Thursday, July 29, 2010

Drama Musikal Rock of Ages - Ahn Jae Wook


Ahn Jae Wook mengadakan pertunjukan musikal lagi, dengan judul "Rock of Ages" bersama SHINee's Onew, TRAX's Jay, CSJH's Dana, Sunday dan lain-lain.

Pertunjukan ini akan berlangsung tanggal : 15 September s/d 30 Oktober 2010

Tempat : Woori Financial Art Hall di dalam Seoul Olympic Park

Tiket Price :

VIP : 120,000 Won
R : 100,000 Won
S : 80,000 Won
A : 60,000 Won
B : 40,000 Won

Kira-kira yang paling murah itu sekitar Rp 400 ribu ya. Tapi kayanya yang paling seru, soalnya biasanya yang murah ini yang berdiri kan, jadi puas jingkrak-jingkrak.

Ceritanya : Tentang seorang gadis dari kota kecil yang bertemu rocker dari kota besar.

Website aslinya : rockofages.co.kr

Wah, Ahn Jae Wook sibuk sekali ya pertengahan tahun ini, sukses deh..:)

Source : allkpop

Prosesi Penobatan Dong Yi

Dong Yi dinobatkan sebagai selir


Wow....Dong Yi..

Source : koreandiorama.wordpress.com

Wednesday, July 28, 2010

Bad Guy episode 12

Jae In mengingat saat bertemu Gun Wook pertama kali di taman dan ketika mereka berfoto bersama. Pandangan Jae In jatuh ke foto mereka di meja Gun Wook dan ia menoleh ke arah tempat tidur dimana Gun Wook tertidur karena kelelahan. Jae In menghela nafas dan berkata dalam hati, tidak apa-apa jika kau tidak mengatakan-nya padaku, aku percaya padamu. Bagus kalau aku yang melihatmu.

Setelah membuka sepatu Gun Wook, Jae in merebahkan diri di samping Gun Wook dan menepuk2 punggungnya, ketika sampai di bagian dekat luka Gun wook, Jae in berkata, pasti sakit sekali.

Paginya, Gun Wook bangun dan siap-siap pergi kesuatu tempat dan memandangi foto Sun Young. Ingatan-nya terbang ketika mereka kecil, waktu itu Gun Wook mengemis dan ingin membeli roti dari uang itu, tapi beberapa anak berandal merampas uang Gun Wook dan memukulinya, sampai ia terjatuh. Sun Young kecil melihat itu dan langsung lari memeluk Gun wook, jangan! jangan pukul dia, pergi kalian! Sun Young kecil melindungi Gun wook dengan tubuhnya. Ibu pengurus panti melihat mereka dan berteriak mengusir anak2 itu, lalu mendekati Gun wook, dia terkejut sekali melihat luka Gun Wook. Sun Young memohon, direktur..kita bawa saja dia ke Angel's center ya..

Gun Wook mengelus foto Sun Young dan merobeknya, membuang ke tong tempat ia membakar semua barang2 Sun Young yang selama ini disimpannya, Gun Wook membakar bundelan surat Sun Young dan terngiang kata2 Sun Young, Tae Sung-ah sekarang aku sudah keluar dari panti, aku akan menjalani duniaku sendiri..Gun Wook menahan perasaan-nya lalu pergi dari situ.

Gun Wook masuk ke rumah abu Sun Young (tempat yang seharusnya ditongkrongi oleh polisi sejak pagi kalau mo cari bukti keterlibatan Gun Wook dengan Sun Young, sigh...) Gun Wook mengetuk kaca tempat abu Sun Young disimpan dan ia akan beranjak ketika tiba2...Gun Wook mendengar suara lagu anak2 yang biasa dinyanyikan Sun Young. Mata Gun Wook berkaca-kaca dan ia pergi dari situ.

Gun Wook duduk di ayunan di taman, melihat dua anak yang sedang main pasir dan teringat ketika Sun Young membantu mencuci tangannya dan mereka bermain air. Gun Wook berkata dalam hati, Noona maafkan aku, aku tidak akan berhenti, setelah aku selesai dengan semuanya, aku akan menerima hukumanku. Kemudian Gun Wook pergi.

Detektif Gwak (akhirnya!) pergi ke rumah abu Sun Young, menelepon Detektif Lee dan berkata ia yakin Gun Wook akan kesini. Gwak masuk ke dalam tapi tidak ada siapa-siapa, tapi dia sadar Gun Wook tadi pasti kesini. Gwak berlari keluar, tidak ada siapapun tapi ia melihat asap mengepul dan ia mendekat. Ternyata bekas pembakaran barang2 Sun Young dan Gwak hanya bisa mendesah (telat Oom!).

Di kantor, Jae In dan Tae Sung bertemu, tapi ketika rekan Jae In berkata itu Tae Sung, kau tidak menyapanya? Jae in berkata tidak dan langsung masuk.

Gun Wook ada di dalam mobil bersiul-siul. Ponselnya bunyi, ternyata dari partner of crime-nya, yang berkata kalau Manager Kang sudah mentrasfer uang ke rekening alias Tae Kyun tapi atas nama istri Kang, jadi itu pasti rekening istrinya. Gun Wook tersenyum, iya seperti yang sudah diperkirakan. Aku sekarang ada di depan kantor Kang, dimana dia ya?

Rekannya menjawab, Dia ada di bandara, istrinya sudah menunggunya.
Gun wook : Anaknya juga sudah ada di luar negeri, uang sudah ditransfer, jadi dia tinggal melarikan diri saja. Telp aku kalau pesawatnya sudah berangkat ya.

Gun Wook siul-siul lagi dan melihat sebuah mobil mendekat. Ternyata Hong Tae Kyun (kalo ngetik namanya selalu aja hampir salah dengan Hwang Tae Kyung haha) Tae Kyun keluar dan marah2, dasar brengsek! kembalikan uangku! Apa kau tahu berapa jumlahnya!
Tae Kyun masuk (tepatnya mendobrak masuk) ke kantor Kang, panik melihat dokumen berserakan, uangku! uangku! dan ia menemukan kartu nama Shim Gun Wook diantara dokumen2 itu. Gun Wook adalah CEO Architect Company hehe keren juga kartu palsunya. (herannya diantara begitu banyak dokumen dan mungkin kartu, kenapa kartu Gun Wook yang diambil Tae Kyun...)

Gwak masuk ke kantornya dan mengeluarkan bukti, ternyata dia dapat sobekan surat Sun Young yang tertulis : Gun Wook, maaf, aku tidak sanggup tanpa Tae Sung..

Gwak memutar rekaman interogasinya dengan Gun Wook dan terpekur dengan kata-kata terakhir Gun Wook, jika kau memiliki keluarga, apa kau tidak akan melindunginya? Gwak mendesah, keluarga...

Mo Ne datang ke kantor. Tae Ra keluar dari ladies room dan Gun wook menyapanya, Executive Direktur Hong! Gun Wook mendekati Tae Ra dan tanya kau mau kemana? Gun Wook sangat santai dan akrab dengan Tae Ra. Tae Ra belum sempat menjawab ketika Putri Mo Ne datang, Gun Wook oppa, Unni..kalian bersama lagi!

Mo Ne ingin tahu sebenarnya ada apa diantara mereka berdua. Mo Ne mengulang kata2 Gun Wook, apa maksudmu dengan tergoda? Mo Ne kesal sekali, apalagi ketika melihat keduanya saling bertatapan. Gun wook lalu menarik Mo Ne kesamping dan berkata, aku merasa tergoda karena dia mengingatkanku pada seseorang yang sudah seperti kakak bagiku, orang yang paling menderita karena menahan perasaan-nya sendiri dan tidak pernah hidup untuk dirinya sendiri, dan kalau hari itu aku sudah melanggar batasku.

Mo Ne tanya balik, lalu kesalahan apa yang sudah diperbuat kakak-ku? Tae Ra mendekati keduanya, Mo Ne pulanglah. Mo Ne berkeras, aku tanya Kak Gun Wook, bukan kau! Gun wook lalu membela Tae Ra dan berkata pada Mo Ne, untuk apa kau datang ke sini, kau juga tidak percaya apa kataku. Lebih baik kau pergi saja. Gun Wook lalu berjalan pergi meninggalkan kedua kakak beradik itu.

Tae Kyun menghadap ayahnya dan dimarahi hibis-habisan oleh Tuan Hong. Kau ini tidak pernah beres dalam mengurus bisnis. Pergilah ke Amerika dan selesaikanlah studimu disana. Tae Kyun membungkuk memberi hormat dan keluar.

Tae Kyun menemui sekretaris Kim dan menunjukkan kartu nama Gun Wook, tolong periksa orang ini. Sekretaris Kim membacakartu nama itu, Shim gun Wook, dia sedikit terkejut. Apa? tanya Tae Kyun kau mengenalnya? Sekretaris itu berkata tidak (what?) dan ia mencoba menelepon no di kartu, tapi tidak diangkat. (Ini menarik, mengapa Sekretaris Kim dan juga Manager Uhm sepertinya melindungi Gun Wook, apa mereka tahu siapa dia sebenarnya? apa motifnya?)

Tae Kyun lari ke mami-nya dan berkeluh kesah. Ny. Shin tanya, memang berapa besar uangnya? Tae Kyun berkata, Omma, kau tidak perlu tahu.

Ny. Shin langsung menyalahkan suaminya, Ini bukan salahmu, tapi ayahmu. Ayahmu menguasai semuanya dan tidak memberikan kesempatan padamu, jadi kau terpaksa melakukan hal2 seperti ini. Kau tahu kan, Haeshin ini adalah milik kakek buyutmu (dari pihak Ny. Shin/Ibu), dan pewaris Haeshin adalah kau, Tae Ra dan Mo Ne. Tae Sung tidak akan pernah jadi bagian dari Hae Shin.

Tae Kyun berkata, iya aku tahu Ibu. Lalu Ny. Shin berkata bagaimana jika, ini semua hasil pekerjaan Tae Sung? Tae Kyun menggeleng, tidak, anak itu tidak punya kemampuan seperti itu. Tapi Ny. Shin berkata kau tidak bisa menilai orang hanya dari penampilannya saja. Jangan percaya pada orang yang selalu tersenyum karena ia biasanya menyembunyikan motif tertentu di baliknya.

Sementara itu di kantor Tae Sung, Gun Wook sedang memberikan laporan perkembangan proyek robot theme park, tiba2 Tae Sung tanya, apa kau juga tahu ?

