kae In, keduanya jatuh dengan keras, kepala Chang Ryul terbentur dan pingsan.

Kae in, "Chang Ryul-sshi, Chang Ryul-sshi...!!"



Special Appearance by Kim Nam Gil


Basicly yang dilakukan Kim cuma minum kopi (aku asumsikan kopi), lihat keluar sebentar, dan baca buku. Udah ...tapi bikin penasaran..arrgh....

oya, kalo boleh aku kutip kata2 Sarah, Javabeans :

And here’s the unplanned Kim Nam-gil cameo! To be honest, I could barely pay attention to the conversation because I was glued to Kim Nam-gil the whole time. How can he make reading a book look so damn sexy? I mean, on one hand you have two petty, selfish girls arguing over one man to whom neither has a claim. On the other hand, sexy bastard Kim Nam-gil. Like it’s even a choice.


hmmm....

KNG : "si Tirza mana sih..."

KNG : "baca lagi ah..."


Ini link YouTube-nya : KNG Cameo

Tidak bisa aku copy, karena kode embednya ditutup, hehe...ngga boleh ama yg upload.

Personal Taste 10
Personal Taste 9
Personal Taste 8
Personal Taste 7
Personal Taste 6
Personal Taste 5
Personal Taste 4
Personal Taste 3
Personal Taste 2
Personal Taste 1
Syukuran Personal Taste
Personal Taste Novel

Monday, May 3, 2010

Personal Taste episode 10

Episode 10 : Game Over

Chang Ryul bangkit dan mau berkelahi dengan Jin ho, tapi In hee menengahi, ia berkata, Chang Ryul kau sangat cemburu sampai tidak berpikir jernih? In hee menyuruh Jin Ho dan Kae In masuk.
Intinya In hee tidak mau Kae in tahu bahwa Jin Ho bukan gay. Chang Ryul bingung, kau ini bicara apa? Tapi In hee terus menahan Chang Ryul. Kae in berkata, iya lebih baik ketemu lagi nanti kalau sudah tenang. Jin Ho merasa muak dan ia langsung masuk.

Saat keduanya masuk, Chang Ryul marah dengan In Hee. In Hee langsung berkata apa kau sudah bodoh?!

Di dalam, Jin Ho juga kesal dengan cara Kae In yang langsung mencemaskan Chang Ryul. Kae in beralasan ia melakukan itu karena sesuai dengan pelajaran dari Jin Ho, ia akan pura2 perhatian dan kemudian akan menolak Chang Ryul.
Jin Ho tahu kau tidak berpura-pura, itu bukan karaktermu. Kae in lalu berkata ia akan membuat kompres untuk Jin ho dan beranjak, tapi Jin Ho menahan lengannya dengan kuat.

Kae in, "sakit.." Jin Ho, "benarkah? benarkah jika aku berkata selesai maka kau akan bisa meninggalkan Chang Ryul?"
Kae in, "Iya..tentu saja aku akan segera memutuskan Chang Ryul" Jin ho melepaskan cengkeramannya dengan perlahan. Kae in berkata In hee selalu mendapat yang ia inginkan. Jin ho berkata aku bisa mengurus perasaanku sendiri.

Chang Ryul dan In hee bertemu, Chang Ryul berkata apa yang mau kau bicarakan, katakan saja. In hee berkata apa untungnya buat Chang Ryul jika Kae in tahu Jin Ho bukan gay? In hee mengusulkan agar mereka berusaha mempertahankan hubungan Kae In- Jin Ho tetap sebagai teman, karena mereka ada dalam perahu yang sama.
Chang Ryul, "Perahu yang sama?" In hee, "Aku menyukai Jin Ho dan kau menginginkan Kae in, jadi kita bisa bekerja sama."