Gun Wook bingung, apa?
Tae sung : Proyek Moon Jae In untuk mendekatiku, apa kau tahu itu, apa kau membantunya?
Gun Wook : Kenapa? Apa terjadi sesuatu?
Tae Sung : Kenapa kau cemas?

Tiba2 Tae Kyun menyerbu masuk, marah2 dan menuduh Tae Sung dengan membabi buta. Apa kau yang sudah membocorkan cerita itu ke media? sambil melempar koran.

Tae Sung heran dan memungut korannya, membaca, Pewaris grup H..apa itu kau? dengan nada sedikit merendahkan, dan ini memicu emosi Tae Kyun, Tae Sung cuek. Tae Kyun langsung bergerak memukul Tae sung, tapi langsung ditahan oleh Gun wook.

Tae Kyun murka, lepaskan tanganku!! lepaskan brengsek! Tapi tangan Tae Kyun bagaikan dicengkeran oleh cakar naga, semakin keras ia mencoba melepaskan, justru semakin erat Gun wook menahan-nya, Tae Kyun yang kesal menoleh ke arah Gun Wook (catatan, dia lupa lihat name-tag Gun Wook. Itu yg akan kulakukan pertama kali kalo ada anak buahku berani spt itu, siapa kau, dari bagian mana, apa mau dipecat? ya kan..ah sudahlah). Gun wook berkata, aku tidak tahu masalah apa ini tapi, masih ada karyawan yang kerja. Tae Kyun marah sekali, berani sekali kau!

Tae Sung melihat ke arah Gun wook, lepaskan dia. Gun Wook melepaskan Tae Kyun.

Tae Kyun langsung mendorong Tae Sung, aku tahu niatmu! Kau ingin menikamku dari belakang. Tae sung menyeringai, ya aku senang melakukannya..hanya sayangnya aku tidak tahu caranya. Aku ingin sekali melakukan itu padamu.

Gun Wook tertegun mendengar kata-kata Tae Sung, ia seperti merasakan sedikit empati. Apa rasanya jadi anak diluar nikah. Tae Kyun menghina Tae Sung kau ini tidak tahu keturunan siapa seperti anjing geladak. Jangan pernah memanggilku kakak lagi, mendengarmu memanggil kakak padaku, membuatku ingin muntah. Tae Kyun mendorong Tae sung sampai jatuh dan ia pergi. Tae Sung terlihat sangat terluka tapi ia keras kepala dan teriak : Hyung!

Tae Kyun yang hampir keluar, berbalik dan menoleh. Tae Kyun : hati2! Tae Kyun mendengus dan keluar. Tae Sung teriak lagi : Hyung! lalu lebih keras lagi dan akhirnya teriak sampai histeris untuk membuat kesal Tae Kyun : Hyung!!! Ketawa dan menangis bersamaan.

Tae Kyun keluar dan menenangkan staf yang kebingungan. Di dalam, Gun wook melihat ke arah Tae sung. Setelah situasi mulai tenang, Gun Wook mendekat dan mengulurkan tangan membantu Tae sung berdiri. Tae Sung bergumam dengan pedih, aku bahkan tidak bisa memanggil kakak-ku, kakak. Tae Sung minta Gun Wook jangan selalu membantunya, aku tidak boleh membiasakan diri dengan itu. Tae Sung berterima kasih dengan lemas dan jalan keluar. Gun Wook tersenyum.

Setelah Tae Sung keluar, Gun Wook duduk di meja Tae Sung, memutar robot mainan-nya : Apa yang akan terjadi jika kita bertukar tempat? Tapi sayangnya dalam hidupku tidak ada kata bagaimana jika.

Jae In keluar dari toilet dan mendapat telp dari ibunya. Ibu Jae In akan berkunjung ke Seoul dan ketika selesai, Gun Wook berjalan di dekatnya, keduanya baru akan bicara ketika tiba-tiba Mo Ne datang lagi. Gun Wook mengantar Mo Ne keluar, pulanglah Mo Ne.

Mo ne minta maaf, ia hanya merasa Gun Wook tidak banyak bicara, dan melihat Gun Wook bicara begitu banyak dengan Tae Ra membuatnya kesal, tapi kak, aku punya sesuatu untukmu dan Mo ne memberikan boneka pada Gun Wook. Boneka mirip Gun Wook (it freaking me out! the doll..like voodoo doll hiiyy..)

Mo Ne berkata kalau kakak bicara dengan boneka ini, aku tidak akan kesal, karena kakak bicara dengan diri sendiri. (weird, kebayang boneka di Friday the 13 ) Mo Ne pergi.

Gun Wook masuk ke dalam dan bertemu Tae sung. Tae Sung tanya kau dari mana? Gun Wook menunjukkan tas dan berkata tadi Mo Ne datang. Gun Wook balik tanya kau mau kemana? Tae Sung menjawab, main hoki. Dan aku (sangat ingin) berpikir scene setelah ini adalah Gun Wook+Tae Sung main hoki bersama tapi...

Detektif Gwak memanggil Tae Sung (mereka) : Tae Sung-sshi! Keduanya menoleh. Detektif Gwak memberikan bukti tulisan tangan Sun young, ia hanya ingin konfirmasi, apa benar ini tulisan tangan Choi Sun Young?

Gun Wook tercekat, Gwak mengulurkan sisa surat yang sudah terbakar itu : Maaf, aku tidak sanggup tanpa Tae Sung. Tanpa kata-kata Gun Wook! Sepertinya Gwak membakar kata Gun Wook (hei! ini melanggar hukum, memanipulasi bukti, apapun alasannya itu tidak boleh!)

Tae Sung tanya apa Gwak sudah menemukan anak yang lain itu. Gwak melihat ke arah Gun Wook, dan menjawab : Tidak. Gun Wook jelas bingung dan gugup, tidak tahu apa maksud Gwak.

Gwak juga bohong dengan berkata kami menemukan surat ini diantara barang2 Sun Young, kami tidak melihatnya, ternyata terselip diantara itu. Gun Wook tambah tidak mengerti. Gwak berkata kami memutuskan menutup kasus ini, ini murni bunuh diri, kami minta maaf. Tae sung mengerti dan pergi dengan membawa sobekan surat Sun young (hei! barang bukti tidak boleh dibawa ke mana-mana, itu berguna untuk proses di pengadilan, arrgh)

Setelah Tae Sung pergi, Gwak berkata pada Gun Wook : Shim Gun Wook-sshi, apa kau tahu restoran yang enak di sini? aku lapar. Gwak melangkah pergi.

Tae Sung duduk di bangku jalan dan memandangi robekan kertas itu lalu dia pergi ke tempat dimana biasa menurunkan Jae In. Kebetulan saat itu, Jae In, Won in lewat bersama ibunya yang datang dari kampung. Tae sung langsung mendekati dan ingin mengantar Jae in pulang. Tentu saja Jae in menolak, tapi ibunya langsung ngiler melihat mobil Tae Kyung, wah ini mobil luar negeri dan langsung masuk.

Membuat Jae in menahan malu tapi tidak berdaya. Tae Sung dengan geli berkata ayo, aku antar dengan mobil luar negeri.

Gun Wook mengajak Gwak ke restoran yang untuk beberapa saat dikelola oleh Kak Jang. Mereka duduk di dekat jendela. Gwak berkata, aku punya anak perempuan yang usianya hanya 2 tahun lebih muda dari Sun Young. Dan melihat foto Sun young mengingatkanku padanya. Choi Tae Sung, aku bisa mendengar suara Sun young ketika di TKP. Tolong aku! Tapi sebenarnya bukan menolong Sun Young tapi permintaan Sun Young pada Gwak untuk menolong Gun Wook, Sun Young berkata: Tolong adik laki-laki-ku, anak yang bernama Tae sung...(wah mulai dunia roh ini...)

Gwak berkata selama 20 tahun jadi polisi, aku tahu kalau kemarahan, kemurkaan bisa membuat seseorang melakukan tindakan jahat. Yang paling kuinginkan adalah aku bisa mencegah pelaku kejahatan sebelum ia mulai melakukan kejahatan-nya. (What? Minority Report case?) tapi aku hanya bisa menangkap mereka setelah kejahatan terjadi, dan itu membuat Gwak menyesal.

Gun Wook tersenyum dan menoleh ke arah teman2 stunman-nya yang sedang bercanda, sambil mengurut Kak Jang yang kelelahan karena memasak. Gun wook berkata aku juga ingin tertawa seperti mereka, tanpa beban, suatu hari..aku juga akan bisa seperti mereka, iya kan?

Tae Sung akhirnya main ke rumah Jae In. Ibu Jae In memasak kuah dan mencicipinya langsung dari mangkuknya! dan menyajikan mangkuk itu ke Tae sung! (Good Lord..sigh) Jae In malu sekali selama makan siang karena tingkah laku ibunya yang kampungan sekali. Ibu Jae in jelas terlihat ngiler saat tahu Tae sung orang kaya, dan apalagi ketika ia tanya orang tuamu pemilik perusahaan apa? Apa aku tahu?

Jae in menghentikan ibunya, ibu sudahlah. Tapi Tae sung menjawab, Haeshin! Ibu Jae in langsung panik dan tanya ke Won In apa dia tidak salah dengar? Won In menggeleng. Ibu mereka langsung melompat dan jalan gelisah di sekitar meja, oh kau mau makan apa? aku bisa memasaknya, aku punya daging babi, apa kau mau aku menumisnya? Hahaha..kebayang bagaimana malunya Jae In, pasti rasanya ingin ditelan bumi saja.

Jae in berkata antara dirinya dan Tae Sung tidak ada apa-apa. Ibunya memarahinya, sst!sst!diam! Tae sung melihat Jae in dengan pandangan polos, apa kita benar2 tidak ada apa-apa?

Tae sung kelihatan sekali sangat menikmati ini, hidupnya sangat sepi tanpa kasih ibu dan sekarang ada ibu dan "keluarga" yang memperhatikannya. Won In dengan mengejutkan berkata hei bukankah aku kesayangan keluarga ini? aku yang akan melanjutkan sekolah, mengapa semua diberikan padanya? Won In cemburu karena ibunya memberikan semua makanan yang enak pada Tae sung. Tae sung dengan ramah membagi makanan-nya untuk Won In. Oh I have to admit it's cute haha Won In oppa punya saingan.

Gun wook juga mau menelepon Jae in tapi tidak jadi. Lalu dia jalan ke rumah Jae in, tepat saat melihat Jae in mengantar Tae Sung. Sebelumnya Jae In mendapat telp dari Gwak yang mengatakan kalau Sun Young memang bunuh diri. Jae in tanya lalu bagaimana dengan orang yang ia lihat itu? Gwak menjawab tidak ada hubungannya, Jae in kelihatan sekali lega.

Jae in lalu berkata pada Tae sung kalau Tae Sung pasti menderita sekali karena kematian Sun young. Tae sung harus berhenti menyalahkan diri sendiri. Tae Sung heran apa Jae in mengenal Sun young? Jae in menjawab tidak, hanya ia tahu Tae sung terluka karena dia (hei ada yang sangat amat terluka lo..di belakang) dan benar saja, GuN Wook murka, tutup mulutmu! Gun Wook membentak Tae Sung. Sepertinya Gun Wook lepas kontrol, karena emosi.

Gun Wook jalan melewati Jae in dan menunjuk ke arah Tae Sung, kau menerima surat bunuh diri itu dan kau datang ke tempat ini?
Tae Sung bingung minta ampun, apa katamu?
Gun Wook yang masih tidak terkendali, dan berkata apa kau lupa yang sudah kau lakukan?
Tae Sung : Apa yang kau tahu?
Gun Wook : Karena kau..seorang wanita mati. Apa kau sudah lupa? Apa berikutnya Moon Jae in?

Tae sung memukul Gun Wook. Gun Wook membalasnya. Jae In memisah keduanya, Shim Gun Wook! Apa ini kau? apa kau kira kalau tidak ada bekasnya maka tidak ada luka? Lihatlah Tae sung, lihat perasaan terlukanya, lihat semua pemberontakan dan kekacauan hidupnya! Gun Wook tidak mendengar Jae in, bisa dikatakan Gun Wook cemburu karena Jae in membela Tae sung.

Jae in berkeras agar Gun Wook minta maaf pada Tae sung. Kau tidak tahu perasaan Tae sung. Jangan pernah melakukan itu lagi pada Tae sung.

Tae Sung berkata, aku juga tidak seratus persen benar. Tae Sung pergi dan Jae In mengantarnya. Gun Wook melihat itu dengan pahit. Tae sung mengucapkan terima kasih, baik karena memihaknya dan juga makan siangnya.

Setelah Tae sung pergi, Jae In jalan melewati Gun Wook tanpa berkata apa-apa. Gun Wook berbalik dan lari kencang. Di jembatan dia berhenti dan teriak!! Wow...Kim Nam Gil's emotional acts is really...wow..speechless

Tae Ra di rumah dan menerima telp dari ibunya, iya aku akan mengatakannya. Suaminya masuk kamar, aku pulang. Tae Ra berkata, ayahku setuju invest di perusahaan ayahmu. Jaksa Park terhenti sebentar. Tae Ra melanjutkan, itu sebagai balas jasa kau mengurus urusan Tae Kyun. Tae Ra menyindir bukankah demikian? kita selalu begitu, melakukan sesuatu dengan balasan. Jaksa Park kesal, apa aku tidak berhak menerimanya? setelah mengurus semua masalah Haeshin yang merepotkan itu.

Tae Ra berkata hubungan kita juga seperti itu, saling memberi dan menerima. Aku tahu kau sudah punya kekasih sebelum kau menikah denganku. Suaminya marah dan pergi keluar.

Malamnya, Gun Wook mimpi buruk, Gun Wook kecil tidur dan seorang wanita mencoba mencekiknya, Gun Wook sesak, dia mencengkeram tempat tidur dan berusaha melepaskan diri, Gun Wook menendang-nendang, sampai akhirnya Gun wook bangun dengan mandi keringat.

Gun Wook terhuyung ke dapur untuk minum, dia benar2 shock.

Sementara itu, di tempat lain, Ny. Shin tanya pada sekretaris Kim, apa kau melihat sendiri mayat anak itu? Sekretaris Kim berkata tidak, ia mendapat laporan saja. Ny. Shin berkata mungkin anak itu masih hidup, apa yang akan ia lakukan pada keluarga ini. Sekretaris Kim menenangkan-nya. Tidak akan terjadi apa-apa, itu cuma kesalahan.

Paginya, Tae Kyun berangkat ke Amerika. Tae Kyun memeluk ibunya yang terisak atas kepergiannya. Ayahnya melambai dan pergilah Tae Kyun...

Jae in masuk kantor sambil minum jus, melewati tempat dimana Gun Wook tidur beberapa saat lalu, Jae in duduk di tempat itu dan bersandar di dinding. Gun Wook lewat, membungkuk melihat Jae in dan langsung mengambil jus yang ada di tangan Jae in dan bersandar pada lengan Jae in.

Jae In melihat Gun Wook minum jusnya dan komplain, aku suka jus tomat. Gun Wook : Ah sayang sekali, aku menghabiskannya, lalu minum jus itu sampai habis.

Jae in minta maaf karena kejadian kemarin. Gun Wook tidak menganggapnya, sudahlah. Jae in berkata kalau Gwak meneleponnya dan mengatakan kalau Gun Wook tidak ada hubungan dengan mantan pacar Tae sung dan itu membuatnya lega.

Gun wook tiba-tiba tanya, Jae in-ah, kita ini sebenarnya apa? Pertanyaan itu sesaat membuat Jae in tertegun dan keduanya juga merenung, lalu Jae in tanya, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Mo Ne? Gun Wook membalas, lalu bagaimana dengan Tae Sung? Gun Wook bangun karena ada telp dan jalan pergi. Oh..dua orang ini...

Jae in memandang Gun Wook jalan dan ia berkata, hhmm dia tinggi ..tapi kepalanya kecil kalau dibandingkan dengan badannya. Gun Wook semakin menjauh..Jae in berkata, bahunya lebar juga...bayangan tubuhnya dari belakang benar-benar menawan. Gun wook-ah, sebenarnya kita ini apa?

Gun Wook bertemu dengan partner-of-crime-nya, Gun Wook ingin tahu siapa yang mengunjungi makam orang tuanya di Mi Rang, dia datang setahun satu atau dua kali. Tolong kau periksa. Gun wook juga mendapat laporan kalau Tae Kyun sudah sampai di US dan Gun wook berkata kalau transaksi di Amerika juga tidak akan berhasil.

Rekan Gun Wook berkata, Tae Kyun sudah disingkirkan dan Mo Ne akan pergi ke luar negeri, sekarang tinggal Tae Ra, sekarang waktunya Tae Ra dan Tae Sung untuk mulai bertempur. Gun wook tersenyum dan berkata : Tae Ra...

Tae Ra berlatih anggar dan ia tidak konsentrasi. Pelatihnya dengan mudah mengalahkannya. Tae Ra berkata kita latihan lagi lain kali dan pergi. Tae Ra jalan di parkiran, tiba2 seseorang menariknya. Ternyata Gun Wook! Tae Ra kaget, bagaimana kau tahu tempat ini? Oh yeah...Gun wook mengajak Tae Ra makan. Tiba-tiba ada mobil mendekat, Jaksa Park! Tae Ra langsung melepaskan tangan Gun Wook.

Jaksa Park juga mengajak Tae Ra makan. Jaksa Park heran siapa Gun Wook? Tae Ra berkata, dia pacar Mo Ne. Oh kata Jaksa Park, dan langsung mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Gun Wook. Tapi..katanya lagi, mengapa kau ada di sini? Tae Ra langsung menjawab, aku ingin mengajaknya bicara tentang Mo Ne. Jaksa Park lalu berkata kalau begitu, kita bertiga makan bersama saja. Oh that's a bad idea!

Tae Ra menolak, dia akan pergi. Park mendesak. Gun Wook mengerti situasi dan bersikap akan segera pergi. Tiba2 ponsel Tae Ra bunyi, ya ..apa??

Tae Ra terperanjat dan shock! Tae Ra terhuyung hampir jatuh. Gun Wook dengan reflek menahan tubuh Tae Ra, jelas ada chemistry diantara mereka dan Tuan Jaksa Park bukannya buta, ia juga menyadarinya...Ada apa? tanya Gun wook, Tae Ra terbata, mereka bilang..Tae Kyun..meninggal..

Gun Wook terperanjat. Dia mungkin tidak menyangka akan sejauh itu. (and I'm shock too..)

Di pemakaman Tae Kyun...

Hujan membasahi bumi, menambah sedih suasana, peti Tae Kyun diturunkan perlahan di liang lahat disertai Mo Ne dan Ny. Shin yang menangis meraung-raung, Tae Ra, Jaksa Park, Tae Sung juga hadir. So Dam menangis. Tuan Hong tampak sangat terpukul. Keluarga bergiliran menyekopkan tanah, kemudian melemparkan bunga krisan putih.

Beberapa puluh meter dari situ, Gun Wook bersama rekannya duduk di mobil mengamati pemakaman itu. Sepertinya Tae Kyun meninggal kecelakaan mobil, ia menyetir sambil mabuk tapi teman wanitanya selamat. Gun Wook berkata, segala sesuatu kadang tidak berjalan sesuai rencana.

Rekannya tanya, apa kau berharap ia mati? Gun Wook menjawab, ketika ia masih muda dia ingin mereka mati semua sekaligus, waktu itu hatiku setajam pedang, tapi sekarang kebencian itu sudah hilang, sekarang aku tinggal berdiri dan melihat mereka menderita.

Setelah pemakaman usai, Gun Wook keluar dari mobil, sendirian, membawa bunga krisan (kupikir akan diletakkan di makam Tae Kyun), mencium bunga itu, dan menjatuhkannya ke tanah.

Di rumah keluarga Hong, terdengar suara-suara masa bahagia keluarga itu, Suara Tae Kyun yang memberi semangat So Dam, ayo..beri sambutan untuk putri kesayangan kita..So Dam yang akan membacakan cerita. Kemudian suara lucu So Dam mulai membaca: Di pagi yang indah...suara keluarga Hong menyahut: Ya....

Manager Uhm menghela nafas mengingat itu semua dan berjalan di ruang keluarga yang sunyi, duduk di kursi memandang foto keluarga itu dengan sedih.

Malamnya, Gun Wook membakar semua file tentang Tae Kyun, di dinding-nya tertulis, Hong Tae Kyun 1976 - ?

Telepon berdering yang seperti biasa, diabaikan Gun Wook. Rekannya berkata, semua saham Tae Kyun dialihkan ke yayasan dan pemiliknya adalah Tae Ra, sekarang dia akan segera menjadi wakil President (no. 2 di Haeshin). Gun Wook mulai merancang rencana lagi.