Jin Ho mencuci tangan dan ia termenung, ia ingat bagaimana ekspresi Kae in saat ia memukul Chang Ryul. Sementara Kae in menyiapkan kompres untuk Jin Ho. Jin Ho menolaknya dan berkata pukulan Chang Ryul tidak akan melukainya.
Tiba2 In hee de vil masuk dan ia membawa bir untuk mereka. In hee berkata agar Kae in dan Jin ho minum, baikan dan tidur. In hee berkata, Kae in sungguh lega kau dekat dengan Jin Ho kita. Lalu In hee pamit.

Setelah In hee keluar, Kae in mendorong kompres es ke arah Jin ho dan ia masuk kamar dengan kesal. Di dalam kamar, Kae in duduk dan mendengus, "Jin Ho kita?!"
Chang Ryul tiba2 telp dan ingin bertemu, ia menunggu Kae in diluar. Kae in keluar dan Jin ho melihatnya dengan pandangan cemburu.

Chang Ryul berkata kalau Kae in mau tinggal dan berteman dengan Jin Ho silahkan saja. Ia akan mengikuti keinginan Kae in mulai sekarang, tapi jika kau percaya aku benar2 menyukaimu, tolong minta Jeon Jin Ho keluar dari rumahmu.
Kae in berkata ia akan mempertimbangkannya. Chang Ryul, "Ok, aku sudah senang kau mau memikirkannya." Kae in masuk.

Kae in memberikan bir pada Jin Ho, ini kata In hee untuk Jin ho kita lalu siapa lagi yang harus minum? Jin Ho menolak, kalau kau tidak mau buang saja atau terserah mau diapakan. Kae in berkata jika Jin ho mau berteman dengan In hee terserah saja. Jin Ho tanya apa itu yang sejujurnya?
Kae in berkata mereka berteman tapi ia tidak berhak mencampuri urusan pribadi Jin Ho.

Jin Ho berkata kau diam2 bertemu Chang Ryul kan? Kau diam2 menemuinya tanpa sepengetahuanku. Kae in beralasan ia akan mengurus ini sendiri. Kae in masuk kamarnya dan mengaku pada boneka Jin no kalau ini justru lebih berat daripada melihat Chang Ryul dengan In Hee di altar waktu itu, ini jauh lebih menyakitkan.

Paginya Jin Ho akan mengirim Sms tapi ia ragu2, Kae in juga sama ia akan mengirim voice mail tapi batal. Sang jun masuk dan mengajak Jin ho santai karena ini hari Sabtu tapi Jin Ho berkata ia lelah dan ingin pulang ke rumah.
Sang Jun mengerti tapi ia berkata, ia tidak ingin menambah beban untuk Jin Ho tapi ini sudah menjelang dateline. Jin Ho mengerti, tapi ia mau pulang dulu.

Ternyata Jin Ho belanja, "Aku tidak mengerti mengapa aku bahkan melakukan ini" (hehe..lagunya Younha ini cocok). Jin Ho pulang dan mencari Kae in. Kae in ternyata belum pulang dan turun hujan.
Kae in menunggu di halte bus dan kehujanan. Saat Kae in pergi dari halte, Jin Ho datang ke halte dengan payung! ckck (Korean novela ini pasti ada adegan cari2-an kaya gini ya..)

Jin ho duduk di halte dan kemudian ia melihat buku, Kae in yang jalan sambil hujan2, berhenti dan mengeluh aduh, bukuku ketinggalan. Kae in berbalik, tepat saat Jin ho datang dengan buku dan payung di tangan, apa kau mencari ini? (oh..so sweet..haha)

Kae in kaget, bagaimana Jin ho bisa disini? Mana mobilmu? Jin ho berkata ia meninggalkannya di rumah, jadi kau sengaja menjemputku? Kae in senang sekali.

Jin Ho berkata kau ini bagaimana, ramalan cuacamu meleset terus. Kae in berkata Jin ho seharusnya bawa payung 2, lihat kau jadi basah. Jin Ho berkata kalau begitu kita lebih dekat saja. Kae in senang dan langsung merangkul tangan Jin Ho.