Di kantor DIDIN art, rekan Jae In berkata dia harus mengantar surat2 ke rumah keluarga Hong. Tampaknya surat ucapan bela sungkawa dari kolega Ny. Shin. Jae in berkata aku saja yang mengantarnya dan memberikan pada manager Uhm. Rekannya mengerti, kau cemas dengan Tae sung ya, ya sudah pergi sana.

Suasana sehabis berkabung di rumah keluarga Hong...

Tuan Hong duduk terpekur di kursi utama sambil memegang cangkir, dia tiba-tiba terlihat sangat tua..Tae Sung duduk di dekatnya, Gun Wook dan Sekretaris Kim berdiri di sebelah luar. Tuan Hong memberi nasihat, kalau mulai sekarang Tae Sung harus berhenti main2 dan mulai bertanggung jawab. Kau harus menggantikan posisi kakak tertuamu yang kosong. Tae Ra datang dan duduk di dekat mereka.

Tuan Hong tanya, bagaimana ibumu? Tae Ra menjawab ibu berbaring, dan Mo Ne menungguinya, aku berharap ibu bisa tidur sebentar. Tiba-tiba Ny. Shin keluar dan murka. Apa? dia tidak akan pernah bisa masuk ke Haeshin! Ini semua karena salahmu kata Ny. Shin menyalahkan Tuan Hong. Kalau kau tidak mengirimnya ke Amerika, dia tidak mungkin meninggal!

Tuan Hong menjawab, tapi kalau disini, dia akan masuk penjara. Ny. Shin teriak, itu lebih baik, jauh lebih baik, puluhan bahkan ribuan kali lebih baik daripada meninggal!

Ny. Shin teriak-teriak dan menyalahkan Tae Sung, ini semua karena kau! Kenapa aku harus jadi ibumu! Kau ini bagai ular! Kau bahkan tidak menangis sedikitpun karena kakakmu meninggal, apa kau senang kakakmu sudah meninggal? Sejak kau pulang dari Jepang semua kacau. Kau dan orang bernama Shim Gun Wook yang kau bawa, membuat mo Ne kacau. Dengan wajah serakahmu, kau jelas punya niat jahat.

Tae Sung mencoba menenangkan Ny. Shin dengan memanggil, ibu..tapi itu semakin membuat Ny. Shin murka dan teriak2 histeris dan jatuh pingsan, Mo Ne dan Tae Ra juga Sekretaris Kim langsung menolongnya dan membawa Ny. besar Shin masuk ke kamarnya.

Meninggalkan, Tuan Hong dan kedua "putranya", dia berkata pada Tae sung, jangan diambil hati, dia seorang ibu yang baru saja menguburkan anaknya, jadi dia tidak berkata dengan pikiran-nya. Tae Ra masuk dan kembali duduk bersama mereka, Ibu tertidur kata Tae Ra. Tuan Hong mengangguk. Lalu dia tanya pada Tae Sung, apa kau tahu masalah skandal Anti Bio itu?

Tae Sung : Ayah, kau tahu, aku tidak tertarik dengan perusahaan, aku tidak tahu masalah itu.
Tuan Hong : Hmm aku mengerti. Sekretaris Kim!

Sekretaris Kim datang dan menghadap, iya Tuan. Tuan Hong berkata, selidiki masalah ini, cari siapa dalangnya dan aku tidak akan melepaskannya. Aku akan membuatnya merasakan penderitaan kita.

Sekretaris Kim mengerti. Tuan Hong lalu bangkit tapi mendadak ia terkena sakit kepala, Tae sung, Tae Ra dan Sekretaris Kim langsung menolongnya. Gun Wook, yang selama ini berdiri tanpa gerak di bagian luar ruangan bereaksi melihat Tuan Hong seperti itu. (interesting..) Tuan hong berkata, aku tidak apa-apa, dan ia masuk ke dalam diantar Tuan Kim.

Tae Sung keluar, Tae ra mengikutinya. Tinggal Gun Wook seorang diri, ia menghela nafas dan ikut keluar.

Tae Ra menyusul Tae sung, Tae sung-ah, jangan pergi, tinggal-lah disini dan menemani ayah dan ibu. Tae Sung menjawab, kalau aku disini, ibu akan semakin kesal.

Tae sung heran, aku memang tidak pernah merasa kalau Tae Kyun itu kakak-ku, tidak pernah dekat dengannya, tapi kau, kenapa kau tidak menangis dan terlihat sangat terkontrol? Tae ra menjawab, ini karena aku harus memikirkan Haeshin, kalau aku goyah, Haeshin juga bisa goyah. Tae Sung tersenyum tipis dan pergi.

Tae Ra menoleh ke belakang dan melihat Gun Wook. Tae Ra berbalik dan jalan menjauh.

Tae Sung masuk mobil dan pergi, berpapasan dengan taksi Jae In. Jae In masuk ke dalam halaman keluarga Hong yang sunyi.

Tae Ra ternyata masuk ke gudang, duduk di tangga dan menangis, dia menumpahkan semua kesedihannya di dalam kesendirian. Gun Wook melihatnya dan menyusul masuk ke dalam gudang. Berlutut di depan Tae Ra. Tae Ra menahan tangisnya dan akan pergi.

Gun Wook berdiri dan berkata jangan pergi sambil menahan tangan Tae Ra. Gun wook berkata, kau bisa menangis di depanku, dan nanti kalau kau keluar dari sini, kau adalah Tae Ra yang tangguh dan tenang.

Gun Wook memeluk Tae Ra dengan erat. Tae Ra akhirnya menumpahkan semua tangisnya di bahu Gun Wook, Gun Wook menenangkan Tae Ra.

Jae In menemui Manager Uhm dan memberikan surat2 itu. Manager Uhm tampak lelah dan sedih dan mengucapkan terima kasih lalu masuk lagi ke dalam rumah. Jae in akan pulang dan heran dimana Tae Sung lalu mulai jalan di sekitar halaman.

Tae Ra mulai tenang dan Gun wook membelainya. Gun Wook seperti beranjak akan keluar. Tae Ra menahan-nya, tetaplah di sisiku. Gun Wook membelai wajah Tae Ra dan mencium keningnya, pipinya, dan ...bibirnya. Mereka berciuman hangat.

Jae In sampai di dekat gudang dan melihat pintu gudang yang terbuka sedikit dan ia memilih untuk melihat ke dalam. Jae in mendekat dan tercekat dengan pemandangan yang ada di depannya...sepasang pria dan wanita sedang berciuman hangat, Jae in sadar itu Tae Ra tapi satunya...karena wajahnya tidak terlihat tapi Jae in hampir yakin itu Gun wook.

Jae In ingin beranjak ketika tiba2 suara Mo Ne : Unni...Mungkin Manager Uhm berkata kalau Jae in datang atau memang kebetulan. Jae in panik dan tidak tahu harus bagaimana.

Mo ne mendekat dan melihat ke dalam gudang, pandangan-nya kosong melihat kedua orang di dalam gudang dan berseru..Unni...

Ini membuat Tae Ra dan Gun Wook terperanjat dan berpaling ke arah mereka. Ini ...benar2 diluar skenario Gun Wook!


Comments :

1. Haeshin, ternyata milik keluarga Ny. Shin, jadi pantas kalau dia bersikap seperti itu. Tuan Hong itu dulu mungkin mirip Gun Wook, karyawan yang berbakat dan membuat senang pemiliknya dan akhirnya memutuskan untuk mengangkatnya jadi menantu, mungkin.

Ny. Shin pasti kesal sekali, sudah bagus dapat pewaris Haeshin, sudah punya anak, eh..justru punya affair dengan wanita lain atau..dengan pacar sebelumnya.

Ada satu kisah nyata, aku pernah mendengar ini dari seorang kakek usianya sekarang mungkin sekitar 80-an tahun lebih. Dulu, waktu ia masih muda, ia sudah punya istri dan anak, tapi karena ia sangat berbakat, bossnya ingin menjodohkan dia dengan putrinya. Untungnya kakek ini iman-nya masih kuat dan menolaknya. Tapi bossnya tetap sayang dengan-nya dan menganggap dia anak.

Mungkin Tuan Hong juga mirip2 seperti itu, jadi bisa dibayangkan perasaan Ny. Shin yang kesal setengah mati dengan suaminya. Bagi Ny. Shin, hanya anak-anak yang ia lahirkan saja yang berhak atas Haeshin, anak wanita lain, meskipun memiliki darah Tuan Hong tidak berhak menginjakkan kaki-nya ke Haeshin. As a woman, I can understand her perfectly.

2. Yang berusaha mencekik Gun wook kecil pasti Ny. Shin. Herannya, mengapa Tae Sung tidak coba dibunuh juga?


Preview Ep 13,


Jae in mendengar Mo Ne yang marah pada Gun Wook.

Mo Ne berteriak pada kakaknya, kau yang selalu terlihat terhormat dan sopan, mengapa kau melakukan itu??
Tae Ra : Hatiku..punya kehendaknya sendiri.

Tae Ra dan Gun Wook bertemu lagi dan saling menggenggam tangan.

Gun Wook membakar file Mo Ne.

Gun Wook dan Tae Ra bermesraan lagi dan kali ini Ny. Shin yang melihat keduanya.

Ny. Shin dan Gun Wook berhadapan, kau! jangan pernah meremehkan Haeshin! Ny. Shin marah dan menyiram air ke wajah Gun Wook.

Gun Wook hanya tersenyum tipis.

Jae in : kumohon..jangan biarkan orang yang kusukai menjadi jahat..

Jae In menangis dan berkata pada Gun Wook, apa kau mau memelukku? Atau aku harus memelukmu? Gun Wook terlihat bergumul dengan perasaan-nya sendiri.

Jae in masuk ke ruang rahasia di apartemen Gun Wook dan terpana dengan semua file di dinding.
Gun Wook berkata pada Jae In : kalau perlu..aku juga bisa menggunakanmu, dan menyingkirkanmu begitu saja.....

Bad Guy 11
Bad Guy 10
Bad Guy 9
Bad Guy 8
Bad Guy 7
Bad Guy 6
Bad Guy 5
Bad Guy 4
Bad Guy 3
Bad Guy 2
Bad Guy 1

Tuesday, July 27, 2010

Dong Yi episode 35

Dong Yi 35

Dong Yi gugup dan Seo Yong Gi menatap-nya tajam, bicaralah..apa kau adalah anak yang aku cari..apa kau benar-benar anak itu Dong Yi?

Dong Yi : Yeong Gam..
Seo Yong Gi : Apa kau benar2 dia?

Dong Yi : Ya, anda benar aku adalah orang yang sudah lama anda cari, anak perempuan pemimpin Geumgae, Choi .. Dong Yi, inilah nama saya.

Seol Hee dan Cha Cheon Soo tiba di tujuan mereka, Seol Hee hampir jatuh, Cha Cheon Soo menahannya, kau tidak apa-apa? Seol Hee tidak apa-apa dan menunjukkan sebuah kuil. Itu adalah kuil dimana pemilik Seong Cheon tempat aku pernah kerja menyepi.

Cha Cheon Soo ragu apakah dia masih menyimpan catatan 12 tahun yang lalu. Seol Hee berkata itu yang kita harapkan. Seol Hee masuk dan menemui pemilik Gibang tempat dia pernah kerja yang sekarang jadi biarawati di kuil. Biarawati itu terharu melihat Seol Hee.

Di Bo Yeong Dang, Dong Yi berkata pada Seo Yong Gi bahwa hari seperti ini akan tiba cepat atau lambat. Dong Yi mengaku ketika bertemu Seo Yong Gi pertama kali, ia berbohong tentang identitasnya, ini bukan untuk keselamatan-nya sendiri tapi demi mencari kebenaran, sejak 12 tahun yang lalu, ketika pertama kali masuk ke istana, Dong yi selalu tahu kalau hari ini akan datang, tapi dia tidak pernah mengira akan sampai pada status seperti ini, dan menjadi sampai sekarang ini.

Dong Yi : Yang sebenarnya adalah aku sudah melukai kepercayaan yang Tuan berikan dan pada akhirnya akan mencelakai Baginda.
Seo Yong Gi : Saya setuju, saya sangat mempercayai Anda. Bukan, apa perasaan saya tidak terlalu berarti, tapi bagaimana dengan kepercayaan Baginda. Bukan orang lain, tapi Raja sendiri, dibanding semua orang yang sangat mempercayai Anda. Sama seperti saya dan Choi Hyo Won di masa lalu, seperti saya mempercayai diri saya sendiri, sebesar itu saya percaya pada Anda, apa Anda tahu itu?

Dong yi mengangguk dan air matanya mengalir deras.

Seo Yong Gi kembali dan memerintah Hwang Jung Gu dan Han Jang Bu, pergi ke kantor polisi dan ambil semua catatan mengenai Geumgae segera dan bawa ke depanku. Han Jang Bu heran, mengapa tiba2 mengenai geumgae lagi. Seo Yong Gi berkata lakukan saja perintahku. Kedua staf Seo Yong Gi sadar, bossnya sedang bad-mood.

Seo Yong Gi ingat tentang Dong Yi demikian pula sebaliknya. Dong Yi ingat Seo Yong Gi berkata meskipun masalah ini beresiko tapi Seo Yong Gi akan mampu menyembunyikan-nya dari Sukjong.

Dong Yi mohon agar Seo Yong Gi mengijinkan-nya mengatakan sebenarnya pada Sukjong dari mulutnya sendiri. Dan apa itu akan membuat Anda merasa lebih ringan? tanya Seo Yong Gi, tapi bagaimana perasaan Baginda kalau kebenarannya didengarnya dari mulut Anda sendiri, apa Anda pernah memikirkan apa akibatnya. Dong yi terisak sendirian mengingat itu dan memanggil, Yang Mulia.

Sukjong merenung di ruang kerjanya. Kasim Han masuk dan mengingatkan ini sudah tengah malam, Yang Mulia. Sukjong tahu, waktu berlalu sangat cepat. Kasim Han tanya apa Anda ingin pergi ke kediaman Cheon Sang gung? Sukjong berkata dia tidak akan kesana malam ini, karena tampaknya kehadirannya juga tidak bisa menghibur Dong Yi justru semakin menambah beban-nya saja. Aku akan sangat senang kalau Seo Yong Gi datang dengan berita.

Kasim Han menenangkan, tidak akan ada masalah mengenai Cheon Sang Gung. Di negara ini, semua penduduk miskin pasti punya masalah, Yang Mulia. Sukjong setuju dan ia membenarkan itu. Rakyat miskin/Cheonmin selalu mengalami kesulitan.

Yoo Sang Gung menghadap Ratu Jang. Saat itu Oh Tae Seok juga sedang menemui Ratu. Yoo Sang Gung lapor tidak ditemukan apa-apa tentang latar belakang Dong Yi sebelum masuk ke istana. Oh Tae Seok berkata ini adalah kuncinya. Sekarang kita bisa menekan Dong yi.

Ratu Jang merasa belum tentu, itu belum cukup untuk membuat kepercayaan Sukjong pada Dong Yi tergoncang. Yoo Sang gung berkata kita belum bisa menemukan apapun tentang latar belakang Dong Yi, lalu apa yang bisa kita lakukan.

Ratu Jang percaya, sekarang orang yang paling gelisah adalah Dong yi dan mereka yang berharap melindunginya. Ratu Jang minta Yoo Sang Gung mengamati gerakan mereka diam-diam. Ratu Jang berkata pada Oh Tae Seok, meskipun kau belum mengerti tapi cepat atau lambat kita pasti akan sanggup mengungkapkan identitas Dong Yi sebenarnya, orang seperti apa dia sebenarnya. Oh Tae seok mengangguk.

Jeong Sang Gung tanya pada Jung Im, apa ini semua catatan dari biro musik tentang perekrutan pelayan? Jung im membenarkan, hanya dia merasa aneh karena tidak ada catatan sebelum Dong Yi masuk istana. Jung Im merasa risau, ini akan membuat orang curiga dan ragu mengenai latar belakangnya. Jeong Sang gung ingat ketika itu Dong Yi pernah berkata kalau ia tidak pantas berada di sisi Sukjong.

Jung Im : Nyonya, apa saya boleh tanya langsung pada Cheon Sang Gung mengenai ini? Tidak perlu kata Jeong sang Gung, aku akan tanya padanya sendiri, kau hanya perlu meredakan rumor yang beredar mengenai latar belakang Dong yi. Jung Im mengerti.

Shim Yun Taek sudah jadi pejabat sekarang dan ia menemui Seo Yong gi di Nae Geum Bu. Shim yun Taek berkata kalau Jang Hee Jae sekarang sedang mencari buku militer asli itu dan kita bisa menangkap Jang Hee Jae dengan menggunakan buku militer yang asli di tangan Dong Yi. Kita bisa menggunakan itu sebagai umpan untuk melawan Jang Hee Jae. Seo Yong Gi terlihat tidak perhatian dengan kata2 Shim yun Taek.

Shim Yun Taek merasa aneh. Seo Yong Gi berkata mungkin kita akan menemui kesulitan. Shim Yun Taek tanya mengapa kita akan menghadapi kesulitan, apa ada sesuatu yang terjadi dengan Dong yi? Anda dan Dong Yi sedikit aneh.

Shim Yun Taek meninggalkan Nae geum Bu, dan ia ingat tanya pada Bong Sang gung dan juga Ae Jung, apa yang dibicarakan Seo Yong Gi dan Dong yi berdua saja kemarin. Ia ingin tahu detilnya.

Bong Sang gung berkata ia tidak mengerti pembicaraan mereka. Ae Jung menambahkan sejak di biro penyelidik internal, dia tidak pernah melihat ekspresi Dong yi sedemikian terkejut seperti itu. Ini kali pertama Dong yi terlihat seperti itu.

Hwang Jung Gu dan Han Jang Bu mengambil semua dokumen Geumgae yang berdebu dari rak di perpustakaan kepolisian. Hwang Jung gu berkata semua dokumen ini sudah menguning, mengapa sekarang tiba2 mengeluarkan dokumen Geumgae lama ini. Han jang Bu berkata Seo Yong Gi sudah mengggunakan waktu untuk menghapus ingatan-nya mengenai Geumgae, apa yang sebenarnya terjadi ini. Keduanya bingung tapi tetap mengerjakan perintah Seo Yong Gi.

Cha Cheon soo kembali ke Nae Geum Bu dan ia melihat Hwang Jung gu dan Han Jang Bu bersama tumpukan dokumen lama. Cha Cheon Soo minta maaf karena datang terlambat. Hwang Jung Gu mengeluh, dimana kau tadi, apa kau tidak melihat kita sangat sibuk tanpa dirimu. Cha Cheon Soo minta maaf dan tanya sibuk apa, apa yang sedang kalian lakukan. Bukan apa-apa kata Han Jang bu hanya mengeluarkan beberapa kasus lama sebagai referensi. Cha Cheon soo tanya, kasus lama apa?

Hwang Jung Gu : ini kasus yang benar2 lama. Keduanya lalu pergi dengan tumpukan dokumen di tangan mereka. Hwang Jung Gu menjatuhkan satu dan Cha Cheon Soo mengambilnya, ia melihat kalau itu adalah dokumen mengenai Geum Gae dan ia sangat terperanjat.

Ratu Jang mendengar laporan dari Jo Sang Gung kalau Seo Yong Gi sudah mengambil semua dokumen mengenai Geumgae dari kepolisian. Ratu Jang : Cari tahu dokumen mengenai apa itu. Jo Sang Gung keluar dan memerintah Yeong sun untuk segera memanggil Oh Tae seok ke istana. Ratu Jang di kediaman-nya dan berpikir.

Seo Yong Gi memeriksa semua dokumen lama Geumgae. Cha Cheon soo masuk menemui Seo Yong Gi, dan melihat dokumen Geumgae memenuhi meja Seo Yong gi. Seo Yong Gi tanya kemana saja kau, aku tidak melihatmu kemarin. Cha Cheon Soo menjawab ia pergi ke Seong Cheon untuk mencari informasi tentang latae belakang Dong yi.

Seo Yong Gi : Seong Cheon?
Cha Cheon Soo membenarkan, dia menemukan catatan mengenai Dong yi dan keluarganya di sana, dan memang tercatat di sana. Seo Yong Gi ragu, apa iya di Seong Cheon ada catatan tentang Dong Yi, aku benar2 terkejut. Cha Cheon Soo terkejut dengan reaksi Seo Yong Gi.
Se Yong Gi : Koroner di Hancheon, Choi Hyo Won, akan lebih cocok sebagai ayah Choi Dong yi, sepengetahuanku, dia adalah ayah Choi Dong Yi.
Cha Cheon Soo terpana, Seo Yong Gi sudah tahu kebenaran identitas Dong Yi.