Kae in, "Kau seperti ibuku." Dan Jin Ho merangkul Kae in, mereka jalan pulang.

Hye Mi dan Tae Hoon mengikuti mereka. Hye Mi merasa mereka mencurigakan. Tae Hoon tanya sampai kapan mereka akan terus mengikuti Jin Ho?

Di rumah, KAe in memberikan apel pada Jin Ho, terimalah maafku (Apple terdengar spt maaf, hehe..kali ini apelnya apel mainan buatan Kae in, bukan apel benaran yang bisa dimakan ama Ji Hoo -BOF haha ), Kae in minta maaf karena sudah berpikiran sempit. Tapi kata Kae in, kau juga berpikiran sempit. Jin ho juga minta maaf.

Kae in bersandar pada Jin Ho, oh Jin ho hatimu seluas Samudra Pasifik, Jin ho akhirnya tertawa.

Kau yang masak kata Kae In, kau saja kata Jin Ho. Tidak, kau.


Sang jun bertemu dengan Young Sun, "Oh my God, Omo..omo..model benaran?" Young sun mengangguk, Sang jun sangat bersemangat dan ia berkata kalau tangannya memang bagus, setiap kali ia menunjukkan jarinya pada wanita, mereka pasti tertarik.
Young sun heran, "Wanita?" Sang jun , "Pria!" Young sun memukuli Sang jun oh dasar kau ini...

Jin Ho mengupas apel, Kae in memandanginya, ia berkata Jin ho kau pintar masak, mengurus rumah, bahkan mengupas apel juga kau lakukan dengan teliti. Apa kau punya kekurangan? Tidak jawab Jin Ho.
Ah..kata Kae in, ini kekuranganmu, kau kurang rendah hati..ckck

Mereka mendapat telp. Ternyata satu dari Sang jun dan satu dari Young Sun, mereka diminta membantu membawakan papan untuk memantulkan cahaya. Young sun mau memotret Sang Jun hehe..tapi Young sun tidak puas dan akhirnya minta Jin ho yang jadi modelnya.
Sang jun gantian bawa papan. Kae in mendekati dan tanya bukankah Sang Jun yang sudah siap jadi model? Young sun membenarkan, Sang jun sebelum make-up dan Jin Ho setelah make-up. Kae in memukul Young sun kau ini. Young Sun berkata Jin ho itu lebih tampan tahu!

Tiba-tiba Chang Ryul telp dan mengajak Kae in kencan. Kae in menolak, tapi Chang Ryul terus mencoba akhirnya Kae in bersedia pergi besok pagi. Young sun memarahinya, apa yang kau lakukan. Kae in berkata ia akan balas dendam.
Young sun sangat mengenal Kae In, tidak biarpun kau harus mati dan hidup lagi, selamanya kau tidak akan bisa balas dendam. Jadi tinggalkan Chang Ryul!

Sang Jun dan Jin Ho mendekat dan Kae in minta Jin Ho melatihnya lagi. Young sun dan Sang jun langsung waspada, apa, latihan apa? Kae in berkata ia ada urusan dan menarik Jin Ho pergi.
Young sun dan Sang Jun heran melihat mereka. Sang jun keceplosan lagi ia berkata mereka pasangan serasi. Apa? Young sun kaget. Itu, burung yang ada di sana kata Sang jun, mereka serasi sekali...haha pintar ngeles.

Kae in dan Jin ho pulang dan Kae in minta agar nanti jika ia bersama Chang ryul, Jin ho datang dan menggandengnya pergi. Buat apa, tanya Jin ho, aku tidak punya alasan melakukannya. Kae in mendesah iya benar juga. Tapi akhirnya jin ho mengalah, baiklah aku akan melakukannya.

Kae in senang dan mereka sudah hampir dekat Sang Go Jae. Kae in menarik tangan Jin Ho, kau menggandengku seperti ini ya? Jin ho kaget tapi mereka akhirnya jalan bergandengan.