Hwang Ju Shik dan Yeong Dal terkejut ketika mendengar ada pejabat ranking 5 (Sa Heon Ji Pyeong) mencari mereka, siapa dia? Ternyata Shim Yun Taek.

Shim Yun Taek melihat keduanya dan berkata kalian cocok dengan gambaran ini, yang satu tinggi seperti tiang, dan satunya lagi pendek seperti kura-kura. Shim Yun Taek berkata tidak ada waktu untuk basa-basi. Aku perlu bantuan kalian, ikut aku. Hwang Ju shik dan Yeong Dal bingung siapa Shim Yun Taek, siapa dia apa kita mengenalnya?

Shim Yun Taek berpaling, apa yang kalian lakukan? Cepat! Yeong Dal sebal, Shim yun Taek sungguh kasar, jangan tahan aku kalau aku mencekik lehernya nanti.

Cha Cheon soo heran, bagaimana Seo Yong Gi tahu masalah itu. Seo Yong Gi berkata aku mendengarnya sendiri dari Dong Yi. Aku akan menggunakan hukum yang berlaku untuk menahan Dong Yi. Aku tidak ingin mencelakaimu dan aku harap kau akan menuruti perintahku dengan tulus.

Cha Cheon soo mohon, tolong lepaskan Dong Yi, itu bukan kesalahan-nya, jangan menghukumnya, dia tidak melakukan kesalahan, jangan mencelakainya.

Cha Cheon soo terus memohon dan Seo Yong Gi mengingatkan Cha Cheon Soo, kau tahu dengan hukum negara ini, kau tahu apa alasan mengapa Dong yi menyembunyikan identitasnya sampai sekarang.

Dong yi memandangi cincin garakjinya dan berkata sendiri, aku harus menyelesaikan masalah ini, hanya aku yang bisa menyelesaikan ini. Dong yi memanggil Bong Sang Gung, dan berkata dia akan ke Daejeon menemui Sukjong. Bong Sang Gung terkejut, Dong Yi berkata jikaboleh aku ingin kesana, dan tolong persiapkan.

Seo Yong Gi berkata apa Cha Cheon soo tahu apa kepercayaan palsu itu. Itu adalah orang yang sangat kau percayai menghianatimu, apa kau tahu itu?

Seo Yong Gi : Choi Hyo Won adalah orang yang mengatakan itu padaku. Seo yong Gi keluar. Cha Cheon soo berteriak : Insiden itu bukan salah Choi Hyo Won!

Cha Cheon Soo : 12 tahun lalu, insiden itu bukan perbuatan Geumgae, tidak pembunuhan berantai di kalangan bangsawan, dan juga kematian ayah Tuan, semuanya bukan perbuatan Geumgae.
Seo Yong Gi : apa sekarang kau cari alasan.
Cha Cheon soo berkata itu bukan alasan, yang saya katakan adalah kebenaran. Mengenai kepercayaan palsu yang Tuan katakan, anda salah tentang itu. Orang yang menghianati kepercayaan Choi Hyo Won adalah Tuan sendiri.

Seo Yong Gi terkejut dan berkata aku ingin mempercayai Choi Hyo Won, apapun yang ia katakan aku akan mempercayainya, tapi ia tidak mengatakan apapun untuk membela diri. Cha Cheon Soo berkata Choi Hyo Won melakukan itu karena ia ingin melindungi Seo Yong Gi, agar Seo Yong Gi berhenti mengungkap kasus Geumgae, dengan cara itu, Choi Hyo Won bisa melindungi Seo Yong Gi.

Cha Cheon Soo : Ini adalah kepercayaan yang diberikan Choi Hyo Won pada Tuan. Choi Hyo Won percaya dan tahu, ia mengambil semua kesalahan dan juga tuduhan sebagai pembunuh ayah Tuan.

Seo yong gi termangu. Cha Cheon soo jalan keluar dan menggenggam pedangnya dengan erat. Seo yong gi ingat tanya pada Choi Hyo Won, apa kau yang membunuh ayahku tapi Choi Hyo Won tidak menjawabnya, dia hanya sedih karena Seo yong gi tidak percaya padanya dan pergi. Seo Yong gi bergumam, Choi Hyo Won benar-benar...

Dong yi menemui Sukjong di Daejeon.

Shim yun Taek memeriksa catatan di biro musik, Yeong Dal dan Hwang Ju Shik mencari orang dengan marga Cheon.

Pertama, dia memeriksa catatan ketika Dong yi masuk istana pertama kali, lalu menemukan hal aneh, tidak ada catatan masa lalu Dong yi. Shim yun Taek lalu bertanya apa ada musisi yang meninggal.

Hwang Ju Shik ingat memang ada musisi, ada, marganya Choi! Shim yun Taek tanya siapa namanya? Yeong Dal berkata tidak ada catatan-nya. Hwang Ju Shik berkata sesuai ingatan-nya, 12 tahun lalu, tidak ada musisi dengan marga Cheon. Shim yun Taek bingung, ada apa ini, catatan ini jelas menyatakan kalau Dong Yi adalah adik perempuan musisi istana, dan ia sadar. Musisi yang meninggal tadi. Hwang Ju Shik mengaku musisi itu yang marganya Choi dihukum karena kejahatan berat. Shim yun Taek terperanjat. Hwang ju Shik membenarkan, insiden itu sudah membuat kekacauan di Doseong. Shim Yun Taek ingin tahu insiden apa itu.

Sukjong mendapat laporan kalau Cheon Sang Gung ingin menghadapnya. Sukjong kelihatan sekali sangat senang. Persilahkan masuk.

Sukjong berdiri dan menyambut Dong yi, Dong Yi bisa melihat betapa senangnya Sukjong melihatnya, ia merasa tambah berat. Dong Yi membungkuk memberi hormat. Yang Mulia, anda pasti sangat sibuk mengurus masalah negara, tidak tahu apa saya mengganggu Anda.

Sukjong : Tidak, bagaimana ini bisa disebut gangguan, aku merasa lebih terganggu jika aku tidak melihatmu.
Dong Yi senyum.

Sukjong minta Dong Yi duduk.

Sementara itu Cha Cheon Soo mengunjungi Dong Yi dan kaget sekali ketika Ae Jung berkata Dong yi ke Daejeon. Cha Cheon Soo langsung lari ke Daejeon.

Sukjong berkata waktu itu kau terlihat tidak terlalu baik dan membuatku cemas, tapi melihatmu sekarang, kau terlihat gembira dan cerah, itu membuatku lega. Dong Yi berkata benarkah?

Sukjong berkata ada juga orang seperti dirinya sebagai Penguasa negeri ini yang gembira hanya karena bercakap-cakap dengan Dong Yi. Ada apa Dong yi?

Seo Yong Gi melihat poster Choi Hyo Won. Tiba2 Shim Yun Taek masuk ke kantor Seo Yong Gi dan berkata ini sebenarnya berkaitan dengan geumgae (pintar2, bangga aku padamu Shim Yun Taek hehe). Seo Yong Gi heran bagaimana kau bisa tahu masalah itu.

Shim Yun Taek berkata ia ingat insiden Geumgae, mereka adalah organisasi Cheonmin yang melanggar hukum yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan berantai kaum bangsawan. Di saat bersamaan, pemimpin Geumgae itu adalah orang yang membunuh ayah Anda, tapi awalnya Anda membelanya. Seo Yong gi heran, darimana kau mengetahui ini.

Shim Yun Taek mengakui ia tidak tahu detilnya tentang insiden itu, tapi ada satu hal yang anda harus tahu, sekarang Dong yi sedang berada di Daejeon. Seo Yong Gi kaget sekali dengan tindakan Dong yi. Shim yun Taek berkata jika anda punya hati mencegah ini, orang yang bisa membujuk pikiran Dong Yi adalah anda, apa saya benar?

Sukjong : Dong yi? Ada apa, apa yang membuatmu sangat risau dan cemas, Tidak apa Dong yi tidak perlu bicara lagi. Aku sudah mengatakan sebelumnya padamu, jika terlalu sulit maka jangan katakan apa-pun.

Dong Yi bergumam, saya putra seorang kriminal Yang Mulia.
Sukjong bingung, apa?
Dong Yi : Saya putra seorang kriminal.
Sukjong : Dong Yi?

Kasim Han berseru, Yang Mulia saya Kasim Han. Sukjong heran, ada apa?
Kasim Han : Yang Mulia, Seo Yong Gi ingin menghadap anda, ini sangat penting. Dong yi terperanjat dan Sukjong bingung.

Sukjong : Seo Yong gi? Apa yang ingin ia katakan?
Seo Yong gi bergegas masuk dengan surat di tangannya dan memberi hormat pada Sukjong.

Seo yong gi : Yang Mulia, maafkan saya ini karena masalah ini sangat mendesak, sehingga saya tidak mengatakan kedatangan saya ke Daejeon.
Sukjong : Kau?
Dong Yi : Yeong Gam! Kumohon..ijinkan aku, masalah ini biarkan aku yang..
Seo Yong gi : Nyonya, saya mohon kembalilah ke kediaman anda, apa anda sudah lupa, saya sudah mengatakan biarkan saya, orang yang akan menyelesaikan masalah ini untuk Anda.

Cha Cheon Soo juga lari ke Daejeon (kok lebih cepat Seo yong Gi ya..ngga masuk akal juga), Dong yi mematung di depan Daejeon dan ia berbalik melihat ke arah Daejeon, Dong yi terisak, Cha Cheon Soo tiba dan memanggil Dong yi, Dong yi menoleh dan Cha Cheon Soo mendekatinya. Dong yi hanya bisa menangis dan Cheon Soo menggenggam tangannya untuk menenangkannya.

Seo Yong Gi tanya apa Sukjong ingat insiden mengenai Geumgae. Sukjong ingat, itu organisasi terlarang dari golongan Cheonmin yang dicurigai terlibat dalam serangkaian pembunuhan terhadap kaum bangsawan di tahun Shinyu, aku ingat sudah memerintahkan untuk menghukum kelompok itu. Mengapa menyebut tentang Geumgae?

Seo Yong Gi berkata kalau Dong Yi mencoba mengatakan tentang itu pada Sukjong. Sukjong heran. Seo Yong Gi mengulurkan surat pada Sukjong. Surat apa ini? Sukjong tanya. Seo Yong gi menjelaskan itu adalah surat mengenai latar belakang Dong yi yang mereka temukan di Seong Cheon. Sukjong membuka surat itu dan membacanya. Seo Yong gi berkata setelah membaca surat itu anda akan tahu kalau ayah Dong Yi marganya Cheon dan ibunya bermarga Kim, di Gibang Seong Cheon ada catatan mengenai mereka, mereka diperdagangkan sebagai budak.

Sukjong heran, lalu apa hubungan ini dengan Geumgae? Apa yang begitu sulit bagi Dong yi untuk dikatakan padanya. Seo Yong gi berkata, Dong yi tidak benar2 dilahirkan atau dibesarkan di Seong Cheon. Mereka disiksa oleh majikannya dan melarikan diri sebagai budak pelarian, ketika nyawa mereka terancam, mereka menerima bantuan dari kelompok Geumgae, makanya mereka bisa melarikan diri ke Seong Cheon. Inilah yang ingin dikatakan Cheon Sang gung pada anda, Yang Mulia. Meskipun Dong yi akan mengalami kesulitan karena memutuskan untuk mengungkapkan kebenaran kalau dia sudah menerima bantuan dari pihak Geumgae dan ternyata Geumgae adalah organisasi terlarang, makanya dia sangat merasa bersalah.

Sukjong tanya jadi ini yang membuat Dong yi sangat susah dan cemas, karena ini?

Cha Cheon Soo tahu ternyata Shim Yun Taek yang bisa membujuk Seo Yong Gi melakukan itu. Seo Yong Gi mengambil surat dari Seong cheon itu dan memberikannya pada Baginda? Shim yun Taek membenarkan. Masalah ini akan berlalu, tenang saja. Shim yun Taek merenung, ternyata Dong yi putri pemimpin geumgae, dia memang bukan orang biasa, dia mewarisi darah ayahnya.

Cha Cheon soo masih merasa cemas, Shim Yun taek menenangkannya. Shim Yun Taek berkata, kau pasti mengira aku ini tukang gosip, tapi mulutku bisa terkunci rapat kalau memang perlu, lagipula, jika karena halangan status kita tidak bisa mengeluarkan potensi kita, mungkin aku juga takut, aku pikir aku mungkin akan belajar pedang, ini adalah kebenaran seorang pria. Shim Yun Taek berkata aku juga punya impianku sendiri dan ia pergi. Cha Cheon Soo melihatnya dan tidak tahu harus bagaimana dengan Shim Yun Taek.

Di Bo yeong Dang...

Dong Yi : Mengapa anda harus melakukan ini? Apa anda tidak tahu konsekuensinya, sudah memberikan kesaksian palsu pada Sukjong dengan mengatakan sebaliknya, ini akan bisa digunakan untuk menghukum Anda, Yeong Gam.
Seo Yong Gi : Apa anda ingat kejadian malam itu? Kau mengatakan kalau kematian ayahmu adalah salah, ayahmu sudah salah dituduh.
Dong yi terperanjat.

Seo yong gi mengingat kejadian waktu itu dan berkata mungkin karena itu, menjadi alasannya selama ini mencari Dong Yi. Seo Yong Gi mengaku, dia tidak bisa menyingkirkan Choi Hyo Won dari hatinya. Jika itu benar maka saya harus pergi, mengejar, dan mengetahui kebenarannya.

Seo Yong Gi berkata jika Choi Hyo Won mengakui membunuh ayahnya demi dirinya, maka benar ini adalah masalah pribadinya. Demi Choi Hyo Won, hari ini dirinya sanggup dan berani mengambil resiko di depan Sukjong dan menyembunyikan kebenarannya dari Sukjong, dan mungkin sudah melakukan pelanggaran paling berat pada Sukjong, dia selalu berhutang maaf pada Sukjong.

Seo Yong gi mengingatkan Dong yi : Tapi bagaimanapun, saya mohon, saya benar2 berharap anda akan mencamkan ini dalam pikiran, kalau anda tidak boleh, akan ada waktunya saya akan berlutut di depan Baginda untuk mengakui kejahatan saya tapi anda tidak boleh mengatakan satu patah katapun pada Yang Mulia...

Dong Yi : Yeong Gam?

Seo Yong Gi : Anda tidak melakukan ini demi kepentingan anda, tapi demi Baginda..Seperti yang anda katakan sebelumnya bahwa status yang anda dapatkan adalah beban tanggung jawab yang berat tapi bagaimanapun juga langit punya alasan-nya sendiri mengijinkan anda berada di posisi ini, di posisi inilah anda mungkin bisa melakukan pencapaian yang besar yang harus anda lakukan. Itu sebabnya jika anda ada di samping Baginda, lakukan apa yang harus anda lakukan, apa anda mengerti..Gunakan hidup anda dan anda tidak boleh membiarkan siapapun mengungkapkan-nya, lebih lagi demi kepercayaan Baginda, anda harus melakukan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kepercayaan Baginda.

Seo Yong Gi meninggalkan Bo Yeong Dang dan Cha Cheon Soo menemuinya diluar dan memberi salam. Seo yong Gi berkata beberapa waktu lalu, tidak mudah menutup kejahatan Geumgae. Choi Hyo Won dan kau benar2 sudah menggoncang dasar negara ini dengan membentuk Geumgae, itu tidak bisa disangkal. Cha Cheon Soo mengerti.

Seo Yong Gi : Bagaimanapun selama Dong yi ada di istana, kau harus bertanggung jawab atas keselamatan-nya, karena kejahatan temanku, aku akan bertanggung jawab atas ini. Kau dan Dong yi harus menghapus ini dari ingatan kalian dan camkan itu. Seo Yong Gi pergi. (Seo Yong Gi...you're my hero, Dong yi juga tidak bisa menghindarkan darah yang akan tercurah demi dirinya. Demi calon Raja kelak, that's the real life of politic's world)

Choi Dong Yi menangis dan memanggil ayah dan kakaknya.

Anak buah Jang Hee Jae datang ke rumah Ny. Yoon dan ingin bertemu Jang hee jae. Jang Hee Jae tanya, apa kalian menemukan buku militer itu. Anak buahnya lapor, mereka sudah tahu dimana buku itu berada. Jang hee Jae marah buat apa kalian membuang tenaga dan hanya melaporkan itu?

Anak buahnya minta maaf, tapi ada yang lebih mendesak daripada itu. Yaitu utusan Qing itu sudah memberikan pesan kalau dia ingin buku itu besok pagi dan sepertinya Utusan Chen sudah tahu kalau kita gagal menemukan buku itu. Ny. Yoon cemas, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang.

Ratu Jang mendapat laporan dari Jo sang Gung kalau identitas Dong yi sudah bisa diselesaikan dengan satu dokumen. Yoo Sang gung berkata kalau tidak ada yang salah dengan dokumen itu. Oh Tae seok ada di situ dan Ratu Jang tanya lalu apa hubungannya dengan Geumgae. Ratu Jang berkata kalau Nae Geum Ui dilaporkan menyelidiki Geumgae aku percaya aku bisa mengaitkan Dong Yi dengan Geumgae.

Oh Tae seok berkata dia sudah mengirim orang untuk mencari tahu tentang itu dan akan segera diselidiki. Jang hee Jae datang dan ingin bicara empat mata dengan Ratu Jang. Oh Tae seok heran, ada masalah apa sampai kehadirannya tidak diinginkan. Jang hee jae memberi tanda pada Ratu Jang. Ratu Jang berkata agar Oh Tae seok keluar dulu. Oh Tae seok heran. Ia keluar dari Gyotaejeon dan minta Oh Yun memeriksa apa yang dilakukan Jang Hee jae akhir2 ini. Oh yun berkata yang terpenting bagi kita sekarang memeriksa latar belakang Dong yi, Oh Tae seok merasa ada yang lebih penting dari itu. Oh Yun mengerti dan pergi.

Ratu Jang dengar dari kakaknya kalau buku catatan militer itu mungkin ada di tangan Dong Yi dan Shim Yun Taek. Seperti yang sudah anda duga, Yang Mulia. Jang hee Jae merasa Shim Yun Taek itu sudah merencanakan sesuatu. Ratu Jang : sesuatu? Jang Hee Jae berkata mereka menunggu bukti yang penting dan mencari kesempatan, jika perlu dia akan membantai mereka, dia akan...

Ratu Jang : Apa jatuh temponya besok pagi? Tuan Chen ingin menerima buku itu besok pagi?

Jang Hee jae membenarkan, Ratu Jang minta kakaknya tenang dan fokus, jika sekarang mereka panik, maka mereka akan hancur. Jika kita tidak ingin semua ini hancur.

Ratu Jang : buku militer itu ada di tangan Dong yi, kita cuma perlu mendapatkannya, dan semua akan baik-baik saja. Jang hee Jae : mengambilnya?

Pekerja Joseon sibuk dengan pekerjaan-nya dan utusan Chen mengamati lokasi konstruksi itu. Mereka terlihat oleh pihak Joseon yang langsung mengepungnya.

Sukjong mendapat laporan kejadian itu dari Do seong Ji. Utusan Chen dari Qing diam-diam memeriksa pengerahan militer di Ganghwasan dan sudah ditahan. Sukjong terkejut sekali.

Sukjong memanggil Utusan Qing itu dan berkata kalau dia mendapat laporan yang sangat mengganggu, apa sebenarnya maksud Anda melakukan itu.

Sebaliknya kata Utusan Chen, Yang Mulia sungguh berani. Sepertinya Joseon punya motif rahasia. Sukjong terkejut dengan jawaban utusan Chen. Utusan Qing lainnya minta Tuan Chen tenang. Tuan Chen mengerti lantas ia tanya tentang pembangunan benteng di Ganghwasan, tampaknya itu belum didiskusikan sebelumnya pada pihak Qing.

Sukjong membalas, apa Qing adalah Joseon sehingga kami harus lapor setiap balok atau batu yang dipindahkan. Baiklah kata Sukjong, jika kalian tertarik, aku tidak akan menghentikan kalian, kalian bisa pergi dan memeriksa semua yang kalian inginkan.

Utusan Chen lantas berkata, bagaimana kalau mengubah pembicaraan dengan masalah perbatasan, Tuan Chen dengar ada pengerahan militer di perbatasan, apa itu benar?

Sukjong berkata pada Tuan Chen, anda sudah kelewat batas. sukjong meninggalkan Utusan Qing itu dan ia terlihat benar2 kesal, dan ia minta Do seong ji untuk memeriksa masalah itu, apa Qing menyinggung masalah pengerahan pasukan di perbatasan untuk cari perkara dengan Joseon. Do Seong ji mengerti.