Tepat saat itu, Tae Hoon, Hye mi dan..Ibu Jin Ho keluar dari Sang Go Jae (Kae in suka lupa kunci pintu) dan melihat mereka jalan bergandengan dengan mesra. Semuanya kaget, termasuk Jin ho-Kae in. Ibu Jin Ho langsung pingsan.
Ibu Jin Ho bersandar pada Jin Ho sambil setengah berbaring, ia shock. Kae in masuk membawakan air dan Hye Mi langsung mengambilnya. Kae in tanya apa ia perlu membeli obat untuk Ibu Jin Ho? Hye mi marah dan menyalahkan Kae in.

Hye mi berkata aku ini tunangan kak Jin Ho! Kae in kaget. Jin Ho kelihatan kesal. Kae in minta Jin ho keluar sebentar ia ingin bicara. Hye Mi melarangnya, apa hakmu menyuruh Jin Ho-oppa ku mengikutimu?
Tapi Jin Ho menyandarkan ibunya ke bantal dan jalan keluar mengikuti Kae In (wow..)


Kae in mengajak Jin ho ke kamarnya dan ia tanya apa Jin Ho tidak sebaiknya terus terang saja? Kasihan Hye mi, anak itu terus mengira ia adalah tunanganmu, padahal ia tidak tahu orientasi seksualmu.
Jin Ho menolak. Tapi Kae in membujuk, seorang ibu selalu memihak anaknya apapun yang terjadi. Jin ho berkata, "Jadi kau mau aku mengaku pada ibuku kalau aku itu adalah gay?" Kae in mengangguk.

Belum sempat Jin ho bicara lagi, pintu kamar Kae in terbuka dari luar dan ternyata Ibu Jin Ho, Hye Mi dan Tae Hoon mendengarnya! OMG..
Ibu Jin Ho maju selangkah dan ia hampir jatuh lagi. Hye mi shock, oppa apa benar? Jin Ho tidak tega melihat ibunya, akhirnya ia maju dan berkata pada ibunya, "Tidak Ibu, aku bukan gay! bukan, aku benar2 bukan gay!"

Jin Ho meminta Kae in mendekat, "Kae in sini." Kae in maju dan ia kelihatan bingung, Jin ho berkata di depan ibunya, "sebenarnya aku mencintai wanita ini." Kae in terbelalak. Jin Ho, "Ibu, aku ingin menikah dengan wanita ini." (hehe..ini sebenarnya pengakuan jujur Jin Ho tapi Kae in pikir ini sandiwara Jin ho di depan ibunya.)

Jin ho menyuruh Kae in mengenalkan diri. Hye Mi tidak percaya ini dan lari keluar sambil menangis. Tae hoon mengikutinya.

Ibu Jin ho masih shock, Jin Ho minta Kae in mengenalkan dirinya. Kae in akhirnya ikut saja, "Saya, Park Kae In"
Ibu Jin Ho menegaskan, "Jin Ho, jadi kau bukan gay?" Jin ho membenarkan. Ibu Jin Ho akhirnya melihat Kae in dan tanya, "Nona, tadi siapa namamu? Apa kau mencintai Jin Ho-ku? "

Jin Ho kaget juga dan ia harap2 cemas menunggu jawaban Kae in, Kae in, "Iya, saya mencintai Jin Ho." teng...teng!! (I know it's complicated but I feel great haha..)


Malamnya, Kae in duduk termenung. Young sun masuk dan ia mengingatkan Kae in agar tidak dekat dengan Jin Ho, "Kau tidak boleh memperlakukannya seperti dengan pria." Kae in tahu, Young sun menegaskan agar tidak membuat masalah.
Kae in berkata, "Justru masalahnya tambah besar." Young Sun stress, "Apa? apa lagi?" Kae in berkata, "Jin Ho sshi ingin menikah denganku." gubrak!!

Jin Ho berlari di tepi sungai, ada beberapa orang berkerumun. Ternyata Hyemi berusaha menenggelamkan diri ke sungai Han. Tae Hoon mati2an mencegahnya, melihat Jin Ho ia teriak, hyung tolong cegah dia. Jin ho akhirnya menarik Hye mi, jangan seperti ini.
Jin Ho, "Kau tahu sejak semula, aku tidak pernah mencintaimu kan? " Hye mi berkeras, ia mencintai Jin Ho, dan itu cukup. Jin ho menasihati, cinta itu tidak bisa jika hanya sepihak, orang yang benar2 mencintaimu adalah..Jin Ho menarik Tae Hoon menghadap Hye Mi, ..Tae Hoon! Dialah yang selama ini terus ada di samping Hye Mi dan melakukan apa saja demi kau. Ia sudah banyak menderita karena kau.

Hye Mi berkata tapi ia tidak mencintai Tae Hoon. Jin Ho berkata, jadi jika aku tidak mencintaimu maka kau ingin mati? Baik mati saja. Tae Hoon kaget dan berteriak, kak! kenapa berkata seperti itu. Tae Hoon menutup telinga Hye mi, jangan dengarkan. Jin Ho berkata pada Hye mi jangan melihatku lagi, tapi lihat Tae Hoon, jika kau melihatnya, maka kau akan mulai mencintainya.
Jin Ho pergi, Hye mi menangis dan Tae Hoon memeluknya.

Di rumah, Young sun minum air untuk menenangkan diri. Bagaimana Kae in bisa terjebak dalam kesulitan spt ini? Kae in berkata karena Jin ho sangat menyayangi ibunya. Bagaimana jika ibunya minta kalian menikah? Tanya Young sun. Maka aku tinggal menikah dengannya. Young sun kesal, apa kau gila?
Young Sun, "Kau ini..kau hanya ingin berada di dekat Jin Ho saja kan?"

Young Sun pulang dan ia memutuskan akan melakukan sesuatu.

Jin Ho pulang, Kae in tersenyum padanya dan tanya bagaimana ibunya. Jin Ho berkata ia baik2 saja. Kae in berkata Jin ho jika kau sangat menyayangi ibumu dan tidak sampai hati mengaku dan ingin menyenangkannya dengan kehidupan suami isteri normal, aku akan melakukannya untukmu.

Jin Ho berdiri dan kesal.
Jin Ho, "Apa ini masuk akal, apa jika kau ingin menikahi seseorang maka kau menikah begitu saja tanpa tahu konsepnya? Aku sudah bilang kau harus menyayangi dirimu sendiri."

Kae in, "Jin Ho, kau seorang yang tidak bisa menikah dengan orang yang kau cintai." bahkan jika kau tidak bisa mencintaiku sebagai wanita, jika itu denganmu, aku bersedia jalan bersamamu selamanya.

Jin Ho, "Apa kau tahu, kelakuan seperti ini yang membuatmu gampang disakiti orang. Menikahi teman gaymu itu ide buruk."
Kae in, "Meskipun aku bodoh, Jin Ho..apa kau tidak berpikir aku adalah teman terbaik di dunia..? Jadi demi kau, aku mau melakukan apapun."
Jin Ho mendesah, "Baiklah, kalau begitu..kita berhenti saja jadi teman, aku sudah lelah."

Jin Ho masuk kamar, ia berkata, "Kau seharusnya bertanya apa aku bisa mencintai wanita, gadis bodoh."
Kae in masuk kamarnya dan tanya pada boneka Jin no, "apa yang harus kulakukan?"

Young Sun menemui Do Bin, ia berterima kasih karena Do bin memberi kesempatan pada Kae in mendisain ruang untuk anak dan Young sun tanya apa Do bin ada waktu luang?
Chang Ryul menerima telp, oya, kau mau ketemu kapan? Chang Ryul mendesak Kae in untuk bertemu. Tapi tidak berhasil.