Shim Yun Taek menemui Dong Yi dan lapor kalau Utusan Qing terburu-buru ke Joseon untuk buku catatan militer itu. Tapi menurut Shim yun Taek bukan hanya itu, Qing juga takut dengan kekuatan militer Joseon yang semakin bertambah. Jadi mereka menginginkan buku catatan militer itu untuk mengukur sampai sejauh mana kekuatannya.

Shim yun Taek melanjutkan jika kebetulan buku itu jatuh ke tangan Qing maka Joseon akan menghadapi ancaman dari Qing lagi. Jadi untuk menenagkan Qing, Joseon harus memperlihatkan kalau militer yang dimiliki lemah, ini yang menjadi niat Sukjong selama ini tapi sekarang Utusan Qing itu mencoba mencari perkara dari masalah itu. Ini bukan hanya menjual rahasia negara, tapi mereka juga melakukan kejahatan besar atas negara ini, kita harus melindungi buku catatan militer itu bagaimanapun juga dan mereka akan menggunakan ini untuk menjerat leher mereka.

Dong yi tanya, bagaimana kita akan melakukannya? bagaimana kita bisa membuktikan jang hee jae benar2 ingin memberikan buku militer itu pada Qing.

Shim yun taek : Aku punya rencana, sudah kupikirkan dengan matang tapi ada resikonya.

Ratu Inhyeon mendapat surat dari Dong yi dengan perantaraan Jung in guk.
Ratu Inhyeon : Cheon Sang Gung sepertinya dia menyiapkan perlawanan.
Jung Geum : Apa? Cheon Sang gung?
Ratu Inhyeon : Bisa dikatakan demikian, ini bisa dikatakan sebagai pertempuran terakhir antara aku dan Hee Bin

Ratu Jang memberi tahu Oh Tae seok kalau mereka menyerahkan buku catatan militer pada Qing China. Oh Tae Seok terperanjat (masih cinta negara dia), Ratu jang berkata kita seharusnya tidak bermusuhan dengan Qing tapi sebaliknya seharusnya menjalin kerjasama yang erat.
Ratu jang berkata pada Oh Tae Seok, tidakkah anda tahu kalau kuda yang anda naiki sudah mempercepat larinya? Apa anda ingin melompat? Anda tidak bisa. Satu-satunya jalan anda harus memberikan bantuan, karena kita berada di atas kendaraan yang sama. Dan kita sama-sama bertaruh nyawa.

Dong Yi di kediaman-nya dan memandang buku militer itu, Bong Sang gung masuk untuk lapor kalau Sukjong tiba. Dong Yi segera keluar memberi hormat.

Dong yi : Chon Na!
Keduanya jalan-jalan. Sukjong mendesah, hari ini terasa panjang, karena ia bersitegang dengan utusan Qing itu, sehingga tidak bisa memperhatikan Dong yi.

Dong yi heran, Yang Mulia jangan berpikir masalah itu.

Sukjong : Aku baru dengar dari Seo Yong Gi mengenai masalahmu. Aku akhirnya mengerti kesulitan yang kau hadapi.
Dong Yi : Yang Mulia?

Sukjong : Tapi, jangan cemas.. aku tahu itu bukan salahmu ataupun kesalahan ayahmu, sebaliknya bisa dikatakan itu adalah kesalahanku sebagai penguasa negeri ini. Negeri ini memiliki pemisahan kelas sosial yang khusus, antara miskin dan kaya. Kaya karena mereka memiliki aset dan karena kaya mereka akan menekan si Miskin yang tidak bersalah, dan sebagai Raja negeri ini aku tidak pernah melakukan usaha untuk melindungi rakyat kelas Cheonmin-ku, aku selalu berkata aku menyimpan mereka dalam hati tapi aku tidak pernah menepati janji itu pada kelas Cheonmin.

Dong Yi : Tidak, bukan seperti itu, Yang Mulia. Yang Mulia dibanding dengan siapapun adalah Penguasa yang memikirkan rakyat. Apa anda lupa? Anda memberikan kepercayaan Anda pada saya yang bukan apa-apa dan hanya seorang Cheonmin dan anda sudah mengulurkan tangan untuk membantu saya. Itulah Anda, Yang Mulia.

Sukjong : Ya, kau benar, kau adalah orang yang membuatku berpikir, apa mungkin ini alasan langit mengirimkan kau padaku untuk berada di sisiku. Orang yang sudah mengatakan padaku dan membuatku sadar kalau kelas Cheonmin juga adalah rakyatku dan tanggung jawabku sebagai Raja pada mereka. Jadi aku harus merasakan penderitaanmu agar aku tahu mengenai rakyat kelas Cheonmin.

Dong Yi : Yang Mulia?
Sukjong menggenggam tangan Dong Yi dan menepuk-nepuk tangan-nya.

Ratu Jang memberikan lambang mandat untuk Jang Hee Jae dan minta Jang Hee Jae menggunakannya. Kita harus mempercepat apapun yang kita rencanakan dalam waktu ini. Apa kau mengerti?

Ratu Jang : Pedang sudah mendekati leher kita dan jika kita tidak mengambil kesempatan ini maka kita akan musnah dan akan berakhir. Jang Hee Jae meyakinkan, dia akan menyelesaikan semuanya.

Oh Tae Seok dan partai Namin mengadakan pertemuan, kalian ada di jurang kalian sendiri dan sekarang harus bertahan. Kita harus menyatukan kekuatan untuk melawan atau kita akan berakhir. Apa kalian akan membela ini dengan nyawa kalian? Anggota partai Namin mengiyakan.

Sukjong mendapat pemberitahuan dari Jang Hee Jae ada jamuan makan untuk menghormati Utusan Qing. Jang Hee Jae berkata dia mendengar ada ketegangan antara utusan Qing dengan Joseon jadi sebelum mereka kembali kita harus meredakan ketegangan Utusan Qing. Sukjong masih merasa marah dan Do Seong ji menasihati apa yang dikatakan Jang Hee Jae ada benarnya. Ini hanya hiburan diplomatik yang akan menguntungkan bagi kita. Sukjong terlihat tidak senang.

Ny. Park heran mengapa suami dan anaknya tiba2 mengadakan jamuan makan. Oh Tae Pung berkata ini jamuan paling penting untuk menghormati utusan Qing yang datang ke Doseong. Oh Ho Yang berkata ada yang lain selain hanya jamuan, ibunya tidak mengerti. Tapi Oh Tae Pung berkata pada istrinya sudahlah kau juga tidak mengerti politik.

Dong Yi mendapat laporan dari Bong Sang Gung kalau dia mendapat undangan jamuan makan dari Ratu Jang untuk menghormati Utusan Qing. Dong Yi kaget, tapi mengapa, apa alasan aku harus hadir. Bong Sang Gung berkata kalau sekarang Dong yi adalah anggota keluarga raja, mungkin itu alasannya. Ae Jung minta Dong yi menyiapkan diri agar tampil sebaik mungkin. Dong yi tersenyum.

Yoo Sang Gung memberikan dokumen pada Jeong Sang Gung dan minta Jeong Sang gung membawa Jung Im dan gungnyeo yang lain untuk bertanggung jawab pada jamuan. Jeong Sang Gung heran, bukankah biasanya pemimpin biro yang melakukannya.

Yoo Sang Gung berkata dia tidak akan selamanya ada di posisi ini, aku tahu kau juga menginginkan posisi ini, jadi ini alasanku mengirim-mu, sebagai pengalaman dan lakukan persiapan tanpa ada kesalahan.

Jang Hee Jae menunggu anak buahnya dan tanya bagaimana kemajuannya. Anak buah Jang Hee Jae lapor kalau semua sudah siap dan sesuai rencana. Nae Gem Bu (Seo Yong gi) dan biro penyelidik internal sudah tidak bisa berkutik. Jang Hee Jae tanya lalu bagaimana dengan Shim Yun Taek? Anak buahnya berkata kalau Shim yun Taek akan segera dihabisi.

Shim Yun Taek sedang jalan dan ia merasa diikuti orang. Tidak lama Shim Yun Taek tersudut dan ia tanya, kalian melakukan ini atas perintah siapa?

Pembunuh itu memerintah untuk menangkap Shim Yun Taek. Shim Yun Taek mencoba melawan tapi dipukul dan jatuh pingsan. Mereka membawa Shim Yun Taek.

Di jamuan makan, Jeong Sang Gung dan Jung Im menyambut Dong yi. Dong Yi melihat Seo Yong gi dan Orrabuninya.
Dong yi : Malam ini mereka (Seo Yong gi dan Cha Cheon soo) juga ada disini?
Jeong Sang gung membenarkan karena mereka berdua bertanggung jawab atas keamanan istana.

Dong yi merasa agak aneh, ada yang salah.

Penyusup mulai masuk ke kediaman Dong Yi (Bo Yeong Dang) dan berkata kita harus cepat.

Yoo Sang Gung berkata kita harus cepat, jika tidak malam ini akan percuma. Eun Geum : Ya, Nyonya.

Cha Cheon Soo dan Dong yi yang terlihat gelisah, apa maksud perkataanmu Dong yi..hal ini aneh?
Dong Yi melihat sekeliling : Kita semua ada di sini di saat yang sama.
Cha Cheon soo : Apa?
Dong yi : Aku dan Jeong Sang gung, juga kau Orrabuni dan Seo yong Gi, apa kau tidak merasa aneh tentang ini semua?
Dong yi : Dimana Shim yun Taek, Orrabuni? Kau belum melihatnya?
Cha Cheon soo : Aku tidak mengira dia bisa menghadiri jamuan ini.
Dong yi : Pergi dan cari Shim Yun taek.
Cha Cheon soo : Ya, Aku mengerti

Cha Cheon Soo meninggalkan jamuan. Jeong sang Gung dan Jung im menemui Dong yi, Nyonya?
Jung Im : seperti yang sudah anda katakan ada sesuatu yang aneh, saya akan cari tahu.
Dong Yi mengangguk. Pelayan istana menjatuhkan nampan dan memecahkan piring. Dong yi terperanjat.
Bong sang gung : Nyonya, anda tidak apa-apa.
Dong Yi : Kita harus segera pulang untuk melihat apa yang terjadi.
Bong Sang Gung heran.

Dong Yi akan pergi ketika Ratu Jang datang, kau mau kemana Cheon Sang Gung?
Dong yi memberi salam pada Ratu Jang. Dong Yi ingin pergi tapi Ratu Jang menghentikannya.

Dong Yi 34