Ayah Chang Ryul mencoba menghubungi Prof Park, ia ingin bertemu bahkan menggunakan alasan perjodohan putra putri mereka. Tapi Tidak berhasil, Prof Park sibuk dan bahkan ia akan segera kembali ke Korea (bagusnya kalo ternyata Prof Park kenal ama papanya Jin ho, tapi semoga mereka kalo kenal bukan rival di masa lalu, kalo rival..bisa berabe, cape deh..)
Chang Ryul marah karena ayahnya selalu mencampuri urusannya.

Ayah Chang Ryul ingin memastikan mereka mengalahkan Jin Ho dan ayah Kae in adalah kuncinya. Chang Ryul tidak mengerti, bukankah mereka bisa saja mengajukan design yang lebih bagus dan memenangkan kontrak dengan adil. Ayah Chang Ryul berkata, mengapa harus repot2 kalo ada jalan pintas?! haiya..!!

Chang Ryul menemui Kae in lagi di musium, ia mengerti Kae in-Jin ho hanya teman, tapi apa harus tinggal dengannya? Kae in membela Jin ho, satu2nya alasan ia bisa melalui saat2 berat dalam hidupnya adalah karena Jin ho. Kae in mengaku ia belum siap membuka hatinya, dan sekarang, temanku Jin ho lebih penting daripada Chang Ryul.(Puas!!)

Chang Ryul bertemu In Hee, apa kau benar2 yakin dengan hal ini? In Hee menjawab ya, aku yakin bisa membuat Jin Ho menjadi milikku. Chang Ryul berkata ia mencemaskan hubungan mereka, dan ia benar2 tidak ingin gagal kali ini.
Young Sun menelp. Jin Ho untuk meyakinkan bahwa Jin ho akan ada di rumah untuk makan malam. Sang Jun yang mendengarnya jadi kesal, "Unni tidak mengundangku?" Chang Ryul tiba2 telp dan ingin bertemu. Mereka bertemu di bawah jembatan (bersih euy, ngga ada PKL, dll)

Chang Ryul berkata kali ini adalah pertama kalinya ia menunggu Kae In (tipikal Korean novela hihi.aku jd pake istilahnya Maria (Maria, you have to check this series, it's hilarious, don't cry over Bidam all the time haha), cowok yg saingan berantem dulu, baru bicara heart to heart..), dan sekarang ia tahu bagaimana rasanya bagi Kae in.
Chang Ryul, "aku sudah mengadakan penyelidikan tentang dirimu, dan aku tahu kau bukan gay. Aku bisa mengatakan ini pada Kae in bahwa kau ini brengsek yang pura2 jadi gay untuk memanfaatkan Do bin, tapi aku tidak bisa melakukan itu." Kau tahu mengapa? Karena aku tidak ingin menyakitinya, dan membuatnya kehilangan teman, yang benar2 ia butuhkan saat ini.

Chang Ryul, "Pergilah, tinggalkan Sang Go Jae, saat ini juga, tinggalkan Kae in baik2."

Young Sun sudah menyiapkan makan malam istimewa di Sang Go Jae, ia ingin menjodohkan Jin Ho dengan Do Bin (aarrgh..honey, I know you're Kae in best friend, but it's already too much!). Do bin tiba, dengan bunga di tangan! Kae in kaget melihat Do Bin, dan kemudian Jin Ho masuk...

Dan..terjadilah makan malam aneh no.2! (yg no. 1, adalah makan malam Min jae, Shin Young di The Woman), Jin Ho, Kae In, Do bin merasa tidak nyaman, kemudian Young Sun pura2 mendapat telp, kalau anaknya hilang?! Dan ia menyeret Kae in pergi. Kae in polos, dan benar2 yakin kalau anak Young Sun dalam bahaya.

Saat sudah keluar, Young sun berkata itu cuma caranya agar Jin Ho bisa bersama Do Bin.

Jin Ho dan Do Bin di dalam Sang Go Jae. Keduanya jadi kaku. Do Bin sadar Jin Ho tidak tahu apa2 tentang makan malam ini dan ia merasa tidak enak. Do Bin pamit dan ia terlihat malu2, tersipu dan ah..aku jadi kasihan dengan Do Bin. (Do Bin itu benar2 baik, aduh Jin Ho ini.)
Jin Ho menunggu Kae in di rumah, dan Kae in pulang. Jin Ho hampir menangis, "Kau bilang kau bahkan mau menikah denganku, tapi kukira kau jadi ketakutan? Apa kau pikir hidupmu hanya lelucon? apa kau pikir kau bisa memecahkan masalah dengan menjodohkanku dengan Choi Do Bin?" (Oh Korean Novela missunderstanding..I love it haha)

Kae in mencoba menjelaskan bukan seperti itu, tapi tidak ada gunanya.
Jin Ho berkata ia akan mengeluarkan barang2nya akhir minggu ini, dan ia akan pergi sekarang. Jin Ho pergi.

Di kantor, Sang Jun bingung melihat Jin Ho, kau sudah menginap di sini 2 malam, dan tidak makan apa2, apa sebenarnya yang terjadi? Jin Ho memikirkan lagi peringatan Chang Ryul, dan ia berkata, "Apa kau puas? Meninggalkannya bukan sebagai teman?"
In Hee datang ke kantor Jin Ho, mengundangnya ke pertunjukan musik. In hee menambahkan, Chang Ryul dan Kae in juga akan datang, Jin Ho, "Itu tidak ada hubungannya denganku." In hee, "Sepertinya KAe in akan kembali pada Chang Ryul. Bukankah sebagai teman, Jin Ho seharusnya menunjukkan pada Kae in bahwa Jin Ho baik2 saja dengan datang ke konser dengan In hee?"

Akhirnya, ke-4nya bertemu di gedung pertunjukan. (klise..) Ini semua sudah direncanakan oleh Chang Ryul dan In hee, bahkan tempat duduk mereka pun berdekatan.
Selama pertunjukan musik, In hee melancarkan serangan, ia berbisik ke telinga Jin Ho, menggenggam tangan Jin Ho agar Kae in melihat (huh..kekanak-kanakan!), Jin ho diam saja dan membiarkan semuanya.

Kae in akhirnya tidak tahan lagi dan keluar dari gedung pertunjukan. Chang Ryul mengikutinya. Jin Ho menyusul mereka, In hee mengikuti Jin Ho.
KAe in berkata pada Chang Ryul : "Aku tidak bisa melakukan ini lagi. Aku sebenarnya ingin balas dendam. Karena kau sudah meninggalkanku, aku juga ingin melakukan hal yang sama padamu. Tapi aku..tidak akan melakukannya. Aku tidak bisa melakukannya lagi."

Ini adalah hal yang ingin di dengar Jin Ho selama ini. Chang Ryul berkata, "It's ok, kita bisa mulai lagi dari awal, tidak peduli bagaimana mulainya."
Kae In, "Kau tidak bisa mengubahku. Kau tidak tahu..pada siapa..hatiku sudah pergi."

Jin Ho mendengar ini dan berjalan maju mendekati mereka, menarik tangan Kae in dan memutar Kae in menghadap dirinya, Jin Ho berkata dengan penuh arti, "Game Over."
Dan kemudian?...scene yang ditunggu...Kiss scene! Jin Ho mencium Kae In, ciuman dengan nama :tidak ada orang lain di sini hanya kau dan aku haha..(kamera diputar 360 derajat, breath Jin ho, breath...)

Chang Ryul dan In hee hanya bisa melihat dengan terbelalak.(oya, LMH improve, lebih bgs dr yg di BOF ^_^)

Personal Taste 9
Personal Taste 8
Personal Taste 7
Personal Taste 6
Personal Taste 5
Personal Taste 4
Personal Taste 3
Personal Taste 2
Personal Taste 1
Syukuran Personal Taste
Personal Taste Novel